Tuntunan Shalat Tarawih Nabi, Berapa Rakaat shalat tarawih dan witir?

Derajat Hadits Shalat Tarawih Dua Puluh Tiga Raka’at

Oleh : Al-Utadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Hadits Pertama

“Artinya : Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam, shalat di bulan Ramadlan dua puluh raka’at, [Hadits riwayat : Ibnu Abi Syaibah, Abdu bin Humaid, Thabrani di kitabnya Al-Mu’jam Kabir dan Awsath, Baihaqi dan bnu Adi dan lain-lain]

Di riwayat lain ada tambahan : “Dan (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) witir (setelah shalat dua puluh raka’at)”. Riwayat ini semuanya dari jalan Abu Syaibah, yang namanya : Ibrahim bin Utsman dari Al-Hakam dari Miqsam dari Ibnu Abbas.

Imam Thabrani berkata : “Tidak diriwayatkan dari Ibnu Abbas melainkan dengan isnad ini”.

Imam Baihaqi berkata : “Abu Syaibah menyendiri dengannya, sedang dia itu dla’if”.

Imam Al-Haistami berkata di kitabnya “Majmauz Zawaid (3/172) : “Sesungguhnya Abu Syaibah ini dla’if”.

Al-Hafidz (Ibnu Hajar) berkata di kitabnya Al-Fath (syarah Bukhari) : “Isnadnya dla’if”.

Al-Hafidz Zaila’i telah mendla’ifkan isnadnya di kitabnya Nashbur Rayah (2/153).

Demikian juga Imam Shan’ani di kitabnya Subulus Salam (syarah Bulughul Maram) mengatakan tidak ada yang sah tentang Nabi shalat di bulan Ramadlan dua puluh raka’at.

Saya berkata : Bahwa hadits ini “Dlai’fun Jiddan” (sangat leamh). Bahkan muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan : “Maudlu”.

Tentang kemaudlu’an hadits ini telah beliau terangkan di kitabnya “Silsilah Hadits Dla’if wal Maudlu” dan “Shalat Tarawih” dan “Irwaul Ghalil”. Siapa yang ingin mengetahui lebih luas lagi tentang masalah ini, bacalah tiga kitab Al-Albani di atas, khususnya kitab shalat tarawih.

Sebagaimana telah kita ketahui dari keterangan beberapa ulama di atas sebab lemahnya hadits ini, yakni karena di isnadnya ada seorang rawi tercela, yaitu Ibrahim bin Utsman Abu Syaibah. Tentang dia ini, ulama-ulama ahli hadits menerangkan kepada kita :

[1]. Kata Imam Ahmad, Abu Dawud, Muslim, Yahya, Ibnu Main dan lain-lain : “Dla’if”.
[2]. Kata Imam Tirmidzi : “Munkarul Hadits”.
[3]. Kata Imam Bukhari : “Ulama-ulama (ahli hadits) mereka diam tentangnya” (ini satu istilah untuk rawi lemah tingkat tiga).
[4]. Kata Imam Nasa’i dan Daulaby : “Matrukul Hadits”.
[5]. Kata Abu Hatim : “Dla’iful Hadits, Ulama-ulama diam tentangnya dan mereka (ahli hadits) meninggalkan haditsnya”.
[6]. Kata Ibnu Sa’ad : “Adalah dia Dla’iful Hadits”.
[7]. Kata Imam Jauzajaniy : “Orang yang putus” (satu istilah untuk lemah tingkat ketiga).
[8]. Kata Abu Ali Naisaburi : “Bukan orang yang kuat (riwayatnya)’.
[9]. Kata Imam Ad-Daruquthni : “Dla’if”.
[10]. Al-Hafidz menerangkan : “Bahwa ia meriwayatkan dari Al-Hakam hadits-hadits munkar”.

Periksalah kitab-kitab :

[1]. Irwaul Ghalil, oleh Muhaddits Syaikh Al-Albani. 2 : 191, 192, 193.
[2]. Nashbur Raayah, oleh Al-Hafidz Zaila’i. 2 : 153.
[3]. Al-Jarh wat Ta’dil, oleh Imam Ibnu Abi Hatim. 2 : 115
[4]. Tahdzibut-Tahdzib, oleh Imam Ibnu Hajar. 1 : 144, 145
[5]. Mizanul I’tidal, oleh Imam Adz-Dzahabi. 1 : 47, 48

Hadits kedua.

