Barzanji, Kitab Induk Maulid Nabi… Banyak Kaum Muslimin Yang Tidak Paham Artinya, Padahal Kandungannya Penuh Dengan Kesyirikan

Teks Mahalul Qiyam Al Barzanji Teks Sholawat Barzanji Teks Bacaan Al Barzanji Bacaan Barzanji Kitab Al Barzanji Lengkap

kitab sesat barzanjiSeputar Kitab Barzanji

Secara umum peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam selalu disemarakkan dengan sholawatan dan puji-pujian kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, yang mereka ambil dari kitab Barzanji maupun Daiba’, ada kalanya ditambah dengan senandung Qasidah Burdah. Meskipun kitab Barzanji lebih populer di kalangan orang awam daripada yang lainnya, tetapi biasanya kitab Daiba’, Barzanji dan Qasidah Burdah dijadikan satu paket untuk meramaikan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang diawali dengan dengan membaca kitab Daiba’, lalu Barzanji, kemudian ditutup dengan Qasidah Burdah.

Biasanya kitab Barzanji menjadi kitab induk peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, bahkan sebagian pembacanya lebih tekun membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Qur’an. Maka tidak aneh jika banyak diantara mereka yang lebih hafal kitab Barzanji bersama lagu-lagunya dibanding al-Quran. Fokus pembahasan dan kritikan terhadap kitab Barzanji ini adalah karena populernya, meskipun penyimpangan kitab Daiba’ lebih parah daripada kitab Barzanji. Berikut uraiannya:

Secara umum kandungan kitab Barzanji terbagi menjadi tiga:

1. Cerita tentang perjalanan hidup Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan sastra bahasa yang tinggi yang terkadang tercemar dengan riwayat-riwayat lemah.

2. Syair-syair pujian dan sanjungan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan bahasa yang sangat indah, namun telah tercemar dengan muatan dan sikap ghuluw (berlebihan)

3. Sholawat kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, tetapi telah bercampur aduk dengan sholawat bid’ah dan sholawat-sholawat yang tidak berasal dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Penulis Kitab Barzanji

Kitab Barzanji ditulis oleh Ja’far al-Barzanji al-Madani, dia adalah khatib di Masjidil Haram dan seorang mufti dari kalangan Syafi’iyyah. Wafat di Madinah pada tahun 1177H/1763 M dan diatara karyanya adalah Kisah Maulid Nabi Shalallahu’alahi wa sallam (Al-Munjid fii al A’laam, 125)

Sebagai seorang penganut paham tasawwuf yang bermahzab Syiah tentu Ja’far al-Barjanzi sangat mengkultuskan keluarga, keturunan dan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. Ini dibuktikan dalam do’anya “Dan berilah taufik kepada apa yang Engkau ridhai pada setiap kondisi bagi para pemimpin dari keturunan az-Zahra di bumi Nu’man”. (Majmuatul Mawalid, hal. 132)

Kesalahan Umum Kitab Barzanji

Kesalahan kitab Barzanji tidak separah yang ada pada kitab Daiba’ dan Qasidah Burdah. Namun, penyimpangannya menjadi parah ketika kitab Barzanji dijadikan sebagai bacaan seperti al-Quran. Bahkan, dianggap lebih mulia daripada al-Quran. Padahal, tidak ada nash syar’i yang memberi jaminan pahala bagi orang yang membaca Barzanji, Daiba’ atau Qasidah Burdah.

Sementara, membaca al-Quran yang jelas pahalanya, kurang diperhatikan. Bahkan, sebagian mereka lebih sering membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Quran apalagi pada saat perayaan maulid Nabi. Padahal Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa membaca 1 huruf dari al-Quran maka dia akan mendapatkan 1 kebaikan yang kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi 10 pahala. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf. Tetapi, Alif 1 huruf, Laam 1 huruf, Miim 1 huruf .” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam shahihul jam’i hadist ke 6468)

Kesalahan Khusus Kitab Barzanji

Adapun kesalahan yang paling fatal dalam kitab Barzanji antara lain :

Pertama : Penulis kitab Barzanji menyakini melalui ungkapan syairnya bahwa kedua orang tua Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam termasuk ahlul iman dan termasuk orang-orang yang selamat dari neraka bahkan ia mengungkapkan dengan sumpah.

وَقَدْ أَسْبَحَاوَاللهِ مِنْ أَهْلِ اْلإِ يْمَانِ

وَجَاءَلِهَذَا فِي اْلحَدِيْثِ شَوَا هِدُ

وَمَالَ إِلَيْهِ الْجَمُّ مِنْ أَهْلِ الْعِرْفَانِ

فَسَلَّمْ فَإِنََّ اللهَ جَلَّ جَلاَلُهُ

وَإِنَّ اْلإِمَامَ اْلأَ شْعَرِيَ لَمُثْبِتُ

نَجَاتَهُمَانَصَّابِمُحْكَمِ تِبْيَانِ

“Dan sungguh kedua (orang tuanya) demi Allah Ta’ala termasuk ahli iman

Dan telah datang dalil dari hadist sebagai bukti-buktinya.

Banyak ahli ilmu yang condong terhadap pendapat ini

Maka ucapkanlah salam, karena sesungguhnya Allah Maha Agung.

Dan sesugguhnya Imam al-Asy’ari menetapkan bahwa keduanya selamat menurut nash tibyan (al-Quran).” (Lihat Majmuatul Mawalid Barzanji, hal 101)

Jelas, yang demikian itu bertentangan dengan hadist dari Anas radliyallahu’ahu:

Bahwa sesungguhnya seorang laki-laki bertanya “Wahai Rasulullah, dimanakah ayahku (setelah mati)?” Beliau Shalallahu’alahisasalam bersabda “Dia berada di neraka.” Ketika orang itu pergi, beliau memanggilnya dan bersabda : “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka”. (HR. Muslim dalam shahihnya (348) dan Abu Daud dalam sunannya (4718))

Imam Nawawi berkata : “Makna hadits ini adalah bahwa, barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir, ia kelak berada di Neraka dan kedekatan kerabat tidak berguna baginya. Begitu juga orang Arab penyembah berhala yang mati pada masa fatrah (jahiliyah), maka ia berada di Neraka. Ini tidak menafikan penyimpangan dakwah mereka, kaena sudah sampai kepada mereka dakwah Nabi Ibrahim ‘alahissalam dan yang lainnya.” (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi. 3/74)

Semua hadits yang menjelaskan tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Nabi Shalallahu’alahisasalam dan keduanya beriman dan selamat dari neraka semuanya palsu, diada-adakan secara dusta dan lemah sekali serta tidak ada satupun yang shahih. Para ahli hadits sepakat akan kedhaifannya seperti Daruquthni, al-Jauzaqani, Ibnu Syahin, al-Khatib, Ibnu Asaki, Ibnu Nashr, Ibnul Jauzi, as-Suhaili, al-Qurtubi, ath-Tabhari dan Fathuddin Ibnu Sayyidin Nas. (Aunul Ma’bud, Abu Thayyib (12/324))

Adapun anggapan bahwa Imam al-Asyari berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi beriman, harus dibuktikan kebenarannya. Memang benar, Imam Suyuthi berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi Shallallahu’alahi wa sallam beriman dan selamat dari Neraka, namun hal ini menyelisihi para hafidz dan para ulama peneliti hadist. (Aunul Ma’bud, Abu Thayyib (12/324))

Kedua : Penulis kitab Barzanji mengajak para pembacanya agar mereka meyakini bahwa Rasulullah hadir pada saat membaca shalawat, terutama ketika Mahallul Qiyam (posisi berdiri), hal itu sangat nampak sekali di awal qiyam (berdiri) mambaca :

مَرْحَبًَايَامَرْحَبًَا يَامَرْحَبًَا

مَرْ حَبًَايَاجَدَّ الْحُسَيْنِ مَرْحَبًَا

“Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang wahai kakek Husain selamat datang”

Bukankah ucapan selamat datang hanya bisa diberikan kepada orang yang hadir secara fisik? Meskipun di tengah mereka terjadi perbedaan, apakah yang hadir jasad Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam bersama ruhnya ataukah ruhnya saja. Muhammad Alawi al-Maliki (seorang pembela perayaan Maulid-red) mengingkari dengan keras pendapat yang menyatakan bahwa yang hadir adalah jasadnya. Menurutnya, yang hadir hanyalah ruhnya.

