Ancaman Bagi Orang Yang Sengaja Membunuh Seorang Muslim

ANDAIKAN PARA PENUMPAH DARAH ITU TAHU?

Akibat hukum yang tidak bersumber dari islam, persoalan darah yang sangatlah dijaga dan diagungkan dalam syariat islam semakin diremehkan sehingga sering tertumpah sia-sia seakan tak berharga sama sekali.

Bahkan hanya karena perkara yang sangat remeh mereka rela saling pukul, saling melukai, saling baku hantam bahkan saling membunuh. Sampai-sampai, bangsa Indonesia yang terkenal santun, terkenal ramah, seakan sudah hilang kesantunan dan keramahan mereka.

Kebanyakan mereka bahkan tidak tahu alasan mereka saling membunuh dan berkelahi, ada yang karena permusuhan yang diwariskan turun-temurun antar sekolah yang tidak jelas sebab dan asal-usulnya.

Ada yang karena perbedaan ormas, golongan dan partai, atau bahkan berbeda klub sepak bola kesayangan mereka.

Harusnya mereka berfikir!! Apakah pantas hanya karena berbeda sekolah mereka bermusuhan, hanya karena sedikit rupiah mereka berani saling mendzalimi, hanya karena berbeda klub sepak bola mereka boleh saling membunuh dan melukai!!??

Apakah cukup ini menjadi sebuah alasan kau tega membunuhnya.??!!

Andai engkau tahu bahwa membunuh adalah termasuk dosa yang paling besar sehingga sebagian sahabat seperti Ibnu Abbas –radhiyallah anhu- menanggap bahwa PEMBUNUH SEORANG MUSLIM TIDAK DITERIMA TAUBATNYA. Dan berhujjah dengan firman-Nya:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

“Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa’: 93)

Andai engkau tahu, bahwa terbunuhnya seorang muslim lebih besar dosanya dibandingkan engkau merusak seluruh alam semesta ini!!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

“Musnahnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim.” (HR. Muslim)

Harusnya engkau tahu!! bahwa membunuh satu orang saja, sama saja dosanya dengan membunuh seluruh umat manusia!

مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَلِكَ فِي الأرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.

Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.

Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (Al-Ma’idah 5:32)

Andai engkau tahu wahai pembunuh yang berbangga dengan korban pembunuhannya yang merasa puas dengan perbuatan dzalimnya. Bahwa Allah sangat murka kepadamu sampai-sampai tidak akan menerima amal Soleh anda dengan perbuatan anda.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا فَاغْتَبَطَ بِقَتْلِهِ لَمْ يَقْبَلِ اللهُ مِنْهُ صَرْفًا وَلاَ عَدْلاً

“Barangsiapa membunuh seorang mukmin lalu dia bergembira dengan pembunuhan tersebut, maka Allah tidak akan menerima amalan sunnah juga amalan wajibnya.” (HR. Abu Daud.)

Betapapun anda bersembunyi atas perbuatan ini dengan alasan anda melakukannya dengan banyak orang dan masa yang tak terkendali, kamu tidak akan bisa beralasan demikian dihadapan Allah.

لَوْ أَنَّ أَهْلَ السَّمَاءِ وَأَهْلَ الأَرْضِ اِشْتَرَكُوْا فِي دَمِّ مُؤْمِنٍ لَأَكَّبَهُمُ اللهُ فِي النَّارِ

“Seandainya penduduk langit dan bumi bersekongkol untuk membunuh seorang mukmin, niscaya Allah akan menelungkupkan mereka ke dalam neraka.” (HR. At Tirmidzi)

Dan amirul mukminin pun pernah menghukum mati tujuh orang dikarenakan mereka sekongkol membunuh seorang muslim lainnya dan berkata:

لو تمالأ عليه أهل صنعاء لقتلتهم جميعا

“Kalau bersepakat membunuhnya seluruh penduduk Shan’a maka aku akan membunuh mereka semua” H.R. Malik (lihat irwaul ghalil 2201)

Syaikhul islam pernah di tanya: “Tentang jamaah (sekelompok orang) yang berserikat dalam membunuh seseorang dan dia memiliki ahli waris yang masih kecil dan dewasa.

Apakah boleh bagi ahli waris yang dewasa membunuh mereka (dengan qishas) atau tidak?

Dan apabila wali dari ahli waris yang masih kecil –hakim atau semisalnya- sepakat untuk membunuhnya (dengan qishos) bersama dengan ahli waris yang dewasa apakah mereka dibunuh dalam qishas?

