Membungkam Kedustaan Dzul Akmal Marhaen

Bismillah walhamdulillah wa shalatu was salamu ala rasulillah wa ala alihi wa shahbihi ajmain.

Wa ba’d.

Sidang pembaca, kaum muslimin dan muslimat yang semoga selalu dirahmati Allah ta’ala ..

Ada tiga hal yang akan dijelaskan pada kesempatan kali ini, yaitu ..

Bagian terpenting dalam sebuah kisah, sebelum masuk kedalam inti kisah maka harus dilihat dulu siapa yang meriwayatkannya.

Itulah mengapa kisah-kisah yang tertulis di dalam Al Quran adalah sebaik-baik dan sebenar-benar kisah diatas muka bumi. Seperti yang dijelaskan ahli ilmu.

Mengapa? Karena Allah al-aliim yang meriwayatkannya. Tentu tidak ada keraguan dalam kisahnya


Allah ta’ala berfirman

نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ

“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya.” [Al Kahfi : 13]


Ath-thabari rahimahullah mengatakan didalam tafsirnya :

نحن يا محمد نقص عليك خبر هؤلاء الفتية الذين أوَوْا إلى الكهف بالحق، يعني: بالصدق واليقين الذي لا شك فيه

“Kami wahai Muhammad! Kami yang akan kisahkan kepadamu kabar para pemuda ini yang mereka berlindung ke gua al-kahfi, dengan kisah yang Haq! Yaitu dengan kebenaran dan keyakinan yang tidak ada keraguan padanya.” [Tafsir Ath-Thabari : juz 7 hal 544. Mukhorrij : Islam Manshur Abdul Hamid. Cet Dar Al Hadits]

Maka kisah yang terbaik dan terpercaya ada di dalam Al Quran dimana seluruhnya mutawatir.

Kemudian as sunnah yang shahih yang diriwayatkan para rawi tsiqat. Dan jika sudah sah bersandar kepada rasulullah maka ia seperti Al Quran karena sama-sama Wahyu dari Allah ta’ala.

Adapun riwayat para dhuafa dan matrukun tidak bisa diterima! Selama-lamanya.

Al imaam khatib al-Baghdadi rahimahullah menjelaskan dengan sangat bagus ..

بَاب تَرْكِ الِاحْتِجَاجِ بِمَنْ لَمْ يَكُنْ مِنْ أَهْلِ الضَّبْطِ وَالدِّرَايَةِ , وَإِنْ عُرِفَ بِالصَّلَاحِ وَالْعِبَادَةِ

Bab penjelasan tentang meninggalkan berhujjah dengan mereka yang tidak termasuk orang yang cermat dan paham dalam riwayatnya. Walaupun dikenal dengan kebaikan dan rajin ibadah

عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ , قَالَ: «إِنَّ مِنْ إِخْوَانِنَا مَنْ نَرْجُوِ بَرَكَةَ دُعَائِهِ , وَلَوْ شَهِدَ عِنْدَنَا بِشَهَادَتِهِ مَا قَبِلْنَاهَا»

Kemudian Al-Khatib meriwayatkan, “dari Rabiah bin abi abdir Rahman, ia berkata, “sesungguhnya ada sebagian Ikhwan kami yang kami harapkan keberkahan doa mereka, tetapi kalau mereka bersaksi kepada kami dengan persaksian mereka, kami tidak akan menerimanya” [Selesai Al Khatib al-Baghdadi rahimahullah dalam kitab al-kifayah fi ilmir riwayah hal 145. Ta’liq : Zakaria imyarot Cet Darul kutub Al ilmiyyah]

Ikhwan, ini persaksian orang yang shaleh dan rajin ibadah tidak diterima karena mereka tidak cermat! tidak tsiqah!

Bagaimana jika dari rawi yang akhlaknya buruk?? Yang mulutnya kotor?? Sering mencela dan menuduh tanpa Haq??

Maka lebih berhak lagi untuk dihempaskan ke tembok dan dibuang riwayat mereka.

Sehingga dengan kita gunakan jejak para ulama ini dalam menerima segala kisah yang beredar. Semua harus dari jalur tsiqah!

Termasuk riwayat tentang kisah laskar jihad.

Sidang pembaca semoga Ar Rahman merahmati antum .

Pak Marhaen Al Kadzdzab pernah bertanya, “Kapan dia (ustadz Yazid Jawas) bertemu Syaikh rabi (hafidzahumallah)?”.

Maka berikut ini saya riwayatkan sebagian kisah kepada sidang pembaca yang terhormat, sebuah kisah sejarah dari sebagian rawi dengan jalur yang tsiqatun tsabtun bahkan min atsbatin naas.(1) dalam rangka membela kehormatan orang yang telah ma’ruf dengan ilmu dan amal.

