Maulid, Ikut Tradisi Siapa Yah?? abu lahab yang merayakannya ketika rasul hidup,

Paman Rasul Yang Bahagia Dengan Kelahirannya Riwayat Abu Lahan Di Kelahiran Nabi Abu Jahal Di Ringankan Siksa Kuburnya Pada Hari Senin Hadist. Perkataan Imam Syamsuddin Bin Nashiruddin Tentang Abu Lahab Abu Lahab Gembira Nabi Lahir

ini dalil maulidBaru-baru ini kita mungkin pernah mendengar sebuah acara raksasa, maulid terbesar yang diadakan di monas. Terlepas dari siapa yang mengadakan, atau habib mana yang menjadi pembicaranya.

Mungkin ada dari kita yang bertanya, siapa sih yang pertama kali mengadakan acara ulang tahun ini?

Apakah ulang tahun sama dengan Maulid? Maulid dengan ulang tahun adalah sama, hanya beda bahasa saja, maulid adalah bahasa arab dari ulang tahun.

Marilah kita telusuri sejarah yang ada, siapakah yang pernah mengadakan ulang tahun nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Yang pertama kali mengadakan maulid ketika Rasulullah masih hidup adalah paman beliau yang bernama Abu Lahab. Waktu itu Abu Lahab adalah orang musyrik penyembah berhala.

Abu Lahab juga merupakan orang yang  diancam akan mendapatkan siksa, sebagaimana tertera dalam surat Al lahab.

Dan anehnya, dalil yang menunjukkan kalau Abu Lahab ini merayakan maulid nabi ini dijadikan dasar oleh orang-orang yang gemar melakukan ritual maulid nabi ini. Dengan alasan abu lahab saja diringankan siksanya di neraka karena merayakan maulid nabi.

Kemudian siapakah yang pertama kali mengadakan maulid nabi ketika Rasulullah sudah meninggal?

Diceritakan oleh para Ulama ahlussunnah, mereka yang pertama kali mengadakan maulid nabi adalah bani Fatimiyyun.

Kebanyakan dari raja (penguasa) mereka adalah orang-orang yang zhalim, sering menerjang perkara yang haram, jauh dari melakukan perkara yang wajib, paling semangat dalam menampakkan bid’ah yang menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah, dan menjadi pendukung orang munafik dan ahli bid’ah.

Bani Fatimiyyun adalah di antara manusia yang paling fasik (banyak bermaksiat) dan paling kufur.

Bani Fatimiyyun terkenal juga dengan sebutan Kelompok Bathiniyyah.

Bagaimana komentar ulama terhadap kelompok bathiniyyah ini?

Imam Abdul Qohir al-Baghdady rahimahullah (meninggal tahun 429 H) berkata :

“Madzhab Bathiniyyah bukan dari Islam, tapi dia dari kelompok Majusi (penyembah api)

Beliau juga berkata :

“Ketahuilah bahwa bahayanya Bathiniyyah ini terhadap kaum muslimin lebih besar dari pada bahayanya Yahudi, Nasrani, Majusi serta dari semua orang kafir bahkan lebih dahsyat dari bahayanya Dajjal yang akan muncul di akhir zaman.”

Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan :

“Sesungguhnya Bathiniyyah itu orang yang paling fasik dan kafir. Barangsiapa yang mengira bahwa mereka itu orang yang beriman dan bertakwa serta membenarkan silsilah nasab mereka (pengakuan mereka dari keturunan ahli bait/Ali bin Abi Tholib,-pent) maka orang tersebut telah bersaksi tanpa ilmu.

Allah berfirman :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya” (QS. Al-Isra: 36)

Al Qodhi Abu Bakr Al Baqillaniy rahimahullah , beliau menyebutkan bahwa Bani Fatimiyyun adalah keturunan Majusi.

Cara beragama mereka lebih parah dari Yahudi dan Nashrani. Bahkan yang paling ekstrim di antara mereka mengklaim ‘Ali sebagai ilah (Tuhan yang disembah) atau ada sebagian mereka yang mengklaim ‘Ali memiliki kenabian.

Sungguh Bani Fatimiyyun ini lebih kufur dari Yahudi dan Nashrani.

Bahkan Bani fatimiyyun ini di berantas oleh Shalahudin Al ayubi, sebagimana yang dikatakan oleh Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah, :Sholahuddin-lah yang menaklukkan Mesir.

Beliau menghapus dakwah ‘Ubaidiyyun yang menganut aliran Qoromithoh Bathiniyyah (aliran yang jelas sesatnya, pen). Shalahuddin-lah yang menghidupkan syari’at Islam di kala itu.

Selanjutnya, marilah kita lihat orang-orang yang terbaik yang layak untuk dijadikan panutan.

Siapa mereka?

Yang pertama adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,.. Apakah beliau pernah merayakan ulang tahunnya? atau ulangtahun bapaknya, ibunya, atau anaknya? TIDAK PERNAH SAMA SEKALI.

Yang kedua, para Sahabat.,.orang yang paling mencintai Rasulullah. Apakah ada sahabat yang pernah mengadakan ulang tahun?? TIDAK PERNAH SAMA SEKALI.

Yang ketiga, Para Thabi’in,.. apakah ada thabiin yang pernah mengadakan ulang tahun?? TIDAK PERNAH SAMA SEKALI.

Yang keempat, Para Thabiut thabi’in,..apakah mereka ada yang pernah mengadakan ulang tahun?? TIDAK PERNAH SAMA SEKALI.

Yang kelima,.. Imam yang empat, …..apakah mereka ada yang pernah mengadakan ulang tahun?? TIDAK PERNAH SAMA SEKALI.

Yang ke enam, para Ulama, seperti Imam Bukhari, Muslim,..dan ulama-ulama lainnya, sangat banyak sekali, ..apakah mereka ada yang pernah mengadakan ulang tahun?? TIDAK PERNAH SAMA SEKALI.

Dari keterangan diatas, sungguh kita dapati fakta sebenarnya, ternyata yang pertama mengadakan ulang tahun nabi adalah orang-orang yang sangat jelek agamanya,.. bahkan bukanlah dari pemeluk agama islam.

Abu Lahab orang musyrik quraisy, bukan seorang muslim.

Bani Ubaidiyyun adalah dari kelompok syiah qaramithah batinniyah yang jelas-jelas kesesatannya..

Sedangkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, para thabi’in, thabi’ut thabi’in, Imam yang empat, para Ulama, tidak ada yang pernah satu kalipun mengadakan maulid nabi..

Kok ada sekelompok orang yang mengaku mencintai Rasulullah, mereka rame-rame mengadakan maulid nabi???

Padahal yang pertama kali mengadakan maulid nabi adalah orang-orang yang sudah dikenal keburukannya,..

Oleh karena itu, sudah saatnyalah kita kembali kepada ajaran yang benar.

Tidak melakukan ritual-ritual yang ternyata itu dilakukan oleh orang-orang yang ingin menghancurkan islam itu sendiri….

