Cryptocurrency Dan Penjelasan Singkatnya

PENDAHULUAN

Kripto atau Cryptocurrency sebenarnya tidak bisa dipahami sendirian, tetapi dia terkait dengan beberapa hal yang lain dalam sebuah konteks pengembangan teknologi informasi yg disebut dgn Blockchain.

Kalau kita urutkan, maka istilah-istilah teknikal yg harus dipahami minimal adalah berikut ini:

– Blockchain

– Proof of Work

– Proof of Stake

– Mining/Miner

– Staking

– Cryptocurrency

– Coin

– Token

– Smart Contract

– Liquidity Pool

Masih banyak lagi sih, tapi minimal ini dipahami dulu. Pelan-pelan kita ulas aja yuk…biar pinter dikit. Penting sbnrnya memahami hakikat sesuatu sebagai langkah pertama mengkaji hukumnya. Tashawur yg benar akan membawa pada penghukuman yang benar, begitu juga sebaliknya.

BELAJAR DARI YG SEBELUMNYA

Tentunya kita semua masih ingat beberapa waktu yang lalu medsos heboh tentang hukum GoPay. Banyak yg ngotot hukumnya adalah A atau B hanya karena ustadz favoritnya menghukumi begitu. Padahal, sudah banyak diketahui juga ketika masalah GoPay ini ditanyakan kepada Syaikh Ar Ruhaili (saya lupa Syaikh Ibrahim atau Sulaiman) di sebuah kesempatan dauroh yang juga dihadiri oleh si ustadz favorit tersebut, Syaikh menjawab hukum GoPay boleh…tapi si ustadz ngotot sampai akhirnya Syaikh menjawab: “Ya sudah…saya tidak perlu berkata lagi” (atau kalimat yang lain yang menunjukkan keengganan Syaikh membahas ini lebih lanjut). Silahkan yang punya link postingannya boleh deh dishare di kolom komentar…

Saya di postingan ini sertakan satu contoh ketidakpahaman tentang teknologi Blockchain dan derivat-derivatnya termasuk kripto.

Bisa dibaca dulu ya ….( ini SS pengalaman salah satu ustadz yang berpendapat crypto haram   )

crypto

Sudah?

Nah

Sebenarnya mulai dari penggunaan istilah dan juga uraian di situ menunjukkan ketidak pahaman penulis di atas  tentang kripto.

Pertama, bagi orang yang paham tentang seluk beluk kripto akan langsung bisa ngecek keberadaan TGC ini ada beneran di dalam sistem Blockchain atau tidak melalui website Coin Market Cap misalnya, atau CoinGecko misalnya yang disitu ada database kripto seluruh dunia. Ternyata TGC ini tidak ada di list. Berarti dia bukan koin atau token yang diperdagangkan sehingga wajar saja harganya 0.

Kedua, mengapa harganya 0?

Ini bisa dijawab setelah kita cek ke websitenya (ternyata buatan Indonesia), ini BUKAN koin tetapi TOKEN.  Nah…beda lho antara KOIN dan TOKEN… ( masih ingat list istilah di postingan awal di atas ya…)

Token itu hanya sebuah “gift” yang dibuat berdasar atas sebuah Smart Contract. Kalau Smart Contract ini gagal, maka nilainya 0. Jika berhasil maka Token itu akan diperdagangkan karena dianggap berharga dalam sistem yang menggunakan Token tersebut. Jadi kalau dikatakan “Andai kata ini Bitcoin ya saya kaya raya..” ini salah…karena Bitcoin itu sifatnya COIN sedangkan yang diterima oleh penulis itu adalah TOKEN.

