Yasinan: Bid’ah yang Dianggap Sunnah

yasinan“Ayo pak kita yasinan di rumahnya pak RT!” Kegiatan yang sudah menjadi tradisi di masyarakat kita ini biasanya diisi dengan membaca surat Yasin secara bersama-sama. Mereka bermaksud mengirim pahala bacaan tersebut kepada si mayit untuk meringankan penderitaannya.

Timbang-timbang, daripada berkumpul untuk bermain catur, kartu apalagi berjudi, kan lebih baik digunakan untuk membaca Al-Qur’an (khususnya surat Yasin).

Memang sepintas jika dipertimbangkan menurut akal pernyataan itu benar namun kalau dicermati lagi ternyata ini merupakan kekeliruan.

Al-Qur’an untuk Orang Hidup

Al-Qur’an diturunkan Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad shollallahu’alaihi wa sallam sebagai petunjuk, rahmat, cahaya, kabar gembira dan peringatan. Maka kewajiban orang-orang yang beriman untuk membacanya, merenungkannya, memahaminya, mengimaninya, mengamalkan dan berhukum dengannya. Hikmah ini tidak akan diperoleh seseorang yang sudah mati.

Bahkan mendengar saja mereka tidak mampu. “Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang mati itu mendengar.” (Terjemah An-Nahl: 80).

Allah Ta’ala juga berfirman di dalam surat Yasin tentang hikmah tersebut yang artinya, “Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan supaya dia memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup.” (Yasin: 69-70).

Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya seseorang itu tidak akan menanggung dosa seseorang yang lain dan bahwasanya manusia tidak akan memperolehi ganjaran melainkan apa yang telah ia kerjakan.” (An-Najm: 38-39). Berkata Al-Hafizh Imam Ibnu Katsir rohimahulloh: “Melalui ayat yang mulia ini, Imam Syafi’i rohimahulloh dan para pengikutnya menetapkan bahwa pahala bacaan (Al-Qur’an) dan hadiah pahala tidak sampai kepada orang yang mati, karena bacaan tersebut bukan dari amal mereka dan bukan usaha mereka.

Oleh karena itu Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memerintahkan umatnya, mendesak mereka untuk melakukan perkara tersebut dan tidak pula menunjuk hal tersebut (menghadiahkan bacaan kepada orang yang mati) walaupun hanya dengan sebuah dalil pun.”

Adapun dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan surat Yasin jika dibaca secara khusus tidak dapat dijadikan hujjah. Membaca surat Yasin pada malam tertentu, saat menjelang atau sesudah kematian seseorang tidak pernah dituntunkan oleh syari’at Islam. Bahkan seluruh hadits yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Yasin tidak ada yang sahih sebagaimana ditegaskan oleh Al Imam Ad Daruquthni.

Islam telah menunjukkan hal yang dapat dilakukan oleh mereka yang telah ditinggal mati oleh teman, kerabat atau keluarganya yaitu dengan mendo’akannya agar segala dosa mereka diampuni dan ditempatkan di surga Alloh subhanahu wa ta’ala. Sedangkan jika yang meninggal adalah orang tua, maka termasuk amal yang tidak terputus dari orang tua adalah do’a anak yang sholih karena anak termasuk hasil usaha seseorang semasa di dunia.

Biar Sederhana yang Penting Ada Tuntunannya

Jadi, tidak perlu repot-repot mengadakan kenduri, yasinan dan perbuatan lainnya yang tidak ada tuntunannya dari Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam. Bahkan apabila dikaitkan dengan waktu malam Jum’at, maka ada larangan khusus dari Rosululloh shollalohu’alaihi wa sallam yakni seperti yang termaktub dalam sabdanya,

“Dari Abu Hurairah, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam: Janganlah kamu khususkan malam Jum’at untuk melakukan ibadah yang tidak dilakukan pada malam-malam yang lain.” (HR. Muslim).