“Artinya : Dari Yazid bin Ruman, ia berkata : Adalah manusia pada zaman Umar bin Khattab mereka shalat (tarawih) di bulan Ramadlan dua puluh tiga raka’at”. [Hadits Riwayat : Imam Malik di kitabnya Al-Muwath-tha 1/115]

Keterangan :
Hadits ini tidak sah ! Ketidaksahannya ini disebabkan karena dua penyakit :

Pertama :
“Munqati” (Terputus Sanadnya). Karena Yazid bin Ruman yang meriwayatkan hadits ini tidak bertemu dengan Umar bin Khaththab atau tidak sezaman dengannya. Imam Baihaqi sendiri mengatakan : Yazid bin Ruman tidak bertemu dengan Umar. Dengan demikian sanad hadits ini terputus. Sanad yang demikian oleh Ulama-ulama ahli hadits namakan Munqati’. Sedang hadits yang sanadnya munqati’ menurut ilmu Musthalah Hadits yang telah disepakati, masuk kebagian hadits Dla’if yang tidak boleh dibuat alasan atau dalil.

Tentang tidak bertemunya Yazid bin Ruman ini dengan Umar telah saya periksa seteliti mungkin di kitab-kitab rijalul hadits yang ternyata memang benar bahwa ia tidak pernah bertemu atau sezaman dengan Umar bin Khattab.

Kedua.
Riwayat diatas bertentangan dengan riwayat yang sudah shahih di bawah ini :

Hadits Ketiga.
“Artinya : Dari Imam Malik dari Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid, ia berkata : “Umar bin Khattab telah memerintahkan Ubay bin Ka’ab dan Tamim Ad-Dariy supaya keduanya shalat mengimami manusia dengan sebelas rakaat”.

Sanad hadits ini shahih, karena :
[1]. Imam Malik seorang Imam besar lagi sangat kepercayaan yang telah diterima umat riwayatnya.
[2]. Muhammad bin Yusuf seorang kepercayaan yang dipakai riwayatnya oleh Imam Bukhari dan Muslim.
[3]. Sedang Saib bin Yazid seorang shahabat kecil yang bertemu dan sezaman dengan Umar bin Khatab.
[4] Dengan demikian sanad hadits ini Muttashil/bersambung.

Kesimpulan.
[1]. Riwayat-riwayat yang menerangkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di bulan Ramadlan (shalat tarawih) 20 raka’at atau 21 atau 23 raka’at tidak ada satupun yang shahih. Tentang ini tidak tersembunyi bagi mereka yang alim dalam ilmu hadits.

[2]. Riwayat-riwayat yang menerangkan bahwa di zaman Umar bin Khattab para shahabat shalat tarawih 23 raka’at tidak ada satupun yang shahih sebagaimana keterangan di atas. Bahkan dari riwayat yang Shahih kita ketahui bahwa Umar bin Khattab memerintahkan shalat tarawih dilaksanakan sebelas raka’at sesuai dengan contoh Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam [1].

[Disalin dari kitab Al-Masaa-il (Masalah-Masalah Agama)- Jilid ke satu, Penulis Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Terbitan Darul Qolam – Jakarta, Cetakan ke III Th 1423/2002M]
_________
Foote Note
[1]. Ditulis tanggal 14-3-1986

Tanya jawab tentang jumlah rakaat shalat tarawih, tidak ada hadits atau atsar yang SAH atau SHAHIH bahwa Rasulullah dan Para Sahabat melakukan Shalat tarawih lebih dari Sebelas Rakaat,

Video yang sangat bagus yang menjelaskan tentang Ramadhan dan Shaum, serta tahqiq ilmiyah shalat tarawih

Print Friendly

18 Comments

  1. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabaro katuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Ustadzt, apakah dalam rokaat terakhir sholat witir di sunahkan membaca 3 surat (An-Nas, Al-Falaq, Ahad)? karena setiap mengikuti sholat witir ini selalu baca 3 Surat pendek tersebut

    Untuk lebih jelasnya, silahkan baca postingan ini

    Wassalamu’alaikum waroh matullohi wabaro katuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  2. assalamu alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    mf kebanyakan nongol sana sini d situs ini. oh ya di atas nabi menyebutkan qiyamu ramadhan tp populere teraweh? npa bs begitu ya…….

    Shalat ini dinamakan tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat setelah melaksanakan shalat empat raka’at. Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam. Akan tetapi shalat tarawih ini dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih ini adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan.[1]

    selengkapnya bisa baca disini

  3. oh ya hukum salat teraweh kan sunnah tp napa dilakukan berjamaah pa da hadis Nabi yg menunut itu.

    ya, ada, bahkan keutamaannya sangat besar,
    Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب الله له قيام ليلة

    “Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450)
    itu anjuran shalat tarawih berjamaah bersama imam,

  4. ternyata dari Nabi tp npa khalifah umar bilang shalat berjamaah teraweh bidah?

