Mengapa Mereka Menyembah Kuburan?

Dalam fakta sejarah, paganisme merupakan agama sesat pertama yang dianut oleh manusia bermula saat mereka membutuhkan panutan untuk dijadikan sebagai pedoman hidup, mereka mengangkat pemimpin yang shalih, dicintai dan dihormati. Penghormatan tersebut tidak terbatas pada saat sang pemimpin masih hidup, namun berlanjut hingga ketika dia sudah meninggal.

Hal tersebut diwujudkan dengan membuat patungnya sebagai simbol penghormatan yang pada akhirnya digunakan sebagai sesembahan. Fenomena menyembah patung ini sudah mulai bergeser bentuk pada zaman sekarang, manusia sudah tidak lagi membuat patung sesembahan. Namun mereka masih mengeramatkan makam tertentu dan meminta segala kebu-tuhannya kepadanya. Bahkan seorang kuburi sebutan untuk penyembah kuburan- berkeyakinan bahwa mengunjungi makam wali sama dengan mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat.

Mereka juga menyamakan makam wali dengan Baitullah al-Haram (Ka’bah) dan menziarahinya dianggap sebagai pelaksanaan ibadah haji baginya. Simak Kajian Para Asatidzah berikut ini seputar kuburan yang disembah.

Bisa didengarkan disini:

Kuburan Agung

Ziarah Kubur

Tanya Jawab Kuburan Wali

Download File:

  1. Kuburan Agung – Ustadz Kholid Abdush Shomad.mp3
  2. Ziaroh Kubur – Ustadz Badrussalam Lc.mp3
  3. Tanya Jawab Kuburan Wali – Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.mp3

Sumber: http://suaraquran.com/

Dinukil ulang dari : http://alqiyamah.wordpress.com

Print Friendly, PDF & Email

5 Comments

  1. Seharusnya tidak sampai sejauh itu mereka memperlakukan kuburan, kalau bagi saya yang penting adalah ketika berziarah ke makam seseorang, apalagi yang pernah berjasa adalah mendo’akannya agar semua amalannya diterima oleh Alloh subhanahu wata’ala, lalu berterima kasih atas jasanya menyebarkan agama Islam.Maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan 🙂

    Ya, memang seharusnya tidak seperti itu, karena itu adalah bisa menghancurkan segala amalnya, jika pelakunya tidak bertaubat, karena itu termasuk perbuatan kesyirikan, sedangkan Allah tidak mengampuni perbuatan syirik,

    Tatacara berziarah juga sudah dijelaskan oleh Rasulullah, bagaimana adab-adab berziarah, sehingga ziarah itu bisa berpahala, bukan malah mendatangkan dosa, apalagi malahan menjerumuskan kita ke dalam kesyirikan..

    Cara berterima kasih tidak harus kita menyengaja/meniatkan untuk menziarahi ke kuburannya, karena ini terlarang, jangankan kubur orang sholeh, kubur Rasulullah, orang yang paling berjasa di muka bumi ini, itu terlarang, jika kita niatkan bahwa kita mau ziarah ke kubur Rasulullah, apalagi kita meniatkan menziarahi kuburan selain Rasulullah…. Berdo’a bisa dimana saja,jadi jika ingin mendoakan orang yang telah berjasa, tidak harus mendatangi ke kuburannya,

    • Jika dosa syirik tidak diampuni lalu apa solusi taubat terhadap orang-orang yang sudah melakukan syirik????

      Dengan cara taubat nasuha, taubat dengan sebenar-benar taubat,

      Dan sebutkan Dalil bahwa Rasulullah melarang kita untuk menziarahi kubur beliau.

      Perlu diperhatikan mas, ziarah kubur tidak dilarang, yang dilarang adalah jika kita melakukan perjalanan jauh dengan tujuan untuk ziarah kubur, ini tdk boleh, baik utk ziarah kubur rasulullah, atau kuburan selain rasulullah, seperti yg kita saksikan di indonesia, yaitu wisata rohani ke kubur2 walisanga,.. itu hal yg dilarang, sebagaimana sabda rasulullah:

      لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: اَلْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ مَسْجِدِ الرَّسُوْلِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَ مَسْجِدِ اْلأَقْصَى

      “Tidak boleh mengadakan perjalanan jauh (untuk beribadah) kecuali menuju tiga mesjid, yaitu Masjidil Haram, Mesjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (Mesjid Nabawi), dan Mesjid al-Aqsha.” (HR. al-Bukhari: 1189 dan Muslim: 1397)

      Maksud larangan mengadakan perjalanan jauh (safar)–kecuali menuju tiga mesjid–adalah apabila seseorang bermaksud mengkhususkan tempat yang dianggap lebih mulia daripada tempat lainnya dengan meyakini adanya keistimewaan tertentu di dalamnya. Oleh karenanya, tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan tiga tempat yang disebutkan, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan keistimewaan masing-masing dari tiga mesjid yang diperbolehkan bagi seseorang untuk mengadakan perjalanan jauh kepadanya tadi. Adapun tempat-tempat lainnya, maka tidak disebutkan keistimewaannya.

