WAHAI Para Istri, Ta’atilah Suamimu, Surga Bagimu ,

istri taat suami

HAK SUAMI YANG HARUS DIPENUHI ISTERI

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ketahuilah bahwa seorang suami adalah pemimpin di dalam rumah tangga, bagi isteri, juga bagi anak-anaknya, karena Allah telah menjadikannya sebagai pemimpin. Allah memberi keutamaan bagi laki-laki yang lebih besar daripada wanita, karena dialah yang berkewajiban memberi nafkah kepada isterinya. Dan Allah Ta’ala berfirman:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya.” [An-Nisaa’ : 34]

Oleh karena itu, suami mempunyai hak atas isterinya yang harus senantiasa dipelihara, ditaati dan ditunaikan oleh isteri dengan baik yang dengan itu ia akan masuk Surga.

Masing-masing dari suami maupun isteri memiliki hak dan kewajiban, namun suami mempunyai kelebihan atas isterinya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan mereka (para wanita) memiliki hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang pantas. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” [Al-Baqarah : 228]

1. Ketaatan Isteri Kepada Suaminya
Setelah wali atau orang tua sang isteri menyerahkan kepada suaminya, maka kewajiban taat kepada suami menjadi hak tertinggi yang harus dipenuhi, setelah kewajiban taatnya kepada Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” [1]

Sujud merupakan bentuk ketundukan sehingga hadits tersebut di atas mengandung makna bahwa suami mendapatkan hak terbesar atas ketaatan isteri kepadanya. Sedangkan kata: “Seandainya aku boleh…,” menunjukkan bahwa sujud kepada manusia tidak boleh (dilarang) dan hukumnya haram.

Sang isteri harus taat kepada suaminya dalam hal-hal yang ma’ruf (mengandung kebaikan dalam agama). Misalnya ketika diajak untuk jima’ (bersetubuh), diperintahkan untuk shalat, berpuasa, shadaqah, mengenakan busana muslimah (jilbab yang syar’i), menghadiri majelis ilmu, dan bentuk-bentuk perintah lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan syari’at. Hal inilah yang justru akan mendatangkan Surga bagi dirinya, seperti sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” [2]

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang sifat wanita penghuni Surga,

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ: اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا؛ اَلَّتِي إِذَا غَضِبَ جَائَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِيْ يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

“Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.’” [3]

Dikisahkan pada zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang wanita yang datang dan mengadukan perlakuan suaminya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dari Hushain bin Mihshan, bahwasanya saudara perempuan dari bapaknya (yaitu bibinya) pernah mendatangi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam karena ada suatu keperluan. Setelah ia menyelesaikan keperluannya, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah bersuami?” Ia menjawab, “Sudah.” Beliau bertanya lagi, “Bagaimana sikapmu kepada suamimu?” Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi (haknya) kecuali yang aku tidak mampu mengerjakannya.”
Maka, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ.

“Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya karena suamimu (merupakan) Surgamu dan Nerakamu.” [4]

Hadits ini menggambarkan perintah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk memperhatikan hak suami yang harus dipenuhi isterinya karena suami adalah Surga dan Neraka bagi isteri. Apabila isteri taat kepada suami, maka ia akan masuk Surga, tetapi jika ia mengabaikan hak suami, tidak taat kepada suami, maka dapat menyebabkan isteri terjatuh ke dalam jurang Neraka. Nasalullaahas salaamah wal ‘aafiyah.

Bahkan, dalam masalah berhubungan suami isteri pun, jika sang isteri menolak ajakan suaminya, maka ia akan dilaknat oleh Malaikat, sebagaimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِىءَ (فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا) لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur (untuk jima’/bersetubuh) dan si isteri menolaknya [sehingga (membuat) suaminya murka], maka si isteri akan dilaknat oleh Malaikat hingga (waktu) Shubuh.” [5]

Dalam riwayat lain (Muslim) disebutkan: “sehingga ia kembali”. Dan dalam riwayat lain (Ahmad dan Muslim) disebutkan: “sehingga suaminya ridha kepadanya”.