Hancurnya harga sebuah token itu ada 2 sebab, yaitu Smart Contract nya tidak tercapai atau yang kedua: developernya menggelapkan uang yang ada di LIQUIDITY POOL… nah muncul lagi kan istilahnya….kejadian gagalnya Smart Contract yang menyebabkan nilai token 0 itu disebut Rug Pull …biasanya sih Rugpull itu terjadi pada token-token Scam atau palsu…hehehehe ( penulis yang dikasih TGC kena prank…. he.he.he.. )

Sehingga kata-kata “yang kayak begini kok uang” adalah tidak tepat, karena itu adalah Token bukan Coin….jangan harap dia bisa spt BTC yg koin…

Ini lah makanya memahami seluk beluk Kripto itu tidak semudah paham “Oooo ini duit…maka haram…” tidak seperti itu….

BLOCKCHAIN ITU PONDASI

Kita kulik masalah Blockchain ya…

Sebenarnya yang membuat Bitcoin, Ethereum, Solana dan sebagainya itu memiliki harga tidak lain adalah teknologi yg dipakai di masing-masing... macem antum boleh katakan iPhone lebih mahal daripada hp Nokia jadul karena teknologinya berbeda bukan? Walaupun sama-sama keduanya nempel di jaringan Indosat atau Telkomsel misalnya…

Nah pada dunia kripto, frekwensi yang dipakai oleh Telkomsel, Indosat dll itu sama posisinya dengan Blockchain. Sedangkan Telkomsel Indosat tadi adalah Coin…kita bahas lebih lanjut ya…

Blockchain adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan/mengamankan dan pemindahan DATA penting yang sifat databasenya terdistribusi (Decentralized). Maksudnya, seperti anda misalnya nyimpen informasi penting (misalnya…emmm cv calon istri kedua? heehehehe) yang tidak ingin orang lain ketahui. Maka yang anda perlu lakukan adalah memasukkan informasi itu ke amplop kemudian memecahnya menjadi sekian bagian dan kemudian antum percayakan ke orang-orang lain yang memang profesional menyimpan potongan info itu.

Jumlah orangnya banyak dan terpercaya karena mereka juga nggak bisa ngutak atik isinya karena tersegel dan hanya bisa dibuka infonya untuk diedit atau dihapus ketika sekian banyak orang-orang yang profesional tadi mengkonfirmasi.

Bisa dibayangkan tidak kalau informasi yang anda simpan di situ akan aman sekali, dan ketika anda akan mengirimkan informasi tersebut juga akan tenang karena sistemnya kuat dan tidak bisa dijebol. Nah… inilah gambaran gampangnya Blockchain… Blockchain itu teknologi yang seperti itu tadi tetapi lebih kuat lagi karena informasi tadi akan dimasukkan di dalam kotak-kotak folder (Block) yang terkait satu dengan lainnya untuk proses validasi dan konfirmasi supaya bisa dibuka (Chain).

Nah ini Blockchain yg menjadi pondasi dari pengembangan crypto dstnya. Btw kenapa disebut crypto atau kripto karena teknik memecah informasi dan menggabungkannya lagi dengan sandi-sandi tertentu itu disebut KRIPTOGRAFI….

Nah kalau Blockchain itu adalah basis teknologinya, sekarang apa itu Bitcoin (misalnya)….

Bitcoin adalah pengembangan teknologi Blockchain ini dengan sistem yang lebih keren. Yaaa semisal frekuensi buat signal HP itu dikembangkan lebih keren oleh Telkomsel sehingga lebih aman tidak bisa disadap dsbnya….

Jadi, Bitcoin itu bukan uang ya…tapi piece of technology pada titik mulanya. Nggak percaya? Silahkan baca White Paper dari Bitcoin di bagian Introductionnya… bisa diunduh di sini: https://bitcoin.org/bitcoin.pdf

Nah…masih inget pas ribut-ribut GoPay dulu saya sempet nulis: “yang diinginkan oleh GoJek itu di antaranya adalah DATA user dan mobilitasnya” dan ada seseustadz yg meremehkan itu? Ya ini lah bisnis data dan pengamanannya sudah berkembang sedemikian rupa….karena Data is New Oil…data adalah ladang minyak baru….

Mungkin anda bertanya-tanya: Segitunya yah mengamankan data….

