• Wed. Jul 15th, 2020

ASLIBUMIAYU.NET

Bisa Karena Terbiasa

Petunjuk PRAKTIS Tatacara Shalat Yang Diajarkan Oleh Rasulullah

sifat-shalat-nabi-darul-haq

Cara Shalat yang diajarkan oleh Nabi yang dinukilkan dari buku Sifat Shalat Nabi yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam buku Ringkasan yang PRAKTIS.

Pertama : Menghadap Kiblat

Wajib menghadap kiblat baik dalam shalat Fardhu atau shalat Sunnah

Kewajiban menghadap kiblat gugur dalam shalat khauf dan saat perang berkecamuk.

Kewajiban gugur bagi yang tidak mampu menghadap ke arahnya seperti orang sakit,di atas bahtera, kendaraan umum atau pesawat bila dia khawatir waktu shalat habis.

Wajib bagi yang menyaksikan ka’bah untuk menghadap langsung ke ka’bah, dan bagi yang tidak menyaksikan cukup menghadap ke arahnya saja.

Kedua : Berdiri

Berdiri bagi yang mampu, jika tidak mampu berdiri boleh sambil duduk, jika tidak mampu boleh sambil berbaring.

Boleh shalat di kapal laut atau pesawat udara dengan cara duduk, jika khawatir akan jatuh.

Wajib Menghadap Sutrah dan mendekat padanya.

Sutrah adalah apa yang diletakkan didepan orang yang shalat sebagai pembatas agar orang lain tidak bisa lewat di depannya.

لا تصل إلا إلى سترة ولا تدع أحدا يمر بين يديك فإن أبى فلتقاتله فإن معه القرين

“Janganlah engkau shalat kecuali menghadap sutrah dan janganlah engkau membiarkan seseorang lewat di depanmu, bila dia menolak, maka lawanlah dia karena bersamanya ada qarin.’ Maksudnya setan.

Sutrah harus setinggi satu atau dua jengkal dari permukaan tanah, berdasarkan sabda nabi :

إذا قام أحدكم يصلي فإنه يستره إذا كان بين يديه مثل آخرة الرحل

“Bila seseorang dari kalian meletakkan di depannya seperti sandaran pelana, maka silahkan shalat dan tidak usah peduli dengan sipa yang lewat di belakangnya.”

Jarak antara tempat sujud dengan sutrah seukuran domba bisa lewat.

Diantara peranan sutrah adalah ia menjaga shalat seseorang dari orang atau sesuatu yang lewat di depannya, sebab jika tidak memakai sutrah, shalat bisa terputus jika ada yang lewat di depannya seperti wanita dewasa, keledai dan anjing hitam.

Ketiga : N I A T

Orang yang hendak shalat wajib meniatkan shalat yang hendak didirikannya, seperti shalat fardhu atau sunnah, dan ini adalah syarat dan rukun shalat.

Adapun MELAFADZKAN NIAT dengan lisan, maka itu adalah BID’AH yang menyelisihi sunnah, dan tidak ada seorangpun dari para imam yang diikuti oleh para pentaklild yang mengatakannya.

Keempat : T a k b i r

Memulai shalat dengan UCAPAN takbir yaitu Allaahu Akbar

Ini adalah RUKUN SHALAT  , berdasarkan sabda Nabi :

 

مفتاح الصلاة الطهور وتحريمها التكبير وتحليلها التسليم

“Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya adalah takbir (ucapan Allaahu Akbar), dan yang menghalalkannya adalah salam”

Mengangkat Kedua Tangan dan Tata Caranya

Mengangkat kedua tangan bersamaan dengan takbir, atau sebelumnya, atau sesudahnya, itu semua diriwayatkan secara shahih dalam as-Sunnah

Mengangkat kedua tangan dengan jari-jemari tangan terbentang.

Menjadikan kedua tangannya SEJAJAR dengan kedua pundaknya, dan terkadang mengangkat keduanya lebih tinggi hingga sejajar dengan DAUN TELINGA.

Meletakkan kedua tangan dan tatacaranya

Meletakkan tangan kanan pada tangan kiri selepas takbir, ini termasuk SUNNAH para Nabi dan Rasulullah memerintahkan para Sahabat untuk melakukannya, maka TIDAK BOLEH melepaskan kedua tangannya.

Meletakkan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri, atau pergelangan atau lengan.

Terkadang tangan kanan menggenggam tangan kiri.

Tempat meletakkan kedua tangan

Meletakkan kedua tangan di dada saja, laki-laki dan perempuan dalam hal ini sama saja.

