• Fri. Nov 27th, 2020

aslibumiayu.net

Bisa Karena Terbiasa

Bencana Saat Ngustadz Cilik Menanduk Ustadz Besar

Beberapa waktu lalu beredar status yang membuat kita tidak habis fikir ketika membaca status tersebut. Status yang kurang adab terhadap ustadz yang gigih mendakwahkan manhaj salaf, menganggap telah mengeluarkan pernyataan yang kurang tepat. Berikut ini screenshoot dari status tersebut (penulis status adalah akun yang bernama kautsar amru) dan komentar-komentar yang mempertanyakan siapa sebenarnya si pemilik status tersebut..

Saya nukilkan komentar dari facebook di antaranya ;

Adakah yg mengenal penulis status ini?
Apakah ada karya ilmiahnya yg mu’tabar/masyhur dan sudah teruji, dalam hal ilmu syar’i yg bisa Saya pelajari?
Barangkali Saya bisa mengambil faedah darinya sebagaimana ustadz yg sedang dia sindir.
yg kami ketahui tentang ustadz2 Salafi yg masyhur keilmuannya, tidak menvonis masalah pahala to the point seperti ini
Jazaakumullah khairan atas infonya.
Berikut screenshoot komentar-komentar menanggapi pernyataannya tersebut ;
Masih dari status di atas, berikut komentar ustadz Dika Wahyudi dan Mochammad Hilman tentang kautsar amru ;
Banyak orang yang bela dia, disebut sebagai penulis. Iya kalau ngaku ustadz pasti dihantam lah, karena latar belakang belajarnya harus jelas belajar di mana dan sama siapa.
Tapi dengan mengatakan penulis, biar dapat kedudukan, jadi ngga sama dengan level orang awam. Makanya banyak dibelain sama orang2, seperti yang komen di status ente Hilman.
Orang ga tau, sangat gampang buat jadi penulis di jaman medsos seperti ini, mulai yang benar ahli sampai abal2…
Dan ga mesti penulis itu kredibel….
Di jaman dulu, udah banyak kawan kita jadi penulis, dimana jaman tersebut sulit untuk tulisannya di muat di surat kabar, majalah, dll.

Contoh Abu Faiq Harahap, silahkan tanya beliau, Alhamdulillah beliau sadar dengan kapasitas nya bukan ahli ilmu jadi berhenti menulis dan mengomentari agama, belajar dibimbing ustadz…

Kalau orang ini, ….????
Ga tau dah kalau buku tulisannya, kalau statusnya
Penuntut ilmu bisa langsung menebak, bahwa penulis ga pernah belajar disiplin ilmiyah, karena tulisannya berantakan
Dika Wahyudi, Na’am, ustadz, ana juga tahu dia itu cukup sering menulis, tapi yg ana pertanyaan apakah tulisannya itu sudah “teruji”!?
Allahul musta’an.
Dan untuk mensejajarkan dia sebagai ahli ilmu, itulah yg dipertanyakan juga, dan bukan mepermasalahkan ‘mengeluarkan dia dari ahlus sunnah atau bukan… ‘ ( itu pun kalo memang dia beneran Sunni)
Ana juga nyadar bakal ada orang2 komen sok bijak sana, tapi gak bijak sini.
Biarin, mereka komen di mari.
Biar jelas siapa sajakah mereka.
Baarakallah fiikum
Video bagus yang perlu disimak,
Print Friendly, PDF & Email