Yang dimaksud “hingga kembali” yaitu hingga ia bertaubat dari perbuatan itu. [6]
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِّى الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّّهَا حَتَّى تُؤَدِّى حَقَّ زَوْجِهَا وَلَوْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى قَتَبٍ لَمْ تَمْنَعْهُ

“Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya. Andaikan suami meminta dirinya padahal ia sedang berada di atas punggung unta, maka ia (isteri) tetap tidak boleh menolak.” [7]

Dalam ajaran Islam, seorang isteri dilarang berpuasa sunnat kecuali dengan izin suaminya, apabila suami berada di rumahnya (tidak safar). Berdasarkan hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تَصُمِ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنْ فِيْ بَيْتِهِ وَهُوَ شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ كَسْبِهِ مِنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّ نِصْفَ أَجْرِهِ لَهُ.

“Tidak boleh seorang wanita puasa (sunnat) sedangkan suaminya ada (tidak safar) kecuali dengan izinnya. Tidak boleh ia mengizinkan seseorang memasuki rumahnya kecuali dengan izinnya dan apabila ia menginfakkan harta dari usaha suaminya tanpa perintahnya, maka separuh ganjarannya adalah untuk suaminya.” [8]

Dalam hadits ini ada tiga faedah:
1. Dilarang puasa sunnat kecuali dengan izin suami.
2. Tidak boleh mengizinkan orang lain masuk kecuali dengan izin suami.
3. Apabila seorang isteri infaq/shadaqah hendaknya dengan izin suami.

Dalam hadits ini seorang isteri dilarang puasa sunnat tanpa izin dari suami. Larangan ini adalah larangan haram, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam an-Nawawi rahimahullaah.

Imam an-Nawawi berkata, “Hal ini karena suami mempunyai hak untuk “bersenang-senang” dengan isterinya setiap hari. Hak suami ini sekaligus merupakan kewajiban seorang isteri untuk melayani suaminya setiap saat. Kewajiban tersebut tidak boleh diabaikan dengan alasan melaksanakan amalan sunnah atau amalan wajib yang dapat ditunda pelaksanaannya.” [9]

Jika isteri berkewajiban mematuhi suaminya dalam melampiaskan syahwatnya, maka lebih wajib lagi baginya untuk mentaati suaminya dalam urusan yang lebih penting dari itu, yaitu yang berkaitan dengan pendidikan anak dan kebaikan keluarganya, serta hak-hak dan kewajiban lainnya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullaah mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat petunjuk bahwa hak suami lebih utama dari amalan sunnah, karena hak suami merupakan kewajiban bagi isteri. Melaksanakan kewajiban harus didahulukan daripada melaksanakan amalan sunnah.” [10]

Agama Islam hanya membatasi ketaatan dalam hal-hal ma’ruf yang sesuai dengan Al-Qur-an dan As-Sunnah sebagaimana yang dipahami oleh generasi terbaik, yaitu Salafush Shalih. Sedangkan perintah-perintah suami yang bertentangan dengan hal tersebut, tidak ada kewajiban bagi sang isteri untuk memenuhinya, bahkan dia berkewajiban untuk memberikan nasihat kepada suaminya dengan lemah lembut dan kasih sayang.

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa Bogor – Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa’dah 1427H/Desember 2006]
_______
Footnote
[1]. Hadits hasan shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1159), Ibnu Hibban (no. 1291 – al-Mawaarid) dan al-Baihaqi (VII/291), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini diriwayatkan juga dari beberapa Shahabat. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1998).
[2]. Hadits hasan shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (no. 1296 al-Mawaarid) dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Shahiih Mawaariduzh Zham’aan (no. 1081).
[3]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir (XIX/140, no. 307) dan Mu’jamul Ausath (VI/301, no. 5644), juga an-Nasa-i dalam Isyratun Nisaa’ (no. 257). Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahiihah (no. 287).
[4]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (VI/233, no. 17293), an-Nasa-i dalam ‘Isyratin Nisaa’ (no. 77-83), Ahmad (IV/341), al-Hakim (II/189), al-Baihaqi (VII/291), dari bibinya Husain bin Mihshan radhiyallaahu ‘anhuma. Al-Hakim berkata, “Sanadnya shahih.” Dan disepakati oleh adz-Dzahabi.
[5] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 3237, 5193, 5194), Muslim (no. 1436), Ahmad (II/255, 348, 386, 439, 468, 480, 519, 538), Abu Dawud (no. 2141) an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ (no. 84), ad-Darimi (II/149-150) dan al-Baihaqi (VII/292), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.
[6]. Fat-hul Baari (IX/294-295).
[7]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1853), Ahmad (IV/381), Ibnu Hibban (no. 1290- al-Mawaarid) dari ‘Abdullah bin Abi Aufa radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Aadabuz Zifaaf (hal. 284).
[8]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5195), Muslim (no. 1026) dan Abu Dawud (no. 2458) dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dan lafazh ini milik Muslim.
[9]. Syarah Shahiih Muslim (VII/115).
[10]. Fat-hul Baari (IX/296).