    Sebab dijaman Umar para sahabat shalat tarawih berkelompok-kelompok, tidak satu imam, sehingga umar mengumpulkan mereka, dan bermakmum dengan satu imam, sebagaimana jaman Rasulullah, beliau melakukan tarawih dengan satu imam,..

    Adapun maksud ucapan bidah yang diucapkan umar adalah bidah secara bahasa, bukan bidah secara istilah, sebab umar tidak melakukan perbuatan baru yang tidak ada contohnya dari Rasulullah, bahkan umar mengembalikan tatacara shalat tarawih sebagaimana ketika jaman rasulullah,… mudah-mudahan bisa dipahami,

  5. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    setelah melakukan sholat tarawih (setelah sholat isya’) apa masih bisa mengerjakan sholat tahajjud ( setelah bangun tidur) di malam hari..

    Setelah anda ikut shalat tarawih bersama imam hingga selesai, hingga imam salam, maka dicatat pahalanya seperti shalat semalam suntuk, itu jika anda mengikuti shalat tarawih hingga selesai imam salam.
    Boleh melakukan shalat malam setelah kita bangun tidur, dan anda jangan shalat witir lagi, karena tidak ada dua witir dalam satu malam

    karena saya baca sholat tarawih = shalat malam terima kasih

    Betul, shalat tarawih adalah shalat malam juga, hanya karena di bulan ramadhan, maka disebut shalat tarawih, dikerjakan berjamaah, jika shalat malam diluar ramadhan, maka tdk disunnahkan tuk berjamaah, tapi dikerjakan sendiri-sendiri

    wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  6. apakah hakikat dari pada hukum melaksanakan sholat tarawih?
    apakah makna dari kata tarawih itu sendiri?
    tahukah kita, bagaimana rasul saw dahulu melaksanakan sholat tarawih?
    apakah makna yang terkandung di dalam bacaan niat berpuasa?
    lantas dari kajian di atas semua, apakah pelaksanaan ibadah tarawih umumnya di indonesia, apakah tergolong kepada bid’ah?

    Lihat saja tatacaranya, bacaan-bacaan yang dibaca, tumaninah atau tidaknya,..
    Jika sesuai dengan contoh yang diajarkan oleh Rasulullah, maka tidak termasuk bidah,..

    Yg termasuk bidah diantaranya, adanya bacaan-bacaan diantara shalat tarawih, setiap di rakaat kedua membaca surat alikhlas, shalat kilat express yang tidak ada tumaninahnya,shalat menggunakan bilal padahal masjid kecil,malahan surau yg kecil,habis tarawih melafadzkan niat puasa ,.. dll

  7. “maka lebih bagus melakukan shalat malam dengan 10 raka’at ditambah dengan witir 3 raka’at,”…(dr artikel di atas), kalau di jumlah jd nya 13 rakaat, yg betul 13 apa 11 ya akhi?

    terimakasih mas rizal, jumlah rakaatnya 11 , 8 rakaat tarawih, dan 3 rakaat witir,
    adapun caranya shalat witir 2 rakaat salam dilakukan 4 kali, dan witir bisa langsung 3 rakaat langsung salam, atau 2 rakaat salam dan 1 rakaat salam,

  8. kalau aq malah shalat nya tengah malam menjelang sahur, atau sesudah sahur sendirian biar lbh kyusu.

    aq jarang shalat di masjid kecuali shalat wajib dan rawatib.shalat tahajud dan tarawih sama saja. cuma beda istilah doank. yg bkin dinamakan tarawih krn nabi muhammad saat shalat tahajud di masjid, sering istirahat. tiap selesai beberapa raka’at. tarawih arti nya istirahat atau santai. aq setuju shalat tarawih dilakukan berjamaah di masjin supaya bln ramadhan ramai dg org beribadah.

    Terimakasih mas luthfi, sudah komentar disini,.
    Ada ganjaran yang sangat besar bagi orang yang shalat tarawih bersama imam hingga selesai,.
    Yaitu akan dicatat seperti kita shalat semalam suntuk,.
    Mungkin anda bisa shalat khusyu, menurut anda, karena khusyu itu bukan menurut orang yang melakukannya,. tapi khusyu bisa didapatkan jika kita memiliki ilmu tentang shalat,. baik bacaannya, caranya, gerakannya,.

