Siapakah ASWAJA? Seperti Apakah Ciri-Cirinya?

Mengapa Salafi Mengaku Paling Aswaja Mengapa Nu Mengaku Aswaja Mengapa Nu Membenci Ahlussunnah Mengapa Golongan  Lain Mengaku Sebagai Aswaja Mengaku Aswaja

Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah?

Aswaja itu bukanlah ormasSungguh sayang sungguh malang, umat Islam di masa ini bak buih di lautan, banyak jumlahnya namun tercerai-berai. Heran bukan kepalang melihat fenomena ini, kita semua tahu bahwa Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam hanya 1 macam, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: “Sesungguhnya kalian adalah umat yang satu dan Aku adalah Rabb kalian, maka beribadahlah kepada-Ku” [Al-Anbiyaa : 92].

Namun mengapa hari ini Islam menjadi bermacam-macam? Aneh bukan?

Ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sedari dulu telah memperingatkan hal ini: “Telah berpecah kaum Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan ; dan telah berpecah kaum Nashara menjadi tujuh puluh dua golongan; sedang umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu.

Maka kami-pun bertanya, siapakah yang satu itu ya Rasulullah? ;

Beliau menjawab: yaitu orang-orang yang berada pada jalanku dan jalannya para sahabatku di hari ini” [HR. Tirmidzi].

Namun lihatlah, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengabarkan bahwa ada 1 golongan yang selamat dari perpecahan yaitu orang-orang yang beragama dengan menempuh jalan Islam sebagaimana jalan Islam yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya pada masa itu. Dari sinilah muncul istilah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah istilah yang dilekatkan dengan sifat-sifat golongan yang selamat yang disebutkan dalam hadist di atas. Maka tak pelak lagi, istilah Ahlus Sunnah pun menjadi rebutan. Bahkan orang-orang yang menempuh jalan yang salah pun mengaku Ahlus Sunnah. Sehingga masyarakat awam yang sedikit menyentuh ilmu agama pun dibuat bingung karenanya, dan rancu dibuatnya, tentang siapakah sebenarnya Ahlus Sunnah itu?

Makna Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Kata “Ahlussunnah” terdiri dari dua suku kata yaitu ’ahlu’ yang berarti keluarga, pemilik, pelaku atau seorang yang menguasai suatu permasalahan, dan kata ’sunnah’. Namun bukanlah yang dimaksud di sini sunnah dalam ilmu fiqih, yaitu perbuatan yang mendapat pahala jika dilakukan, dan tidak berdosa jika ditinggalkan.

Akan tetapi sunnah adalah apa yang datang dari Nabi baik berupa syariat, agama, petunjuk yang lahir maupun yang bathin, kemudian dilakukan oleh sahabat, tabiin dan pengikutnya sampai hari Kiamat.

Dengan demikian definisi Ahlus Sunnah adalah mereka yang mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan sunnah para shahabatnya. Sehingga Imam Ibnul Jauzi berkata,” Tidak diragukan bahwa orang yang mengikuti atsar (sunnah) Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya adalah Ahlus Sunnah” (Lihat Talbisul Iblis hal. 16)

Sedangkan kata ”Al Jama’ah” artinya bersama atau berkumpul. Dinamakan demikian karena mereka bersama dan berkumpul dalam kebenaran, mengamalkannya dan mereka tidak mengambil teladan kecuali dari para sahabat, tabiin dan ulama–ulama yang mengamalkan sunnah sampai hari kiamat. Karena merekalah orang-orang yang paling memahami agama yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Namun yang perlu digaris-bawahi di sini adalah bahwa Al Jama’ah adalah orang-orang yang berada di atas kebenaran, bukan pada jumlahnya.

Jumlah yang banyak tidak menjadi patokan kebenaran, bahkan Allah Ta’ala berfirman yang artinya: ”Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah” [Al An’am: 116]. Sehingga benarlah apa yang dikatakan Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu: “Al-Jama’ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian” (Syarah Usuhul I’tiqaad Al Laalika-i no. 160).

Ringkasnya, Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah orang-orang yang mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya, dan dalam memahami dan mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tersebut mereka meneladani praktek dan pemahaman para sahabat, tabi’in dan orang yang mengikuti mereka.

Dan makna ini sesuai dengan apa yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tentang satu golongan yang selamat pada hadits di atas: ”yaitu orang-orang yang berada pada jalanku dan jalannya para sahabatku dihari ini”.

Pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Mungkin setelah dijelaskan makna Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, sebagian orang masih rancu tentang siapakah sebenarnya mereka itu. Karena semua muslim, dari yang paling ’alim hingga yang paling awamnya, dari yang benar hingga yang paling menyimpang akan mengaku bahwa ia berjalan di atas jalannya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya. Maka dalam kitab Ushul Aqidah Ahlis Sunnah, Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dapat dikenal dengan dua indikator umum:

  1. Ahlus Sunnah berpegang teguh terhadap sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, berbeda dengan golongan lain yang beragama dengan berdasar pada akal, perasaan, hawa nafsu, taqlid buta atau ikut-ikutan saja.
  2. Ahlus Sunnah mencintai Al Jama’ah, yaitu persatuan ummat di atas kebenaran serta membenci perpecahan dan semangat kekelompokan (hizbiyyah). Berbeda dengan golongan lain yang gemar berkelompok-kelompok, membawa bendera-bendera hizbiyyah dan bangga dengan label-label kelompoknya.

Perlu diketahui juga bahwa istilah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah muncul untuk membedakan ajaran Islam yang masih murni dan lurus dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan ajaran Islam yang sudah tercampur dengan pemikiran-pemikiran menyimpang seperti pemikiran Jahmiyah, Qodariyah, Syi’ah dan Khawarij.

Sehingga orang-orang yang masih berpegang teguh pada ajaran Islam yang masih murni tersebut dinamakan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Imam Malik rahimahullah pernah ditanya :

“Siapakah Ahlus Sunnah itu?

Ia menjawab:

Ahlus Sunnah itu mereka yang tidak mempunyai laqb (julukan) yang sudah terkenal. Yakni bukan Jahmiyah, bukan Qadariyah, dan bukan pula Syi’ah”. (Lihat Al-Intiqa fi Fadlailits Tsalatsatil Aimmatil Fuqaha. hal.35 oleh Ibnu Abdil Barr).

Walaupun pada kenyataannya orang-orang yang berpemikiran menyimpang tersebut, seperti Jahmiyah, Qodariyah, Syi’ah dan Khawarij juga sebagian mengaku sebagai Ahlus Sunnah. Sehingga hal ini memicu para Imam Ahlus Sunnah untuk menjelaskan poin-poin pemahaman Ahlus Sunnah, agar umat dapat menyaring pemahaman-pemahaman yang tidak sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah.

Salah satunya dari Imam Ahlus Sunnah yang merinci poin-poin tersebut adalah Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah dalam kitabnya Ushul As Sunnah. Secara ringkas, poin-poin yang dijelaskan Imam Ahmad tentang pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah diantaranya adalah:

  • Beriman kepada takdir Allah,
  • Beriman bahwa Al Qur’an adalah Kalamullah (perkataan Allah), bukan makhluk dan bukan perkataan makhluk,
  • Beriman tentang adanya mizan (timbangan) di hari Kiamat, yang akan menimbang amal manusia,
  • Beriman bahwa Allah ‘Azza Wa Jalla akan berbicara dengan hamba-Nya di hari Kiamat,
  • Beriman tentang adanya adzab kubur dan adanya pertanyaan malaikat di dalam kubur,
  • Beriman tentang adanya syafa’at Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bagi ummat beliau
  • Beriman bahwa Dajjal akan muncul,
  • Beriman bahwa iman seseorang itu tidak hanya keyakinan namun juga mencakup perkataan dan perbuatan, dan iman bisa naik dan turun,
  • Beriman bahwa orang yang meninggalkan shalat dapat terjerumus dalam kekufuran,
  • Patuh dan taat pada penguasa yang muslim, baik shalih mau fajir (banyak bermaksiat). Selama ia masih menjalankan shalat dan kepatuhan hanya pada hal yang tidak melanggar syariat saja,
  • Tidak memberontak kepada penguasa muslim,
  • Beriman bahwa tidak boleh menetapkan seorang muslim pasti masuk surga atau pasti masuk neraka,
  • Beriman bahwa seorang muslim yang mati dalam keadaan melakukan dosa tetap disholatkan, baik dosanya kecil atau besar.

Jangan salah membatasi

Imam Al Barbahari berkata:

”Ketahuilah bahwa ajaran Islam itu adalah sunnah dan sunnah itu adalah Islam” (Lihat Syarhus Sunnah, no 2).

Maka pada hakikatnya pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah Islam itu sendiri dan ajaran Islam yang hakiki adalah pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Maka Ahlus Sunnah adalah setiap orang Islam dimana saja berada yang mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan pemahaman para sahabatnya.

Jika demikian, sungguh keliru sebagian orang yang membatasi Ahlus Sunnah dengan batas-batas yang serampangan.

