Barangsiapa Yang DIAM Selamat, Bukan Mencari Fatwa Untuk Menguatkan Manhaj PLATO

Nasehat dari guru kita Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullah ta’ala yang disampaikan di majelis beliau beberapa pekan lalu.

Walhamdulillah, Catatan nasehat ini kami edarkan dan sebarkan dengan mendapat izin langsung dari Al Ustadz, gunanya untuk memberikan informasi secara lengkap penjelasan dari beliau hafizhahullah sehubungan kekeliruannya sebagian pihak yang menyebarkan/mengedarkan catatan nasehat yang tidak tepat dan kurang baik dalam mengutip penjelasan beliau hafizhahullah dan tanpa adab yang baik/tidak izin, sehingga qadarullah tersebar luas seperti yang telah kita ketahui bersama.

Akhirnya, Semoga nasehat ini bermanfaat bagi yang ingin mengambil manfaat dan pelajaran..
Wallahul Musta’aan..

#admin_channel_MAKTABAH_MUAWIYAH
———
Saya ingin memberikan nasihat, barangkali bermanfaat untuk diri saya.

Tidak perlu takut di dalam beragama, sehubungan orang-orang yang ketakutan…!!

Mereka tidak mau takut sendiri, tetapi mengajak orang lain untuk takut berjamaah…!!

Ini bid’ah baru…!!

Setelah menangis berjama’ah, setelah dzikir berjamaah, dan sekarang ketakutan berjamaah…!!

Nanti kalau ini menang, syiah akan begini dan begitu….. ketakutan….seolah-olah hatinya telah sembunyi di tempat tidur, walaupun fisiknya berkampanye…!

Ikhwan…!

Saya nasehati, siapa pun yang menang, dan siapa pun yang kalah, niscaya tidak akan membahayakan pengajian kita ini (kalau dalam kelompok kecil), atau dakwah kita ini (kalau kita perbesar ), insya Allah Ta’ala.

Tawakalnaa Alallah, “Serahkan diri kita kepada Allah”.

Mengapa demikian?

Karena ia, dakwah ini, tidak pernah masuk ke dalamnya dan tidak menjadi bagian darinya.

Mengapa?

Karena dakwah ini, dakwah salafiyyah, dakwahnya para Nabi dan Rasul. Yang tentunya menjadi musuh Plato dan ajarannya.

Pada hari-hari ini antum melihat manusia sibuk dalam urusan duniawiyah.

Barangkali mereka lupa akan Hadits Nabi shalallahu’alaihi wa sallam : “Ya Allah tdk ada kehidupan yg hakiki kecuali kehidupan akhirat.”

Barangkali mereka lupa akan Hadits Nabi shalallahu’alaihi wa sallam :

“Barang siapa yang diam selamat”.

Disaat orang memperebutkan duniawiyyah, dan antum lihat para aktivis dakwah sibuk kesana kemari mencari fatwa ulama untuk menguatkan manhaj Plato.

Antum jangan masuk kedalamnya…!!

Jangan ikut-ikutan…!! Kita belajar kemudian beramal. Mastatha’na.

Saya berpuluh tahun lamanya berda’wah, dan barangkali saya punya pengalaman banyak, dan saya menyaksikan orang banyak, dan saya menyaksikan para aktivis dakwah terkapar karena masuk ke dunia politik di negeri-negri Islam.

Mereka menjual agama mereka, mereka menjual manhaj mereka, maka bergeserlah manhaj.

Dahulu, pada tahun 80 an, saya terutama dan sebagian Ikhwan salafiyyin tidak pernah berbicara tentang politik seperti ini dan masuk ke dalamnya.

Bahkan, kita tidak pernah duduk di majelis orang yang tdk berilmu, orang yang berpolitik, orang yang manhajnya rusak, sehingga bi idznillah, dengan izin Allah dan Allah-lah yang memberikan taufiq dan hidayah kita mengenal manhaj yg haq ini.

Tetapi sekarang saya menyaksikan lemahnya hati hati dan fisik sebagian manusia yang menasabkan dirinya kepada dakwah salafiyyah.

Sehingga mereka menghambakan diri mereka ke manhaj plato ini.

Barangkali itu Ikhwan.

(Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullah)

Termaktub akun fb Eko Abu Dihyah

Sumber: https://www.facebook.com/100002405827473/posts/2295993087157530/

Print Friendly, PDF & Email

Plato

10 Comments

  1. Islam adalah kaffah. Memisahkan antara Islam dan politik adalah ajaran sekuler. Yang bertentangan dengan islam

    Cara buang EE di kamar kecil saja sudah Islam ajarkan, masa urusan ketatanegaraan terluput?

    Islam sudah mengaturnya, politik islam, bukan politik ala KUFFAR yaitu demokrasi yang merupakan syirik akbar

    Mustahil teraih kejayaan dengan sistem yang sangat rusak, demokrasi sistem yang merupakan produk gagal, dan islam tidak menggunakan sistem rusak tersebut, aristoteles dan plato sendiri mengakuinya, baca ulasannya di sini

  2. Pengajian Islam bisa bebas sekarang karena masih banyaknya orang yang pro Islam di jajaran pemerintah.

    Seandainya pemerintah di dominasi pki. Cerita akan lain. Anda harus ngumpet kalau ngaji.

    Ini adalah was-was dari setan, justru realita sekarang yang ada, yang berani melarang kajian bukan orang kafir, tapi orang yang ngaku beragama islam

    Yang melarang pembangunan masjid, mendemonya, itu orang islam, kasus di bogor, masjid Imam Ahmad mau diperbesar karena daya tampung jamaahnya sdh ga cukup, dipersulit pembangunannya, didemo oleh orang islam, bahkan habib ikut mendemonya,

  3. Asslmlkm..

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    Saya hny ingin bertanya, apakah anda tinggal dihutan belantara.

    Atau sebuah daratan yg tanpa pemimpin atau aturan( uu atau hukum)…?

    Alhamdulillah saya hidup di negeri yg ada pemimpinnya, negeri indonesia ada pemimpinnya, seorang presiden

    Mengapa, anda lebih rela menganggap Muslim lain sbg “musuh” ketimbang kaum kuffar atau pki ?
    Siapakah anda sebenarnya ?

    Justru saya ga rela berhukum dengan hukum KAFIR seperti demokrasi yang merupakan SYIRIK AKBAR.

    Justru dipertanyakan jika ada seorang MUSLIM koq bangga dengan hukum demokrasi yang merupakan sistem yang sangat rusak, dan tidak akan pernah bisa membawa kepada kebaikan,..

    Pemilu yg sdh berlalu, berapa korban yang berjatuhan?
    Berapa ratus orang yang MATI ?
    Melebihi bencana gempa di lombok, ini musibah, bukan pesta demokrasi

    Silahkan baca sjarah demokrasi di postingan ini

  4. Negara ini begitu rusak. Padahal dipimpin oleh Muslim. Gimana kalo kafir yang jadi pemimpin.

    Sudah tahu rusak, koq antum malah ingin mengajak umat islam ikut nyemplung ke dalam kerusakan??

    Namanya sistem demokrasi, siapa saja bisa menjadi pemimpin, berbeda jika sistem yang syar’i,

    Antum kalo bicara terlalu idealis. Tapi tidak realistis. Suka tidak suka realitanya.

    Kita hidup di negara demokrasi.

    Justru karena paham realita yang ada, makanya tempuh yang real saja, benahi rakyatnya, bukan masuk ke dalam kubangan lumpur demokrasi yang kotor,busuk,menjijikkan

    Bukan masalah ngaji atau gak ngaji. Tapi intinya. Yang buat kebijakan adalah pemimpin.

    Siapa yang mampu menjadikan negeri ini dipimpin oleh pemimpin yang baik atau yang tidak baik?
    Jawabnya, Allahlah yang menetapkannya, dan Allah mengangkat pemimpin itu sebagai cerminan rakyatnya, sebagai hukuman bagi rakyatnya ,
    Maka jika ingin mendapatkan pemimpin yang baik, benahi rakyatnya dahulu agar menjadi baik, bukan malah ikut masuk ke dalam sistem dgn tujuan ingin merubah dari dalam,…MUSTAHIL, yang ada malah terseret arus yang ada, sudah banyak buktinya,

    Biar mikir…
    Kalian akan dipimpin oleh orang yang serupa dengan kalian, baca di sini ulasannya

    Dan kalau orang orang Sholeh di negara ini tidak terlibat politik. Maka negara ini akan di pimpin oleh orang fasik.

