Berkembangnya Dakwah Salafiyyah Dan Yang Membuatnya Keruh

Bismillahirrahmanirrahim

Berkembangnya dakwah salafiyyah maka ini sangat menggembirakan kaum muslimin karena dakwah salafiyyah mengajak kaum muslimin untuk beribadah semata-mata hanya kepada Allah ta’ala dan mengajak manusia beribadah di atas sunnah rasulullah serta menjalankan syariat dengan pemahaman para Shahabat Rasulullah ..

Falillahil hamd tsumas sholatu was salam ala rasulillah.

Tetapi di tengah kebeningan ini muncul kekeruhan satu demi satu dari mereka yang menyandarkan diri kepada dakwah salaf yang mulia ini, Seperti sebagian orang yang menisbatkan diri kepada dakwah salaf tetapi dia pada hakikatnya berjalan di atas thariqoh harokiyyah ..

Atau mengaku dakwah salaf, tetapi hakikatnya berjalan diatas thariqoh hizbiyyah,

Atau diatas thariqoh dakwah selebritiy,

Atau diatas thariqoh politik siyasiy.

Ini semua, tidak sedikitpun membantu perkembangan dakwah salaf. Justru merusak dakwah salaf karena membuyarkan dakwah salaf yang telah dibangun dan dirintis sedikit demi sedikit orang para pendahulu ..

Seperti yang baru-baru ini sampai kepada saya sebuah tulisan yang antara judulnya dengan isinya tidak nyambung dan tidak karuan tadlisnya, penyamaran dan pengalihannya.

Tulisan itu atas nama Dr MAB ..

Maka ada tiga point yang saya ungkap pada kesempatan kali ini karena tiga poin ini yang utama untuk disingkap, adapun sisanya mungkin kelak di lain waktu ..

Pada point pertama, dikatakan bahwa dakwah salafiyyah adalah : bapak Dr MAB berkata,

“Dakwah yang jauh dari muatan politik sesaat atau kepentingan kelompok, suku, atau organisasi”

Maka saya katakan, betul! Haqqon!

Seperti yang diamalkan dan dicontohkan para orang tua kita para pendahulu dakwah, mereka tidak sama sekali terikat dan terkait muatan politik berbeda dengan antum yang telah disaksikan oleh sejarah masuk dan bermuatan politik.

Semoga bapak tidak lupa dengan yang terjadi di 2019. Dan juga semoga bapak tidak lupa bahwa yang sekarang membentuk dan ikut dalam organisasi, ya bapak sendiri..

Point kedua, bapak Dr MAB berkata,

“… Fakta membuktikan hal ini, donasi, tanggap darurat bencana, kemandirian dalam membiayai media dan lembaga pendidikan, tanpa bergantung kepada pemerintah.”

Maka saya katakan, fayaa subhanallah .. Apakah berkembangnya dakwah salafi hanya ditimbang dengan urusan dunia seperti ini?? Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu.

فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

“Demi Allah! sungguh di sisi Allah, dunia itu lebih hina daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian” [diriwayatkan imam muslim pada 2957]

Ikhwan..

berkembangnya dakwah salafiyyah itu bukan diukur dengan hal seperti itu. Dakwah salafiyyah itu diukur dengan :

1. Makin banyaknya orang yang tahu dan paham dan mengamalkan, bahwa Ibadah itu hanya boleh kepada Allah ta’ala, tidak boleh meminta, takut, harap kepada kubur dan penghuninya, minta kepada jin penghuni. Karena ini syirik akbar!

2. Makin banyaknya orang yang tahu dan paham dan mengamalkan, bahwa Allah itu berada di atas Arsy-Nya, Allah itu memiliki dua tangan, Allah itu memiliki wajah, turunnya nabiyullah Isa menjelang hari akhir, datangnya Dajjal dengan rupa manusia.

3. Makin banyaknya orang yang tahu dan paham dan mengamalkan, bahwa tidak boleh mengerjakan ibadah yang tidak ada contohnya dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم , apapun bentuknya karena itu namanya bid’ah. Dan bid’ah di dalam agama itu kesesatan. Karena agama telah sempurna tidak butuh ibadah tambahan atau pengurangan dari siapapun datangnya.