Print Friendly, PDF & Email

Siksa Abu Lahab Diringan Pada Hari Senin Abu Lahab Dengan Perayaan Maulid Menurut Bukhari Muslim Abu Lahab Memperinfati Kelahiran Nabi Salaf Benarkah Abu Lahab Diringankan Siksa Abu Laham Gembira Dengan Datang Lahirnya Nabi Muhammad

45 Comments

  1. Sejarah peringatan maulid:
    Seluruh ulama sepakat bahwa maulid Nabi tidak pernah diperingati pada masa Nabi
    shallallahu `alaihi wasallam hidup dan tidak juga pada masa pemerintahan
    khulafaurrasyidin.
    Lalu kapan dimulainya peringatan maulid Nabi dan siapa yang pertama kali
    mengadakannya?
    Al Maqrizy (seorang ahli sejarah islam) dalam bukunya “Al khutath” menjelaskan
    bahwa maulid Nabi mulai diperingati pada abad IV Hijriyah oleh Dinasti Fathimiyyun di
    Mesir.
    Dynasti Fathimiyyun mulai menguasai mesir pada tahun 362 H dengan raja
    pertamanya Al Muiz lidinillah, di awal tahun menaklukkan Mesir dia membuat enam
    perayaan hari lahir sekaligus; hari lahir ( maulid ) Nabi, hari lahir Ali bin Abi Thalib, hari
    lahir Fatimah, hari lahir Hasan, hari lahir Husein dan hari lahir raja yang berkuasa.
    Kemudian pada tahun 487 H pada masa pemerintahan Al Afdhal peringatan enam
    hari lahir tersebut dihapuskan dan tidak diperingati, raja ini meninggal pada tahun 515 H.
    Pada tahun 515 H dilantik Raja yang baru bergelar Al amir liahkamillah, dia
    menghidupkan kembali peringatan enam maulid tersebut, begitulah seterusnya peringatan
    maulid Nabi shallallahu `alaihi wasallam yang jatuh pada bulan Rabiul awal diperingati
    dari tahun ke tahun hingga zaman sekarang dan meluas hampir ke seluruh dunia.
    b.Hakikat Dynasti Fathimiyyun:
    Abu Syamah (ahli hadist dan tarikh wafat th 665 H) menjelaskan dalam bukunya
    “Raudhatain” bahwa raja pertama dinasti ini berasal dari Maroko dia bernama Said,
    setelah menaklukkan Mesir dia mengganti namanya menjadi Ubaidillah serta mengaku
    berasal dari keturunan Ali dan Fatimah dan pada akhirnya dia memakai gelar Al Mahdi.
    Akan tetapi para ahli nasab menjelaskan bahwa sesungguhnya dia berasal dari keturunan
    Al Qaddah beragama Majusi, pendapat lain menjelaskan bahwa dia adalah anak seorang
    Yahudi yang bekerja sebagai pandai besi di Syam.
    Dinasti ini menganut paham Syiah Bathiniyah; diantara kesesatannya adalah bahwa
    para pengikutnya meyakini Al Mahdi sebagai tuhan pencipta dan pemberi rezki,
    2
    setelah Al Mahdi mati anaknya yang menjadi raja selalu mengumandangkan kutukan
    terhadap Aisyah istri rasulullah shallallahu `alaihi wasallam di pasar-pasar.
    Kesesatan dinasti ini tidak dibiarkan begitu saja, maka banyak ulama yang hidup di
    masa itu menjelaskan kepada umat akan diantaranya Al Ghazali menulis buku yang
    berjudul “Fadhaih bathiniyyah (borok aqidah Bathiniyyah)” dalam buku tersebut dalam bab
    ke delapan beliau menghukumi penganutnya telah kafir , murtad serta keluar dari agama
    islam.
    c. Hukum perayaan maulid Nabi:
    Sebenarnya, dengan mengetahui asal muasal perayaan maulid yang dibuat oleh
    sebuah kelompok sesat tidak perlu lagi dijelaskan tentang hukumnya. Karena saya yakin
    bahwa seorang muslim yang taat pasti tidak akan mau ikut merayakan perhelatan sesat
    ini.
    Akan tetapi mengingat bahwa sebagian orang masih ragu akan kesesatan
    perhelatan ini maka dipandang perlu menjelaskan beberapa dalil ( argumen ) yang
    menyatakan haram hukumnya merayakan hari maulid Nabi shallallahu `alaihi wasallam.
    Diantara dalilnya:
    1. Allah taala berfirman:
    Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
    kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Q.S. Al Maidah: 3
    ).
    Ayat di atas menjelaskan bahwa agama islam telah sempurna tidak boleh ditambah
    dan dikurangi, maka orang yang mengadakan perayaan maulid Nabi yang dibuat setelah
    rasulullah shallallahu `alaihi wasallam wafat berarti menetang ayat ini dan menganggap
    agama belum sempurna masih perlu ditambah. Sungguh peringatan maulid bertentangan
    dengan ayat di atas.
    2. Sabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam :
    ( إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ) رواه أبو داود والترمذي
    Hindarilah amalan yang tidak ku contohkan (bid`ah), karena setiap bid`ah
    menyesatkan”. HR. Abu Daud dan Tarmizi.
    Peringatan maulid Nabi tidak pernah dicontohkan Nabi, berarti itu adalah bi’dah, dan
    setiap bi’dah adalah sesat, berarti maulid peringatan Nabi adalah perbuatan sesat.
    3. Sabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam :
    (( مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا ھَذَا مَا لَیْسَمِنْهُ فَھُوَ رَدٌّ )) متفق علیه
    3
    وفي رواية لمسلم (( مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَیْسَ عَلَیْهِ أَمْرُنَا فَھُوَ رَدٌ ))
    “Siapa yang menghidupkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dalam dien
    kami, amalannya ditolak.” Muttafaq ’alaih
    Dalam riwayat Muslim: “Siapa yang mengamalkan perbuatan yang tidak ada
    dasarnya dalam dien kami, amalannya ditolak.”
    Dua hadist di atas menjelaskan bahwa setiap perbuatan yang tidak dicontoh Nabi tidak
    akan diterima di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, dan peringatan maulid Nabi tidak
    dicontohkan oleh Nabi berarti peringatan maulid Nabi tidak diterima dan ditolak.
    4. Sabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam:
    (( مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَھُوَ مِنْھُمْ )) رواه أبو داود
    Barang siapa yang meniru tradisi suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum
    tersebut. HR. Abu Daud.
    Tradisi peringatan hari lahir Nabi Muhammad meniru tradisi kaum Nasrani
    merayakan hari kelahiran Al Masih (disebut dengan hari natal) , maka orang yang
    melakukan peringatan hari kelahiran Nabi bagaikan bagian dari kaum Nasrani -wal
    ‘iyazubillah-.
    5. Peringatan maulid Nabi sering kita dengar dari para penganjurnya bahwa itu
    adalah perwujudan dari rasa cinta kepada Nabi. Saya tidak habis pikir bagaimana orang
    yang mengungkapkan rasa cintanya kepada Nabi dengan dengan cara melanggar
    perintahnya, karena Nabi telah melarang umatnya berbuat bidah. Ini laksana ungkapkan
    oleh seorang penyair:
    لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَهُ إِنَّ المُحِبَّلِمَنْ أَحَبَّ مُطِیْعُ
    Jikalau cintamu kepadanya tulus murni, niscaya engkau akan mentaatinya.
    Karena sesungguhnya orang yang mencintai akan patuh terhadap orang yang dicintainya
    6. Orang yang mengadakan perhelatan maulid Nabi yang tidak pernah diajarkan
    Nabi sesungguhnya dia telah menuduh Nabi telah berkhianat dan tidak menyampaikan
    seluruh risalah yang diembannya.
    Imam Malik berkata,” orang yang membuat suatu bidah dan dia menganggapnya
    adalah suatu perbuatan baik, pada hakikatnya dia telah menuduh Nabi berkhianat tidak
    menyampaikan risalah.
    Setelah membaca artikel ini, berdoalah kepada Allah agar diberi hidayah untuk bisa
    menerima kebenaran dan diberi kekuatan untuk dapat mengamalkannya dan jangan
    terpedaya dengan banyaknya orang yang melakukannya seperti firman Allah:
    4
    Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka
    akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan
    belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (Q.S. Al An’aam: 116 ).
    Abu Raihanah
    *Dikutip dari: Makalah Sejarah Maulid, hukum dan pendapat ulama terhadapnya karya
    Nashir Moh. Al Hanin dan sumber lain.