Tidak boleh meletakkan tangan kanan di atas pinggang.

Khusyu’ dan Memandang ke Tempat Sujud

Orang shalat hendaknya khusyu’ dan menjauhi hal yang dapat melalaikannya seperti hiasan-hiasan dan ukiran-ukiran di dinding. Tidak shalat saat makanan terhidang sementara dia berhasrat kepadanya, tidak shalat dalam keaadaan menahan buang air kecil dan buang air besar.

Pandangan ke arah tempat sujud.

Tidak boleh menoleh ke kanan dan ke kiri , sebab itu adalah curian setan kepada orang yang sedang shalat.

Tidak boleh mengangkat pandangannya ke langit.

Membaca Doa Istiftah

Doa istiftah yang diajarkan oleh Rasulullah ada yang ringkas dan ada yang panjang bacaannya.

Berikut contoh doa istiftah yang ringkas

      سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Subhaanakallaahumma wabihamdika, watabaarakasmuka, wata’aalaa jadduka, walaa ilaaha ghairuka.

“Maha suci engkau ya Allah. Aku memujiMu, memberkahi namaMu, maha tinggi kebesaranMu, dan tidak ada illah yang berhak disembah selainMu” [HR. Abu Dawud no. 776, At-Tirmidzi no. 243, dan yang lainnya; shahih].

Perintah dari Rasulullah diriwayatkan secara SHAHIH maka sepatutnya dijaga.

Untuk macam-macam bacaan doa istiftah bisa dilihat di postingan ini, dan kebanyakan doa istiftah yang dibaca oleh kaum muslimin di indonesia adalah bacaan yang paling panjang tapi tidak dibaca hingga akhir,  baca di sini macam-macam doanya.

Kelima : M e m b a c a

Memohon perlindungan kepada Allah dari setan ,hukumnya WAJIB dan meninggalkannya BERDOSA.

Bacaan ta’awudz : 

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dari godaannya, kesombongannya dan nafatsnya.

Di saat lain mengucapkan :

          أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

Aku berlindung kepada Allah Yang maha mendengar lagi maha mengetahui.

Kemudian membaca BASMALAH secara pelan baik dalam shalat jahriyah (yang bacaannya dikeraskan) atau dalam shalat Sirriyah ( shalat yang bacaannya dipelankan )

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Membaca Surat Al-Fatihah

Membaca surat Alfatihah dan basmalah itu termasuk bagian dari bacaan Alfatihah. Hukum membaca Alfatihah itu WAJIB , dan tidak SAH shalat jika tidak membaca alfatihah.

Membaca Alfatihah ayat per ayat.

Jika belum bisa membaca Alfatihah karena belum menghafalnya , bisa membaca :

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ إِلَهَ إِلا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلا بِاللهِ

Subhaanallaahi wal-hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Walaa haula walaa quwwata illaa billaah

“Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”

Bacaan Makmum terhadap Surat Alfatihah

Makmum WAJIB membaca surat Alfatihah dalam shalat SIRRIYAH , dan jika shalat JAHRIYAH makmum membaca jika tidak mendengar bacaan imam, adapun jika mendengar, maka makmum menyimak bacaan imam.

Bacaan Sesudah al- Fatihah

Disunnahkan membaca surat lain setelah alfatihah

Membaca Surat Alfatihah dalam setiap Rakaat

WAJIB membaca surat Alfatihah di setiap rakaat.

Imam tidak boleh memanjangkan bacaan surat yang akan memberatkan makmum.

Membaca dengan jahr ( KERAS ) dan sirr ( PELAN )

Bacaan JAHR dilakukan pada shalat shubuh, jum’at,idul fitri, idul adha,istisqa,kusuf,dan dua rakaat shalat maghrib dan isya.

Bacaan SIRR dilakukan pada shalat dzuhur, ashar,rakaat ketiga shalat maghrib, dan dua rakaat akhir shalat isya.

Membaca Alquran dengan TARTIL

Disunnahkan membaca dengan tartil, bukan cepat dan tergesa-gesa, tapi bacaan yang jelas huruf demi huruf, menghiasi alquran dengannnya, melagukannya sesuai kaidah tajwid, bukan melagukan menurut irama yang dibikin-bikin dan bukan pula menurut kaidah-kaidah musik.

Mengoreksi bacaan Imam

Disyariatkan bagi MAKMUM untuk mengoreksi bacaan IMAM ketika bacaan imam KELIRU.

Keenam : R u k u k

Ketika selesai membaca surat, maka diam sesaat sekedar untuk mengambil nafas, lalu mengangkat kedua tangan seperti saat takbiratul ihram.

