Ziarah Kubur Koq Dibilang “SYIRIK!” Ada-ada saja

Kubur Makam Keluarga Nggak Pernah Diziarahi Apalagi Makam Wali Ngalap Berkah Di Makam Keramat Ngalap Berkah Ke Kuburan Pembagian Ziarah

Di Indonesia fenomena ziarah kubur banyak kita jumpai, sebut saja makam para Wali Songo, sebagai (orang-orang yang turut) menyebarkan agama Islam di Indonesia, tidak pernah sepi dari para peziarah. Tapi di sisi lain ada yang menyebutkan bahwa kegiatan ini termasuk syirik. Nah loh, oleh karena hal itu kita pelajari bersama-sama secara mendalam. Kenapa? karena syirik kita sepakati adalah dosa yang paling besar (seperti tersebut dalam AlQuran dan Hadits), lebih besar daripada membunuh.

Kuburan merupakan salah satu ajang kekufuran dan kesyirikan di masa jahiliyah. Terbukti hal yang demikian dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

أَفَرَأَيْتُمُ الاَّتَ وَالْعُزَّى وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ اْلأُخْرَى أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ اْلأُنْثَى تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيْزَى

“Apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-’Uzza dan Manat yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah). Apakah patut untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah anak perempuan. Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.” (An-Najm: 19-22)

Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: “Allah Subhanahu wa Ta’ala mencerca kaum musyrikin dengan peribadatan mereka kepada patung-patung, tandingan-tandingan bagi Allah dan berhala-berhala, di mana mereka memberikan rumah-rumah untuk menyaingi Ka’bah yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Bagaimana pendapat kalian tentang Al-Lata”. Al-Lata adalah sebutan untuk batu yang terukir di mana di atasnya dibangun rumah dan berada di kota Thaif. Ia memiliki kelambu dan juru kunci dan di sekitarnya terdapat halaman yang diagungkan oleh penduduk Thaif, yaitu kabilah Tsaqif dan yang mengikuti mereka. Mereka berbangga-bangga dengannya di hadapan seluruh kabilah Arab kecuali Quraisy.”

Kemudian beliau berkata: “Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, Mujahid, Rabi’ bin Anas mereka membaca (الاَّتَ) dengan ditasydidkan taa (تَّ) dan mereka menafsirkannya dengan: “Seseorang yang mengadoni gandum untuk para jamaah haji di masa jahiliyyah. Tatkala dia meninggal, mereka i’tikaf di kuburannya lalu menyembahnya.”

Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah mengatakan: Telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata tentang firman Allah “Al-Latta dan Al-’Uzza.”: “Al-Latta adalah seseorang yang menjadikan gandum untuk para jamaah haji.” (Tafsir Ibnu Katsir, 4/35, lihat Tafsir Al-Qurthubi, 9/66, Ighatsatul Lahfan, 1/184)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Al-Latta dengan bacaan ditasydidkan huruf taa adalah bacaan Ibnu ‘Abbas berdasarkan bacaan ini berarti isim fa’il (bentuk subyek) dari kata ‘latta’ (yang berbentuk) patung, ini asalnya adalah seseorang yang mengadoni tepung untuk para jamaah haji yang dicampur dengan minyak samin lalu dimakan oleh para jamaah haji. Tatkala dia mati, orang-orang i’tikaf di kuburnya lalu mereka menjadikannya sebagai berhala.” (Qaulul Mufid, 1/253)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Termasuk dari tipu daya setan yang telah menimpa mayoritas orang sehingga tidak ada seorangpun yang selamat-kecuali orang-orang yang dipelihara oleh Allah- yaitu “Apa-apa yang telah dibisikkan para setan kepada wali-walinya berupa fitnah kuburan.” (Ighatsatul Lahfan, 1/182)

Yang mengawali terjadinya fitnah besar ini adalah kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam sebagaimana telah diberitakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang mereka:

قَالَ نُوْحٌ رَبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوْا مَنْ لَمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلاَّ خَسَارًا وَمَكَرُوْا مَكْرًا كُبَّارًا وَقَالُوْا لاَ تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلاَ تَذَرُنَّ وَدًّا وَلاَ سُوَاعًا وَلاَ يَغُوْثَ وَيَعًوْقَ وَنَسْرًا وَقَدْ أَضَلُّوْا كَثِيْرًا وَلاَ تَزِدِ الظَّالِمِيْنَ إِلاَّ ضَلاَلاً

“Nuh berkata: Ya Rabbku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka. Dan melakukan tipu daya yang amat besar. Dan mereka berkata jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kalian dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa’, Yaghuts, Yauq dan Nasr. Dan sesungguhnya mereka menyesatkan kebanyakan manusia. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.” (Nuh: 21-24)

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dalam riwayat Al-Bukhari menyatakan: “Mereka adalah nama-nama orang shalih dari kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam. Ketika orang-orang shalih itu mati, tampillah setan menyampaikan kepada orang-orang agar mendirikan di majelis-majelis mereka gambar orang-orang shalih tersebut dan namakanlah dengan nama-nama mereka! Orang-orang pun melakukan hal tersebut dan belum disembah, sampai ketika mereka meninggal dan ilmu semakin dilupakan, maka gambar-gambar itu pun disembah.”

Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan: “Bukan hanya satu ulama salaf yang mengatakan: ‘Mereka adalah orang-orang shalih dari kaum Nuh. Tatkala mereka meninggal, orang-orang i’tikaf di kubur-kubur mereka lalu membuat patung-patung tersebut hingga masa yang sangat panjang, lalu menjadi sesembahan.” Kemudian beliau mengatakan: “Mereka telah menghimpun dua fitnah yaitu fitnah kubur dan fitnah menggambar.” (Ighatsatul Lahfan, 1/184)

Loh kok disamain sih, kan orang zaman dahulu menyembah patung, itu jelas-jelas perbuatan syirik?

Sisi persamaan disini pada pengagungan yang berlebihan terhadap orang yang sholeh. Awalnya mereka para orang shalih tidak disembah. Seperti juga keadaan makam-makam yang dianggap keramat, bermacam-macam tanggapan orang. Ada yang hanya digunakan sebagai tempat berdoa kepada Allah, mencari barokah, mencari petunjuk, mensucikan pusaka, selamatan, dan banyak yang lainnya. Coba kita cermati dan renungkan.

Kan di kuburan kita tidak beribadah kepada kuburan itu, hanya berdoa kepada Allah.

Mari kita baca hadits-hadits berikut ini:

Hadits Abu Martsad Al Ghanawi, Rasulullah bersabda:

لاَتُصَلُّوا إِلَى الْقُبُور

“Janganlah kalian shalat menghadap ke kubur.” (HR. Muslim)

Hadits Anas bin Malik:

أَنَّ النَّبِيَّ نَهَى عَنِ الصَّلاَةِ بَيْنَ الْقُبُورِ

“Sesungguhnya Nabi Muhammad melarang shalat diantara kuburan-kuburan.” (HR. Al Bazzar no. 441, Ath Thabrani di Al Ausath 1/280)

Hadits Abu Sa’id Al Khudri

الأََرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ

“Bumi dan seluruhnya adalah masjid kecuali kuburan dan kamar mandi.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah)

لاَتَجْعَلُوا بُيُوْتَكُمْ قُبُوْرًا وَلاَ تَجْعَلُوا قَبْرِيْ عِيْدًا وَصَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ تَبْلُغُنِيْ حَيْثُ كُنْتُمْ

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan dan jangan pula kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat yang selalu dikunjungi. Karena di manapun kalian bershalawat untukku, akan sampai kepadaku.” (HR. Abu Dawud)

Dan jenis perbuatan ini pun juga masuk dalam larangan sabda Rasulullah :

لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيآئِهِمْ مَسَاجِدَ

“Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashara karena mereka menjadikan kuburan nabi mereka sebagai masjid-masjid.” (HR. Al-Bukhari, 3/156, Muslim, 2/67 dan lainnya)

