Maraknya Musik, Bagaimanakah Menurut Islam?

Hukum Menonton Orkes Hukum Penyanyi Dangdut Dalam Islam Hukum Lihat Penyanyi Hukum Melihat Acara Musik Dalam Islam Hukum Mendengar Musik Dan Menonton Acara Tv

Maraknya konser musik dan festival lagu di negri kita serta nyanyian yang kian digandrungi, bukan saja oleh para remaja, tetapi juga diminati dan dinikmati oleh para orang tua, bahkan anak-anak, baik lewat televisi, radio, Hand phone, dan media-media elektronik lainnya, mendorong tim redaksi an-Nur untuk kembali mengangkat tema yang berkaitan dengannya. Harapan kami agar kaum Muslimin mengerti dengan jelas bagaimana sebenarnya kedudukan musik yang seakan tidak pernah sepi dan tak terpisahkan dalam kehidupan mereka.

Pandangan al-Qur’an Dan as- Sunnah
Allah Subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Dan di antara manusia (ada) yang memper-gunakan lahwul hadits untuk menyesat-kan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu bahan olok-olokan.” (QS. Luqman: 6).

Sebagian besar mufassir berko-mentar, yang dimaksud dengan lahwul hadits dalam ayat tersebut adalah nyanyian. Hasan al-Basri berkata, “Ayat itu turun dalam masalah musik dan lagu.” Allah Subhanahu wata’ala berfirman kepada setan, artinya, “Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu.” Maksudnya dengan lagu (nyanyian) dan musik.

RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minum-an keras dan musik.” (HR. al-Bukhari dan Abu Daud)

Dengan kata lain, akan datang suatu masa, ketika beberapa golongan dari umat Islam mempercayai bahwa zina, memakai sutera asli, minum-minuman keras, dan musik hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram.

Adapun yang dimaksud dengan musik di sini adalah segala sesuatu yang menghasilkan bunyi dan suara yang indah serta menyenangkan. Seperti kecapi, gendang, rebana, seruling, dan berbagai alat musik modern yang kini sangat banyak dan beragam. Bahkan termasuk di dalamnya jaros (lonceng, bel, klentengan).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Lonceng adalah nyanyian setan.” (HR. Muslim)

Di masa dahulu orang-orang hanya mengalungkan klentengan pada leher binatang. Hadits di atas menunjukkan betapa dibencinya suara bel tersebut. Penggunaan lonceng juga berarti menyerupai orang-orang nasrani. Lonceng bagi mereka merupakan suatu yang prinsip dalam aktivitas gereja.

Imam Syafi’i dalam kitabnya al- Qadha’ berkata, “Nyanyian adalah kesia-siaan yang dibenci, bahkan menyerupai perkara batil. Barangsiapa memperba-nyak nyanyian, maka dia adalah orang dungu, syahadat (kesaksiannya) tidak dapat diterima.”

Nyanyian di Masa Kini:
Kebanyakan lagu dan musik pada saat ini manggung di berbagai pesta juga dalam tayangan televisi dan siaran radio. Mayoritas sya’ir-sya’irnya berisi tentang asmara, kecantikan, ketampanan dan hal lain yang lebih banyak mengarah kepada eksploitasi biologis, sehingga mem-bangkitkan nafsu birahi, terutama bagi kawula muda dan remaja. Selanjutnya hal itu membuat mereka lupa segala-galanya, sehingga terjadilah kemaksiat-an, zina dan dekadensi moral lainnya.

Tak diragukan lagi hura-hura musik baik dari dalam atau manca negara sangat merusak dan banyak menimbulkan bencana besar bagi generasi muda. Lihatlah betapa setiap ada pesta kolosal musik, selalu ada saja yang menjadi korban. Baik berupa mobil yang hancur, kehilangan uang atau barang lainnya, cacat fisik hingga korban meninggal dunia. Orang-orang berjejal dan mau saja membayar meski dengan harga tiket yang tinggi. Bagi yang tak memiliki uang terpaksa mencari berbagai cara yang penting bisa masuk stadion. Akhirnya merusak pagar, memanjat dinding atau merusak barang lainnya demi bisa menyaksikan pertunjukan musik kolosal tersebut.

Jika pentas dimulai, seketika para penonton hanyut bersama alunan musik. Ada yang menghentak, menjerit histeris bahkan pingsan karena mabuk musik.

Para pemuda itu mencintai para penyanyi idola mereka melebihi kecintaan mereka kepada Allah Subhanahu wata’ala yang menciptakannya. Ini adalah fitnah yang amat besar.