    • numpang tanya…
      saya pernah membaca sebuah berita tentang perayaan haul untuk Syekh al-Utsaimin dengan nama ‘Haflah Takrim.”
      yang diadakan pada bulan Januari 2010 di sebuah hotel di Kairo di bawah naungan Duta Besar Saudi di Kairo, Hisham Muhyiddin.
      yg ingin saya tanyakan,bagaimana dengan hukumnya?
      bukankah “Haflah Takrim” itu sama dgn maulid stadz?
      mohon penjelasan dan dalilnya tentang perayaan ini, mengingat banyak sekali yg menanyakannya kepada saya,saya bingung untuk menjelaskannya kepada teman-teman saya tentang masalah ini,mengingat saya sangat awam dlm mslh agama..
      syukron…

      Terimakasih tuan dhemang,
      Perbuatan maksiat yg dilakukan oleh penguasa, bukanlah menjadi dalil tentang rusaknya agama penguasa tsb,
      Sebenarnya kalau kita mau jujur, betapa banyak umat islam yg menjadi koruptor, pezina,tukang copet, pencuri,dan perbuatan maksiat lainnya,.. apakah itu menunjukkan rusaknya agama islam? itu adalah kesalahan person tsb,

      Demikian juga dengan penguasa, ada penguasa yg mentaati ajaran islam, ada juga dalam beberapa hal melanggar ajaran islam,
      Dan kaum muslimin atau pemerintah bukanlah orang yang ma’shum (terjaga dari kesalahan) seorang ulama saja bisa terjerumus dalam kemaksiatan, apalagi selain ulama,

      Adapun nasehat kepada penguasa, itu juga harus mengikuti contoh rasulullah, bagaimana cara menasehati penguasa? bisa baca disini

  2. bener bgt atuh.. abu lahab aja dapat keringanan siksa kubur setiap mlm senin krn senang akan lahirnya Nabi SAW, pdhl dia ga beriman… gimana kalo beriman ya… 😀

    trimakasih telah berkomentar disini,

    Kalau mau ikut abu lahab yang disiksa dineraka, ya silahkan aja lakukan maulid nabi,..

    Kalau mau ikut jejak para sahabat nabi, yang begitu mencintai nabi, dan nabi pun mencintai mereka, maka tinggalkanlah ritual maulid nabi tersebut,.. mudah bukan,..
    tinggal pilih, ikut maulid nabi di neraka,.. atau…

    Mbok ya kalau mau ngikutin orang, ikutilah orang-orang yang dijanjikan masuk surga,seperti Rasulullah sendiri, Abu Bakar,Umar, Utsman, Ali, dan para sahabat lainnya, bukan mengikuti orang yang kekal diadzab di neraka semisal abu lahab,.. na’udzubillahi min dzalik,..

    Maukah anda jadi pengikutnya abu lahab?

    • lha wong abu lahab saja yg kafir diringankan siksanya lho….. hayooo

      Kata siapa mas abu lahab diringankan siksanya? yang diringankan itu pamannya nabi yang bernama abu thalib, bukan abu lahab, piye tho mas,..

      lagipula emang knpa n ada apa ustadz dgn maulid nabi?
      apakah haram krna gk prnah dilakukan rasul n sahabt?

      Maulid nabi itu diadakan utk apa coba mas, untuk mendekatkand diri kepada Allah? Bukti cinta Rasulullah? Siapa sih yg lebih cinta rasul, orang-orang sekarang atau para sahabat??

      Tentu para sahabat mas,.. mereka tidak ada satupun yang melakukan maulid nabi,..

      Jika ini baik, tentu para sahabat telah mendahului kita untuk melakukannya,..

    • Maaf mau tanya mas, knp abu lahab di berikan keringanan setiap malam senin?

      Kata siapa mba, tahu hal tersebut dari siapa, tolong tunjukkan bukti otentiknya, hadits riwayat siapa

  3. kenapa sih yang di bahas sekitar bid’ah ? kenapa dasar (Dalil) yang di ambil dari Al’qur’an dan hadist yang di kutip cuma itu-itu saja? apa tidak ada yang lainnya? padahal jaman Rosulullah saw disebutkan perbedaan pendapat diantara umatku merupakan rohmat.
    Karena Rasulullah juga setiap memulai khutbah jumat, yang diingatkan adalah masalah bidah,

    Karena bidah itu yang menghancurkan islam,
    Karena bidah membutakan hati para pelakunya..
    Karena bidah mendatangkan murka Allah,
    Karena bidah itu membuat iblis senang,
    Karena bidah membuat orang semakin menjauh dari sunnah,

    Bukankah kaum muslimin di indonesia mengaku sebagai ahlussunnah?
    Mana konsekwensi dari hal tersebut?
    Tentu salahsatunya dengan menjauhi bidah sejauh-jauhnya, dan mengingatkan manusia dari bahayannya,..

    Bukan sekedar mengaku ahlussunnah, tapi membiarkan diri kita, atau kaum muslimin tercebur ke dalam bidah,

    Sama saja seperti ini, saya makan dari yang baik dan halal, tapi dalam prakteknya makanan yang haram jadi konsumsi sehari-hari, dan membiarkan orang lain yang makan makanan haram tersebut,.. lalu malah memberikan penilaian jelek kepada orang yang mengingatkan akan bahaya makanan yang haram,..

    dunia sudah terbalik,. yah,.. mungkin karena para pelaku amalan bidah sudah mayoritas,.. jadi yang mengingatkan akan bahaya bidah di cap jelek,..

    Apakah anda tidak takut berbuat bidah? baca disini

    • kalau bidah dalam agama haram trus bgamana dgn ijma n qiyas?apakah juga harus diharamkan?

      yang dimaksud ijma adalah ijma para sahabat, bukan ijma orang-orang sekarang,
      siapa yang pertama kali menggunakan qiyas?
      Dia adalah iblis, ketika tidak mau sujud kepada adam, karena menganggap dia diciptakan dari api,sementara adam dari tanah, iblis mengqiaskan kalau api lebih baik dari tanah,

  4. BerSholawat kok ga’ Boleh…. Maulid tu Acaranya Bersholawat.. Makanya coba sekali2 datang bila Ada Maulid….jangan kan Manusia… yg hidup jauh dari nabi…. Wong Alloh dan Malikatnya ja bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Jika ada orang yang shalat maghrib 7 rakaat, dan orang ini melakukannya ikhlas, mengharapkan wajah Allah, apakah boleh?
    Lalu ada orang yang melarang dia shalat maghrib 7 rakaat, padahal yg diajarkan rasulullah kan 3 rakaat,. lalu orang ini berkata,
    Orang mau shalat kok dilarang, bukankah shalat itu perintah Allah? Shalat itu isinya bacaan quran, bukankah semakin banyak bacaan quran yg dibaca, yg biasanya 3 rakaat jadi 7 rakaat, apakah anda melarang saya baca quran?

    Itu sama dgn logika anda ttg shalawat,

    Masalahnya adalah praktek atau cara shalawatnya mas, apakah itu diajarkan rasulullah atau tidak,

    Abu bakar aja tidak ngadain maulid nabi, demikian juga umar,utsman,ali ,

    Apakah mereka tidak mencintai nabi?

    Apakah kecintaan orang2 yg ngadain maulid nabi itu melebihi kecintaan para sahabat spt abu bakar,umar,utsman,ali??

    Ataukah justru para pelaku maulid lah yg keblinger dalam mempraktekkan cara shalawat, cara mengungkapkan kecintaan kepada nabi,

    silahkan baca disini konsekwensi dari cinta rasul

    Tidak merayakan maulid tapi masuk surga , mau tahu? baca yang ini

  5. assalamualaikum.wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mhn mf sblmnya utk “admin”. Maksud anda Insya Allah dlm menjelaskan, memaparkan & menyimpulkan atas tiap2 pertanyaan yg berkenaan dengan “MAUILID” ini ikhlas krn Allah semata.

    Tp mhn kiranya tidak perlu anada men”JUDGE” org lain yg melaksanakan MAULID (identik deg ABU LAHAB) & msuk NERAKA. Bukankah hal slh & bnr dlm hal pembahasan ini hanya milik Allah semata ?

