Siapa Yang Lebih Mencintai Nabi? apakah mereka yang merayakan maulid…

maulid terbesar di duniaSudah kita ketahui, betapa kecintaan Abu Bakar kepada Rasulullah, baik ketika Rasulullah masih hidup dan memulai dakwahnya yang penuh rintangan, hingga Rasulullah meninggal. Abu Bakar tetap mencintai Rasulullah.

Apakah Abu Bakar melakukan acara maulid nabi, baik ketika Rasulullah hidup atau setelah meninggalnya? TIDAK PERNAH

Umar bin Khattab, seorang sahabat yang begitu mencintai Rasulullah, bahkan beliau sahabat yang pernah menyatakan rasa cintanya kepada Rasulullah. Umar bin Khattab sangat mencintai Rasulullah, dimasa Rasulullah hidup dan ketika Rasulullah sudah meninggal,

Apakah Umar bin Khattab melakukan acara maulid nabi, baik ketika Rasulullah hidup atau setelah meninggalnya? TIDAK PERNAH

Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, kedua sahabat tersebut begitu mencintai Rasulullah,

Apakah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib melakukan acara maulid nabi, baik ketika Rasulullah hidup atau setelah meninggalnya? TIDAK PERNAH

Demikian juga sahabat lainnya seperti Abu Hurairah,Ibnu mas’ud,Ibnu Umar, dan seluruh sahabat, mereka sangat mencintai Rasulullah

Apakah mereka semua melakukan acara maulid nabi, baik ketika Rasulullah hidup atau setelah meninggalnya? TIDAK PERNAH

Imam yang empat, juga imam bukhari,muslim, dan ulama-ulama ahli hadits lainnya dari kalangan ahlussunnah, mereka sangat mencintai Rasulullah,

Apakah mereka semua melakukan acara maulid nabi, baik ketika Rasulullah hidup atau setelah meninggalnya? TIDAK PERNAH

Kalau mereka semua yang sangat mencintai Rasulullah saja TIDAK PERNAH melakukan ritual maulid nabi, APAKAH LAYAK ada orang yang mengaku mencintai Rasulullah, tapi melakukan ritual-ritual yang itu tidak pernah dilakukan oleh orang-orang yang begitu sangat mencintai Rasulullah dan Rasulullah mencintai mereka…

Jika Kaum muslimin mengetahui sejarah pertama kali acara maulid nabi ini, Siapakah yang pertama kali mengadakan maulid nabi?

Ternyata adalah orang-orang syiah dari kelompok batiniyah,..silahkan lihat dan baca disini

Print Friendly, PDF & Email

10 Comments

  1. erorrrrrr………..

    siapa yang error ya?

    situ gak cinta kpd Nabi,

    Emang tanda cinta nabi itu gimana? nabi aja gak pernah ngerayain maulid sekalipun, sahabat yang sangat cinta nabi aja, ikut perang bersama nabi, ngga ngerayain maulid nabi,..
    Tanda cinta nabi, ya menjalankan apa yang diperintahkann oleh nabi, dan tidak menjalankan apa2 yang tidak nabi suruh,atau nabi kerjakan,.. bukan malah membuat2 ajaran sendiri

    maulid NABI tdk di larang slama itu baik…

    Mas, shalat maghrib 5 rakaat baik ngga? berani ngga mengerjakan shalat maghrib 5 rakaat, kan nabi juga tidak melarang? dan bukankah shalat juga perbuatan kebaikan, apalagi ditambah rakaatnya? Berani ngga mengerjakan shalat maghrib 5 rakaat, ajarkan ke orang-orang,..

    Baik itu bukan menurut anda sendiri, atau menurut kyia anda, ormas anda,.. baik itu adalah menurut Allah, dan menurut Rasulullah,.. itu baik yang bener,..