Ikhwah ..

Al Ustadz Yazid bin Abdul Qodir jawas bertemu dengan Fadhilatusy syaikh Robi’ bin Hadi Al Madkhali sebanyak 2 (dua) kali di rumah beliau di mekkah dengan ustadz AbduRahman Attamimi -hafidzahumullah-.

Yang pertama di bulan oktober tahun 2000, bulan Rajab tahun 1421.

Pada tahun ini al-ustadz bertanya tentang Jihad di Ambon Dan ketika pulang al-ustadzaani diantar oleh asy-syaikh Robi’ sampe depan pintu rumahnya.

Yang kedua di bulan Ramadhan tahun 1422

November tahun 2001, bersama dengan Ustadz AbdurRahman Attamimi hafidzahumallah. Kali ini cuma sebentar.

Ini kisahnya pak marhaen! Antum akui atau tidak, begitulah kenyataannya.

Ini pertama.

Ikhwah yang saya hormati ..

Bagian kedua.

Ikhwan, siapa di antara kita yang tidak mempunyai masa lalu?

Siapa di antara kita yang tidak melakukan kesalahan dan kekeliruan di masa lalu?

Beranikah antum maju kedepan, mengangkat tangan dan berkata, “saya tidak pernah keliru”, “Saya tidak pernah melakukan kesalahan” ??

Saya rasa, manusia yang waras dan tahu kadar dirinya tidak akan berani melakukannya.

Nabiyur Rahmah  pernah bersabda, yang sabda ini menjadi kabar gembira mereka yang ingin kembali kepada Ar Rahman! Yang ingin bersimpuh dan mengharap ampunan.

Yaitu hadits dari Shahabat yang mulia Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu.

كلُّ بني آدمَ خطّاءٌ وخيرُ الخطّائينَ التوّابونَ

Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” [Hadith riwayat Ibnu majah No 3447, at Tirmidzi No 2499 keduanya cet Ibnul jauzi dan dihasankan oleh Syaikh al-albani rahimahumullah lihat shahihul Jami pada nomer 4515 Juz 2 hal 831 cet Al maktabah al islami]

Kemudian hadits abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu Anhu

َّاتَّقِ اللَّه حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا

“Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya” [hadits riwayat at tirmidzi pada nomer 1987 dan dihasankan oleh Syaikh al-albani rahimahumullah. Lihat shahihul jaami’ pada juz 1 nomer 97 hal 81](2)

Terlebih lagi rabbuna yang ada diatas Arsy berfirman,

إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

“Amalan-amalan kebaikan, Perbuatan-perbuatan shaleh itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” [Huud : 114]

Maka jika seseorang melakukan kekeliruan, dan ia telah bertaubat dengan taubat yang benar. Maka kita berharap dengan harapan yang amat besar. Allah yang maha penerima taubat akan menerima taubatnya.

Dan berkaitan dengan syubhat maka tidak bisa dinilai perubahannya kecuali disisi ahli ilmu!

Maka jika seseorang terkena syubhat dan ia taubat setelah itu butuh keterangan ahli ilmu yang mempersaksikan ucapannya, perbuatannya, ilmunya telah bersih dari syubhat.

Lalu Pak marhaen al-kadzdzab berkata, “Dengan salah seorang temannya, dan teman yang disebut dalam kaset itu. Mantan Ikhwan muslimin lebih dari pada 20 tahun di mesir. Tulen ikhwani.”

Maka walau saya sendiri belum pernah duduk dimajelis al ustadz abdur rahman at tamimi hafidzahullah tetapi dalam rangka kewajiban membela kehormatan sesama muslim apalagi beliau adalah orang tua kita dari celaan pak marhaen al-kadzdzab maka saya ceritakan kepada sidang pembaca yang terhormat, bahwa :

Al-ustadz al-waliid AbdurRahman Attamimi hafidzahullah pernah belajar di Mesir dan tahu banyak tentang Ikhwanul Muslimin, ketika pulang ke Indonesia beliau masih terpengaruh dengan buku-buku yang beliau baca tentang (ajaran) mereka (IM), tapi kemudian beliau Tobat. Falillahil hamd ..

Ketika al-ustadz at tamimi ketemu pak marhaen di Tengaran, beliau sudah Tobat, beliau sudah beraqidah salafi.

Maka kita, saya dan sidang pembaca sekalian sebagai orang yang datang belakangan patut untuk mengucapkan :

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” [Al hasyr : 10]

Ayat ini berkaitan dengan Al Muhajirin dan Al Anshor, tetapi juga berlaku umum untuk seluruh kaum muslimin.

Dan al-ustadz at-tamimi sekarang masyaallah, shaf terdepan mendakwahkan dakwah salafiyyah. Falillahil hamd. Walaupun Dimata Dai-Dai LJ durjana tidak akan terlihat.

