Fatwa wahabi khawarij dan gerakan dakwahnya..

FATWA AL-LAKHMI DITUJUKAN KEPADA WAHABI (ABDUL WAHHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM) SANG TOKOH KHAWARIJ BUKAN KEPADA SYAIKH MUHAMMAD ABDUL WAHAB

Mengenai fatwa Al-Imam Al-Lakhmi yang dia mengatakan bahwa Al-Wahhabiyyah adalah salah satu dari kelompok sesat Khawarij. Maka yg dia maksudkan adalah Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum dan kelompoknya  bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya.

Hal ini karena tahun wafat Al-Lakhmi adalah 478 H sedangkan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab wafat pada tahun 1206 H /Juni atau Juli 1792 M. Amatlah janggal bila ada orang yg telah wafat namun berfatwa tentang seseorang yg hidup berabad-abad setelahnya.

Adapun Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum maka  dia meninggal pada tahun 211 H. Sehingga amatlah tepat bila fatwa Al-Lakhmi tertuju kepadanya. Berikut Al-Lakhmi merupakan mufti Andalusia dan Afrika Utara dan fitnah Wahhabiyyah Rustumiyyah ini terjadi di Afrika Utara.

Sementara di masa Al-Lakhmi hubungan antara Najd dgn Andalusia dan Afrika Utara amatlah jauh. Sehingga bukti sejarah ini semakin menguatkan bahwa Wahhabiyyah Khawarij yg diperingatkan Al-Lakhmi adl Wahhabiyyah Rustumiyyah bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. [Lihat kitab Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahlil Maghrib, karya Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi, juz 11.]

Penulis: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc. Syariah Manhaji 24 – Maret – 2006 20:20:30

Perbedaan Da’wah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum Dan Da’wah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab

1.Da’wah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum (Khawarij)

Khawarij adalah salah satu kelompok dari kaum muslimin yang mengkafirkan pelaku maksiat (dosa besar), membangkang dan memberontak terhadap pemerintah Islam, dan keluar dari jama’ah kaum muslimin.

Termasuk dalam kategori Khawarij, adalah Khawarij generasi awal (Muhakkimah Haruriyah) dan sempalan-sempalannya, seperti al-Azariqah, ash-Shafariyyah, dan an-Najdat –ketiganya sudah lenyap– dan al-Ibadhiyah –masih ada hingga sekarang–. Termasuk pula dalam kategori Khawarij, adalah siapa saja yang dasar-dasar jalan hidupnya seperti mereka, seperti Jama’ah Takfir dan Hijrah. Atas dasar ini, maka bisa saja Khawarij muncul di sepanjang masa, bahkan betul-betul akan muncul pada akhir zaman, seperti telah diberitakan oleh Rasulullah.

“Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang usianya rata-rata masih muda dan sedikit ilmunya. Perkataan mereka adalah sebaik-baik perkataan manusia, namun tidaklah keimanan mereka melampaui tenggorokan Maksudnya, mereka beriman hanya sebatas perkataan tidak sampai ke dalam hatinya – red. Mereka terlepas dari agama; maksudnya, keluar dari ketaatan – red sebagaimana terlepasnya anak panah dari busurnya. Maka di mana saja kalian menjumpai mereka, bunuhlah! Karena hal itu mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR. Al Bukhari no. 6930, Muslim no. 1066)

Lihat kelengkapannya Di sini

http://alqiyamah.wordpress.com/2008/06/22/khawarij-bahaya-laten-bagi-kaum-muslimin/

2. Da’wah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab (Ahlussunnah Wal Jama’ah)

Alangkah baiknya kami paparkan terlebih dahulu penjelasan singkat tentang hakikat dakwah yang beliau serukan. Karena hingga saat ini ‘para musuh’ dakwah beliau masih terus membangun dinding tebal di hadapan orang-orang awam, sehingga mereka terhalang untuk melihat hakikat dakwah sebenarnya yang diusung oleh beliau.

Syaikh berkata,

“Segala puji dan karunia dari Allah, serta kekuatan hanyalah bersumber dari-Nya. Sesungguhnya Allah ta’ala telah memberikan hidayah kepadaku untuk menempuh jalan lurus, yaitu agama yang benar; agama Nabi Ibrahim yang lurus, dan Nabi Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Alhamdulillah aku bukanlah orang yang mengajak kepada ajaran sufi, ajaran imam tertentu yang aku agungkan atau ajaran orang filsafat.

Akan tetapi aku mengajak kepada Allah Yang tiada sekutu bagi-Nya, dan mengajak kepada sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah diwasiatkan kepada seluruh umatnya. Aku berharap untuk tidak menolak kebenaran jika datang kepadaku. Bahkan aku jadikan Allah, para malaikat-Nya serta seluruh makhluk-Nya sebagai saksi bahwa jika datang kepada kami kebenaran darimu maka aku akan menerimanya dengan lapang dada. Lalu akan kubuang jauh-jauh semua yang menyelisihinya walaupun itu perkataan Imamku, kecuali perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena beliau tidak pernah menyampaikan selain kebenaran.” (Kitab ad-Durar as-Saniyyah: I/37-38).

“Alhamdulillah, aku termasuk orang yang senantiasa berusaha mengikuti dalil, bukan orang yang mengada-adakan hal yang baru dalam agama.” (Kitab Muallafat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab: V/36).

