Jumlah Rakaat Tarawih Pilihan Rasulullah,.. Rasul Mengerjakan TIDAK LEBIH dari 11 Rakaat

Minimal Rakaat Shalat Tarawih Berapa Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Jumlah Rakaat Tarawih Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Rakaat Terawih

shalat-terawihShalat ini dinamakan tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat  setelah melaksanakan shalat empat raka’at. Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam. Akan tetapi shalat tarawih ini dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih ini adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan.[1]

Adapun shalat tarawih tidak disyariatkan untuk tidur terlebih dahulu dan shalat tarawih hanya khusus dikerjakan di bulan Ramadhan. Sedangkan shalat tahajjud menurut mayoritas pakar fiqih adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah bangun tidur dan dilakukan di malam mana saja.[2]

Para ulama sepakat bahwa shalat tarawih hukumnya adalah sunnah (dianjurkan). Bahkan menurut ulama Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyyah, hukum shalat tarawih adalah sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan). Shalat ini dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan. Shalat tarawih merupakan salah satu syi’ar Islam.[3]

Imam Asy Syafi’i, mayoritas ulama Syafi’iyah, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan sebagian ulama Malikiyah berpendapat bahwa lebih afdhol shalat tarawih dilaksanakan secara berjama’ah sebagaimana dilakukan oleh ‘Umar bin Al Khottob dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Kaum muslimin pun terus menerus melakukan shalat tarawih secara berjama’ah karena merupakan syi’ar Islam yang begitu nampak sehingga serupa dengan shalat ‘ied.[4]

Keutamaan Shalat Tarawih

Pertama, akan mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi.[5] Hadits ini memberitahukan bahwa shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya.[6]

Yang dimaksud “pengampunan dosa” dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil.[7]

Kedua, shalat tarawih bersama imam seperti shalat semalam penuh.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”[8] Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.

Ketiga, shalat tarawih adalah seutama-utamanya shalat.

Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah. Karena shalat seperti ini hampir serupa dengan shalat fardhu. Kemudian shalat yang lebih utama lagi adalah shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat fardhu, sebelum atau sesudahnya). Shalat yang paling ditekankan dilakukan secara berjama’ah adalah shalat kusuf (shalat gerhana) kemudian shalat tarawih.[9]

Shalat Tarawih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan,

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.”[10]

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – خَرَجَ ذَاتَ لَيْلَةٍ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ ، فَصَلَّى فِى الْمَسْجِدِ ، فَصَلَّى رِجَالٌ بِصَلاَتِهِ فَأَصْبَحَ النَّاسُ فَتَحَدَّثُوا ، فَاجْتَمَعَ أَكْثَرُ مِنْهُمْ فَصَلَّوْا مَعَهُ ، فَأَصْبَحَ النَّاسُ فَتَحَدَّثُوا فَكَثُرَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ ، فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَصَلَّوْا بِصَلاَتِهِ ، فَلَمَّا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الرَّابِعَةُ عَجَزَ الْمَسْجِدُ عَنْ أَهْلِهِ حَتَّى خَرَجَ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ ، فَلَمَّا قَضَى الْفَجْرَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ ، فَتَشَهَّدَ ثُمَّ قَالَ « أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّهُ لَمْ يَخْفَ عَلَىَّ مَكَانُكُمْ ، لَكِنِّى خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ فَتَعْجِزُوا عَنْهَا »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam keluar di tengah malam untuk melaksanakan shalat di masjid, orang-orang kemudian mengikuti beliau dan shalat di belakangnya. Pada waktu paginya orang-orang membicarakan kejadian tersebut. Kemudian pada malam berikutnya orang-orang yang berkumpul bertambah banyak lalu ikut shalat dengan beliau. Dan pada waktu paginya orang-orang kembali membicarakan kejadian tersebut. Kemudian pada malam yang ketiga orang-orang yang hadir di masjid semakin bertambah banyak lagi, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk shalat dan mereka shalat bersama beliau. Kemudian pada malam yang keempat, masjid sudah penuh dengan jama’ah hingga akhirnya beliau keluar hanya untuk shalat Shubuh. Setelah beliau selesai shalat Fajar, beliau menghadap kepada orang banyak membaca syahadat lalu bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya aku bukannya tidak tahu keberadaan kalian (semalam). Akan tetapi aku takut shalat tersebut akan diwajibkan atas kalian, sementara kalian tidak mampu.”[11]