Telah keliru orang yang membatasi Ahlus Sunnah dengan suatu kelompok atau organisasi tertentu, seperti perkataan:

’Ahlus Sunnah adalah NU’

atau

’Ahlus Sunnah adalah Muhammadiyah’.

Telah salah orang yang membatasi Ahlus Sunnah dengan majlis ta’lim atau ustadz tertentu dengan berkata:

’Ahlus Sunnah adalah yang mengaji di masjid A’ atau ’Ahlus Sunnah adalah yang mengaji dengan ustadz B’.

Keliru pula orang yang membatasi dengan penampilan tertentu, misalnya dengan berkata:

’Ahlus Sunnah adalah yang memakai gamis, celana ngatung dan berjenggot lebat. Yang tidak demikian bukan Ahlus Sunnah’.

Tidak benar pula membatasi Ahlus Sunnah dengan fiqih misalnya dengan berkata

’Yang shalat shubuh pakai Qunut bukan Ahlus Sunnah’ atau ’Orang yang shalatnya memakai sutrah (pembatas) dia Ahlus Sunnah, yang tidak pakai bukan Ahlus Sunnah’.

Dan banyak lagi kesalah-pahaman tentang Ahlus Sunnah di tengah masyarakat sehingga istilah Ahlus Sunnah mereka tempelkan pada kelompok-kelompok mereka untuk mengunggulkan kelompoknya dan berfanatik buta terhadap kelompoknya.

Adapun Ahlus Sunnah yang sejati tidak sibuk dengan label dan pengakuan, serta benci dengan semangat kekelompokkan.

Sebagaimana perkataan Ibnu Qoyyim Al Jauziyah tentang Ahlus Sunnah:

”Sesuatu yang tidak mempunyai nama kecuali Ahlus Sunnah” (Lihat Madarijus Salikin III/174).

Bahkan seorang Ahlus Sunnah menyibukkan diri dengan menerapkan sunnah dalam setiap aspek kehidupannya.

Dan tidak ada gunanya seseorang mengaku-ngaku Ahlus Sunnah, sementara ia sibuk dengan melakukan bid’ah dan hal-hal yang bertentangan dengan sunnah.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya

”Sesungguhnya Rabb-mu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia juga lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk” [An Najm: 30].

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang diberikan ni’mat, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan orang-orang tersesat. [Yulian Purnama]

sumber: http://buletin.muslim.or.id/manhaj/siapakah-ahlus-sunnah-wal-jama%E2%80%99ah

Bagi yang ingin mengetahui penjelasan tentang Ahlusunnah, silahkan beli buku bagus yang mengupas hal tersebut secara lengkap dan gamblang,.. silahkan lihat disini caranya , baca resensi bukunya

Print Friendly, PDF & Email

Nu Bukan.ormas Maha Suci Yang Termasuk Golongan Aswaja Ummat Aswaja Siapakah Kelompok-kelompok Yang Mengaku Aswaja Siapakah Aswaja Itu ?

15 Comments

  1. Assalamualaikum wr wb,

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Syukron Ustad atas penjelasannya, berarti yang bekoar-koar sebagai ahlus sunnah wal jamaah itu justru BUKAN ya Ustad. Menyatakan kelompoknya ahlus sunah wal jamaah tetapi justru banyak mengingkari sunah dan menghidupkan bid’ah. Semoga kita terhindar dari perpecahan karena menyalahkan orang lain dan mengklaim kelompoknya yang paling benar.

    Ahlus sunnah bukanlah klaim,pengakuan seseorang atau kelompok,
    Kalau pengakuan sih siapa saja bisa ngaku sebagai ahlussunnah, bahkan garong atau tukang mabok yang baru tobat juga bisa ngaku sebagai ahlussunnah,

    Lihat di lapangan, NU mengaku sebagai ASWAJA, muhammadiyah mengaku sebagai ahlussunnah, PERSIS mengaku pang paling nyunnah juga, LDII mengaku sebagai ahlussunnah juga, Ahmadiyah juga ngakunya ahlussunnah,..SYIAH ngakunya sebagai ahlussunnah juga walaupun ajarannya merupakan ajaran yg bisa mengeluarkan pengikut syiah dari agama islam,..

    Lalu siapa sih ahlussunnah?
    Ahlussunnah bukanlah ormas tertentu,
    Kalau ahlu sunnah itu adalah ormas-ormas tertentu, kasihan sekali dong abu bakar, umar , utsman , ali dan para sahabat lainya, thabiin, .. termasuk kasihan sekali imam syafii,imam bukhari,muslim, dan lain-lain,..