Karena makna menjadikan kuburan sebagai masjid mencakup membangun masjid di atas kuburan dan juga mencakup menjadikan kuburan sebagai tempat sujud (ibadah) ataupun berdo’a walaupun tidak ada bangunan di atasnya. Kecuali berdo’a untuk si mayit, karena inilah yang dianjurkan dalam agama. (Lihat Ahkamul Jana’iz hal. 279 karya Asy Syaikh Al Albani dan Al Qaulul Mufid 1/396)

Ketika berdoa di kuburan, kami hanya menjadikan para wali sebagai perantara (tawasul) kepada Allah.

Jika perbuatan ini benar, niscaya tidak akan ditinggal oleh para shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kuburan imam para Rasul yaitu Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka tentu akan berlomba-lomba untuk melakukannya dan tentu akan teriwayatkan dari mereka setelah itu. Berdasarkan sisi ini jelas bahwa perbuatan ini diada-adakan, termasuk perkara baru dan merupakan satu kebid’ahan di dalam agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُناَ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang melakukan satu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka dia tertolak.” (HR. Muslim dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha).

Loh ada syariat Rasulullah untuk berziarah kubur…!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ ، فَزُوْرُوْهَا لِتَذْكِرِكُمْ زِيَارَتُهَا خَيْراً

“Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, (kini) berziarahlah, agar ziarah kubur itu mengingatkanmu berbuat kebajikan.” (HR. Ahmad, hadits sahih)

“Ziarahilah kuburan karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan kepada kematian.”(Muslim)

Memang benar bahwasanya Rasulullah mensyariatkan untuk ziarah kubur, tapi dari hadits-hadits diatas kita bisa menyimpulkan bahwa tujuan dari ziarah kubur adalah mengingatkan kepada kematian, mendoakan si mayit, dan amalan sunnah lainnya. Bukan untuk sholat, membaca Al-Quran, berdoa untuk dirinya dengan perantara si mayit, menabur bunga, memberikan sesaji, dan hal-hal yang dilarang lainnya.

Aku (‘Aisyah) berkata : “Apa yang harus aku ucapkan kepada mereka (penghuni kuburan) wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Katakanlah : Semoga keselamatan tercurah bagi para penghuni kuburan ini dari kalangan Mukminin dan Muslimin. Dan semoga Allah merahmati orang yang terdahulu dan orang yang belakangan dari kita. Dan kami Insya Allah akan menyusul kalian.” (HR. Muslim, An Nasa’i, Abdurrazzaq, dan Ahmad)

لاَ تُصَلُّوْا إِلَى الْقُبُوْرِ وَ لاَ تَجْلِسُوْا عَلَيْهَا

“Janganlah kalian shalat menghadap kuburan dan jangan pula duduk di atasnya.” (HR. Muslim)

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Dan hendaklah mereka melakukan tha’waf di sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah, Ka’bah).” (AI-Hajj: 29). Tidak thawaf di kuburan.

لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِيْ تـُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

“Jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)

وَلا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَنْفَعُكَ وَلا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ (١٠٦)

“Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim.” (Yunus: l06)

(Orang-orang yang zhalim adalah musyrikin).

Dilarang membangun di atas kuburan atau menulis sesuatu dari Al-Quran atau syair di atasnya. Sebab hal itu dilarang,

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk mengapur kuburan, duduk di atasnya dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim, 3/62, Ibnu Abi Syaibah 4/134, At-Tirmidzi 2/155, dishahihkan oleh Al-Imam Ahmad, 3/339 dan 399).

Cukup meletakkan sebuah batu setinggi satu jengkal, untuk menandai kuburan. Dan itu sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika meletakkan sebuah batu di atas kubur Utsman bin Mazh’un, lantas beliau bersabda,

أَتَعَلـَّمُ عَلَى قَبْرِ أَخِيْ

“Aku memberikan tanda di atas kubur saudaraku.” (HR. Abu Daud, dengan sanad hasan).

لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيآئِهِمْ مَسَاجِدَ

“Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani karena mereka menjadikan kuburan nabi mereka sebagai sebagai masjid-masjid.” (HR. Al-Bukhari, 3/156, 198 dan 8/114, Muslim, 2/67, Abu ‘Awanah, 1/399, Ahmad, 6/80, 121, 255 dan lainnya)

Kalau begitu kafir dong yang suka ziarah di makam-makam wali dan tempatnya di neraka.

Eits…, tunggu dulu. Untuk menghukumi seseorang secara khusus kafir butuh tahapan dan tidak asal dia melakukan perbuatan kekafiran langsung dicap kafir, siapa yang melakukan bid’ah dicap ahlul bid’ah. Harus diteliti terlebih dahulu apakah pelakunya sudah diingatkan atau belum.

Terlebih lagi masalah neraka dan syorga ini adalah rahasia Allah, bahkan kepada orang non-Islam yang masih hidup kita tidak boleh berkata “kamu masuk neraka!”, karena bisa saja di akhir hidupnya dia bertaubat dan diampuni dosa-dosanya oleh Allah.

***
Sumber: http://mumtazanas.wordpress.com/2007/12/03/ziarah-kubur-kok-dibilang-syirik/

—————————-

Bukti kesyirikan: “Ngalap” Berkah di Makam Walisongo

“Sebagai orang suci yang dianggap keramat oleh sebagian masyarakat, keberadaan makam Walisongo tidak lepas dari mitos. Konon, bila orang punya tujuan tertentu berziarah ke makam Walisongo, doa-doanya akan dikabulkan.”

”Orang yang ingin mendapat ilmu biasanya berziarah ke makam Sunan Kalijaga, mendapat harta pergi ke makam Sunan Kudus, dan bila ingin mendapat kedudukan berziarah ke makam Raden Fatah,” ungkap Soleh, salah satu penjaga makam Raden Fatah di halaman Masjid Agung Demak.” (Silakan klik):
http://www.infogue.com/viewstory/2009/08/18/_ngalap_berkah_di_makam_walisongo/?url=http%3A%2F%2Fregional.kompas.com%2Fread%2Fxml%2F2009%2F08%2F18%2F12003639%2Fngalap.berkah.di.makam.walisongo

Catatan Terkait:
ZIARAH KUBUR ANTARA YANG SUNNAH & BID’AH

Abu Muhammad Herman

dinukil dari : http://abangdani.wordpress.com

Print Friendly, PDF & Email

Pengertian Ziarah Kubur Bukan Karna Menyembah Kuburan Perbuatan Syirik Di Bali Salah Kaprah Menuduh Berziarah Kubur Dgn Menuduh Syirik Sholat Sunnah Masuk Masjid Sirik Kah Kalau Kita Ngalap Berkah Kekuburan Keramat

11 Comments

  1. Mbokzo udah jgn nyebar provokasi

    Knp sich hari gini msh usil dg fhman lain?
    Apa gak sbaiknya memper eret ukhuwah islamiyah

    Terimakasih mas asif,
    sopo sing nyebar provokasi mas, mas,..
    lha wong ngejelaske ajaran sing bener2 diajarke rasulullah, ngingetaken kaum muslimin dari bahaya bidah, kok disebut memprovokasi?
    mbok ya mikir tho mas,.
    Ukhuwah bisa terjalin jika kita menghidupkan sunnah rasulullah, dan meninggalkan semua kebidahan, itulah ukhuwah yg hakiki, bukan ukhuwah yg semu,

    Mustahil akan terjalin ukhuwah diatas bidah, jika itu terjadi, itu bukanlah ukhuwah yg hakiki, tapi ukhuwah yg semu, dan sudah terbukti, tdk ada ukhuwah diantara kelompok2 yang menyeru kepada kebidahan,

    • Mustahil akan terjalin ukhuwah diatas bidah. Kalau menjalin ukhuwah dengan orang kafir (la’natullah ‘alayhim) itu hal yang sangat pantas dan dipuji.

