CARA Menggerak-gerakan JARI ketika tasyahud

TRANSKRIP :

menggerakan telunjukTahrîk al-Ishba’ (menggerakkan jari telunjuk) sebagaimana yang ditunjukkan oleh guru kami al-Albânî rahimahullâhu. Saya pernah shalat di samping beliau pada suatu hari, lalu aku menggerakkan jari (telunjukku) seperti ini. Saya melakukannya seperti ini (yaitu menaikturunkan jari telunjuk. Lihat video pada detik 0:18-0:20, pen). Lalu, setelah kami selesai sholat, beliau (Syaikh al-Albânî) berkata kepadaku :

هل قرأت شيئا يوفق هذه الحركة؟

“Apakah Anda pernah membaca sesuatu yang mendukung gerakan seperti ini?”

Subhânallôh. Saya benar-benar terkesan dengan adab (etika) syaikh rahimahullôhu terhadapku. Beliau tidak dengan serta merta mengkritik diriku atau perkataanku, (dengan mengatakan) “apa yang kamu lakukan?”… tidak!!! Namun beliau bertanya kepadaku, apakah saya memiliki sandaran/dasar di dalam melakukan gerakan seperti ini (yaitu naik dan turun).

Saya mengatakan, “tidak, hanya saja saya pernah membacanya di dalam buku Anda, Shifat Sholâh an-Nabî, bahwa Nabi Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam biasa menggerakkan (jari telunjuknya), maka saya pun turut menggerakkan (jari telunjukku).” Beliau (Syaikh al-Albânî) mengatakan : “Tidak, hal ini (gerakan yang Anda lakukan) namanya bukanlah tahrîk (menggerakkan jari telunjuk) namun namanya adalah al-Khafdh war Raf’u (mengangkat dan menurunkan jari telunjuk).” Namanya apa? Namanya adalah al-Khafdh war Raf’u.

Lantas saya bertanya, “bagaimana cara saya menggerakkannya wahai guru kami?”. Beliau menjawab “beginilah caranya”, yaitu beliau meletakkan jarinya di atas lutut dan mengarahkan jari telunjuknya ke arah kiblat, seperti ini (lihat menit 1:04, pen) lalu beliau menggerakkan jari (telunjuknya) secara kuat di tempatnya (harokatan syadidatan fî makânihi). Bukan menggerakkannya naik turun sehingga berpaling dari kiblat. Namun, (lakukanlah) seperti ini (lihat menit ke 1:11-1:14), jari telunjuk mengarah ke kiblat lalu gerakkan secara kuat seperti ini (lihat menit ke 1:14-1:17).

Beginilah sifat tahrîk (menggerakkan) jari telunjuk sebagaimana yang pernah saya lihat dari guru kami, al-Albânî rahmatullâhu ‘alaihi.

10 pemikiran pada “CARA Menggerak-gerakan JARI ketika tasyahud”

  1. jadi yang benar menurut sunnah rasulullah adalah yang menggerak-gerakan telunjuk di waktu tasyahud?

    Insya Allah itu berdasarkan dalil yg shahih, wallahu a’lam..

    Balas
  2. Assalamu’alaikum Warohmatullahi wabarokatuh…. Mana videonya akh? minta lnk download…

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, tinggal buka saja akhi, di web youtube, jika antum buka dgn firefox, install dulu add on buat download videonya, nanti akan muncul opsi download video tsb,.. jazakallahu khairan,..

    Balas
  3. Assalaamualaikum
    Apa hukum menggerakkan telunjuk ini wajib?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    hukm menggerakannya itu sunnah, .. dan melakukan isyarat ini sejak awal tahiyat, bukan setelah baca syahadat,.,

    Balas
  4. Min, mau nanya, terus menggerakkan jarinya diakhiri pas kapan?
    Sebelum salam atau pas salam juga masih gerakin? Trims.

    Pas salam berhenti,

    Balas
  5. Assalamualaikum
    Mw tx mas, saat salam apakah telunjuk tetap menunjuk kearah kiblat atau diturunkan dan saya sring melihat shalat berjamaah saat salam membuka telapak tangan??

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,

    Saat salam baru isyarat telunjuk selesai, dan ketika salam tidak usah membuka telapak tangan, itu tidak ada ajarannya dari rasulullah, alias bidah

    Balas
  6. Aslm admin, menggerakkan jari telunjuk pas bunyi syahadatnya atau mulai bacaan tasyahud (attahiyatul mubarokatu……)? Trim’s.

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Saat mulai baca tasyahud hingga akhir,

    Balas
  7. kalau tidak menggerakkan jari waktu tahiyat, boleh tidak?

    Disunnahkan menggerakan jari telunjuk saat tahiyat, dari awal hingga salam

    Balas

Silahkan tinggalkan komentar di sini