Adapun Pak Marhaen Al kadzdzab ini selalu mengaku salafi tetapi dia tidak pernah taubat dari makan daging saudara-saudaranya sendiri, bahkan digolongan firqoh pecahan LJ, golongan marhaen ini yang paling dikucilkan oleh sesama mereka karena kadzdzab-nya luar biasa.

Dia tidak pernah tobat dari LJ nya, tidak pernah islah, tidak menjelaskan sejelas-jelasnya nya tentang kesesatan dan penyimpangan LJ, tidak pernah Tabayyun kpd ustadz-ustadz dan da’i yang dia tuduh, Akhlaknya bejat dan omongannya kasar.

Yang ketiga dan Terakhir, Pak marhaen berkata, “saya juga pelaku sejarah syabab”

Maka saya katakan : memang! dalam sejarah itu akan selalu ada pelaku sejarah dari dua sisi. Sisi kebenaran dan kebathilan. Seperti ketika sejarah Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu melawan khawarij, pada perang nahrawan. pasukan khawarij pun bisa meneriakkan “saya juga pelaku sejarah”

Tapi apa itu dibenarkan? Apa artinya jika dia berkisah, kisahnya benar semua?? Tentu tidak. Karena mungkin benar dia adalah pelaku sejarah tetapi diatas kebathilan ..

Begitu juga pak marhaen ini pelaku sejarah atas kebathilan, kedustaan, tipu daya. Semoga Ar Rahmanur Rahim segera melembutkan hati pak marhaen dan yang bersamanya serta meringankan hatinya untuk menemui orang-orang yang telah pak marhaen robek kehormatannya tanpa hak dan ia taubat sebelum datangnya hari perhitungan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,

إنَّ مِن أربى الرِّبا الاستطالةَ في عرضِ المسلمِ بغيرِ حقٍّ

“Sesungguhnya seburuk-buruk riba adalah merusak kehormatan orang lain dengan tanpa haq.”

[Diriwayatkan abu daud dan dishahihkan Syaikh al-albani rahimahullah pada shahihul jaami’ : Juz 1 Nomer 2203 Hal 439 cet Al Maktabah Al islami]

Wa shalallahu ala nabiyyinaa Muhammad wa ala aalihi wa sallam. Wa akhiru da’wanaa anil hamdulillahi rabbil alamin.

Wallahu a’lam

————

(1) Yang kelak jika Allah takdirkan akan saya sebutkan, jika Allah ta’ala tidak takdirkan maka tidak. Karena tentu ada mashlahat dan mudharat yang ditimbang.

Orang yang lebih alim dan taqwa dari saya pernah memberikan contoh dalam sikap seperti ini, yaitu asy-syafi’iy rahimahullah dimana dalam al-umm beliau beliau sering mengatakan:

حدثنا الثقة

Telah menceritakan kepada kami seorang tsiqah. Ini keadaan beliau. Maka saya mencontohnya. Apalagi ada mashlahat yang rajihah. [Lihat Al umm : Juz 9 Nomor : 4144-4145 hal 189. Tahqiq Doktor Rif’at. Cet : darul Wafa – Dar ibn hazm]

(2) ustadz Yazid bin Abdul Qodir jawas hafidzahullah punya pembahasan terkait taubat bagus sekali di kitab beliau “Taubat Kewajiban Seumur Hidup” atau didalam “Syarah arbain” rujuklah. Insyaallah banyak fawaidh dari pembahasan beliau ini. Bagi siapa yang mau dan saya tidak memaksa.

Sumber : https//www.facebook.com/bambangdeny.suatpandy./posts/1172815786865018

Salah satu dai-dai lasykar jihad yang belum bertaubat dari mentahdzir ustadz Yazid di antaranya adalah Pak Dzulqarnain bin Sanusi, lihat ucapan kotornya terhadap ustadz Yazid di postingan ini

Satu pemikiran pada “Membungkam Kedustaan Dzul Akmal Marhaen”

  1. LJ itu apa yah?

    LJ itu lasykar jihad, kelompok yang didirikan oleh jafar umar thalib, sekaligus sebagai panglimanya
    Wakil panglimanya adalah muhammad umar sewed,
    Dzulqarnain bin sanusi adalah kelompok mereka juga, dan pada akhirnya mereka terus berpecah sehingga sesama mereka saling memberikan gelar buruk, sehingga dzulqarnain bin sanusi pun didepak dari kelompok mereka..
    Namun itu bukan sebagai tanda rujuknya dai tersebut, dia belum rujuk dari jamaah tahdzir, postingannya bisa baca di sini

    Balas

Silahkan tinggalkan komentar di sini