Read more https://almanhaj.or.id/2080-ketaatan-isteri-kepada-suaminya.html

Print Friendly, PDF & Email

Hukum Istri Menyuruh Nyuruh Suami Hukum Istri Menolak Perintah Suami Kata Kata Buat Istri Durhaka Pada Suami Hukum Istri Berbohong Kepada Suami Kata Kata Nasehat Untuk Istri Durhaka

13 Comments

  1. Tp kalau kdaan suami tdk bs cari nafkah krna skit yg berkepanjangan,trus sang istri lah yg berjuang dmi klurga…bagai mana hukum nya??

    terimakasih,
    walaupun keadaan suami seperti itu, apalagi karena sakit berkepanjangan, maka jika statusnya masih sebagai suami, maka sang istri wajib berbakti kepada suaminya, apalagi jika istri bisa juga membantu suaminya karena sebab sakit tsb, tentu menjaga juga agar tidak melanggar syariat ini, mudah2an Allah memberikan pahala yang besar kepada istri yg seperti itu, jangan mentang-mentang istri yang mencari nafkah,lalu boleh membangkang kepada suami,.

  2. kalau suami meminta istri membuka jilbab apa harus dipenuhi juga???

    Terimakasih mba,.
    Tidak ada ketaatan kepada suami dalam hal diperintahkan untuk melakukan perbuatan maksiat, apalagi disuruh membuka jilbab,
    Taat kepada suami dalam hal yang tidak bertentangan dengan syariat islam saja, jika bertentangan dengan syariat islam, maka tidak boleh taat jika disuruh melakukan perbuatan tsb,

    Boleh buka jilbab jika anda sedang berdua dengan suami, bahkan bukan jilbab saja yang dibuka, bebas suami istri melakukan apapun jika sedang berdua,

  3. Assalamu’alaikum.
    Nama saya kiki, saya baru menikah 1minggu yg lalu.
    Tapi saya dan suami belum melakukan hubungan suami istri.
    Karna saya sendiri masih takut akan rasa sakit kata teman* saya duluu.
    Mengingat usia saya yg masih 21thun dan menikah dengan pria berusia 28thun.
    Yg saya ingin tanyakan adalah.
    Apakah saya berdosa saat meminta pada suami saya untuk tidak melakukannya terlebih dahulu karna saya belum siap.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Alhamdulillah, anda sudah meraih separuh dari agama , yaitu menikah,.
    Baarakallahulaki wabaraka alaiki wajama’aa bainakumaa fii khair,.

    Malam pertama adalah malam yang indah, dan tak terlupakan indahnya, apalagi anda belum pernah merasakan pacaran,
    Berbeda halnya jika orang yg menikah, dan sudah terbiasa pacaran , bisa jadi malam pertama membosankan, dan itu sama saja sepert malam-malam biasanya, karena pacaran model sekarang adalah habis2an, bahkan lebih heboh dari suami istri,

    Usia anda sudah sangat cukup, tidak ada hubungannya dengan rasa sakit,

    Bahkan jaman sekarang, banyak sekali gadis yg masih sangat belia, masih SMA, bahkan SMP , sudah terbiasa berzina, mereka tidak ketakutan, bahkan ketagihan,.

    Anda sudah menikah, melakukan hubungan intim adalah ibadah, berpahala, apalagi demi membahagiakan suami,..
    Oleh karena itu, tidak perlu dihiraukan omongan teman2 anda,. seorang wanita saja rela mengorbankan satu2nya kehormatannya ketika pacaran, apalagi anda seorang istri,,.. percayalah,.. ketakutan rasa sakit itu hanyalah omongan yg tiada berdasar, rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya, dan anda berdua akan merasakan kenikmatan demi kenikmatan.. yang belum pernah dirasakan sebelumnya,..

