Adakah Tasbih Ketika Mengantar Jenazah dan Apa Hukum Tali Jenazah?

Sebuah pertanyaan yang saya nukilkan dari http://konsultasisyariah.com yang menanyakan tentang masalah dzikir ketika mengantarkan jenazah ke kuburan.

Tanya:

Assalamu’alaikumwarahmatullahi wabarakatuhu.

Kaifa haluka ya ustadz? Fii khair? Saya mau tanya: Bolehkah mengantar jenazah disertai bertasbih atau sejenisnya dengan suara keras? Apakah tali ikat pada ujung kepala dengan ujung kaki saat penguburan dalam keadaan terbuka atau terikat? Syukran atas perhatiannya.

( 0564957395 )

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah bi khair.

1. Mengangkat suara dengan tasbih atau sejenisnya ketika mengantar jenazah adalah tidak boleh dan termasuk bid’ah, karena beberapa hal:

a. Tidak adanya dalil atas perbuatan ini.
b. Hal ini termasuk perkara yang tidak dilaksanakan oleh para sahabat bahkan termasuk hal yang mereka larang, sebagaimana perkataan Qais bin ‘Abbad :

كان اصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم يكرهون رفع الصوت عند الجنائز وعند القتال وعند الذكر

Artinya: Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengangkat suara ketika mengurus jenazah, ketika perang, dan ketika berdzikir. (HR. Al-Baihaqy di dalam As-Sunan Al-Kubra 4 / 74 , berkata Al-Albany: Dengan sanad yang rawi-rawinya tsiqah)

c. Ini termasuk penyerupaan terhadap orang-orang Nashrani (Lihat Ahkamul Janaiz, Syeikh Al-Albany hal: 92)

Oleh karena itu berkata Imam An-nawawy:

Berkata Imam An-Naway:

واعلم أن الصواب المختار ما كان عليه السلف رضي الله عنهم : السكوت في حال السير مع الجنازة ، فلا يرفع صوتا بقراءة ، ولا ذكر ، ولا غير ذلك ، والحكمة فيه ظاهرة ، وهي أنه أسكن لخاطره ، وأجمع لفكره فيما يتعلق بالجنازة ، وهو المطلوب في هذا الحال ، فهذا هو الحق ، ولا تغترن بكثرة من يخالفه

“Dan ketahuilah bahwa yang benar dan yang dilakukan oleh para salaf adalah diam ketika mengikuti jenazah, tidak mengeraskan suara baik berupa Al-Quran maupun dzikir atau yang lain. Dan hikmah dari ini semua jelas, yaitu lebih menenangkan pikirannya dan lebih konsentrasi dengan apa yang berkaitan dengan jenazah, dan inilah yang seharusnya dalam keadaan seperti ini, maka inilah yang benar dan jangan engkau tertipu dengan banyaknya orang yang menyelisihi.” (Al-Adzkar hal: 160)

2. Dilepas tali ikat mayit ketika dimasukkan kubur, karena tujuan mengikat adalah karena takut terbuka. Adapun ketika dikuburkan maka tidak ada lagi yang ditakutkan. Oleh karena itu ada beberapa riwayat -meski ada kelemahan di dalamnya- dari ucapan salaf (para pendahulu kita)–namun secara keseluruhan menunjukkan bahwa melepas tali ikat pada saat dikuburkan adalah perbuatan yang sudah dikenal di kalangan mereka. Ucapan-ucapan mereka bisa dilihat di Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 3 / 208.

Pendapat inilah yang Syeikh Al-Albany cenderung kepadanya (Lihat Silsilah Al-Ahadist Adh-Dha’ifah 4/247), dan pendapat ini pulalah yang difatwakan Komite Tetap untuk Fatwa Saudi Arabia (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 10/362-363 ).

Wallahu a’lam.

Ustadz Abdullah Roy, Lc.

Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com

Print Friendly, PDF & Email

1 Comment

  1. Sungguh, di lingkungan rumah ibu saya sedang ada isu pocong berkeliaran, sudah ada saksi beberapa warga yg katanya melihat penampakannya. Warga pun sibuk mengira2 mungkin saja ada mayat yg baru2 ini meninggal tetapi tidak/lupa dilepas tali ikatnya sehingga arwahnya berkeliaran meminta tolong untuk dilepas talinya. Dampaknya, warga termasuk keluarga dirumah ibu saya jadi pada ketakutan didatangi pocong.

    Allahul Musta’an, ITU SEMUA KHURAFAT yg sangat akrab di masyarakat kita. Kalau saja da’i2 yg kerapkali tampil di TV menyerukan dakwah tauhid yg murni, tentu hal2 spt ini ga akan terjadi.

    Sesungguhnya orang yang sudah mati dan dikubur tidak akan pernah bangkit lagi dari kuburnya, lalu keluar berupa pocong,.. Jika ini terjadi, maka yang tampak itu bukanlah orang yang sudah mati tersebut, akan tetapi jin yang menyerupai orang mati tersebut,..
    Hal itu tidak ada hubungannya karena sewaktu mengubur tali pengikatnya itu tidak dilepas, itu tidak ada hubunganya sama sekali.
    Seandainya jin yang menampakan diri sebagai pocong itu tertangkap, maka bisa dipukul dan dia merasakan sakit, sama seperti manusia,
    Dan tujuan jin yang menampakan diri itu bukan sekedar menakut-nakuti manusia, akan tetapi ada bahaya yang lebih besar dari itu, yaitu menjerumuskan manusia kedalam kesyirikan,…
    Memang acara-acara yang ada di tv itu sebagian besarnya merusak generasi bangsa ini,sangat sedikit sekali acara televisi yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa ini,..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*