Bagaimana Status Anak Hasil Zina? Sebagai renungan bagi yang ingin menikah tapi pacaran dulu, sehingga memungkinkan terjadinya zina

Kata Untuk Seorang Ayah Yang Tidak Mengakui Anak Nya Kata2 Buat Laki2 Yg Ga Bertanggung Jawab Atas Kehamilan Pacarxa Kata*bijak  Ayah Yg Tidak Mengakui Anak.ny Kata Wanita Yg Gk Punya Anak Kata Yg Menyentuh Supaya Org Tau Akan Dosa

Status Hukum Anak di luar Nikah

status anak zinaAnak di luar Nikah

Bismillah, was shalatu was salamu ‘alaa rasulillah

Pergaulan bebas yang semakin liar, telah menjadi musibah terbesar di masyarakat kita. Lebih-lebih ketika lembaga berwenang di tempat Indonesia melegalkan pernikahan antara wanita hamil dengan lelaki yang menghamilinya di luar nikah. Keputusan ini membuka peluang besar bagi para pemuja syahwat untuk menyalurkan hasrat binatangnya atas nama ‘cinta’, ya cinta. Zina dilakukan atas prinsip mau sama mau, suka sama suka, sehingga tidak ada pihak –secara ‘hukum’ masyarakat– yang berada pada posisi dirugikan.

Bagi lelaki, adanya aturan semacam itu merupakan kesempatan besar untuk menyalurkan nafsu binatangnya. Tinggal pihak wanitanya, apakah dia rela membuka pintu ataukah tidak. Ingat, karena tidak ada unsur paksaan di sana. Sehingga, kuncinya ada pada pemilik pintu. Karena itulah, ketika Allah menjelaskan hukum bagi para pezina, Allah mendahulukan penyebutan zaniyah (pezina wanita). Allah berfirman,

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan pezina dan laki-laki pezina, cambuklah masing-masing dari keduanya seratus kali pukulan, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nur: 2)

Al-Qurthubi mengatakan, “Kata “zaniyah” (wanita pezina) lebih didahulukan dalam ayat di atas karena aib perzina itu lebih melekat pada diri wanita. Mengingat mereka seharusnya lebih tertutup dan berusaha menjaga diri, maka para wanita pezina disebutkan lebih awal sebagai bentuk peringatan keras dan perhatian besar bagi mereka.” (Al-Jami’ Li Ahkam Al-Quran, 12: 160)

Karena itu, wahai para wanita mukminah, wahai para wanita yang memiliki mahkota rasa malu, wahai para pemegang kunci syahwat, peluang terjadinya zina ada di tangan kalian. Janganlah menjadi wanita murahan, yang mudah menyerahkan kunci itu. Kita semua yakin, zina tidak mungkin terjadi sepanjang Anda tidak merelakan kunci itu jatuh ke tangan lelaki buaya. Mereka tidak akan berani merebut paksa kunci itu, sebelum Anda menyerahkannya. Karena semua lelaki tidak ingin disebut sebagai pemerkosa.

Selanjutnya, coba Anda pahami beberapa hukum fikih berikut, semoga ini membuat Anda semakin merinding dan takut untuk membuka peluang kesempatan bagi lelaki untuk melampiaskan nafsu birahinya.

Pertama, anak hasil zina (anak di luar nikah) tidak dinasabkan ke bapak biologis.
Anak zina pada asalnya dinasabkan kepada ibunya sebagaimana anak mula’anah dinasabkan kepada ibunya. Sebab keduanya sama-sama terputus nasabnya dari sisi bapaknya (lihat Al Mughni: 9:123).

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menyatakan tentang anak zina,

ولد زنا لأهل أمه من كانوا حرة أو أمة

Untuk keluarga ibunya yang masih ada, baik dia wanita merdeka maupun budak.”

(HR. Abu Dawud, kitab Ath-Thalaq, Bab Fi Iddi’a` Walad Az-Zina no.2268 dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no.1983)

Dalam riwayat yang lain, dari Ibnu Abbas, dinyatakan,

ومن ادعى ولدا من غير رشدة فلا يرث ولا يورث

Siapa yang mengklaim anak dari hasil di luar nikah yang sah, maka dia tidak mewarisi anak biologis dan tidak mendapatkan warisan darinya.” (HR. Abu Dawud, kitab Ath-Thalaq, Bab Fi Iddi’a` Walad Az-Zina no. 2266)

Dalil lain yang menegaskan hal itu adalah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan,

قَضَى النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَنْ كَانَ مِنْ أَمَةٍ لَمْ يَمْلِكْهَا ، أَوْ مِنْ حُرَّةٍ عَاهَرَ بِهَا فَإِنَّهُ لا يَلْحَقُ بِهِ وَلا يَرِثُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keputusan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka TIDAK dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya… (HR. Ahmad, Abu Daud, dihasankan Al-Albani serta Syuaib Al-Arnauth).

Dalil lainnya adalah hadis dari Aisyah radhiallahu ’anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الولد للفراش وللعاهر الحجر

Anak itu menjadi hak pemilik firasy, dan bagi pezina dia mendapatkan kerugian.

Imam An-Nawawi mengatakan, “Ketika seorang wanita menikah dengan lelaki atau seorang budak wanita menjadi pasangan seorang lelaki, maka wanita tersebut menjadi firasy bagi si lelaki. Selanjutnya lelaki ini disebut “pemilik firays”. Selama sang wanita menjadi firasy lelaki, maka setiap anak yang terlahir dari wanita tersebut adalah anaknya. Meskipun bisa jadi, ada anak yang tercipta dari hasil yang dilakukan istri selingkuh laki-laki lain. Sedangkan laki-laki selingkuhannya hanya mendapatkan kerugian, artinya tidak memiliki hak sedikit pun dengan anak hasil perbuatan zinanya dengan istri orang lain.” (Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi, 10:37)

Berdasarkan keterangan di atas, para ulama menyimpulkan bahwa anak hasil zina SAMA SEKALI bukan anak bapaknya. Karena itu, tidak boleh di-bin-kan ke bapaknya.