Padahal Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam telah berada di alam Barzah yang tinggi dan ruhnya dimuliakan Allah Ta’ala di surga, sehingga tidak mungkin kembali ke dunia dan hadir di antara manusia.

Pada bait berikutnya semakin jelas nampak bahwa Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam diyakini hadir, meskipun sebagian mereka meyakini yang hadir adalah ruhnya.

يَانَبِنيْ سَلاَمٌُ عَلَيْكَ

يَارَسُوْل سَلَمٌُ عَلَيْكَ

يَاحَبِبُ سَلاَمٌُ عَلَيْكَ

صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ

“Wahai Nabi salam sejahtera atasmu, wahai Rasul salam sejahtera atasmu.

Wahai kekasih salam sejahtera atasmu, semoga rahmat Allah tercurah atasmu.”

Para pembela Barzanji seperti penulis “Fikih Tradisional” berkilah, bahwa tujuan membaca shalawat itu adalah untuk mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. Menurutnya, salah satu cara mengagungkan seseorang adalah dengan berdiri, karena berdiri untuk menghormati sesuatu sebetulnya sudah menjadi tradisi kita. Bahkan tidak jarang hal itu dilakukan untuk menghormati benda mati.

Misalnya, setiap kali upacara bendera dilaksanakan pada hari Senin, setiap tanggal 17 Agustus, maupun pada waktu yang lain, ketiak bendera merah putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan, seluruh peserta upacara diharuskan berdiri. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghormati bendera merah putih dan mengenang jasa para pejuang bangsa. Jika dalam upacara bendera saja harus berdiri, tentu berdiri untuk menghormati Nabi lebih layak dilakukan, sebagai ekspresi bentuk penghormatan kepada beliau. Bukankah Nabi Muhammad Shalallahu’alahisasalam adalah manusia teragung yang lebih layak dihormati dari pada orang lain? (Lihat Fikh Tradisional, Muhyiddin Abdusshamad (277-278))

Ini adalah qiyas yang sangat rancu dan rusak. Bagaimana mungkin menghormati Rasul Shallallahu’alahi wa sallam disamakan dengan hormat bendera ketika upacara, sedangkan kedudukan beliau Shalallahu’alahisasalam sangat mulia dan derajatnya sangat agung, baik saat hidup atau setelah wafat. Bagaimana mungkin beliau disambut dengan cara seperti itu, sedangkan beliau berada di alam Barzah yang tidak mungkin kembali dan hadir ke dunia lagi.

Di samping itu, kehadiran Rasul Shalallahu’alahisasalam ke dunia merupakan keyakinan bathil karena termasuk perkara gaib yang tidak bisa ditetapkan kecuali berdasarkan wahyu Allah Ta’ala, dan bukan dengan logika atau qiyas. Bahkan, pengagungan dengan cara tersebut merupakan perkara bid’ah. Pengagungan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terwujud dengan cara menaatinya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya dan mencintainya.

Melakukan amalan bid’ah, khurafat, dan pelanggaran, bukan merupakan bentuk pengagungan terhadap Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Demikian juga dengan cara perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam, perbuatan tersebut termasuk bid’ah yang tercela.

Manusia yang paling besar pengagungannya kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam adalah para shahabat, sebagaimana perkataan Urwah bin Mas’ud kepada kaum Quraisy :

“Wahai kaumku, demi Allah, aku pernah menjadi utusan kepada raja-raja besar, aku menjadi utusan kepada Kaisar, aku pernah menjadi utusan kepada Kisra dan Najasyi, demi Allah aku belum pernah melihat seorang Raja yang diagungkan oleh pengikutnya sebagaimana pengikut Muhammad. Tidaklah Muhammad meludah kemudian mengenai telapak tangan seseorang di antara mereka, melainkan mereka langsung mengusapkannya ke wajah dan kulit mereka. Apabila ia memerintahkan suatu perkara, mereka bersegera melaksanakannya. Apabila beliau berwudhu, mereka saling berebut bekas air wudhunya. Apabila mereka berkata, mereka merendahkan suaranya dan mereka tidak berani memandang langsung kepadanya sebagai wujud pengagungan mereka.” (HR. Bukhari : 3/187, no. 2731, 2732, al-Fath 5/388)

Bentuk pengagungan para shahabat kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam di atas sangat besar. Namun, mereka tidak pernah mengadakan acara maulid dan kemudian berdiri dengan keyakinan ruh Rasul Shallallahu’alahi wa sallam sedang hadir di tengah mereka. Seandainya perbuatan tersebut disyariatkan, niscaya mereka tidak akan meninggalkannya.

Jika para pembela maulid tersebut berdalih dengan hadits Nabi Shalallahu’alahisasalam, “Berdirilah kalian untuk tuan atau orang yang paling baik di antara kalian” (Shahih HR. Bukhari-Muslim dalam shahihnya), maka alasan ini tidak tepat.

Memang benar Imam Nawawi berpendapat bahwa pada hadits di atas terdapat anjuran untuk berdiri dalam rangka menyambut kedatangan orang yang mempunyai keutamaan, (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi, juz XII, hal. 313). Namun, tidak dilakukan kepada orang yang telah wafat meskipun terhadap Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. Bahkan pendapat yang benar, hadits tersebut sebagai anjuran dan perintah Rasul kepada orang-orang Anshar agar berdiri dalam rangka membantu Sa’ad bin Mu’adz radliyallahu’anhu turun dari keledainya, karena ia sedang terluka parah, bukan menyambut atau menghormatinya, apalagi mengagungkannya secara berlebihan. (Lihat Ikmalil Mu’lim bi Syarah Shahih Muslim, Qadhi ‘Iyadh, 6/105).

Ketiga : Penulis Barzanji mengajak untuk mengkultuskan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam secara berlebihan dan menjadikan Nabi sebagai tempat untuk meminta tolong dan bantuan sebagaimana pernyataannya.

فِيكَ قَدْ أَحْسَنْتُ ظَنِّيْ

يَابَشِيْرُ يَانَذِيْرُ

فَأَغِثْنِيْ وَ أَجِن

يَامُجِيْرُمِنَ السَّعِيْرِ

يَاغَيَاثِيْ يَامِلاَذِيْ

فِيْ مُهِمَّاتِ اْلأُمُوْرِ

“Padamu sungguh aku telah berbaik sangka.

Wahai pemberi kabar gembira wahai pemberi peringatan

Maka tolonglah aku dan selamatkanlah aku.

Wahai pelindung dari neraka sa’ir.

Wahai penolongku dan pelindungku.

Dalam perkara-perkara yang sangat penting (suasana susah dan genting)”

Sikap berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam, mengangkatnya melebihi derajat kenabian dan menjadikannya sekutu bagi Allah Ta’ala dalam perkara ghaib dengan memohon kepada beliau dan bersumpah dengan nama beliau merupakan sikap yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam, bahkan termasuk perbuatan syirik.

Do’a dan tindakan tersebut menyakiti serta menyelisihi petunjuk dan manhaj dakwah beliau Shallallahu’alahi wa sallam, bahkan menyelisihi pokok ajaran Islam yaitu Tauhid. Nabi telah mengkhawatirkan akan terjadinya hal tersebut., sehingga beliau Shallallahu’alahi wa sallam bersabda :

“Janganlah kamu berlebihan dalam mengagungkanku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan ketika mengagungkan Ibnu Maryam. AKu hanyalah seorang hamba, maka katakanlah aku adalah hamba dan utusan-Nya”. (HR. Bukhari dalam shahihnya 3445)

Telah dimaklumi, bahwa kaum Nasrani menjadikan Nabi Isa ‘alahissalam sebagai sekutu bagi Allah dalam peribadatan mereka. Mereka berdoa kepada Nabi-nya dan meninggalkan berdoa kepada Allah Ta’ala, padahal ibadah tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Ta’ala. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam telah memberi peringatan kepada umatnya agar tidak menjadikan kuburan beliau sebagai tempat berkumpul dan berkunjung, sebagaimana dalam sabdanya :

“Janganlah kalian jadikan kuburanku tempat berkumpul, bacalah shalawat atasku, sesungguhnya shalawatmu akan sampai kepadaku dimanapun kaum berada”. (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shahih (2042) dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram : 125)

Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang sikap berlebihan dalam menyanjung dan mengagungkan beliau. Bahkan, ketika ada orang yang berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shalallahu’alahisasalam, mereka berkata :

“Engkau Sayyid kami dan anak sayyid kami, engakau adalah orang terbaik di antara kami, dan anak dari orang terbaik di antara kami”, maka Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda kepada mereka : “Katakanlah dengan perkataanmu atau sebagiannya, dan jangan biarkan syaitan mengelincirkanmu.” (Shahih, disahhihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram 127, lihat takhrij beliau di dalamnya).