Lihat kelengkapannya di sini

http://muslim.or.id/manhaj/buku-putih-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahab-1.html

http://muslim.or.id/manhaj/buku-putih-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahab-2.html

http://muslim.or.id/aqidah/inilah-aqidah-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab.html

Jadi ternyata Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab bukan wahabi dan wahabi bukan dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Akan tetapi Wahabi dari Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum

Demikian pula ternyata Salafy bukan wahabi dan wahabi bukan Salafy karena berbeda dalam Aqidah dan Manhaj

Dan negara Kerajaan Saudi Arabia bukan negara wahabi. Akan tetapi Negara Islam yang Bermanhaj Salaf

Dan Jika Kami (Salafi) Masih dituduh Wahabi maka saksikanlah kami adalah (Salafi) Wahabi yang Bermanhaj Salaf

Print Friendly, PDF & Email

4 Comments

  1. Assalamu’alaikum mas,

    Saya pernah membaca di sebuah artikel mengenai fatwa Imam Al-Lakhmi ini. Lucunya mas, di akhir artikel ini sang pemilik blog menambahkan, “Sudah jelaslah fatwa dari seorg imam Ahlussunnah mengenai sesatnya wahabi dan pendirinya yaitu Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi Al Badwi.”

    Hehehe, saya ketawa membacanya. Mas bisa bayangkan taqlid butanya org yg menukil itu, bagaimana bisa seorang imam berfatwa untuk seseorang yg blm lahir di masanya? :))

    Memang, org klo sudah mengakar kebencian di dalam hatinya (cenderung taqlid buta), maka sejuta dalil dan bukti kita bawakan ke hadapannya tetap tidak akan mempan kecuali bila Allah Ta’ala beri hidayah untuk hatinya.

    Syukron mas atas artikelnya.

    ya…ya… memang lucu juga ya, baca tulisan orang-orang yang tidak ngerti sejarah… jadi ingat vcd dialog ust zainal dengan bapak kyai said agil munawar,.. lucu juga,.. ada yang semisal dengan itu,..

  2. sy bingung, knp mas admin mau di tuduh wahabi sedangkan mas admin tahu, klo wahabi adalah paham yang dibawa oleh Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang jelas-jelas seorang khawatij, sy bener-bener bingung apa mksd semua ini???????????????????????????

    wah, anda salah paham, justru saya sedang menjelaskan ada wahabi yang khawarij, yaitu sebagaimana yang anda sebutkan,.

    dan…

    ada orang yang gencar mendakwahkan dakwah salaf dituduh oleh para pembencinya dengan sebutan WAHABI, tujuannya agar kaum muslimin menjauh dari dakwahnya, padahal itu dakwah yang benar,.

    Orang tersebut adalah syaikh muhammad bin abdul wahhab, dan ini bukan khawarij, tapi ulama yang mendakwahkan tauhid, menjauhkan syirik, dan ini yang diserang oleh para pembencinya, diantaranya orang-orang yang ngaku sebagai aswaja,.

    jadi,. mohon dipahami siapa yang layak disebut sebagai wahabi yang khawarij, dan yang bukan, namun dituduh sebagai khawarij,.

    demikian mas, mudah2an tidak salah faham lagi,

  3. mas, sy bingung sm mksd perkataan mas admin, knp mas admin mau disebut wahabi salafi,?? kan wahabi itu khawarij, knp mas admin mengaku apabila di tuduh wahabi ? seolah-olah web ini mempromosikan wahabi, knp???

    Terimakasih mas,.
    Perlu anda ketahui, ada wahabi yang sesat, wahabi yang khawarij, yaitu dakwah syaikh abdul wahhab bin rustum, bukan dakwah syaikh muhammad abdul wahhab yang mendakwahkan dakwah salaf,

    DAn yang dituduhkan oleh aswaja, dakwah salaf itu diangap sebagai khawarij, padahal bukan, dan mereka menamakan dakwah syaikh muhammad bin abdul wahhab dengan salafi wahabi,

    Jadi utk membedakan antara wahabi yang khawarij dan yang bukan, maka tidak mengapa lah saya mengaku sebagai salafi wahabi, itu juga buat tamparan kepada aswaja, sebab wahabi itu dari kata alwahhab yang merupakan salah satu nama Allah, sehingga wahabi artinya pengikut Allah, sedangkan salafi itu nisbat kepada salafus shalih, yaitu generasi terbaik umat ini, jadi salafi artinya pengikut islam dengan pemahaman generasi terbaik umat ini, yaitu salafus shalih,

    Adapun tentang wahabi yang khawarij, saya juga sudah mempostingnya mas, silahkan baca disini, waspadai bahaya pemikirannya,. klik link ini

  4. assalamualaikum akhi mau tanya klo khawarij itu syhadatnya sama kaya kita ga ya.. apakah dia berpedomn sama alquran dan sunah juga.. terima kasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Khawarij itu hebat sekali ibadahnya malah, mulut mereka penuh dzikir, rajin shalat sunnah,puasa,.. sehingga para sahabat saja merasa kecil ibadah mereka dibanding orang khawarij,.
    Dan cikal bakal orang khawarij sudah ada di jaman Rasulullah,.
    Hebatnya ibadah khawarij, bisa dibaca di postingan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*