    Betul sekali, salah dan benar adalah milik Allah, dan Allah sudah mengutus Rasulullah untuk menyampaikannya,. lalu kenapa tidak legowo dengan ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah? malah mengerjakan amalan2 yg tidak dicontohkan oleh Rasulullah,
    Semua yang mendekatkan kepada surga sudah rasulullah jelaskan,
    Semua yang menjauhkan dari neraka sudah rasulullah sampaikan,.. kurang apa lagi,..
    Semua ajaran rasulullah saja belum bisa kita kerjakan semuanya, kok sempat2nya melakukan ritual2 yg tdk ada contohnya dari rsulullah?

    apa lagi mslh mmvonis org lain masuk NERAKA ?

    Saya tidak pernah memvonis secara person, hanya umum saja,
    apakah jika saya katakan, jika melakukan perbuatan bidah, maka itu adalah kesesatan, dan kesesatan itu tempatnya di neraka,.. apakah itu memvonis?
    Sedangkan katagori bidah banyak sekali, bukan maulid saja, ada ritual tahlilan,yasinan,dll

    jika ini dikatakan menjudge, apa komentar anda thd perkataan rasulullah, semua bidah itu sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka,..

    Trim’s

    trim’s kembali

  6. Org2 yg mencoba menegakkan sunnah Rosul bagaikan memegang bara api, dan dia dianggap orang aneh, orang asing…
    Islam datang sebagai sesuatu yang asing dan akan pergi sebagai sesuatu yang asing.

    Komentar2 “kritis” dibawah ini menunjukkan bahwa bid’ah sudah menggurita menjadi budaya dan pembenaran.
    Jelas-jelas maulid nabi tidak dicontohkan tapi orang membenarkan dengan seribu alasan. Katakanlah kebenaran itu walau terasa pahit.
    “Perbedaan diantara umatku adalah rahmat” . . . .

    apa benar itu Hadist shahih???

    Silahkan check and recheck agar tidak tersesat. Wallohu’a’lam.

  7. “Perbedaan di antara ummatku adalah rahmat”
    Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Nashirudin al-Albani mengatakan: ”hadits ini tidak ada asal usulnya.
    Sungguh para ulama pakar hadits telah berupaya untuk mendapatkan sanad[1] hadits ini, namun mereka tidak mendapatkannya, sampai as-Suyuthi –rahimahullah- mengatakan: ”Mungkin hadits ini diriwayatkan dalam kitab para ulama yang [kitab tersebut] hilang sehingga tidak sampai ke tangan kita”.
    Menurut pendapatku [Fadhilatus Syaikh Albani], pernyataan ini jauh dari kebenaran, karena konsekwensi dari ucapan ini adalah justifikasi atas lenyapnya hadits-hadits Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam-, tentunya sangat tidak layak bagi seorang muslim untuk meyakini pernyataan ini.
    Al-Munawi –rahimahullah- menukil pernyataan Tajuddin as-Subki –rahimahullah-, bahwa beliau mengatakan: ”hadits ini tidak dikenal di kalangan para ahli hadits, dan saya belum mendapatkan sanadnya, baik yang derajatnya shahih, hasan, maupun yang derajatnya palsu”. Fadhilatus Syaikh Zakariya al-Anshari –rahimahullah- menyepakati pernyataan tersebut dalam komentarnya atas tafsir al-Baidhawi.
    Adapun kritikan dari sisi makna hadits, maka sesungguhnya makna yang terkandung dalam hadits ini telah diingkari oleh para ulama peneliti, Ibnu Hazm ad-Dhahiri –rahimahullah- mengatakan dalam kitabnya “al-Ihkam Fi Ushulil Ahkam”, setelah beliau mentarjih bahwa riwayat diatas [perbedaan diantara umatku adalah rahmat] bukanlah hadits Nabi: ”pernyataan ini sangat rusak, sebab jika kita terima bahwa perselisihan diantara umatku adalah rahmat maka konsekwensinya adalah kesepakatan umat adalah kebencian [Allah], dan seorang muslim tentu tidak akan mengucapkan perkataan ini, karena hanya ada dua opsi, kesepakatan atau perselisihan, maka hasilnya-pun salah satu diantara dua hal, rahmat atau kebencian [Allah]. Dan di halaman lain dari kitabnya beliau mengatakan:”hadits ini batil dan palsu”.

  8. Assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    ya akhi semoga Alloh SWT selalu memberikan keselamatan dan keberkahan kepada antum….
    Maaf akhi ana ada sedikit pertanyaan….
    Dulu saya ahli maulid,Alhamdulilah sekarang sudah berubah 180°
    karena saya selalu menjalin silaturahim dengan mereka,imbasnya sekarang saya di minta bantuan baik dana nya ataupun tenaganya untuk merayakan maulid,padahal mereka sudah tau saya sudah gak suka maulid, pertanyaannya apa yang haRus saya lakukan dengan kondisi seperti ini,bisa saja saya tidak memberikan bantuan apa pun ,tapi saya gak mau putus silaturahim dengan mereka ,dosakah saya jika memberi bantuan dana bahkan sekaligus dengan tenaga juga ?
    Mohon pencerahan akhi……

    Alhamdulillah, bisa terlepas dari tradisi yg tidak rasulullah ajarkan,.
    Jika kita berakhlak baik, insya Allah masyarakat akan baik,.
    Acara maulid adalah acara bidah, kita tidak boleh ikut serta tolong menolong dalam perbuatan bidah, baik dgn harta atau tenaga,.
    Apakah dengan anda tdk membantu acara tersebut, apalagi masyarakat sdh mengetahui anda tdk melakukan ritual tsb itu tdk masalah,.ini sebenarnya peluang bagus juga,. anda pun tdk usah membantu ritual tsb baik dgn harta atau tenaga,.

    Apakah hal tsb berarti anda memutuskan silaturahim? tidak,. anda tetap berbuat baik dengan mereka dalam hal lainnya,.. anda tetap bergaul dengan mereka,. anda bisa menyumbangkan harta dan tenaga anda utk yg lainnya, misalkan infak buat masjid, membayar listrik masjid bulan ini, atau hal2 lain yg tidak bertentangan dgn ajaran rasul,.. bisa juga memberi makan di acara kerja bakti, dll.

    masih sangat banyak sarana tuk menjaga ukhuwah dgn masyarakat,

  9. emg ngapain ngurusin qt……sok bener sndri ente???emg lo tau hati qt?klo di hati qt maulid ekspresi cinta qt kenabi ??sok tau lo

    cinta nabi?
    koq ngelakuin hal-hal yang dibenci nabi?

    koq ngelakuin tradisi kaum nasrani, maulid itu kan peringatan kelahiran nabi, lalu bedanya dengan natal alias lahirnya yesus, itu dirayaain juga,..

    Abu bakar,umar,utsman,ali, dibanding anda atau orang-orang yang ngadain maulid,bagaimana rasa cintanya kepada nabi? tapi mereka tidak pernah sekalipun ngadain maulid,.