As Suyuthi mengatakan, “Telah ada beberapa hadits shahih dan juga hasan mengenai perintah untuk melaksanakan qiyamul lail di bulan Ramadhan dan ada pula dorongan untuk melakukannya tanpa dibatasi dengan jumlah raka’at tertentu. Dan tidak ada hadits shahih yang mengatakan bahwa jumlah raka’at tarawih yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 20 raka’at. Yang dilakukan oleh beliau adalah beliau shalat beberapa malam namun tidak disebutkan batasan jumlah raka’atnya. Kemudian beliau pada malam keempat tidak melakukannya agar orang-orang tidak menyangka bahwa shalat tarawih adalah wajib.” [12]

Ibnu Hajar Al Haitsamiy mengatakan, “Tidak ada satu hadits shahih pun yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat tarawih 20 raka’at. Adapun hadits yang mengatakan “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat (tarawih) 20 raka’at”, ini adalah hadits yang sangat-sangat lemah.”[13]

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Adapun yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari hadits Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di bulan Ramadhan 20 raka’at ditambah witir, sanad hadits itu adalah dho’if. Hadits ‘Aisyah yang mengatakan bahwa shalat Nabi tidak lebih dari 11 raka’at juga bertentangan dengan hadits Ibnu Abi Syaibah ini. Padahal ‘Aisyah sendiri lebih mengetahui seluk-beluk kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu malam daripada yang lainnya. Wallahu a’lam.”[14]

Jumlah Raka’at Shalat Tarawih yang Dianjurkan

Jumlah raka’at shalat tarawih yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 11 atau 13 raka’at. Inilah yang dipilih oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang telah lewat.

Juga terdapat riwayat dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata,

كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ

Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari adalah 13 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764). Sebagian ulama mengatakan bahwa shalat malam yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 11 raka’at. Adapun dua raka’at lainnya adalah dua raka’at ringan yang dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembuka melaksanakan shalat malam, sebagaimana pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari[15]. Di antara dalilnya adalah ‘Aisyah mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ لِيُصَلِّىَ افْتَتَحَ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan shalat malam, beliau buka terlebih dahulu dengan melaksanakan shalat dua rak’at yang ringan.”[16] Dari sini menunjukkan bahwa disunnahkan sebelum shalat malam, dibuka dengan 2 raka’at ringan terlebih dahulu.

-Bersambung insya Allah-

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id


[1]Lihat Al Jaami’ Li Ahkamish Sholah, 3/63 dan Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9630.

[2] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9630.

[3] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/9631.

[4] Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/39.

[5] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/39.

[6] Lihat Fathul Bari, 4/251.

[7] Idem.

[8] HR. An Nasai no. 1605, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327, Ahmad dan Tirmidzi. Tirmidzi menshahihkan hadits ini. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ no. 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[9] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9633.

[10] HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738.

[11] HR. Bukhari no. 924 dan Muslim no. 761.

[12] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9635

[13] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9635

[14] Fathul Bari, 4/254.

[15] Fathul Bari, 3/21.

[16] HR. Muslim no. 767.

Simak VIDEO PENJELASAN Tentang Shalat Tarawih yang dilakukan Oleh nabi Muhamamd itu bukan 23 rakaat, tapi 11 rakaat,

Penjelasan disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
Silahkan lihat dan simak videonya

Penjelasan yang cukup JELAS DAN GAMBLANG…
Yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat,.