    Jadi jangan kita terkecoh, ingin shalat khusyu sendirian, tapi melepaskan pahala shalat malam semalam suntuk,. sebaiknya anda baca postingan ini, dan anda bisa memilih yang terbaik klik disini

  9. Adakah dalil yang shahih yang menyatakan bahwa pada saat witir harus membaca surat/ ayat tertentu ? dan pada witir rakaat ke 3 harus membaca 3 surat ( Al Ikhlas,surat al falaq dan surat annas ) ?
    trima kasih

    Terimakasih Effi, sudah komentar disini, ada hadits yang menjelaskan tentang bacaan surat dalam shalat witir, sudah pernah saya posting, silahkan lihat di postingan ini
    Mudah-mudahan bermanfaat,

    Doa setelah shalat witir juga sudah diposting disini

  10. Assalamu alaykum warohmatullah, ana mau nanya:
    1. mana yg lebih rojih witir 3 roka’at 1 salam atau 3 roka’at 2 salam?
    2. kalo kedua2nya rojih apakah dasar untuk memilih salah satunya? manakah yg paling sering dilakukan Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam?
    3. bila melakukan witir 1 roka’at bagaimana posisi duduknya (apakah Iftirosy atau tawarruk?)
    tolong sertakan riwayat haditsnya ya.

    Jazakallah

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih sudah komentar disini,.
    1. Kedua-duanya bisa diamalkan, karena ada contohnya dari rasulullah, sesekali mengerjakan yang 3 rakaat langsung salam, dan sesekali mengerjakan 3 rakaat dengan dua salam
    2. agar bisa mengamalkan kedua sunnah tersebut, maka bisa dikerjakan bergantian, misalkan hari ini mengerjakan 3 rakaat langsung salam, maka di kesempatan lain mengerjakan yang 3 rakaat dengan dua salam, lebih detailnya utk pertanyaan no. 1 dan 2 sudah saya posting disini
    3. duduk di akhir salam adalah duduk tawaruk , silahkan lihat postingan ini

    Jazakumullahu khairan

  11. Assalamualaikum
    saya pengin tanya jika kita duduk tasyahud akhir pd semua shalat sunah 2 raakat,apakah duduknya iftirasy atau tawaruk? apakah ini juga berlaku untuk shalat subuh juga? mohon penjelasannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih kang Dhadhik, sudah komentar disini,.
    untuk shalat 2 rakaat, cara duduknya adalah duduk iftirasy, bisa juga duduk tawaruk, masalah ini ada perselisihan di kalangan para ulama, ada dalil-dalil yang menunjukkan akan posisi duduk tersebut, jadi boleh sekali-kali kita mengamalkan salah satu dari posisi duduk tersebut,

    • ohhh gituu,terimakasih atas penjelasannya
      Assalamualaikum warahmatullah

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  12. Assalamulaikum wr wb.
    maaf mau tanya kenapa jumlah rakaat tarawih antara wahabi indonesia dan arab saudi berbeda ya . indonesia 11 rakaat + witir , arab kalau g salah 35 rakaat + witir .

    syukron.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Mau 11 rakaat atau 23 rakaat, itu tidak masalah, yang penting pelaksanaanya sesuai cara shalat rasulullah, yaitu dijaga tuma’ninahnya, bukan shalat 23 rakaat yang super cepat, alias kilat ekspress, sebagaimana dilakukan oleh sebagian yang ngaku sebagai ASWAJA, contohlah shalat tarawih di saudi, 23 rakaat juga tidak super ngebut, sebagaimana bisa kita saksikan di indonesia, di jakarta pun ada, silahkan lihat postingan shalat kilat ekspress disini

    Tatacara shalat tarawih dan berapa jumlah rakaatnya, silahkan lihat postingan ini, biar tidak bingung,. klik link ini

    • terima kasih atas jawabannya.
      kayak nya wahabi indonesia mulai mau memisahkan diri dari induk nya wahabi saudi, why ???.
      karena sudah berani berbeda dengan induknya ( wahabi kan paling ga suka liat perbedaan ).
      sholat tarawih berbeda bilangan rakaatnya.
      syech albani melarang pengikut nya punya TV, wahabin indonesia rajin mendirikan TV ( rodja dan ahsan).
      syech nya sholat pakai gamis, pengikut nya sholat pakai celana.
      aduh … saya takut jangan2 kayak di iraq nanti nya, buat khilafah sendiri.

      Saudi bukanlah patokan kebenaran, jadi SALAH BESAR bahwa salafi itu adalah saudi sebagai acuannya,.
      Salafi jauh sebelum negara saudi ada dakwah salaf sudah ada, bahkan Imam bukhari menyebut bab khusus tentang salaf, padahal negara saudi belum lahir, Syaikh muhammad bin abdul wahhab pun belum lahir,.
      Salafi bukan ormas,kelompok, silahkan baca di postingan ini

      Tentang pakaian gamis, celana, sudah saya postingkan spesial untuk anda dan pembaca semua, silahkan lihat disini

  13. kenapa ngak ada bacaan niat shalatnya sih ?