      Salah besar, ukhuwah diatas bidah saja mustahil, apalagi ukhuwah dengan orang kafir, ini lebih sangat mustahil lagi, dan orang islam tidak boleh ada kecintaan kepada orang kafir, karena mereka adalah musuh-musuh Allah,.

  2. Saya jadi terpikir sejarah Hancurnya berhala/patung di sekitar Ka’bah. Apa bisa dibenarkan–mungkin ini sebagai gerakan yang keras–ada sekelompok orang yang/massa bergerak serentak menghancurkan bangunan bangunan di tempat tempat yang disalah gunakan sebagai kegiatan mengangung agungkan kuburan kuburan yang ada di Jawa terutama? Kalau saya mendukung demi lurusnya dan selamatnya para umat Islam di Jawa/Indonesia….

    Terimakasih mas abdul,
    Yang berhak melakukan tindakan seperti itu adalah penguasa/pemerintah, bukan kelompok jamaah tertentu,atau ustadz atau ormas tertentu, sebab itu hak pemerintah,
    Sebagaimana ketika jaman Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, itu yang melakukan adalah pemerintah atas dasar dakwahnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab untuk memberantas kesyirikan, sebagaimana dulu Rasulullah memerintahkan kepada Ali bin Abi Thalib untuk meratakan kuburan:
    Dari Abu Al-Hayyaj Al-Asadi dia berkata: Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku:
    أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ
    “Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.” (HR. Muslim no. 969)

    Adapun jika bertindak sendiri meratakan kuburan yang dibangun oleh kaum muslimin, maka ini menyalahi anjuran rasulullah, kecuali jika kita berkedudukan sebagai penguasa

  3. Kalau yang berhak dan dibenarkan /sesuai ajaran Rosul cuma penguasa/pemerintah…saya berkesimpulan sangat sulit kalau pemerintah masih sperti sekarang,
    Mungkin bisa terjadi / kita harapkan tempat2 yang penuh kessyirikan itu diratakan dengan tanah kalau landasan negara kita Islam (negara Islam). Bagaimana pendapat mas?

    Terimakasih mas abdul,
    Pemerintah adalah cerminan dari rakyatnya, para pemimpin adalah cerminan dari rakyatnya
    Kenapa pemerintah seperti itu? karena rakyatnyapun tdk jauh dari pemimpinnya, kita bisa melihat, betapa banyak rakyat yang tidak taat agama, padahal ktpnya islam, banyak org islam yang tidak shalat,korupsi,jadi maling,dan maksiat-maksiat lainnya, belum lagi kalau melihat wanita muslimahnya, berapa juta yang tidak menutup auratnya,..
    solusi dari semua itu, dimulai dari diri kita sendiri, lalu keluarga kita,kemudian tetangga, dari lingkup yang kecil, mari kita mempelajari ajaran islam yang benar, yaitu ajaran islam dengan pemahaman para sahabat,..
    Mudah2an dari generasi muda yg kita didik dengan pemahaman islam yang benar, akan lahir calon2 pemimpin yang beriman dan bertakwa,

    Cuma dengar dengar Negara Islam Indonesia (NII) penuh dengan hal hal yang tidak benar. Tidak benar menurut pemerintah/penguasa atau salah menurut ajaran Rosul? Wah….saya jadi bingung tidak bisa berbuat tegas, mendukung NII konon tidak benar…bagaimana mas ya?

    NII adalah salah satu kelompok sempalan yang berbahaya dan menyesatkan,
    mendirikan negara dalam negara (negara bawah tanah) dan ini tidak ada dalam islam,
    Memang mereka ingin mendirikan negara islam, tapi mereka sendiri tidak punya bekal/memiliki pemahaman islam yang benar, sehingga yang timbul adalah penyimpangan demi penyimpangan,. dan ini sudah memakan banyak korban,
    Alhamdulillah banyak saudara2 kita yang taubat dan keluar dari aliran NII ini,
    Postingan tentang NII sudah pernah saya tampilkan, silahkan baca disini

    Merekapun memiliki pesantren yang begitu megah, silahkan lihat postingannya disini

  4. assalamuailaikum wr.wb..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    afwan, sy mau nanya dikit 🙂
    apakah do’a2 yg kita panjatkan bisa sampai kepada org yg meninggal..??