Jawaban: “apabila mereka berserikat dalam pembunuhannya maka wajib di qishos seluruhnya dengan kesepakatan para imam dari empat mazhab. Dan bagi ahli waris boleh menuntut bunuh atau memaafkan.

Demikian juga apabila wali ahli waris yang kecil –hakim atau selainnya- sepakat bersama ahli waris dewasa maka seluruh pelaku dibunuh. (majmu’ fatwa (34/190)

يَجِيءُ الْمَقْتُولُ بِالقَاتِلِ يَوْمَ القِيَامَةِ نَاصِيَتُهُ وَرَأْسُهُ بِيَدِهِ وَأَوْدَاجُهُ تَشْخَبُ دَمًا، يَقُولُ: يَا رَبِّ، قَتَلَنِي هَذَا، حَتَّى يُدْنِيَهُ مِنَ العَرْشِ قَالَ: فَذَكَرُوا لاِبْنِ عَبَّاسٍ، التَّوْبَةَ، فَتَلاَ هَذِهِ الآيَةَ: {وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا}، قَالَ: مَا نُسِخَتْ هَذِهِ الآيَةُ، وَلاَ بُدِّلَتْ، وَأَنَّى لَهُ التَّوْبَةُ.

 “Akan datang orang yang di bunuh dengan pembunuhnya pada hari kiamat. ubun-ubunnya dan kepalanya di tangan pembunuh sedangkan urat nadi lehernya mengalirkan darah. Ia berkata: “Ya Robb! Orang ini membunuhku, sampai ia mendekat kepada Arsy.

Dikatakan kepada Ibnu Abbas tentang taubatnya (pembunuh) maka ia membaca “Barang siapa yang membunuh seorang muslim dengan sengaja” (An-Nisa: 93) dan ia berkata: ayat ini tidak di mansukh dan tidak diganti, bagaimana ia bisa diterima taubatnya!?” HR. Tirmidzi dan Nasa’i

Dika Wahyudi Lc.

Sumber : https://www.arrisalahkarawang.org/berita-andaikan-para-penumpah-darah-itu-tahu.html

Print Friendly, PDF & Email

1 Comment

  1. Bagaimana bisa dosa seseorang yg membunuh 1 orang mukmin itu lbh besar dari dosa merusak seisi dunia ini? Bukankah dengan merusak seisi dunia ini maka perusak itu telah melakukan dosa kepada seluruh penghuni dunia ini, contoh kecil saja jika kita membakar hutan dengan sengaja dan seluruh hutan itu habis terbakar maka ekosistem disana pun akan punah dan banyak nyawa dari para binatang menjadi korban, belum lg efek yg ditimbulkan setelah pembakaran itu menimbulkan polusi yg berakibat buruk seperti yg pernah terjadi beberapa tahun lalu hingga polusi akibat pembakaran hutan dan lahan itu menyebar ke negara2 tetangga kita dan menyebabkan banyak korban baik itu yg terkena penyakit ataupun meninggal dunia karena disebabkan polusi yg terjadi, belum lg akibat yg berkepanjangan karena pembakaran hutan yg bisa dirasakan hingga puluhan tahun kedepan sehingga banyak manusia dan binatang ikut menderita walaupun peristiwa itu sdh lama berlalu, dan itu baru contoh kecil saja bukan seisi dunia yg dirusak lho.
    Tolong jika anda memberikan sesuatu pengetahuan harus lebih rasional atau blog ini memang sengaja dibuat untuk memprovokasi ataupun mendoktrin orang2 dengan doktrin yg salah, karena dengan postingan ini akan banyak orang2 yg membaca fan gagal faham akan berfikir bahwa membunuh itu boleh2 saja asalkan bukan mukmin, awas saudaraku anda akan menanggung dosa2 dari orang2 yg salah faham dengan apa yg anda tulis disini, tapi itupun jika anda madih takut dengan yg namanya dosa

    Yang mengatakan hal tersebut adalah Rasulullah, utusan Allah yang menciptakan alam semesta ini,

    Dan perkataan Rasulullah itu adalah WAHYU dari Allah,..

    Bahkan Rasulullah juga mengatakan, hancurnya seluruh alam ini , itu masih lbh ringan di sisi Allah daripada tertumpahnya darah SEORANG Muslim,

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ.
    Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.[2]

    Read more https://aslibumiayu.net/15449-darah-seorang-muslim-itu-terjaga-tidak-boleh-ditumpahkan-sembarangan.html

    Kewajiban kita terhadap perkataan Rasulullah adalah membenarkannya, bukan membantah dgn perasaan atau LOGIKA,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*