Perbedaan TAKLID dan ITTIBA' , Tidak boleh bertaklid dalam hal hal yang mengharuskan ittiba’

Antara Taklid dan ‘Ittiba’

taklid butaAsy-syinqithirahimahullahberkata :

Ketahuilah bahwa suatu hal yang patut untuk diketahui adalah perbedaan antara taklid dan ittiba’. Tidak boleh bertaklid dalam hal hal yang mengharuskan ittiba’ .”

Penjelasannya, bahwa tidak boleh bertaklid dalam setiap hukum yang memiliki dasar yang jelas dari Al quran, Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, atau ijma’. Sebab setiap ijtihad yang bertentangan denagn nash syar’i adalah ijtihad bathil, dan tidak boleh melakukan taklid kecuali pada permasalahan yang dibolehkan untuk berijtihad. Karena Al Quran dan As Sunnah adalah hakim atas setiap mujtahid. Tidak seorangpun dari mereka yang boleh menyelisihi Al Quran dan As Sunnah.

Tidak boleh bertaklid pada pendapat yang bertentangan dengan Al Quran, As Sunnah, atau ijma’ ulama. Sebab tidak boleh mengikuti selain yang haq. Tidak ada suatu masalah yang ada petunjuknya dari nash kecuali wajib untuk di ikuti. Tidak ada ijtihad dan taklid dalam perkara yang ada nashnya dari Al Quran dan As Sunnah, yang tidak bertentangan dengan nash lainnya.

Perbedaan antara taklid dan ittiba’ adalah perkara yang sudah dimaklumi di kalangan ulama. Tiada seorang ulamapun berselisih dalam menentukan maknanya.

Ibnu Abdil Barr rahimahullah menukil ucapan Ibnu khuwaiz Mandad dalam kitab Jami’ nya. Beliau mengatakan, taklid menurut pengertian syari’at adalah mengikuti pendapat yang tidak memiliki hujjah atau dalil. Dan ini adalah perbuatan yang dilarang dalam syari’at. Adapun itibba’ adalah mengikuti pendapat yang memiliki dasar dalil.

Pada tempat lain dalam bukunya beliau berkata Setiap pendapat yang kamu ikuti tanpa ada landasan dalil, berarti kamu telah melakukan taklid dan taklid dalam agama Allah ta’ala adalah perbuatan yang tidak benar. Setiap pendapat yang kamu ikuti karena ada dalil yang mewajibkannya, berarti kamu melakukan ittiba’. Itibba’ dalam agama diperbolehkan, sedangkan taklid adalah perbuatan yang dilarang.”

Ibnu Qayyimrahimahullahberkata dalamI’lam Al-muwaqi’in:

Imam Ahmad rahimahullah membedakan antara taklid dan ittiba’.

Abu Dawud berkata “Aku pernah mendengar Ahmad berkata, Itiiba’ adalah seseorang yang mengikuti apa yang berasal dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan dari para sahabatnya. Adapun tabi’in boleh di ikuti dan boleh juga tidak”

Ibnu Qayyim melanjutkan, adapaun beramal dengan wahyu disebut ittiba bukan taklid, dan ini perkara yang sudah dapat dipastikan. Banyak sekali ayat yang menamakannya sebagai ittiba’, seperti Firman Allahu ta’ala berikut ini :

اتَّبِعُواْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلاَ تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء قَلِيلاً مَّا تَذَكَّرُونَ

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya . Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). (Al A’raf :3)

اتَّبِعْ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik(Al An’am : 106)

Dan ayat ayat semisal ini cukup banyak dan sudah dikenal.

Jadi beramal dengan wahyu disebut ittiba’ sebagaimana telah ditunjukkan oleh ayat ayat diatas.

Seperti sudah diketahui dan tidak disangsikan lagi bahwa mengikuti wahyu yang diperintahkan dalam ayat ayat tersebut mengandung arti bahwa ijtihad tidak sah jika bertentangan dengan wahyu tersebut. Dan tidak boleh pula bertaklid dengan sesuatu yang jelas bertentangan dengannya.

