Wahai Para Istri, Ta’atilah Suamimu, Surga Bagimu ,

Hukum Istri Menyuruh Nyuruh Suami Suami G Maafi Istri Pezina Krn Dah Dinasehati Dg Alloh Gmn? Kata Kata Untuk Wanita Yg Kurang Mengurusi Suami Hukum Istri Yang Tidak Nurut Sama Suami Hukum Istri Yg Tidak Patuh Pada Suami

istri taat suamiDalam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama atau dunianya, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalnya.

Tanggungjawab suami yang tidak ringan diatas diimbangi dengan ketaatan seorang istri pada suaminya. Kewajiban seorang istri dalam urusan suaminya setahap setelah kewajiban dalam urusan agamanya. Hak suami diatas hak siapapun setelah hak Allah dan Rasul-Nya, termasuk hak kedua orang tua. Mentaatinya dalam perkara yang baik menjadi tanggungjawab terpenting seorang istri.

Surga atau Neraka Seorang Istri

Ketaatan istri pada suami adalah jaminan surganya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhoan suami menjadi keridhoan Allah. Istri yang tidak diridhoi suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka dan kufur nikmat.

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa beliau melihat wanita adalah penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita pun bertanya kepada beliau mengapa demikian? Rasulullah pun menjawab bahwa diantarantanya karena wanita banyak yang durhaka kepada suaminya. (HR Bukhari Muslim)

Kedudukan Hak Suami

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi para suami atas mereka (para istri). (HR Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “hadis hasan shahih.” Dinyatakan shahih oleh Syaikh Albani)

Hak suami berada diatas hak siapapun manusia termasuk hak kedua orang tua. Hak suami bahkan harus didahulukan oleh seorang istri daripada ibadah-ibadah yang bersifat sunnah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh bagi seorang perempuan berpuasa sementara suaminya ada di rumah kecuali dengan izinnya. Dan tidak boleh baginya meminta izin di rumahnya kecuali dengan izinnya.” (HR Bukhari Muslim)

Dalam hak berhubungan suami-istri, jika suami mengajaknya untuk berhubungan, maka istri tidak boleh menolaknya.

“Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR Bukhari Muslim)

Berbakti Kepada Suami

Diantara kewajiban seorang istri atas suaminya juga adalah, hendaknya seorang istri benar-benar menjaga amanah suami di rumahnya, baik harta suami dan rahasia-rahasianya, begitu juga bersungguhnya-sungguh mengurus urusan-urusan rumah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan wanita adalahpenanggungjawab di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR Bukhari Muslim)

Syaikhul Islam berkata, “Firman Allah, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diriketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisa [4]: 34)

Ayat ini menunjukkan wajibnya seorang istri taat pada suami dalam hal berbakti kepadanya, ketika bepergian bersamanya dan lain-lain. Sebagaimana juga hal ini diterangkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Majmu Al Fatawa 32/260-261 via Tanbihat, hal. 94, DR Shaleh Al Fauzan)

Berkhidmat kepada suami dengan melayaninya dalam segala kebutuhan-kebutuhannya adalah diantara tugas seorang istri. Bukan sebaliknya, istri yang malah dilayani oleh suami. Hal ini didukung oleh firman Allah, “Dan laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita.” (QS. An Nisa [4]: 34)

Ibnul Qayyim berdalil dengan ayat diatas, jika suami menjadi pelayan bagi istrinya, dalam memasak, mencuci, mengurus rumah dan lain-lain, maka itu termasuk perbuatan munkar. Karena berarti dengan demikian sang suami tidak lagi menjadi pemimpin. Justru karena tugas-tugas istri dalam melayani suami lah, Allah pun mewajibkan para suami untuk menafkahi istri dengan memberinya makan, pakaian dan tempat tinggal. (Lihat Zaad Al-Ma’aad 5/188-199 via Tanbihat, hal. 95, DR Shaleh Al Fauzan)

Bukan juga sebaliknya, istri yang malah menafkahi suami dengan bekerja di luar rumah untuk kebutuhan rumah tangga.

Tidak Keluar Rumah Kecuali Dengan Izin Suami

Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena tempat asal wanita itu di rumah. Sebagaimana firman Allah, “Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian.” (QS. Al Ahzab [33]: 33)

Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali ada kebutuhan.” (Tafsir Al Quran Al Adzim 6/408). Dengan demikian, wanita tidak boleh keluar rumah melainkan untuk urusan yang penting atau termasuk kebutuhan seperti memasak dan lain-lain. Jika bukan urusan tersebut, maka seorang istri tidak boleh keluar rumah melainkan dengan izin suaminya.

Syaikhul Islam berkata, “Tidak halal bagi seorang wanita keluar rumah tanpa izin suaminya, jika ia keluar rumah tanpa izin suaminya, berarti ia telah berbuat nusyuz (durhaka), bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta layak mendapat hukuman.”

Penutup

Semua ketentuan yang telah Allah tetapkan di atas sama sekali bukan bertujuan membatasi ruang gerak para wanita, merendahkan harkat dan martabatnya, sebagaimana yang didengungkan oleh orang-orang kafir tentang ajaran Islam. Semua itu adalah syariat Allah yang sarat dengan hikmah. Dan hikmah dari melaksanakan dengan tulus semua ketetapan Allah di atas adalah berlangsungnya bahtera rumah tangga yang harmonis dan penuh dengan kenyamanan. Ketaatan pada suami pun dibatasi dalam perkara yang baik saja dan sesuai dengan kemampuan. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kepada kita semua keluarga yang barakah.***Wallahu ‘alam.

Penulis: Ustadz Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc
Artikel Muslim.Or.Id

Print Friendly

Hukum Istri Tidak Tegur Suami Hukum Istri Membuat Suami Menangis Seberapa Dosa Istri Melepas Amanat Suami Ceramah Tentang Istri Yang Melawan Suami Istri Sholat 5 Waktu Tapi Tidak Patuh Terhadap Suami

63 Comments

  1. Kalau ada hadis dr aisyah tentang lbh didahulukannya hak suami bg sang istri daripada yg lain, tlong panjenengan kirim yg brbhsa arab.
    Matorswon sanget/syukron katsiron

    Silahkan lihat hadits yg ini:
    Hak suami yang menjadi kewajiban istri amatlah besar sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ

    “Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri” (HR. Abu Daud no. 2140, Tirmidzi no. 1159, Ibnu Majah no. 1852 dan Ahmad 4: 381. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

    Ketaatan seorang istri pada suami termasuk sebab yang menyebabkannya masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

    “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

    Pertama: Mentaati perintah suami

    Istri yang taat pada suami, senang dipandang dan tidak membangkang yang membuat suami benci, itulah sebaik-baik wanita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

    قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

    Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

    Begitu pula tempat seorang wanita di surga ataukah di neraka dilihat dari sikapnya terhadap suaminya, apakah ia taat ataukah durhaka.

    Al Hushoin bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya,

    أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

    “Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”, tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad 4: 341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1933)

    Namun ketaatan istri pada suami tidaklah mutlak. Jika istri diperintah suami untuk tidak berjilbab, berdandan menor di hadapan pria lain, meninggalkan shalat lima waktu, atau bersetubuh di saat haidh, maka perintah dalam maksiat semacam ini tidak boleh ditaati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ

    “Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (kebaikan).” (HR. Bukhari no. 7145 dan Muslim no. 1840)

    Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan,

    لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ

    “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad 1: 131. Sanad hadits ini shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

    Kedua: Berdiam di rumah dan tidaklah keluar kecuali dengan izin suami

    Allah Ta’ala berfirman,

    وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

    “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33).

    Seorang istri tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Baik si istri keluar untuk mengunjungi kedua orangtuanya ataupun untuk kebutuhan yang lain, sampaipun untuk keperluan shalat di masjid.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Tidak halal bagi seorang istri keluar dari rumah kecuali dengan izin suaminya.” Beliau juga berkata, “Bila si istri keluar rumah suami tanpa izinnya berarti ia telah berbuat nusyuz (pembangkangan), bermaksiat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, serta pantas mendapatkan siksa.” (Majmu’ Al-Fatawa, 32: 281)

    Ketiga: Taat pada suami ketika diajak ke ranjang

    Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِىءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

    “Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu Shubuh” (HR. Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 1436).

    Dalam riwayat Muslim disebutkan dengan lafazh,

    وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهَا فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا

    “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak ajakan suaminya melainkan yang di langit (penduduk langit) murka pada istri tersebut sampai suaminya ridha kepadanya.” (HR. Muslim no. 1436)

    Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ini adalah dalil haramnya wanita enggan mendatangi ranjang jika tidak ada uzur. Termasuk haid bukanlah uzur karena suami masih bisa menikmati istri di atas kemaluannya” (Syarh Shahih Muslim, 10: 7). Namun jika istri ada halangan, seperti sakit atau kecapekan, maka itu termasuk uzur dan suami harus memaklumi hal ini.

    Keempat: Tidak mengizinkan orang lain masuk rumah kecuali dengan izin suami

    Pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada haji Wada’,

    فَاتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ

    “Bertakwalah kalian dalam urusan para wanita (istri-istri kalian), karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanah dari Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh mengizinkan seorang pun yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian” (HR. Muslim no. 1218)

    Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنَ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ ، وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ نَفَقَةٍ عَنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّهُ يُؤَدَّى إِلَيْهِ شَطْرُه

    “Tidak halal bagi seorang isteri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya. Dan ia tidak boleh mengizinkan orang lain masuk rumah suami tanpa ijin darinya. Dan jika ia menafkahkan sesuatu tanpa ada perintah dari suami, maka suami mendapat setengah pahalanya”. (HR. Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

    Dalam lafazh Ibnu Hibban disebutkan hadits dari Abu Hurairah,

    لاَ تَأْذَنُ المَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَهُوَ شَاهِدُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

    “Tidak boleh seorang wanita mengizinkan seorang pun untuk masuk di rumah suaminya sedangkan suaminya ada melainkan dengan izin suaminya.” (HR. Ibnu Hibban 9: 476. Kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

    Hadits di atas dipahami jika tidak diketahui ridho suami ketika ada orang lain yang masuk. Adapun jika seandainya suami ridho dan asalnya membolehkan orang lain itu masuk, maka tidaklah masalah. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 3: 193)

    Kelima: Tidak berpuasa sunnah ketika suami ada kecuali dengan izin suami

    Para fuqoha telah sepakat bahwa seorang wanita tidak diperkenankan untuk melaksanakan puasa sunnah melainkan dengan izin suaminya (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 28: 99). Dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

    “Tidaklah halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya.” (HR. Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

    Dalam lafazh lainnya disebutkan,

    لاَ تَصُومُ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ غَيْرَ رَمَضَانَ

    “Tidak boleh seorang wanita berpuasa selain puasa Ramadhan sedangkan suaminya sedang ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya” (HR. Abu Daud no. 2458. An Nawawi dalam Al Majmu’ 6: 392 mengatakan, “Sanad riwayat ini shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim”)

    Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan izin bisa jadi dengan ridho suami. Ridho suami sudah sama dengan izinnya. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 28: 99)

    Imam Nawawi rahimahullah menerangkan, “Larangan pada hadits di atas dimaksudkan untuk puasa tathowwu’ dan puasa sunnah yang tidak ditentukan waktunya. Menurut ulama Syafi’iyah, larangan yang dimaksudkan dalam hadits di atas adalah larangan haram.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 115)

    Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud larangan puasa tanpa izin suami di sini adalah untuk puasa selain puasa di bulan Ramadhan. Adapun jika puasanya adalah wajib, dilakukan di luar Ramadhan dan waktunya masih lapang untuk menunaikannya, maka tetap harus dengan izin suami. … Hadits ini menunjukkan diharamkannya puasa yang dimaksudkan tanpa izin suami. Demikianlah pendapat mayoritas ulama.” (Fathul Bari, 9: 295)

    Dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah disebutkan, “Jika seorang wanita menjalankan puasa (selain puasa Ramadhan) tanpa izin suaminya, puasanya tetap sah, namun ia telah melakukan keharaman. Demikian pendapat mayoritas fuqoha. Ulama Hanafiyah menganggapnya makruh tahrim. Ulama Syafi’iyah menyatakan seperti itu haram jika puasanya berulang kali. Akan tetapi jika puasanya tidak berulang kali (artinya, memiliki batasan waktu tertentu) seperti puasa ‘Arofah, puasa ‘Asyura, puasa enam hari di bulan Syawal, maka boleh dilakukan tanpa izin suami, kecuali jika memang suami melarangnya.” (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 28: 99)

    Jadi, puasa yang mesti dilakukan dengan izin suami ada dua macam: (1) puasa sunnah yang tidak memiliki batasan waktu tertentu (seperti puasa senin kamis[1]), (2) puasa wajib yang masih ada waktu longgar untuk melakukannya. Contoh dari yang kedua adalah qodho’ puasa yang waktunya masih longgar sampai Ramadhan berikutnya.[2]

    Jika Suami Tidak di Tempat

    Berdasarkan pemahaman dalil yang telah disebutkan, jika suami tidak di tempat, maka istri tidak perlu meminta izin pada suami ketika ingin melakukan puasa sunnah. Keadaan yang dimaksudkan seperti ketika suami sedang bersafar, sedang sakit, sedang berihrom atau suami sendiri sedang puasa (Lihat Fathul Bari, 9: 296 dan Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 28: 99) Kondisi sakit membuat suami tidak mungkin melakukan jima’ (hubungan badan). Keadaan ihrom terlarang untuk jima’, begitu pula ketika suami sedang puasa. Inilah yang dimaksud kondisi suami tidak di tempat.