Bagaimana Jika Di-bin-kan ke Bapaknya?
Hukumnya terlarang bahkan dosa besar. Ini berdasarkan hadis dari Sa’d, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من ادعى إلى غير أبيه وهو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام

Siapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa itu bukan bapaknya maka surga haram untuknya.” (HR. Bukhari no. 6385)

Karena bapak biologis bukan bapaknya maka haram hukumnya anak itu di-bin-kan ke bapaknya. Lantas kepada siapa dia di-bin-kan?

Mengingat anak ini tidak punya bapak yang ‘legal’, maka dia di-bin-kan ke ibunya. Sebagaimana Nabi Isa ‘alaihis salam, yang dengan kuasa Allah, dia diciptakan tanpa ayah. Karena beliau tidak memiliki bapak, maka beliau di-bin-kan kepada ibunya, sebagaimana dalam banyak ayat, Allah menyebut beliau dengan Isa bin Maryam.

Kedua, tidak ada hubungan saling mewarisi.
Tidak ada hubungan saling mewarisi antara bapak biologis dengan anak hasil zina. Karena sebagaimana ditegaskan sebelumnya, bapak biologis bukan bapaknya. Memaksakan diri untuk meminta warisan, statusnya merampas harta yang bukan haknya. Bahkan hal ini telah ditegaskan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis, di antaranya:

Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keputusan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka TIDAK dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya… (HR. Ahmad, Abu Daud, dihasankan Al-Albani serta Syuaib Al-Arnauth).

Jika bapak biologis ingin memberikan bagian hartanya kepada anak biologisnya, ini bisa dilakukan melalui wasiat. Si Bapak bisa menuliskan wasiat, bahwa si A (anak biologisnya) diberi jatah sekian dari total hartanya setelah si Bapak meninggal. Karena wasiat boleh diberikan kepada selain ahli waris.

Ketiga, siapakah wali nikahnya?
Tidak ada wali nikah, kecuali dari jalur laki-laki. Anak perempuan dari hasil hubungan zina tidak memiliki bapak. Bapak biologis bukanlah bapaknya. Dengan demikian, dia memliki hubungan kekeluargaan dari pihak bapak biologis. Bapak biologis, kakek, maupun paman dari bapak biologis, tidak berhak menjadi wali. Karena mereka bukan paman maupun kakeknya. Lalu siapakah wali nikahnya? Orang yang mungkin bisa menjadi wali nikahnya adalah
a. Anak laki-laki ke bawah, jika dia janda yang sudah memiliki anak.
b. Hakim (pejabat resmi KUA).
Allahu a’lam

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Print Friendly

Kewajiban Menafkahi Anak Tiri Menurut Agama Islam 2017 Jika Hamil Dluar Nikah Bilang Ibu.lakinya Apa Gk Kata Pilihan Ortu Dan Pacar Kalau Hamil Sebelum Nikah Anaknya Bernasab Apa? Kalau Kita Kawin Anak Ngikut China Apakah Bedosa Ibu Nya

62 Comments

  1. mohon penjelasannya..klo anak lahir di luar nikah bukan anak dari bapak biologisnya..apakah berarti si anak bisa di nikahi oleh bapak biologisnya.trmaksh

    terimakasih, atas komentarnya
    bapaknya tidak boleh menikahi anak hasil zinanya,

  2. alhamdullillah,…
    blog nya bagus… kalau bisa tolong tambahkan kata-kata renungan untuk anak-anak yang suka melakukan seks bebas,… agar hati mereka terbuka dan menjauhi seks bebas tersebut…
    terimakasih…

  3. assalamualaikum pak

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    blognya bagus pak,saya mw ijin share
    trima kasih.

    silahkan saja, jazakallahu khairan

    wassalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  4. Assalamu’alaikum ..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Apakah diperbolehkan jika ada sepasang suami istri (sah).merawat anak hasil perzinahan,dan membuatkan anak tersebut surat akta kelahiran,dengan atas nama pasangan suami istri tadi,(agar anak tsb mempunyai status).dengan alasan keluarga dari ibu anak tersebut,malu mengakuinya.
    kemudian apakah termasuk dosa/haram, apabila ayah angkatnya mengakui anak tsb sebagai anaknya?berdasarkan Hadits من ادعى إلى غير أبيه وهو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام

    Terimakasih mas Ahmad,
    Rawatlah anak hasil zina tersebut sebagaimana anak2 lainnya, namun nanti si anak jika sudah siap dan dewasa wajib diberitahu,akan tetapi jika bisa menimbulkan mudharat pada sang anak, maka tidak usah diberitahu bahwa dia tidak ada hubungan nasab dengan bapaknya, tdak ada hak waris terhadap bapaknya, sebab nasab anak hasil zina adalah kepada ibunya,

    Si anak bisa dibuatkan akte, dan dinasabkan kepada ibunya, ini sebagaimana fatwa MUI , bisa dilihat disini
    ini salah satu nukilan keputusan MUI tsb,
    3. Pemerintah wajib melindungi anak hasil zina dan mencegah terjadinya penelantaran, terutama dengan memberikan hukuman kepada laki-laki yang menyebabkan kelahirannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

    4. Pemerintah diminta untuk memberikan kemudahan layanan akte kelahiran kepada anak hasil zina, tetapi tidak menasabkannya kepada lelaki yang menngakibatkan kelahirannya.