Jumlah Rakaat Terawih Shalat Tarawih Minimal Berapa Rakaat Jumlah Shalat Tarawih Rakaat Taraweh Berapa Rakaat Tarawih

9 Comments on Jumlah Rakaat Tarawih Pilihan Rasulullah,.. Rasul Mengerjakan TIDAK LEBIH dari 11 Rakaat

  1. Nabi shalat malam baik di bulan ramadhon dn di bulan lainnya tidak pernah lebih dari 11 rakat , apakah beliau dibulan ramadhan witir hanya 3 rakaat?

    rakaat witir tidak terbatas 3 rakaat, asal bilangannya ganjil

    tidak pantas nabi yang ahli ibadah dibulan ramadhan haya witir 3 rakaat sebab yang biasa dilakukan oleh pendukung tarawih 8 rakaat taraweh 8 rakaat witir 3rakaat =11 rakaat .

    mas, jangan dilihat rakaatnya, tapi apa yg dibaca,
    Dan dalam kisah sholat Hudzaifah bin Al-Yaman di belakang Nabi ‘Alaihish Sholatu was Salam bahwa beliau shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam membaca dalam satu raka’at Al-Baqarah kemudian An-Nisa’ kemudian Ali ‘Imran dan beliau membacanya lambat lagi pelan.
    kebayang ngga mas, berapa lamanya??

    dan kalau hadis tersebut dianggap hadis taraweh apakah Nabi taraweh nya setiap bulan?

    hadis ini memang soheh tapi perlu dikritisi cara memahaminya dan jangan di penggal.

    Waduh, berani mengkritik hadits yg shahih, siapa anda?
    Jadi ingat, ketika khalifah harun arrasyid, beliau mau menghukum pamannya yang mempertanyakan hadits yang shahih, bahkah khalifah sudah menyiapkan pedang untuk memenggal kepala pamannya,.. akhirnya pamannya tersebut bertaubat, sehingga hanya dihukum penjara,

    Janganlah memahami ayat atau hadits sendiri, tapi baca juga penjelasannya, baik tafsir alquran atau syarah haditsnya,

  2. ya akhi saya mau tanya, shalat sunnah apa saja yang boleh dikerjakan secara berjama’ah? mohon penjelasannya,

    diantaranya :shalat tarawih dibulan ramadhan, shalat istisqa (shalat minta hujan) , shalat gerhana, shalat jenazah,

  3. apa keutamaan shalat sunah yang dikerjakan secara berjama’ah dari pada yang dikerjakan sendiri? kalau shalat dhuha dan tahajjud, apakah boleh dikerjakan berjama’ah?

    terimakasih mas,.
    sebaik2 contoh adalah apa yg dicontohkan oleh rasulullah,
    Jika rasulullah mencontohkannya, maka boleh kita lakukan, tapi jika rasulullah tidak mencontohkannya, maka jangan kita lakukan,. itu yg lebih selamat, dan lebih utama,

    shalat 5 waktu secara berjamaah itu ada perintahnya, bahkan hukumnya wajib bagi laki-laki untuk berjamaah 5 waktu di masjid, bukan ketika shalat jumat saja,. maka kerjakanlah,.
    sedangkan shalat sunnah secara berjamaah, itu hanya shalat2 tertentu saja, sebagaimana sudah saya sebutkan di jawaban sebelumnya,. jadi tdk ada shalat dhuha berjamaah, atau menyengaja shalat tahajjud berjamaah diluar ramadhan, ini tdk dicontohkan oleh rasulullah

  4. assalaamu’alaykum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    apakah artinya tarawih itu pelan2 atau santai? Apkah shalat tarawih itu adalah shalat 2 rakaat 2rakaat dgn 1 salam,yg dilakukan dgan santai?
    Misalnya,sudah dapat 4 rakaat,trus berhenti sbentar atau pergi minum, ,makan, ,atau berhenti sbentar untk tadarrus alquran,trus dilnjutkan lg shalat tarawihnya, ,apakah itu diperbolehkan?