    Dan ingat, ancaman Allah bagi istri yang menolak ajakan suaminya untuk berhubungan intim,. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِذَا دَعَا الرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا اَلْمَلآئِكَةُ حَتىَّ تُصْبِحَ

    “Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.” (HR. Bukhari: 11/14)

    silahkan anda baca postingan ini,

    Yakinlah,.. hari-hari indah akan menyertai anda berdua setelah itu,. biasa, masih pengantin baru, bisa setiap hari mandi basah selalu,.. pengamalaman waktu dulu, kala masih pengantin baru,.

    Sehingga jika anda bertanya kepada pasangan pengantin yg berusia seminggu,.

    gimana rasanya setelah menikah? wah, enaknya cuma 10 persen doang,. yang 90 persennya, UENAKKK… gitu,. nyesel ngga dari dulu nikah,.

    Dan menikah di usia muda adalah keutamaan, usia anda menurut saya sih malah sudah lewat, harusnya menikah dibawah usia 20 tahun,..

    Demikian mba, mudah2an tidak takut lagi,..

    • Saya dan suami memang belum merasakan pacaran.
      Kami menikah karna di jodohkan, awal.nya saya merasa sangat tersiksa krna di paksa menikah dg orang yg belum saya kenal.

      Tapii saat saya melihat kesabarannya yg tidak menyentuh saya saat malam pertama atas permintaan saya dari situlah saya mulai menyukai suami.

      Alhamdulillah, mba beruntung, dinikahkan bukan karena pacaran, malah belum mengenal, malah dijodohkan,.
      Pacaran adalah racun yang berefek ketika pernikahan,. dalam pacaran penuh kebohongan,kepalsuan, yang akan terungkap ketika sudah menjalani pernikahan,. belangnya mulai ketahuan,.
      Menikah tidak perlu pacaran, pacaran bak api dalam sekam, jika kita tdk bisa memadamkannya, ketika sudh menjalani pernikahan, racun pacaran itu akan mulai menyerang, biasanya pasangan akan membandingkan dgn pacar2nya yg dulu, atau ini juga bisa menjadi celah perselingkuhan…
      Beda dengan menikah di jodohkan atau dicarikan,.. tentu yg menjodohkan tdk sembarangan, betul2 memilih dengan penilaian,. berbeda jika si wanita mencari sendiri calon suaminya,… tentu banyak dikibulin,.

      Rasa cinta bisa dipupuk ketika sdh menikah,. bukanlah cinta yg tumbuh ketika pacaran, itu adalah nafsu setan,. maka tdk heran yg pacaran tahunan, ketika menikah terasa hambar,.. tidak ada yg istimewa, tinggal ampas,. bahkan tak jarang sdh layu dan rusak sebelum berkembang,.

      Terimakasih atas saran & posting.nya,
      Sangat membantu saya!
      Dan insya allah mulai malam ini saya akan menunaikan kewajiban saya kpda suami.
      Karna saya tidak mauu lagii malaikat melaknat saya!

      Sekali lagii terimakasih!

      Mudah2an anda menjadi pasangan yg berbahagia dala mengarungi bahtera rumah tangga,.
      Baca nih, kisah cinta yang mengharukan,. SEINDAH CINTA KETIKA BERLABUH

      Assalamu’alaikum.

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  4. bagaimana menghadapi & bersikap terhadap suami yg tidak taat sholat & puasa? karena saat ditegur dia malah naik pitam

    Terimakasih mba, nasehatilah dengan lemah lembut, dan diwaktu2 yang pas, disaat santai, atau saat2 setelah anda bermesraan dengan suami,
    Tunjukanlah sikap yang paling baik utk suami,layanilah sebaik mungkin, mudah2an hati suami akan luluh melihat sikap istrinya yang begitu baik,tulus,.

    Silahkan baca postingan ini, mudah-mudahan bisa sedikit memberikan masukan buat mba dalam menasehati suami , silahkan baca disini

  5. bagaimana kalo suami sering melihat gbr porno dan stlh itu mngajak istrinya untk brsetubuh tapi sang istri menolaknya krna jijik.apakah masih berlaku kutukan malaikat di spanjang malam?
    terimakasih ustd,mohon pencerahannya.