    Adanya larangan untuk menggunakan nasab kepada orang tua angkat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    من ادعى إلى غير أبيه أو انتمى إلى غير مواليه, فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين, لايقبل الله منه يوم القيامة صرفا ولا عدلا

    “Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah” [HR Muslim, no. 3314 dan 3373]

  5. assalamu’alaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    ane sih orang awam tentang hukum agama. tapi liat artikel di atas, kasian sekali anak yg lahir dari hasil zina yg baru terlahir ke dunia tapi sudah harus menanggung akibat dari perbuatan sepasang lelaki dan perempuan. sedang kejadian tsb bukan keinginan dari sang anak. dimana keadilan untuk si anak?

    Terimakasih pak mantos, mudah2an Allah memberikan hidayah kepada bapak, dan mudah2an semakin bertambah ilmu bapak, pengetahuan bapak tentang islam,
    Semua kejadian di muka bumi ini, Allah yang mentakdirkannya, Bagaimana terciptanya manusia, nanti akan bahagia atau celaka, akan masuk surga atau nerakaa, itu sudah Allah tetapkan 50 ribu tahun sebelum alam semesta ini diciptakan.

    Tentang anak yang terlahir sebagai anak zina, dia tidak menanggung dosa kedua orangtuanya, justru sebagian besar kaum muslimin tidak paham dengan resiko secara hukum syar’i, sehingga banyak kaum muslimin yang menempuh jalan2 menuju terjadinya perzinahan,. membiarkan anak2nya pacaran, bahkan ada orangtua yang merasa malu jika putrinya belum punya pacar,.

    Jadi sudut pandangnya dirubah pak, bukan melihat dari sisi si anak yang dilahirkannya, tapi dari sisi perbuatan zinanya, efek dari zina begitu memalukan, makanya jangan mendekati jalan2 menuju zina.

    Dampak dari pacaran, banyak sekali pernikahan yang terjadi , tapi perut sudah berisi, sudah tidak perawan lagi,

    Dan ingat, dosa zina itu ibarat hutang,. keluarganya yang akan membayarnya, silahkan baca postingannya disini

  6. Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Maaf, Saya masih belum mengerti dan mohon penjelasannya untuk kata ‘kecuali dari jalur laki-laki’ pada tulisan di atas :

    Point “Ketiga, siapakah wali nikahnya?
    Tidak ada wali nikah, ‘kecuali dari jalur laki-laki’. Anak perempuan dari hasil hubungan zina tidak memiliki bapak.”

    Terimakasih mas abdullah,
    maksudnya, wali itu tidak ada dari perempuan, tidak boleh wali itu perempuan, harus laki-laki,. jadi maksud dari jalur laki-laki adalah, WALI ITU HARUS LAKI-LAKI , tidak boleh perempuan, Dan anak zina itu nasabnya kepada ibunya, jadi tidak memiliki wali, sebab tidak ada jalur laki-lakinya,

    Berarti jika anak hasil zina tersebut laki-laki, dan suatu saat anak laki-laki tersebut akan menikah. Maka siapakah yang boleh menjadi wali nikah anak laki-laki tersebut?, dan apakah Bapak biologis dari anak (jika anak itu laki-laki) tersebut tetap tidak memiliki hak untuk menjadi wali nikah? Ataukah boleh walau bin nya di nasabkan kepada ibu kandungnya.

    Laki-laki ketika mau menikah tidak membutuhkan wali, yang butuh wali itu adalah wanita, jadi jika ada anak laki-laki hasil zina yang mau menikah, ya ngga perlu wali, yang membutuhkan wali adalah si wanitanya, atau calon istrinya, …

    Perlu diingat, bapak biologis itu bukan bapak yang sah bagi si anak, jadi jika anaknya wanita, maka bapaknya tidak bisa menjadi walinya, dan si anak tidak boleh menasabkan kepada bapaknya, demikian pula si bapak, tidak boleh menganggap itu anak sah/kandungnya, sehingga antara bapak dan sianak tidak ada saling mewarisi,… INILAH JELEK DAN BURUKNYA ZINA,… dan banyak masyarakat indonesia yang terjerumus dlm perbuatan ini, SEHINGGA ANAK PERTAMA MEREKA sering kali statusnya sebagai ANAK ZINA,. sebagaimana ada ulasannya disini

    Oh iya, utk anak zina bin nya itu kepada ibunya, bukan kepada bapak biologisnya,

    Jazakallah khairan..
    Terima kasih sebelumnya 🙂

    Jazakumullahu khairan,

  7. Assalamualaikum pa,,,,
    Jadi pa ust, anak diluar nikah itu di bin kan nya kepada ibunya?
    jadi bin( nama ibu kandung) atau binti ( nama ibu kandung) ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih ferina, sudah komentar disini,.

    betul sekali, anak hasil zina di bin kan ke ibunya, bukan ke bapaknya, dan dia tidak ada saling mewarisi dengan bapaknya,

    contoh fulan binti fulanah,. fulan itu misalkan nama anak laki-laki/perempuan hasil zina, dan fulanah adalah nama ibunya,.

    Jadi tidak boleh di bin kan kepada ayah biologisnya,..

    itulah jeleknya perbuatan zina,. yang menanggung malu bukan saja pelakunya saja,

  8. si anak itu bersalah apa sama tuhan sampai dia dihukum seperti itu?

    terimakasih Dodo, sudah komentar disini,.
    Si anak tidak bersalah, dan si anak tidak dihukum, yang bersalah adalah pelaku zinanya, dia tidak berpikir tentang status anak hasil zina, karena kebanyakan pezina tidak paham konsekwensi hukum islam akibat melahirkan anak dilluar nikah alias anak zina,

    Dan ini juga untuk membedakan antara anak hasil nikah dengan anak hasil zina,

    Hendaknya orang yang cerdas akan mengambil tindakan cerdas, tidak mendekati zina, dan tidak membiarkan anak-anaknya menempuh jalan zina, diantaranya pacaran,memakai pakaian yang tidak menutup aurat, dan jalan-jalan lainnya yang sekarang ini begitu banyak jalan-jalan menuju zina,

    Bahkan jika kurang paham, bisa jadi si anak itu melakukan zina turun temurun,. misalkan begini,
    Ada laki-laki dan wanita berzina, lalu keduanya menikah, lahirlah anak pertama hasil zina, dan ditakdirkan anak tersebut anak wanita,.
    Setelah besar, si wanita itu dinikahkan, dan walinya adalah laki-laki yang merupakan bapak biologisnya, padahal antara bapak dan anak hasil zina tidak ada hubungan perwalian,

    Bagaimana status nikah anaknya?
    Statusnya adalah tidak sah, dan jika dia berhubungan dengan suaminya, maka statusnya sama seperti berzina,..