    Imam hanafi,maliki,syafii,ahmad,.. apakah mereka tidak cinta nabi? sangat cinta, tapi mereka tidak ngadain maulid tuh,

    mau tahu siapa yang mengadakan maulid pertama kali? baca tulisan ini

    • Saya mau tanya kalau beol di wc pakai air ledeng,mandi pakai gayung apa masuk bidah ya,
      soalnya takut ni masuk neraka kalau salah,

      sepertinya orang yang biasa membidahkan sdh tau kali dia tmpatnya di surga,
      ya jadi tanya yang mgkn msk surga saja

      Jangan lebay dong mas syafri,. he..he..he..
      Emangnya air ledeng itu air kencing yang keluar? kan air suci, makanya boleh saja dipakai mandi,.
      Trus mau pakai gayung, mau pakai selang, atau mau berendam di kolam, ya terserah saja, lah itu sih bukan urusan ibadah, itu hanya sarana untuk mandi,

      Di jaman Rasulullah ga ada tuh kran air, jetpump,water heater,shower, ya karena itu bukanlah urusan ibadah, itu urusan dunia,.
      Di jaman Rasul juga ga ada hape, komputer,internet,.
      Sebaiknya baca dulu neh dialog super lucu juga, baca disini ya bang, klik saja

  10. afwan mau sedikit bertanya: saya pernah membaca dalam kitab Bulughul Maram bab puasa sunnah tentang kenapa Rasulullah Saw berpuasa dihari senin, dan beliau menjawab hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan. mengenai pernyataan ini bukankah itu berarti beliau merayakan hari lahir beliau sendiri /maulid. wassalam.

    terimakasih kang , sudah komentar disini,.
    seandainya rasulullah benar merayakan hari kelahirannya, kenapa maulid itu dirayakan setahun sekali, bukankah hari senin itu setiap pekan itu ada, jadi merayakannya setiap pekan dong, bukan setahun sekali,…. itu jika beralasan dengan puasa senin dan kamis,.. mau ngadain maulid nabi setiap pekan??… ini bukan pilihan dan analisa orang yang cerdas,

    Ayo Bermaulid ‘Ala Nabi …!
    وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ؟ قَالَ: «ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ – أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ –
    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari senin, maka beliau menjawab : “Itu adalag hari aku dilahirkan, hari aku diutus sebagai nabi, dan hari diturunkan wahyu kepadaku” (HR Muslim no 1162)
    Cara maulid Nabi yaitu :
    1) dengan berpuasa sebagai bentuk bersyukur kpd Allah.
    2) dilakukan setiap pekan bukan tiap tahun

    Namun cara maulid ala Nabi diganti dgn cara model sekarang ;
    1) dengan bersenang-senang dengan menyediakan banyak makanan, bahkan ada yg mengadakan pawai dengan membuat patung-patungan hewan makhluk bernyawa. Sehingga banyak mubadzir
    2) dilakukan setiap tahun
    3) terkadang dibarengi dengan kemungkaran-kemungkaran seperti:
    – musik-musikan
    – ikhtilat (bercampurnya) lelaki dan wanita, dll (silahkan baca kembali http://firanda.com/index.php/artikel/lain-lain/404-kemungkaran-acara-maulid-yang-diingkari-oleh-pendiri-nu-kiyai-muhammad-hasyim-asy-ari-rahimahullah)

    Apakah kita ingin mengganti cara maulid nabi dengan cara yang buruk?
    أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ
    “Maukah kalian mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?”

    • kalo saya tangkap sah2 saja memperingati maulid nabi tentunya tidak dengan cara yang di benci nabi. contoh kalo memperingati kelahiran nabi dengan mengadakan acara di masjid di isi membaca alquran, ceramah, shalawat, doa. begitu ya pak ?

      Terimakasih mas kevin,
      agama islam adalah milik allah, bukan milik kita, atau milik tokoh tertentu,atau milik kelompok tertentu,

      sehingga dalam beribadahpun wajib mengikuti ketetapan yang sudah allah tetapkan, bukan ikut cara-cara yg tidak ada contohnya dari rasulullah,.

      Maulid nabi bukanlah kebaikan, karena Rasulullah sendiri tidak pernah melakukan, merayakan hari kelahirannya, demikian pula para sahabat,tabiin,tabiut tabiin, juga imam yang empat,.

      Maulid pertama kali diadakan oleh orang-orang yang mengaku cinta ahlulbait, padahal ahlul bait dicela oleh mereka,.
      Mereka adalah orang-orang syiah,.
      Orang syiah yang pertama kali mengadakan maulid nabi, silahkan baca ulasannya disini

  11. rasulullah juga dan para sahabat juga gak pernah ngajarin buat blog, wqalaupun isinya tentang hal baik. preeet…

    Terimakasih mas andi sudah komentar disini, komentar yang sangat bagus mas,.
    NGEBLOG juga bidah mas,dan masih banyak lagi yang bidah, naik mobil,pesawat,hape,internet,dll saya sudah mosting disini, silahkan dibaca dulu mas andi disini

    • Beol di wc apa bidah jg ya

      kalau menurut org yang ga paham arti BIDAH, itu termasuk juga dalam perbuatan BIDAH, karena di jaman Rasulullah ga ada WC

  12. Saya jga heran mas admin knpa masih banyak sja ustadz2 yg memperbolehkan maulid,musik dan sebagainya yg nyata2 sudah d larang oleh syariat islam,dan tdk pernah d contohkan oleh RASULULLAH SALLALLAHU ALAIHI WASALLAM.

    yg lebih heran lagi seorang buya hamka malah berfatwa musik itu halal.nauzubillah

    terimakasih, sudah komentar disini,.
    tentang fatwa musik itu halal oleh buya hamka, saya belum pernah mendapatkannya, jika terjadi demikian, maka kita berprasangka baik saja, mungkin beliau belum menemukan hadits tentang larangan musik, hadits tentang diharamkannya musik,.

    Dan itu saya juga menyangsikan bahwa buya hamka menghalalkan musik, sebab beliau juga paham betul dakwah yang benar, dakwah yang dicap sebagai wahabi oleh orang belakangan, tapi menurut beliau malah disikapi dengan sangat bagus, bahkan beliau mengetahui bangsa belanda pun sangat ketakutan dengan dakwah wahabi, silahkan baca postingannya disini

  13. Saya mau tanya ..anda pakai pakaian model apa skarang?
    Trs dulu nabi pakai baju yg bagaimana?

    saya memakai baju sesuai tuntunan nabi, yaitu saya tidak memakai pakaian yang melampaui mata kaki, sebagaimana nabi juga demikian,

  14. Maaf sebelumnya sya mau tanya maulid itu apa sih…!!?
    Tolong jabarkan lebih rinci tentang maulid seprti isi maulid dll..

    Maulid itu bahasa arab, kalau bahasa indonesianya artinya merayakan ULANG TAHUN,. dan ulang tahun ini bukan ajaran dari islam, tapi ada di dalam injil, sudah saya posting disini

    Jadi biar kesannya itu adalah ajaran islam, disebutlah sebagai maulid,. padahal maulid bukan ajaran islam, walaupun diisi dengan baca quran,shalawat, atau membaca kisah2 nabi muhammad