Termasuk perbuatan yang berlebihan dan melampaui batas terhadap Nabi adalah bersumpah dengan anma beliau, karena adalah bentuk pengagungan yang tidak boleh diberikan kecuali kepada Allah Ta’ala. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa bersumpah hendaklah bersumpah dengan nama Allah Ta’ala, jikalau tidak bisa hendaklah ia diam.” (HR. Bukhari-Muslim dalam shahihnya 2679 dan 1646)

Cukuplah dengan hadist tentang larangan bersikap berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam menjadi dalil yang tidak membutuhkan tambahan dan pengurangan. Bagi setiap orang yang ingin mencari kebenaran, niscaya ia akan menemukannya dalam ayat dan hadist tersebut, dan hanya Allah-lah yang memberi petunjuk.

Keempat : Penulis kitab Barzanji menurunkan beberapa shalawat bid’ah yang mengandung pujian yang sangat berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam.

Para pengagum kitab Barzanji menganggap bahwa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam merupakan ibadah yang sangat terpuji. Sebagaimana firman Allah Ta’ala

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. Al-Ahzab: 56)

Ayat ini yang mereka jadikan dalil untuk membaca kitab tersebut pada setiap peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Padahal, ayat di atas merupakan bentuk perintah kepada umat Islam agar mereka membaca shalawat di manapun dan kapanpun tanpa dibatasi saat tertentu seperti pada perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam.

Tidak dipungkiri bahwa bershalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terutama ketika mendengar nama Nabi Shallallahu’alahi wa sallam disebut sangat dianjurkan. Apabila seorang muslim meninggalkan shalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam, ia akan terhalang dari melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat, baik di dunia dan akhirat, karena :

1) Terkena doa Nabi Shallallahu’alahi wa sallam yaitu sabda beliau : “Sungguh celaka bagi seseorang yang disebutkan namaku disisnya, namun ia tidak bershalawat atasku.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya 2/254, At-Tirmidzi dalam Sunannya 3545 dan dishahihkanoleh al-Albani dal ‘Irwa : 6)

2) Mendapatkan gelar bakhil dari Nabi Shallallahu’alahi wa sallam, beliau bersabda : “Orang bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku disisinya, ia tidak bershalawat atasku”. (Shahih, HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3546, Ahmad dalam Musnadnya 1/201, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam ‘Irwa : 5)

3) Tidak mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Ta’ala, karena meninggalkan shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. Nabi bersabda : “Barangsiapa membaca shalawat atasku skali, maka Allah Ta’ala bershalawat atasku 10 kali”. (HR. Imam Muslim dalam Shahinya 284)

4) Tidak mendapatkan keutamaan shalawat dari Allah Ta’ala dan para malaikat. Allah Ta’ala berfirman : “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya memohonkan ampunan untukmu, supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang teramg dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”(QS. Al Ahzab 33:34)

Bahkan membaca shalawat menyebabkan hati menjadi lembut, karena membaca shalawat termasuk bagian dari dzikir. Dengan dzikir, hati menjadi tentram dan damai sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dangan mengingat Allah Ta’ala. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”.(QS. Ar-Ra’du 13:28).

Tetapi dengan syarat membaca shalawat secara benar dan ikhlas karena Allah Ta’ala semata, bukan shalawat yang dikotori oleh bid’ah dan khurafat serta terlalu berlebihan kepada Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam, sehingga bukan mendapat ketentraman di dunia dan pahala di akherat, melainkan sebaliknya, mendapat murka dan siksaan dari Allah Ta’ala. Siksaan tersebut bukan karena mambaca shalawat, namun karena menyelisihi sunnah ketika membacanya. Apalagi, dikhususkan pada malam peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam saja, yang jelas-jelas merupakan perayaan bid’ah dan penyimpangan terhadap syariat.

Kelima : Penulis kitab Barzanji juga meyakini tentang Nur Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam, sebagaimana yang terungkap dalam syairnya :

وَمَازَالَ نُوْرُالْمُسْطَفَى مُتَنَقِّلاًَ

مِنَ الطَّيِّبِ اْلأَتْقَي لِطَاهِرِأَرْدَانٍِ

“Nur musthafa (Muhammad) terus berpindah-pindah dari sulbi yang bersih kepada yang sulbi suci nan murni”

Bandingkanlah dengan perkataan kaum zindiq dan sufi, seperti al-Hallaj yang berkata : “Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memilik cahaya yang kekal abadi dan terdahulu keberadaannya sebelum diciptakan dunia. Semua cabang ilmu dan pengetahuan di ambil dari cahaya tersebut dan para Nabi sebelum Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam menimba ilmu dari cahaya tersebut”.

Demikian juga perkataan Ibnu Arabi Attha’i bahwa semua Nabi sejak Nabi Adam ‘alahissalam hingga Nabi terakhir mengambil ilmu dari cahaya kenabian Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam yaitu penutup para Nabi. (Lihat perinciannya dalam kitab Mahabbatur Rasulullah oleh Abdur Rauf Utsman (169-192))

Perlu diketahui bahwa ghuluw itu banyak sekali macamnya. Kesyirikan ibarat laut yang tidak memiliki tepi. Kesyirikan tidak hanya terbatas pada perkataan kaum Nasrani saja, karena umat sebelum mereka juga berbuat kesyirikan dengan menyembah patung, sebagaimana perbuatan kaum jahiliyah.

Di antara mereka tidak ada yang mengatakan kepada Tuhan merek seperti perkataan kaum Nasrani kepada Nabi Isa ‘alahissalam, seperti ; dia adalah Allah, anak Allah, atau menyakini prinsip Trinitas mereka. Bahkan mereka adalah kepunyaan Allah Ta’ala dan di bawah kekuasaan-Nya. Namun, mereka menyembah Tuhan-Tuhan mereka dengan keyakinan bahwa Tuhan-Tuhan mereka itu mempu memberi syafaat dan menolong mereka. Demikian uraian sekilas tentang sebagian kesalah kitab Barzanji, semoga bermanfaat.

Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 12 Th. XII Rabiul Awal 1430/Maret 2009 oleh: Al-Ustadz Zainal Abidin, Lc

Sumber: http://almanhaj.or.id/

Bacaan Barzanji Dan Artinya Sholawat Barzanji Lengkap Kitab Barzanji Dan Terjemahannya Teks Maulid Barzanji Teks Al Barzanji

53 Comments

  1. tentang terjemahan kitab barjanji, ada kalimat yg ente kutip ‘hambamu yg miskin mengharap karuniamu (wahai rasul) yg sangat banyak’. Ente baca Qs. At taubah : 9, ‘ dan 74., diayat tsb dinyatakan bahwa rasul bisa memberikan karunia. Kemudian ‘ maka tolonglah aku, selamatkan aku wahai penyelamat dari sa’iir, wahai penolongku dan tempat berlindungku dalam perkara besar dan berat yg menimpaku’. Maka sudah anda ketahui bahwa rasul adalah pemberi syafaat, yg menyelamatkan umatnya dari neraka dgn izin Allah, dan anda juga bisa baca Qs. Al maidah : 56, ‘dan barang siapa mengambil Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut agama Allah pasti menang’. Baca juga Qs an nisa : 75. Dan Al maidah 55.

    Mas, yang jadi masalah, apakah shalawat seperti shalawat berjanzi itu diajarkan oleh Rasulullah??

    Mas, bisa tidak shalawat berjanzi itu dibaca ketika tahiyat dalam shalat??

    Sebab,.. semua shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah itu bisa dibaca ketika tahiyat,..

    Dan perlu diingat mas,. amal ibadah yang tidak pernah diajarkan oleh rasulullah, tidak akan pernah diterima , bahkan hanya akan menambah dosa kita, penyebab kita terusir dari telaga Rasulullah,..