    Terimakasih,
    Melihat gambar porno adalah maksiat, menolak ajakan suami juga merupakan maksiat,
    Sebagai istri yang baik, apalagi istri yang ingin membahagiakan suami, hendaknya istri lebih pandai memikat hati suami sehingga suami tidak perlu lagi kepada hal-hal yang porno, karena apa yang dilihat si suami ada pada istrinya, jadi bersoleklah untuk suami, dandan seseksi mungkin untuk suami, apalagi anda seorang istri,

    Jangan biarkan suami melihat gambar porno jika ingin bersetubuh dgn anda, tapi kenalilah gelagat suami, jika ada tanda2 dia mau melakukan hal seperti itu,segera anda yang bereaksi, ajak suami, candai suami, hingga akhirnya suami lebih tertarik kepada anda daripada gambar2 porno tsb, atau cara kasarnya bikin suami ngga bisa lagi ngelirik kepada yang lain selain anda saja, dan jangan pernah anda menolak ajakan suami , selain itu, anda bisa juga memberikan nasehat, atau minta pendapat ke suami tentang pelayanan anda kepada suami, apakah ada yg masih kurang, jangan anda bertanya seperti anda sedang menginterogasi suami, jadilah istri yang baik, berbakti kepada suami, berusaha sekuat tenaga melayani suami , mudah2an dengan pelayanan yg super ekstra dari anda, suami bisa berpaling dari gambar2 porno tsb,

    Ingat, semakin suami sering melihat gambar porno, maka anda akan terlihat semakin jelek dimata suami, dan suami akan semakin terlihat jelek dimata anda, jadi cegahlah,

    bisa jadi, apa yang dilakukan oleh suami itu karena pelayanan sang istri kurang memuaskan sehingga mencari pancingan, diantaranya dgn gambar porno, .. bisa jadi jika gambar porno sudah tdk menarik lagi, maka sang suami akan mencari diluar,. .. mudah2an Allah menjaga keluarga anda, menunjuki suami, dan sang istri juga bisa mawas diri, instrospeksi, jangan-jangan suami melakukan hal tsb karena faktor dari si istri itu sendiri, disamping ada kemungkinan dari pergaulan juga, faktor lingkungan,

  6. Sari :
    Assalamualakum admin hhehe..
    Mau nanya nih, apa kah setelah menikah kita wajib menuruti kata suami, dan kalo ada pilihan :pilih mana suami atau orang tua” itu bagaimana cara menyikapinya?? Atau kah wajib kita mengikuti suami kemana pun dia pergi?? Trimakasih atas jawabannya ..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Setelah seorang wanita menikah, maka dia lebih wajib untuk berbakti kepada suaminya daripada orangtuanya sendiri, jadi si istri wajib mentaati suaminya, melebihi taatnya kepada orangtuanya, tentu dalam hal yg bukan maksiat,
    Setelah menjadi istri, maka ikuti perintah suami, dan suami lebih berhak kepada istrinya, orangtuanya tidak boleh mencampuri urusan suami dan juga istri, sebab si istri sudah menjadi milik suaminya.

    Kalau sudah menikah, dikasih pilihan pilih suami atau ortu, ya si istri wajib memilih suami, sebab suami yg lebih berhak kepada istri daripada ortu istri sendiri,

    Istri lebih wajib utk mentaati suami daripada mentaati orangtuanya sendiri,

    Namun tentunya dalam menyikapi orangtua yang memberikan pilihan seperti itu, tentu dengan akhlak yang bagus, bukan dengan kata-kata kasar, sampaikan kepada orangtua dengan cara yang tidak menyinggung perasaannya, si istri pasti tahu bagaimana karakter orangtuanya, berilah pengertian,

  7. assalamu’alaikm wr.wb sblmny trima kasih untuk waktuny.
    saya ingin bertanya.sya tlh mnikah dengan istri saya slm 16 bln tdiny istri sy bkrj dkota yg berbeda dgn tmpt sy bkrj,shnga stlh 4 bln mnikah sy meminta istri sy utk brhnti bkrj & tngl dgn sy.

