Apa Yang Dikatakan IMAM SYAFII terhadap orang yang BELAJAR TASAWUF ??

Ajaran Tasawuf Merusak Aqidah Islam

Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Seandainya seorang menjadi sufi (bertasawwuf) di pagi hari, niscaya sebelum datang waktu Zhuhur, engkau tidak dapati dirinya, kecuali menjadi orang bodoh”. (al-Manaqib lil Baihaqi 2/207)

Wihdatul mashdar menjadi salah satu ciri Ahlu Sunnah wal Jama’ah dalam penetapan masaail aqidah, Mereka hanya berlandaskan misyakatun nubuwwah, wahyu dari Allah Ta’ala, tidak memandang akal, qiyas dan kasuf sebagai bagian sandaran aqidah. Justru tiga hal hal tersebut akan bertentangan banyak dengan nash al-Kitab dan Sunnah. Sehingga amat aneh bila ada orang yang mendahulukannya di atas hujjah-hujjah al-Qur’an dan Hadits. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam saja pernah menegur Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu dari sekedar melihat-lihat ‘lembar Taurat[1] yang sebelumnya merupakan kitab yang diturunkan dari langit telah dimasuki oleh tahrif-tahrif hasil penyelewengan tangan para pemuka agama mereka. Dan tentunya Taurat dalam konteks ini lebih afdhal daripada hasil qiyas akal manusia dan kayalan kalangan Sufi.[2]

Seiring dengan perjalanan waktu, semakin jauh umat dari masa kenabian, muncullah berbagai keyakinan dan ideologi dari luar al-Qur’an dan Sunnah yang mengintervensi aqidah Islamiyyah. Sufi dengan ajaran tasawufnya pun ikut menodai kejernihan dan keutuhan aqidah Islamiyyah. Masuknya ideologi ini ditengah masyarakat menyebabkan terjadinya kegoncangan aqidah pada akidah kebanyakan umat Islam, pemikiran dan pandangan-pandangan mereka dan secara otomatis menjauhkan mereka dari aqidah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Inilah salah satu dampak buruk yang harus dirasakan bila kekeliruan dan penyimpangan sangat dominan di masyarakat, akhirnya khalayak menganggapnya sebagai kebenaran. Pihak yang menentangnya dipandang keluar dari al-haq. Dan anehnya, bangsa Barat memberikan atensi besar pada pengkajian khazanah ‘ilmiah’ Sufi, mencetak dan menyebarluaskannya serta menterjemahkannya ke berbagai bahasa. Tiada lain karena mereka sudah mengetahui bahaya Tasawuf bagi Islam dan umat Islam, bukan dalam rangka mendukung Islam. Wallahul musta’an.

DIBANGUN DI ATAS KEDUSTAAN JUGA

Kerusakan aqidah bila ditampakkan dengan terang-terangan, pasti akan ditolak oleh manusia-manusia yang berfitrah lurus dan berakal sehat. Maka, sebagian tokoh (tarekat Sufi) ajaran ini memperkenalkan tasawuf dengan slogan-slogan, visi dan misi yang menarik agar mudah menggandeng manusia sebanyak mungkin, menegaskan bahwa dakwah mereka sesuai dengan ajaran Islam, misi mereka untuk mensucikan kalbu, membina akhlak dan seterusnya slogan-slogan menarik guna mengelabui umat.

Seorang pemuka tarekat di Mesir, Mahmud as-Sathuhi menjelaskan bahwa Tasawuf merupakan inti sari pengalaman ajaran Islam, mengamalkan al-Qur’an dan Sunnah, berjihad melawan musuh dan hawa nafsu. (!!). sebagian pemuka aliran Tasawuf bahkan memandang bahwa seluruh Sahabat Nabi, generasi Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in adalah pioner aliran Tasawuf karena sikap zuhud dan semangat berjihad mereka. (!?).

Ungkapan-ungkapan di atas hanyalah klaim kosong dan pernyataan yang tidak mendasar. Seorang Muslim yang berilmu akan merasa keheranan dengan Klaim-klaim (kosong tanpa bukti). Bagaimana mungkin mereka disebut mengikut al-Qur’an dan Sunnah, serta menjadi para pengikut dan penerus generasi terbaik umat?. Karena dari sisi aqidah terjadi perbedaan tajam antara aqidah para Sahabat dan kalangan Tasawuf, apabila dengan akidah tokoh besar Sufi, semisal Ibnu Arabi.