    Mau??

    Rasulullah sudah mengajarkan bagaimana cara bershalawat, juga lafadznya, jadi jangan buat shalawat-shalawat sendiri, silahkan baca disini mas,

    • segala macam sholawat harus dmaknai n dpahami maksudnya dulu.setiap jaman permasalahan hdup mnusia smakin kompleks.sholawat jg sbgai obat hati yg rndu kpd sang nabi.dan pnyakit dunia jg mkin brkembang.maka pilih sholawat sesuai kegunaannya

      jika modelnya kayak begini, lambat laun agama ini akan rusak, seiring dengan berjalannya waktu,..

      kalau motor, boleh lah dimodifikasi, tapi agama,.. beda mas,..

      Bagaimana jika anda memodifikasi motor kepunyaan tetangga anda tanpa seijinnya?

      tentu bisa marah besar,

      lha, ini agama dimodifikasi,.. padahal yg punya agama adalah Allah, dan agama allah sudah lengkap, ngga perlu modifikasi,.. ada-ada aja orang yg suka modifikasi agama, modifikasi shalawat,..,..

      • knp g skalian ceramah aja d mesjid2 yg ad d indonesia,
        bilangin klo maulid bidah,
        sholawat bidah,
        berzanji bidah,
        makanya jd org jgn sok pinter,
        biarlah Allah menilai,
        laqum dinukum walyadin.

        Kata-kata dalam komentar, yang pertama sih biasa saja,.. tapi yang paling akhir itu sangat luar biasa,.
        Anda membawakan ayat yang ditujukan untuk orang KAFIR, tapi tidak pada tempatnya,.
        Saya masih muslim mas,.. saya bukan orang kafir,. sebaiknya anda baca postingan ini, dan segera bertaubat

        • Asalamualaikum warohmatullohi wabarokatu,

          mun salah tong patuding tuding mun bener tong pa aku aku,salut untuk anda,pemahaman anda,di sini anda menegaskan bahwa anda lah yang merasa paling benar berdasarkan dalil dan hadist yang anda kuasai,

          wa’alaikumussalamwarahmatullahiwabarakatuh,

          buktikeun atuh, aya timana abdi nyarios kitu, sok jentrekeun didieu..

          diantos kang, tinggal copas weh..

  2. bershalawat dan memuji rasul ko dianggap menyesatkan dan di anggap syirik ya,

    Apakah anda sudah mengetahui apa arti shalawat barjanji? kalau belum tahu, silahkan baca disini, atau dengarkan disini

    apakah bacaan shalawat hanya tertentu pada Allahumma shali ‘Ala Muhammad, apakah ada hadith yang menyatakan bahwa bershalawat harus menggunakan lafadz Allahum Shali “ala Muhammad, kenapa kewajiban mengucapkan shalawat tidak dipahami dari sudut hakikatnya. tunjukkan hadits yang menyatakan bahwa ornag bershalawat harus menggunakan lafadz salawat sebagaimana tahiyyat.

    Semua shalawat yang diajarkan Rasulullah bisa digunakan untuk bacaan tasyahud,.

    Para sahabat semuanya pinter bahasa arab, mereka sangat bisa tuk buat-buat shalawat yang bagus-bagus, akan tetapi tidak mereka lakukan, kenapa? malah sahabat bertanya kepada Rasulullah, bagaimana cara kami bershalawat kepadamu,.. ini lho haditsnya,:
    يا رسول الله ، أما السلام عليك فقد عرفناه ، فكيف الصلاة ؟ قال : ( قولوا :اللهم صل على محمد وعلى آل محمد ، كما صليت على إبراهيم ، إنك حميد مجيد ، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد ، كما باركت على إبراهيم ، إنك حميد مجيد )

    “Wahai Rasulullah, tata cara salam terhadapmu, kami sudah tahu. Namun bagaimana cara kami bershalawat kepadamu? Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam bersabda: ‘Ucapkanlah: Allahumma Shalli ‘ala Muhammad Wa ‘ala Aali Muhammad, Kamaa Shallaita ‘ala Ibrahim Innaka Hamiidum Majid. Allahumma Baarik ‘ala Muhammad Wa ‘ala Aali Muhammad, Kamaa Baarakta ‘ala Ibraahim, Innaka Hamiidum Majid‘”. (HR. Bukhari 4797)

    Bagaimana kira-kira jika pas tasyahud shalawatnya menggunakan shalawat nariyah atau shalawat badar? yg kedua shalawat itu adalah shalawat yg dibuat oleh manusia, bukan ajaran Rasulullah,..

  3. Saya setuju dengan Mas Penulis….
    Masalah Bid’ah…jelas itu suatu kesesatan….walau hanya melenceng sedikit….sedikit….sedikit….lama-lama jauh…dan jauuuuuuuuh
    saya cuma bisa mendoakan…Mudah2an saudara yang lain, kelak bisa memahaminya…..aamiin!
    silahkan pilih :
    1. Dengar musik, nonton tv
    2. Bersalawat barzarji…atau
    3. atau Baca Qur’an….atau ibadah lain yang tuntunannya shahih

    ya pilih yang no. 3 dong, kalau no. 2 itu lebih parah dari no.1 , dan no.1 denger musik haram hukumnya, nonton tv,jika tv umum spt yg ada di indonesia, acaranya 90 persen lebih merusak moral bangsa,

    Kalau mau nonton tivi, setel aja rodja tv dan insan tv, via parabola

    Perlu diingat….Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam tidak suka dipuji….dia paling suka apa adanya! (klo kata anak-anak skrg…..Pleeeeez dech jgn lebaYYYY)

    ok. terima kasih

  4. he.he untuk orang degil …. kalau ngga shalawatan pake shalawat nariyah atau sebangsanya kayanya NGGA HOT …..apa lagi kalo ngga pakai rebana ………
    Adzan kalo ngga pake shalawatan TAHRIM an aja kayanya kurang asik gitu lho …
    Katanya untuk mengingay di kampung halaman dulu ….

    Agama Islam itu bukan menurut selera manusia mas,
    Agama islam itu sudah ada aturan yang jelas dari pembuat syariat ini, yaitu Allah,
    Allah sudah menetapkan bagaimana tatacara ibadah tersebut,

    Barangsiapa ingin mendapatkan surga yang dijanjikan oleh Allah,maka beribadahlah sesuai dengan tuntunan yang Allah tetapkan,dan sudah rasulullullah sampaikan.

    Jika ada yang beribadah dengan tatacaranya sendiri,seolah-olah dia sedang menandingi Allah dalam hal pembuatan syariat islam ini,
    Sehigga orang tersebut jika tidak bertaubat hingga akhir hayatnya, maka Allah akan mengadzabnya,..
    Mau??

  5. mas seblemnya saya mau tanya sebenarnya tujuannya shalawat itu apa??

    Tujuan shalawat adalah supaya kita mendapatkan keridhaan Allah, dan mendapatkan syafaat dari rasulullah,

    Sebab Allah yang menyuruh kita untuk bershalawat kepda Rasulullah, dan Ada doa kejelekan bagi orang yang disebut nama rasulullah, tapi dia tdk bershalawat kepada rasulullah, dan rasulullah mengaminkan doa tsb,..
    Jadi, bukan masalah yang sepele,
    Kita bershalawat juga dengan shalawat yg diajarkan oleh rasulullah,bukan shalawat hasil kreasi manusia,,..

  6. assalamu’alaikum kang, benarkah sholawat nariyah dibuat oleh orang jawa timur? siapa ya? jazakallaahu khoiron.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Itu yang saya denger dari ceramah yg disampaikan oleh ust badrusalam,
    Dan memang salawat naariyah (shalawat neraka) itu asli hanya ada di indonesia,.. dan memang orang indonesia ini hebat-hebat, sehingga agama pun di modifikasi, kaya motor saja,..

    • dalam kitab barzanji dikatakan bahwa Nabi Muhammad Sholallaahu alaihi wasallam adalah matahari (ANTA SYAMSUN ANTA BADRUN, dst.). Orang tasawuf juga berkata bahwa Nabi Muhammad Sholallaahu alaihi wasallam adalah nur/cahaya. katanya Nur Muhammad adalah bagian dari Nur Allah, dan alam ini tercipta dari nur Muhammad. apakah memang ada ayat atau hadits tentang nur muhammad? jazakallaahu khoiron. selamat bejuang salafy.