    Bukankah ini lebih mengerikan? makanya islam membedakan antara anak sah hasil pernikahan dan anak hasil zina, bukan dalam rangka menghukum si anak, sebab anak tidak punya salah, tapi berhubungan dengan konsekwensi hukum dalam islam, antara anak sah dan anak zina, dan hal-hal yang berkaitan dengannya,.

    Karena pernikahan itu menjaga nasab,

    dan ZINA itu MERUSAK NASAB,.

  9. Asalamualaikum warahmatullah
    Ustazd mau tanya,,,ana udah meningkah 10th lebih istri saya anak angkat yg gak tau bapak kandungnya!
    Dulu ketika kita ningkah walinya bapak angkat saya walau ijab khobulnya di wakilkan penghulu!
    Secara negara ana punya buku nikah dan resmi!
    Tpi setelah tau nikah saya kan tidak sah,,,lalu kami Ijab khobul lagi tapi tidak di KUA sebab menurut negara kami syah suami istri! Tapi kami nikah di rumah dengan manggil Kaur kesra(modin) dan ada saksi serta mahar!
    Apakah nikah saya yg ke 2 sudah syah?
    Syukron jawabanya!

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih Abdul rosid, sudah komentar disini,.
    Apakah waktu ijab qabul dijelaskan tentang status wanitanya, dan apakah bapak kandungnya masih ada?

    Status sah atau tidaknya pernikahan bukanlah dengan SURAT NIKAH DARI KUA, tapi patokan sahnya adalah jika sesuai dengan rukun nikah, bisa saja TANPA SURAT NIKAH dari KUA , tapi sah nikahnya, dan bisa saja dapat SURAT NIKAH dari KUA, tapi nikahnya tidak sah, bukan pula menjadi syarat sah nikah dengan adanya penghulu, karena penghulu hanyalah petugas yang ditunjuk pemerintah untuk mencatat pernikahan, bukan bagian dari syarat sah nikah, sebab banyak pula penghulu yang kurang paham tentang masalah pernikahan ini,

    Jika kasusnya tidak dijelaskan status wanitanya, dan ternyata dia itu anak angkat, maka bisa jadi pernikahan itu adalah pernikahan Syubhat, sudah saya posting disini

    • yg ana tanyakan bukan nikah yg pertama! Sebab ningkah yg pertama termasuk ningkah syubhat! Sebab walinya anak angkat!
      Status istri saya dulu di ambil dari rumah sakit di surabaya,sekarang kami di jawa tengah,dan siapa ayah kandung istri saya gak tau dan belum pernah tau sebab bapak angkatnya selalu menyembunyikan!

      yg ana tanyakan kami udah ningkah lagi(ningkah siri) tapi tidak di KUA yaitu di Rumah dengan mengundang Wali hakimnya pegawai agama kelurahan atau biasa di panggil kaur kesra! Apa ningkah kami yg ke 2 itu juga masih ningkah syubhat, sebab walinya bukan dari KUA kecamatan!
      Syukoro mohon di jelaskan!

      Wali hakim adalah wali yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai petugas untuk itu secara resmi, jadi bukan orang lain selain dia, bukan pula asistennya, kecuali jika wali hakim tersebut mewakilkaannya, bukan pula petugas desa atau lebe dalam istilah jawanya, itu bukanlah wali hakim,

      Jadi yang disebut wali hakim itu adalah petugas KUA yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah, bukan pegawai agama kelurahan, kecuali jika petugas KUA tersebut mewakilkan kepada pegawai agama kelurahan tersebut, jika tdk demikian, dikhawatirkan nikah yang keduapun termasuk nikah syubhat juga, karena ketidaktahuan pengertian tentang wali hakim,

      Jika nikah syubhat, konsekwensinya nikahnya batal, dan jika ingin mengulang akad nikahnya maka lakukan seperti di artikel nikah syubhat, silahkan baca lagi disini dan ingat, wali hakim itu adalah petugas yang resmi ditunjuk oleh pemerintah untuk hal tersebut, bukan petugas kelurahan, kecuali jika petugas yang ditunjuk tersebut mewakilkannya kepada petugas kelurahan tersebut,

  10. asalamu alaikum…..
    pak sy mau tanya,begini pak sy menikahi seorang janda beranak 2 yg 1 anak kandungnya sendiri dan yg 1 ini ank angkat hasil zina waktu itu anak ini mau dibuang sy merasa kasihan lalu sy ambil,dlm hukum agama apakah sy kena dosa ngk,dan soal akte bolehkah di blkg ada nm sy,saat saat ini anaknya sdh berumur 14 thn.kira2 wajib ngk hukumnya sy mengatakan klo kami ini bukan orang tua kandungnya

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih suder,.
    anda menikahi janda beranak 2, apakah saat menikah si janda tersebut sudah beranak dua? masih kurang jelas pertanyaannya,.

    Jika saat dinikahi itu sudah ada dua anak, berarti itu bukan anak anda,. nasabnya tidak kepada anda, silahkan perjelas pertanyaannya,

  11. assalamualaikuassalamualaikum, pak,saya mau munta pendapatnya
    1. saya pernah denger anak di luar nikah tidak bisa masuk surga,, bener gak pak??
    2. calon suami saya seorang mualaf pak, dan dia juga anak di luar nikah, dan alhamdulillah dia sudah menjalankan ajaran2 islam. yang saya tanya kan apa calon suami saya itu bisa menjadi seorang islam seutuhnya ,?? dan apabila dia menjalankan syariat2 islam apa dia bisa masuk surga??