  15. orang yang merasa mengaku2 umat rasulullah tapi ga tau siapa rasulullah adalah yang buat berita seperti ini
    Orang yang pertama kali merayakan Maulid Nabawi adalah orang yang diperingati sendiri, yaitu Nabi Muhammad Saw. Seperti disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim:
    “Saat Nabi Muhammad Saw ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: “Hari itu adalah hari diriku dilahirkan.“
    Hadits ini merupakan nash yang paling shahih dan paling jelas tentang disyariatkannya perayaan Maulid Nabawi, serta tidak perlu peduli pendapat orang yang menyatakan:
    “Sungguh yang pertama kali merayakan Maulid Nabawi adalah Dinasti Fathimiyah.”
    Sebab, pendapat ini merupakan ketidaktahuan dan menutup mata dari kebenaran.
    Pendapat Ibn Hajar al-‘Asqalani
    Al-Imam al-Hafizh Abu Fadhl Ahmad bin Hajar al-‘Asqalani berkata:
    “Dan telah jelas bagiku takhrij (hadits) Maulid Nabawi atas dalil yang legal, yaitu hadits dalam ash-Shahihain:
    “Sungguh Nabi Muhammad Saw pernah mengunjungi Madinah, lalu menjumpai warga Yahudi berpuasa hari Asyura`. Kemudian beliau menanyainya dan mereka menjawab; “Hari ini (bertepatan dengan) hari Allah menenggelamkan Fir’aun dan menyelamatkan Musa. Maka kami memuasainya karena bersyukur kepada Allah Ta’ala. Lalu beliau bersabda: “Kami (kaum muslimin) lebih utama (melakukan puasa atas keselamatan Nabi) Musa dari pada kalian.“
    Maka dari hadits ini bisa dipahami perwujudan syukur kepada Allah atas karuniaNya pada hari tertentu atas nikmat yang diterima dan bahaya yang terhindarkan. Perwujudan syukur itu diulangi pada hari yang sama di setiap tahunnya. Sedangkan syukur kepada Allah bisa dilakukan dengan berbagai macam ibadah, seperti sujud, puasa, sedekah dan membaca al-Qur`an. Adakah nikmat yang lebih agung dari pada kelahiran Nabi ini, Nabi Pembawa Rahmat, pada hari tersebut?
    Allah Ta’ala berfirman:
    “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri.“ (QS. Ali Imran: 164)
    Pendapat al-Hafizh Jalaluddin as-Suyuthi
    As-Suyuthi berkata:
    “Dan telah jelas bagiku takhrij (hadits) Maulid Nabawi selain hadits tersebut (yang disampaikan Ibn Hajar al-‘Asqalani di atas), yaitu yang ditakhrij oleh al-Baihaqi;
    “Diriwayatkan dari Anas, sungguh Nabi Saw pernah melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri setelah kenabian.” (HR. al-Baihaqi)
    Sementara telah warid (datang dari Nabi Saw) bahwa kakeknya, Abdul Muthalib, telah mengaqiqahinya pada hari ke tujuh setelah kelahirannya. Sedangkan aqiqah tidak (disyariatkan) diulangi untuk kedua kalinya. Karena itu (harus) dipahami, bahwa aqiqah yang dilakukan Nabi Saw adalah mengungkapkan rasa syukur karena Allah telah menciptakannya sebagai rahmat bagi semesta alam, dan menyari’atkan (pengungkapan rasa bersyukur tersebut) bagi umatnya, seperti halnya beliau membaca solawat bagi dirinya sendiri karena tujuan pemberlakuan syariat solawat. Maka disunnahkan pula bagi kita mengungkapkan syukur atas kelahiran Nabi Saw dengan mengumpulkan saudara, menyedekahkan makanan dan semisalnya dari berbagai ibadah, dan menampakkan kebahagiaan.”
    Pendapat al-Hafizh Syamsuddin al-Jazari
    As-Suyuthi berkata:
    “Kemudian saya melihat Imam al-Qurra` al-Hafizh Syamsuddin al-Jazari dalam kitabnya yang berjudul ‘Arf at-Ta’rif bi al-Maulid asy-Syarif telah berkata, yang redaksinya adalah: “Abu Lahab pernah dijumpai dalam suatu mimpi setelah kematiannya, lalu ditanyakan kepadanya: “Bagaimana kondisimu?” Ia menjawab: “Di neraka. Hanya saja sungguh (siksa atas) diriku telah diringankan pada setiap hari Senin dan aku bisa menghisap air dari antara kedua jariku ini seukuran ini. -Ia memberi isyarat dengan ujung jarinya.- Hal itu terjadi karena aku telah memerdekakan Tsuwaibah, saat dia membuatku bahagia karena memberi kabar atas kelahiran Nabi Saw, dan sebab dia telah menyusuinya.”
    Maka bila Abu Lahab yang kafir dan turunnya al-Qur’an pun telah mencelanya, mendapat balasan (peringanan siksa) di neraka karena rasa bahagianya di malam kelahiran Nabi Muhammad Saw, maka bagaimana kondisi seorang muslim dari umat beliau yang mengesakan Allah dan merasa bahagia atas kelahirannya, serta memaksimalkan kemampuan yang didapatnya untuk mewujudkan rasa cinta kepada beliau Saw? Sungguh demi hidupku, balasan baginya dari Allah Yang Maha Menguasai lagi Maha Mulia adalah dengan anugerahnya dimasukkan ke sorga an-Na’im.”
    Pendapat al-Hafizh Syamsuddin bin Nashiruddin ad-Dimasyqi
    Al-Hafizh Syamsuddin bin Nashiruddin ad-Dimasyqi dalam kitabnya yang bertitel Maurid ash-Shadi fi Maulid al-Hadi, berkata:
    “Dan sungguh telah shahih bahwa Abu Lahab diringankan siksa nerakanya setiap hari senin, sebab telah memerdekakan Tsuwaibah karena merasa gembira atas kelahiran Nabi Saw.
    Bila Abu Lahab ini yang kafir, telah datang celaannya dengan kerugian yang dialami selamanya di neraka,
    telah ada keterangan bahwa di (setiap) hari senin ia diringankan (siksanya) karena bahagia dengan (kelahiran) Ahmad,

    maka bagaimana prasangka kepada seorang hamba
    yang sepanjang umurnya selalu bahagia dengan beliau dan mati dalam kondisi mengesakan (Allah)?
    Didirikan oleh Ubaidillah al-Mahdi al-‘Ubaidi (w. 322 H) sekte Syi’ah Bathiniyah di Maghrib (Maroko) yang sempat berhasil melakuan ekspansi sampai ke negeri Hijaz, Syam, dan menguasai Mesir lebih dari 200 tahun, sampai hegemoni mereka diruntuhkan oleh Shalahuddin al-Ayyubi pada tahun 568 H. Baca, as-Suyuthi, al-‘Arf al-Wardi, h. 22-23. (Penerjemah).
    [2] Demikian dalam Husn al-Maqshid fi ‘Amal al-Maulid, karya as-Suyuthi.
    [3] Keterangan (atsar) yang dimaksud adalah:
    “Urwah berkata: “Dan Tsuwaibah adalah mantan budak perempuan milik Abu Lahab yang ia memerdekakan. Kemudian Tsuwaibah menyusui Nabi Saw. Setelah Abu Lahab meninggal sebagian keluarganya bermimpi menjumpainya dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Ia bertanya: “Apa yang engkau jumpai?” Abu lahab menjawab: “Setelah berpisah dengan kalian aku tidak menjumpai (kenyamanan). Hanya sungguh aku diberi minum di tempat ini (sambil memberi isyarat pada lekukan di bawah ibu jari/atau di antara ibu jari dan jari-jari lainnya) karena memerdekakan Tsuwaibah.” (HR. al-Bukhari)
    Baca al-Bukhari, al-Jami’ ash-Shahih, (Yamamah-Beirut: Dar Ibn Katsir, 1407 H/ 1987), Juz V, h. 1961, dan Ibn Hajar al-‘Asqalani, Fath al-Bari, (Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1379 H), Juz IX, h. 145.

    SIMPEL SAJA jawaban saya mas,.

    Kalau mau ikut maulid dengan cara nabi, silahkan puasa senin kamis,.

    Dan ngapain kok mengikuti maulid cara abu lahab yang jelas kekal di neraka,. emang anda mau seperti abu lahab, walaupun diringankan siksanya, tapi kan kekal di neraka,.

    Atau ngapain ikut cara-cara orang syiah dalam merayakan maulid,. sudah saya posting siapa sih yang melakukan maulid di kala Rasulullah lahir dan dikala rasulullah sudah meninggal, silahkan baca disini

    • logikanya mas,abu lahab yg kafir saja diringankan siksanya krena bhagia atas kelahiran nabi,apalagi yg muslim,tp ga tau yg ktp nya muslim tp mlarang bhagia atas klahiran nabi, tmbah puasa senin kamis,tmbah bagus

      logika yang benernya,.. ngapain yang dicontoh abu lahab,.. ingat, seringan2 siksa di neraka adalah seperti yang dialami abu thalib,. silahkan baca disini

      Kenapa ngga pakai logika yang benar dengan mengikuti ajaran Rasulullah, mengikuti praktek para sahabat yang dibina langsung oleh Rasulullah? itu balasannya surga,. lah kok malah ikut abu lahab, yang kekal di neraka???

      Silahkan puasa senin kamis , itu ada ajarannya dari Rasulullah, dan itu bukan dalam rangka maulid nabi mas,..