Tersebutlah pada saat terjadi perang antara Bangsa Arab dengan Yahudi tahun 1967, para pembakar semangat menyeru kepada para pejuang, “Maju terus, bersama kalian biduan fulan dan biduanita fulanah … “, kemudian mereka menderita kekalahan di tangan para Yahudi yang pendosa.

Seharusnya diserukan, “Maju terus, Allah Subhanahu wata’ala bersama kalian. Allah Subhanahu wata’ala akan menolong kalian.” Dalam peperangan itu pula, salah seorang biduanita memaklumkan, jika mereka menang, maka ia akan menyelenggarakan pentas bulanannya di Tel Aviv, ibukota Israel, padahal biasanya digelar di Mesir. Sebaliknya yang dilakukan orang-orang Yahudi setelah merperoleh kemenangan adalah mereka bersimpuh di Ha’ith Mabka (dinding ratapan) sebagai tanda syukurnya kepada Tuhan mereka.

Semua nyanyian itu hampir sama, bahkan hingga nyanyian-nyanyian yang bernafaskan Islam sekalipun, tidak akan lepas dari kemungkaran.Bahkan di antara sya’ir lagunya ada yang berbunyi,
“Dan besok akan dikatakan, setiap nabi berada pada kedudukannya …
Ya Muhammad inilah Arsy, terima-lah.”
Bait terakhir dari sya’ir tersebut merupakan suatu kebohongan besar terhadap Allah Subhanahu wata’ala dan RasulNya. Tidak sesuai dengan kenyataan dan termasuk salah satu bentuk pengultusan terhadap diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal semacam itu dilarang.

Kiat Mengobati virus nyanyian dan musik.
Beberapa langkah yang dianjurkan, diantaranya:
1. Jangan mendengarkan musik, baik dari radio, televisi atau lainnya. Apalagi jika syair-syairnya tak sesuai dengan akhlak Islam dan diiringi dengan musik.
Di antara lawan paling jitu untuk menangkal ketergantungan kepada musik adalah dengan selalu mengingat Allah Subhanahu wata’ala dan membaca al-Qur’an, terutama surat Al Baqarah. Dalam hal ini Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman, artinya, “Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan sebagai penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya surat Al Baqarah dibaca.” (HR. Muslim)

2. Membaca sirah Shallallahu ‘alaihi wasallam (riwayat hidup Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam). Demikian pula sejarah hidup para sahabat beliau.

Nyanyian yang Diperbolehkan
Ada beberapa nyanyian yang diperbolehkan, yaitu:
1. Menyanyi pada hari raya. Hal itu berdasarkan hadits A’isyah,”Suatu ketika Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke bilik ‘Aisyah, sedang di sisinya ada dua orang hamba sahaya wanita yang masing-masing memukul rebana (dalam riwayat lain ia berkata, “… dan di sisi saya terdapat dua orang hamba sahaya yang sedang menyanyi.”), lalu Abu Bakar mencegah keduanya. Tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam justru bersabda, “Biarkanlah mereka karena sesung-guhnya masing-masing kaum memiliki hari raya, sedangkan hari raya kita adalah pada hari ini.” (HR. al-Bukhari).

2. Menyanyi dengan rebana ketika berlangsung pesta pernikahan, untuk menyemarakkan suasana sekaligus memperluas kabar pernikahannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pembeda antara yang halal dengan yang haram adalah memukul rebana dan suara (lagu) pada saat pernikahan.” (Hadits shahih riwayat Ahmad). Yang dimaksud di sini adalah khusus untuk kaum wanita.

3. Nasyid Islami (nyanyian Islami tanpa diiringi dengan musik) yang disenandungkan saat bekerja sehingga bisa lebih membangkitkan semangat, terutama jika di dalamnya terdapat do’a. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyenandungkan sya’ir Ibnu Rawahah dan menyemangati para sahabat saat menggali parit. Beliau bersenandung, “Ya Allah tiada kehidupan kecuali kehidupan akhirat, maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin.” Seketika kaum Muhajirin dan Anshar menyambutnya dengan senandung lain, “Kita telah membai’at Muhammad, kita selamanya selalu dalam jihad.”
Ketika menggali tanah bersama para sahabatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersenandung dengan sya’ir Ibnu Rawahah yang lain,
“Demi Allah, jika bukan karena Allah, tentu kita tidak mendapat petunjuk, tidak pula kita bersedekah, tidak pula mengerjakan shalat.
Maka turunkanlah ketenangan kepada kami, mantapkan langkah dan pendirian kami jika bertemu (musuh)
Orang-orang musyrik telah men durhakai kami, jika mereka mengingin-kan fitnah, maka kami menolaknya.”
Dengan suara koor dan tinggi mereka balas bersenandung, “Kami menolaknya,…kami menolaknya.” (Muttafaq ‘Alaih)