Bertakbir yaitu membaca lafadz Allaahu Akbar , lalu rukuk dalam kadar waktu yang cukup bagi persendiannya untuk menetap dengan tenang dan setiap anggota tubuhnya kembali pada posisinya. Ini adalah RUKUN.

Tata cara Rukuk

Meletakkan kedua tangannya pada kedua lututnya, memantapkan kedua tangan kepada kedua lututnya, merenggangkan jari-jemarinya, seolah-olah dia menggenggam kedua lututnya. Semua ini WAJIB

Memanjangkan dan membentangkan punggunya, sehingga seandainya air disirmkan ke atasnya, niscaya ia diam. Ini Wajib.

Tidak menundukkan kepala , namun tidak pula mendongakkannya, akan tetapi posisi kepalanya lurus dengan punggungnya.

Menjauhkan kedua sikunya dari kedua pinggangnya.

Membaca :

 سُبْحَانَ رَبِّيَّ الْعَظِيْمِ

Subhaana Rabbiyal-‘Adhiim (tiga kali atau lebih )

“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung”

Menyamakan Rukun-Rukun

Termasuk Sunnah menyamakan di antara rukun-rukun dalam urusan PANJANGNYA, yakni menjadikan rukuk, bangkit dari rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud hampir sama lamanya.

I’tidal dari Rukuk

Bangun dari rukuk, yaitu mengangkat tulang sulbinya dari rukuk. Ini adalah Rukun

Saat i’tidal mengucapkan :

 سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Allah mendengar siapa yang memujiNya

Membacanya itu WAJIB

Mengangkat kedua tangan seperti saat takbiratul ihram

Berdiri dengan tegak dan tenang sehingga setiap tulang mengambil posisinya. Ini RUKUN.

Setelah berdiri tegak mengucapkan :

رَبَنَا لَكَ الْحَمْدُ

Wahai Tuhan kami, dan bagiMu segala puji

Ini wajib dibaca oleh setiap orang yang shalat termasuk makmum, karena ini adalah dzikir saat berdiri, adapun ucapan  سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ itu dzikir saat i’tidal.

Menyamakan kadar lamanya berdiri ini dengan saat lamanya rukuk.

Ketujuh : S u j u d

Kemudian bertakbir , yaitu mengucapkan Allaahu Akbar

Mengangkat kedua tangan , namun ini dilakukan kadang-kadang.

Turun Sujud dengan bertumpu pada Tangan

Turun sujud dengan bertumpu pada kedua tangannya sebelum kedua lututnya. Inilah yang diperintahkan oleh Rasulullah dan diriwayatkan secara shahih dari perbuatan Nabi, dan beliau melarang kita meniru menderumnya unta, dimana unta menderum dengan bertumpu pada kedua lututnya yang ada pada kedua kaki depannya.

Saat sujud bertumpu di atas kedua telapak tangannya dan membentangkan keduanya. Ini adalah Rukun

Merapatkan jari jemari kedua tangannya

Menghadapkan keduanya ke kiblat.

Meletakkan kedua telapak tangannya sejajar dengan kedua pundaknya.

Terkadang meletakannya sejajar dengan kedua telinganya.

Mengangkat kedua tangannya dari tanah, dan tidak membentangkannya di atas tanah layaknya anjing. Dan ini Wajib.

Meletakkan hidung dan keningnya di atas tanah dengan mantap, ini adalah Rukun.

Meletakkan kedua lutut dan ujung jari jemarinnya di atas tanah dengan mantap, menegakkan kedua tapak kaki, Semua ini adalah Wajib.

Menghadapkan ujung jari jemari kaki ke kiblat dan merapatkan kedua tumit.

I’tidal saat sujud

Wajib i’tidal saat sujud, yaitu bertumpu secara seimbang pada semua ( TUJUH ) anggota sujud yaitu kening bersama hidung sekaligus, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari jemari kedua kaki.

Barangsiapa i’tidal dalam sujudnya seperti di atas, maka dia telah berthu’maninah ( tenang ) dengan yakin, dan thu’maninah ini adalah RUKUN.

Dalam sujud membaca :

سُبْحَانَ رَبِّيَّ الْأَعْلَى

Subhaana rabbiyal-a’laa , dibaca 3 x atau lebih

“Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi”

Dianjurkan memperbanyak doa saat sujud, karena itu keaadan yang mustajab.

Menjadikan lama sujudnya seperti lamanya rukuk

Boleh sujud di atas tanah dan di atas pembatas antara tanah dengan kening seperti kain, karpet,tikar, atau yang sepertinya.