    Terimakasih mba hasanatul khairiah, sdh komentar disini,.
    Niat itu adalah perbuatan hati, bukan perbuatan lisan,
    Dalam shalat kita wajib menjaga dan menghadirkan niat dari awal takbiratul ihram hingga salam, jadi niat tersebut bukan HANYA DI AWAL SHALAT,. tapi menyertai dari awal shalat hingga salam,

    Adapun bacaan ushali, atau nawaitu dst,. itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, jadi tidak boleh diamalkan, silahkan baca ulasannya disini

  14. mas admin…

    sy mnympaikan terimakasih yg mndalam atas ilmunya dari web site yg baik ini.
    smga Alloh slalu mnjaga mas admin,klrga dan smua yg mmbntu dlm kbaikan.
    jazakumullohu khairan katsir.

    ijin mnybarkn ilmunya ya

    Aamiin,.
    Jazakumullahu khairan,.
    Silahkan,.

  15. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan,

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – خَرَجَ ذَاتَ لَيْلَةٍ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ ، فَصَلَّى فِى الْمَسْجِدِ ، فَصَلَّى رِجَالٌ بِصَلاَتِهِ فَأَصْبَحَ النَّاسُ فَتَحَدَّثُوا ، فَاجْتَمَعَ أَكْثَرُ مِنْهُمْ فَصَلَّوْا مَعَهُ ، فَأَصْبَحَ النَّاسُ فَتَحَدَّثُوا فَكَثُرَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ ، فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَصَلَّوْا بِصَلاَتِهِ ، فَلَمَّا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الرَّابِعَةُ عَجَزَ الْمَسْجِدُ عَنْ أَهْلِهِ حَتَّى خَرَجَ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ ، فَلَمَّا قَضَى الْفَجْرَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ ، فَتَشَهَّدَ ثُمَّ قَالَ « أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّهُ لَمْ يَخْفَ عَلَىَّ مَكَانُكُمْ ، لَكِنِّى خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ فَتَعْجِزُوا عَنْهَا »

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam keluar di tengah malam untuk melaksanakan shalat di masjid, orang-orang kemudian mengikuti beliau dan shalat di belakangnya. Pada waktu paginya orang-orang membicarakan kejadian tersebut. Kemudian pada malam berikutnya orang-orang yang berkumpul bertambah banyak lalu ikut shalat dengan beliau.

    Dan pada waktu paginya orang-orang kembali membicarakan kejadian tersebut. Kemudian pada malam yang ketiga orang-orang yang hadir di masjid semakin bertambah banyak lagi, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk shalat dan mereka shalat bersama beliau.

    Kemudian pada malam yang keempat, masjid sudah penuh dengan jama’ah hingga akhirnya beliau keluar hanya untuk shalat Shubuh. Setelah beliau selesai shalat Fajar, beliau menghadap kepada orang banyak membaca syahadat lalu bersabda:

    “Amma ba’du, sesungguhnya aku bukannya tidak tahu keberadaan kalian (semalam).

    Akan tetapi aku takut shalat tersebut akan diwajibkan atas kalian, sementara kalian tidak mampu.”

    Apakah ini mengandung arti bahwa, sholat tarwih nabi setelah 3 hari dilakukan dirumah karena takut dianggap wajib? Dan mengapa admin lebih menganjurkan kepada yang dilakukan umar yaitu berjama’ah dimasjid, tidak mengikuti nabi saja sholat tarwih dirumah?

    Mohon penjelasan?

    Penjelasannya, simpel saja mas,.
    Rasulullah sudah meninggal, wahyu sudah terputus,.
    Dan Umar menghidupkan apa yang dulu Rasulullah kerjakan,
    Dan tidak ada ketakutan lagi jika tarawih dengan satu imam itu menjadi wajib,.

    Ingat,. sebelum umar mengumpulkan menjadi satu imam, bukan tidak ada tarawih, tapi ada, jadi dalam satu masjid itu para sahabat shalat beberapa kelompok dengan masing-masing imamnya,. lalu umar menjadikannya satu imam, sebagaimana Rasulullah juga melakukan tarawih dengan satu imam,.

    Kalau rasullah melakukan terus menerus, takutnya itu akan menjadi diwajibkan, sebab wahyu masih turun, dan Rasulullah itu amat sayang kepada umatnya, tidak mau memberatkan umatnya,.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*