Jelaslah sudah perbedaan antara ittiba’ dan taklid, tidak boleh melakukan ijtihad dan taklid pada permasalahan ittiba. Oleh karena itu nash nash yang shohih yang menunjukkan dengan jelas tentang hukum suatu masalah dan tidak bertentangan dengan nash nash lainnya, sama sekali tidak boleh disertai dengan ijtihad dan taklid. Sebab, sebagaimana sudah dimaklumi, mengikuti dan menaati nash tersebut hukumnya wajib atas setiap orang, siapapun orangnya.

Dengan demikian kita tahu bahwa syarat-syarat mujtahid yang ditetapkan ahli ushul hanyalah disyaratkan untuk ijtihad. Sementara perkara ittiba bukanlah perkara ijtihad. Menjadikan syarat syarat mujtahid untuk pelaku ittiba’ adalah suatu kerancuan. Karena sebagaimana kita lihat, terdapat perbedaan yang mencolok antara ijtihad dan ittiba. Lagi pula objek ittiba tidak sama dengan objek ijtihad.

Kesimpulan akhirnyabahwa ittiba wahyu tidak disyaratkan apapun kecuali mengetahui apa yang diamalkannya dari wahyu yang diikutinya. Oleh karena itu ia boleh mengetahui hadits dan mengamalkannya, serta mengetahui ayat dan mengamalkannya. Untuk mengamalkan itu semua tidak perlu harus memenuhi semua syarat syarat ijtihad (yang ditetapkan oleh ahli ushul).

Dengan demikian, setiap mukallaf (orang yang sudah terbebani hukum syar’i) wajib mempelajari Al Quran dan as Sunnah untuk suatu amalan yang dibutuhkan lantas mempraktekkannya sesuai dengan pengetahuan yang telah dikuasainya, sebagaimana telah dilakukan oleh generasi awal terbaik ummat ini.

Allahu a’lam

Disalin dari Shahih Fiqh Sunnah jilid I ,oleh Abu Malik Kamal bin As Sayyid Salim, terbitan Pustaka At Tazkia,,2006 hal 81-84 ( dengan penyesuaian )

sumber :http://adiabdullah.wordpress.com/2007/11/25/antara-taklid-dan-ittiba/

Print Friendly, PDF & Email

Perbedaan Teqlid Dgn Ittiba Perbedaan Taqlid Dan Ittibak Bedakan Antara Taqlid Dan Ittiba Pertanyaan Sulit Tentang Taqlid Perbedaan Itiba Dan Taqlid

5 Comments

  1. mas,,, terus semangat karena blog seperti ini sudah sedikit sekali,,, kebanyakan adalah blog dari pembela bid’ah hasanah

    alhamdulillah, jazakallahu khairan atas suportnya,
    saya hanyalah menukilkan saja dari website dan blog-blog yang insya Allah mendakwahkan dakwah Rasulullah,.. banyak sekali kok sekarang ini, mungkin jauh lebih banyak daripada blog-blog yang mendakwahkan apa-apa yang tidak diajarkan oleh Rasulullah,.. hanya saja mas belum tahu saja,..

    Kalau mau tahu, caranya sangat mudah koq, buka aja website http://www.yufid.com , trus mas masukkan kata kunci artikel yang mas cari, insya allah sangat banyak yang akan mas dapatkan,..

  2. makasih banyak mas,,
    mas saya mau nannya bagaimana hukum mengambil tanah kuburan,, agar dapat rezki yang banyak,, apakah termasuk syirik???

    Betul, itu termasuk perbuatan kesyirikan,lebih baik ditinggalkan,

    saya telah berdialog dengan orang yang membolehkan hal tersebut, dan mereka beralasan bahwa hal tersebut hanyalah sebagai wasilah atau perantara,, pada hakikatnya mereka itu yakin bahwa hanyalah Allah yang memberi manfaat dan mudharat,, lalu mereka mengumpamakan hal tersebut dengan ketika kita sakit kepala tentu kita minum bodrek,, agar sembuh namun tentunya kita yakin bahwa bodrek itu hanyalah sebagai wasilah namun Allah lah yang menyembuhkan kita bukan bodrek itu,, apabila kita yakin bahwa kesembuhan kita ini karena meminum bodrek maka jatuhlah syirik bagi kita. bagaimana pandangan mas dalam hal ini?