      Terima kasih akh muhadi, silahkan dibaca postingan terbaru disini, tentang Nur Muhammad

  7. assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    begini mas , saya agak bingung dengan penjelasan bahwa orang tua baginda nabi saw itu kafir, kenapa bisa begitu sedangkan islam kan belum datang dan dalam satu riwayat bahwa sayid abdullah (ayah nabi) adalah orang saleh, dari namanya juga kan sudah jelas abdullah ( hamba allah) berarti abdullah adalah penganut agama samawi dan keluarga abdul mutalib sudah mengenal akan adanya allah,.

    Itu sebagai bukti, bahwa kaum quraisy mengakui kalau Allah itu sebagai Rabb mereka, makanya ayah rasulullah bernama Abdullah,
    Bahkan ketika terjadi penyerangan oleh tentara bergajah, Abdul muthalib memilih menggembalakan ternaknya, tidak melindungi ka’bah yang akan dihancurkan oleh tentara abrahah tersebut, kenapa? karena abdul muthalib sangat yakin bahwa ka’bah yang melindungi adalah Allah,.
    Tapi mereka terjatuh kedalam kemusyrikan, yaitu menyembah berhala, demikian juga kedua orang tua rasulullah, mereka juga ikut agama nenek moyangnya,.
    Tidakkah anda ingat ketika paman Rasulullah yaitu Abu Thalib mau meninggal?
    Rasulullah mengajak pamannya agar mengucapkan syahadat, tapi karena dipengaruhi oleh Abu Jahal, maka abu thalib tetap dalam agama nenek moyangnya, sehingga rasulullah pun dilarang mendoakan pamannya tersebut agar diampuni dosanya oleh Allah, kenapa.. sebab pamannya meninggal dalam kondisi musyrik, dan ada ayat yang melarang kita memohonkan ampun bagi orang musyrik, walaupun itu orang tua kita,.

    Orang kafir quraisy mengetahui bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah, hal ini bisa kita ketahui, karena bukan hadits yg berbicara tentang hal ini, tapi ada ayat alquran yang menceritakan tentang hal ini,

    saya pernah kemarin2 lihat di tv roja yg berdakwah bahwa nabi muhamad itu lahir dari orang2 unggulan di mulai dari ismail terus kinanah terus bani hasim terus abdullah, kenapa jadi bertolak belakang dengan apa yg di dakwahkan di tv tentang keturunan unggulan, malah menyebutkan bahwa ayah nabi ( abdullah) adalah kafir). mohon penjelasan

    Tidak bertolak belakang mas,
    Tidak semua keluarga nabi itu otomatis menjadi orang baik,.
    Kita bisa melihat ada istri nabi yang durhaka, masuk ke neraka, contohnya adalah istrinya nabi luth,
    Ada anak seorang nabi yang masuk neraka, contohnya anaknya nabi Nuh,
    Ada ayah nabi yang masuk neraka, contohnya ayahnya nabi ibrahim yang membuat berhala
    Ada kedua orangtua nabi yang masuk neraka, contohnya orang tua nabi muhammad,
    siapa yang mengatakannya? Rasulullah sendiri dalam banyak haditsnya,

    Mulianya nasab, belum tentu mulia juga diakherat, tergantung apakah dia berada dalam agama rasulullah atau kemusyrikan,
    contoh Abdul Muthalib yg begitu berjasa kepada rasulullah, kenapa masuk neraka, karena terjatuh dalam agama nenek moyangnya yaitu kemusyrikan,
    lihat, ketika abu thalib mau meninggal,
    لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبٍ الْوَفَاةُ جَاءَهُ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَوَجَدَ عِنْدَهُ أَبَا جَهْلِ بْنَ هِشَامٍ ، وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِى أُمَيَّةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – لأَبِى طَالِبٍ « يَا عَمِّ ، قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، كَلِمَةً أَشْهَدُ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ » . فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِى أُمَيَّةَ يَا أَبَا طَالِبٍ ، أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَلَمْ يَزَلْ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ ، وَيَعُودَانِ بِتِلْكَ الْمَقَالَةِ ، حَتَّى قَالَ أَبُو طَالِبٍ آخِرَ مَا كَلَّمَهُمْ هُوَ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، وَأَبَى أَنْ يَقُولَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

    “Ketika menjelang wafatnya Abu Tholib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatanginya dan ternyata sudah ada Abu Jahal bin Hisyam dan ‘Abdullah bin Abu Umayyah bin Al Mughirah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, kepada Abu Tholib,
    “Wahai pamanku katakanlah laa ilaaha illallah, suatu kalimat yang dengannya aku akan menjadi saksi atasmu di sisi Allah”.
    Maka berkata, Abu Jahal dan ‘Abdullah bin Abu Umayyah,
    “Wahai Abu Thalib, apakah kamu akan meninggalkan agama ‘Abdul Muthalib?”.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menawarkan kalimat syahadat kepada Abu Tholib dan bersamaan itu pula kedua orang itu mengulang pertanyaannya yang berujung Abu Tholib pada akhir ucapannya tetap mengikuti agama ‘Abdul Muthalib dan enggan untuk mengucapkan laa ilaaha illallah.”(HR. Bukhari no. 1360 dan Muslim no. 24)

    Melihat hal diatas, berarti kedua orangtua nabi mengikuti agama abdul muthalib

    Terimakasih atas komentar anda yg satu ini, agar anda bisa paham, saya postingkan artikel ini untuk anda, dan orang-orang yang masih kebingungan memahami tentang kafirnya kedua orang tua Rasulullah

    wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    • (maaf tambahan) atau jangan jangan hadis yang dinukil tentang “bapaku dan bapakmu dineraka” itu palsu kemudian agar dipercaya supaya seolah olah asli ( sohih) disandarkan dan diriwayatkan kepada orang2 ahli hadis

      silahkan baca postingan terbaru, disitu ada rujukan haditsnya, buka saja kitabnya, baca disini ya

      • Admin mungkin pernah hidup d jamin Nabi ye

        Semua yang terjadi, sudah digambarkan oleh nabi bang, jadi ane ngga bingung, walaupun ngga hidup di jaman nabi, jadi tahu bang,.

  8. assalamu’alaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    syukron atas tulisannya. dulu saya tidak tahu tentang kandungan kitab barjanzi, tapi setelah banyak membaca artikel2 di internet, termasuk disini, saya jadi mendapat pencerahan. banyak orang mahir membaca kita barjanzi, termasuk lagu2nya, tapi ketika membaca Al-quran, tajwiznya berantakan. inilah fenomena di indonesia, banyak yang beragama islam, tapi banyak pula yang ‘lari’ dari ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. orang yang berjenggot, celananya gantung, dianggap aneh, masjid2 pada sepi.

    mari kita kembali ke Quran dan hadist 🙂

    Alhamdulillah atas nikmat dakwah rasulullah ini,.. nikmat pemahaman para sahabat tidak ternilai harganya, walaupun ditukar dengan harta sepenuh dunia,..

  9. assalamu’alaikum akhi,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    mau tanya, apakah hadits ini shohih? masalahnya ini sering dibawakan ustadz di daerah saya, yang ustadz tersebut teman akrab saya, tapi dia belum mengenal manhaj salaf. begini arti haditsnya.
    1. barang siapa bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawa untuknya 10 kali, barang siapa bersholawat kepadaku 10 kali, maka Allah akan bersholawat untuknya 100 kali, barang siapa bersholawat kepadaku 100 kali, maka Allah akan bersholawat untuknya 1.000 kali, dan barang siapa bersholawat kepadaku 1.000 kali, maka Allah akan bebaskan dari api neraka.

    Saya tidak tahu tentang hadits yang seperti diatas,
    berikut ini saya copi artikel yang ditulis Oleh ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz

    KEAGUNGAN MEMBACA SHALAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD BERDASARKAN HADITS-HADITS SHAHIH

    Bersholawat kepada Nabi Muhammad merupakan salah satu ibadah yang sangat agung. Ia termasuk dalam amalan-amalan ringan yang sangat besar pahala dan keutamaannya. Seorang muslim yang setia dan mencintai Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan baik dan benar akan senantiasa memperbanyak sholawat dan salam kepada beliau sesuai dengan bacaan yang diajarkan dan dicontohkan oleh beliau.