Eh…jangan salah….bukannya kemarin dulu anda yang pada ikutan nyoblos ribut masalah data penghitungan suara? Yang katanya di kardus trus digembok? Nah mustinya antum kasih solusi waktu itu…data suara pemilu harus ditransferkan ke database KPU dgn BLOCKCHAIN…

Berikutnya kita bahas lebih jauh tentang COIN ya…kita ambil kasus BTC (Bitcoin) dan ETH (Ethereum)…

MENGAPA CRYPTOCURRENCY MEMILIKI NILAI?

Setelah kita paham uraian di atas terkait teknologi Blockchain dan kemajuannya, dan tentunya banyak sekali tempat-tempat penerapan Blockchain di dalam kehidupan sehari-hari, seperti perusahaan (apapun itu perusahaannya) baik swasta maupun negeri, sampe ke keamanan informasi negara (ya iya lah…mosok data intelejen negara mau anda kirim pake email di attach? atau diklonthang sana sini pake USB Flashdisk yang beli di OL Shop? Nggak mungkin kan?) maka kita paham bahwa teknologi Blockchain ini sangat penting dan diminati.

Nah pengembang teknologi berbasis Blockchain ini salah satunya, dan yang terkuat saat ini untuk sementara waktu adalah developernya Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Saya tulis “untuk sementara waktu” karena banyak sekarang dikembangkan teknologi-teknologi baru yang dalam proses mengalahkan keduanya…seperti teknologi hollow (HOT), poligon (MATIC) dan sebagainya. Oke ini kita tinggalkan dulu…pertanyaannya adalah kalau Bitcoin disebut bukan duit pada awalnya tetapi sebuah teknologi, lalu mengapa jadi duit?

Nah kita kembali ke proses validasi Block yang terjadi di Blockchain ya….ketika proses validasi ini dilakukan maka dibutuhkan beberapa komponen validasi…salah satunya adalah Digital Signature. Apa itu? Digital Signature adalah penanda bahwa data tersebut telah divalidasi (editingnya, penambahannya, pengurangannya, dsbnya). Artinya perubahan pada data yang tersimpan dalam Blockchain itu telah disepakati dan terverifikasi.

Gambaran gampangnya, ketika seorang pekerja akan mengeluarkan surat resmi di lingkungan kerjanya baik untuk internal maupun eksternal tentunya harus ada verifikasi yang dilakukan oleh pejabat yang berwenang bukan? Contohnya seperti yang dalam gambar di postingan ini….

Nah stempel verifikasi seperti ini dalam sistem Blockchain disebut COIN….

Nggak percaya? Ini saya sertakan penjelasan dari Whitepaper nya BTC. Oiya Whitepaper adalah istilah dalam dunia kripto untuk merujuk pada sebuah dokumen teknis dan pengembangan sebuah coin dalam dunia kripto.

digital signature

Nah koin ini tentunya beda-beda….koin yang dikembangkan oleh BTC tentunya punya sistem keamanan dan kecanggihan yang beda dgn ETH…. ETH pun mengembangkan sistem yang berbeda lagi...jadi apa yang membedakan coin-coin ini adalah teknologi yang mereka terapkan untuk memvalidasi perubahan Block dalam Blockchain….

Sedikit lebih detail….BTC menggunakan teknologi yang disebut Proof of Work sedangkan ETH menggunakan teknologi Proof of Stake.

Naaaaahhh….stempel yang disebut koin tadi penting kan dalam sebuah teknologi Blockchain? Nah karena penting dan jumlahnya terbatas maka semakin orang membutuhkan teknologi itu semakin pula naik harganya….