    Hikmah Mengapa Harus dengan Izin Suami

    Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah menerangkan, “Dalam hadits yang menerangkan masalah ini terdapat pelajaran bahwa menunaikan hak suami itu lebih utama daripada menjalankan kebaikan yang hukumnya sunnah. Karena menunaikan hak suami adalah suatu kewajiban. Menjalankan yang wajib tentu mesti didahulukan dari menjalankan ibadah yang sifatnya sunnah.” (Fathul Bari, 9/296)

    Imam Nawawi rahimahullah menerangkan, “Sebab terlarangnya berpuasa tanpa izin suami di atas adalah karena suami memiliki hak untuk bersenang-senang (dengan bersetubuh, pen) bersama pasangannya setiap harinya. Hak suami ini tidak bisa ditunda karena sebab ia melakukan puasa sunnah atau melakukan puasa wajib yang masih bisa ditunda.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 115)

    -bersambung insya Allah-

    @ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 26 Shafar 1433 H

    http://www.rumaysho.com

  2. Tp kalau kdaan suami tdk bs cari nafkah krna skit yg berkepanjangan,trus sang istri lah yg berjuang dmi klurga…bagai mana hukum nya??

    terimakasih,
    walaupun keadaan suami seperti itu, apalagi karena sakit berkepanjangan, maka jika statusnya masih sebagai suami, maka sang istri wajib berbakti kepada suaminya, apalagi jika istri bisa juga membantu suaminya karena sebab sakit tsb, tentu menjaga juga agar tidak melanggar syariat ini, mudah2an Allah memberikan pahala yang besar kepada istri yg seperti itu, jangan mentang-mentang istri yang mencari nafkah,lalu boleh membangkang kepada suami,.

  3. kalau suami meminta istri membuka jilbab apa harus dipenuhi juga???

    Terimakasih mba,.
    Tidak ada ketaatan kepada suami dalam hal diperintahkan untuk melakukan perbuatan maksiat, apalagi disuruh membuka jilbab,
    Taat kepada suami dalam hal yang tidak bertentangan dengan syariat islam saja, jika bertentangan dengan syariat islam, maka tidak boleh taat jika disuruh melakukan perbuatan tsb,

  4. menurut istri harus cerai suami karena suami pencuri?

    Nasehatilah suami dengan cara yang paling baik, apa yang mendorong sang suami jadi pencuri,

  5. Assalamu’alaikum.
    Nama saya kiki, saya baru menikah 1minggu yg lalu.
    Tapi saya dan suami belum melakukan hubungan suami istri.
    Karna saya sendiri masih takut akan rasa sakit kata teman* saya duluu.
    Mengingat usia saya yg masih 21thun dan menikah dengan pria berusia 28thun.
    Yg saya ingin tanyakan adalah.
    Apakah saya berdosa saat meminta pada suami saya untuk tidak melakukannya terlebih dahulu karna saya belum siap.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Alhamdulillah, anda sudah meraih separuh dari agama , yaitu menikah,.
    Baarakallahulaki wabaraka alaiki wajama’aa bainakumaa fii khair,.

    Malam pertama adalah malam yang indah, dan tak terlupakan indahnya, apalagi anda belum pernah merasakan pacaran,
    Berbeda halnya jika orang yg menikah, dan sudah terbiasa pacaran , bisa jadi malam pertama membosankan, dan itu sama saja sepert malam-malam biasanya, karena pacaran model sekarang adalah habis2an, bahkan lebih heboh dari suami istri,

    Usia anda sudah sangat cukup, tidak ada hubungannya dengan rasa sakit,

    Bahkan jaman sekarang, banyak sekali gadis yg masih sangat belia, masih SMA, bahkan SMP , sudah terbiasa berzina, mereka tidak ketakutan, bahkan ketagihan,.

    Anda sudah menikah, melakukan hubungan intim adalah ibadah, berpahala, apalagi demi membahagiakan suami,..
    Oleh karena itu, tidak perlu dihiraukan omongan teman2 anda,. seorang wanita saja rela mengorbankan satu2nya kehormatannya ketika pacaran, apalagi anda seorang istri,,.. percayalah,.. ketakutan rasa sakit itu hanyalah omongan yg tiada berdasar, rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya, dan anda berdua akan merasakan kenikmatan demi kenikmatan.. yang belum pernah dirasakan sebelumnya,..

    Dan ingat, ancaman Allah bagi istri yang menolak ajakan suaminya untuk berhubungan intim,. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِذَا دَعَا الرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا اَلْمَلآئِكَةُ حَتىَّ تُصْبِحَ

    “Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.” (HR. Bukhari: 11/14)

    silahkan anda baca postingan ini,

    Yakinlah,.. hari-hari indah akan menyertai anda berdua setelah itu,. biasa, masih pengantin baru, bisa setiap hari mandi basah selalu,.. pengamalaman waktu dulu, kala masih pengantin baru,.

    Sehingga jika anda bertanya kepada pasangan pengantin yg berusia seminggu,.

    gimana rasanya setelah menikah? wah, enaknya cuma 10 persen doang,. yang 90 persennya, UENAKKK… gitu,. nyesel ngga dari dulu nikah,.

    Dan menikah di usia muda adalah keutamaan, usia anda menurut saya sih malah sudah lewat, harusnya menikah dibawah usia 20 tahun,..

    Demikian mba, mudah2an tidak takut lagi,..

    • Saya dan suami memang belum merasakan pacaran.
      Kami menikah karna di jodohkan, awal.nya saya merasa sangat tersiksa krna di paksa menikah dg orang yg belum saya kenal.

      Tapii saat saya melihat kesabarannya yg tidak menyentuh saya saat malam pertama atas permintaan saya dari situlah saya mulai menyukai suami.

      Alhamdulillah, mba beruntung, dinikahkan bukan karena pacaran, malah belum mengenal, malah dijodohkan,.
      Pacaran adalah racun yang berefek ketika pernikahan,. dalam pacaran penuh kebohongan,kepalsuan, yang akan terungkap ketika sudah menjalani pernikahan,. belangnya mulai ketahuan,.
      Menikah tidak perlu pacaran, pacaran bak api dalam sekam, jika kita tdk bisa memadamkannya, ketika sudh menjalani pernikahan, racun pacaran itu akan mulai menyerang, biasanya pasangan akan membandingkan dgn pacar2nya yg dulu, atau ini juga bisa menjadi celah perselingkuhan…
      Beda dengan menikah di jodohkan atau dicarikan,.. tentu yg menjodohkan tdk sembarangan, betul2 memilih dengan penilaian,. berbeda jika si wanita mencari sendiri calon suaminya,… tentu banyak dikibulin,.

      Rasa cinta bisa dipupuk ketika sdh menikah,. bukanlah cinta yg tumbuh ketika pacaran, itu adalah nafsu setan,. maka tdk heran yg pacaran tahunan, ketika menikah terasa hambar,.. tidak ada yg istimewa, tinggal ampas,. bahkan tak jarang sdh layu dan rusak sebelum berkembang,.

      Terimakasih atas saran & posting.nya,
      Sangat membantu saya!
      Dan insya allah mulai malam ini saya akan menunaikan kewajiban saya kpda suami.
      Karna saya tidak mauu lagii malaikat melaknat saya!

      Sekali lagii terimakasih!
      Mudah2an anda menjadi pasangan yg berbahagia dala mengarungi bahtera rumah tangga,.
      Baca nih, kisah cinta yang mengharukan,. SEINDAH CINTA KETIKA BERLABUH
      Assalamu’alaikum.

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  6. bagaimana menghadapi & bersikap terhadap suami yg tidak taat sholat & puasa? karena saat ditegur dia malah naik pitam

    Terimakasih mba, nasehatilah dengan lemah lembut, dan diwaktu2 yang pas, disaat santai, atau saat2 setelah anda bermesraan dengan suami,
    Tunjukanlah sikap yang paling baik utk suami,layanilah sebaik mungkin, mudah2an hati suami akan luluh melihat sikap istrinya yang begitu baik,tulus,.

    Silahkan baca postingan ini, mudah-mudahan bisa sedikit memberikan masukan buat mba dalam menasehati suami , silahkan baca disini

  7. Assalamu’alikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Minal aidin wal fa idzin,
    Mohon maaf lahir batin,

    Taqabbalallahu minna wa minkum, itu ucapan yg kita ucapkan, sebagaimana dicontohkan oleh para sahabat rasulullah

    Bagaimana kabar admin dan keluarga semoga sehat* saja.

    Masih ingat dengan saya,
    Saya kiki ro’uf,
    Tapii sudah ganti bukan pkek nama ayah lagii tapii nama suami,
    Jadii kiki kurniawan,

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين sejak mnerima saran dari admin kini saya dan suami makin hari smkin mesrah saja,
    Seperti orang pacaran pdhal sudah menikah!
    Benar apa kata admin bahwa tiap harii biisa mandi basah teruus,
    Hahahhaha,

    Mas admin, juga dapat salam dari suami saya,
    Kata.nya trimakasih sudah menyadarkan saya.

    Emang.nya saya kerasukan apa pkek nyadarkan!
    Heheheh,

    Sekali lagii terimakasih,
    Mas admin sangat berjasa untuk kehidupan saya.
    Terimakasih !!!
    🙂

    Alhamdulillah, turut gembira saya mendengarnya,. dan alhamdulillah kabar saya baik, demikian pula keluarga, istri dan anak,.

    Oh iya, kenapa namanya diganti dengan nama suami? seorang anak jika merupakan anak yg sah, maka bin nya kepada ayah, jika ayah anda bernama ro’uf, maka nama dibelakan anda adalah nama ayah anda, bukan nama suami,.
    Jangan karena suami anda bernama kurniawan, lalu nama mba ditambahi kurniawan di belakangnya, tapi tetap nama ayah saja,.

    Salam kembali buat suami mba,.. saya juga jadi ngiri nih,. he..he.. padahal dah lama nikah, bahkan dah punya anak empat, tapi ngga kalah dengan pengantin baru,

    • Oooh jadii saya tetap memakai nama ayah!
      Saya belum tau soal itu,
      Kata teman* saya duluu kalau sudah menikah itu berarti kita memakai nama suami di belakang nama kita.
      Karna menandakan kita sudah menikah!

      Waaah,
      Masih berjiwa muda ternyata,
      Hahahahah,
      Maaf hanya bercanda.

      Maaf mas,
      Saya mauu bertanya lagii,
      Apa saya boleh melihat blue film?
      Soal.nya kmren teman saya dtang membawa kaset itu!
      Sejak SMA saya selalu penasaran dg isi kaset itu.
      Tapii kami belum sempat melihat.nya karna suami saya datang!

      Terimakasih, tetap semangat,.
      Ada ancaman orang yang menasabkan diri bukan kepada ayahnya, bahkan surga diharamkan utk org yg spt itu,
      Jadi tidak ada orang yang sudah menikah lalu ada embel2 dibelakanya itu nama suami,.

      Jangan pernah sekalipun melihat blue film, karena itu sama saja anda memasukan racun kedalam rumah tangga anda,.
      Kebahagiaan anda nanti sedikit demi sedikit akan terusik, dan berakhir dengan hambar, karena anda , pasangan anda tidak akan tampak menarik lagi dihadapan anda,.

      Dan dampaknya juga, nanti mba sendiri yg akan merasakan racun tersebut,. buanglah film tsb, hancurkan lalu buang,.
      Jangan sampai kebahagiaan yg sdh terbina mba racuni, sudah cukup banyak korban2 dari film2 tsb, baik menimpa kepada yang belum menikah, atau yg sdh berumahtangga,. jauhi, dan nasehati teman anda tsb,.

      silahkan baca postingan terbaru, akibat film porno, bahaya lho, baca disini

      Contoh istri yang jadi korban akibat suami kecanduan film porno, baca disini

      • Serem amat dampak.nya mas!
        Untung saja saya belum sempat melihat.nya!

        Kaset.nya bukan saya yang bawak mas tapii teman saya!

        Terimakasih ustad atas artikel.nya lagii.
        Saya benar* tertolong!

        Terimakasih!
        🙂

        Alhamdulillah kalau belum sempat nonton, lebih baik tidak tahu sama sekali, dan nasehatilah teman anda tersebut, jika teman anda sudah menikah, nasehatilah, jika belum menikah, ini lebih berbahaya lagi,.
        Kasih artikel yang dipostingan terbaru,. banyak sekali orang yang menonton film porno, dia tidak mendapatkan kepuasan dari pasangannya yang sah,. baik suami atau istrinya,. bahkan lebih terpuaskan dengan tontonan tsb,.sungguh kerugian diatas kerugian,. sdh dosa, semakin sering malah semakin kecanduan, dan susah melepaskan diri dari jeratan tsb,.