    Silahkan berdoa kebaikan utk kaum muslimin yg sudah meninggal, berdoa dimana saja, tidak mesti datang kekuburannya, bisa dalam shalat kita, diwaktu-waktu yg mustajab, baik berdoa dengan doa yg diajarkan oleh rasulullah,ataupun doa dengan bahasa sendiri

    apakah Rosulullah pernah mencontohkan sholat untuk jenazah..??

    Rasulullah mengajarkan cara shalat berjamaah, silahkan lihat disini caranya

    videonya bisa dilihat disini

    klo iya Rosulullah pernah mencontohkan bagaimana bacaan lengkap sholat jenazah ??

    silahkan lihat video ini

    http://www.youtube.com/watch?v=OJPiDYnBZtY

    terima kasih …
    sekali lagi afwan sy baru belajar…

    sama-sama,.mudah-mudahan bermanfaat

  5. Sip..! Oke bgt ulasannya. Tapi sy jadi bingung,ibadah yg ga diajakarkan Rasul bid’ah jadi ngaji kayak gini bid’ah juga donk.kan ga ada tuntunanya dah gitu kita pakai google yg buatan kafir lagi.apa beda ga sama kita belajar belajar ke kecina? Mohon penjelasan dan dasar hadistnya

    Terimakasih Cah angon, angon apa kye?
    Sarana ibadah bukanlah bidah, sama saja seperti masjid2 yg ada di indonesia, jaman nabi masjid tidak seperti itu, apakah itu bidah juga? tentu tidak, demikian pula berdakwah atau ngaji lewat internet,dengerin ceramah pakai hape,lihat ceramah di televisi,denger radio, itu semua adalah sarana ibadah,.atau urusan dunia saja, dan urusan dunia adalah boleh, sebelum ada dalil yg melarangnya,

    Untuk lebih jelasnya silahkan baca saja artikel yg disini

    • Yang suka dengan ziarah kubur dan tahlilan, kalau meninggal ya diziarahi dan ditahlilkan.
      yang tidak suka, kalu meninggal ya tidak usah diziarahi dan ditahlilkan.
      Simple like this…
      Coba difikir, apakah sifat Allah Taala tidak penyayang dan pengasih? Sehingga tidak sampai doa tahlilan itu kepada roh di kuburan??
      Apakah Rasulullah begitu tega memvonis bidah pada umatnya?
      Coba bayangkan ketika hidup di jaman Kanjeng Nabi Muhammad SAW, para shahabat setiap hari duduk dan berjumpa dengan Rasulullah, sehingga bisa bermaulid setiap hari dengan melihat akhlak Rasulullah.
      Sedangkan kita, membahas semua bidah saja, tetapi tidak dibahas bagaimana Kanjeng Nabi berakhlak kepada sesama… apakah kalian tidak tau sifat2 dari Allah dan RasulnNya? sehingga membatasi sifat2 Allah, mengarahkan sifat2 Allah sesuai dengan pikiran kalian

      Terimakasih mas moko atas komentarnya
      Justru karena sayangnya nabi Muhammad kepada umatnya, maka nabi muhammad mewanti2 kepada umatnya agar tidak terjerumus kedalam perbuatan bidah,. kenapa?
      Karena bidah adalah kegelapan di hari kiamat,
      Karena bidah penyebab kita diusir dari telaga rasulullah,
      Karena bidah adalah kesesatan,
      Karena bidah lebih dicintai oleh IBLIS,

      Silahkan baca postingan tentang bahaya bidah, dan dampaknya, baca disini

      Sudah sedemikian sayangnya rasulullah kepada umatnya, kok ya masih ada umatnya yang ngeyel terhadap warning dari rasulullah tersebut,
      Bukan rasulullah tega memvonis bidah kepada umatnya, tapi ada sebagian umatnya yang menyelisihi anjuran rasulullah tersebut, sehingga malah melanggar anjuran rasulullah,. ini sungguh dua hal yang sangat berbeda,.