4. Makin banyaknya orang yang tahu dan paham dan mengamalkan, bahwa kaum muslimin harus taat kepada pemimpinnya dan bersabar atas kedzaliman mereka, selama bukan maksiat kepada Allah ta’ala., “tunaikan hak mereka dan minta hak antum kepada Allah”.

Kaum muslimin jadi tahu dan paham bahwa iman itu bertambah dan berkurang, Jahmiyyah, Syiah, Khawarij, mutazilah adalah firoqoh sesat.

Kaum muslimin jadi tahu adanya udzur bil jahl, udzur karena bodoh, tidak tahu, belum tahu.

Kaum muslimin jadi tahu surga dan nereka adalah nyata dan benar adanya.

5. Makin banyaknya orang yang tahu dan paham dan mengamalkan, bahwa wajib berbakti kepada orang tua, suami wajib mendidik agama anak dan istrinya dan mencari nafkah secukupnya. Istri dan para wanita wajib menutup aurat dan mendengar kepada suaminya, mereka wajib mendidik anak-anaknya diatas agama. Anak wajib berbakti kepada orang tuanya, bagaimanapun keadaan orang tuanya kecuali jika diperintah oleh keduanya bermasiat kepada allah. Kaum muslimin meninggalkan riba, judi, khomer, zina.

Ini di antara tanda berkembangnya dakwah salafiyyah. Bukan dengan banyaknya bertebaran donasi.

Bahkan banyaknya donasi justru menjadi fitnah sebagaimana yang telah diulang-ulang penjelasan dari ahli ilmu negeri ini.

Baik yang membawa lari uang donasi, diselewengkan, sampe yang minta donasi harta riba!! Allahul musta’aan.

Saya jadi bertanya-tanya apakah hanya seperti ini keadaan sudut pandang seorang yang bergelar doktor? Berkembangnya dakwah hanya dengan bercermin dari banyaknya donasi, tanggap darurat bencana??

Lagipula bapak Dr MAB berkata, “kemandirian dalam membiayai media dan lembaga pendidikan, tanpa bergantung kepada pemerintah.”

Antum mau buat lembaga pendidikan kenapa bergantung sama pemerintah? Antum mau buat sekolah swasta atau sekolah negeri di sana?? Kalau sekolah swasta ya memang sudah keharusan untuk mandiri.

Bahkan pemerintah sendiri sudah cukup proaktif membantu sekolah swasta dengan dana bantuan ini dan itu, BOS misalnya.

Lagipula masalah sumbangan ini justru berbanding terbalik dari contoh para salaf. Kalau teman pak Dr MAB pernah bertanya, “tolong dishare, bila ada syeikh yang melarang penggalangan donasi untuk umum”

Maka saya bertanya “dengan sanad yang sah dan penempatan yang benar, mana fi’lus salaf yang terjun mengumpulkan donasi bahkan berulang-ulang, bahkan mendirikan lembaga ?”

Mungkin kalau pak doktor tidak sanggup menemukannya, pak doktor bisa tanya ini ketika kerja kelompok dengan organisasi fatwa bersama kawan-kawan bapak.

Kemudian Point ketiga, bapak Dr MAB berkata, “dakwah salaf tidak sedang membangun dinasti baru atau kerajaan baru atau menyusun struktur organisasi baru atau suku baru. Tetapi dakwah salaf bermaksud memunculkan warna islam pada kehidupan praktis masyarakat yang sudah ada, agar lebih nampak indah rupawan”

Maka pertama. saya bertanya, Apa yang antum maksud dengan “dinasti baru”?? siapa yang antum maksud?? Mungkin kita patut sama-sama mengingat firman Allah

أَفَلَا يَعۡلَمُ إِذَا بُعۡثِرَ مَا فِي ٱلۡقُبُورِ ۞ وَحُصِّلَ مَا فِي ٱلصُّدُورِ ۞ إِنَّ رَبَّهُم بِهِمۡ يَوۡمَئِذٖ لَّخَبِيرُۢ ۞

Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan, dan apa yang tersimpan di dalam dada dikeluarkan? sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka. [al-aadiyaat : 9-11]

Kedua, perkataan bapak doktor “Tetapi dakwah salaf bermaksud memunculkan warna islam pada kehidupan praktis masyarakat yang sudah ada”

Maka saya katakan laa wahla wala quwwata illa billah ..