    • ha ha ha.. ini satu lagi orang jahil! makanya berilmu dulu sebelum yakin, baru berkata dan beramal!

      tahu nggak bahwa Setan itu lebih senang kepada ahlul bid’ah daripada ahli maksiat?

      kenapa???

      karena ahli maksiat tahu bahwa kemaksiatannya itu salah, dan di lubuk hatinya yang paling dalam insyaaAllaah ta’ala ada niat untuk kembali ke jalan kebenaran.

      semantara..

      ahlul bid’ah berpikir apa yg dia buat itu ada di jalan kebenaran.. jadi kalo diajak bertaubat, yg ada marah dia!

      makanya iblis lebih demen kepada pelaku bidah,.

  2. Ini blog buatan sapa tho?
    Kok smuwanya dianggep salah? Yg bener d dunia yg bwt blog sendiri?
    Bwt yg punya Blog :
    Jaman Rosulullah Ga ada makan Nasi, Knapa sampeyan makan Nasi?
    Jaman Rosulullah Ga ada kendaraan bermotor, knapa sampeyan naek bus/punya motor mobil?
    Jaman Rosulullah Ga ada Internet, kenapa sampeyan maen internet, bwt blog?

    Keblinger sampeyannnnn…!

    Sopo sing keblinger mas,..
    melasi nemen njenengan, kurang akeh mas sing dianggap bidah,
    Mendoan tempe,awul-awul, getuk goreng,dodol garut,pisang goreng,becak,hape,facebook,blog,internet, apalagi, ya, betul, semuanya bidah mas,.. tapi BUKAN BIDAH SECARA SYAR’I , durung ngerti apa kuwe bidah, melasi nemen, waca nang kene mas, ben ora keblinger,.. mengko kajogan, waca yoo,..

    Mas, bidah kuwe dosane luwih gede daripada maksiat, kenang apa, waca nang kene

  3. Siapapun yang mengaku muslim pasti mengaku mencintai Rosulluloh, mereka melakukan maulidpun karena mereka anggap itulah bukti cinta pada Rosulluloh. Tapi…

    apakah dengan melakukan itu Rosulluloh akan membalas rasa cinta kita…

    Cukuplah rasa cinta kita pada rosulluloh, tidak perlu diperlihatkan lagi, mari mulai sekarang kita berusaha bagaimana agar Rosulluloh cinta pada diri kita, biar cinta kita tidak bertepuk sebelah tangan..

    Bagaimana caranya??

    ya sebagaimana sepasang kekasih (suami istri) yang saling mencinta maka kita harus melakukan apa yang disenanginya, melakukan apa yang dikatakannya dan mencoba tidak melakukan hal hal yang tidak disenanginya….

    Jika Rosulluloh mengajarkan kita bersholawat dengan sholawat ibrahimiyah kenapa kita pakai nariyah

    Betul sekali mas,.
    Dan yang terpenting bukanlah pengakuan kita bahwa kita mencintai rasulullah,.
    tapi…
    Apakah Rasulullah mencintai kita,.. apakah rasulullah menerima cinta kita,..
    Karena kita melakukan perbuatan yang membuat rasulullah murka,..
    Melakukan amalan-amalan yang tidak diajarkan oleh rasulullah
    na’udzubillahi min dzalik

  4. BARANG SIAPA MEMBUAT HAL HAL BARU YANG BAIK DALAM ISLAM,MAKA,BAGINYA PAHALANYA DAN PAHALA ORANG YANG MENGIKUTINYA DAN TAK DI KURANG SEDIKITPUN DARI PAHALANYA
    DAN BARANG SIAPA MEMBUAT HAL HAL YANG BURUK DALAM ISLAM,MAKA,BAGINYA DOSANYA DAN DOSA ORANG YANG MENGIKUTINYA DAN TAK DIKURANG SEDIKITPUN DARI DOSANYA