    Ini adalah was-was dari SETAN,
    Orang-orang shalih tentu tidak mau masuk ke dalam sistem yang merupakan SYIRIK AKBAR seperti demokrasi,
    Justru orang-orang shalih akan mengingkari hal tersebut, jika tidak ada yang mengingkari, maka adzab Allah justru akan menimpa,

    Dan Anda ikut bertanggung jawab atas kerusakan dari pemerintah fasik akibat artikel yang Anda tulis.

    Pemimpin itu cerminan dari rakyatnya..
    Allah tidak salah dalam menetapkan pemimpin bagi suatu kaum,

    Al-Ajlauni berkata, “Imam Thabrani meriwayatkan dari Hasan al-Bashri rahimahullah bahwa ia mendengar seorang laki-laki mendoakan keburukan untuk al-Hajjâj (salah seorang pemimpin yang kejam), lantas ia berkata, “Janganlah kamu lakukan itu!

    Kalian diberikan pemimpin seperti ini karena diri kalian sendiri. Kami khawatir, jika al-Hajjâj digulingkan atau meninggal, maka MONYET dan BABI yang akan menjadi penguasa kalian, sebagaimana telah diriwayatkan bahwa PEMIMPIN KALIAN adalah BUAH dari AMALAN KALIAN dan kalian akan dipimpin oleh orang yang seperti kalian.

    Read more https://aslibumiayu.net/15463-kalian-akan-dipimpin-oleh-orang-yang-seperti-kalian.html

  5. Satu lagi. Kita akui bahwa demokrasi adalah sistem kafir dan syirik.

    Tapi mengapa pemimpin produksi dari demokrasi .

    Antum anggap ulil Amri yang wajib di taati.

    Mohon comen saya jangan di hapus. Barang kali bermanfaat buat pembaca.

    Sangat mudah sekali menjawab pertanyaan ini,

    Kenapa kita WAJIB mentaati pemimpin?
    Karena Allah sendiri yang memerintahkan, Rasulullah sendiri yang menegaskan, terlepas bagaimana CARA terpilihnya pemimpin tersebut, baik dengan cara yang SYAR’I ataupun cara yang HARAM,

    Perhatikan perkataan Rasulullah berikut ini :
    Dari Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Akan ada para pemimpin/penguasa setelahku yang mengikuti petunjuk BUKAN dengan petunjukku dan menjalankan sunnah namun BUKAN sunnahku.

    Dan akan ada di antara mereka orang-orang yang memiliki hati laksana hati SYAITHAN yang bersemayam di dalam raga manusia.”

    Maka Hudzaifah pun bertanya,

    “Wahai Rasulullah, apa yang harus AKU LAKUKAN jika aku menjumpainya?”

    Beliau menjawab,

    “Kamu harus tetap MENDENGAR dan TAAT kepada PEMIMPIN ITU, walaupun punggungmu harus dipukul dan hartamu diambil. Tetaplah mendengar dan taat.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [6/480]).

    Dari Ummu Salamah radhiyallahu’anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Akan muncul para PENGUASA yang kalian mengenali mereka namun kalian mengingkari -kekeliruan mereka-.

    Barangsiapa yang mengetahuinya maka harus berlepas diri(dengan hatinya) dari kemungkaran itu.

    Dan barangsiapa yang mengingkarinya (minimal dengan hatinya, pent) maka dia akan selamat.

    Akan tetapi yang berdosa adalah orang yang meridhainya dan tetap menuruti kekeliruannya.”

    Mereka -para sahabat- bertanya,

    “Apakah tidak sebaiknya kami MEMERANGI mereka?”.

    Maka beliau menjawab,

    “JANGAN, selama mereka masih menjalankan sholat.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [6/485]).

    Apa maksud tidak tidak mengikuti petunjuk nabi? Maksudnya tidak mengikuti cara yang diajarkan oleh nabi, termasuk cara memilih pemimpin, dalam islam hanya ada dua cara, dan demokrasi bukan cara dari islam, padahal itu sudah ada sejak sebelum masehi, di jaman plato,aristoteles demokrasi sudah ada, namun nabi muhammad tidak menerapkan hal tersebut,karena itu sistem yang sangat rusak.

    Namun nabi memerintahkan tetap TAAT dan mendengar kepada pemimpin, selama mereka masih mengerjakan shalat, selama mereka tidak menyuruh berbuat maksiat,

    Kapan kita tidak taatnya?
    Saat mereka memerintahkan untuk berbuat maksiat,

    Apa itu maksiat?
    Maksiat adalah perbuatan yang menyalahi syariat, dan kita tidak taatnya dalam hal tersebut saja, sementara dalam hal lain tetap taat, bersabar atas kedzalimannya,walaupun harta kita diambil,punggung kita dipukul.