Apakah sebelumnya di negeri ini belum ada “warna islam”?? Baru saat ini saja?? Apakah sebelum masuk meluasnya dakwah salaf ini belum ada “warna islam” di sini?? Para pendahulu dari tahun 1800an mereka berdakwah tidak masuk dalam “warna islam”??

Kalau dikatakan ada kekeliruan pada mereka maka tentu dimaafkan, karena mereka sibuk dan teraniaya oleh penjajah kala itu. Dan juga mereka tidak dikeluarkan dari lingkup dakwah islam.

Mengapa bapak sebutkan “memunculkan warna islam”?? Allahul mustaan .. tapi tidak mengherankan jangankan para pejuang islam yang lewat berabad. Terhadap gurunya pun bapak doktor ini bersikap ………………….

Ini kekeliruan pertama

Kekeliruan yang kedua, dakwah salaf itu tujuannya mengingatkan, mengajak dan memberikan pemahaman kepada kaum muslimin bahwa dalam beragama, tidak boleh tercampuri kesyirikan dan tidak boleh tercampuri bid’ah. Serta memahami agama mengikuti pemahaman para shahabat karena mereka adalah ketuanya para ulama. Ini yang asas.

Sehingga ikhwah, kita amat bergembira tersebarnya dan manusia kini menyadari kebenaran dakwah salafiyyah. Dakwah salafiyyah tidak membentuk organisasi, dewan, front, atau selainnya. Karena dakwah salafiyyah mengajak manusia untuk mengajak kaum muslimin untuk memahami dan mengamalkan agama sebagaimana para shahabat mengamalkannya.

Tetapi bersamaan dengan itu, memang berdatangan orang yang merusak dan mengeruhkan dakwah yang bersih ini. Maka keadaan ini harus dijelaskan dan harus waspadai.

Terakhir, mari kita perbanyak doa yang banyak dan sering dipanjatkan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam .. agar kita Istiqomah dalam Islam dan Sunnah ..

يا مُقَلِّبَ القلوبِ ثَبِّتْ قلبي على دينِكَ

Wahai dzat yang membolak balikan hati, teguhkanlah, kokohkanlah hatiku diatas agamamu.” [hadits riwayat at tirmidzi dalam 3522. Dan dishahihkan oleh syaikh al-albani rahimahullah]

Wa shalallahu ala nabiyyinaa Muhammad Wallahu a’lam.

Sumber : https://www.facebook.com/bambangdeny.suatpandy.1/posts/1167183247428272

Satu pemikiran pada “Berkembangnya Dakwah Salafiyyah Dan Yang Membuatnya Keruh”

  1. Mengapa para ustadz senior tidak mentahdzir mereka2 ini secara terang2an ya, padahal berbahaya sekali mereka ini. Jubahnya salafy tp dalemnya hizbi-haroki

    Bagi yang sering ikut hadir kajian maka akan mengetahuinya, walau tidak disebut nama atau person nya, dan sangat jarang ustadz menyebut nama personnya, kecuali yang memang itu betul-betul diperlukan agar ikhwah tidak terkecoh dalam mengambil ilmu, contoh ketika ustadz Yazid di tabligh akbar bahkan live di rodja tv mengingatkan untuk tidak mengambil ilmu dari dai jamaah tahdzir, beliau menyebutkan namanya yaitu dzulqarnain bin sanusi, dai tersebut dulu merupakan muridnya ust Yazid, namun murid yang kurang adab, durhaka kepada gurunya sendiri, menggelari dengan gelar yang buruk, silahkan baca tuduhan dai tersebut di postingan ini

    Balas

Silahkan tinggalkan komentar di sini