Namun keheranan ini akan segera sirna begitu mengetahui bahwa klaim-klaim palsu dan tuduhan-tuduhan asal-asalan merupakan salah satu uslub (metode) memasarkan ajaran mereka dan menjauhkan umat dari kebenaran

BENAR-BENAR MERUSAK AQIDAH ISLAMIYAH

Kekhawatiran terhadap ideologi Sufi tidak hanya lantaran kandungan penyelewengan akidah yang ada padanya. Akan tetapi, juga karena penyebarannya yang begitu luas di dunia Islam. Akibatnya, terbentuk semacam opini bahwa kebenaran adalah apa yang ada pada kaum Sufi (?!).

Seperti pepatah Arab, wabil mitsal yattadhihul maqal, dengan contoh, pernyataan akan bertambah jelas, maka di sini akan disebutkan beberapa contoh bagaimana ajaran tasawuf merubah kemurnian aqidah Islam :

– Aqidah Islam telah menetapkan Allah Ta’ala menciptakan makhluk-makhluk-Nya dari ‘adam (tidak ada sebelumnya), tidak dari Dzat-Nya dan bahwa semesta alam ini bukan khaliq (pencipta). Inilah aqidah yang dibawa al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sementara dalam kamus Sufi, diyakini bahwa segala yang ada di alam ini merupakan perwujudan Dzat Allah Ta’ala dengan aqidahnya yang dikenal dengan wihdatul wujud, kesatuan wujud.

– Aqidah Islam berdasarkan nash-nash al-Qur’an dan Hadits telah menentukan bahwa Allah Ta’ala berada di atas langit, bersemayam di atas Arsy sesuai dengan keagungan dan kebenaran-Nya. Allah Ta’ala berfirman : (Yaitu) Rabb yang Maha Pemurah yang bersemayam di atas ‘Arsy (QS. Thaha / 20:5)

Sementara dalam ilmu Tasawuf diajarkan bahwa Allah Ta’ala berada dimana-mana.

– Aqidah Islam menyatakan bahwa kenabian mutlak merupakan keutamaan yang Allah Ta’ala anugerahkan kepada insan yang Allah kehendaki. Kenabian dan kerasulan tidak datang melalui keinginan nabi dan rasul yang bersangkutan atau atas permintaan mereka kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman : Allah memilih utusan-utusan-Nya. dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat (QS. al-Hajj / 22:75).

Dalam hal ini, tokoh Sufi memandang kenabian dapat diraih melalui ketekunan melakukan riyadhah, sampai seorang tokoh Sufi, Ibnu Sab’in[3] mengatakan, “Ibnu Aminah (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) telah membatasi sesuatu yang lingkupnya luas ketika mengatakan, “Tidak ada nabi sepeninggalku”.

– Aqidah Islam menegaskan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan nabi serta rasul yang lain juga manusia-manusia seperti orang-orang yang lain dan masih berkewajiban menjalankan syariat. Akan tetapi, Allah Ta’ala memilih mereka dan mengutamakan mereka diatas kebanyakan orang sebagai utusan-utusan-Nya.

Adapun golongan Sufi berpandangan bahwa Nabi Muhammad sumber terciptanya makhluk-makhluk yang lain ( keyakinan ini dikenal dengan aqidah Nur Muhammadi). Mereka pun membawakan hadits-hadits palsu yang menyatakan jika tidak ada Muhammad maka alam semesta ini tidak akan pernah ada. Mereka pun memandang manusia bila sudah mencapai derajat tertentu tidak terkena kewajiban menjalankan syariat Islam.

– Sumber hukum aqidah Islam hanya du : al-Qur’an dan Hadits shahih, tidak ada sumber ketiga atau keempat dan seterusnya… sementara itu, kaum Sufi memiliki sumber aqidah yang lain yang dikenal dengan istilah ­al-kasuf dan al-faidh. Mereka secara nyata menyakininya sebagai landasan keyakinan.