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih sudah komentar disini,
    Anak diluar nikah sama seperti anak hasil nikah dalam hal nantinya masuk surga atau neraka, itu tergantung siapa yang mendidiknya, yang berbeda hanyalah masalah nasabnya saja, tidak boleh dinasabkan kepada bapak biologisnya,
    Bisa jadi anak di luar nikah lebih baik akhlaknya dibanding anak hasil nikah, dan sebaliknya,

    Mengenai calon suami yang mualaf, apalagi anda berpacaran dulu sebelum menikah, ini sangat beresiko, bisa jadi dia mualaf karena agar bisa menikah dengn anda, tapi setelah menikah kembali lagi kepada agamanya, dan ini sering terjadi, itu hanya untuk memperalat saja,.

    Pacaran adalah momen yang diharamkan dalam islam, penuh penipuan, kedustaan , gombal, dan biasanya yang jadi korban adalah wanitanya, wanita yang cerdas, tidak mau dipacari, dan tidak sudi di pacari, silahkan baca postingan ini

    Suami adalah pemimpin keluarga, yang diharapkan bisa membimbing anda dalam mengarungi bahtera rumah tangga, bukan malah anda yang membimbing suami,. terlalu berat resikonya,
    Mumpung belum terlanjur,. pikirkanlah,. carilah calon suami yang shalih, bukan calon yang masih hitam putih ngga jelas, masih banyak laki-laki muslim,. dan jangan mencari suami dengan pacaran, sebelum anda nanti menyesal setelah pernikahan, jomblo lebih baik daripada pacaran

    Perkenalan yang dibenarkan, bisa lihat disini

  12. Assalammualaikum,bila wanita yg hamil diluar nikah menikah dg yg menzinahinya disaat dia hamil,apakah anak hsl zinanya bila menikah ttp tdk bisa di bintikan nama bapaknya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah, terimakasih lia,
    Anak hasil zina, selamanya tidak boleh dinasabkan kepada bapaknya, tetapi kepada ibunya, dan jika menikah maka bapak biologisnya tidak bisa menjadi walinya, sehingga harus menggunakan wali hakim atau petugas KUA

    Bgmn hubungan persaudaraan nya dg anak satu bapak, krn bapak zinanya seorang duda beranak 3 laki2 semua.

    Tentang hubungannya, saya belum tahu, nanti coba saya tanyakan,. apakah itu sebagai mahram atau tidak,

  13. berarti berzina dengan membunuh… masih mending membunuh ya….

    Balasan Membunuh akan disiksa di neraka, balasan terhadap berzina juga akan disiksa di neraka,. darimana dikatakan mending??

    Siksa paling ringan di neraka adalah diberikan sendal dari neraka, lalu mendidihlah otaknya,. terbayang tidak?
    nah, dosa membunuh dan berzina itu lebih pedih lagi,. darimana dikatakan mending?

    Yang mending dan pilihan orang cerdas, tentu tidak melakukan pembunuhan dan perzinaan,.

  14. Assalamualaikum wr.wb….
    mas admin,saya mau nanya, kalo anak hasil zina kemudian si anak tsb adalah perempuan apakah boleh bapak biologis anak tsb menjodohkan dg lelaki pilihannya ?
    Apa bapak biologis nya berhak mengatur hidup anak hasil zina tsb ?
    Lalu apakah anak hasil zina tsb boleh menentang larangan dr bapak biologis tsb ?
    Terimakasih, d.tunggu blsnya …
    Wassalamualaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Walaupun anak sah hasil pernikahan, orangtua tidak boleh memaksa putrinya dengan laki-laki pilihan orangtuanya tanpa seijin putrinya,
    Hendaklah orang tuanya mencarikan jodoh yang baik bagi putrinya, baik agama dan akhlaknya, demikian pula bapak biologisnya, harusnya tetap memberikan pendidikan agama yang baik kepada anak zinanya, agar si anak tsb siap mental menghadapi kenyataan bahwa dirinya adalah anak zina, sehingga ketika nikah harus menggunakan wali hakim,.
    Menentang perintah orang tua dalam hal kebaikan ini bukanlah adab islam, tapi menentang dalam hal maksiat, ini kepada orangtua yang sah pun boleh, ,

    Jika si wanita sudah berumah tangga, maka orangtua tidak boleh merecoki rumah tangganya yang bisa menyebabkan tidak rukunnya rumah tangga, tapi si wanita lebih wajib berbakti kepada suaminya, sebagaimana sudah saya posting disini

    • Assalamualaikum wr..wb
      Saya mau bertanua mengenai anak dari hasil zina?

      bagaimana dengan si anak yang tidak tahu apa apa atas perbuatan ortunya?

      saya sedih membacanya:'(sikap saya sebagai anak harus bagaimana?

      bagaimana jadinya kelak masa depan saya?
      tolong balas. Terimakasih.
      Wasalamualaikum wr.wb

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
      Jika ada seorang anak yang terlahir sebagai anak zina,.
      Yang perlu diperhatikan,. ini adalah takdir dari Allah,.
      Kemudian, perdalamlah ilmu agama islam dengan pemahaman yang benar, agar si anak tersebut siap menghadapi kenyataan, sehingga tidak terjerumus kepada perbuatan yg dulu dilakukan oleh orangtuanya..

      Tidak usah menyalahkan orangtua, karena si anak tidak menanggung dosa orangtuanya,. walaupun mungkin rada malu juga menjadi anak hasil zina,. bahkan secara umum, anak hasil dari hubungan yang haram, itu perilakunya juga cenderung negatif, apalagi tidak memiliki bekal ilmu agama yang cukup,.. dan banyak diantaranya anak hasil zina itu akan melakukan prbuatan-perbuatan maksiat,. baik maksiat yang serupa, atau maksiat lainnya,.