TIDAK BOLEH membaca ALQURAN saat sujud.

Iftirasy dan Iq’a di antara dua sujud

Bangkit dari sujud dengan mengangkat kepala sambil bertakbir. Ini adalah Wajib

Kemudian duduk dengan thu’maninah hingga setiap tulang kembali ke posisinya. Ini adalah Rukun.

Membentangkan kaki kirinya dan mendudukinya. Ini adalah Wajib.

Menegakkan telapak kaki kanannya dan menghadapkan jari jemari telapak kaki kanan ke kiblat.

Boleh duduk Iq’a’ kadang-kadang, yaitu menegakkan kedua telapak kakinya dan merapatkan keduanya, lalu duduk di atas kedua tumitnya.

Membaca :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ، وَارْحَمْنِيْ، وَاجْبُرْنِيْ، وَارْفَعْنِيْ، وَعَافِنِيْ، وَارْزُقْنِيْ

Allaahummagh-firlii warhamnii wajburnii warfa’nii wa’aafinii warzuqnii

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, hiburlah aku dalam musibahku, angkatlah derajatku, selamatkanlah  aku, dan berilah aku rizki”.

Bisa juga mengucapkan doa yang lebih ringkas

 رَبِّ اغْفِرْ لِيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ

Rabbighfirlii rabbighfirlii

“Wahai Tuhanku, ampunilah aku, Wahai Tuhanku ampunilah aku”

Memanjangkan lamanya duduk ini seperti lamanya sujud.

Sujud Kedua

Lalu bertakbir dan bersujud dan melakukan seperti saat sujud pertama. Ini adalah Rukun.

Duduk Istirahat

Lalu bertakbir dan bangkit dari sujud , dan ini Wajib hukumnya.

Sebelum bangkit berdiri, dia duduk sesaat di atas kaki kirinya dengan seimbang sehingga setiap anggota tubuh mengambil posisinya.

Rakaat Kedua

Bangkit ke rakaat kedua dengan bertumpu pada kedua tangannya dengan cara mengepal ke tanah / lantai seperti sedang membuat adonan. Ini adalah RUKUN.

Lalu di rakaat kedua melakukan hal-hal seperti saat rakaat pertama, tanpa membaca doa istiftah.

Menjadikan bacaan di rakaat kedua lebih pendek dari rakaat pertama.

Duduk Tasyahud

Selesai dari rakaat kedua , maka melakukan duduk tasyahud. Ini adalah WAJIB.

Cara duduknya seperti duduk di antara dua sujud atau duduk iftirasy. Dan duduk tasyahud ini TIDAK BOLEH dengan cara duduk Iq’a.

Meletakkan telapak tangannya pada paha dan lutut kanannya dan ujung sikunya yang kanan di atas pahanya, tidak menjauhkan dari pahanya.

Membentangkan telapak tangann kirinya di atas paha dan lultunya yang kiri.

Tidak boleh duduk dengan bertumpu pada tangannya, khususnya tangan kiri.

Menggerakkan jari dan melihat kepadanya

Menggenggam semua jari jemari telapak tangan kanan dan meletakkan ibu jarinya pada jari tengahnya di waktu yang lain.

Di lain waktu membentuk lingkaran dengan ibu jari dan jari tengahnya.

Menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah kiblat.

Mengarahkan pandangan mata ke jari telunjuknya.

Menggerak-gerakkan jari telunjuk, berdoa dengan berisyarat dengannya dari awal tasyahud hingga akhir.

Tidak menunjuk dengan telunjuk jari tangan kiri.

Melakukan hal tersebut pada semua tasyahud.

Lafadz Tasyahud dan Doa Setelahnya.

Tasyahud ini WAJIB hukumnya, jika terlupa maka wajib sujud syahwi.

Membaca tasyahud dengan suara perlahan , cukup didengar  oleh diri sendiri saja, berikut lafadznya :

 اَلتَّحِيَّاتُ للهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلاَمُ عَلَى النَّبِيِّ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

At-tahiyyaatu lillaah, wash-shalawaatu wath-thayyibaat, as-salaamu ‘alannabiyyi warahmatullaahi wabarakatuh, as-salaamu ‘alaina wa’alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiin, asyhadu al-laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh

“Segala penghormatan hanya milik Allah, begitu juga doa-doa dan perkataan-perkataan yang baik. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada Nabi, begitu juga rahmat Allah dan berkahNya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Sesudah tasyahud membaca Shalawat untuk Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, lafadznya :

 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidum-majiid. Allaahumma baarik alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiima, innaka hamiidum-majiid

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahiim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberik keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia”

Bila ingin yang lebih meringkas bisa mengucapkan :

اللهم صل على محمد و على آل محمد وبارك على محمد و على آل محمد كما صليت وباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita wa baarokta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid.