    Karena mereka tidak mengalami jamannya ada ormas-ormas tsb, apakah mereka bukan ahlus sunnah??

    Ahlus sunnah adalah siapapun orangnya yang menjalankan agama islam ini menurut ajaran Rasulullah yg diamalkan oleh para sahabatnya,

    Orang-orang yang mengikuti pengamalan mereka, itulah ahlussunnah, walaupun mungkin orang itu mengikuti salah satu ormas-ormas yang ada,

    Ormas adalah ormas, dan ahlussunnah adalah ahlussunnah,

    Ahlussunnah bukan ormas, dan mungkin saja ada pengikut ormas yang menjadi ahlussunnah,..

    • Allah Ta’ala berfirman yang artinya

      ”Sesungguhnya Rabb-mu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia juga lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk” [An Najm: 30].

      yang menapaki jalan ASWAJA SEJATI, yaitu generasi sahabat,tabiin,tabiut tabiin (merekalah yang disebut sebagai salafus shalih) maka akan berada di bawah petunjuk, sebagaimana firman Allah surat annisa ayat 115 , barangsiapa yang menyelisihinya maka akan tersesat,.

      Semoga kita termasuk GOLONGAN orang yang mendapat PETUNJUK.

      aamiin,.

  2. apakah WAHABY yg ngaku salafi jg ahlussunnah?
    kayak tdk sama sekali.. mgknkah sekte ini pntas di anggap ahlussunnah,pdhl kelakuannya cm mengkafirkan yg tdk sepaham… membunuh para ulama,. wahaby sama saja dgn syiah..

    Mana buktinya, bukan sekedar mengekor dari tulisan-tulisan orang syiah,.. ini bukti video ttg kekejaman syiah kepada kaum muslimin, sdh banyak diposting di blog ini,.. apa komentar anda?

    tp mengapa wahaby yg ngaku salafi ini menuduh iran bekerjasama dgn yahudi.. pdhl dulu wahabylah yg meminjamkan pangkalan militernya pd amerika utk menyerang irak,afganistan..
    emang wahaby si tukang fitnah..

    Tahu darimana anda? pasti dari media massa bukan? kasihan sekali, anda dikibuli oleh media-media yahudi,..

    KALAU ADMINNYA JANTAN TDK AKAN MENGHAPUS KOMENT INI..

    Saya tunggu bukti dari anda, kalau salafi mudah mengkafirkan,.. saya tunggu, jangan komentar lagi sebelum anda tunjukkan buktinya,.. itu Jika anda jantan, bukan sekedar membeo saja,

    bukan jantan atau ngga jantan, jika ngga saya loloskan komentar anda,
    Kasihan saja, kok banyak kaum muslimin yg tertipu oleh media syiah, media yahudi,.. ini musibah,..

  3. Assalamu alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Afwan akhi, cuma mengingatkan dan saran. Jika blog ini ada iklannya, tolong dipilah lagi dengan baik. Soalnya pas ana buka kok ada iklan belanjaan grosirbersama.com dengan gambar wanita yang terbuka auratnya. Atau ini cuma pas dibuka di komputer ana saja ya?

    Afwan, cuma mengingatkan

    Jazakallah khairan

    Blog ini tidak ada iklannya sama sekali, kalau boleh tahu di postingan mana yg ada gambar tersebut, biar ana cek,
    jazakallahu khairan

    Wassalamualaykum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  4. Assalamu alaikum…..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    berarti siapapun orang nya yg merujuk pada Alqur’an dan Hadist adalah Ahlussunah waljamaah.., apakah salafi termasuk ormas ?
    dan bagaimana orang2 yg mengaku Ahlussunah tetapi masih melakukan tahlillan, maulidan, rajaban. mohon penjelasanya…. jazakalloh khoiron…

    Terimakasih mas kyoto,
    Sebagian orang mengira Salafi adalah sebuah sekte, aliran sebagaimana Jama’ah Tabligh, Ahmadiyah, Naqsabandiyah, LDII, dll. Atau sebuah organisasi massa sebagaimana NU, Muhammadiyah, PERSIS, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dll. Ini adalah salah kaprah. Salafi bukanlah sekte, aliran, partai atau organisasi massa, namun salafi adalah manhaj (metode beragama), sehingga semua orang di seluruh pelosok dunia di manapun dan kapanpun adalah seorang salafi jika ia beragama Islam dengan manhaj salaf tanpa dibatasi keanggotaan., silahkan baca disini penjelasan tentang apa itu salafi, klik link ini