    Berikut ini kami akan sebutkan beberapa keutamaan bersholawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

    1) Barangsiapa bersholawat kepada Nabi Muhammad satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali sholawat.

    Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

    “Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan sholawat kepadanya 10 kali.” (HR. Muslim no. 408)

    2) Bersholawat kepada Nabi satu kali akan menghapuskan 10 kesalahan dan meninggikan 10 derajat.

    Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

    Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

    “Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah bersholawat kepadanya 10 kali shalawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan ditinggikan baginya 10 derajat.” (HR. an-Nasa’i, III/50 dan dinyatakan Shohih oleh Syaikh al-Albani).

    3) Barangsiapa bersholawat kepada Nabi sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di sore hari, maka ia berhak mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam pada hari kiamat.

    Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

    Dari Abu Ad-Darda Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِينَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

    “Barangsiapa yang bersholawat kepadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. ath-Thabrani dan dinyatakan Basan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’).

    4) Bersholawat kepada Nabi Muhammad merupakan salah satu sebab terkabulnya doa.

    Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

    Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوبٌ حَتَّى يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ

    “Setiap doa tertutup (terhalang dari pengabulannya, pent) hingga ia bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam.” (HR. ad-Dailami dan dinyatakan Hasan oleh Syaikh al-Albani).

    Dan juga Berdasarkan hadits Fadholah bin ‘Ubaid Radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya lalu tidak bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau bersabda, “Orang ini tergesa-gesa.” Kemudian beliau memanggil dan berkata kepadanya:

    إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللهِ وَالثَّناءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لْيَصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ ثُمَّ لْيَدْعُ بِمَا شَاءَ

    “Apabila salah seorang dari kalian berdoa, maka hendaklah dia memulainya dengan memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian bershalawatlah kepada Nabi, lalu berdoa lah dengan apa yang dia kehendaki.” (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan dinyatakan Shohih oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i dalam al-Jami’ ash-Shahih, II/124).

    5) Barangsiapa bersholawat kepada Nabi Muhammad, berarti ia telah melaksanakan perintah Allah ta’ala di dalam firman-Nya:

    إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab: 56)

    Makna sholawat Allah kepada Nabi dan hamba-Nya ialah pujian dan sanjungan Allah kepadanya di hadapan para malaikat yang mulia yang berada di sisi-Nya. Sedangkan makna sholawat Para malaikat kepada Nabi dan orang-orang yang beriman ialah Doa. Maksudnya para malaikat mendoakan kebaikan dan memohonkan ampunan kepada Allah bagi Nabi shallallahu alai wasallam dan kaum mukminin.

    2. barang siapa membaca sholawat pada hari jum’at 80 kali, maka Allah akan mengampuni dosanya 80 tahun.
    kedua hadits di atas sering di bawakan teman saya tersebut tetapi tidak pernah mengatakan derajat hadits tersebut dan siapa yang meriwayatkannya. bahkan hadits tersebut sebagai dasar mengadakan peringatan maulid nabi sholallaahu alaihi wasallam.
    kalau memang hadits itu dho’if, maka saya akan beritahukan kepada ustadz teman saya tersebut. jazakallahu khoiron atas jawabannya.

    Hadits tsb adalah hadits palsu, silahkan baca ulasannya disini

    wassalamu’alaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  10. assalamualaikum wr, wb,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    Alhamdulillah saya sekarang sudah meninggalkan ritual yang mengandung bid’ah, tapi saya bingung ya akhi menanggapi pertanyaan dari teman, dia bertanya ; kalau acara tahlilan, baca berzanji di acara walimatul arusi, khitan, mauludin nabi dan acara-acara lainnya yang tidak ada contoh dari nabi s,a,w, terus apa yang di lakukan nabi s,a,w ketika menghadapi acara kematian, walimahan dll,? mohon bantuannya ya akhi untuk menjawabkan pertanyaan tersebut, terimakasih.

    Terimakasih mas,
    Diacara walimah yg diajarkan rasulullah, sangat simpel, mudah, justru jika mengikuti tradisi jadi sangat ribet dan keluar biaya mahal,. acara walimah cuma ada acara akad nikah, lalu khutbah haajah, dan acara makan2,. gitu saja,.. ngga sampai 1 jam juga sdh selesai, tdk sampai berhari2,.

    Kalau khitan, ya tinggal khitan, dan tdk ada perayaan2 khusus,
    Maulidan tdk dikenal dalam islam, jadi itu bukan ajaran rasulullah,

    Ketika ada kematian, kewajiban kaum muslimin sebagaimana diajarkan oleh rasulullah, mengurusi mayat tsb dgn cara memandikannya, mengafaninya, menyolatinya, dan menguburkannya,. lalu menghibur keluarga yg terkena musibah dgn nasehat, dan memberi makan kpd mereka,.. jika tradisi kita, malah yg terkena musibah yg repot dgn ritual tahlilan yg mghabiskan biaya yg tdk sedikit,

    Untuk lebih jelasnya, silahkan anda datang langsung di majlis taklim, dan tanyakan langsung ke ustadznya,.

    • Bgaimn dgn acara walimah, y saudaraku?
      pakh hl itu ada tuntunanny menurut Sunnah Rasulullah?
      Klw memg ada, mk spt apakh tt cr pelksnaanny?
      Mf, klw memg tidk ada, mk dri mnkh sebenarny asl-mula-ny acara walimah yg sudh menjdi kebiasaan di klgn msyrkt muslim tsb, y saudaraku?
      Terima ksih dn Mohon penjelasanny, y..

      Terimakasih, tentang walimah yang diajarkan rasulullah, silahkan baca disini

  11. terimakasih banyak saudaraku atas penjelasannya,
    teruskan berdakwah kami selalu mendukung saudara,,,,,semangat….

    terimakasih atas suportnya,..

  12. “jika modelnya kayak begini, lambat laun agama ini akan rusak, seiring dengan berjalannya waktu,..”
    kalau motor, boleh lah dimodifikasi, tapi agama,.. beda mas,..

    Bagaimana jika anda memodifikasi motor kepunyaan tetangga anda tanpa seijinnya?

    tentu bisa marah besar,

    lha, ini agama dimodifikasi,.. padahal yg punya agama adalah Allah, dan agama allah sudah lengkap, ngga perlu modifikasi,.. ada-ada aja orang yg suka modifikasi agama, modifikasi shalawat,..,..

    Ini pendapat, apa hadist ya …????

    Saya tanya balik mas chaerul,.
    Kalau barzanji itu pendapat atau hadits?.. monggo dijawab, kalau barzanji itu hadits shahih, saya akan mengamalkannya mas,.

  13. Smoga kalian bener bener tulus mencintai nabi. Tuluuuss..

    Dan saya kira klo kita bener bener tulus mencintai nabi lisan kita tak akan sampai hati mengatakan org yg paling di cintai nabi (sayyidah aminah dan sayyid Abdullah)menjadi penghuni neraka.. kecuali di hati kita ada penyakitnya.. Allahu mustaan.

    Smoga keluargaku dan muslimin smua di jauhkan dari aliran sempalan sprti syi’ah dan wahabi.. Amiin.

    عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِيْ؟ قَالَ: فِي النَّارِ. فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ: إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

    Dari Anas, bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, di manakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada?” Beliau menjawab, “Di neraka.” Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata,

    “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.”
    Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahîh-nya (203)

    Apakah anda menuduh NABI MUHAMMAD itu adalah orang yang di hatinya ada penyakit? ini sungguh KURANG AJAR KEPADA NABI,..

    Tahukah anda, orang yang mengatakan orangtua nabi berada di neraka adlah RASULULLAH, nabi Muhammad sendiri yang mengatakan, silahkan lihat disini ulasannya

  14. kasian banget nih makhluk yg bikin artikel, efek merasa pinter dan lebih baik dr yg laen, mirip2 gayanya iblis la’natullah yg merasa lbh baik dr adam..
    ingatlah!! setelah wafatnya rasulullah saw, para sahabat tetap mengajarkan السلام عليك ايهاالنبي ورحمة الله وبركاته
    yg jd pertanyaan adlh “YG TERSESAT SAHABAT RADIYALLAHU ANHUM ATAU ANDA DAN YG SEPENDAPAT DGN ANDA!!??

    shalawat kepada Rasulullah berbeda dengan shalawat barzanji,.