– Aqidah Islam menjunjung tinggi tauhidullah dan datang untuk memberantas syirik dengan seluruh jenisnya dan praktek penyembahan kepada selain Allah Ta’ala. Sedangkan pada ajaran Tasawuf, praktek syirik sangat kentara dalam bentuk meminta kepada penghuni kubur, istighotsah kepada orang-orang yang telah mati, pengagungan kuburan dan lain-lain.

– Aqidah Islam telah menetapkan hanya Allah saja yang mengetahui alam gaib. Allah Ta’ala berfirman : Katakanlah : “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan (QS. an-Naml / 27:65).

Dalam hal ini, kaum Sufi menyatakan bahwa syaikh-syaikh tarekat memiliki kemampuan meneropong dan mengetahui alam gaib melalui jalan kasuf, dan menurut mereka lagi, mereka memperoleh ilmu itu dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Masih banyak keyakinan mereka lainnya yang jelas-jelas berseberangan dengan aqidah yang dibawah oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pendek kata, ajaran Tasawuf berdiri di atas landasan-landasan berikut :

Membagi agama menjadi lahir yang diketahui oleh orang-orang awam dan batin yang hanya dimengerti oleh kaum khos (orang-orang khusus saja).
Memegangi kasuf dan dzauq dalam penetapan masalah-masalah aqidah dan ibadah.
Melegalkan praktek syirik dan bahkan melakukan pembelaan untuknya.
Menshahihkan hadits melalui jalan kasuf
Beramal berdasarkan hasil mimpi
Beribadah dengan dasar dzauq dan wajd
Menyebarkan hadits-hadits lemah dan palsu dan mengamalkannya.
Membiasakan dzikir jama’i dan beribadah dengan menari-nari diiringi oleh suara-suara alunan bunyi seruling dan alat-alat musik lainnya. Bahkan penulis kitab Ihya Ulumuddin menulis satu bab di dalamnya dukungannya terhadap ‘ibadah’ dengan tarian dan musik disertai penjelasan tentang adab-adab dan menetapkan bahwa musik lebih menggelorakan hati daripada al-Qur’an dari tujuh aspek. (al-Ihya : 2/325-328).

Demikian point-point prinsip aqidah yang diajarkan dalam ilmu Tasawuf dan diyakini kalangan Sufi. Semoga Allah Ta’ala menjauhkan kita dari segala kerusakan dalam keyakinan kita. Wallahul a’lam.

Diangkat dari at-Tauhid fi Masiratil’Amalil Islami bainal Waqi wal Ma’mul, Abdul Aziz bin Abdullah, al-Husaini, pengantar Nashir bin Abdul Karim al-Aql, Cet I, Th. 1419 H, Darul Qasim. Lm. 25-33

Sumber: Majalah As-Sunnah edisi: 04-05/THN XV/Ramadhan/Syawal 1432H/Agustus 2011M

—————————————————–
[1] HR. Ahmad, al-Baihaqi, Ibnu Abi Ashim. Hadits hasan dengan berbagai jalur periwayatannya.

[2] Lihat Manhajul Istidlal ala Masail al-I’tiqad ‘Ind Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/41-42.

[3] Dia adalah ‘Abdul Haqq bin Ibrahim bin Muhammad bin Nashr bin Sab’in (613-668 H), seorang pemuka golongan Sufi dan termasuk berkeyakinan wihdatul wujud.

sumber: http://ibnuramadan.wordpress.com/2011/12/26/ajaran-tasawuf-merusak-aqidah-islam/

Istiar Imam Safi,i Tentang Pemahamannya Kitab Tasawuf Untuk Pemula Cara Mendalami Ilmu Tasaeuf Perlukah Seorang Muslim Belajar Tasawuf Belajar Tasawuf Jadi Gila

17 Comments

  1. mhn maaf saya sama sekali tdk sefaham dgn anda,, tolong jgn menilai tasawuf itu tdk baik,, lbh baik perbaiki dulu diri anda,, makasih

    Saya tidak menyuruh anda untuk sepaham dengan postingan saya, itu terserah anda,
    Alhamdulillah banyak yang tercerahkan dengan postingan tersebut, mungkin anda hanya salah satu yang belum paham saja,