        Mumpung belum, jadi jangan pernah coba-coba,.

    • Assalamu’alaikum,

      Saya kembalii lagii,
      Bagai mna kbarnya, semoga baik* saja.
      Salam buat keluarga,

      Saya ingin bertanya kembali,
      Sebenar.nya ini pertanyaan teman saya,
      Teman saya ini sedang mengandung!

      Apakah boleh air susu terminum oleh suami.
      Krna ada be*rapa pndapat yang membuat saya binggung!
      Ada yang mengatakan boleh!
      Tapii ada jga yang mengatakan tidak boleh.

      Tolong di jelaskan,
      Terimakasih,
      Maaf sudah menggangu lagii.

      Wasalamu’alaikum wr.wb

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
      Alhamdulillah kabarnya baik-baik selalu,
      Tentang pertanyaan itu, saya nukilkan saja pertanyaan serupa,

      Hukum Suami Minum Susu Istri

      Tanya:

      1. apakah hukum suami minum susu istri?

      From:

      Jawaban:
      Hukum Suami Minum Susu Istri

      Dibolehkan bagi suami untuk menghisap puting istrinya. Bahkan hal ini dianjurkan, jika dalam rangka memenuhi kebutuhan biologis sang istri. Sebagaimana pihak lelaki juga menginginkan agar istrinya memenuhi kebutuhan biologis dirinya.

      Adapun suami minum susu istri, para ulama membolehkan jika membutuhkan, semacam untuk berobat. Akan tetapi, jika tidak ada kebutuhan, ulama di kalangan madzhab Hanafi berselisih pendapat. Ada yang mengatakan boleh dan ada yang me-makruh-kan.

      Dalam Al-Fatawa al-Hindiyah (5/356) disebutkan, “Tentang hukum minum susu wanita, untuk laki-laki yang sudah baligh tanpa ada kebutuhan mendesak, termasuk perkara yang diperselisihkan ulama belakangan.”

      Dalam Fathul Qadir (3/446) disebutkan pertanyaan dan jawaban, “Bolehkah menyusu setelah dewasa? Ada yang mengatakan tidak boleh. Karena susu termasuk bagian dari tubuh manusia, sehingga tidak boleh dimanfaatkan, kecuali jika terdapat kebutuhan yang mendesak.”

      Kesimpulan: Sikap yang lebih tepat adalah suami berusaha agar tidak minum susu istri dengan sengaja, karena dua hal:

      Keluar dari perselisihan ulama. Karena ada sebagian yang melarang, meskipun hanya dihukumi makruh.
      Perbuatan ini menyelisihi fitrah manusia.

      Catatan :

      Suami yang pernah minum susu istrinya, tidaklah menyebabkan dirinya menjadi anak persusuan bagi istrinya.

      Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin mengatakan:

      Menyusui orang dewasa tidak memberi dampak apapun, karena menyusui seseorang yang menyebabkan adanya hubungan persusuan adalah menyusui sebanyak lima kali atau lebih dan dilakukan di masa anak itu belum usia disapih. Adapun menyusui orang dewasa tidak memberikan dampak apapun. Oleh karena itu, andaikan ada suami yang minum susu istrinya, maka si suami ini TIDAK kemudian menjadi anak sepersusuannya. (Fatawa Islamiyah, 3/338)

      Allahu a’lam.

      Di jawab oleh Dewan Pembina Konsultasi Syariah
      sumber : http://www.konsultasisyariah.com/hukum-suami-minum-susu-istri/

    • Assalamu’alaikum admin,
      Saya datang lagii dengan prtnyaan baru,
      Tapii sebelum.nya gmna kbar admin, sehat ???

      Saya mau tnyak soal bagaimana mensuci kan hadas besar dan kecil,
      Sebenar.nya gni, saya sedang haid tapii sudah di akhir.
      Jdii cman keluar sedikit, setetes adja!

      Naah suami saya memintak untuk melakukan hub.bdan, krna saya pikir sudah tidak ada darah yang keluar saya turutin saja.
      Apa itu salah???

      Lalu bagai mana cara mensuci kan.nya ? Apa dengan niat bersuci mens / bersuci hadas besar ???

      Itu saja yang ingin saya tanyakan..
      Maaf sudah merepotkan lagii, soal.nya saya bgung mau tnyak siapa!
      Klau mau crta soal hub.bdan suka malu!
      😀

      Trimakasiih pak,
      Wasalamu’alaikum…

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      Alhamdulillah kabarnya baik,.
      Silahkan anda baca postingan terbaru, cara mengetahui apakah sudah suci atau belum, klik link ini
      Jika ternyata belum suci, maka berhubungan saat haid adalah dosa besar, wajib bertaubat bagi pelakunya, jadi sebaiknya mba ketahui bagaimana mengecek apakah masih haid atau sdh suci, agar tidak terjerumus melakukan hal yang mendatangkan dosa,

  8. Assalamu’alaikum…
    mas admin saya mau tanya, bagaimana kewajiban saya/ istri yang suaminya bekerja di luar negeri?
    suami memberikan kewajiban nafkah lahir setiap bulannya tp saya tidak bisa menunaikan hak2 suami karena suami TKI,,hanya bisa diam di rumah merawat anak2..

    dan apa ada dalil yang menyebutkan menikah muda adalah keutamaan mas?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Kewajiban istri menjaga kewajiban sebagai istri, mengurus harta suami,mengurus anak, dan menjaga diri anda dari berkhianat kepada suami, tidak memasukan pria lain ke dalam rumah,
    Kalau hak2 suami yang bisa dipenuhi ketika suami pulang, baru bisa dipenuhi ketika suami pulang,. namun ketika suami di luar negeri, maka jaga harga diri anda, jangan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan,

    Kalau bisa mungkin anda bisa ikut suami, atau suami tdk bekerja di luar negeri lagi,sehingga suami bisa sering berkumpul bersama anda dan keluarga

    Tidak ada dalil menikah muda, namun biasanya di masa muda nafsu syahwat susah terbendung, maka salah satunya menikah muda adalah jalan yang terbaik, jika jalan lain seperti puasa tidak bisa meredam nafsu tsb, sehingga nafsu syahwat tersebut tersalurkan, dan bisa bernilai ibadah,.

  9. bagaimana kalo suami sering melihat gbr porno dan stlh itu mngajak istrinya untk brsetubuh tapi sang istri menolaknya krna jijik.apakah masih berlaku kutukan malaikat di spanjang malam?
    terimakasih ustd,mohon pencerahannya.

    Terimakasih,
    Melihat gambar porno adalah maksiat, menolak ajakan suami juga merupakan maksiat,
    Sebagai istri yang baik, apalagi istri yang ingin membahagiakan suami, hendaknya istri lebih pandai memikat hati suami sehingga suami tidak perlu lagi kepada hal-hal yang porno, karena apa yang dilihat si suami ada pada istrinya, jadi bersoleklah untuk suami, dandan seseksi mungkin untuk suami, apalagi anda seorang istri,

    Jangan biarkan suami melihat gambar porno jika ingin bersetubuh dgn anda, tapi kenalilah gelagat suami, jika ada tanda2 dia mau melakukan hal seperti itu,segera anda yang bereaksi, ajak suami, candai suami, hingga akhirnya suami lebih tertarik kepada anda daripada gambar2 porno tsb, atau cara kasarnya bikin suami ngga bisa lagi ngelirik kepada yang lain selain anda saja, dan jangan pernah anda menolak ajakan suami , selain itu, anda bisa juga memberikan nasehat, atau minta pendapat ke suami tentang pelayanan anda kepada suami, apakah ada yg masih kurang, jangan anda bertanya seperti anda sedang menginterogasi suami, jadilah istri yang baik, berbakti kepada suami, berusaha sekuat tenaga melayani suami , mudah2an dengan pelayanan yg super ekstra dari anda, suami bisa berpaling dari gambar2 porno tsb,

    Ingat, semakin suami sering melihat gambar porno, maka anda akan terlihat semakin jelek dimata suami, dan suami akan semakin terlihat jelek dimata anda, jadi cegahlah,

    bisa jadi, apa yang dilakukan oleh suami itu karena pelayanan sang istri kurang memuaskan sehingga mencari pancingan, diantaranya dgn gambar porno, .. bisa jadi jika gambar porno sudah tdk menarik lagi, maka sang suami akan mencari diluar,. .. mudah2an Allah menjaga keluarga anda, menunjuki suami, dan sang istri juga bisa mawas diri, instrospeksi, jangan-jangan suami melakukan hal tsb karena faktor dari si istri itu sendiri, disamping ada kemungkinan dari pergaulan juga, faktor lingkungan,

  10. Sari :
    Assalamualakum admin hhehe..
    Mau nanya nih, apa kah setelah menikah kita wajib menuruti kata suami, dan kalo ada pilihan :pilih mana suami atau orang tua” itu bagaimana cara menyikapinya?? Atau kah wajib kita mengikuti suami kemana pun dia pergi?? Trimakasih atas jawabannya ..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Setelah seorang wanita menikah, maka dia lebih wajib untuk berbakti kepada suaminya daripada orangtuanya sendiri, jadi si istri wajib mentaati suaminya, melebihi taatnya kepada orangtuanya, tentu dalam hal yg bukan maksiat,
    Setelah menjadi istri, maka ikuti perintah suami, dan suami lebih berhak kepada istrinya, orangtuanya tidak boleh mencampuri urusan suami dan juga istri, sebab si istri sudah menjadi milik suaminya.

    Kalau sudah menikah, dikasih pilihan pilih suami atau ortu, ya si istri wajib memilih suami, sebab suami yg lebih berhak kepada istri daripada ortu istri sendiri,

    Istri lebih wajib utk mentaati suami daripada mentaati orangtuanya sendiri,

    Namun tentunya dalam menyikapi orangtua yang memberikan pilihan seperti itu, tentu dengan akhlak yang bagus, bukan dengan kata-kata kasar, sampaikan kepada orangtua dengan cara yang tidak menyinggung perasaannya, si istri pasti tahu bagaimana karakter orangtuanya, berilah pengertian,

  11. assalamua’laikum admin.

    Mau tanya ni. Saya dan suami saya udah 3 tahun menikah. Dan sekarang udah punya seorang putra brusia 11 bulan. Yang mau saya tanyakan, apakah saya berdosa karena sejak punya anak saya jd kurang melayani suami saya. Enggak tau knapa, sejak melahirkan dan sampai saat ini masih menyusui bayi, saya jadi susah untuk bernafsu. Fikiran saya cuma ke anak. Kalo udah malam suami saya menunggu sampai saya selesai menyusui si kecil. Tp saya malah ketiduran, rasanya badan saya capek sekali. Jdny suami saya sering kecewa. Saya merasa tidak bisa mengimbangi nafsu suami. Sampai terkadang saya mrasa sangat bingung harus bagaimana. Jika tetap di paksa berhubungan di saat saya lelah, akan terasa sakit oleh saya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Alhamdulillah, tentu nikmat yang besar, sudah 3 tahun menikah apalagi sudah diberikan putra. Sebagai bentuk syukur tersebut diantaranya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah. Salahsatu bentuk ketaatan kepada Allah adalah seorang istri berbakti kepada suaminya. Apalagi bisa membahagiakan suami, jangan lupakan kebaikan suami, jangan lupa pula perhatian kita tertumpah kepada buah hati, sehingga bapaknya sang buah hati terlupakan, tidak mendapat perhatian lagi, apalagi hingga melalaikan urusan ranjang. Ini adalah hal yang keliru.

    Memang mengurus anak menguras tenaga dan pikiran,namun janganlah hal tersebut malah mba sendiri menabur benih-benih yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga,

    Harusnya, … kehadiran sang buah hati membuat anda dan suami lebih berbahagia, dan mba nurul semakin menaruh perhatian kepada suami juga, bukan terfokus hanya kepada sang buah hati.

    Cobalah atur waktu, jangan menunggu suami yang minta, tapi cobalah inisiatif dari anda,apalagi sudah 11 bulan usia sang buah hati, ini bukan waktu yang pendek, waktu yang sdh lama dari masa suci dari nifas.

    Saya postingkan artikel ini untuk anda, silahkan baca disini

    Saya jd mrasa bersalah terhadap suami. Karna dia bilang, kalo berhubungan intim bisa menghilangkan rasa lelahnya. Sampai saya minta agar suami mencari istri ke dua saja. Tp suami saya tidak mau. Dia hanya bilang dia akan bersabar. Saya tidak tahan kalau setiap hari mengecewakn suami. Apakah karna menyusui anak, saya jadi tidak bernafsu? Dan jadi cepat lelah. Saya harus bagaimana?