    Wasilah yang dibenarkan oleh agama, itu diperbolehkan, .. wasilah yang memang terbukti secara teori atau berdasarkan penelitian itu terbukti kebenarannya, dan tidak bertentangan dengan syariat islam, itupun diperbolehkan,contohnya kasus bodrek diatas,..

    Jika kita meyakini karena bodrek itulah penyakit kita itu sembuh, tanpa pertolongan Allah sama sekali, maka itu merupakan perbuatan kesyirikan juga.. dalam hal ini keyakinannya yang salah, akan tetapi wasilahnya sudah benar, karena kita disuruh berobat ketika sakit,.. dan salah satunya dengan menggunakan obat diatas

    Akan tetapi, jika wasilahnya itu adalah tanah kuburan, ini adalah wasilah yang tidak syar’i, tidak masuk akal sama sekali, hanya orang yang bodoh saja yang melakukan hal demikian.

    Apakah orang-orang kafir quraisy di mekkah ketika jaman Rasulullah itu meyakini berhala yang mereka sembah itu bisa menyelamatkannya? memberinya rejeki, dan lain-lain?
    Orang kafir quraisy tidak mempercayai patung-patung atau berhala itu bisa menolong mereka, memberi rejeki, karena mereka sendiri yang buat,..
    Lalu kenapa mereka membuat patung dan menyembahnya?
    Karena patung-patung itu hanyalah sebagai wasilah, perantara untuk menyampaikan hajat mereka kepada Allah,..

    Jadi, tanah kuburan sebagai wasilah adalah cara yang sangat keliru, jauh dari kebenaran, dan itu merupakan perbuatan kesyirikan, walaupun ada tokoh-tokoh agama yang menganjurkan,… cukuplah petunjuk Rasulullah sebagai petunjuk kita,..

    lalu saya juga ingin bertanya, tentang jawaban mas ketika menjwab pertanyaan masalah dzikir berjama’ah,
    2. al-Imam Muslim dan al-Imam at-Tirmidzi meriwayatkan:
    أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَليهِ وَسَلّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَقَالَ: مَا يُجْلِسُكُمْ ؟ قَالُوْا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللهَ وَنَحْمَدُهُ، فَقَالَ: إِنَّهُ أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ فَأَخْبَرَنِيْ أَنَّ اللهَ يُبَاهِيْ بِكُمْ الْمَلاَئِكَةَ (أخرجه مسلم والترمذيّ)

    “Suatu ketika Rasulullah keluar melihat sekelompok sahabat yang sedang duduk bersama, lalu Rasulullah bertanya: Apa yang membuat kalian duduk bersama di sini? Mereka menjawab: Kami duduk berdzikir kepada Allah dan memuji-Nya, kemudian Rasulullah bersabda: “Sungguh Aku didatangi oleh Jibril dan ia memberitahukan kepadaku bahwa Allah membanggakan kalian di kalangan para Malaikat”. (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)
    mas bilang bahwa sahabat sedang berdiskusi tentang masalah agama sampai datang waktu isya’ maaf mas,, kalo saya boleh tau keterangan itu mas ambil dari kitab apa??? harap dijawab ya mas pertannyaan saya,,
    syukron,

    An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya keutamaan dzikir itu tidak terbatas kepada tasbih, tahlil, tahmid, takbir dan semacamnya. Akan tetapi, setiap orang yang beramal ikhlas karena Allah ta’ala dengan melakukan ketaatan maka dia adalah orang yang berdzikir kepada Allah ta’ala. Demikianlah, yang dikatakan oleh Sa’id bin Jubair radhiyallahu’anhu dan para ulama yang lain. Atha’ rahimahullah mengatakan, ‘Majelis dzikir adalah majelis halal dan haram, yang membicarakan bagaimana menjual dan membeli, bagaimana shalat, menikah, thalaq, haji, … dan sebagainya.’” (Shahih Al Adzkar, hal. 18)

    Silahkan baca apa yang dimaksud dengan dzikir, disini:https://aslibumiayu.net//2010/12/24/dzikir-ibadah-yang-sangat-agung/

  3. maaf nih di potong,, kata guru saya begini:
    pernyataan anda berbahaya anda menyamakan Musyrikin quresy dengan muslimin mu`minin ahli Tauhid , dimana titik kesamaannya ?