    Yang mengamalkan shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah, itu mengikuti ajaran Rasul,

    Kalau mengamalkan shalawat barzanji itu mengikuti ajaran… siapa?.. ngga jelas,..

  15. assalamu alaikum,
    saya mau tanya, kalau menyebarkan ilmu lewat internet dan mecari ilmu lewat internet termasuk bid’ah atau bukan?

    saya takut hal baru seperti ini tidak ada di jaman nabi dan menjadi sesat dan mnyesatkan, mohon pencerahan

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Saya ambil permisalan yang serupa,.
    Bagaimana berdakwah dengan bahasa indonesia? Bukankah Rasulullah itu tidak berdakwah menggunakan bahasa indonesia?

    Jadi,.. bahasa itu adalah sarana, media saja, demikian pula internet, itu juga sarana, bukan hal yang WAJIB, karena di jaman Rasulullah belum ada internet, hape, komputer,. tapi islam tersebar,

    Jadi adanya internet, itu bukan bidah, sama halnya dulu masjid di jaman Rasulullah berlantaikan PASIR, terbuka tidak pakai atap, sehingga kalau hujanpun basah,

    sekarang masjid berlantaikan keramik, karpet, itu juga bukan bidah, itu hanya sarana saja,.

    • siap siap aja indonesia kurukunan akan hancur kalo kaya begini caranya,,,

      Memang amalan bidah itu akan merusak kerukunan umat islam, makanya tinggalkan perbuatan bidah,. kerjakan amalan sunnah,

  16. surga neraka di tangan kamu min?,,
    kalau pun benar nabi bilang gitu , saya ngga berani bilang.

    Emang saya bilang seperti itu ya? dimana saya berkata seperti itu, tunjukin dong,.

    • kalo beda pendapat mendingan diam saja…
      kaga usah merusak tradisi yang sudah ada masing masing punya pendapat dan dasarnya,, apa lagi membidahkan saudara sendiri,,l

      Kalau beda pendapat antara ulama ahlusunnah, iya ga apa-apa diam,

      Tapi kalau berbedanya dengan ajaran Rasulullah, maka WAJIB DIJELASKAN agar kaum muslimin tidak tertipu dan terjerumus dalam pendapat yang berbeda tersebut,.

      Berbeda dengan ajaran Rasulullah itu adalah membawa kepada kejelekan, bukan membawa kepada kebaikan, pelakunya akan diancam oleh Allah, bahkan akan DIUSIR DARI TELAGA RASULULLAH,.

  17. Bro admin bukan kah kita nanti di akhirat butuh sya faat rosulullah..
    tanpa syafaat rosulullah kita tidak selamat…
    apa bro admin bisa masuk surga sendiri????

    Betul bro herman,.
    Kita butuh syafaat Rasulullah, makanya Rasulullah mengajarkan kita agar perbanyak bershalawat,.

    Tapi…
    Bershalawatnya dengan shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah saja,. bukan shalawat hasil modifikasi atau kreasi manusia,..
    Begitu bro,. kalau shalawat hasil modifikasi manusia sih ga akan bermanfaat buat pengamalnya, justru akan mendapatkan dosa,.

    para sahabat saja bertanya kepada Rasulullah bagaimana cara bershalawat, lalu rasulullah mengajarkannya, lah kok kita yang jauh dari jaman Rasulullah malah berani-beraninya membuat shalawat sendiri?

    Mari kita perbanyak shalawat, tapi shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah saja, bagaimana caranya? gampang bro, baca saja disini

    Saya masuk surga sendiri? kata siapa bro,..

  18. saya mengikuti sunah Rasulullah saja belum bisa 100%, jadi in sha ALLAH saya juga gak berani nambah2 ibadah yg tidak dianjurkan Rasulullah saw.

  19. Islam itu universal, bahkan yang tak terbayang oleh kita, seorang yang bisa sholatnya baru takbir dan salam jelas diapun muslim, bukan berarti kita doang yang sholat dngan bacaan lengkap, begitu juga cara orang bersholawat, maaf kalau cuma manusia sekelas bapak mencoba mendiskreditkan sebagian saudara kita dalam menjalankan tradisi yang sudah ada bahkan sebelum bapak lahir sebagai manusia.

    Menurut hemat saya, jangan mengaku islam deh.

    Memicu pertentangan bersenjatakan pengetahuan tentang bid’ah dan khurofat, bapak terlalu sombong dan merasa islam itu sesempit yang ada di kepala bapak saja.

    Punggawa2 islam masa lalu, para aulia nusantara, para ulama kharismatik, akan bapak hilangkan dari sejarang islam indonesia. Dengan dalih bid’ah, khurofat. Trim.

    Islam itu adalah agama yang dibuat oleh Allah, lalu diajarkan oleh Rasulullah,.
    Makanya kita disuruh berislam dengan islam yang diajarkan oleh Rasulullah saja,..

    Adapun jika ada islam yang disampaikan oleh tokoh sehebat apapun dia, jika yang disampaikan bukan islam yang diajarkan oleh Rasulullah, maka sikap kita tidak mau mengamalkan islam yang berbeda dengan islam yang diajarkan oleh Rasulullah tersebut,.

    Jadi tidak ada islam nusantara, islam citarasa indonesia,..

    Islam cuma satu,.. yaitu ajaran islam yang diajarkan oleh Rasulullah saja,

    Dan islam yang diajarkan oleh Rasulullah itu adalah agama yang cocok untuk siapa saja, negara mana saja, dan waktu kapan saja,.

  20. Lanjutkan mas..
    Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

    “Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).

  21. Alhamdulillah,
    smg Allah Subhana wa ta’ala memberikan hidayah sunnah kpd kita, jazakallahu khairan admin telah mengingatlan kita akan bahaya bidah, smg dicatat sbg amal sholeh bagi yg menulis dan menyebarkan artikel ini juga kpd pembaca yg mengambil manfaatnya amiin

    Alhamdulilllah..
    Aamiin,.

  22. Assalamu alaikum min..
    Mau tanya om mimin, Rosululloh Itu mengikuti kebiasaan orang arab dalam berpakaian atau orang arab yang mengikuti Rosululloh?
    Terima kasih, Wassalamu alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Rasulullah mengikuti pakaian kaumnya,.. tapi yang tidak bertentangan dengan aturan islam,.
    Seperti TIDAK BOLEH ISBAL / melebihi mata kaki bagi laki-laki, jadi jubah yang dipakai oleh Rasulullah itu tidak isbal,
    Ancaman bagi laki-laki yang pakaiannya melebihi mata kaki, adalah akan diadzab di neraka apa-apa yang dibawah mata kakinya, silahkan baca disini ulasannya

    jadi, jika kita ingin sesuai sunnah nabi, ya pakai pakaian penduduk setempat, tapi tetap lihat aturan islam, jadi misalkan orang irian yang beragama islam, maka tidak boleh pakai koteka doang,. tapi harus memakai pakaian yang sesuai aturan islam,
    Dan untuk orang jawa, bisa memakai baju koko, peci hitam, itu sesuai sunnah nabi, silahkan baca ulasannya disini

  23. Kebanyakan orang indonesia ngakunya brmadzhab imam syafei,, coba deh yg ngrasa madzhab syafei tolong di cek, apakah beliau ngajarin tahlilan, muludan, khoul orang yg sdh mninggal dll, pasti ga bakalan ada

  24. Inilah tradisi yang turun temurun tanpa diketahui asal usulnya,

    Ujung-ujungny sama kayak Shalawat Fulus yg diterbitkan DimasTaatPribadi Si Tukang Tipu.

    masih beruntung sudah ketahuan diTipu diDunia masih bisa taubat..

    lah yg blum menyadari kepalsuan Barzanji kelak akan menyesal selamnya di Akhirat..

    Jadilah mUslim yg pandai saudaraq

  25. Nabi muhammad rumahnya kecil lho.. alquran dulu tidak pakai harokat..dan dibukukan dijaman sahabat nabi..

    Tapi ingat, walaupun rumahnya kecil, nabi istrinya lebih dari empat,.
    Walaupun alquran belum dibukukan, nabi hafal alquran, demikian juga para sahabat banyak menghafal alquran, alquran ada di dada mereka, dalam hafalan mereka,.
    Padahal hurufnya belum di harakati,.