    Masa menyusui adalah masa yang mungkin melelahkan bagi istri, oleh karena itu imbangi juga dengan asupan makanan yang bergizi, sehingga bisa mengurangi kelelahan yang ada.
    Bercengkerama dengan suami juga bisa mengurangi kelelahan lho, cobalah ingat2 masa-masa awal pernikahan, masa-masa kebahagiaan,
    Mungkin mba bisa mengutarakan via sms, kadang bisa juga lho, walaupun ketemu setiap hari, bisa kirim sms mesra ke suami, atau manja2an via sms, sehigga mudah2an diharapkan bisa mencairkan suasana, mengurangi kelelahan, apalagi ditambah mungkin pancingan anda via sms,

    Ingat, jangan karena hadirnya sang buah hati, maka suami jadi tidak mendapat porsi khusus, cobalah jika anda kondisi lelah, minta ke suami untuk mijitin mba, mungkin dari hal demikian mba bisa mengembalikan lagi gairah mba yang dulu, sehingga bisa menghadirkan kembali keromantisan anda, dan mba bisa membahagiakan suami kembali..

    Dan ingat…
    Jika anda menolak ajakan suami, maka malaikat akan mengutuk istri yang menolak ajakan suaminya, ngeri kan mba,.

  12. aslkm..
    pak, mau tanya.. bagaimana jika istri menolak perintah suami untuk bercadar? terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Apakah alasan istri menolak hal tersebut?
    Hukum Cadar memang tidak wajib, karena wajah bukanlah aurat, namun dalam beberapa hal wajah bisa memfitanah laki-laki, sehingga lebih baik sumber fitnah ini ditutup, alias mengenakan cadar,
    Saya postingkan sebuah kisah nyata tentang cadar, silahkan baca disini, mudah-mudahan bermanfaat,

  13. saya seorang suami yang sangat sering di khianati oleh istri,,,,
    udah ratusan kali saya di khianatin dengan tidak mau nurut kemauan saya,,,,
    dan aku sangat mengeluh dan tidak tau solusinya gimana…
    aku pengen menceraikannya,,tapi aku gag bisa menceraikannya,,,minta bantuannya

    Apa penyebab dikhianatinnya? apakah anda kurang berbuat baik sama istri, atau bagaimana, coba kasih artikel ini, barangkali bisa menyadarkannya,

    • assalamu’alaikm wr.wb. trima ksh ats blsn bpk, sy & istri sng skli mnrima blsn bpk. alhmdlh istri sy org yg lmyn mngrti tntg agama. dia sgt mnyayangi & mnghormti ortu sy,bhkn rs hormatny mlbhi sy & kbtuln ortu sy ekonominy diatas sy. tetpi ttp istri sy brlaku adil kpd ortu sy & adik sy. wassallamu’alaikm wr.wb

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
      Alhamdulillah, mudah-mudahan menjadi istri yang shalihah, menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah,. melahirkan generasi yg shalih dan shalihah, Aamiin…

  14. assalamu’alaikm wr.wb sblmny trima kasih untuk waktuny.
    saya ingin bertanya.sya tlh mnikah dengan istri saya slm 16 bln tdiny istri sy bkrj dkota yg berbeda dgn tmpt sy bkrj,shnga stlh 4 bln mnikah sy meminta istri sy utk brhnti bkrj & tngl dgn sy.

    mulany hubungan sy & istri dengan mertua brjln hrmonis tetapi stlh istri sy brhnti krj mertua sy mulai brubh beliau sllu mnylhkn istri sy krn brhnti bkrj dkarenakan tdk mngirimi uang ke beliau,pdhl alhmdlh ayah mertua msh sht & bkrj.akhirny utk mmprbaiki hbgn sy & istri sllu mngirimi uang ke beliau utk mencicil mtor stiap blnny yg dipakai beliau.

    namun beliau msh mnganggp krg kmi pn mnmbhkn jmlh krimn kmi,nmun msh sj ttp tdk mmprbaiki hbgn kmi dgn mertua.pdhl kmi kdg jg mngrimi uang utk beliau dluar uang ciciln mtor,stiap istri sy tdk dpt krim uang beliau mngncm tdk akan mnggap ank kpd kmi,akhirny kmi pn brush utk mngirimi beliau.

    puncakny stlh lebaran 2013 beliau mrh pd istri sy krn tdk mmbri uang pd beliau pdhl kmi sblm puasa kmi sdh mngrimkn uang kpd beliau & kmi pn sdh mmbri uang kpd adik2 istri utk mmbli bj dll,kmi jg telah krim uang utk mncicil mtor tpi beliau mlh blg kpd org2 bhw lbran kmi tdk mmbri uang kpd beliau & adik2 & sgt dsyangkn beliau pn smpe tega mnyumpahi istri sy utk mnggl. mhon bimbinganny utk mnghdpi situasi sprti ini wassalam wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Seorang istri jika sudah mempunyai suami, maka istri lebih wajib utk berbakti kepada suaminya, bukan kepada orangtua kandungnya. Bahkan jika istri mau memberikan harta pemberian suami untuk diberikan kepada orangtuanya, atau saudaranya, maka harus seijin suami.

    Yah, begitulah jika orangtua tidak paham permasalahan agama, masih menuntut kepada anak perempuannya yg sudah berkeluarga seperti anaknya yang belum bersuami. Padahal jika istri berbakti kepada suaminya, ini adalah keuntungan yang besar bagi orangtua tersebut, bukan malah menuntut lebih, bahkan mendoakan kejelekan bagi anaknya yg sudah berbuat baik kepadanya, bahkan suami istri tsb ikut menyokong perbuatan baiknya.

    Tetaplah berbuat baik kepada orangtua istri, dan nasehatilah dgn cara yang baik, adapun doa kejelekan orangtua thd anaknya yg tidak pantas utk mendapatkan kejelekan tsb, maka tidak usah dianggap dan dikhawatirkan doa tsb, tetaplah beramal shalih, pelajari agama ini sehingga kita bisa mengetahu cara berbuat baik kepada orangtua dan mertua, doakan kebaikan pula utk mertua,

    Bahkan suami yang seharusnya lebih berbakti kepada orangtuanya sendiri, daripada kpd mertua, si istri wajib lbh berbakti kepada suami daripada orangtuanya sendiri, jadi jangan sampai sikap baik kepada mertua itu mengalahkan sikap baik kepada orangtua suami sendiri

  15. Ass. Saya t elah menikah selama 5 tahun. Alhamdulillah pernikahan kami bahagia. Tapi ada hal hal yang tidak saya sukai dari suami, yaitu kebiasaannya merokok dan begadang (di luar rumah) sampai tengah malam.

    suatu ketika karena mungkin dari kebiasaannya itu dia mengeluh masuk angin. sudah saya pijitin. setelah sholat magrib dia merokok dan nongkrong lagi di luar rumah, lalu masuk dan menyuruh saya membelikan tolak angin. tapi saya menolaknya dan bilang ” emoh, wong ngrokok dan nongkrong d luar aja bisa koq “.

    sampai akhirnya dia marah saya bilang seperti itu dan mengatakan “emang kamu laknatullah”.
    trus saya harus bagaimana ya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih mba icha,.
    Perlu anda ketahui, kemaksiatan yg dilakukan suami tidak boleh menjadikan si istri durhaka/membangkang perintah suami, tentu perintah yg bukan maksiat,
    Justru si istri jika melihat maksiat yg dilakukan suami, si istri wajib menasehati dengan cara yang sangat baik tentunya, kan suami itu kepala rumah tangga/pemimpin keluarga, sedangkan istri dan anak adalah rakyatnya, jadi hargailah suami, penuhi perintahnya yg bukan maksiat,.

    Layani suami sebaik-baiknya, dengan sepenuh hati, mudah-mudahan dengan sikap baik anda, pelayanan anda, maka suami akan luluh, menerima nasehat mba,

    Jangan lupa pula berdoa kepada allah agar suami diberi hidayah, sehingga tidak melakukan perbuatan maksiat spt merokok dan perbuatan jelek lainnya,.

    Minta maaflah kepada suami karena menolak perintahnya, yaitu disuruh membeli obat, sehingga suami mengatakan kejelekan kpd mba,. ingat, suami adalah surga dan neraka bagi istrinya,

  16. assalamu alaikum wr wb,
    mas admin,

    saya memiliki suami yg telah hampir 2 tahun ini mengarungi bahtera rmh tangga bersama. suami sy bekerja wiraswasta dan saya juga bekerja di pemerintahan, meskipun pendapatan sy lbh besar d bandingkan suami sy tetap menghormatinya.

    namun, suami sy sering tidak peduli dengan letih sy sepulang kerja dengan menyuruh sy dtg k tokonya, dan sy pun tidak menolak utk itu. meskipun setlah dtg membantu, suami sy malah duduk2 main game di hp, atau bahkan pergi keluar.

    suami sy tidur selalu d pagi hari krn ke asikan main game, dan dy akan bangun siang hari dan bekerja. sementara sy kerja d pagi hr hingga terkadang hingga malam hr demi mencukupi kebutuhan kami.

    suami sy juga sering mencuri uang sy, dy juga tidak mau sy ajak sholat, sekalipun itu sholat jumat. orangtuanya juga sering jadi tempat dy meminta uang, meskipun segala kebutuhan telah sy cukupi.

    mas admin, yang mnjadi pertanyaan saya adalah :
    1. apakah hukumnya bagi sy, membuat marah suami ketika berusaha membicarakan sikapnya pada sy?
    2. apa yg sebenarnya hrs sy lakukan? krn terkadang sy lelah dgn semua.

    tolong bantu sy mas. sy takut laknatullah, terimaksih
    wassalaku’alaikum wr wb

    TErimakasih ibu,.
    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Ibu sudah berumah tangga cukup lama, 2 tahun bukan waktu yang pendek,
    Mungkin luput dari ibu, seorang wanita jika sudah bersuami, maka waktu utk suami sangat diperhatikan, seorang ibu tinggal dirumah untuk mengurus suami dan anak, bukan bekerja diluar rumah, karena tanggungjawab seorang istri di rumah suaminya itu juga sudah cukup menguras energi.

    Janganlah seorang istri malah bekerja diluar rumah,apalagi dari pagi hingga sore, sehingga pas berkumpul dengan suami di malam hari, maka tinggal cape,
    Bisa jadi kenapa suami ibu bersikap seperti itu, karena kurangnya perhatian dari seorang istri, sehingga untuk melampiaskan hal tersebut maka suami melakukan hal-hal yang seperti ibu katakan,.

    Cobalah berpikir ulang, jika kebutuhan hidup sudah cukup terpenuhi dari usaha suami, walaupun hanya pas untuk makan saja, tidak mengapa ibu tidak usah bekerja lagi, tapi waktu full untuk suami. Mencari nafkah itu kewajiban suami, bukan kewajiban istri,

    Silahkan ibu baca artikel ini, bangga menjadi ibu rumah tangga, klik disini

    Baca juga artikel ini, penting bagi istri, silahkan klik link ini

    Surat terbuka dari istri yang dicinta, silahkan klik link ini

    Jika suami berbuat maksiat, bagaimana sikap istri? silahkan klik disini , namun perlu dipahami juga, apa penyebab suami seperti itu, apakah akibat dari istri yang tidak full time melayani suami karena istri bekerja diluar rumah, ini juga jadi bahan pertimbangan,.. silahkan pikirkan,.. apakah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan istri bekerja, ataukah harta sedikit tapi bahagia,.

    Bisa jadi suami melakukan hal-hal yang ibu sebutkan karena kurangnya perhatian/kasih sayang dari seorang istri,.

  17. assalamualaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    sy ingin menanyakan bagaimana sy harus menyikapi suami sy yg gemar sekali menonton film porno bahkan akibat kegemaranya itu dia pernah berselingkuh selama 2tahun saat sy mengandung lalu melahirkan, dia berselingkuh mungkin karna keadaan fisik sy yg tidak oke dan juga sy tidak bisa mengurus diri di karnakan sibuk mengurus bayi juga anak.

    sekarang dia bilang sudah tidak berhubungan lg dg teman selingkuhanya itu dg alasan kasihan anak anak tetapi masih suka menonton film porno sampai sy diharuskan membesarkan payudara sy dan masih bnyk lg yg berkaitan dgkepuasan seksnya.

    sy merasa telah berusaha semampu sy dg apa yg sy miliki dan apa yg dikaruniai allah tapi sy merasa dg sikapnya itu suami tidak merasa puas dg apa yg ada pd diri sy, bagai mana sy harus menyikapi hal ini terkadang sy strees berat mengurus 2 anak yg masih kecil kecil juga menuruti kemauan suami yg terkadang menyinggung perasaan sy. sy mohon dengan sangat jawabanya trimakasih.

    saya turut prihatin dengan kondisi yang ibu alami, mudah-mudahan Allah berikan petunjuk kepada suami agar kembali ke jalan yang benar,.
    Dampak menonton film porno sangat buruk, baik yang menonton itu orang yang belum menikah, atau sudah menikah,.
    Salah satu dampak bagi yang belum menikah, maka dia tidak akan mendapatkan kepuasan ketika menikah kelak, apa yang dilihat di film sudah meracuni otak dan pikirannya, jadi secantik apapun istrinya, maka dia tidak akan merasa puas,. sehingga tetap akan mencari kepuasan lain selain dari istrinya sendiri,. bahkan sering juga malah si istri tidak merasa puas, karena si suami yg sering nonton film porno akan mengalami gangguan sexual spt ejakulasi dini, dll , ulasan tentang hal ini bisa dibaca disini

    Mungkin artikel-artikel ini bisa menjadi bahan pemikiran untuk orang yang kecanduan film porno, coba dibaca link ini, di print untuk dibaca suami ibu,
    Akibat Kecanduan film porno,. silahkan lihat disini
    Masih dampak dari film porno, bahaya sekali, lihat disini

    Ada juga kisah istri yang menjadi korban karena suaminya kecanduan film porno, padahal usia pernikahan mereka sudah 15 tahun silahkan baca kisahnya disini

    Bagaimana menyikapi suami yang buruk akhlaknya, silahkan baca disini

    Suami yang membiarkan kemaksiatan di rumah tangganya, itu adalah suami dayyuts , apalagi malah sebagai suami malah berbuat maksiat dengan hobi nonton film porno, padahal ancaman suami dayyuts itu diancam tidak akan masuk surga, silahkan baca disini postingannya

    Sering-seringlah berdoa untuk kebaikan suami, nasehati suami dengan cara yg santun,.