Jadi, benar kenaikan harga BTC, ETH dan sebagainya itu murni karena prinsip ekonomi 101 yaitu Supply dan Demand….cuma di titik ini banyak yang salah kira….termasuk ustadz-ustadznya….dikiranya demand nya itu semata-mata para trader kripto saja padahal bukan…. yang memiliki Demand paling besar adalah para pengguna teknologi ini….mereka ini lah pengguna coin On Chain…

Jadi kalau dikatakan coin tidak memiliki instrinsik seperti emas, tanah dan sebagainya ya jelas tidak mungkin wong yang ditawarkan oleh coin-coin ini adalah teknologi. Lha memangnya kita lebih memilih Telkomsel daripada jaringan yang lain itu karena mereka punya emas? Tidak bukan? Tapi karena mereka punya teknologi yang memperlancar transfer data ke sesama pengguna teknologi smartphone…

TRUS ITU YANG TRADING KRIPTO NGAPAIN?

Nah kalau sudah paham tentang mengapa koin itu valuable (berharga) karena sangat vital dalam proses validasi dalam teknologi Blockchain, maka semakin banyak dipakai teknologi ini; baik yang dikembangkan oleh BTC, ETH maupun yang lainnya maka harga Digital Signature tadi semakin naik….karena jumlah yang terbatas sedangkan kebutuhan untuk menggunakan Digital Signature (atau kita pakai istilah umumnya: COIN) ini sangat tinggi. Di sinilah berlaku Supply and Demand yang pertama.

Kok pertama?

Iya pertama….karena Supply and Demand yang kedua dibentuk bukan oleh user tetapi oleh orang yang dagang COIN tadi…yaahh maklum aja kan pedagang kalo liat barang cakepan dikit ada harganya dan banyak yang butuh bisa main borong aja kan…borong pas harga murah trus jual pas harga naik…

Mosok?

Iya…masih inget bagaimana masker harganya udah nggak nalar lagi di awal pandemi kemarin? Masih inget harga tes PCR….eh ndak jadi dink…hehehehe nah lunjakan harga-harga tersebut kan bukan karena semata-mata fungsinya saja dibutuhkan tetapi memang pedagang ikut masuk ke dalam pasar….

Masih ingetkan ada shahabat yang jadi kaya raya karena beli barang di satu sisi pasar kemudian menjualnya di tempat yg lain di pasar yg sama….kalo dulu ngaji Kitabul Buyu’ di Shahih al Bukhari mestinya inget…nah prinsipnya sama sebenarnya…

Sehingga di sini muncullah para trader (pedagang…bakul) coin yang membeli coin tertentu dengan harga murah…kemudian dia tunggu hingga harga naik baru dia jual…dia akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga tadi…

Bagusnya di pasar kripto adalah pergerakan harga, kondisi pasar, jumlah supply dan demand, trend pasar, dan berbagai macam informasi terkait dengan kondisi pasar dan barang dagangan ini sangat lengkap….

Lalu kenapa kok harganya naik turun yah?

Naik turun ini ya jelas karena Supply and Demand tetapi antum harus lihat juga naik turun itu dalam skala apa? Time Frame yg seperti apa….karena BTC misalnya, hingga saat ini harganya terus naik ndak pake turun kalau kita lihat dalam Time Frame harian sampe pekanan….tapi kalau kita lihat Time Frame pergerakan harga per 1 menit jelas ada naik turun…karena dalam pasar apapun itu pasti ada Price Correction….

Apa lagi itu mas Price Correction?

LHA KOK KEMUDIAN GEGER BITCOIN JADI MATA UANG ITU PIYE CERITANYA?

Nah setelah kita paham proses masuknya Bakul-Bakul coin karena mereka melihat bahwa Coin ini barang langka yang harganya makin naik karena teknologi yang memakainya semakin dibutuhkan orang dalam kehidupannya, maka kita jadi paham bahwa yang dijual belikan oleh Bakul-Bakul itu adalah ASET DIGITAL…bukan UANG.

Paham kan sekarang kita banyak yang terjebak dengan penggunaan istilah COIN dan CURRENCY sehingga mengiranya itu adalah uang beneran atau uang digital dsbnya….