Bukankah lebih baik beribadah sedikit namun ada dalilnya dan istiqomah mengerjakannya dibanding banyak beribadah tapi sia-sia? Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beramal yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka ia tertolak.” (HR. Muslim).

Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala melindungi kita semua dari hal-hal yang menjerumuskan kita ke dalam kebinasaan. Wallohu a’lam bishshowab.

***

Penulis: Muhammad Ikrar Yamin
Artikel www.muslim.or.id

Print Friendly, PDF & Email

8 Comments

  1. Assalamu’alaikum warohmatulloh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    ana mau tanya ni..ada yang menyampaikan ke ana tentang hujjah yasinan dimalam jum’at, dia menggunakan dalil
    hadist pertama
    Barangsiapa yang mandi seperti mandi junub pada hari Jum’at kemudian pergi ke masjid, maka seakan dia berkorban unta badanah. Barang siapa yang berangkat pada jam kedua, ia bagaikan berkorban sapi. Barang siapa berangkat Jumpat pada jam ketiga, ia bagaikan berkorban kambing. Barangsiapa berangkat Jum’at pada jam keempat, ia bagaikan berkorban ayam. Barangsiapa berangkat Jumpat pada jam keilma, ia bagaikan berkorban telor. Apabila imam keluar, maka datanglah malaikat mendengarkan dzikir. Hadits Bukhari

    Itu bukan dalil tuk yasinan di malam jumat, itu adalah dalil untuk bersegera pergi ke masjid untuk menghadiri shalat jumat, berikut ini bunyi hadits dan penjelasannya

    Di dalam ash-Shahiihain (Shahiih al-Bukhari dan Shahiih Muslim) disebutkan, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda

    مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَـا قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَـامِسَةِ فَكَأَنَّمَـا قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ اْلإِمَـامُ حَضَـرَتِ الْمَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

    “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at seperti mandi junub kemudian dia berangkat ke masjid, maka seakan-akan dia berkurban dengan unta. Barangsiapa berangkat pada waktu kedua, maka seakan-akan dia berkurban dengan sapi. Barangsiapa berangkat pada waktu ketiga, maka seakan-akan dia berkurban dengan kambing yang bertanduk. Barangsiapa berangkat pada waktu keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan ayam. Dan barangsiapa berangkat pada waktu kelima, maka seakan-akan dia berkurban dengan telur. Jika imam (khatib) telah datang, maka Malaikat akan hadir untuk mendengarkan Khutbah.” [Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 881) dan Muslim (no. 850).]

    Maksudnya, para Malaikat itu menutup lembaran catatan pahala bagi mereka yang terlambat sehingga tidak mendapatkan pahala yang lebih bagi orang-orang yang masuk masjid (di saat khatib sudah naik mimbar). Pengertian tersebut diperkuat oleh hadits berikut ini:

    Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dinilai hasan oleh al-Albani. Dari Abu Ghalib, dari Abu Umamah, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    تَقْعُدُ الْمَلاَئِكَةُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ مَعَهُمُ الصُّحُفُ يَكْتُبُونَ النَّاسَ فَإِذَا خَرَجَ اْلإِمَامُ طُوِيَتِ الصُّحُفُ قُلْتُ: يَا أَبَا أُمَامَةَ لَيْسَ لِمَنْ جَاءَ بَعْدَ خُرُوجِ اْلإِمَامِ جُمُعَةٌ؟ قَالَ: بَلَى وَلَكِنْ لَيْسَ مِمَّنْ يُكْتَبُ فِي الصُّحُفِ

    “Pada hari Jum’at para Malaikat duduk di pintu-pintu masjid yang bersama mereka lembaran-lembaran catatan. Mereka mencatat orang-orang (yang datang untuk shalat), di mana jika imam (khatib) telah datang menuju ke mimbar, maka lembaran-lembaran catatan itu akan ditutup.”