    Tasawuf adalah perusak islam dari dalam, silahkan baca postingannya disini

  2. Asalamu’alaikum
    – Aqidah Islam berdasarkan nash-nash al-Qur’an dan Hadits telah menentukan bahwa Allah Ta’ala berada di atas langit, bersemayam di atas Arsy sesuai dengan keagungan dan kebenaran-Nya. Allah Ta’ala berfirman : (Yaitu) Rabb yang Maha Pemurah yang bersemayam di atas ‘Arsy (QS. Thaha / 20:5)

    Sementara dalam ilmu Tasawuf diajarkan bahwa Allah Ta’ala berada dimana-mana

    Mhn maaf sebelumnya,,saya ini org awam dalam agama,,

    tetapi sebodoh2nya sy merasa janggal kalu di katakan Allah itu ada di langit di atas arsy, karena sangat bertentangan dengan kekuasaan dan kebesaran Allah,

    Allah itu gak di sana,gak di sini,gak di situ,,gak ini dan gak itu,,

    dengan demikikian saya sangat2lah ragu kalau ini pendapat imam syafii,,sedangkal itukah pemikiran seorang imam besar sekelas imam syafii?? Mf kalau salah
    Matursuwun

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih kang mujahidin, mudah2an Allah berikan semangat kepada anda untuk mendalami islam dengan pemahaman yang benar, sehingga anda tidak menjadi orang awam lagi, sehingga mudah terseret pemahaman yang salah tentang Allah,.

    Pernyataan anda diatas adalah salah satu kebingungan akibat tasawuf, sehingga kalah cerdas dengan seorang budak wanita, awam, tinggal di gunung dan mengembala kambing, ketika ditanya oleh Rasul dimanakah Allah, maka si budak wanita ini menjawab, Allah diatas,. Lalu Rasul membenarkan jawaban si budak wanita ini, dan memerintahkan untuk memerdekakannya,.

    Lalu anda meragukannya? meragukan pernyataan Allah besar sekali konsekwensinya, bahkan bisa keluar dari islam
    Menyatakan Allah ada dimana-mana, ini adalah bentuk pelecehan terhadap kebesaran dan keagungan Allah,.
    Bukan hanya Imam syafii saja yang menyatakan bahwa Allah bersemayam di atas Arsy,. Allah sendiri yang mengatakan,. demikian pula gurunya imam syafii,. silahkan anda baca pernyataan para imam madzhab yang empat tentang hal ini, silahkan baca disini

    • lantas apa tanggapan anda tentang TQN SURYALAYA?

      Saya tidak melihat siapa namanya,atau siapa tokohnya, apa pesantrennya, tapi apa yang diajarkannya,.. Jika yang diajarkan sesuai dengan ajaran rasulullah yang diajarkan kepada para sahabatnya, atau mengikuti pemahaman para sahabat, maka silahkan ikuti, tapi kalau tidak, maka tinggalkan,.

      Mudah, mengikuti pemahaman para sahabat, itulah SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN, silahkan lihat disini

      Tidak mau mengikuti pemahaman para sahabat, itulah JALAN KESESATAN,. Allah sendiri yang mengatakan dan mengancam akan memasukannya ke dalam neraka, silahkan baca surat annisa ayat 115, ulasannya sudah saya posting disini

  3. kalau anda2 ingin belajar tasawuf yg benar,datanglah ke TQN SURYALAYA.
    karena tasawuf yg di ajarkan tqn suryalaya berbeda dngan tasawuf yg ada pada zaman dulu.

    Saya tidak melihat siapa namanya,atau siapa tokohnya, apa pesantrennya, tapi apa yang diajarkannya,.. Jika yang diajarkan sesuai dengan ajaran rasulullah yang diajarkan kepada para sahabatnya, atau mengikuti pemahaman para sahabat, maka silahkan ikuti, tapi kalau tidak, maka tinggalkan,.