4. Nyanyian yang mengandung pengesaan Allah Subhanahu wata’ala, kecintaan kepada Rasululah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menyebutkan sifat-sifat beliau yang terpuji; atau mengandung anjuran berjihad, teguh pendirian dan memperbaiki akhlak; atau seruan kepada saling mencintai, tolong- menolong di antara sesama; atau menyebutkan beberapa kebaikan Islam, berbagai prinsipnya serta hal-hal lain yang bermanfaat buat masyarakat Islam, baik dalam agama atau akhlak mereka.

Di antara berbagai alat musik yang diperbolehkan hanyalah rebana. Itupun penggunaannya terbatas hanya saat pesta pernikahan dan khusus bagi para wanita. Kaum laki-laki sama sekali tidak dibolehkan memakainya. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memakainya. Demikian pula halnya dengan para sahabat beliau radhiallahu ‘anhum ajma’in.

Orang-orang Sufi memperbolehkan rebana, bahkan mereka berpendapat bahwa menabuh rebana ketika dzikir hukumnya sunnat, padahal ia adalah bid’ah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah. dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Turmudzi, beliau berkata, “Hadits hasan sha-hih.”).(Tim Redaksi an-Nur)

Sumber: Rasa’ilut Taujihat Al Islamiyah, 1/ 514 – 516.

Oleh: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Musik dalam Kaca Mata Islam

Print Friendly

Hukum Mendengarkan Musik Saat Ini Hukum Mengadakan Hiburan Musik Menurut Hukum Islam Hukum Menghadiri Walimah Ada Musik Modern Hukum Menonton Acara Dangdut Hukum Menonton Acara Orkes

12 Comments

  1. Assalamu alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Bagaimana hukumnya baca slawat pada Rasululloh yang diiringi musik berupa gitar dan orgen mohon penjelasanya

    Membaca shalawat adalah ibadah yang mulia, tentu jika dipenuhi syaratnya, yaitu shalawat itu adalah shalawat yang memang diajarkan oleh Rasulullah, apa saja shalawat tersebut, silahkan baca disini

    Apa Hikmah atau manfaat membaca shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah, anda bisa membaca hikmahnya disini

    Adapun membaca shalawat dengan diiringi musik berupa gitar dan orgen, ini adalah pelecehan terhadap shalawat itu sendiri.
    Musik seperti gitar dan orgen adalah haram hukumnya dalam islam, tidaklah ibadah yang mulia dicampuradukkan dengan sesuatu yang haram, melainkan orang tersebut sedang menginjak-injak atau melecehkan ajaran islam tersebut, jadi boro-boro mendapatkan pahala, tapi hanya menambah dosa,

    Tentang hukum musik, silahkan baca disini

    Atas jawabanya saya haturkan banyak terimakasih

    wassalam

  2. Assalamu’alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Bagaimana dengan lagunya Cat Steven, morning has broken, isinya tentang tentang keindahan embun pagi dll. Beliau sekarang Muslim yang baik, ganti nama dengan Yusuf Islam ?
    Juga coba dengar ‘ Mother of mine’ mendengar syair2nya, kita jadi tambah cinta dan sayang pada Ibu kita?

    Terimakasih telah berkomentar disini kang achmad,
    Kenalilah kebenaran , niscaya anda bisa mengetahui siapa yang berada diatas jalan kebenaran tersebut,.. Allah telah mengharamkan lagu dan musik, demikian juga rasulullah telah menjelaskan dan mengingatkannya,.. jadi siapapun org tersebut yang melakukannya, maka tidak akan pernah merubah hukum lagu dan musik tersebut menjadi halal.
    Secara ekstrim, misalkan ada orang kafir yang masuk islam setelah mendengarkan lagu dan musik, maka hukum lagu dan musik tetap tidak berubah,
    Kang achmad, muslim yang baik, tentu tidak akan melanggar larangan2 Allah dan rasulnya. Parameter muslim yang baik itu bukanlah menurut pandangan manusia, seseorang dikatakan baik/shalih jika amalan,perbuatan,keyakinan,ucapannya berkesesuaian dgn apa yang telah digariskan oleh Allah dan rasulnya, bukan baik menurut parameter manusia,.. apalagi kita dapati di indonesia sebagian besar kaum muslimin gandrung dengan musik,.. innalillahi wa inna ilaihi raji’uun..