  16. terima kasih, atas ilmunya saya paham dengan kontek dakwah di blog ini, walo saya murni asli ahlussunnah versi NU, dan alhamdulillah setelah saya baca isi postingan diatas saat ini juga saya paham, saya pelajari, saya kroscek, saya diskusikan, saya lihat dengn jelas dan setelah saya perhatikan dan saya lihat serta pelajari sejak saat ini juga saya berhenti membaca postingan di blog ini

    Alhamdulillah,.. saya tidak ikut ormas manapun,.. karena islam itu bukan milik ormas manapun,. kapan islam ada, kapan NU lahir,.

    Di alam kubur nanti, ngga bakalan ditanya, apa ormasmu,..
    secara logika juga, Islam yang murni itu adalah islam sebelum adanya ormas-ormas islam, atau islam sebelum ada ormas2 islam?

    Sungguh kasihan jika kebenaran islam itu harus dengan ormas,.
    Abu bakar ga kenal NU, demikian pula imam yang empat, mereka ga jadi anggota NU,.

    Hidayah ini milik Allah,. bukan milik saya,.. saya sekedar menyampaikan,. masalah anda menerima atau tidak, itu urusan Allah..

    Alhamdulillah, banyak pembaca blog yang bisa mengambil manfaat,.
    Silahkan anda berhenti membaca blog ini, ga apa-apa kok, saya ngga rugi, para pembaca juga ga rugi,.

    Panutan kita dalam mengamalkan islam adalah mengikuti DALIL, baik dari Alquran atau Hadits yang shahih,. bukan ikut Ormas, apapun namanya,.

    • Benar sekali admin kita tidak pengaruh kok…kita tdk di ajarkan utk ikut ormas manapun …yg jelas kalau itu ajaran sesuai aquran dan hadis itu yg kita ikuti…

  17. SEBAGAI ORANG BODOH YANG TIDAK MEMPUNYAI ILMU APA-APA, SEMAKIN BINGUN…. KARENA YANG BERMAULID ITU… ULAMA2 BESAR JUGA, YANG PANDAI MENELA’AH KITAB-KITAB DAN YANG SELALU MENBID’AKAN JUGA TIDAK PERNA NONGOL ALIAS MENAPPAKKAN DIRINYA DIA … HANYA PANDAI MENYOROTI ORANG, MENYALAHKAN ORANG, DIBALIK LAYAR…., SEBAGAI ORANG YANG BODOH TOLONNNNNG YANG SELALU MENBID’AKAN ORANG NAPPAKKAN WAJAHMU DAN BERDEBATLAH KEPADA ULAMA2 BESAR ITU….. BARU SAYA TAHU YANG BENAR ITU SIAPA DAN YANG BODOH ITU SIAPA…….WALLAHU A’LAM BISSAWAB,

    simpel saja,. panutan kita adalah RASULULLAH.. dan para sahabat,.

    Ulama bukanlah dalil, jika ulama melakukan amalan yang TIDAK ADA AJARANNYA DARI RASULULLAH, maka ga usah diikuti apa yang dilakukan oleh orang yang dianggap sebagai ulama tersebut,.

    buat permisalan, mabuk itu haram, jika ada ulama yang mabuk-mabukan, apa kita ikut juga, kan mereka adalah ulama,.. maka jawabnya mudah,.. ga usah mengikuti perbuatan haram, walaupun ada ulama yang melakukannya,.

    simpel toh,. sebutkan, siapa ulama yang melakukannya,. dari ulama ahlusunnah, bukan ulama sufi atau yang terpengaruh pemikiran syiah, MAULID NABI yang pertama kali mengadakan adalah orang syiah, baca ulasannya disini

    Tauladan kita adalah Rasulullah, dan Rasulullah tidak pernah mengajarkan MAULID nabi, dan ULANG TAHUN atau MAULID adalah ajaran dari luar agama islam, yaitu ajaran agama nasrani, silahkan lihat ulasannya disini

    • tapi kalau bukan ulama yg jadi panutan kita, lalu ke siapa lagi,? apakah sy harus ikut pendapat seperti yg sering menghakimi orang sesat, kafir, bidah dsb… apa tdk semakin celaka

      Panutan kita adalah Rasulullah,.
      Dan ulama yang menjadi panutan adalah ulama yang mendakwahkan pada ajaran-ajaran Rasulullah,,.. bukan ulama su’ yang mengajak kepada neraka,. sebab ulama itu ada dua, ada ulama yang mengajak pada surga, dan ada ulama yang mengajak pada neraka,.

      orang cerdas tidak akan mengikuti ajakan ulama yang menuju ke neraka,.

  18. saya adalah salah satu santri di Jombang.
    Kyai saya juga merayakan Maulid Nabi.
    perbedaan pendapat di kalangan manusia itu wajar, jika anda ingin dapat keterangan lebih detail silahkan datang ke pesantren saya…

    Tauladan kita adalah Rasulullah, bukan KYAI,.
    Jika KYAI berbeda dengan RASULULLAH, maka apa yang diajarkan kyai tersebut, apa yang diamalkan oleh KYAI tersebut maka wajib ditinggalkan,.

    Masa lebih mengutamakan amalan KYAI daripada ajaran Rasulullah?

    Ngga perlu ke pesantren anda, cukup kita berpegang kepada dalil, baik dalil dari Alquran atau hadits shahih,.
    Dalil sudah ada jauuuuuh sebelum pesantren anda berdiri, bahkan sebelum KYAI anda lahir ,.

    KYAI anda yang berbeda dengan ajaran rasulullah, jadi yang perlu diluruskan adalah amalan KYAI tersebut,.

  19. pendapat anda terlalu tendensius, ingat!
    anda sama sekali tak pantas menghakimi perkara yg masih di perselisihkan, sebaiknya anda kalau memang benar ingin yg terbaik bagi umat, anda tdk menghina para panutannya dg membabi buta..

    Ulama berselisih pendapat tentang hari lahirnya nabi muhammad, bukan di tanggal 12 rabiul awal,.
    Tapi ulama BERSEPAKAT, jika Rasulullah meninggal di tanggal 12 Rabiul awal,.

    Lalu apa yang anda rayakan? Merayakan kematian Rasulullah? dimanakah perasaan anda? Rasulullah meninggal kok dirayakan ,. bukannya bersedih, ini malah gembira dengan kematian Rasulullah,

    Siapa panutan anda dalam hal ini, bukankah Abu Bakar, Umar ,Utsman, Ali, itu lebih tahu, dan mereka tidak pernah melakukan maulid,.

  20. Assalaamu’alakum wr wb”
    Pak admin yg terhormat saya yg fakir ilmu dan awam ini ingin bertanya, kepada pak admin, saya sholat sunah tarawih pada bulan romadhon 20 roka at + 3 witir, apakah itu termasuk bid ah?

    Sedangkan Rosululloh menjalankanya 11 roka at, klu ini bid ah, ber arti para sahabat sesat dong tidak mengikuti apa yg di contohkan Rosul SAW

    Yg ke 2
    Kullu bid atin dholaalah wakullu dolalatin pinnar

    saya mau tanya lafaz KULLU dalam hadist tersebut bi ma, na jam i au majmu’au ba’din.

    Tolong jelaskan pak admin,
    sebelumnya saya ucapkan terimakasih.
    Wasala mu alakum wr wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Apa yang dilakukan oleh sahabat, itu bukanlah bid’ah,. karena shalat tarawih itu tidak dibatasi oleh jumlah rakaat, hanya saja sebaik-baik shalat tarawih adalah shalat tarawih yang dicontohkan oleh Rasulullah, silahkan lebih lengkap baca disini

    Bolehkah shalat tarawih lebih dari 11 rakaat? jawabnya adalah BOLEH, apakah itu bidah? jawabnya.. BUKAN,.kenapa? karena perbuatan yang dilakukan oleh Sahabat, dan tidak ada pengingkaran dari sahabat lainnya itu adalah SUNNAH yang boleh diamalkan,. silahkan baca jumlah rakaat tarawih yang dilakukan oleh salafus shalih, baca disini

    Maksud kullu bid’atin dhalaalah itu maksudnya seluruh bid’ah dalam agama itu sesat, dan kesesatan tempatnya di neraka,.
    Itu maksudnya umum., sebab tidak ada dalil yang mengkhususkannya,.