    mulany hubungan sy & istri dengan mertua brjln hrmonis tetapi stlh istri sy brhnti krj mertua sy mulai brubh beliau sllu mnylhkn istri sy krn brhnti bkrj dkarenakan tdk mngirimi uang ke beliau,pdhl alhmdlh ayah mertua msh sht & bkrj.akhirny utk mmprbaiki hbgn sy & istri sllu mngirimi uang ke beliau utk mencicil mtor stiap blnny yg dipakai beliau.

    namun beliau msh mnganggp krg kmi pn mnmbhkn jmlh krimn kmi,nmun msh sj ttp tdk mmprbaiki hbgn kmi dgn mertua.pdhl kmi kdg jg mngrimi uang utk beliau dluar uang ciciln mtor,stiap istri sy tdk dpt krim uang beliau mngncm tdk akan mnggap ank kpd kmi,akhirny kmi pn brush utk mngirimi beliau.

    puncakny stlh lebaran 2013 beliau mrh pd istri sy krn tdk mmbri uang pd beliau pdhl kmi sblm puasa kmi sdh mngrimkn uang kpd beliau & kmi pn sdh mmbri uang kpd adik2 istri utk mmbli bj dll,kmi jg telah krim uang utk mncicil mtor tpi beliau mlh blg kpd org2 bhw lbran kmi tdk mmbri uang kpd beliau & adik2 & sgt dsyangkn beliau pn smpe tega mnyumpahi istri sy utk mnggl. mhon bimbinganny utk mnghdpi situasi sprti ini wassalam wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Seorang istri jika sudah mempunyai suami, maka istri lebih wajib utk berbakti kepada suaminya, bukan kepada orangtua kandungnya. Bahkan jika istri mau memberikan harta pemberian suami untuk diberikan kepada orangtuanya, atau saudaranya, maka harus seijin suami.

    Yah, begitulah jika orangtua tidak paham permasalahan agama, masih menuntut kepada anak perempuannya yg sudah berkeluarga seperti anaknya yang belum bersuami. Padahal jika istri berbakti kepada suaminya, ini adalah keuntungan yang besar bagi orangtua tersebut, bukan malah menuntut lebih, bahkan mendoakan kejelekan bagi anaknya yg sudah berbuat baik kepadanya, bahkan suami istri tsb ikut menyokong perbuatan baiknya.

    Tetaplah berbuat baik kepada orangtua istri, dan nasehatilah dgn cara yang baik, adapun doa kejelekan orangtua thd anaknya yg tidak pantas utk mendapatkan kejelekan tsb, maka tidak usah dianggap dan dikhawatirkan doa tsb, tetaplah beramal shalih, pelajari agama ini sehingga kita bisa mengetahu cara berbuat baik kepada orangtua dan mertua, doakan kebaikan pula utk mertua,

    Bahkan suami yang seharusnya lebih berbakti kepada orangtuanya sendiri, daripada kpd mertua, si istri wajib lbh berbakti kepada suami daripada orangtuanya sendiri, jadi jangan sampai sikap baik kepada mertua itu mengalahkan sikap baik kepada orangtua suami sendiri

  8. Ass. Saya t elah menikah selama 5 tahun. Alhamdulillah pernikahan kami bahagia. Tapi ada hal hal yang tidak saya sukai dari suami, yaitu kebiasaannya merokok dan begadang (di luar rumah) sampai tengah malam.

    suatu ketika karena mungkin dari kebiasaannya itu dia mengeluh masuk angin. sudah saya pijitin. setelah sholat magrib dia merokok dan nongkrong lagi di luar rumah, lalu masuk dan menyuruh saya membelikan tolak angin. tapi saya menolaknya dan bilang ” emoh, wong ngrokok dan nongkrong d luar aja bisa koq “.

    sampai akhirnya dia marah saya bilang seperti itu dan mengatakan “emang kamu laknatullah”.
    trus saya harus bagaimana ya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih mba icha,.
    Perlu anda ketahui, kemaksiatan yg dilakukan suami tidak boleh menjadikan si istri durhaka/membangkang perintah suami, tentu perintah yg bukan maksiat,
    Justru si istri jika melihat maksiat yg dilakukan suami, si istri wajib menasehati dengan cara yang sangat baik tentunya, kan suami itu kepala rumah tangga/pemimpin keluarga, sedangkan istri dan anak adalah rakyatnya, jadi hargailah suami, penuhi perintahnya yg bukan maksiat,.

