BISA Bahasa Arab Tapi Tanpa Bimbingan Guru..Bisa Gawat…

Para penuntut ilmu, memiliki ujian tersendiri bagi hati-hati mereka ..

Diantaranya,

Yaitu para penuntut ilmu (awalnya) yang memiliki kemampuan berbahasa arab, ketika ia mengarungi lautan kutub yang begitu banyak dan begitu bervariasi serta penuh ketelitian dalam membacanya karena didalamnya ada ikhtilaf yang amat syadid.

Baik ikhtilaf itu antara ahlul bida dengan ahlul bida, ahlul bida dengan ahlul bida yang mencocoki ahlus sunnah, ahlus sunnah dengan ahlul bida, ahlus sunnah dengan ahlus sunnah yang jatuh dalam ijtihadnya.

Ahlus sunnah yang meriwayatkan perkataan ahlus sunnah tentang ahlus sunnah dengan riwayat yang dhaif.
Atau ahlus sunnah dengan ahlus sunnah.

Sehingga, para pelajar ini (1) sangat berhajat kepada bimbingan seorang guru agar ini bisa bersikap adil.

Contoh perselisihan diantara ahlus sunnah adalah perselisihan antara sebagian talamidz imaam ahmad seperti al-imaam adz-dzuhli dan al-imaam al-bukhary rahimahumullah. Yang amat ma’ruf kisahnya.

Jika seorang pelajar tidak mendapatkan irsyaad dari seorang guru pastilah ia jatuh merendahkan salah satu diantara al-imaam adz-dzuhli atau al-imaam al-bukhary.

Diantara perkataan sebagian manusia “imaam adz-dzuhli hasad kepada al-imaam al-bukhary” perkataan yang sepertinya biasa saja tapi sayangnya perkataan demikian membuat kita mencela dan merendahkan imaam adz-dzuhli habis-habisan padahal beliau adalah muhaddits besar. Antum saja, jika ana sebut “antum hasad” bagaimana kiranya?

Bayangkan jika kita katakan itu kepada seorang imaam besar. Laa hawlaa wa laa quwwata illa billah.

Yang tepat, (sebagaimana yang dijelaskan fadhilatul ustadz) “bagaimana mungkin adz-dzuhli hasad, sedangkan ia adalah orang yang pertama-tama menyuruh mengambil ilmu dari al-bukhary ketika ia sampai dikotanya.”

Yang salah adalah para pembawa berita kepada al-imaam adz-dzuhli dan dosa ada pada mustafti (penanya) bukan pada mufti. Karena jawaban tergantung pertanyaan.

Kini, perselisihan diantara ahlus sunnah (terkhusus yang mengenai fadhilatusy Syaikh Ali Hasan Al-halabi) diangkat kembali(2) oleh sebagian pencari ilmu (yang akhirnya harus kita ganti gelar terhormat itu dengan pencari fitnah) karena dengan nikmat allah kemampuan bahasa arabnya(3) justru menjadikan dirinya jauh dari kebenaran.

Perhatikanlah argumen-nya hanya potongan-potongan yang belum jelas arahnya. Atau perkara-perkara yang telah dijawab oleh fadhilatusy Syaikh Al halabi.

Kini si pencari fitnah itu semakin jauh dari ahli ilmu dan berkumpul bersama anak-anak muda sesamanya.

Ingatlah sabda nabi shalallahu alaihi wa sallam, “hudasaaul asnaan” (kaum itu) muda umurnya.

Maka tetaplah bersama gurumu. Agar tidak tersesat setelah kita mendapatkan hidayah.

Wa shalallahu ala nabiyyina muhammad. Wallahu a’lam.

——-
(1) tentu seluruh pelajar dengan jenis dan tingkatannya berhajat kepada seorang guru tapi dalam hal ini sebagian pelajar berhajat lebih dari yang lainnya.

(2) sebagaian ikhwan hafidzahullah berkata, “mereka (anak-anak muda) ini menyangka menemukan mutiara didasar laut padahal yang mereka angkat adalah sampah dan belulang yang telah lama dibuang oleh ahli ilmu”

(3) inilah bahayanya belajar bahasa arab tanpa diiringi manhaj yang benar. Hanya semakin menguatkan kaki dalam kesesatan. Karena yang terpenting adalah manhaj. Karena tujuan kita adalah mendapatkan surga, bukan menjadi ustadz.

Sumber : status akun fb Bambang Deni Suatpandi

Print Friendly, PDF & Email

2 Comments

  1. Bener! Gimana pun peran guru sangat penting dalam bidang akademis. Bukannya di dalam Islam kita juga mengenal kaidah yang sangat masyhur,
    الإسناد من الدين, لولا الإسناد لقال من شاء ما شاء
    tapi gimana pendapat antum mengenai ngaji online yang belakangan ini mulai menyebar seantero negeri???

    Kalau pematerinya jelas, maka tidak mengapa,
    Namun jika pematerinya bukanlah ustadz yg dikenal, dan dikenalnya hanya di youtube,medsos,maka ga usah ambil ilmu dari ngustadz

    Ambil dari yang jelas dan dikenal saja, baca ulasannya di sini

  2. Jadi si AN ini tidak berada di atas manhaj salaf?

    Diatas manhaj jamaah tahdzir, dia seperti itu setelah bergaul dengan jamaah tahdzir, terkena syubhat mereka

    Burung itu tidak akan ngumpul kecuali dgn burung yang sejenis

    Ada kaidah yg mengatakan orang yang memvonis salafi sebagai murjiah,maka dia adalah khawarij,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*