    Jadi jangan merasa aneh, mengharamkan demokrasi,koq pemimpin hasil demokrasi ditaati dan diakui sebagai ulil amri?

    Jangan merasa aneh,
    Anggaplah yg paling ekstrim, misal pemimpin itu adalah hasil dari kudeta, lalu dia berhasil menjadi pemimpin, maka kita wajib TAAT,

    Apakah kudeta cara yang dibenarkan dalam islam?
    TIDAK, itu cara yang tidak syar’i dalam memilih pemimpin, sebagaimana demokrasi juga cara yang tidak syar’i, namun jika SUDAH berkuasa, maka WAJIB TAAT,
    Buat nambah wawasan antum, baca ulasan ini

  6. BISMILLAH.
    HAHAHAHHA ABU HUMAIROH PENDUKUNG PRABOWO SEJATI.

    DITAKUT-TAKUTIN MULU SAMA TIM HOAX BIAR DIBILANG INDONESIA NAKUTIN DIBAWAH PEMERINTAHAN JOKOWI.

    EMANGNYA JOKOWI SEKEJAM ITU KAH ??? MANUSIA YANG TIDAK BERPIKIR

    Kalau menurut saya sih bukan , tapi mungkin saja yang terpengaruh penakutan-penakutan yang memang sekarang itu gencar dihembuskan, baik oleh politikus, atau dai , bahkan oleh doktor, sebagaimana saya dulu pun pernah merasa ketakutan akibat syubhat-syubhat yang dihembuskan oleh sang doktor, dulu jaman pilpres tahun 2014 dengan hembusan syubhat doktor dengan kata ojo kuwi, namun setelah menyimak nasehat dan pemaparan tentang apa itu politik islam, maka alhamdulillah SIRNA lah syubhat tersebut, terang benderang, malamnya seperti siangnya, simak nasehat tersebut pada video yang ada di postingan sini

  7. Bismillah,mungkinkah manhaj salaf ini akan masuk ke fase politik secara syar’i di indonesia sedang penentangnya sangat banyak,mulai dari tokoh,ormas dll dan merekapun meyebarkan dakwah kesesatan nmereka?menurut saya akan sangat sulit dicapai dan lagian kita kan sudah masuk ke fase fitnah akhir zaman ya akh?!

    MUSTAHIL tauhid akan bersatu dengan kesyirikan, karena saling bertentangan,

    Manhaj salaf mengajak kepada SURGA
    Politik kuffar demokrasi mengajak kepada dunia

    Tentang bobroknya sistem demokrasi silahkan baca ulasannya di sini

  8. pemimpin hasil kudeta memang sah. karena yang di jalankan setelahnya adalah hukum allah.

    bukan demokrasi. kita harus tahu bahwa demokrasi bukan sekedar sistem pemilihan tapi juga merupakan sistem pemerintahan.

    Rasulullah sudah menggambarkan, nanti akan ada pemimpin yang TIDAK BERHUKUM dengan alquran dan sunnah, berkepala manusia tapi berhati setan,..

    Nah, demokrasi bukan hukum dari alquran dan sunnah
    Lalu sahabat bertanya kepada Rasulullah, bagaimana sikapnya ketika menjumpai pemimpin yang seperti itu?
    Rasulullah berkata: tetap wajib TAAT, tidak boleh memberontak pada pemimpin tersebut, taat hanya dalam hal yang bukan maksiat,

    Rasulullah menjelaskan jika kita dipimpin oleh pemerintah yg tdk berhukum dgn hukum Allah, jadi bukan sdg menjelaskan proses pemilihan,

  9. “Barang siapa yang diam selamat”.
    Tulisan ini dari artikel anda, tetapi anda sendiri berkicau terus ngalor ngidul tidak bisa diam ?
    Sama saja ini artinya anda mengajak orang diam, dan anda sendiri diam diam ngoceh terus …hehehe “JANGAN JILAT LUDAH SENDIRI ADMIN”…

    KALAU ANDA JAWAB PERNYATAAN INI MAKA ARTINYA ANDA TIDAK BISA DIAM … KATANYA DIAM ITU SELAMAT…. HEHEHE

    Baca lagi artikelnya, bukan baca judulnya saja sehingga tidak gagal paham,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*