  18. Saya wanita sdh bekerja 10 thn di dunia pendidikan. Menikah 3 thn, blm dikaruniai anak. Suami saya baik, bertanggungjawab menafkahi saya dan menasihati dalam kebaikan, namun adakalanya suami tdk mendukung pekerjaan saya spt menyuruh bolos agar bisa sekadar jalan2. Apakah saya wajib memenuhi permintaannya krn dilain pihak saya merasa merugikan banyak org. Saya sdh menawarkan untuk keluar, tp suami justru tdk mengijinkan krn khawatir saya bosan. Mohon pencerahaannya, trm ksh.

    terimakasih mba anindya,
    Jika anda sudah tercukupi dari nafkah suami, maka lebih baik anda di rumah saja, tidak usah bekerja, anda berkhidmat untuk melayani suami,.
    Bisa saja anda belum dikaruniai anak karena mba terlalu cape bekerja di luar rumah,
    Dan mba lebih wajib berbakti kepada suami daripada kepada orang lain,. silahkan baca nasehat ini , silahkan klik link ini

    Nasehat bagi wanita yang bekerja diluar rumah, klik link ini

    Mudahnya wanita meraup pahala yang sangat banyak, dan itu ada dirumahnya, bukan diluar rumah, klik link ini

  19. Saya baru saja menikah dan suami saya bekerjha di luar kota
    pada suatu saat saya ingin pergi ke rumah orang tua saya terus suami sya gx mengijinkan.
    Apakah saya durhaka karena udah keluar rumah tampa izin suami?

    Jika suami tidak mengijinkan anda keluar rumah utk mengunjungi orang tua, maka wajib dituruti, apalagi rumah orang tua bukan satu komplek,

    ya, itu namanya durhaka kepada suami, jangan diulangi lagi,

  20. Aswrwb..
    saya seorang istri dan sudah punya anak umur 4 tahun…
    pernikahan kami sudah 5 tahun..
    suami saya tipe yg sensitif..mudah kesal..dan tertutup…

    demi menutupi sesuatu,suami pintar sekali dlm hal mengelabui yg menurut dia tidak termasuk berbohong…
    tahun lalu,suami kerja di jakarta.karena faktor lingkungan,suami mulai berubah bahkan sampai selingkuh..pdhl saya tidak bekerja..dan selalu siap di rumah untuk menyambut suami…tp suami selalu capek dan langsung tidur..saya goda pun malah saya yg kena marah..
    saya merasa sangat kecewa,sakit,dan anak saya jd sering melihat saya menangis..

    Setelah saya berangsur pulih,akibatnya,saya jadi lebih berani untuk menegur suami bahkan sampai menegur keras jika dia melakukan sesuatu yg menurut saya menyalahi aturan agama.pdhl selama sblm saya memergoki suami selingkuh,saya cenderung penakut menghadapi suami yg mudah kesal..pdhl maksud saya baik dan dgn cara yg menurut saya baik…

    jd saya memilih diamdan positif thinking….

    pernah sesekali saya mengeluarkan kata2 yg tidak pantas karena dia mengulang2 kesalahannya : bohong demi menutupi sesuatu yg jelas salah (main malam dgn teman2nya,berenang bersama teman2nya baik perempuan maupun laki2,dll)

    Saat ini suami sudah pindah kerja ke bandung…dan berusaha memperbaiki kesalhannya…

    saya jg skrg bekerja di bandung…

    Kasus baru2 ini, dia masih berteman dengan teman2 lamanya (jakarta) di grup socmed..

    di grup itu,tak jarang teman2nya share foto2 syur bahkan ada jg foto wanita telanjang…

    saya sangat tidak suka dan sering protes…meminta dia keluar dr grup…

    tp dia tetap mempertahankannya..dengan alasan,itu wadah komunikasi dia dgn teman2nya…sampai saya pernah nekat mengeluarkan dia dr grup diam2….dia pun marah,,

    tak lama kemudian,dia masuk grup lg…dan saya menyerah…
    kmarin saya dibuat kesal lagi karena saat dia harus tugas ke jkt,dia menyempatkan diri ke salon dan bertemu teman lamanya,pdhl anaknya sedang demam tinggi dan hanya saya yg menemani anak..ini sudah yang ke 3 kalinya (saat kami masih di jakarta,ini sering terjadi).demi bertemu dgn teman2 jakartanya,dia tidak memikirkan waktu u keluarga…

    akhirnya saya protes agak keras..karena protes2 saya sblm ini nampak tidak dia gubris…
    Saya jg protes dgn model rambutnya yg manjangin bagian tengah tapi bagian tepinya dicukur tipis…sudah lebih dr 10 kali saya protes,tidak mempan…
    sekalian saya protes lg dgn grup itu…
    dia bilang akan mempertimbangkan….dan meminta maaf karena menyempatkan “jalan2” di jkt…

    Sejuta alasan logis saya sampaikan,dia hanya blg akan mempertimbangkan untuk keluar grup…
    pdhl kasus ini sudah berbulan2 saya ingatkan…

    saking kesalnya,saya nekat mengeluarkan dia dr grup (lagi)…karena saya jg khawatir jika dia
    Masih jd anggota grup,akan mengganggu ramadhannya…

    akibatnya saya dibilang lancang dan dia pun marah besar…sampai saat ini dia masih sangat dingin dan ketus…
    pertanyaannya :
    Apakah saya berdosa atas apa yg saya lakukan?
    berdosakah jika protes2 saya membuat dia marah?
    jika suami tidak ridho karena saya mengeluarkannya dr grup,apakah Allah jg tidak ridho kpd saya?

    Terimakasih mba, sudah komentar disini,.
    prihatin dengan problema rumah tangga mba yang seprti itu,.
    Menasehati suami berbeda dengan menasehati anak, atau orang lain, karena posisi suami adalah kepala rumah tangga, ibarat negara, suami adalah presiden, sementara mba adalah rakyat jelata, bahkan mungkin lebih rendah lagi,.
    Jadi menasehati suami harus dengan cara yang tepat, jika tidak tepat, suami itu punya ego, bisa-bisa nasehat tidak diterima, bahkan suami semakin menjadi-jadi,.
    Pernahkah mba memohon kepada Allah, bangun ditengah malam memohon kepada Allah, berdoa agar suami berubah?
    Mungkin kisah ini bisa menginspirasi mba, silahkan baca disini

    • Trimakasih…
      pernah…..
      apakah dengan menghapus grup tersebut tanpa ijin suami termasuk perbuatan melawan suami sehingga membuatnya marah besar?
      karena dia bilang itu sama saja dengan melawan,membangkang suami…dan dia tdk ridho.
      saya jd takut….

      terimakasih mba,.
      menasehati suami bukanlah dengan cara menginterogasi, apalagi sampai eksekusi,.
      suami itu adalah pemimpin anda, dan mba ibarat rakyat jelata,.
      Menasehati suami tidaklah sama dengan menasehati anak kita, atau teman kita,. berbeda mba,
      Lebih baik mba tidak disibukkan dgn maksiat yg suami lakukan, jangan memata-matai suami, mending mba ngga tahu,
      Ada yg lebih baik, coba mba lebih mengutamakan bagaimana melayani suami dengan sebaik-baiknya, sambil terus berdoa kepada Allah agar memberikan hidayah kepada suami, mendoakan suami agar berubah menjadi suami yang bertakwa, bangunlah ditengah malam utk bermunajat kepada Allah, Sambut suami ketika pulang kerja dengan senyuman, dengan dandanan, dengan wangi-wangian, dengan hidangan, mungkin kalau perlu dengan pijatan,..
      Buatlah suami nyaman,.. jangan mba cecar dengan pertanyaan-pertanyaan yg sifatnya serangan,..
      Mudah-mudahan dengan hal tersebut suami bisa tergerak utk berubah menuju arah yg lebih baik,.
      Dan mba akan mudah memberikan nasehat,. tapi nasehat yg tidak langsung, jadi suami merasa tidak sedang dinasehati,.
      Mba bisa saja menanyakan bagaimana kabarnya , jika sedang bekerja mba bisa menanyakan, sudah makan atau belum, jaga kesehatan, jadi tunjukkan bahwa mba menaruh perhatian besar kepada suami,. bukan mba bertanya sedang apa, dengan siapa, dll, pertanyaan yg sifatnya mengorek suami, atau menginterogasi, ingat, suami bukanlah pencuri atau tahanan yg diinterogasi, suami adalah pemimpin dalam rumah tangga, hargailah pemimpin tersebut,. layanilah dengan sebaik-baiknya,. dan mba sabar dan terus berdoa,. jangan putus asa,.

  21. dosa apa ga berhubungan intim setelah ada kata cerai haya lewat om0ngan

    Yang ngomong cerai itu istri atau suami?
    Dan omongan cerai tersebut baru pertama kali atau sudah keberapa?

  22. askum.. mau tnya suami saya sering skali melihat situs porno di hp.Gimana supaya suami saya gak perna liat situs seperti itu lagi??

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih bunda kevin, sudah komentar disini,.
    Jika suami pulang ke rumah, sambutlah suami, jadikan suami seperti raja, ibu dandan yang manis, dan temani suami, bicara yang lembut, tersenyum manis, pokoknya bersikaplah manis di depan suami,
    Jangan buat suami ngga nyaman di rumah, jangan bertanya kepada suami hal-hal yang bisa menyinggung perasaan suami,. termasuk masalah suami ibu yg suka nonton film porno, tidak usah ibu singgung dahulu, tapi ibu perbaiki sikap ibu kepada suami,.. ingat, suami itu pemimpin rumah tangga, dan istri bukanlah permaisuri atau ratu, tapi ibarat rakyat jelata,bahkan lebih rendah lagi, jadi menasehati suami itu ibarat rakyat menasehati pemimpinnya, tentu dengan cara yang tepat, bukan seperti polisi menangkap maling, langsung tindak di tempat,

    Jangan biarkan suami menyendiri, jika suami di rumah, ibu layani dengan sebaik-baiknya, jika suami pulang ke rumah, ibu yang bukakan pintu rumahnya, bukan pembantu yang suruh bukain pintu, ibu sambut dengan senyuman yang termanis,. ibu buatkan minuman, atau air hangat buat mandi, ibu sediakan handuknya, atau ibu pijitin,. pokoknya gimana suami nyaman dengan ibu, jangan ibu tanya kondisi pekerjaan, tapi tanya tentang kondisi kesehatan, tanya sudah makan atau belum, pengin dibuatin makan apa, pokoknya supaya suami itu merasa diperhatikan oleh ibu,. sehingga suami akan merasa diperhatikan, sehingga suami tidak akan berpikiran utk melihat wanita lain selain ibu,.
    Jika suami sudah terambil hatinya, maka suami akan mudah menerima nasehat, bahkan, bisa jadi sebelum ibu nasehati suami, suami sudah sadar duluan, karena perhatian istri yang betul2 tulus memperhatikan suami,.

    Bisa jadi, tidak menutup kemungkinan, suami nonton film tersebut karena service ibu yang dirasa kurang di mata suami,. jadi solusi dari hal diatas, selain berdoa kepada Allah agar suami berubah, ibu perbaiki diri juga,. jangan-jangan service ibu kurang, jangan-jangan ibu cuek ketika suami pulang ke rumah, biasa-biasa saja,.. ciptakanlah suasana romantis di rumah ibu, agar suami betah selalu,.. demikian bu, mudah-mudahan ini bisa membantu,.