      Oleh karena itu, jika anda juga merupakan anak hasil zina,.. saran saya, perdalamlah ilmu agama, prbanyaklah beramal shalih, pilih teman-teman bergaul yang shalih,. jauhi jalan-jalan menuju kemaksiatan, menuju zina,. dan jangan berputus asa dari Rahmat Allah,.

  15. Assalamualaikum,,
    Bagaimana jika si anak zina sudah menikah dengan wali hakim tetapi terlanjur menggunakan binti nama ayahnya?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih,
    Anak tersebut wajib bertaubat telah menasabkan diri kepada yang bukan nasabnya, dan jangan pernah meyakini akan nasab tersebut, karena orang yang menasabkan diri pada orang yang bukan nasabnya ancamannya sangat berat,

  16. Assalamualaikum wr.wb ..
    harus bersikap apa anak hasil zina ketika dia tau kalo dia anak hasil zina dr org lain, haruskah si anak menegur bapa biologis dan ibunya ?
    haruskah anak hasil zina menjelaskan sttus nya pada calon suaminya kelak ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Jika anda tahu dari orang lain, hendaknya dilihat dulu, siapa orang lain tersebut, apakah ucapannya bisa dipercaya?
    Jika ucapannya bisa dipercaya, coba anda tanya kepada orang yang dekat dengan ortu anda, apakah benar demikian,.
    Jika benar demikian, anda bisa bertanya secara baik-baik kepada ibu kamu, tentu dengan lemah lembut, dari hati ke hati,

    Jika betul, maka anda tidak boleh marah kepada ortu anda, walaubagaimanapun anda wajib berbakti kepada ibu anda yang telah melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya,. demikian juga kepada bapak biologis anda yang sudah memberikan hartanya kepada ibu anda utk membesarkan anda,.

    anda sudah ditakdirkan demikian, jadi terima saja, dan tidak usah disesali,
    dan mengenai status anak zina, tidak usah disampaikan kepada calon suami juga tidak mengapa,tp jika bisa dijelaskan, itu tidak mengapa, status itu berkaitan dengan hukum antara si anak dan bapak biologis sj, sebab anak hasil zina tidak bernasab kepada bapak biologisnya,

  17. Ass…
    Saya menikah sudah hamil 4bulan,saya berbuat maksiat sebelum saya menikah,jadi saya hamil diluar nikah,tapi itu bener-bener anak dari suami saya yang berbuat sebelum menikah

    tapi suami saya tidak mengakui anak nya sendiri karna dia bilang anak kamu tidak mirip dengan saya (ayah) melainkan anak saya miripnya sama saya (ibu)nya,apa hukumnya diakhirat nanti buat ayah tidak mengakui anaknya sendiri walau hasil dari sebelum nikah,&

    anak hasil diluar nikah begitu juga istri (saya) hukumnya diakhirat nanti,saya berlaku dengan suami saya ingin sunguh-sunguh bertobat &

    meminta ampun,sampai-sampai saya punya anak k2 tapi hasil saya sudah nikah suami saya lebih peduli sama anak k2nya ketibang dari anak pertamanya (1) yang hasil diluar nikah,.
    Mohon blsanNy..

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih,.
    Anak hasil zina, itu TIDAK BOLEH DIAKU SEBAGAI ANAK oleh bapak biologisnya,. ini adalah resiko anak zina, jika itu diaku sebagai anak bapak biologisnya, maka ini berdosa, si anak pun tidak boleh mengakui bapak biologisnya sebagai bapaknya,. dan tidak ada hubungan waris diantara keduanya,.

    Anak zina dinasabkan kepada ibunya, jadi ANAKNYA SI IBU, bukan ANAKNYA SI BAPAK,

    Inilah jeleknya zina, merusak nasab, yang malu bukan pelakunya saja, tapi si anak pun kadang merasa malu juga,.

    Bapak biologis tidak ada kewajiban menafkahi anak hasil zinanya, karena memang tidak ada hubungan nasab dengan dirinya, tidak ada saling mewarisi, anak zina jika bapak biologisnya meninggal, maka dia tidak mendapatkan warisan dari bapak biologisnya, demikian pula jika anak zina itu adalah wanita, maka bapak biologisnya tidak bisa menjadi wali bagi dirinya,. jika nekat menjadi wali, maka nikahnya si anak tidak sah,. dan bisa terjerumus ke dalam zina lagi, jadilah MLM Zina,. sudah saya posting disini

    Dan anak zina, itu adalah buah dari pacaran, karena pacaran itu adalah sarana jitu untuk membuat anak pertama anda menjadi anak zina, silahkan baca ulasannya disini

    Sebelum melakukan zina, pikirkanlah akibat dari zina tersebut, apa akibatnya? silahkan baca disini

  18. Assalamualaikum,,
    saya mau bertanya, saat ini saya sudah menikah 5 tahun tapi msh blm punya anak, waktu saya menikah saya di walikan oleh ayah kandung saya, Dan baru” ini saya tau kalau saya anak diluar nikah karna ayah Dan ibu menikah saat usia saya 5 bulan,tapi orang tua saya sampai saat ini tidak memberi tahu saya, lalu apa yang harus saya lakukan?
    Bagaimana dengan pernikahan saya?
    Apa berarti selama ini pernikahan saya tidak sah Dan saya berzina dengan suami? Mohon di jelaskan,, teriimakasih..

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Darimana anda tahu bahwa ortu anda menikah saat kondisi hamil 5 bulan?
    Apakah dari pengakuan ortu, atau dari orang lain, atau dari mana?