  2. tau akh gelaaaaap gw puuucink mna yang bner sey ……..???????????
    yg pasti umat islam biar pada taubat za deh semua………
    amaluna amalukum z……

    Seharusnya anda baca link ini juga, insya Allah anda lebih faham, https://aslibumiayu.net//2010/04/23/jika-kuburan-dikeramatkan/

    Sebenarnya perkaranya sudah sangat jelas, Rasulullah sudah melarang perbuatan-perbuatan tersebut, tinggal bagaimana sikap kita setelah kebenaran dari Rasulullah itu datang,

    Sebagai muslim yang taat, tentunya menerima apa yang datang dari Rasulullah, dan ikut mengingatkan kaum muslimin yang belum tahu akan permasalahan ini dengan hikmah, dengan lemah lembut, bukan dengan cara-cara yang bisa merusak citra islam, dan merendahkan Rasulullah,

    Sebagai seorang muslim, tentunya kita juga menginginkan saudara muslimin lainnya selamat dari adzab Allah disebabkan menentang perintah Rasulullah, jadi sikap yang benar adalah sikap peduli kepada keselamatan saudaranya sesama muslim,bukan tidak mau tahu, atau cuek terhadap kemungkaran yang dilakukan oleh kaum muslimin,

    Ingat ancaman Allah, jika kita cuek terhadap kemungkaran, “seperti kata-kata amaluna amalukum…”
    Apa akibatnya jika kaum muslimin diam ketika ada kemungkaran? Berikut Ancaman Allah jika kita tidak mengingkari, atau mencegah kemungkaran yang timbul,

    وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
    Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (surat al anfal ayat 25)

    Kita harus mengajak kaum muslimin untuk melakukan kebajikan, dan mencegah dari perbuatan mungkar. Jika tidak, musibah yang terjadi akibat kemaksiatan itu akan menimpa seluruh masyarakat secara umum. Kenyataan ini juga digambarkan dalam beberapa hadis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam :

    إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلاَ يُنْكِرُوهُ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَذَّبَ اللهِ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَ

    Sesungguhnya Allah tidak mengazab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengazab yang umum maupun yang khusus. (HR Ahmad).

    ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
    Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (surat Ar ruum ayat 41)

  3. fenomena bid’ah spt itu ga akan hilang dgn cara da’wah kalian yg bid’ah jg, kalo da’wah via internet, ada kbaikan buat agama , PASTI mereka para shahabat r.hum sdh lbh dulu internet-an…

    siapa nobatkan antum semua jadi pokisi ‘amal?

    Perlu diketahui, arti bid’ah secara syar’i/istilah dan secara bahasa,
    Internet bid’ah?? betul sekali internet itu adalah bid’ah, tapi bid’ah secara bahasa, ada lagi sebenarnya yang bid’ah, seperti pesawat,mobil,handphone,komputer, dan lain-lain urusan dunia,..
    perlu anda ketahui, hukum asal dari perkara dunia adalah boleh, sampai ada dalil yang melarangnya…

    Sebaliknya, bid’ah menurut istilah adalah perbuatan yang diada-adakan tanpa contoh dari Rasulullah, dan dimaksudkan untuk beribadah kepada allah, mengharapkan pahala dari Allah,

    dalam hal ibadah, hukum asalnya adalah terlarang, sampai ada dalil yang memerintahkannya,…

    jadi jangan salah faham dalam memahami bid’ah ini,…

    secanggih apapun jaman ini, tidak dapat mengalahkan cara dakwah yang dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum, karena merupakan manusia yang dididik langsung oleh Rasulullah,…

  4. Menziarahi makam kakek nenek atau mungkin orangtua kita, tujuanya kan membersihkan makam. Terus hukumya apa?

    Kalau ziarah tujuanya untuk membersihkan makam, hukumnya mubah, atau boleh..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*