    Mana pernyataan saya seperti diatas?? tolong copi pastekan disini dong,…jangan ditambah-tambahin sendiri,…

    orang yang berSyahadat dengan orang musyrik ?

    Apa yang anda maksudkan orang yang bersyahadat dengan orang musyrik? orang musyrik quraisy, atau mana? tolong dilengkapi lagi pernyataan anda,..

    orang yang mengambil tanah kuburan sebagai washilah dengan orang Musyrik yang menyembah Patung ?

    Orang mengambil tanah kuburan sebagai wasilah,tanah kuburan sebagai sarana, bertabaruk kepada tanah kuburan,.. padahal tanah kuburan tidak bisa mendatangkan kesembuhan, atau barakah,..
    Orang musyrik quraisy menyembah patung, mereka menjadikan patung itu sebagai sarana dalam beribadah kepada Allah, mereka tidak meyakini patung itu bisa menolong mereka, karena itu buatan mereka sendiri, malah patung tersebut bisa dimakan, jika terbuat dari adonan tepung,…
    mereka menjadikan patung itu hanya sebagai wasilah saja, ini kesamaannya,.
    Bahkan mungkin lebih parah orang2 yang bertabaruk dengan tanah kuburan tersebut, karean tidak menutup kemungkinan, dengan tanah kuburan tersebutlah mereka bisa mengambil manfaat, wal iyadzubillah,..

    jika saya mengambil patung untuk melindungi diri dari serangan golok untuk ( menangkis )apakah saya juga Musyrik ? jelaskan ,

    Ya tidak, selama itu kebetulan anda sedang ada disitu, trus tiba-tiba ada yang menyerang, berlindung diri, tapi ini juga pernyataan yang mengada-ada, emangnya anda sedang perang atau sedang apa ya??
    Tapi itu bisa juga musyrik, jika anda mempunyai keyakinan dalam diri anda bahwa patung itulah yang dapat melindungi anda dari serangan tersebut, bukan karena Allah yang telah menyelamatkan anda, sehingga engkau menggantungkan hidupmu pada patung tersebut,..

    jika saya sholat sementara dihadapan saya ada patung yang otomatis saya akan bersujud dihadapan kedua kaki patung tsb apakah saya juga Musyrik ? silahkan jawab dan bjelaskan.

    Ada pertanyaan yang lucu sekali buat anda jawab, Memangnya anda sholat dimana? kok ada patungnya segala?? Memang ada masjid yang ada patungnya?? sepertinya suatu yang mustahil, anda menanyakan pertanyaan seperti itu, memangnya tidak ada tempat lain??
    Untuk itu saya tidak bisa menjawabnya, tapi ada jawaban yang mungkin mengena terhadap kasus diatas,
    Misalkan anda shalat, dihadapan anda ada alquran, lalu anda shalat menghadapnya, dan meniatkan didalam hati untuk menyembah alquran yang ada didepannya, maka anda telah terjatuh ke dalam kesyirikan,. mudah-mudahan permisalan ini bisa membantu anda dalam memahami kasus diatas,..

    oh ya dihadist mana disebutkan Bodrek sebagai Washilah yang Syar`i ?

    mohon dijawab ya kang..

    Ada, hadits yang menyuruh berobat, jika kamu sakit,…
    Sedangkan bodrex, waktu jaman Rasulullah belum ada pabrik bodrex mas,…
    Dan itu tentunya lebih syar’i, daripada tanah kuburan,…wong secara penelitian juga bodrex bisa menyembuhkan kok, tentunya dengan ijin Allah,..mudah-mudahan bisa dimengerti jawaban saya,… jazakallahu khairan,..

  4. sepertinya salafy/wahaby masih aja bingung dengan bid’ah hasanah ….. mereka berpatokan dengan hadits ” ..setiap bid’ah sesat.. “. Hadits itu ditujukan untuk hal-hal baru yang merubah/menambah syariat …. seperti zakat profesi yang dibayar bulanan …, sholat magrib 5 rakaat, dll
    Coba salafy/wahaby sebutkan aja amalan kaum muslim yang dianggap bid’ah, apa ada yang merubah/menambah syari’at?

    Sebenarnya yang kebingungan itu siapa?
    Wong sudah sangat jelas Rasulullah mengatakan setiap bidah itu adalah sesat,..
    Saya mau nanya nih, tahu arti bidah atau tidak?