  19. assalamualaikum pak
    Sya , telah di khitbah oleh seorng pria pak yang baik .
    Sya akan bertanya pak , sebelumnya sya mohon maaf .
    Setelah membaca pertanyaan saya belum bisa terjawab pak .
    Begini pak saya adalah anak hasil zina , ibu sya telah mengakui kepada sya
    Bahwa dia mengandung di luar nikah .
    Pertanyaanya .
    apakah ayah sya tetap tida bisamenjadi wali saya ? Meskipun dia telah menikahi ibu saya setelah tau ibu saya hamil , dan apakah tetap bisa ayah sya menikahkan saya ketika ibu sya di nikahi lalu ibu sya di ceraikan ?
    Karena status ayah dan ibu saya sekarang sudah cerai pak .
    Mohon bantuanya pak …..
    Sya tunggu jawabannya pak . sya sangat berharap bisa di balas .
    Karena saya akan menikah dalam waktu dekat pak .
    Sedangkan orng tua sya tidak pandai agama,

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih mba, sudah komentar disini,.
    ayah biologis anda tidak bisa menjadi wali bagi anda, karena tidak ada nasab antara anak zina dengan ayah biologisnya. tidak ada saling mewarisi, nasab anak zina itu kepada ibunya. dan wali itu dari laki-laki.

    Jadi wali nikah anda adalah wali hakim, dalam hal ini adalah petugas KUA yang diberi wewenang untuk mencatat pernikahan.
    Jika nekat bapak biologisnya yang menjadi wali, maka nikahnya tidak sah, dan terjadilah apa yang disebut MLM Zina, sudah diulas disini

    • Lalu bagai mana dengan kelanjutan binti saya pak ? Apa sampai saya meninggal tetap binti dengan nama ibu saya ?

      iya, dan tidak boleh mengaku bapak biologis anda sebagai bapaknya, ancamanya berat sekali, yaitu diharamkan surga bagi orang yang menasabkan diri pada orang yang bukan nasabnya

  20. Assalamu’alaikum bapak.

    Saya mau bertanya, Insyaallah dalam waktu dekat ini saya ingin melangsungkan pernikahan dan dari 3 tahun yang lalu saya baru tahu kalau saya adalah anak diluar nikah. Setelah baca – baca artikel saya tahu jika nantinya ayah saya tidak bisa jadi wali nikah saya.

    Pertanyaan saya bolehkah saya dinikahkan terlebih dahulunya dengan KUA dan diulang lagi esok harinya di acara pesta pernikahan saya dengan walinya ayah sekaligus penandatanganan buku nikah saya untuk menjaga nama baik ayah saya karena saya tidak mau teman – teman ayah saya tahu kalau dia dahulunya pernah melakukan perbuatan zina.

    karena dalam pikiran saya Insyaallah pernikahan sah saya dengan KUA dan nantinya lagi simbolisnya dengan walinya ayah saya lagi untuk keesokan harinya.

    Apakah bisa seperti itu bapak ?

    Terima kasih untuk jawaban yang akan bapak berikan

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Sebelumnya, darimana anda tahu bahwa anda anak hasil zina, siapa yang memberitahukannya, apakah berita yg sampai kepada anda itu betul, atau cuma kabar burung,.

    Jika betul, maka anak hasil zina itu tidak memiliki hubungan nasab dengan ayahnya, jadi dia tidak memiliki nasab, makanya walinya adalah wali hakim, dalam hal ini petugas KUA yang berwenang.

    Anda bisa melakukan akad nikah di KUA dengan wali hakim, juga 2 orang saksi,

    Apakah setelah nikah di KUA pas walimah dilakukan secara simbolis ( pura-pura ) ini tentu cara yang kurang tepat, seoalah-olah mempermainkan akad nikah yg suci,.

    Kenapa merasa malu, sementara saat berbuat tidak merasa malu,?
    Kenapa malu terhadap teman2, tapi tidak malu terhadap Allah?

    Mungkin saat simbolis , rasa malu terhadap teman tertutupi, tapi,. tidakkah dia malu terhadap Allah? telah mempermainkan syariat Allah yaitu akad nikah,.

    Perbuatan zina, memang dampaknya jika diketahui masyarakat, bukan pelakunya saja yang malu, tapi imbasnya kepada anak zinanya juga, dia merasa malu, di aktanya saja beda, bin nya bukan kepada bapaknya, tapi kepada ibunya,.,

    Walimah itu tidak perlu rame-rame, besar-besaran, cukup ngundang makan saja,.

    Mungkin mba bisa sampaikan ke ibunya mba, atau ke ayah biologis ( bukan ayah secara nasab ) , akad nikah di KUA , dan mengundang makan kerabat saja,. jika ingin mengundang teman2 ayah anda, bisa saja nanti jauh2 hari setelah akad nikah,.

    Dan tidak perlu jejer si pengantin, cukup pengantin laki-laki menemani tamu laki2 ayah anda, dan anda menemani tamu wanita ibu anda,.

    Jangan ditambah dengan kemungkaran-kemungkaran saat pesta pernikahan, sudah saya ulas disini

  21. Assalamu “alaikum wrwb
    ada seorang suami, dia mempunyai anak laki”, suami itu selingkuh, dan
    mempunyai seorang anak perempuan dg selingkuhannya, akhirnya dia
    bercerai dg istrinya dan menikah dengan sekingkuhannya, sebelum anak
    perempuan itu menikah, ayahnya meninggal, apakah anak laki” dari ayah
    itu bisa menjadi wali untuk anak perempuan itu dan meminta seorang
    ustadz untuk menikahkannya, sahkah jika kiai/ustadz itu menikahkan
    anak perempuan itu?
    ke KUA hanya memproses anministrasi surat nikahnya
    mohon penjelasannya, syukran

    wa’alaikumussalam warhmtullahi wabarakatuh,.
    Anak perempuan tersebut tidak boleh dinasabkan dengan ayah biologisnya, karena dia anak hasil zina,.
    Bapak biologisnya saja tidak bisa menjadi wali, apalagi anak laki-lakinya,. jadi walinya cuma satu, yaitu wali hakim, dan nasab si anak itu ke ibunya, bukan ke bapaknya,. tidak boleh dinasabkan ke bapaknya,.

    afwan

    • terima kasih atas penjelasannya, afwan mau nanya lagi , jadi jika dia dinikahkan oleh seorang kiai/Ustadz (bukan dr KUA) apakah tidak sah, sedangkan ke KUA hanya mengurus surat nikahnya? syukran jazielan.

