JAMAAH TAHDZIR, Banyak Yang Belum Tahu Sejarahnya Dan Realitanya

jamaah tahdzir

البركة مع أ كا بر كم
KEBERKAHAN (ILMU) BERSAMA ORANG YANG TELAH TUA DI ANTARA KALIAN!

jamaah tahdzirFAKTANYA ADALAH Para du’at Jamaah Tahdzir Laskar Jihad FKAWJ itu umur mereka masih pada muda-muda
Sejumlah nama-nama da’i mereka semisal Muhammad Umar As Sewed, Luqman Ba’abduh, Muhammad Afifuddin, Abu Hamzah, Qomar Su’adi, Usamah Mahri, Abu Karimah Askari, Abdul Mu’thi, Ja’far Shalih, dll.. memang masih muda belia umur & keilmuan mereka dibandingkan para ustadz sepuh

Bahkan Dzulqarnain yang mantan mufti agung di Laskar Jihad dahulu sekalipun masih tergolong muda umur & keilmuan beliau ketimbang para guru-gurunya (JUT رحمه الله‎ & ustadz yazid حفظه الله)
Dan Memang Kebanyakan mereka pula adalah para mantan murid ustadz sepuh yang dikemudian hari Durhaka kepada guru-gurunya
Mereka yg pernah duduk di majlis mereka pasti tau dan bisa memperkirakan kisaran umur mereka apakah lebih tua dari ustadz-ustadz sepuh?

لا يشكر الله من لا يشكر الناس

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada ﷲ” (HR. Tirmidzi no.2081)

Berkata Ustadz Sepuh Fadhilatus Syaikh Al Ustadz Abu ‘Auf ‘Abdurrahman bin ‘Abdul Karim at-Tamimi as Salafy takala menceritakan Perkembangan dan sejarah Dakwah Salafiyyah di Indonesia, dihadapan para ulama Se-Dunia di Markiz Al Imam Al Albani – Jordania,
13-15 Jumadil Akhir 1425 H/1-3 Juli 2004 M

“….Akan tetapi yang paling menyayat-nyayat jiwa kami adalah sebagian orang yang menisbatkan diri mereka kepada dakwah salafiyyah, akan tetapi hakikatnya mereka adalah orang-orang yang berbuat “ghuluw” (menyimpang dan berlebih-lebihan dalam agama) dan ekstrim, yang mana mereka memusuhi kami lantaran hasad dan dengki yang telah memakan hati mereka. Padahal mereka itu masih anak-anak yang masih ingusan lagi bodoh (Al Ashogir).

Sungguh mereka telah menjauhkan manusia dari dakwah salafiyyah yang haq ini, akibat perangai mereka yang buruk dan dakwah mereka yang kasar lagi jelek. Tidaklah seorang menyelisihi mereka, sekalipun itu dari teman-teman mereka sendiri, melainkan mereka membid’ahkannya dan mengucilkannya dari pergaulan dengan mereka….

Akan tetapi segala puji bagi ﷲ, kekuatan mereka hancur berkeping-keping sehingga hilang dan lenyaplah kekuatan mereka. Tersingkaplah keburukan mereka, permusuhan diantara mereka sendiri sangat sengit, mereka bercerai-berai, dan ini adalah pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Sesungguhnya ﷲ tidak akan memperbaiki perbuatan orang-orang yang merusak. Sekalipun mereka melakukan suatu perbuatan yang mereka inginkan untuk mengelabui manusia…dan sekalipun mereka merubah kulit-kulit (baju-baju) mereka untuk menjelekkan dan mengacaukan.. dan sekalipun mereka membaguskan penampilan mereka, untuk menyembunyikan kejelekan mereka.

Source : Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 10/Th II/2004/1425H

Sumber : https://www.facebook.com/1673985877/posts/10212962538092876/

Banyak yang awalnya tidak mengambil ilmu dari dai jamaah tahdzir, lalu karena keawamannya, atau baru saja mengenal manhaj salaf, lalu melihat dai yang secara casing dan kajian yang disampaikan itu seperti apa yang disampaikan oleh ustadz salafi yang dikenalnya, lalu akhirnya ikut duduk di majlis dai jamaah tahdzir tersebut, maka akibatnya adalah perubahan sikap akibat terlanjur terkena syubhat, dan itu tidak sedikit kasusnya..

Oleh karena itu selektiflah dalam mengambil ilmu, baca ulasannya di sini

 

You May Also Like

6 Comments

  1. Alhamdulillah, syukron.
    Terang permasalahan, semula mereka bersatu namun sesama merekapun saling mentahdzir. Sampai-sampai sang guru diantara mereka ditahdzir oleh murid mereka sendiri.

    Banyak dari ikhwah yang baru mengenal manhaj salaf, namun ga paham sejarah akhirnya terkena syubhat dai-dai jamaah tahdzir atau dai jamaah tahdzir yang ditendang oleh sesama jamaah tahdzir lalu dianggap itu sebagai dai yang sudah rujuk dari jamaah tahdzir, padahal belum rujuk,..

    Sekarang banyak videonya, bukan berarti mereka telah rujuk,.
    Pernah ngisi bareng ustadz yang dulu mereka tahdzir, bukan berarti itu tanda rujuk,.
    Apakah mereka LUPA Syarat Taubat Nasuha dari mentahdzir serampangan??

  2. Teman ana ada yang kena, ikut masuk ke jamaah mereka.
    Bikin ana goyah juga ketika dia posting pembelaan atas jamaahnya

    Memang banyak korbannya, dan biasanya yang baru kenal manhaj salaf, lalu dicekoki dengan doktrin mereka, lalu bisa langsung seperti mereka tabiatnya,

  3. Assalamualaikum,.. Alhamdulillah Ana baru kenal manhaj salaf,.. Lngsung aj ingin tnya ad ap dg Ustdz Dzul? Ana suka dengerin Q&A ny di youtube,..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Dia dai jamaah tahdzir, menggelari ustadz yang mendakwahkan dakwah salaf dengan sebutan mubtadi, salafi goncang, dia menggelari Ustadz Yazid Abdul Qadir jawas dengan sebutan seperti itu, dan dia belum menarik ucapannya dan bertaubat darinya, tidak pernah meminta maaf kepada Ustadz Yazid , padahal itu gurunya kala itu,

    Jangan ambil ilmu dari duat jamaah tahdzir, dan jangan terkecoh dengan casing luar mereka, atau hanya karena yang disampaikan sekilas seperti sama

  4. Benar. Disini juga terjadi. Ikhwan2 yang dulunya dibarisan yg sama, sudah berguru kepada muridnya ustadz dzul yang baru datang dari Makassar. Padahal melihat usia muridnya ustadz dzul itu sangat muda.

    Belajar kepada gurunya saja yg merupakan dai jamaah tahdzir itu ga boleh, apalagi kepada murid-muridnya,

Silahkan tinggalkan komentar di sini