    (SHAHIH MUSLIM HADIST NO 1017,JUGA DI RIWAYATKAN PADA SHAHIH IBN KHUZAIMAH SUNAN BAIHAQI AL KUBRA,SUNAN ADDARIMIY,SHAHIH IBN HIBBAN DANBANYAK LAGI,
    HADIST ITU MENJELASKAN BID’AH KHASANA H DAN BID’AH DHALALAH,

    HMM,,JANGAN BELAJAR ILMU AGAMA ,CUMAN DARI ABU GOOGLE BIN ABU YAHOOO,,

    terimakasih mas achmad,..
    itu penjelasan darimana mas, kalau hadits diatas menjelaskan ttg bidah khasanah atau hasanah? dan bidah dhalalah??
    Baca dong penjelasan dari hadits tersebut mas,
    Justru harusnya para pelaku bidah itu merasa takut dan ngeri setelah mengetahui kandungan hadits tsb,.
    Kenapa? sebab bidah semuanya sesat, barangsiapa yang membuat bidah, dan banyak pengikutnya, maka dia mendapat dosa, dan dosa para pelaku bidah tsb, yang mengikuti perbuatan bidah tsb,.. ngeri kan? jadi walaupun pembuat bidah itu sudah meninggal, maka dosanya akan terus bertumpuk-tumpuk,.. iih… ngeri mas,.

    • waduh sdr achmad sukron ini hanya makai hadits terjemahan jadinya ya kacau balau begini! makanya kalo baca hadits jangan cuman baca yg hanya terjemahan saja, apalagi yg diterjemahkan oleh para tukang bid’ah.. bacalah dari kitab imam Muslim yang asli:

      مَنْ سَنَّ فِيْ الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَىْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِيْ الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

      dan artinya yg benar adalah: “Barang siapa yang membuat contoh dalam Islam contoh yg baik, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yg mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barang siapa yg mencontohkan contoh jelek dalam islam maka ia mendapat dosanya dan dosa orang yg mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka” [HR Muslim, Shahih Muslim VII/103-104 (dengan Syarah an-Nawawi) dan XVI/225-226; Ahmad, al-Musnad IV/357, 359, 361, 362; an-Nasaa’i, al-Mujtaba’ V/75-76-77; at-Tirmidzi, al-Jaami’, V/42 no 2675; Ibnu Majah, as-Sunan, I/74 no 203].

      kalo yang paham bahasa Arab, tidak ada kata “hal-hal yang baru” di situ, yang ada hanyalah “contoh yang baik”. dan jika membaca asbabul wurudnya, maka hadits tersebut menceritakan tentang para Shahabat yg melakukan kebaikan-kebaikan yaitu menginfaqkan harta mereka untuk orang-orang yg tidak mampu, bukan berarti para Shahabat membuat sebuah perkara atau syari’at baru. tentang maksud dari kata “sunnah” di sini artinya thariqah atau “jalan”, yaitu jalan yg ditempuh oleh Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa salam.

      Jazakumullahu khairan

  5. Assalamualaikum wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    berikut ada sanggahan dari mas sarkub

    jangankan berdustaa atas nama salafi, berdusta atas nama nabi juga sarkub (sarjana kuburan) sih dah biasa , ngga aneh,.

  6. Sayangnya, banyak orang yang belum faham apa arti bid’ah, masih aja nyebutin perkara duniawi.

    Kalo aja orang-orang udah pada faham apa definisi bidah.

    InsyaAllah banyak perkara-perkara bid’ah yang bakal ditinggalin.

    mudah2an stlh baca web ini, bnyk yg paham, Allah berikan hidayah

  7. mohon maaf sebelumnya kepada semua saudara seiman,,,,mungkin masukan ini bisa jadi renungan,,,,kita ambil contoh rambu lalu lintas dijln raya,,,,
    kita ibaratkan
    -lampu merah(kelompok I) ;(orang yg benar-benar ingkar terhadap ALLAH).