    Contoh amalan kaum muslimin yang bidah, wah banyak sekali mas, ada puluhan, lebih dari 50an,.. silahkan baca buku ritual bidah yang ditulis oleh ustadz abdul hakim bin amir abdat,..jelas sekali disitu, bidah-bidah yang dilakukan kaum muslimin di indonesia,

    Mas, perlu anda ketahui, hukum ibadah itu mengikuti contoh Rasulullah,
    Asal hukum ibadah itu haram, sebelum ada dalil yang menyuruh untuk mengerjakannya,.. jadi amalan yang tidak ada contohnya sama sekali, ya sudah jelas keharamannya,… dan termasuk ke dalam perbuatan bidah,…

    Oh iya, apa itu wahabi? bisa dibaca disini: https://aslibumiayu.net//tag/wahabi

  5. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.
    Pak dalam pengembaraan saya didunia maya,menemukan situs yang melarang mengikuti WAHABI. yang isinya sangat meresahkan pikiran saya diantara isinya adalah :
    Jauhi Muslim or id Sebelum anda Terjerumus Faham Wahabi
    Kasihan,kesal,marah bercampur dalam hati saya,saat saya tau ada salah satu tetangga saya yang mempunyai pemahaman Wahabi hanya gara-gara Internet.

    Saya coba usut kenapa dia bisa begitu ternyata dia sering ngaji ke Situs Muslim or id

    Situs Muslim Or Id memang berfaham wahabi dan sangat membahayakan,seperti kaum wahabi yang lain mereka tidak segan segan mengkafirkan orang lain yang tidak sependapat dengan mereka,termasuk Al Imam Al Ghazali juga tidak lepas dari fitnah keji mereka.
    Jadi mohon dengan sangat,buat saudara saudaraku seiman,janganlah berkunjung kesana,karena itu sangat membahayakan anda sendiri,apalagi sampai mengaji.

    Mengaji kok di Internet,mengaji itu haruslah musyafahah biar ilmu yang anda dapat itu bagus.
    kalau di internet,jangankan musyafahah,kenal sama gurunya tidak,itu masih belum seberapa,bagaimana kalau yang anda kaji bukan orang yang ‘alim (bukan ahlinya)?.apalagi kalau sampai beraliran sesat seperti wahabi dan syi’ah,anda akan semakin jauh melenceng dari ajaran islam.
    Sekian sedikit informasi dari Pengamat Islam.Terima kasih atas kunjungannya.

    NB: yang berfaham wahabi tidak usah berdebat,karena saya kenal gaya debat anda.
    Perdebatan yang ngelantur kemana mana tidak ada ujungnya.lebih baik anda bertaubat,dan kembalilah kepada alqur’an dan alhadits yang sebenarnya.tinggalkan faham ibnu taimiyah,abdul wahhab,utsaimin,nashiruddin albani dan ulama’ ulama’ sesat wahabi lainnya. mohon pencerahannya.
    Jazakullahu khairan.
    Wassalamu`alikum warohmatullah wabarokatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Begitulah sudah merupakan sunnatullah, banyak orang yang tidak senang terhadap dakwah rasul, dakwah kepada tauhid yang di usung oleh muslim.or.id dan yg semisalnya, lalu mereka menyematkan julukan2 jelek,.

    Sebenarnya mudah saja,. tunjukkan SATU BUKTI saja bahwa web tsb, atau di blog saya yang katanya kita SUKA MENGKAFIRKAN,.. silahkan datangkan satu bukti tersebut, silahkan copaskan,atau kasih linknyaa,.

    Pasti mereka tidak akan sanggup, jadi tuduhan mereka itu NOL BESAR,. dan kita begitu mudah mendatangkan bukti justru mereka para pembenci dakwah ini dengan mudahnya mengkafirkan saudaranya yg masih muslim, bahkan di blog ini juga ada, komentar2 mereka yang itu adalah bentuk pengkafiran kepada sesama muslim, contoh dengan komentar , bagimu agamamu, dan bagiku agamaku,. mereka ga sadar, ini adalah kalimat pengkafiran,. sebab ayat tsb ditujukan kepada orang kafir, tapi diucapkan kepada sesama muslim,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*