    Sekarang,. rumahnya besar, takut punya anak banyak..
    Alquran sudah dibukukan, sudah diharakati, juga di hape juga bisa ada aplikasinya,.. tapi…. anda hafal tidak?

    Kebayang, jika ayat quran tidak diharakati, bahkan jaman Rasulullah tanda titik juga belum ada,.. kira-kira anda mudah membacanya tidaki?

  26. admin ngaco ….

    baru bljar agama kmaren aj udh takabbur ,itu yg ngarang albarjnji org soleh , seenak jidat aj nte nyalahin karangan nya beliau …

    Orang SHOLEH ga bakalan berani bikin-bikin shalawat mas,..

    Jadi omong kosong jika dia adalah orang SHOLEH,

    Orang sholeh hanya akan mengamalkan amal sholeh, apa itu amal sholeh?

    Amal sholeh adalah amalan yang ada tuntunannya dari NABI, bukan amalan bikinan sendiri, itu sih bukan amal shalih, tapi amal THALIH

    Apa itu amal sholeh itu?
    Baca di sini

  27. Di bulan desember ini banyak Peringatan Maulid dimana2, silahkan bubarkan, dan ceramahlah anda di masjid yang sedang maulid….. jangan hanya di media alias sembunyi2, buktikan.. dan siarkan…saya tunggu di depok…..

    Maaf mas, otak saya masih sehat,..

    Ibarat ada orang sedang pesta mabuk-mabukan karena minum arak atau khamr,lalu ada orang atau ustadz yang mendatangi orang-orang yang lagi mabuk tersebut, lalu orang ini berceramah bahwa khamr itu haram, mabuk khamr dilarang dalam islam,..

    Kira-kira bagaimana reaksi para pemabok? Bagaimana nasib ustadznya?

    Mungkin babak belur dihajar oleh para pemabok,..

    Dakwah itu ga asal menyampaikan, tapi lihat situasi, juga siapa yang didakwahi

    • Astagfirullah mas….anda menyamakan kami yg mencintsi rosul dgn orng2 yg mabuk….berhati2lah anda berkata …mgkn kita berbeda pendapat ttg maulid….tp setidaknya kami tidak pernah mengkafirkan saudara semuslim kami…

      Saya tidak menyamakan..
      Anda saja yang menyimpulkan demikian

      • Siapa yg kafirkan anda ?,

        kalau anda merasa amalan ibadah anda tak sesuai contoh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam,

        admin hanya ingatkan saja,
        mg byk yg tercerahkan
        Alhamdulillah

        Ya…saya tidak memvonis kafir, sebab itu tdk serampangan

        • Admin…
          Sya memang dr dulu sdg mncr kebenaran bukan pembenaran…

          Sy melihat bangsa ini kacau terlebih lg jika dlihat dr segala bentuk pemerintahan yg smkn kacau…

          Sy yakin yg salah bukan pemimpin kita saja…

          Ttp manusia itulah bisa mnjd penyebabnya…

          Suatu bentuk kedzaliman yg terjadi tanpa kita sadari itulah yg disebut murka terselubung …

          Trkait postingan di atas…

          Sy barulah paham akan pentingnya menjaga kehati2an dlm bertindak…

          Sy baru sadar min, stlh sy memahami bahasa arab…

          pikiran sy mnjd lebih berhati2 dlm berucap…

          Sama ketika org pandai melantunkan lagu bhs inggris…

          Lagunya indah ttp isinya luar biasa mengandung kemaksiatan (contohnya:lagu sia-cendilier) isinya ttg mabuk2an…

          Padhl sy suka banget lagu itu…

          tp stlh tau isinya sy lgsg tinggalkan….

          Skli lg dg postingan itu sy mnjd sadar dan sy taubat nasuha…

          mngkn selama ini doa dan rezeki saya terhambat karena ada noda yg blm terhapus di hati saya… Jazakallah….

          Alhamdulillah…hanya Allahlah yang memverikan hidayah taufik..

          Memang salah satu cara orang kafir mengalahkan islam, salah satu caranya adalah menjauhkan kaum muslimin dari bahasa Arab,.

          Bahasa arab adalah bahasa Alquran, bahasa hadits..

          Dengan tidak pahamnya kaum muslimin terhadap bahasa Arab, maka mudah saja kaum muslimin dibawa kesana kemari, seperti kerbau yang dicocok hidungnya, dibawa ke utara ikut, ke selatan ikut, bahkan dibawa ke tempat pejagalan pun manut saja..

          Lagu dan musik juga haram hukumnya dalam islam,tapi banyak kaum muslimin yang menggandrunginya, bahka menjadi profesinya,

  28. saya ingin cerita tentang “MAULID”.

    Suatu saat saya disuruh menjadi khatib disalah satu masjid di tempat saya dan saat itu bertepatan dgn akan diadakannya perayaan maulid Nabi yang biasa dilakukan setiap tahun.

    Pada saat khutbah saya sisipkan sebuah hadits tentang MAULID yang artinya kurang lebih “barang siapa yang menginfaqkan hartanya satu dirham untuk Maulidku maka Allah akan membalasnya dengan satu gunung Uhud emas”.

    saya katakan bahwa hadits tersebut tidak mempunyai kepala dan tidak mempunyai ekor alias hadits PALSU. Kemudian pada jum’at berikutnya naiklah di atas mimbar seorang Ustads yang sudah membina masyarakat diseda tersebut sekitar 30an tahun untuk berhutbah, lantas Ustadz tersebut mengatakan dalam hutbahnya antara lain bahwa tidak ada yang namanya HADITS PALSU.

    Sontak pada saat itu saya gemetaran mendengar paparan Ustadz bahwa tidak ada yang namanya Hadits Palsu. Kemudian tiba saatnya untuk melaksanakan shalat Jum’at, pada saat melaksanakan shalat tersebut sama sekali tidak ada kekhusuan yang saya dapatkan bahkan bersahadat saja tangan saya sangat gemetaran mengingat ucapan Ustads yang khutbah tadi, yang ada dipikiran saya adalah bagaimana caranya agar saya bisa menasehati Ustadz tadi.

    Sehingga setelah shalat jum’at saya menunggu mereka selesai berdoa. Setelah selesai berdoa saya hampiri Ustadz tersebut dan saya salami beliau dan saya katakan kepada beliau :

    Ustadz…Ko beraninya Ustadz katakan bahwa tidak ada yang namanya Hadist Palsu.

    jawab Ustadz :Kamu tersinggungkah

    saya jawab : bukan masalahnya tersinggung atau tidak tersinggung tetapi INGAT.. bahwa bapak itu seorang Ustadz apapun yang Ustadz katakan pasti masyarakat ikut. Pertanyaannya adalah mengapa masyarakat ikut jawabannya adalah karena masyarakat tidak punya ilmu tentang agama Islam. Jadi jangan Ustadz sebarkan kesesatan ditengah masyarakat.

    Ustadz tersebut berusaha menghindar dan saya tetap kejar Ustadz tersebut dan bahkan saya katakan bahwa dari mana ustadz belajar ilmu Hadits sehingga Ustadz berani katakan bahwa tidak ada yang namanya HADITS PALSU.

    Karena saya desak terus Ustadz tersebut dan karena beliau terdesak sehingga beliau pura-pura menghamparkan sajadah untuk melaksanakan shalat sunat ba’diyah dan pada saat itulah saya tinggalkan beliau. Itulah kira-kira profil umat islam kita yang hanya bertuliskan ISLAM pada KTP. Harapan saya kepada admin kiranya terus sebarkan dakwah ahlis sunah dan semoga Allah Ta’ala memberi kesehatan dan kekuatan serta kesabaran dalam berda’wah…aamiin.

    Yah, begitulah realitanya,…
    Kondisi dainya saja seperti itu, apalagi orang muslim awamnya

  29. Mun ges kiye mah mng dalilut bae eleh dalil gelut. Dia ngomng ngiluken hadits jienan manusia musrik beda jeng nabi. Ari dia sadar heuteu pan nabi geh manusia. Kehed

    Dalilna gelut?
    Ngomong naon kang?

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*