    Hukum musik tetap haram, dan tidak ada musik islami/musik religi,. semuanya sama,..

    Wassalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  3. bagaimana jika mendengarkan musik yang Islami?

    terimakasih mas rian, tidak ada musik islami, semua musik hukumnya adalah haram,
    Allah telah mengharamkan musik, demikian juga rasulullah dalam hadits-haditsnya, bahkan ada ancaman bagi orang-orang yang mendengarkan musik,
    Bahkan dalam hadits disebutkan,Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

    يكون في آخر الزمان خسف وقذف ومسخٌ. قيل : ومتى ذلك يا رسول الله ؟ قال : إذا ظهرَت المعازف والقَيناتُ

    “Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (kedalam bumi), dilempari batu dan dirubah rupanya”. Beliau ditanya : “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi telah merajalela” (HR. Ibnu Majah dalam Sunannya)

    Seperti contohnya musik Sami Yusuf atau Maher Zain? Karena menurut saya musik mereka indah dan berisi puji2an kepada Allah dan Rasulullah.

    Siapapun yang menyanyikannya, apakah bang haji, atau ustadz, walaupun isinya adalah pujian2 kepada Allah,
    Itu bukanlah kebenaran, hakekatnya itu adalah mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, pujian kepada Allah itu ibadah, tapi mencampurnya dengan sesuatu yg diharamkan seperti musik, ini adalah pelecehan, jadi jangan tertipu dengan hal tersebut,

    Oh iya pak, saya juga pernah membaca keterangan dari Dr. Yusuf Al-Qardhawi kalau mendengarkan musik islami itu diperbolehkan..

    Pendapat siapapun jika menyelisihi hadits rasulullah yang shahih, maka pendapat tersebut wajib ditinggalkan, kita wajib berpegang kepada dalil yang shahih tersebut,
    Untuk postingan terbaru tentang akibat yang timbul jika musik sudah merajalela,silahkan bisa dibaca disini

  4. Assalamualaikum wr wb,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    jazakallah khairan atas ilmunya, meski nukilan dari berbagai sumber, semoga antum mendapatkan pahala juga karena telah membantu menyampaikan…..

    saya ingin bertanya, setelah membaca beberapa komentar, tentunya artikelnya juga. Saya jadi lebih faham, namun apabila musik (tentunya yang bersumber dari komputer, yang jelas dulu jaman Rasulullah tidak ada) pada lagu-lagu anak-anak, yang mengenalkan dia kepada Islam (misalkan asmaul husna, huruf hijaiyah, ilmu-ilmu kebaikan) seperti itu bagaimana?

    Terimakasih mas ruli,.
    Musik hukumnya haram,.lalu bagaimana jika kita mengajarkan asmaul husna dengan nyanyian atau iringan musik?
    Musik dengan berbentuk benda ataupun berupa software komputer, itu sama saja, teori pembuatannya masih mengikuti teori2 musik, notasinya, biramanya, ketukannya, itu tetap menggunakan teori2 dalam ilmu musik,. dan karena kecanggihan teknologi membuat aransemen musik sekarang mudah, dengan komputer yg sederhana pun bisa,.. dulu sebelum saya meninggalkan dunia musik, saya paham, dan bisa mengoperasikan alat2 programer musik , contoh MC 50 , MC 500 , atau R-8 keluaran ROLAND, atau keyboard merek KORG, bahkan saya juga dulu jadi tukang service alat2 tsb, jadi paham lah,.

    mengajarkan anak kepada islam dengan sarana2 yg haram, ini berarti mencampur adukkan antara yg batil dengan yg hak, tentu ini pelanggaran terhadap islam, salah satu bentuk pelecehan yg tidk disadari oleh pelakunya,. sehingga dampak yang timbul, para anak2 juga jadi senang mendengarkan musik dan nyanyian,. padahal ancamannya sangat jelas,.