Lalu mengapa sampe muncul Fatwa MUI misalnya tentang haramnya Kripto? Kalau kita baca lagi, Kripto diharamkan oleh MUI apabila dia dimasukkan dalam kategori uang…

Nah cerita tentang Kripto menjadi uang ini sebenarnya derivat dari proses dalam Blockchain tadi. Sudah kita pahami kalau Coin itu berharga….dan harganya bisa diukur dengan coin-coin lain yang dijadikan acuan pembanding di mana koin pembanding itu memiliki underlying asset….ambil contoh Tether atau disebut USDT. USDT memiliki underlying asset dolar…sehingga 1 USDT=1 USD….(terlepas dari berita bahwa underlying assetnya begini dan begitu ya…tapi sebagai acuan penghitung dia bisa dijadikan acuan)….nah kalau begitu kita jadi bisa menghitung 1 BTC=berapa USDT dan 1 BTC=berapa USD atau malah IDR bukan? Semudah itu kok….

Permasalahannya sekarang…ketika kemudian kita di dunia luar nih…pas lagi ngopi2 ke warung kopi sesama Bakul Kripto…trus terjadi percakapan begini:

“Eh bro….kopimu enak tenan…tapi aku lagi ndak bawa duit ki…soale dompetku ditahan bojoku…piye”

“Lhah antum kan punya Wallet Kripto ta…wis transfer en wae seharga kopine….”

“Pake e apa nih?”

“Transfer pake DOGE wae ya….kasih aja 50.000 DOGE ke wallet ku…”

lalu mereka tukeran Wallet Address dan saling kirim koin….nah ini lah dia masalahnya. Kripto yang jelas harganya tadi mulai masuk ke transaksi dunia nyata….Nah ini jadi masalah…boleh ndak ini? Yang jelas…kalau itu difungsikan sebagai alat pembayaran RESMI suatu institusi jelas ini menyalahi aturan pemerintah….dan inilah titik pengharamannya MUI…. (makane tho fatwane MUI dibaca tenanan)….

Padahal bisa saja lho kita anggap transaksi yang terjadi antara 2 orang Bro tadi itu bukan menggunakan kripto sebagai uang tetapi BARTER….Yup…barter antara Kopi dan Kripto …. make sense kan? Masih inget pesawat dituker sama produk pertanian dulu di jaman Pak Habibie? Ya sama….cuma ini kopi aja….

Jelas ya sekarang …. nah di dalam dunia Bakulan Kripto itu cara nyari coin berharga ini buanyak caranya ndak cuma satu….ada Spot Trading, ada Future, ada Mining, ada Staking, ada Lending, ada Farming, ada Play-to-Earn, ada macem2 lah…yang tentunya harus dikaji satu persatu mana yang boleh dan mana yang ada hal yang terlarang dalam syariah. Begitu gaes cerita Kriptonya….semoga bisa dipahami

Oiya…ada satu semboyan dalam dunia Bakul Kripto yaitu DYOR… Do Your Own Research….bakul kripto yang baik itu selalu melakukan riset pasar…ngecek fundamental koin dsbnya… bukan cuma ikut2an kata orang ini bagus trus beli trus akhirnya rugi…ini bukan Trader tapi FOMO. Bayangkan kalo pas harga masker naik tinggi trus kita ikut kulakan akhirnya harga turun trus kita rugi…kita akan bilang dia apa? “Lha dodolan kok bodo…” gitu kan yah…

Makanya kalau tanya-tanya tentang Kripto secara detailnya itu jangan ke Trader FOMO….tanyalah ke yangg paham teknologinya, fungsinya dsbnya… kalo ke Trader FOMO ya cuma diceritain dia habis uangnya doank….

 

Sumber : Status di akun https://www.facebook.com/andy.bangkit

Download ebook tentang cryptocurrency di link ini : bit.ly/AhkamCrypto

Tambahan ebook yang merupakan artikel ilmiah tentang Blockchain karya Dr ‘Abdullah Al ‘Aqil, Assistant Professor di Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Madinah yang terbit pada Majalah Universitas Islam tentang Ilmu-ilmu Syar’i Vol 194. Hal yang cukup mengagetkan adalah pengetahuan beliau tentang Blockchain lumayan detil, padahal beliau dosen ilmu syariah, jarang-jarang ini. Pembahasannya detil dan lumayan lengkap. Bagi yang tertarik bisa saya bagi pdf-nya di sini.