  21. mau tanya sama admin, ketika Imam Bukhori mau menulis suatu hadits, beliau selalu sholat terlebih dahulu, apakah itu juga perbuatan bid’ah yang dilakukan oleh Imam Bukhori?

    Anda jangan membayangkan imam bukhari itu menulis dalam satu hari itu dalam waktu singkat,.
    Tidak, beliau menelaah, meneliti tentang keshahihan hadits tersebut,. butuh waktu lama,.
    Sehingga ketika beliau mau menuliskan, maka beliau SHALAT ISTIKHARAH dulu,..
    Jadi yang dilakukan imam bukhari bukanlah bid’ah, beliau shalat istikharah, dan shalat ini justru diajarkan oleh Rasulullah,

    Tahukah anda,. mencari satu hadits di jaman pengumpulan hadits, itu harus melakukan perjalanan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan,.. ga seperti jaman sekarang, mencari ribuan hadits bisa dengan sangat mudah,. apalagi punya software kumpulan hadits,.

  22. Assalamualaikum,

    Alhamdulillah, ternyata selama ini kita tidak kenal dan tidak tau sejarah yg benar tentang Rasulullah dan para shahabatnya, karena dari kecil kita taunya maulid itu bagian dari islam, ternyata maulid itu bukan ajaran islam. semoga tulisan ini membuka mata dan hati kaum muslimin yg mengaku cinta nabi,

  23. Aneh.. Hadistnya ada.. Di Qur’an jga disebutkan.. Tapi kok mash ada yg ngotot melaksanakan?

    Supaya apa gtu..

    Kalau pada ngmong atas dasar cinta kenapa Nabi SAW, ada apanya kita dibanding sahabat?

    Sahabat aja tidak merayakan.

    Yang sunnah sehari2 aja banyak yg tinggal, kok dtambah-tambah..

    Kerjakanlah apa yang TELAH JELAS NABI SAW ajarkan dn perintahkan.

    Dn semoga Allah selalu memberikan hidayah kepada kita.

  24. Assalamualaikum
    Sya juga kadang heran,,,

    ibadah yg jelas2 kuat dalilnya sperti shalat berjamah,dhuha,tahajud,baca surat al mulk sblm tdur, dll,,,,

    sedikit/kurang yg nengamalkan, tp yg diperselisihkan bnyak yg amalin sperti tahlil,maulid,sekaten,acara d mkm2 wali,dll,,,

    bukankah tanda cinta tanda kpd Rosululloh itu hrusnya mengamalkan yg dilakukan Rasul secara istiqomah setiap hari?

    yg ada skrng cntohnya sholat berjamah kalah bnyak jamaahnya dibandingkan jamaah tahlil/maulid

  25. Ane mau nanya, knapa maulid nabi itu haram?? Menurut ane tidak.

    Memang ajaran islam itu anda yang menetapkan?
    Islam yang diajarkan oleh siapa yang anda anut?
    Apakah nabi muhammad mengajarkan maulid?
    Apakah abu bakar,umar,utsman,ali mengajarkan maulid?
    Apakah sahabat,tabiin,tabiut tabiin mengajarkan maulid?
    Apakah empat imam madzhab mengajarkan maulid?
    Jawabnya….TIDAK..
    Lalu…anda menyatakan itu tidak haram?

    Sekarang gini.. apakah menyatakan cinta kepada nabi Muhammad tidak boleh?? Tentu saja boleh, dan caranya pun berbeda-beda pula.

    Apakah sahabat,tabiin,tabiut tabiin dan imam madzhab tidak cinta nabi?
    Jawabnya sangat cinta..
    Lalu kenapa mereka tidak melakukan maulid?
    Karena nabi tidak mengajarkannya…

    Maulid itu bahasa indinesianya adalah ULANG TAHUN..
    Darimana ajaran ulang tahun?
    Itu dari orang-orang kafir, bahkan di injil ada disebutkan..
    Ada larangan menyerupai kaum kafir,
    Bagaimana mungkin menytakan cinta dengan hal yg dilarang oleh Rasulullah??

    Apakah perayaan maulid itu paksaan bgi masyarakat? Tidak. Masyarakat semua ikhlas.

    Nah, tahukah anda arti IKHLAS???
    Ikhlas koq dilakukan dengan cara-cara yg tidak Allah tetapkan,.. Itu bukanlah ikhlas namanya,..

    Sebaiknya anda baca apa arti ikhlas, silahkan baca di sini

  26. Mas mas…
    sampeyan ini memang ahli menjawab ttg bid ah…apapun bentuknya yang menurut anda bidah..
    bisa anda jawan dam sangkal.

    Amat menyakitkan memang….saya malah ndka habis fikir ya…

    umat ini sdh terpecah belah,harusnya dibutuhkan usaha unt mnnyatukannya dg menguatkan persamaan..

    para ulama yg merayakan maulid, tahliaan, baca yasin dll…sdh tentu tidak sembarangan ngajak santrinya unt ikut , an..

    Justru ulama yang merayakan amalan yang tidak Rasulullah ajarkan, berarti mereka telah menyelisihi manusia terbaik, yaitu menyelisihi Rasulullah,.
    Jadi jelas.. ulama yang seperti itu telah sembarangan,. berat tanggung jawabnya di hadapan Allah kelak, apalagi jika yang mengikutinya itu banyak..
    Maka semakin besar dosanya tokoh yang seperti itu

    Kontroversi bid ah ini ndak akan selesai jadi berdebatan kecuali hasilnya adalah menyakitkan dan perpecahan.
    Perbedaan hanya dapat disatukan oleh seornng pemimpin, dan pemimpinlah yg akan menggung jika aka perbedaan

    Kata siapa tidak akan selesai?
    Akan selesai,. jika kaum muslimin kembali kepada SUNNAH, dan meninggalkan amalan BIDAH..
    Simpel toh.??

    Amalan bid’ah itu membuat perpecahan umat, karena pelaku bid’ah itu berkeyakinan mereka di atas kebenaran dan selain mereka adalah sesat.
    Sebaliknya mereka yang tdk mau melakukan bid’ah mengatakan: justru kalianlah yang sesat. Sehingga terjadi perpecahan di tubuh umat ini.
    Sungguh ini semua merupakan kerusakan-kerusakan besar yang disebabkan oleh amalan bid’ah.

    Sumber: https://aslibumiayu.net/11011-kenapa-meyakini-amalan-bidah-itu-berbahaya-ini-diantara-sebabnya.html

  27. Baarakallohufikum,
    Syukron jazakallohu khoir artikelnya sangat bermanfaat, semoga tetap semangat dan istiqomah dalam menebarkan sunnah…

    Alhamdulillah,
    Baarakallaahufiikum

  28. Assalamualaikum mas admin,
    coba tunjukkan satu dalil hadits yg mengharamkan maulid nabi

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    sebelum saya menjawab, saya berikan satu pertanyaan saja,.
    coba tunjukkan SATU DALIL hadits yang menhgaramkan narkoba

  29. Saya benar2 kagum dg semangat kaum pembela dan pengamal maulid, begitu militan.

    Admin sdh menjelaskan secara gamblang dan jelas disertai bukti yg kuat dari Al-Quran dan Al-Hadits tp tetap saja luar biasa bisa mengelak kesana kesini.

    Salut saya sungguh salut, tp sayang coba sikap militan itu untuk menegakkan Sunnah tentu sungguh indah.

    Hidayah taufik itu hanya milik Allah,

  30. Assalamu’alaikum, Saya mau tanya menurut anda agama islam itu menyesuaikan budaya atau budaya yang menyesuaikan agama islam?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Budaya tidak boleh beetentangan dengan ajaran islam,
    Jadi budaya yang menyesuaikan ajaran islam, bukan agama islam yangvdisesuaikan dengan budaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*