    Maksudnya dilakukan dengan membaca surat yang panjang, sehingga selesai salam istirahat, tapi bukan pergi dari tempat shalat utk minum atau baca alquran, istirahat disini karena panjangnya bacaan, jadi setiap selesai salam duduk istirahat, lalu dilanjutkan shalat lagi, 2 rakaat salam, 2 rakaat salam,

    , ,dengan maksud shalat sndri dirumah,krn di mushala atau masjid,sukar untk mencari imam yg shalatnya pelan wkt tarawih,smuanya kilat khusus. Jazakallah

    Shalat tarawih lebih afdhal dilakukan berjamaah di masjid, adapun kesalahan imam dalam shalat, itu tanggung jawab imam, bukan tanggung jawab makmum, ada pahala yg besar jika kita shalat tarawih berjamaah di masjid hingga salam bersama imam, akan dicatat baginya pahala seperti shalat semalam suntuk, ada haditsnya, berbeda jika shalat tarawih tsb dikerjakan di rumah sendiri,. tidak mendapatkan keutamaan tsb,

  5. assalaamu’alaikum, akhi. ana mau tanya, kalo sholat tarawih 4 rekaat salam, 4 rekaat salam, lalu disambung 3 witir apakah dibolehkan? sebagian berdalil dengan hadits dari Aisyah ra bahwa shalat tarawih itu 4 rekaat 4 rekaat 3 witir. mohon penjelasannya. jazakallah khairan katsiron.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Cara pengerjaan 4 rakaat tersebut adalah 2 rakaat salam, 2 rakaat salam, lalu untuk yang 3 rakaat adalah : 3 rakaat salam, atau 2 rakaat salam dan 1 rakaat salam,
    Jazakumullahu khairan,

  6. Judulnya bagus sekali “Shalat Taraweh menurut tuntunan Rasulullah”!

    apa shalat Taraweh 20 rakaat itu tidak menurut tuntunan Rasulullah?

    mengapa Mekkah sebagai pusat Islam sedunia Shalat tarawehnya 20 Rakaat?

    apakah tidak ada ulama sekaliber Nasruddin alabani di tanah suci itu? makasih Jawabannya

    Terimakasih mas Harry Mivo,
    Sepertinya anda belum membaca postingan saya yang lain juga yah, baca disini
    Di link tsb ada jawabanya, bahkan jumlah rakaat selain 20 juga ada,. namun tetap, shalat pilihan rasulullah adalah yg dipostingan ini, yaitu 11 rakaat, kan sesuai dengan judulnya

  7. Assalamu’alaikum….
    Maaf gan ane awam tentang hadits, tapi kayaknya haditsnya ada yg dipotong/kepotong pada (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764). Apa benar shalat malam yang dilaksanakan Rasululloh SAW dalam hadits itu adalah shalat tarawih+witir?
    Di halaman blog ini bukan membahas apa yg dibaca, tapi membahas sesuai judulnya “Jumlah Rakaat Tarawih Pilihan Rasulullah”. Jadi, apakah benar Rasulullah menganjurkan shalat tarawih+witir 11 rakaat? Padahal dalam hadits disebutkan bahwa Rasululloh mengerjakan sholat 13 rakaat itu di bulan ramadlon dan di luar bulan ramadlon, jadi apa mungkin sholat tarawih dilakukan di luar bulan ramadlon?

    JazakAlloh

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Betul, itu sdh tmsk witir,. dan ttg jumlah rakaat 11 dan 13 itu juga tdk bertentangan, dijelaskan rasulullah shalat ringan 2 rakaat sebelum shalat tarawih, jadi tarawihnya tetap 11 rakaat sdh tmsk witir, coba anda baca lagi dengan teliti di artikel tersebut,.

    waiyyaaka

  8. Asalamualaikum ya ahi, boleh kan melaksanakan shalat tahajud pada bulan ramadhan, meskipun sudah melakukan shalat tarawih , apa kah rosul pernah mencontohkan terima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Rasulullah melakukan paling banyak itu 11 rakaat,.tidak lebih,.
    Jadi yang jadi panutan kita adalah Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*