Ya Allah , limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad , dan berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana engkau telah melimpahkan shalawat dan memberi keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Untuk macam-macam shalawat yang diajarkan oleh Nabi bisa dibaca di postingan ini

Rakaat  Ketiga dan Keempat

Kemudian bertakbir ini Wajib, dan disunnahkan bertakbir saat dalam posisi duduk.

Bangkit ke rakaat ketiga. Ini adalah Rukun seperti rakaat sesudahnya.

Melakukan hal yang sama manakala hendak bangkit ke rakaat keempat, dan sebelum bangkit hendaknya duduk sesaat di atas kaki kirinya secara seimbang sehingga setiap tulang mengambil posisinya, lalu bangkit dengan bertumpu pada kedua tangannya sebagaimana saat berdiri ke rakaat kedua.

Kemudian membaca Alfatihah dalam rakaat ketiga dan keempat, ini Wajib.

Kadang-kadang menambah bacaan satu ayat atau lebih sesudah Alfatihah.

Tasyahud Akhir dan Tawarruk

Duduk untuk asyahud akhir ini hukumnya Wajib, dan bacaan tasyahud akhir ini sama seperti tasyahud awal.

Posisi duduk Tawaruk itu membentangkan pangkal paha kirinya ke tanah, mengeluarkan kedua telapak kakinya dari satu arah dan memposisikan telapak kaki kiri di bawah betis kanannya.

Menegakkan telapak kaki kanannya, terkadang boleh membentangkannya.

Telapak tangan kirinya menggenggam lututnya dan bertumpu padanya.

Wajib membaca Shalawat Nabi dan memohon perlindungan pada Allah dari Empat Perkara

Membaca shalawat seperti shalawat yang dibaca pada tasyahud awal .

Hendaknya memohon perlindungan dari empat perkara dengan membaca :

 اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil-qabri wa min fitnatil-mahyaa wal-maaati wa min syarri fitnatil-masiihid-dajjaal

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa api neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal”

Doa Sebelum Salam

Berdoa untuk kebaikan diri sendiri dengan apa yang shahih dari Al-quran dan as-sunnah, dan ia berjumlah banyak, bila tidak menghafal sebagian darinya, maka berdoa dengan apa yang mudah baginya yang bermanfaat dalam agama dan dunianya.

Salam dan bentuk-bentuknya

Salam dengan menengok ke kanan, hingga terlihat pipi kanannya dan ini adalah Rukun

Menengok ke kiri hingga terlihat pipinya yang kiri.

Imam mengeraskan suara salamnya.

Bentuk-bentuk Salam

an menoleh ke kanan dan ke kiri, sehingga aku melihat putih pipi beliau” [HR. Muslim no. 582].

عن عائشة أن النبي صلى اللَّه عليه وسلم كان يسلم في الصلاة تسليمة واحدة تلقاء وجهه يميل إلى الشق الأيمن شيئا

Dari ’Aisyah radliyallaahu ’anhaa : “Bahwasannya Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam pernah melakukan satu kali salam (yaitu ke kanan tanpa ke kiri) dalam shalatnya. Beliau memiringkan wajahnya sedikit ke sebelah kanan” [HR. At-Tirmidzi no. 296; shahih].

Ada beberapa macam cara salam dalam shalat, yaitu :

  • Assalaamu ’alaikum warahmatullaahi wabaraakatuh , ke kanan» dan Assalaamu ’alaikum warahmatullah ke kiri
  • Sama, tapi tanpa wa barakaatuh
  • Assalaamu ’alaikum warahmatullaah , ke kanan» dan Assalaamu ’alaikum ke kiri
  • Mengucapkan salam sekali dengan tetap menghadap ke depan, namun menoleh ke kanan sedikit.

Sumber : Dari buku terjemahan yang berjudul Buku Praktis SIFAT SHALAT NABI yang ditulis oleh Syaikh Nashiruddin al-Albani

Ingin mendapatkan buku ini ?

Bisa pesan dengan menulis format BPS_nama anda_alamat (sebutkan nama kecamatan)

Kirim ke wa center web aslibumiayu di 0812 1207 0001

Sebaiknya beli lebih dari satu buku agar bisa dihadiahkan kepada kerabat anda, 1 kg paket muat 5 buku 

Buku ini bentuknya seperti buku saku, sehingga bisa dibawa kemana-mana, praktis.