    • “””Ingat, suami itu pemimpin rumah tangga, dan istri bukanlah permaisuri atau ratu, tapi ibarat rakyat jelata,bahkan lebih rendah lagi, jadi menasehati suami itu ibarat rakyat menasehati pemimpinnya, “””

      Wah, jadi, istri itu ibarat pembantu toh… hehhhe.. luar biasa…

      Saya pnah baca suatu kisah, ktk istri umar bin khottob ra sdg marah marah.. dan umar hny diam mndengarkan…

      Saya juga tersentuh dg sikap Rasulullah yg mmuliakn para istriny dg mmbantu mlkukn pkerjaan rumah tangga,

      Bcanda dg para istrinya, bhkn sampai ngajak lomba lari.. wahhhh.. senangnya…

      Bhkan mskipun aisyah pnah mlempar makann dhadapan sahabtnya yg lain krn cemburu..
      Rasulullah tdk serta merta marah atau mrasa thina..

      Luar biasa sikap suami spt Rasulullah dan para sahabat..

      Tdk mnjadikan istri bawahan.. tapi, djadikan tulang rusuk agr dekat dhati, bukan dkaki atau bhkn lbh rendah dr itu

      Istri bukan pembantu, tapi posisi suami begitu tinggi, hingga jika suami sekujurnya penuh luka bernanah, lalu si istri suruh menjilati nanah tersebut hingga bersih, maka itu BELUM DIANGGAP menunaikan hak suami,.
      Ada pembantu yang seperti itu??.. ga ada,.
      Ada lagi, jika sujud kepada manusia itu boleh, maka seorang istri disuruh sujud kepada suaminya,.
      Silahkan anda baca disini

  23. gimana cara nya biar suami gak marah ya,, pengen dy berenti merokok…

    pernah ngomong klo baik2 dy jawab becanda ” udah dikurangi kog bun, isi kotak rokoknya”

    :'(

    trus pake ngambek juga udah…
    malah dy kluar rumah ngerokok di luar… pengen dy sehat… gimana caranya yah…???

    terimakasih bu ayuni,.sudah komentar disini,.
    coba saja ibu sampaikan disaat2 yang tepat, disaat kondisi yang paling baik, misalkan setelah memuaskan suami, ibu katakan,..
    “pak, saya tidak ingin bapak impoten,..
    jika suami merespon, ibu teruskan , rokok kan bikin impoten, sebagaimana ada tertulis dibungkusnya,.
    saya juga ga ingin bapak strooke,sakit jantung, nanti aku jadi cepat menjanda, apa bapak tidak kasihan,
    saya kasihan sama bapak, tapi bapak tidak kasihan sama diri sendiri, juga sama istri dan anak,
    Ingat di bungkusnya, ROKOK MEMBUNUHMU,. saya ngga ingin bapak mati bunuh diri dengan rokok, saya juga tidak ingin mati karena rokok, saya tidak ingin anak-anak mati karena rokok, kan perokok pasif lebih besar terkena resiko daripada perokok aktif,.
    apakah bapak ingin saya juga ikut merokok, demikian pula anak-anak mau saya ajarin ngerokok saja?

    Ibu sampaikan dengan bahasa yang paling baik, bukan sambil melotot, kalau perlu sambil nangis deh,.dengan bahasa memelas gitu,.

    Jangan ibu sampaikan ketika suami sedang cape, pulang kerja, tapi sampaikan di waktu2 yang tepat,. bisa setelah kondisi diatas, bisa saat ngobrol santai sambil minum, saat lagi mijitin suami,. pokoknya saat2 romantis lah,.

    bisa pas lagi romantis,. disisipin,. mungkin gini,. mas, alangkah indahnya suasana seperti ini berlangsung lama,. saya akan sedih jika saat2 seperti ini tiba2 sirna, misal mas terkena jantung, strooke, akibat rokok, apalagi mas berhasil terbunuh oleh rokok, sebagaimana ini ada tertulis di bungkusnya,. saya tidak ingin mas,.

    intinya seperti itu, memberikan penyadaran, tidak langsung ngomong,.. mas, berhenti merokok dong,!!, mulut saya bukan asbak rokok buat mas,..! , dll,. ya begitu intinya bu, mudah-mudahan ibu bisa lebih berimprovisasi dalam menasehati suami,.

    Yang perlu diingat, suami adalah pemimpin, dan ibu serta anak adalah rakyatnya,.. jadi jangan tempatkan posisi ibu sebagai polisi bagi pelanggar aturan, main semprit ditempat,.

    tapi nasehati dengan bijak,tepat,selamat,.. dan lebih baik lagi tanpa si suami merasa sedang di interogasi,

  24. Mau tanya dong,kl misalnya suami mau beli mobil dng cara kredit tp sbtlnya keuangan kluarga msh pas pas an,ap istri harus menyetujui?dilain pihak otru istri sedang butuh uang utk modal usaha.baiknya bgmn y?
    mendukung keputusan suami apa membantu ortu?trimaksh.

    Trimakasih fina,.
    Istri wajib berbakti kepada suami,.
    Membantu keluarga istri, itu harus seijin suami juga,. tidak boleh menggunakan harta suami untuk membantu keluarga istri jika suami tidak mengijinkannya,.

    Baiknya, taati suami, jika ternyata kebijakan suami bisa berdampak buruk, misalkan nanti tidak bisa mengangsur, atau bahkan mengangsur itu kan ada bunganya, dan bunga adalah riba,.. transaksi riba ini haram, tidak barakah,. coba jelaskan dari sisi ini, tentu dengan cara yang paling baik,. lemah lembut,transaksi kredit dan bahaya riba, bisa anda baca disini

  25. assalamu’alaikum..

    apakah termasuk nusyuz.istri pergi kerumah orang tuanya dlm waktu yang lama (1bln) karna alasan tdk betah dah lebih memilih tinggal numpang d rumah ortu dan tdk memutuskan untuk kmbali lagi kerumah bahkan lebih memilih cerai daripada harus patuh pada suami… !! tolong di beri pencerahan wassallam

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    terimakasih hadie,.
    Istri meninggalkan rumah suami tanpa seijin suami, itu adalah nuzyuz, perbuatan durhaka seorang istri kepada suami,
    Istri wajib berbakti kepada suami, melebihi baktinya kepada orangtuanya sendiri, jadi tidak dibenarkan jika istri memilih tinggal di rumah ortunya, tapi wajib tinggal di rumah suaminya.

    Putusan tentang cerai itu ada di suami, dan istri diharamkan minta cerai tanpa alasan syar’i, bahkan jika nekad minta cerai, maka Allah mengharamkan bau surga bagi wanita yang seperti itu, sebagaimana sudah saya posting disini

  26. gmana kalou suami yg berselingkh bahkan sampai melakukan hubungan intim sama wanita lain dan jarang melaksanakan kewajban agama, apakah kita harus bersikap manis dan nurut terus walaupun hati sakit karna d khianati.

    Terimakasih hindun,.
    Maksiat yang suami kerjakan, itu tanggugjawab suami,. itu dosa suami, si istri tetap wajib berbakti kepada suami, bukan malah ikut-ikutan bermaksiat kepada suami,.

    Suami selingkuh, pasti ada sebabnya, bisa sebab dari luar, bisa juga sebab dari istri,
    Jadi, coba perbaiki sikap, bersabar dan terus berdoa kepada Allah, agar suami diberikan hidayah,

    Sebagai istri, tidak usah memata-matai suami, atau mencari-cari kesalahan suami,.
    Cara menasehati suami pun harus dengan cara yang tepat, suami adalah pemimpin keluarga, istri dan anak adalah ibarat rakyat jelata,.

    Silahkan anda baca kisah nyata dari istri yang satu ini, silahkan klik disini

  27. Assalamualaikum
    Sya ♏äƱ‎​ tya jika suami marah D̶̲̥̅̊ɪ̣̇a tak ♏äƱ‎​ bicra dng istri ya itu hukum ya apa mzlah ya sya kmren sdh dtang bulan awal bulan sya dtang bulan lg krn saya telat suntik kb D̶̲̥̅̊ɪ̣̇a marah“ sma [ạ̣̥̲̲̅̅][κ̣̥̲̲̅̅][­u] D̶̲̥̅̊ɪ̣̇a. Gk yapa seakan“ D̶̲̥̅̊ɪ̣̇a tak knal dng ku cra ya gimna y klok sperti ini mngatasi ya ? Terimksih ya

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih aisyah,.
    caranya,. anda minta maaf dengan setulus2nya kepada suami, anda layani suami sebaik-baiknya, dan jangan membalas sikap suami dengan balas tidak ngomong juga,.
    tapi layanilah, buatkan minuman, dll ,. asal tidak berhubungan badan saat haidh,

    Sampaikan juga, bahwa datang bulan itu salah satu fitrahnya jadi seorang wanita, jika masih produktif ya akan datang bulan, jika rahimnya tidak dibuahi,.

    Tentang suntik KB, itu juga bukan salah satu upaya yang bisa menghalangi dari hamil, sebab hamil itu takdir Allah,.

  28. tad saya mo tanya isteri saya sering menolak ajakan saya untuk jima dgn alasan cape/ga mood/mau puasa sunnah
    padahal klo lagi cape saya selalu memberi waktu istirahat, misalnya pulang kerja jam 8 malam baru saya datengi isteri sekitar jam 3 pagi dengan gerakan lembut dan rabaan ringan tapi reaksi yg saya dapat selalu penolakan sering juga saya maklumi tapi kadang saya tetap ga bisa terima penolakan tersebut apalagi isteri sering tdk mengungkapkan terima kasih atau kata maaf atas kemakluman saya atau atas penolakannya
    seperti saat ini saya marah karna ketika saya meminta isteri dia mnjawab dengan tertawa tapi ketika saya datangi dia menolak,saya sabari tapi tdk ada kata2 maaf drnya,ketika saya tanyakan baik2 jawabnya karna cape jd ilfeel
    apakah sikap isteri tersebut termasuk durhaka
    lalu bagaimana saya bersikap,

    terimakasih ilyas,.
    coba anda baca postingan ini, dan printkan, kasihkan istri supaya membaca,. silahkan baca disini postingannya,

    Ini ancaman bagi istri yang menolak ajakan suami:
    “Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur (untuk jima’/bersetubuh) dan si isteri menolaknya [sehingga (membuat) suaminya murka], maka si isteri akan dilaknat oleh Malaikat hingga (waktu) Shubuh.”

  29. Mas admin Ana mau bertanya mengenai istri ana statusnya anak angkat, dan orang tua angkatnya mungkin karena hanya kepadanya satu2nya tempat bernaung dia(orang tua angkatnya) ingin istri ana tinggal terus bersamanya.

    Terimakasih mas njp,
    Seorang wanita jika sudah menikah, maka wajib lebih berbakti kepada suaminya, daripada kepada ortu kandungnya,. apalagi ini cuma orangtua angkat, dan dalam islam tidak ada istilah orangtua angkat atau anak angkat, bahkan orang tua angkat boleh menikahi anak angkatnya,.
    Jadi, boleh saja anda mengajak istri untuk tinggal bersama anda, bahkan wajib, apalagi orangtua dia adalah orangtua angkat,. orangtua angkat itu sama dengan orang lain, tidak boleh tinggal se rumah malah,

    Disisi lain ana ingin pindah ke kampung halaman ana karena ana berkeyakinan keluarga ana disana lebih bisa membawa pengaruh positif terhadap istri dan anak-anak ana dan terutama ayah ana beliau seorang asatidz di pesantren PERSIS(persatuan islam) yang tentunya selalu mengajak ana Tholabul ‘ilmi setiap ana ada waktu luang tidak seperti di sini (di kota tempat ana tinggal saat ini/dekat dengan mertua). dan akhirnya karena orang tua istri dan ana selalu berpeda pendapat sering berselisih.

    PERSIS dalam sisi ilmu, cenderung menggunakan pemahaman akal, logika, sehingga banyak putusan2 persis yang menyelisihi praktek rasulullah dalam banyak hal.
    Pernah diadakana dialog ilmiah antara tokoh Persis se jawa barat dengan ustadz salafi, disana terlihat betapa pemahaman tokoh persis tidak sesuai dengan pemahaman para sahabat,. anda bisa lihat video dialognya di postingan ini

    pertanyaannya apakah ANA berdosa mas karena ANA sering menyelisihi orang tua nya yang mungkin sudah merawat istri saya dari lahir hingga akhirnya menikah dengan ana.

    mungkin mas admin bisa memeberikah solusi untuk problematika yang hinggap pada diri ana ini.

    Jika ingin menyelamatkan, mungkin anda bisa nyari kontrakan , sehingga bisa mengajak istri anda pindah, istri wajib lebih berbakti kepada suami, sudah saya posting disini

    Suami adalah jalan menuju surga atau neraka bagi istri, silahkan baca disini

  30. Mas,,sya seorang suami yg dulunya sbg pngusaha, kecil,setelah menikah usaha sy diambang kehancuran hutangpun menumpuk,,,

    krena modl usha sy buat pernikahan..

    istri sy nyaranin utk bekerja,,

    tapii kalau bekerja sy takut sekali kelakuan sy yg dulu terulang,,sering ninggalin sholat,..

    membuat sy jauh dri Allah dn akhirnya maksiat sya jalan,,tpi kalo usaha alhamdulillah sedikit demi sdkit sy perbaiki khdpn sy,,

    bs mngtur waktu,,,dtg wktunya sholat sy bsa atur sndri..
    apa yg mesti sy lakuin ya mas,,??

    apakh bertahan dg usaha sy..atau bekerja?
    kalau kerja sy tkut mksiat lgi..