    Lalu kutanyakan, “Hai Abu Umamah, kalau begitu bukankah orang yang datang setelah naiknya khatib ke mimbar berarti tidak ada Jum’at baginya?”
    Dia menjawab, “Benar, tetapi bukan bagi orang yang telah dicatat di dalam lembaran-lem-baran catatan.” [Hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (no. 21765) dan selainnya yang dinilai hasan oleh al-Albani di dalam kitab Shahiih at-Targhiib (no. 710).]

    hadist kedua
    Hari terbaik adalah hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam diciptakan. Orang masuk sorga, Dan keluar dari neraka. Hari kiamat terjadi pada hari Jum’at. HR Muslim

    Ini juga bukan dalil tuk yasinan malam jumat,

    hadist ketiga
    Hari Jumat adalah hari yang paling utama. Maka, perbanyaklah shalat pada hari itu.
    hadits riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah dan Nasa’i

    Ini juga bukan dalil tuk yasinan malam jumat,

    tolong penjelasannya …Jazakallahu

    sunnah -sunnah di hari jumat ,

    • berati menurut smmpean mendoakan orang yg sudah mati itu sia2 ya

      terimakasih mas Aan,
      siapa yang mengatakan mendoakan orang mati itu sia-sia?
      Mendoakan saudara kita yang muslim dan tidak mati diatas kesyirikan, itu dianjurkan, akan bermanfaat doa tersebut,…

      TAPI….

      ADA tapinya,.
      Berdoanya dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah,.
      Bukan dengan cara dan ritual yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah,.
      silahkan anda berdoa kapan saja, tidak dibatasi waktu dan tempat yang Rasul tidak membatasinya,. bebas,. ngga perlu nunggu di hari ke 7,10,40,dst,, dan ngga perlu ngumpul-ngumpul sambil baca dzikir2 tertentu,. ini yang tidak diperbolehkan,. karena tidak ada perintahnya dari Rasulullah,.

      catet ya,.. Bukan berdoanya yang dilarang,.

      • Sebelum kita berani mengatakan bahwa tahlilan dan yasinan adalah bid’ah,ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui/mencari tahu devinisi Bid’ah menurut para ‘ulama, kemudian kita mencari tahu devinisi tahlilan dan yasinan,setelah kita tahu devinisi keduanya baru kita menyimpulkan apakh tahlilan dan yasinan termasuk bid’ah dholalah,atau sunnah.?
        DEVINISI BID’AH
        Imam Syafi’i rahimahullah,seorang ‘ulama besar pendiri madzhab syaafi’iyyah,mendefinisikan, bid’ah sbb,
        ﻣﺎ ﺃﺣﺪﺙ ﻳﺨﺎﻟﻒ ﻛﺘﺎﺑﺎ ﺃﻭ ﺳﻨﺔ ﺍﺃﻭ ﺃﺛﺮﺍ ﺃﻭ ﺍﺟﻤﺎﻋﺎ , ﻓﻬﺬﻩ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔ ﺍﻟﻀﻼﻟﺔ . ﻭﻣﺎ ﺃﺣﺪﺙ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ , ﻻ ﺧﻼﻑ ﻓﻴﻪ ﻟﻮﺍﺣﺪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺻﻮﻝ , ﻓﻬﺬﻩ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﻏﻴﺮ ﻣﺬﻣﻮﻣﺔ .
        “ Bid’ah adalah apa-apa yang diadakan yang menyelisihi kitab Allah dan sunah-NYA, atsar, atau ijma’ maka inilah bid’ah yang sesat. Adapun perkara baik yang diadakan, yang tidak menyelisihi salah satu pun prinsip-prinsip ini maka tidaklah termasuk perkara baru yang tercela.”
        Imam Ibnu Rojab rahimahullah dalam kitabnya yang berjudul “ Jami’ul Ulum wal Hikam “ mengatakan bahwa bid’ah adalah,
        ﻣﺎ ﺃُﺣْﺪِﺙَ ﻣﻤَّﺎ ﻻ ﺃﺻﻞ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﻳﺪﻝُّ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻓﺄﻣَّﺎ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺃﺻﻞٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺮﻉ ﻳﺪﻝُّ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻓﻠﻴﺲ ﺑﺒﺪﻋﺔٍ ﺷﺮﻋﺎً ، ﻭﺇﻥْ ﻛﺎﻥ ﺑﺪﻋﺔً ﻟﻐﺔً ،
        “ Bid’ah adalah apa saja yang dibuat tanpa landasan syari’at. Jika punya landasan hukum dalam syari’at, maka bukan bid’ah secara syari’at, walaupun termasuk bid’ah dalam tinjauan bahasa.”
        Dalam definisi bid’ah yang dikemukakan oleh para ulama’ di atas, bukankah bisa difahami bahwa perkara baru atau perkara yang tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW itu dibagi dua yaitu perkara baru yang sama sekali tidak ada dasarnya dalam syare’at dan perkara baru yang ada dasarnya dalam syare’at. Ibnu Rojab menegaskan bahwa perkara baru yang ada dasarnya dalam syare’at, itu tidak bisa dikatakan bid’ah secara syare’at walaupun sebenarnya ia termasuk bid’ah secara bahasa, dan jika suatu amalan dianggap bid’ah secara bahasa,tapi tidak secara syare’at,maka amalan tersebut boleh dilakukan,selagi tidak ada nash yang nyata nyata melarangnya.
        Setelah kita tahu devinisi bid’ah menurut para ‘ulama,sekarang mari kita lihat devinisi tahlilan dan yasinan.