    Tulisan bagus tentang SALAFI, baca disini

    Apa itu aswaja dan konsekwensinya, silahkan baca disini pak, karena semua orang mengaku sebagai aswaja, tapi apakah pengakuan itu selaras tidak dengan apa yang dimaksud sebagai aswaja,. jika amalan mereka selaras dengan aswaja, maka dia aswaja, tapi jika menyelisihi, maka mereka hanya mengaku-aku saja sebagai aswaja,.. dan siapapun bisa mengklaim dirinya sebagai aswaja,

    namun,.. aswaja bukanlah klaim atau pengakuan semata,.. tapi bukti nyata,.

  5. Assalaam ‘alaykum warahmatullahi

    Bismillah.

    “… namun salafi adalah manhaj (metode beragama), sehingga semua orang di seluruh pelosok dunia di manapun dan kapanpun adalah seorang salafi jika ia beragama Islam dengan manhaj salaf tanpa dibatasi keanggotaan., ”

    Adalah benar pernyataan saudaraku ini. Dengan izin Allah, saya ditempatkan belajar di salah satu negeri yang mayoritas ‘kristiani’. Namun alhamdulillah, Allah menunjukkan pada saya jalan menuju ke rumah-Nya (“masjid”, tanda petik karena bentuknya tidak seperti masjid yang dikenal orang Indonesia).

    Alhamdulillah, jama’ahnya, kalau hendak dikategorikan, adalah jama’ah ahlu al-sunnah yang mengamalkan apa-apa yang diperintahkan Allah & Rasul-Nya Muhammad (s.a.w), dan menjauhi apa-apa yang dibenci Allah & Rasul Allah (s.a.w). Mengenai pelaksanaan syari’at, rujukan bacaan, dan seterusnya? Sama dengan ahlu al-sunnah yang saya kenal di Indonesia, kecuali perbedaan bahasa lokal tentu saja, dan perkara khilafiyah (misal bersedekap setelah i’tidal, atau kapan menggerakkan jari pada tasyahud, dsb.)

    Kalau sekiranya ahlu al-sunnah adalah organisasi X yang hanya ada di Indonesia, tentu tidak akan saya dapati organisasi X di negeri ini.

    Mudah-mudahan Allah jadikan hati dan pikiran kita semua terbuka untuk hidayah-Nya.

    Barakallahu fiikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Jazakallahu khairan atas komentarnya,
    wa fiika baarakallah,.

  6. Assalamu’alaikum warohmatuLlohi wabarokatuh.
    Mohon koreksi admin atas jawaban terhadap komentar saudara Yoyok, Pebruari 9, 2012 pukul 10.54 pm, tentang ……….”Muhammadiyah mengaku ahlussunnah”…………

    Kami sebagai warga Muhammadiyah, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari organisasi, tidak pernah mengklaim sebagai ahlussunnah. Namun sesuai dengan nama organisasinya, kami senantiasa BERUSAHA untuk selalu menjalankan sunnah dan berharap dengan usaha itu, kami dapat digolongkan menjadi ahlussunnah.
    Demikian komentar kami. Terimakasih.
    Wassalamu’alaikum warohmatuLlohi wabarokatuh.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih muhammad abduh,.
    Seandainya warga muhammadiyah, atau tokoh ormas muhammadiyah memahami tujuan KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah, maka akan sejalan dengan apa yang dicita-citakan dan didakwahkan oleh KH Ahmad Dahlan, silahkan baca disini

  7. assalamualaikum;

    saya termasuk sering menontn ceramah di rodja tv;
    ada ustadt yg mengatakan dlm ceramahnya bahwa;jiarah kubur bidah.
    bersahalawt bersama-sama bidah,
    bezikir bersama-sama {tahlil} bidah.
    mendoakan orang yg sudah meningal;tidk sampai ;;;kenapa sekarang memperbolehkan dengan bermcam -macam dalil.

    maka ustad yg menyapaikan ceramah itu akan bertanggung jawab di hadafan robuljallal

    Tolong sebutkan ustadz siapa yang berbicara, dan tunjukkan linknya,.
    Ingat,. jika anda berdusta, maka anda bertanggjawab kelak di akherat,.

  8. Trims pencerahannya..

    sangat logika dan masuk akal mudah dipahami…

    saya jadi lbh mengerti apa itu aswaja yg sejati tdk seperti yg sering saya dengar mereka yg koar2 mengaku paling aswaja ternyata msh byk yg hrs diluruskan..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*