      Rasulullah mengatakan, semua umatku akan masuk surga, KECUALI YANG ENGGAN,. lho, kok ada umat rasulullah yang ENGGAN MASUK SURGA? Siapa mereka? Silahkan baca artikel ini

    • Hati2 klo anda menuduh bid ah,sebab klo salah maka akan kembali ke anda sendiri.Adakah dalil nabi saw yg mengharamkan ziarah kubur?

      Anda hanya mengambil sepotong ungkapan hanya karena ungkapan di kuburan wali mendatangkan rejeki,dll. Sehingga datang ke makam diharamkan. Anda tidak meneruskan perkataan “atas ijin ALLAH”. Justru pendapat andalah yg berpotensi membuat hukum baru mengharamkan ziarah.

      Terimakasih, siapa yg mgharamkan ziarah kubur?
      Dibaca dulu dong dgn teliti, mana kata2 pgharaman ziarah kubur, jgn mngambil sepotong-sepotong,.. silahkan dibaca lg ya mas,dan tuliskan disini kata2 pgharaman ziarah kubur yg anda maksud

  6. Lantas mendoakan orang yg sudah meninggal sesuai dengan tuntunan nabi itu sperti apa? syukron..

    Cara mendoakan orang tua yang sudah meninggal atau yang masih hidup sangat mudah, kita doakan saja ketika kita shalat, yaitu diwaktu ruku dan sujud, atau sebelum salam,

    Atau mendoakan orang tua ketika kita selesai shalat tahajjud, dan disaat2 mustajab lainnya, tidak harus kita datang ke kuburannya,. doa darimana saja bisa, Allah maha mendengar doa,

  7. pak, jika dulu pernah menonoton vidio porno skrang tdk. tapi kita berusaha untuk melepasnya tpi masih sulit…

    Terimakasih kang dede, sudah komentar disini,.
    Berusahalah terus , sebab dampak menonton film porno sangat berbahaya, bahkan menjadi benih kehancuran saat berumah tangga nanti,
    Anda akan merasa hambar, karena hal yang istimewa sudah tidak istimewa lagi di mata anda,
    Apa yang anda lihat di video, yg semuanya dipenuhi nafsu setan, terlihat begitu menggiurkan, tapi ketika anda menikah, wujud nyata yang bukan film akan terasa biasa, bahkan mungkin anda akan terpuaskan dengan yang ada di film2 tersebut,.
    Belum lagi dampak lain adalah tidak bisa memuaskan pasangan, ejakulasi dini, juga bayangan-bayangan yang membuat anda hidup diatas khayalan,
    Oleh karena itu, buanglah semua sarana tersebut,. jangan tergoda dengan bujuk rayu setan,.
    Akibat film porno, lihat kisah nyata di postingan ini

    Dampak mengerikan bagi pecandu film porno, silahkan klik disini

    Film porno juga pemicu timbulnya perzinahan, pemerkosaan, dan pelecahan seks lainnya, dan jika sampai berbuat zina, sungguh zina itu adalah hutang, keluarga anda sebagai tebusannya, silahkan baca postingan ini

    pak, bagaimana bila kita sering kentut tak beraturan,kecing seperti ada sisa , kita sering ganti pakaian , bahkan wudhu berulang ulng. saya terasa capek dan putus asa ustadz dgn apa yang saya derita ini.. bagimna cara saya supaya melakukan ibadah degan kesulitan yang saya alami…??

    Kang dede, Islam itu mudah, juga indah,. apa yang anda alami, islam pun sudah mengaturnya, silahkan anda baca postingan ini, klik disini , dan mudah-mudahan anda tidak bingung lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*