    Mudah, mengikuti pemahaman para sahabat, itulah SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN, silahkan lihat disini

    Tidak mau mengikuti pemahaman para sahabat, itulah JALAN KESESATAN,. Allah sendiri yang mengatakan dan mengancam akan memasukannya ke dalam neraka, silahkan baca surat annisa ayat 115, ulasannya sudah saya posting disini

    • Assalamu’alaikum
      Afwan ane dulu salah satu murid TQN sur****la** semua ajaran tasawuf sama pak…

      dzikirnya bagus tapi pemahamannya yang gak bagus…

      salah satu contoh berdoa ramai2 depan kuburan bawa botol air mineral dibuka tutup nya agar mndapat keberkahan dari ahli kuburkah???

      Salaman dgn salah satu syaikh sambil menyentuhkan botol air mineral Untuk keberkahan kah????

      Seolah-olah syaikh nya seperti Tuhan bisa mengkabulkan hajat dan meringankan penyakit…

      naudzubillah dimana kah keberadaan alloh ketika berdoa masih ada pihak ketiga???

      Maaf ane.berdasarkan pengalaman dan ane mantan TQN yg sudah kembali ke ajaran tauhid.

      Syukran

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.

      Alhamdulillah, Allah berikan hidayah pada anda,..mudah2an semakin banyak yang mendapatkan hidayah,..

  4. nuhun kang artikelnya.
    semoga lancar terus dalam berbagi ilmu syar’i yang sesuai apa yang diajarkan Rosululloh sholollohu ‘alaihi wasallam

    nuhun kang,.
    mugi Allah masihkeun hidayah taufik ku urang sadaya,. istiqamah diatasnya…. hingga akhir hidup urang,.

  5. Alhamdulillahirobbil.a’lamin….ketemu dengan blog ini….salam ukhuah islamiyah masbro…

    wa’alaikumussalam juragan..

  6. menurut saya sih tassawuf itu udah tingkatan lanjut, jadi ilmu syariat, hakekat, makrifat ama aqidah harus sempurna dlu baru bisa belajar tassawuf. Lah kalo syariat aja masih banyak gak dikerjain masa iya mau belajar tassawuf, jadinya gitu deh kaya anak tk yang belajar di universitas. Gak nyampe wkwk

    Tasawuf bukanlah ajaran nabi, silahkan baca di sini ulasannya

  7. menurut saya sih tassawuf itu udah tingkatan lanjut, jadi ilmu syariat, hakekat, makrifat ama aqidah harus sempurna dlu baru bisa belajar tassawuf.

    Lah kalo syariat aja masih banyak gak dikerjain masa iya mau belajar tassawuf, jadinya gitu deh kaya anak tk yang belajar di universitas. Gak nyampe wkw

    Ini pernyataan dari para ulama tasawuf, mereka menyesal sudah menghabiskan usia mereka untuk mendalami tasawuf, sehingga kebingungan di akhir petualangannya, baca di sini postingannya

  8. Memang belajar tasawuf tidak boleh secara sembarangan dan harus di niati dengan hati yang iklas…

    Belajar tasawuf secara benarpun TIDAK BOLEH, karena tasawuf itu bukan suatu kebenaran, tapi penyimpangan…

    Ini penyesalan para ulama tasawuf, mereka menyesal telah menghabiskan usia mereka untuk menyelami tasawuf, namun kehampaan di akhir pencariannya, sia-sia, bukan mengobati rasa haus dan dahaga, bahkan penyesalan yang tak bertepi, silahkan baca penyesalan mereka di postingan ini

  9. Berdasar konteks contoh yang disebutkan Admin, saya rasa ada beberapa yang memang membutuhkan pemahaman yang mendalam seperti Allah ADA di mana mana, menurut admin itu salah karena menurut al quran allah berada di atas Ars Nya, lalu bagaimana tentang ayat yang menyebutkan bahwa Aku (Allah) dekat, Aku (Allah) mengabulkan setiap doa apabila hamba Nya berdoa, seingat saya ayatnya ada di antara ayat puasa, bagaimana dengan ayat itu?

    Dekat dalam hal apa?

