Kekejaman Khawarij Dalam Menumpahkan Darah Kaum Muslimin

KEKEJAMAN KHOWARIJ

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad ia berkata: telah menceritakan kami Ismail, telah mengabarkan kami Ayyub dari Humaid bin Hilal, dari seorang lelaki dari (kabilah) Abdul Qois yang dahulu ia bersama khowarij kemudian meninggalkan mereka, ia berkata:

” mereka (khowarij) memasuki sebuah kampung. Maka keluarlah Abdullah bin Khobbab ketakutan sambil menarik selendangnya.

Mereka berkata: ” kamu tidak takut?”

Ia menjawab:”demi Allah, kalian membuat aku takut.”

Mereka berkata:”kamu adalah Abdullah bin Khobbab (anak) sahabat rasulullah.?”

Ia berkata: “iya”

Mereka berkata:”apakah kamu pernah mendengar dari ayahmu sebuah hadits yang ia dengar dari Rasulullah yang kamu bisa bacakan kepada kami?”

Ia berkata:”ia, aku mendengar ayahku menceritakan dari Rasulullah bahwa ia menyebutkan tentang fitnah, orang yang duduk terhadap fitnah lebih baik dibandingkan orang yang berdiri, dan orang yang berdiri terhadap fitnah lebih baik dibandingkan orang yang berjalan, dan orang yang berjalan terhadap fitnah lebih baik dibandingkan orang yang berlari, dan ia berkata: apabila engkau mendapati hal itu, maka jadilah Abdullah (hamba Allah) yang terbunuh. (Berkata Ayyub: aku tidak mengetahui kecuali ia mengatakan:) dan janganlah kalian menjadi Abdullah yang membunuh.”

Mereka berkata: “kamu mendengar hadits ini dari ayahmu dari Rasulullah?

Ia berkata: iya.

Kemudian mereka mendorong Abdullah bin Khobbab ke tepi sungai dan menebas lehernya, maka mengalirlah darahnya seakan akan tali sendal yang tidak terpisah di air. Dan mereka merobek perut Ummu walad (budak wanita, dan dia sedang hamil) mengeluarkan anak yang ada dalam kandungannya”.

Al-Hafiz Ibnu Hajar Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

ثُمَّ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنَّ مَنْ لَا يَعْتَقِدُ مُعْتَقَدَهُمْ بِكفْر وَيُبَاحُ دَمُهُ وَمَالُهُ وَأَهْلُهُ وَانْتَقَلُوا إِلَى الْفِعْلِ فَاسْتَعْرَضُوا النَّاسَ فَقَتَلُوا مَنِ اجْتَازَ بِهِمْ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَمَرَّ بِهِمْ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ خَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ وَكَانَ وَالِيًا لِعَلِيٍّ عَلَى بَعْضِ تِلْكَ الْبِلَادِ وَمَعَهُ سُرِّيَّةٌ وَهِيَ حَامِلٌ فَقَتَلُوهُ وبقروا بطن سُرِّيَّتِهِ عَنْ وَلَدٍ فَبَلَغَ عَلِيًّا فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ فِي الْجَيْشِ الَّذِي كَانَ هَيَّأَهُ لِلْخُرُوجِ إِلَى الشَّامِ فَأَوْقَعَ بِهِمْ بِالنَّهْرَوَانِ وَلَمْ يَنْجُ مِنْهُمْ إِلَّا دُونَ الْعَشَرَةِ وَلَا قُتِلَ مِمَّنْ مَعَهُ إِلَّا نَحْوُ الْعَشَرَةِ

“Kemudian mereka (kaum Khawarij) bersepakat atas kafirnya orang yang tidak meyakini keyakinan mereka dan halal darahnya, hartanya dan keluarganya, setelah itu mereka berpindah kepada tindakan fisik; mereka menghadang manusia lalu membunuh siapa pun kaum muslimin yang melewati daerah mereka, dan tatkala Abdullah bin Khabbab bin Al-Aratt radhiyallahu’anhuma melewati mereka –beliau ketika itu adalah Gubernur Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu di sebagian wilayah yang mereka tempati- beliau lewat bersama seorang budak perempuan yang sedang hamil, maka mereka membunuh beliau dan merobek perut budak perempuannya untuk mengeluarkan bayinya, maka sampailah berita tersebut kepada Ali, beliau pun segera keluar menuju mereka bersama pasukan yang tadinya beliau siapkan untuk menuju Syam, beliau memerangi mereka di Nahrawan, dan tidak ada dari mereka yang selamat kecuali kurang dari sepuluh orang, dan tidak ada yang terbunuh dari pasukan Ali radhiyallahu’anhu kecuali sekitar sepuluh orang saja.” [Fathul Baari, 12/284]

Sumber : status akun fb Dika Wahyudi Lc.

You May Also Like

0 Comments

Silahkan tinggalkan komentar di sini