    Layani suami sebaik-baiknya, dengan sepenuh hati, mudah-mudahan dengan sikap baik anda, pelayanan anda, maka suami akan luluh, menerima nasehat mba,

    Jangan lupa pula berdoa kepada allah agar suami diberi hidayah, sehingga tidak melakukan perbuatan maksiat spt merokok dan perbuatan jelek lainnya,.

    Minta maaflah kepada suami karena menolak perintahnya, yaitu disuruh membeli obat, sehingga suami mengatakan kejelekan kpd mba,. ingat, suami adalah surga dan neraka bagi istrinya,

  9. assalamu alaikum wr wb,
    mas admin,

    saya memiliki suami yg telah hampir 2 tahun ini mengarungi bahtera rmh tangga bersama. suami sy bekerja wiraswasta dan saya juga bekerja di pemerintahan, meskipun pendapatan sy lbh besar d bandingkan suami sy tetap menghormatinya.

    namun, suami sy sering tidak peduli dengan letih sy sepulang kerja dengan menyuruh sy dtg k tokonya, dan sy pun tidak menolak utk itu. meskipun setlah dtg membantu, suami sy malah duduk2 main game di hp, atau bahkan pergi keluar.

    suami sy tidur selalu d pagi hari krn ke asikan main game, dan dy akan bangun siang hari dan bekerja. sementara sy kerja d pagi hr hingga terkadang hingga malam hr demi mencukupi kebutuhan kami.

    suami sy juga sering mencuri uang sy, dy juga tidak mau sy ajak sholat, sekalipun itu sholat jumat. orangtuanya juga sering jadi tempat dy meminta uang, meskipun segala kebutuhan telah sy cukupi.

    mas admin, yang mnjadi pertanyaan saya adalah :
    1. apakah hukumnya bagi sy, membuat marah suami ketika berusaha membicarakan sikapnya pada sy?
    2. apa yg sebenarnya hrs sy lakukan? krn terkadang sy lelah dgn semua.

    tolong bantu sy mas. sy takut laknatullah, terimaksih
    wassalaku’alaikum wr wb

    TErimakasih ibu,.
    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Ibu sudah berumah tangga cukup lama, 2 tahun bukan waktu yang pendek,
    Mungkin luput dari ibu, seorang wanita jika sudah bersuami, maka waktu utk suami sangat diperhatikan, seorang ibu tinggal dirumah untuk mengurus suami dan anak, bukan bekerja diluar rumah, karena tanggungjawab seorang istri di rumah suaminya itu juga sudah cukup menguras energi.

    Janganlah seorang istri malah bekerja diluar rumah,apalagi dari pagi hingga sore, sehingga pas berkumpul dengan suami di malam hari, maka tinggal cape,
    Bisa jadi kenapa suami ibu bersikap seperti itu, karena kurangnya perhatian dari seorang istri, sehingga untuk melampiaskan hal tersebut maka suami melakukan hal-hal yang seperti ibu katakan,.

    Cobalah berpikir ulang, jika kebutuhan hidup sudah cukup terpenuhi dari usaha suami, walaupun hanya pas untuk makan saja, tidak mengapa ibu tidak usah bekerja lagi, tapi waktu full untuk suami. Mencari nafkah itu kewajiban suami, bukan kewajiban istri,

    Silahkan ibu baca artikel ini, bangga menjadi ibu rumah tangga, klik disini

    Baca juga artikel ini, penting bagi istri, silahkan klik link ini

    Surat terbuka dari istri yang dicinta, silahkan klik link ini

    Jika suami berbuat maksiat, bagaimana sikap istri? silahkan klik disini , namun perlu dipahami juga, apa penyebab suami seperti itu, apakah akibat dari istri yang tidak full time melayani suami karena istri bekerja diluar rumah, ini juga jadi bahan pertimbangan,.. silahkan pikirkan,.. apakah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan istri bekerja, ataukah harta sedikit tapi bahagia,.

    Bisa jadi suami melakukan hal-hal yang ibu sebutkan karena kurangnya perhatian/kasih sayang dari seorang istri,.