    Merupakan keprihatinan kita juga, sudah sejak TK anak-anak dijejali dengan musik dan nyanyian, ini adalah musibah, dimana semakin jenjangnya naik maka alat musiknya semakin bertambah, hingga di jenjang SMP atau SMA banyak dari mereka yg sudah bisa ngeBAND,. NA’UDZUBILLAHI MIN DZALIK

    lalu bagaiMana hukumnya dengan bertepuk tangan? (maksudnya memakai tepukan tangan untuk mengajarkan anak)

    sebaiknya ditinggalkan kebiasaan seperti itu,

    karena pada dunia anak, lebih mudah mengajarkan nilai-nilai Islam dengan musik, irama, dan gambar… Afwan jiddan apabila pertanyaan saya tidak bermutu, semoga kita semua selalu terjaga kemurniannya dalam beragama dengan terus belajar….

    Tidak selalu begitu, terbukti di sekolah saya, tidak ada pelajaran menyanyi atau kesenian dari jenjeang TK hingga SMA , dan kecerdasan mereka , hafalan mereka jauh sekali jika dibandingkan dengan sekolah2 yg mengajarkan nyanyian dan seni musik,. bahkan ada beberapa diantaranya yg merasa pusing ketika mendengar musik,. sebab mereka paham bahaya musik, dan hukum haramnya, serta ancaman bagi yg mendengarkan musik,

    wassalamualaikum wr wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

  5. Wallahualam bi sawaaf… Kasian sekali muslim2 ∂ɑπ para muallaf yά̲̣̣Ϟƍ mendapat hidayah melalui lagu.. Semoga mereka betul2 menemukan jln yά̲̣̣Ϟƍ terbaik.. Yά̲̣̣Ϟƍ lebih kasihan yά̲̣̣Ϟƍ capek2 menyerukan ajakan kebenaran melalui lagunya… Sudah pasti seruan mereka sia2 jika memang lagu haram.. Tapi mengapa?

    Allahu Rohmaan ArRohiim…

    Orang yang menunjukkan jalan kebenaran dengan cara yang haram, itu ibarat lilin, dia menerangi tapi dia sendiri terbakar dan habis karena nyalanya,..

    Dan jika sudah habis terbakar maka tidak ada sisa lagi, akan gelap lagi..

    Dan jika orang yang didakwahi itu meyakini bahwa musik itu tidak haram, karena dia sendiri terkena dakwah dari musik yg disampaikan oleh si pendakwah, maka semakin bertumpuk-tumpuk saja dosanya orang yang berdawah dengan musik,.. sadarlah….

  6. asalamualaikum..
    bagaimana menurut anda tentang Islam yang di sebarkan oleh para wali yang penyebarannya sering menggunakan media seni termasuk musik..?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih alim, sudah komentar disini,.
    Siapapun orangnya yang berdakwah, baik bang haji, habib, gus, ajengan, tuan guru, atau orang yang dianggap wali, jika mereka mendakwahkan islam dengan sarana yang diharamkan oleh islam, maka itu bukan berarti menjadi pembenaran, tidak mengapa,.. tetap saja tidak akan merubah hukum haramnya musik,. berdakwah dengan media yang salah,. media yang mendatangkan murka Allah,. sudah saya posting disini

    Imam syafii menyamakan hukum musik dengan khamr, sudah saya posting disini

  7. assalamualaikum,

    mas gimana dengan artis penyanyi yg bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada orang2 yg bekerja padanya ? dengan pekerjaannya bisa menafkahi keluarganya..

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Menyanyi profesi haram, maka hasil dari profesi tersebut juga haram,..

    Pelacuran juga bisa memberikan lapangan pekerjaan yang banyak,. itu ngga merubah hukum haramnya,.
    Rokok, hukumnya haram, bekerja di pabrik rokok, jadi pedagang rokok, itu juga haram hasilnya,.. jadi bukan karena menyedot tenaga kerja yang banyak lalu menghapus hukum haramnya,. tetap tidak berubah hukum haramnya

    Hukum penghasilan dari menyanyi, ngeband, lalu hasilnya disumbangkan kepada orang miskin,. bagaimana hukumnya? silahkan baca disini

  8. assalamualikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    mas, saya langsung hapus semua mp3 yang ada di ponsel saya setelah membaca artikel nya 🙂 sebelumnya, saya sudah pernah hapus, tapi di download lagi karena satu hal. dan sekarang benar benar sy hapus.

    tapi sy sendiri sangat bingung dengan perkara yang seperti ini. musik itu haram, dan ada hadis yg sahih, tp di banyak artikel mengatakan kalau hukumnya masih di perdebatkan.