    -lampu kuning(kelompok II) ;(orang yg takut dengan ALLAH dan menyintai rosulnya,tetapi mengamalkan hal baru (dalam beribadah)yang tidak di ajarkan oleh rosul ketika beliu masih hidup

    -lampu hijau(kelompokIII) ;(orang yg takut dengan ALLAH dan menyintai rosulnya,dan hanya menjalankan apa yg telah diajarkan oleh rosul aja tanpa menambah nambah hal baru.

    Di sini pak polisi kita umpamakan sebagai rosul,berhubung rosul sudah tiada jadi pak polisinya kita anggap lagi istirahat makan.

    Jadi jalan raya yang ada rambunya tersebut tidak ada yang jaga.

    Apa yang terjadi jika lampu merah berubah aspek warna kuning???

    Disini kita melihat ada sebagian orang langsung menancap gasnya untuk segera melajukan kendaraannya karena mereka yakin bahwa :

    1*keadaan aman
    2*kendaraan lawan kita di seberang sana sedang menghadapi aspek lampu warna merah(yang harus berhenti).
    3*pak polisinya lagi tidak ada karena lagi istirahat.

    Orang yang kelompok III inilah beliau yang akan melaju kendaraannya jika benar-benar:
    1- keadaan benar-benar aman
    2-Rambu lalu lintas warnanya telah berubah menjadi warna hijau
    3- Di situ polisinya ada atau tidak ada beliau(taat hukum). tetap mentaati aturan rambu lalu lintas.

    Di sinilah saya hanya bisa meng umpamakan terhadap sesama saudara kita yang seiman,sebelumnya saya mohon maaf,,,Wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Permisalannya SALAH..

    Permisalan yang benar begini,.
    Rasulullah sudah membuat rel atau jalan, kita tinggal mengikuti jalan atau rel tersebut, jangan keluar dari jalan atau rel tersebut, walaupun ada jalan lain menuju akhir tujuan dari jalan atau rel tersebut,.
    ulasan tentang hal tersebut bisa dilihat disini

    Ibnu Mas’ud berkata:

    Rasulullah menggaris satu garis dengan tangannya, kemudian bersabda:

    “Ini adalah jalan Allah yang lurus.”

    Setelahnya beliau menggaris beberapa garis di sebelah kanan dan kirinya, kemudian beliau bersabda:

    “Ini adalah jalan-jalan. Tidak ada satu jalan pun dari jalan-jalan ini melainkan di atasnya ada setan yang mengajak kepadanya.”

    Beliau lalu membaca ayat:

    “Sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan ini dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan lain karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya (1/465 dan 1/435) dan Ad-Darimi dalam Sunan-nya (no. 204)

  8. untuk pak admin,,,

    saya sangat terbantu sekali dengan adanya blog ini,saya benar-benar masih baru belajar dan sekalian juga belajar untuk membuka mata hati.(saya islam hanya karena keturunan).

    Dosa saya banyak,ibadah pun hanya ikut-ikutan apa yang telah jadi kebiasaan,Teruslah berjuang pak admin walau kita sadar perjuangan ini berat(karena batu besar yang menghadang kita,,,

    semoga ALLAH SWT menolong dan melindungi mu,,,,aamiin Yaa ROBBAL ALAMIIN

    Iya mas,… yang ada di masyarakat, mencukupkan diri dengan islam turunan,. bahkan pengetahuan tentang cara wudhu, cara shalatpun,. mencukupkan diri dengan apa yang kita dapat saat SD,.. padahal utk pelajaran umum masalah dunia saja belajar sampai ke perguruan tingi,.
    Bahkan celakanya, orang yang sekolah di perguruan tinggi pun, cara wudhu dan shalatnya.. mencukupkan diri dgn ajaran yang didapat saat SD, bahkan hingga dosen dan rektornya pun ada yang demikian,..

    Musibah,.. saya juga mengalami, sekolah SD,MTs,SMA. 12 tahun sekolah, cara wudhu, cara shalat ternyata masih salah, sudah saya posting disini

Leave a Reply to sarkub Cancel reply

Your email address will not be published.


*