Simak penjelasan singkat tentang mata uang digital

Kesimpulan dari video di atas

Ringkasan terkait Istitsmar (investasi) di instrumen Bitcoin, Syaikh Abdullah As Sulmi, dosen Fiqh di Sekolah Tinggi Kehakiman, Riyadh, pakar dalam fiqh jual beli kontemporer, murid Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah- :

1. Ini instrumen yang berbeda dengan harta/alat tukar/mata uang pada umumnya, sehingga memiliki hukum yang juga tersendiri (mustaqilah)

2. Ini berbeda dengan forex dimana orang disibukkan dengan trading, kadang pakai harta wakaf, harta anak yatim dsb demi mengejar keuntungan dalam waktu cepat (bisa cek istilah HODL Hold On for Dear Life, artinya bisa disimpan untuk jangka waktu lama, bukan fluktuatif seperti forex -pent)

3. Koin ada yang dibuat dan dibangun di atas fungsi jaringan perjudian, pinjam meminjam ribawi, (dan game -pent) maka haram hukumnya membeli koin ini. Haram pula mendapat keuntungan dari investasi di koin jenis ini. Koin jenis inilah yang sebagian ulama menjadikannya landasan dalam menghukumi BTC, sehingga dianggapnya seluruh cryptocurrency itu hukumnya haram.

4. Token hukumnya boleh karena dibangun di atas hal yang mubah yaitu jaringan blockchain.

5. Selama pemerintah tidak melarang membeli BTC, maka boleh saja dibeli untuk disimpan, atau dijadikan alat menabung (istighna’). Adapun memanfaatkan fluktuasi maka nasihatku jangan masuk BTC dengan harapan ingin dapat keuntungan dalam waktu cepat (di Indonesia dilegalkan sebagai aset digital dan diatur oleh BAPEPTI)
Wallahu a’lam.
sumber : di akun fb ini

Penjelasan crypto dan blockchain secara simpel , simak

Ingin mengecek crypto mana saja yang halal atau haram ? silahkan bisa dicek di website ini

Biar lebih paham lagi bisa simak video podcast ini , nara sumber sangat paham tentang masalah ini,

Download makalah yang berisi pertanyaan dan jawaban yang mungkin menjadi pertanyaan dalam benak pembaca juga, silahkan bisa download di sini

2 pemikiran pada “Cryptocurrency Dan Penjelasan Singkatnya”

  1. Assalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    ana sudah baca dan mengerti secara garis besar.. betul yang antum bawakan sesuai kaidah Salafiyyah, mengenai perkara ini, apalagi dengan tunjangan keterangan ahul Ilmi Syaikh Abdullah As Sulmi Hafidzahullah ana yakin dengan pendapat ini

    akan tetapi ada satu perkara yang menurut ana tidak sesuai dengan kaidah Salaf dari tulisan antum. yaitu mengenai kutipan buku dari salah satu Ustadz Sunnah yang masih berangkat dari satu manhaj. memang dalam perkara ini beliau salah.

    akan tetapi tidak perlu dituliskan nama seperti itu, karena kekeliruan seperti ini masih dalam perkara Furu’ bukan Ushul.

    ingatlah kaidah Salaf ketika menasihati maka hendaklah dilakukan secara sembunyi2. minimal tidak usah disebutkan nama nya

    Wallahu ‘Alam bish Shawwab.

    Baik sudah diedit, dan mudah-mudahan makin banyak pembaca yang mengetahui hakekat kebenaran, tidak taklid buta , apalagi ikut-ikutan mengharamkan apa yang Allah halalkan,.

    Balas

Silahkan tinggalkan komentar di sini