        Terimakasih,.
        Berdasarkan penjelasan diatas,. TAHLILAN DAN YASINAN,. itu tidak ada dasar hukumnya, atsar dari sahabat, atau IJMA sahabat,.
        Jadi TAHLILAN DAN YASINAN Ini adalah bukan perkara baik, tapi termasuk perkara baru yang diadakan, dan ini tercela,
        TAHLILAN DAN YASINAN tidak ada contohnya dari Rasulullah,.tidak ada landasan hukumnya,
        Lalu ada yang menjadikan YASINAN DAN TAHLILAN ini sebagai syariat?.. ini adalah perbuatan yang tercela,.

        DEFINISI TAHLILAN DAN YASINAN
        Kata Tahlilan berasal dari bahasa Arab tahliil (ﺗَﻬْﻠِﻴْﻞٌ ) dari akar kata:
        ﻫَﻠَّﻞَ – ﻳُﻬَﻠِّﻞُ – ﺗَﻬْﻠِﻴْﻼ
        yang berarti mengucapkan kalimat: ﻻَﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ . Kata tahlil dengan pengertian ini telah muncul dan ada di masa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, sebagaimana dalam sabda beliau:
        ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺫَﺭٍّ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺳُﻠَﺎﻣَﻰ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻓَﻜُﻞُّ ﺗَﺴْﺒِﻴﺤَﺔٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻭَﻛُﻞُّ ﺗَﺤْﻤِﻴﺪَﺓٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻭَﻛُﻞُّ ﺗَﻬْﻠِﻴﻠَﺔٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻭَﻛُﻞُّ ﺗَﻜْﺒِﻴﺮَﺓٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻭَﺃَﻣْﺮٌ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻭَﻧَﻬْﻲٌ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻭَﻳُﺠْﺰِﺉُ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺭَﻛْﻌَﺘَﺎﻥِ ﻳَﺮْﻛَﻌُﻬُﻤَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻀُّﺤَﻰ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ
        “ Dari Abu Dzar radliallahu ‘anhu, dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau bersabda: “Bahwasanya pada setiap tulang sendi kalian ada sedekah. Setiap bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap bacaan tahmid itu adalah sedekah, setiap bacaan TAHLIL itu adalah sedekah, setiap bacaan takbir itu adalah sedekah, dan amar ma’ruf nahi munkar itu adalah sedekah, dan mencukupi semua itu dua rakaat yang dilakukan seseorang dari sholat Dluha.” (Hadits riwayat: Muslim).
        sedangkan yasinan adalah acara membaca surat yasin yang biasanya juga dirangkai dengan tahlilan. Di kalangan masyarakat Indonesia istilah tahlilan dan yasinan populer digunakan untuk menyebut sebuah acara dzikir bersama, doa bersama, atau majlis dzikir. Singkatnya, acara tahlilan, dzikir bersama, majlis dzikir, atau doa bersama adalah ungkapan yang berbeda untuk menyebut suatu kegiatan yang sama, yaitu: kegiatan individual atau berkelompok untuk berdzikir kepada Allah SWT, Pada hakikatnya tahlilan/yasinan adalah bagian dari dzikir kepada Allah SWT
        2. Dalil-dalil tentang dzikir bersama
        ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺍﻟْﺨُﺪْﺭِﻱِّ ﻗَﺎﻝَ ﻣُﻌَﺎﻭِﻳَﺔُ ﺇِﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺧَﺮَﺝَ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﻠْﻘَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻣَﺎ ﺃَﺟْﻠَﺴَﻜُﻢْ .؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺟَﻠَﺴْﻨَﺎ ﻧَﺬْﻛُﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻫَﺪَﺍﻧَﺎ ﻟِﻠْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﻭَﻣَﻦَّ ﺑِﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ . ﻗَﺎﻝَ : ﺁﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺃَﺟْﻠَﺴَﻜُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﺫَﺍﻙَ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺃَﺟْﻠَﺴَﻨَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺫَﺍﻙَ . ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻣَﺎ ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﻢْ ﺃَﺳْﺘَﺤْﻠِﻔْﻜُﻢْ ﺗُﻬْﻤَﺔً ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻪُ ﺃَﺗَﺎﻧِﻲ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮَﻧِﻲ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻳُﺒَﺎﻫِﻲ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔَ . ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﻭ ﻣﺴﻠﻢ ﻭ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭ ﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ
        “ Dari Abu Sa’id al-Khudriy radliallahu ‘anhu, Mu’awiyah berkata: Sesungguhnya Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam pernah keluar menuju halaqah (perkumpulan) para sahabatnya, beliau bertanya: “Kenapa kalian duduk di sini?”. Mereka menjawab: “Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah dan memujiNya sebagaimana Islam mengajarkan kami, dan atas anugerah Allah dengan Islam untuk kami”. Nabi bertanya kemudian: “Demi Allah, kalian tidak duduk kecuali hanya untuk ini?”. Jawab mereka: “Demi Allah, kami tidak duduk kecuali hanya untuk ini”. Nabi bersabda: “Sesungguhnya aku tidak mempunyai prasangka buruk terhadap kalian, tetapi malaikat Jibril datang kepadaku dan memberi kabar bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla membanggakan tindakan kalian kepada para malaikat”. (Hadits riwayat: Ahmad, Muslim, At-Tirmidziy dan An-Nasa`iy).
        Jika kita perhatikan hadits ini, dzikir bersama yang dilakukan para sahabat tidak hanya sekedar direstui oleh Nabi Muhammad SAW, tetapi Nabi juga memujinya, karena pada saat yang sama Malaikat Jibril memberi kabar bahwa Allah ‘Azza wa Jalla membanggakan kreatifitas dzikir bersama yang dilakukan para sahabat ini kepada para malaikat.

        Nah, dari penjelasan diatas,. ada pertanyaan,.
        Siapa yang lebih paham tentang TAHLIL? tentu Rasulullah,
        Siapa yang lebih paham setelah Rasulullah? Tentu para Sahabat,.
        Siapa yang lebih paham setelah para Sahabat? Tentu para tabiin,.
        Siapa yang lebih paham setelah para Tabiin? TEntu para tabiut Tabiin,.