    Tidak ada perdebatan, kecuali pada tokoh yang menyatakan musik tidak apa-apa,.
    Tapi perkataan tokoh tidak dianggap jika sudah ada dalil yang tegas dan jelas, apalagi dalilnya dari Alquran dan hadits, jadi tidak benar hukumnya masih diperdebatkan,ulama sepakat akan haramnya musik dan nyanyian, baca ulasannya di sini

    walaupun iya, saya akui jika mendengar musik sy akan merasa lalai.. tapi saya tidak menyangka jika musik bernafaskan islam yang bahkan bisa membuat sy menangis juga tidak di perbolehkan.

    Banyak yang bisa menangis ketika mendengar lagu, tapi tidak menangis ketika mendengar ayat quran,. ini tanda setanlah yang menghiasi dengan nyanyian,.
    Tidak ada musik bernafaskan islam, atau album religi, musik itu haram hukumnya, kecuali duff dalam pernikahan atau hari raya, saya sudah posting di sini

    bahkan banyak ustad yg menjadi penyanyi, dengan ilmu agama yang mungkin lebih banyak, itu bagaimana? alhamdulillah, sy sudah menemukan ‘tempat menimba ilmu agama’ (di TV) yang sekiranya bisa lebih baik dari tempat lain (yang pernah saya ikuti) karena berdasar pada al-quran dan hadist, lantas meninggalkan ‘tempat yg lain’ karena merasa di sana ada yang salah. namun ustad yang menjadi guru di tempat itu pintar luar biasa tentang agamanya. kalau sudah seperti itu, bagaimana menyingkapinya?

    Ustadz yang menjadi penyanyi, itu bukan berarti hukum menyanyi itu tidak haram lagi, karena yang menyanyi itu adalah ustadz,.
    Sama saja khamr, hukumnya adalah haram, bagaimana jika ada ustadz minum khamr? tetap saja hukum khamr itu haram, bukan lantas karena ada ustadz yang minum khamr, maka hukum khamr itu tidak haram lagi,
    Panutan kita bukanlah ustadz, tapi dalil, petunjuk Rasulullah, jika ada ustadz yang menyelisihi petunjuk Rasulullah, maka ga usah kita ikuti,
    Apa ada ustadz yang menyelisihi petunjuk Rasulullah? ada, banyak di negeri ini,.
    Jadi , tidak usah bingung lagi jika melihat ada ustadz yang doyan main musik, doyan nyanyi, atau ada ustadz jadi artis,.. itu tidak merubah hukum haramnya musik, tidak ada musik untuk dakwah, silahkan baca ulasannya di sini

    dan, segala jenis musik haram, tapi tayangan kajian yg saya tonton ttp memakai musik sebagai pembuka dan penutup, walau memang saat acaranya yang terdengar hanya zikir. tapi, apa musik yang (hanya) sedikit terdengar itu akan mempengaruhi dari acara pengajiannya?
    terimakaih banyak

    Tidak usah mengikuti tayangan yang seperti itu lagi, musik tetap haram hukumnya, walaupun itu untuk pembuka dan penutup ceramah,.
    silahkan tonton media yang tanpa musik, bisa melihat rodja tv melalui parabola atau streaming internet, buka http://www.rodja.tv

  9. bagaimana klo mndengarkn lagu tanpa iringan musik, spt misalnya lagu yang sering dinyanyikan aa gym sbb:

    “astaghfirullah, rabbal barayya, astaghfirullah, minnal khathayya”

    sama saja, itu tidak boleh,
    jika ingin mendekatkan diri pada Allah, ingin beristighfar, bkn seperti itu, bkn dengan cara-cara sufi dengan berdendang, puji-pujian istilahnya,..

    • atau lagu

      “jagalah hati, jangan kau kotori, jagalah hati …”

      Tidak boleh,..
      Bahkan, tidak ada manusia yg bisa menjaga hatinya, karena yang menjaga hati itu adalah Allah,

      Yang membolak-balikkan hati kita itu adalah Allah,

      Justru kita Rasulullah malah menyuruh kita untuk menjaga Allah, bukan menjaga hati, silahkan baca ulasannya di sini

  10. Musik seperti rebana itu sah saja kan gan untuk dipertunjukkan?

    Rebana yang dibolehkan adalah rebana kecil yang dimainkan oleh anak gadis kecil yang belum baligh, di acara walimah nikah atau saat hari raya,

    Itu saja yang dibolehkan dalam islam, jadi bukan ditabuh oleh wanita dewasa, atau oleh laki-laki, yang nabuh rebana itu wanita, jadi laki-laki yang nabuh rebana itu menyerupai wanita, silahkan baca postingan tentang rebana di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*