    Kan Arsy ada di atas langit ke 7 di alam yang dinamai sidratul Muntaha, begitu juga memahami Allah ada di mana mana, tidak serta merta Dzar Allah ada di semua tempat, maksud dari pernyataan itu adalah Ilmu Allah meliputi segala Nya,penglihatan Nya, pengawasan Nya meliputi semua hal, sehingga apapun yang kita perbuat akan diketahui karena Allah (Ilmu Nya) ada di mana mana seperti ayat yang menyebutkan Allah itu dekat

    Siapakah yang pertama kali menyebarkan pemahaman Allah ada di mana-mana?
    Yang jelas Rasulullah tidak mengajarkan demikian, demikian pula para sahabat, tabiin,tabiut tabiin,tidak pula imam yang empat,
    Bahkan mereka semua menjelaskan bahwa Allah ada DI ATAS..
    Silahkan baca di sini ulasannya

    Allah maha dekat, dan Allah maha mengetahui apa yg terbetik dalam hati kita, padahal Allah tinggi di atas arsy,

    Kita tidak mengetahui apa isi hati orang yang ada di samping kita, bahkan kita sendiri tidak mengetahui seperti apa bentuk akal kita, tapi Allah mengetahuinya..

    Kita tidak bisa mengatur detak jantung kita, tapi Allah yang mengaturnya, dan Allah maha tinggi di atas arsy

    Memahami tentang dzat Allah, sifat Allah, itu bukan menganalogikan dengan akal kita yang memang terbatas, Allah itu ghaib, kewajiban kita hanya sebatas mengimani apa yang Allah kabarkan,ga perlu melogikannya, akal kita wajib tunduk dan membenarkannya,

    Dan jangan mengatakan yang Allah tidak katakan, seperti perkataan bahwa Allah ada di mana-mana, ini pelecehan terhadap Allah

  10. Saya masuk di kuliah dijurusan tasawuf psikoterapi ….bgaimna ini baiknya yh ..lanjut atau gmna??

    Ga usah lanjut, mending pelajari ilmu islam dengan pemahaman para sahabat, sebagai bekal di dunia dan akherat, bukan mempelajari ilmu tasawuf yang hakekatnya bukanlah dari ajaran islam, tapi dari ajaran filosof yunani, dan islam mengalami kemunduran setelah ajaran tasawuf merebak di tengah2 kaum muslimin

  11. klu belum nyebur di dunia tasawuf jng asal jeplak. tuduhan tuduhan gak mendasar… tasawuf (thoriqoh) adalah sebuah metode, syariat tiangnya dan hakikat adalah atapnya, keduanya bergerak beriringan dan menguatkan 1 sama lain.

    Ini perkataan para ulama yang bukan hanya nyebur ke dunia tasawuf, tapi mereka sudah menyelami samudera tasawuf, dan apa kata mereka? Silahkan baca di sini

  12. Tolong jangan tulis sesuatu yang tidak anda ketahui, karena justru akan terlihat betapa dangkal pemahamanmu tentang Islam. Belajar masak tidak pernah, makan biasanya cuma di warteg tapi mengkritik ‘rasa’ masakan koki di restoran ternama. Semua ada maqomnya.

    Baiklah, saya sampaikan kepada anda perkataan para ULAMA TASAWUF yang akhirnya tersadar setelah pengembaraan mereka yang yang cukup lama, dan mereka pun MENYESAL, silahkan baca di sini ulasannya

  13. katakan lah aku itu dekat, lebih dekat dari urat lehermu, jadi sebenarnya Allah itu dmna?

    Allah tinggi di atas Arsy, dan Arsy adalah makhluk Allah yang paling besar di jagad raya ini, tidak ada makhluk yang lebih besar dari Arsy Allah, dan Arsy itu meliputi langit dan bumi,

    Dan Allah lebih tahu apa seperti apa urat lehermu, dan anda tidak lebih tahu ,bahkan tidak tahu seperti apa bentuk detail urat lehermu, namun Allah maha tahu, dan Allah tetap maha tinggi di atas arsy,

    Anda tahu tidak, seperti apa rupa akal anda, yang itu ada di tubuh anda,

    Kalau Allah maha tahu seperti apa rupa akal anda,

    Anda yg lebih dekat dgn akal anda ga pernah tahu seperti apa rupa akal, namun Allah yang maha tinggi tahu seperti apa rupa akal anda,

Leave a Reply to Dy Cancel reply

Your email address will not be published.


*