        Pertanyaan berikutnya,..
        Apakah Rasulullah melakukan TAHLILAN DAN YASINAN????… jawabnya,.. TIDAK PERNAH,. walaupun sekali,.
        Ingat, TAHLILAN disini yang dimaksud adalah TAHLILAN KEMATIAN, dan YASINAN disini yang dimaksud baca khusus surat yasin di waktu tertentu,. ini tidak pernah diamalkan oleh Rasulullah,.
        Apakah para Sahabat pernah melakukannya??.. jawabnya,. TIDAK PERNAH ,.
        Apakah para Tabiin pernah melakukannya??.. jawabnya,. TIDAK PERNAH ,.
        Apakah para Tabiut Tabiin pernah melakukannya??.. pernah melakukannya??.. jawabnya,. TIDAK PERNAH ,.

        Nah, manusia-manusia terbaik saja tidak pernah melakukan amalan TAHLILAN DAN YASINAN,. lah kok ada orang yang jauh hidupnya dari masa rasulullah mengatakan TAHLILAN DAN YASINAN itu adalah kebaikan???
        Ini adalah kelancangan terhadap Rasulullah,.

        Tidak beradab kepada Rasulullah, mendahului Allah dan Rasulnya,.
        Makanya ini rahasianya, kenapa IBLIS lebih menyukai orang yang mengamalkan amalan BIDAH dari pada ahli maksiat,.
        BIDAH ITU MAKSIAT, tapi MAKSIAT BELUM TENTU BIDAH,. ulasannya bisa dilihat di postingan ini

  2. ,assalamualikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    pa,,asli orang,,mana..???

    indonesia kan…

    Terimakasih atas komentarnya , asli mana? seprti nama blog ini, aslibumiayu, saya asli bumiayu, indonesia

    lebih baik anda apa para wali songo…???

    nenek moyang ente juga ,,,pasti kenal walisongo..???

    wali itu ,,sudah waro,,,,jgn ragu???

    Betul, makanya baca disini, sejarah walisanga, mereka mendakwahkan dakwah salafus shalih, mereka tidak mendakwahkan ritual kebidahan, baca disini ya? monggo

    tapi ente begitu yakin sama ulama albani…???

    yasinan itu dari jaman wali sudah ada,,,,,salam…

    aduh,,,,,gegabah ente…

    Siapa yang mengikuti ulama albani? kita hanya mengikuti dalil-dalil dari Alquran dan hadits yang shahih, bukan mengikuti person tertentu,
    Jika apa yang disampaikan oleh syaikh albani itu sesuai dengan dalil yang shahih, maka kita ikuti, perkaranya mudah,

    Walisanga juga bukan tauladan kita, tauladan kita adalah rasulullah, jika ada amalan para wali yang menyelisih ajaran rasulullah yang shahih, maka ditinggalkan amalan tersebut mas,..

    Jika ada perintahnya dari rasulullah, maka kita kerjakan,..

    Mana dalilnya jika amalan tersebut adalah perintah rasulullah, tunjukan, kalau anda bisa menunjukannya,

    Atau jika itu benar ajaran para wali, mana dalilnya, kalau itu betul-betul diajarkan oleh para wali tersebut,..

    jangan ngarang-ngarang sendiri, kalau itu adalah ajaran para wali, nanti bisa dianggap berdusta atas nama wali, kan repot mas,..

    • duh kasihan jg jadi “wong cilik”, jadilah “orang besar”, besar hati menerima kebenaran. barangsiapa yang Allah kehendaki petunjuk pada seseorang, maka Allah akan membuat ia lapang dada menerima (kebenaran) petunjuk…

  3. klo gitu malam jum’at kita kumpul main judi aje yeh….hehehe si wahb

    Tanya orang yang main judi,. apakah itu dosa,? pasti dijawab,..ya,. itu dosa,.
    Tanya yang yasinan malam jumat, itu dosa atau pahala? pasti dijawab, itu pahala,..

    Mas,. saya bukan menganjurkan main judi daripada yasinan,.

    Ibarat saya ngomong begini mas,. minum racun tikus lebih berbahaya dari minum racun serangga,.
    Lalu, apakah anda akan minum racun serangga, yang bahayanya tidak seperti racun tikus??
    Akal yang cerdas, maka tidak akan melakukan keduanya,.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*