    TErimakasih,.
    Pernikahan adalah ritual yang suci, dan tidak perlu modal besar untuk melaksanakannya,.
    Seringkali modal besar dalam pernikahan itu hanya utk hal yang sia-sia, bahkan terkadang terkesan menghambur2kan harta,.
    apalagi sampai mengorbankankan modal usaha,.

    SEmua sdh terjadi,..
    Apa yang harus dilakukan?.. Seorang suami adalah pemimpin rumah tangga, sedang istri adalah ibarat rakyat, dan suami adalah presidennya,.
    Pemimpin harus berwibawa, harus bisa memimpin rakyatnya, bukan malah diatur2 oleh rakyat, atau banyak tuntutan dari rakyat,.
    Suami sebaiknya bisa mendidik istrinya, mengarahkan istrinya, agar bisa menjalankan bahtera rumah tangga dibawah rambu-rambu agama, dengan tujuan akherat yang kekal,. bukan tujuan dunia yg sementara,.

    Tanamkan kepada istri sikap qonaah, menerima,.

    Tentang mencari nafkah, jika dengan usaha sendiri anda bisa menjalankan ketaatan kepada Allah, maka teruslah berusaha, sambil memberikan penyadaran kepada istri,.

    Untuk apa bekerja dengan hasil banyak, tapi menghambat ketaatan Anda kepada Allah,.

  31. ♣мαкαѕιн♣ ya mas ats masukannya,,cuma yg sy bingungkan disini,,pengen usha sy dikembangkan,,cuma modal sy sdh minus mas,,istilah kasarnya bangkrut,,kira2 dmna ya modal buat usha tanpa ada ribanya..??

    coba hubungi BMT Bintaro untuk bekerja sama bagi hasil,

    Atau bisa hubungi Rumah Syirkah Indonesia, klik disini

  32. Asalamualaikum Admin,
    Gimana khabar admin sekeluarga, sy mau bertanya ada cerita orang menolak hubungan suami istri, akhirnya timbul KDRT mohon penjelasan dan solusinya, terima kasih.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Alhamdulillah sehat wal afiat,.
    Jika istri menolak ajakan suaminya tanpa ada udzur, maka si istri berdosa, bahkan akan dilaknat oleh makhluk suci yang selalu taat kepada Allah, yaitu malaikat,. seorang dilaknat oleh orangtuanya sendiri ketakutan, apalagi ini yang melaknat adalah malaikat, harusnya lebih takut,.
    wajar saja akibat yg ditimbulkan dari penolakan ini adalah KDRT,. bahkan ada yg sampai membunuh istrinya,.
    Jadi, sebaiknya istri tahu,. silahkan baca disini

  33. Sy baru menikah..
    sy tinggal dgn suami dan adik sy (sdh dewasa), tpi ada beberapa sifat adik sy yg suami kurang sukai..
    ditambah lagi adik sy sering melaporkan yg tidak2 kpd kedua orang tua saya sy, suami dan orgtua sy jd berselisih paham

    suami mengatakan untk prgi mncari t4 tinggal yg lain ttpi sy merasa brdosa dgn orgtua sy krn orgtua sy sngt ingin sy untk mgrus adk sy jg tpi suami tdk tahan dgn keadaan sprti bgni….
    orgtuapun mngtakan trskiti hatinya..

    Pertanyaan sy
    apakah yg harus sy lakukan?
    Apakah sy berdosa krn dikatakan sy mnykiti hti org tua?
    apakah sy dan suami juga bersalah?

    Ikuti suami mba, dan tidak ada tanggungjawab mba untuk ngurus adik mba,. apalagi adik mba sudah dewasa, jika adik mba itu wanita, maka ini lebih tidak boleh lagi tinggal bersama di rumah suami, karena kata rasulullah, IPAR itu adalah kematian,.

    Jadi sebagai seorang istri, maka dia lebih wajib berbakti kepada suami, melebihi baktinya kepada ortu mba sendiri,.
    Apalagi adik mba suka melaporkan perihal rumah tangga anda kepada ortu,. mba saja sebaiknya jangan pernah membawa problem rumah tangga kepada ortu, apalagi ortu mendapat laporan dari adiknya mba,.

    Jadi,. taati suami, berbakti kepada suami,. dan mba wajib minta persetujuan suami jika ingin memasukan orang ke dalam rumah suami,.

    Walaupun mba tidak ngurus adik lagi, mba bisa tetap berbuat baik, tentu seijin suami,. baik berbuat baik kepada ortu atau keluarga mba,.

  34. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Saya ingin bertanya, bagaimana hukum nya bila seorang istri yang telah bersuami, dan istri tersebut sedang hamil 2 bulan, kemudian dia pergi keluar makan siang bersama teman pria nya di suatu restoran dengan alasan karna dia ngidam makan di restoran tersebut .

    saya tidak tau apa dia sudah meminta ijin kepada suami nya atau belum ?

    karna setau saya suami nya itu dr sebelum menikah dengan istrinya, suaminya ini kurang menyukai terhadap teman pria istri nya tersebut, karna memang istrinya ini begitu dekat dengan teman prianya ini (wajar karna mereka rekan kerja) .
    jd bisa saya simpulkan bahwa kemungkinan besar istrinya ini tidak bilang kepada suaminya ini .
    terima kasih .

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Seorang istri tidak boleh pergi berdua dengan laki-laki lain, ini adalah bentuk kedurhakaan istri pada suami,.
    Walaupun diijinkan oleh suami sekalipun, ini adalah bentuk maksiat, tidak boleh istri melakukan kemaksiatan walaupun diijinkan oleh suaminya,. apalagi suami sendiri tidak suka dengan laki-laki tersebut.

    Hendaknya suami menyuruh istri tersebut tidak bekerja, cukup suami saja yang mencari nafkah, istri tinggal di rumah, sebab seringkali seorang istri yang bekerja diluar rumah, rawan terjadinya perselingkuhan,.

    Banyak wanita karir yang kandas rumah tangganya,. saya sudah posting nasehat untuk para wanita karir, bisa baca disini

  35. admin saya mau tanya bagaimana apabila ayah mertua kita katolik dan saya tidak nyaman sama beliau?

    Ya jangan tinggal bersamanya, anda pindah rumah saja, ngontrak juga tidak apa-apa,

    • saya udah ngontrak tapi istri pengennya nginep tiap minggu di rumah orangtuannya dan saya gak nyaman dengan hal itu bagaimana solusinya?

      anda berhak melarang istri jika anda merasa tidak nyaman,
      pahamkan ke istri, Seorang istri harus lebih wajib berbakti kepada suami daripada kepada ortunya sendiri,

  36. assalamualaikum
    saya ingin bertanya
    jika istri yang diizinkan suami bekerja bukan karena membantu penghasilan suami tapi hanya karir maka bolehkah dan benarkah tindakan suami yang mengizinkan juga istri yang mengejar karir

    mohon bales secepatnya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Jika dari nafkah suami sudah cukup, maka lebih baik anda di rumah saja berbakti pada suami, mengurus rumah suami,.
    Jika diijinkan bekerja, maka wajib diperhatikan hal-hal yang dilarang dalam agama,.
    Seperti apakah dipekerjaan itu bercampur baur dengan laki-laki? jika iya, maka dilarang bekerja di tempat seperti itu,.
    Apakah menutup aurat secara sempurna bekerja di tempat tsb? apabila diharuskan berhias, membuka aurat, maka ini jelas dilarang,.

    Dan dengan keluarnya wanita bekerja diluar rumah, ini mengundang benih-benih ketidakharmonisan rumah tangga,. bahkan tidak jarang terjadi perselingkuhan,.
    Nasehat buat wanita karir, silahkan lihat disini

    Pahala melimpah bagi ibu rumah tangga, dan tidak didapatkan jika menjadi wanita karir, yang sebenarnya bukan wanita karir, tapi wanita kurir, wanita yang diperas tenaganya hanya demi sesuap nasi,. silahkan baca disini

    Wanita karir diluar negeri, silahkan baca disini

    Kisah nyata wanita karir,. baca disini

  37. Assalammualaikum, selamat sore saya mau bertanya dan minta saran..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Sy sdh berumah tangga dan telah memiliki 3 org anak, sebelum menikah dengan istri sy sekarang kami tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan, sampai hamil anak ketiga kami jg tidak menikah.

    Hubungan tersebut adalah hubungan zina, kumpul kebo, anak yg terlahir dari hubungan tersebut adalah anak zina, anak zina bukanlah anak dari bapak biologisnya, dia tidak boleh dinasabkan kepada bapak biologisnya, dan tidak ada perwalian , tidak ada saling mewarisi, dan tidak boleh bapak mengaku itua dalah anak kandungnya,. demikian pula si anak,. karena itu anak zina, bukan anak hasil dari pernikahan yg sah, ulasannya ada disini

    Itu berlangsung 2009-2012 sampai pd alhirnya mei 2012 kami menikah (dinikahkan oleh ayah sy krn beliau sudah tau) dan saat itu istri sedang hamil anak ketiga usia kandungan 5 bln, alasan mengapa kami tidak menikah waktu itu krn keluarga sy pihak laki2 tidak setuju dengan hubungan kami.

    Laki-laki menikah, itu tidak perlu persetujuan ortu si laki-laki, berbeda dengan wanita, dia harus seijin walinya, jadi seharusnya anda menikah saja walaupun tidak disetujui oleh ortu anda, daripada anda terjerumus dalam zina,

    Apa kah pernikahn saya ini sah?

    Ada dua pendapat dalam hal ini tentang menikahi wanita yang hamil, silahkan baca disini

    Apakah yg harus kami lakukan kami bingung harus menceritkan masalah kami ini kmn, kami sudah bertaubat dari zina dan kumpul kebo, hanya sj kami ingin tau apakah pernikahan kami sah krn istri sdg hamil!

    silahkan baca ulasan diatas, ada disitu jawabannya

    Dan sdh memiliki anak sebelum nya tanpa pernikahan, bagaimana status anak2 kami dan pernikahan kami agar kami tdk terlalu lama hidup dr ketidaktahuan ini??

    Status anaknya adalah anak zina, penjelasannya ada di link atas, silahkan dibaca

    Mohon berikan petunjuk
    Wasalam

    Mudah2an jawaban diatas bisa menjawab kebingungan anda, ttg taubat dari zina ulasannya bisa dibaca disini

    wa’alaikumussalam warahmatullah

  38. assalamualaikum
    admin bagaimana kabarnya..
    saya mau nanya lagi apakah dosa ,suami minta cerai gara gara istri tidak menutup aurat dan istri tidak menghapal bacaan solat padahal suami udah mengajarkannya….mohon balasannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Bersabar dalam mendidik istri, ada pahala besar menanti,.
    Sampaikan nasehat dengan lembut, dengan cara bijak, bukan dengan cara kasar, apalagi seperti seolah-olah memaksa,.
    Untuk bacaan shalat, ajari yg mudah dihafal, ada kok,. silahkan bisa dilihat di postingan ini

  39. Assalamualaikum Wr Wb,

     

    Saya ingin meminta saran dan solusi dari sudut pandang Islam tentang permasalahan saya.

     

    Saya seorang anak bungsu dari 4 bersaudara dan sudah menikah selama 5 tahun namun belum mempunyai anak.

    Saat ini saya masih tinggal serumah dengan Ibu (janda) dan keluarga kakak saya (istri & 1 anak).

    Seorang kakak saya tinggal hanya berjarak500M dari rumah dan kakak kedua saya 8KM dari rumah.

     

    Sudah sejak usia pernikahan 2 tahun, suami saya meminta pisah dari rumah orang tua saya karena sudah tidak nyaman bila campur dengan keluarga lain dan ingin membangun keluarga yang mandiri.

    Namun karena ibu saya yang belum merestui dan lokasi rumah ibu yang strategis, kami berusaha mengalah dengan menahan ego kami.

    Selain itu sejak 4 tahun lalu, kami berusaha untuk mendapatkan beasiswa sekolah ke luar negeri yang merupakan impian kami untuk merasakan tinggal di Negara lain.

     

    Ibu saya sedang sakit sejak 3 tahun lalu.

    Sejak saat itu keadaan berubah, saya harus ikut bertanggung jawab mengurus ibu lebih banyak karena mungkin saya adalah anak bungsu dan belum mempunyai anak.

    Sejak sakit, ibu saya berubah seperti anak kecil yang takut sepi, sering menangis dan waktu tidurnya berubah.

    Saat ini kami juga sudah mempunyai seorang suster yang bisa menjaga ibu saya saat siang hari. Namun pada malam harinya saya harus bergantian tidur menemani suami dan ibu saya.

    Suami saya protes karena waktu saya sangat terbagi dengan mengurus ibu dan juga waktu tidur yang terbagi. Karena hanya saya saja yang menemani ibu tidur, disebabkan 3 kakak saya sudah mempunyai anak.