  10. assalamualaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    sy ingin menanyakan bagaimana sy harus menyikapi suami sy yg gemar sekali menonton film porno bahkan akibat kegemaranya itu dia pernah berselingkuh selama 2tahun saat sy mengandung lalu melahirkan, dia berselingkuh mungkin karna keadaan fisik sy yg tidak oke dan juga sy tidak bisa mengurus diri di karnakan sibuk mengurus bayi juga anak.

    sekarang dia bilang sudah tidak berhubungan lg dg teman selingkuhanya itu dg alasan kasihan anak anak tetapi masih suka menonton film porno sampai sy diharuskan membesarkan payudara sy dan masih bnyk lg yg berkaitan dgkepuasan seksnya.

    sy merasa telah berusaha semampu sy dg apa yg sy miliki dan apa yg dikaruniai allah tapi sy merasa dg sikapnya itu suami tidak merasa puas dg apa yg ada pd diri sy, bagai mana sy harus menyikapi hal ini terkadang sy strees berat mengurus 2 anak yg masih kecil kecil juga menuruti kemauan suami yg terkadang menyinggung perasaan sy. sy mohon dengan sangat jawabanya trimakasih.

    saya turut prihatin dengan kondisi yang ibu alami, mudah-mudahan Allah berikan petunjuk kepada suami agar kembali ke jalan yang benar,.
    Dampak menonton film porno sangat buruk, baik yang menonton itu orang yang belum menikah, atau sudah menikah,.
    Salah satu dampak bagi yang belum menikah, maka dia tidak akan mendapatkan kepuasan ketika menikah kelak, apa yang dilihat di film sudah meracuni otak dan pikirannya, jadi secantik apapun istrinya, maka dia tidak akan merasa puas,. sehingga tetap akan mencari kepuasan lain selain dari istrinya sendiri,. bahkan sering juga malah si istri tidak merasa puas, karena si suami yg sering nonton film porno akan mengalami gangguan sexual spt ejakulasi dini, dll , ulasan tentang hal ini bisa dibaca disini

    Mungkin artikel-artikel ini bisa menjadi bahan pemikiran untuk orang yang kecanduan film porno, coba dibaca link ini, di print untuk dibaca suami ibu,
    Akibat Kecanduan film porno,. silahkan lihat disini
    Masih dampak dari film porno, bahaya sekali, lihat disini

    Ada juga kisah istri yang menjadi korban karena suaminya kecanduan film porno, padahal usia pernikahan mereka sudah 15 tahun silahkan baca kisahnya disini

    Bagaimana menyikapi suami yang buruk akhlaknya, silahkan baca disini

    Suami yang membiarkan kemaksiatan di rumah tangganya, itu adalah suami dayyuts , apalagi malah sebagai suami malah berbuat maksiat dengan hobi nonton film porno, padahal ancaman suami dayyuts itu diancam tidak akan masuk surga, silahkan baca disini postingannya

    Sering-seringlah berdoa untuk kebaikan suami, nasehati suami dengan cara yg santun,.

  11. Saya wanita sdh bekerja 10 thn di dunia pendidikan. Menikah 3 thn, blm dikaruniai anak. Suami saya baik, bertanggungjawab menafkahi saya dan menasihati dalam kebaikan, namun adakalanya suami tdk mendukung pekerjaan saya spt menyuruh bolos agar bisa sekadar jalan2. Apakah saya wajib memenuhi permintaannya krn dilain pihak saya merasa merugikan banyak org. Saya sdh menawarkan untuk keluar, tp suami justru tdk mengijinkan krn khawatir saya bosan. Mohon pencerahaannya, trm ksh.

    terimakasih mba anindya,
    Jika anda sudah tercukupi dari nafkah suami, maka lebih baik anda di rumah saja, tidak usah bekerja, anda berkhidmat untuk melayani suami,.
    Bisa saja anda belum dikaruniai anak karena mba terlalu cape bekerja di luar rumah,
    Dan mba lebih wajib berbakti kepada suami daripada kepada orang lain,. silahkan baca nasehat ini , silahkan klik link ini

    Nasehat bagi wanita yang bekerja diluar rumah, klik link ini

    Mudahnya wanita meraup pahala yang sangat banyak, dan itu ada dirumahnya, bukan diluar rumah, klik link ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*