     

    Sejak awal pernikahan suami sudah sering protes karena banyak yang turut campur urusan keluarga saya.

    Apalagi semenjak ibu saya sakit, tante2 bahkan sepupu2 saya yang lebih tua ikut turut campur dan menganggap saya anak yang sangat tega kalu saya pergi meninggalkan ibu saya yang sedang sakit.

    Selama ini saya selalu memberi nafkah kepada ibu, saya berusaha mencukupi kebutuhan ibu disaat sakit maupun tidak,bahkan saya sering beradu argument dengan suami demi meluangkan waktu buat ibu saya agar tidak merasa kesepian.

    Suami saya juga berusaha dapat meluangkan waktu untuk mengantar ibu ke rumah sakit ataupun hanya sekedar jalan2 menghilangkan kebosanan karena setiap hari ibu saya hanya berada dirumah.

     

    Yang jadi permasalahan adalah, tampaknya kami sudah bisa mendapatkan kesempatan untuk pindah ke Negara lain (+20 jam perjalanan dengan pesawat).

    Sejak dulu ibu saya memang tidak merestui kalau saya pindah ke Negara lain namun keluarga suami lebih demokratis dan sudah memperbolehkan.

    Saat saya utarakan keinginan saya untuk ikut suami pindah, ibu saya dengan keras tidak memperbolehkan, saya boleh pergi bila ibu sudah tidak ada (meninggal).

    Begitu juga dengan kakak dan tante2 bahkan sepupu dari keluarga saya, tidak ada yang mendukung karena mungkin memang tidak ada sejarahnya dalam keluarga yang hijrah ke Negara lain.

    Sedangkan orangtua suami saya dulu memang pernah bersekolah di luar negeri dan tinggal disana selama beberapa tahun.

     

    Bagaimana saya harus bersikap, karena di satu sisi ibu tidak memperbolehkan pergi dan sedang sakit dan satu lagi suami bersikeras untuk bersekolah dan hijrah karena kesempatan ini sudah ditunggu2 sejak 4 tahun yang lalu. Kami sudah mengeluarkan biaya yang cukup banyak, waktu dan tenaga yang cukup tersita demi mengejar impian kami ini.

    Apakah kalau saya pergi, saya termasuk anak yang durhaka?Apakah saya harus melepas impian saya dan suami untuk hijrah dan bersekolah?

    Saya takut kehidupan saya tidak menjadi berkah nantinya bila tidak direstui, namun saya akan merasa ibu saya sangat memaksakan kehendak bila saya tidak diperbolehkan mengejar impian saya selama ini. Sejak kecil saya merasa harus menuruti apapun perkataan keluarga, bahkan saat sudah menikah sepertinya hidup saya tetap diatur seakan2 saya masih anak kecil.

    Saya juga tidak ingin suami saya menjadi marah karena selama ini berusaha mengalah dan mengikuti kemauan saya untuk merawat ibu dan ibu saya menjadi tersinggung.

     

    Ibu saya termasuk orang yang keras kepala, selama ini saya tidak pernah mendiskusikan apapun karena pendapat saya tidak akan didengar.

    Bahkan dalam keluarga inti saya, walaupun saya sudah merupakan tulang punggung membantu ibu, saya merasa tetap dianggap anak kecil yang tidak didengar kemauannya.

     

    Mohon sarannya agar menjadi masukan dan bahan diskusi dengan suami.

    Terima kasih.

     

    Wassalamualaikum Wr Wb.

    -NN-

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Seorang anak, wajib berbakti kepada orangtuanya,.
    Tapi seorang istri,lebih wajib berbakti dan taat kepada suaminya, melebihi taat dan berbaktinya kepada ortunya,.
    Adapun seorang suami, maka tetap lebih wajib berbakti kepada ortunya,.
    Seorang istri, jika memberikan harta kepada ortunya, maka wajib seijin suaminya, jika itu dari harta suami,.
    Dalam artikel diatas sudah jelas,. wajibnya istri taat kepada suami,
    Silahkan baca juga artikel ini

    Balasan surga bagi istri yang taat kepada suaminya,.silahkan baca disini

  40. Assalamualaikum…… sy bingung dngn smua ini.
    Mn kh yg harus sy pilih orang tua apa suami.
    Sedang kn orang tua sy pernh bilng kalu sy memilih suami mka dia dida akn mengkui sy sbagai anak ny

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Jika sudah menjadi istri, maka WAJIB pilih suami, DAN wajib lebih berbakti kepada suami melebihi baktinya kepada orangtua,.
    Orang tua yang tidak mengakui anaknya sebagai anaknya, dalam artian memutus nasab, maka dia berdosa, harus disadarkan,.
    Ancaman bagi orang yang tidak mengakui nasab, atau menasabkan pada yang bukan nasabnya, Allah akan haramkan surga baginya,

    من ادعى إلى غير أبيه وهو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام

    “Siapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa itu bukan bapaknya maka surga haram untuknya.” (HR. Bukhari no. 6385)

    Orangtua yang tidak mengakui lagi anaknya sebagai anaknya, bisa terkena ancaman ini juga,.
    ulasannya ada disini

  41. Assalamualaikum..
    Saya mau tanya bagaimana jika suami lebih membahagiakan kedua orang tuanya di banding istri & anak2nya?? Dan apa hukumnya

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Suami memang wajib membahagiakan ortunya,. lebih wajib berbakti pada ortunya, tentu tanpa mengesampingkan anak dan istrinya, anak dan istrinyapun harus diperhatikan,

    nah, apakah parameter membahagiakan disini,. terkadang wanita atau istri, itu lebih mengedepankan perasaan,. silahkan baca kisah nyata ini

  42. Trima kasih, insya allah setelah membaca hadist ini, saya akan berusaha menjadi istri yg taat pada suami

    Alhamdulillah

  43. Assalamualaikum.

    Sy mau tanya, bagaimana bila suami melarang kita berpuasa ramadhan saat istri sedang hamil dg alasan kasian terhadap anak yg dikandungnya?

    Sedangkan qt benar2 ingin berpuasa karna ada yang bilang kalo sedang hamilberpuasa katanya baik untuk mengajarkan ibadah kepada janinnya. Apakah pendapat itu benar?

    Lalu baiknya kita menuruti suami dan tidak berpuasa apa tetap melanjutkan puasa ramadhan yg hukumnya wajib itu ya? Trimakasih

    wa’alaikumussalam warahlatullah
    seorang istri wajib taat dan berbakti pada suaminya,
    mentaati suami dlm hal yg tdk maksiat tentunya,

    Dan bagi wanita hamil, Allah jg sdh memberikan kemudahan boleh utk tdk berpuasa, dan cukup membatar fidyah saja,

    jadi tidak mengapa ibu tdk berpuasa

  44. Assalamu’alaikum,
    Saya ingin sharing denga yg saya hadapi, saya baru 6 bulan ini jauh dari anak dan suami ( anak 3,5 th ) karena saya harus bekerja di luar kota dan sebulan sekali pulang, dengan catatan bahwa saya bekerja adalah suami dan keluarganya mengijinkan ( maaf bukannya kurang bersyukur krn pendapatan suami perlu saya bantu ) saat ini suami malah tdk bisa bekerja karena anak saya tidak tamu ditinggal-tinggal ayahnya.

    Sebaiknya saya resign atau bagaimana ya…terus terang dilema…karena saya bekerja juga untuk anak , suami dan keluarga.

    Wassalamu’alaikum

    Hamba Allah

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    Ibu, yang dibutuhkan oleh suami dan anak bukanlah uang,.
    Ada yang jauh lebih dibutuhkan dari hal tersebut, dan tidak bisa digantikan dengan uang,

    Ibu resign saja, fokus jadi ibu rumah tangga,
    Masalah nafkah itu tanggungjawab suami,
    Jangan ibu mencari uang di luar kota sana, sementara pahala besar di rumah suami anda buang,..

    baca disini

  45. Assalamualaikum ..
    Saya mau tanya ustad..
    Setiap saya ingin berhubungan sama suami..
    Suami saya selalu ingin mnghisap kemaluan nya..
    Dan mengocok..
    Tapi saya selalu menolak…
    Apakh saya termasuk istri berdosa tidak bsa mengabuli permintaan suami

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Tidak mengapa, tidak ada larangan,
    Mengocok itu boleh,
    yang ada perselisihan hukum di kalangan ulama adalah mengoral, walaupun sebaiknya sedikit demi sedikit dihindari,
    Silahkan anda baca ulasannya, dan suami anda juga suruh baca, klik disini

  46. Assalamualaikum pak,
    Teman teman sekolah saya sering memfosting foto kebersamaan mereka di medsos sedangkan saya tidak pernah ikut ngumpul karena alasan suami dan anak anak saya,yang ingin saya tanyakan apakah diam di rumah lebih berpahala ketimbang berkumpul dengan teman teman saya

    wa’alaikumussalamwarahmatullah,

    iya, betul dirumah saja, ga usah ikut kumpul2 sama teman2 ibu tsb, apalagi menebar foto di medsos, itu adalah kejelekan, cantiknya ibu itu hanya utk suami saja, jgn ditebar di medsos spt teman2 ibu, benih kerusakan rumah tangga bisa timbul dari hal tsb

  47. Assalamualaikum, sy seorg istri sdh berumahtangga 15thn anak sy 2 umur sy 40thn.

    Suami masih menginginkan utk punya anak lgi dia melarang sy utk ber kb tp sy tdk mau punya anak lgi di krn kan faktor usia jd sy tetap kb diam2. Bgmn menurut islam ttg hal ini.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    istei wajib taat dan berbakti pada suami,

    hukum asal membatasi kelahiran atau KB itu haram, sebab Rasulullah memerintahkan agar kita banyak keturunannya,

    Jadi ibu wajib mentaati kemauan suami, usia 40 tahun masih bisa hamil dan melahirkan, selama masih haidh, itu bisa hamil,

    Allah sudah mengatur dan menetapkan, wanita itu kapan usia bisa hamil atau tidak, jangan percaya ucapan orang yang tidak bertanggungjawab bahwa usia 40 tahun kurang baik untuk hamil,

    Jadi sebaiknya ibu melepas kb, dan turuti kemauan suami, dan jika mau ber kb wajib seijin suami dan dengan alasan yang dibenarkan oleh islam

    tentang KB bisa dilihat disini

  48. assalamualaikum wr wb,

    beberapa bulan yg lalu saya pulang kerumah org tua saya karna ada sedikit masalah dengan suami,suami saya kecewa karna saya tidak pulang2 kerumah,

    akhirnya sampai 6bln ini kami berpisah ranjang tp suami blm menjatuhkan talak sama sekali, orgtua saya selalu melarang saya untuk kembali bersama suami saya karena berbagai alasan,

    bahkan anak saya pun tidak boleh dipertemukan kpd suami saya oleh orgtua saya, saya rasa nya ingin pergi kembali ke suami karena saya merasa dosa menjadi seperti ini,

    apakah tindakan saya salah meninggalkan orgtua dan kembali kepada suami, saya ingin memperbaiki rumah tangga lagi. terimakasih mohon jawabannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Orangtua anda tidak berhak sama sekali menahan anda juga anak anda, suami anda lah yang lebih berhak,
    Jadi ibu wajib kembali ke suami, meninggalkan orangtua ibu, berbaktilah pada suami, melebihi bakti ibu pada ortu ibu,
    Jika rumah ibu diluar kota, maka mintalah suami agar menjemput ibu, jangan ibu berangkat sendiri, tapi kalau dekat, ya tidak mengapa berangkat sendiri,

    Dan ibu tetap berakhlak baik pada ortu , akan tetapi dalam hal yang maksiat, ibu tidak boleh taat, seperti ortu melarang agar ibu ga usah kembali ke suami,ini adalah perintah yang maksiat, jadi ibu ga perlu taat dalam hal ini,. kembalilah pada suamimu, berbakti, dan mulailah merajut kembali benang-benang kusus tersebut agar menjadi sulaman yang indah

    • terimakasih atas jawaban dan solusi nya, alhamdulillah saya lega sekali, sudah lama saya ingin pergi tp takut sama orgtua, semoga saya dapat menghadapi semuanya amin.

  49. Assalamuallaikum wr.wb.
    Apakah dosa besar jika minta cerai karena suami menikah lagi? Padahal suami sangat baik dan adil.
    Apakah dosa apabila sy menuntut agar suami cerai dari istri keduanya?
    Bagaimana pandangan agama atas hal ini?
    Terima kasih, mohon dijelaskan

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh,
    Jelas berdosa, bahkan Allah mengancam wanita yang meminta cerai karena alasan yg tidak dibenarkan dalam islam, ancamannya berat,

    Poligami itu bukan maksiat,
    bahkan ada tuntunannya dalam islam, jadi ga boleh meminta cerai hanya karena suami menikah lagi

1 Trackback / Pingback

  1. Hari Ini Aku Belajar Lagi | Saatnya Cinta Mengeja Kata

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*