      Nikahnya tidak sah, karena kyai atau ustadz itu bukanlah wali hakim,
      Yang disebut wali hakim disini adalah petugas KUA yang ditunjuk oleh pemerintah, bukan sekedar petugas KUA,.
      Ustadz atau kyai bukanlah wali hakim, jadi nikahnya tetap ngga sah jika menjadikan ustadz atau kyai tsb sebagai wali hakim

  22. assalamualaikum wr wb..
    saya mempunyai teman dan anaknya hasil zina dan hendak membuat akta kelahiran tetapi ayahnya bukan ayah biologisnya nama siapakah yg di cantumkan di akta kelahiran tersebut ayah biologisnya atau ayahnya yg sekarang mohon jawabannya terima kasih

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    yang dicantumkan adalah nama ibunya,.
    Anak zina tidak memiliki nasab ke ayahnya,.

  23. asalamu’alaikum wr wb
    pak seandainya kita menikah tapi kita tidak tahu kalau yg menjadi walinya adalah ayah biologisnya, dan baru di kasih tahu setelah punya anak, kita harus gimana kalau mengetahui itu, terus setatus anak gimana, bila anaknya perempuan apakah ayahnya bisa jadi wali, karena pertamanya dia tidak tahu kalau pernikahanya itu tidak sah, terima kasih
    wasalamu’alaikum wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Kalau karena tidak tahu, maka status pernikahannya adalah pernikahan syubhat,
    Setelah tahu, maka nikahnya otomatis rusak, tidak sah, wajib pisah , atau jika mau meneruskan, maka harus akad nikah lagi, setelah sebelumnya harus menjalani masa iddah hingga tiga kali haid
    Untuk status anak hasil pernikahan syubhat itu dinasabkan ke bapak biologisnya
    Tentang pernikahan syubhat, silahkan baca disini

  24. assalmu’allaikum pa….
    pa saya mau nanya..

    saya udah satu tahun berumah tangga,dan kini saya punya anak satu tapi itu bukan anak saya tapi anak orang lain,tapi saya membohongi semua orang tentang setatus biologis anak tersebut kepada semua orang karna saya malu menikahi wanita hamil dan saya yang harus bertanggung jawab,apa yang harus saya lakukan dengan kasus ini pa

    terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Apakah yang dimaksud adalah anda menikahi wanita yang hamil karena perbuatan laki-laki lain?
    Jika betul demikian, maka nikahnya TIDAK SAH

    Dan anak yang lahir itu juga bukan anak anda, tapi anak zina, dinasabkan kepada ibunya

  25. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    sebenarnya ini aib bagi keluarga saya , tetapi demi kebenaran keluarga saya , saya terpaksa mau nanyak pak ?

    perkenalkan saya masih remaja dan masih sekolah , saya kelas 2 smk

    pak saya mau nanyak ? Saya baru tahu bahwa kata ortu saya, saya uda di kandungan saat ortu saya menikah . Itu saya baru tahu saat saya waktu kecil tanyak di foto pernikahan ortu saya dan katanya intinya saya uda di kandungan saat itu .

    Saya mau nanyak pak , Apakah saya anak hasil zina ? Dan saya anak hasil zina di katagori manakah pak ?

    Saya sangat merasa sedih pak :'( saat saya barusan mbrowsing dan ternyata yang saya tahu saya adalah anak hasil zina :'(

    maff pak kalo saya curhat dikit 🙁

    wassalamualaikun warahmatullahi wabarakatuh .

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Sebelumnya anda tahu bahwa ortu anda menikah dalam kondisi hamil itu dari siapa? apakah dari ortu langsung, atau dari orang lain,.
    Kamu bisa bertanya dengan cara yang baik kepada ibu anda,
    Kamu tidak usah bersedih, ini takdir , dan takdir tidak bisa dirubah,

    Jika memang betul kamu adalah anak hasil zina, ada beberapa konsekwensi, diantaranya tidak boleh bernasab kepada ayah biologisnya, tidak ada hubungan nasab, tidak ada saling mewarisi, nasab kamu ke ibu kamu,

    Bekalilah diri kamu dengan bekal ilmu agama, sehingga kamu ga akan salah dalam bersikap, dan kamu tetap berbakti pada ibumu, walaupun kamu anak zina, ibumu telah berjasa besar mengandungmu, merawatmu,.

    Dan ini pula buat pelajaran, jangan kamu ikuti jejak ortumu dulu, jauhi pacaran, jauhi semua sarana yang bisa menjerumuskan kamu dalam perzinaan, apalagi jaman sekarang ini, berzina semakin mudah dengan fasilitas teknologi,

    Artikel diatas sudah cukup jelas menjelaskan tentang anak zina

  26. Iya pak trima kasih atas penjelasanya , saya terasa agak legah mendengar penjelasan anda

    iya pak , saya tahu dari ortu saya sendiri dan saya yakin bahwa ortu saya bilang begitu . Jadi saya adalah benar benar anak hasil perzinaan ortu saya yah pak ? 🙁

    kalau boleh tau nasab itu apa pak ? .. Dan di artikel di atas itu katanya ortu laki” tidak mempunyai hak kepada anak biologisnya itu maksutnya bagaimana pak?

    nasab itu adalah garis keturunan, bin istilahnya, jadi anak hasil zina tidak boleh menasabkan diri kepada bapak biologisnya, misal nama anda adalah agus, lalu ibu anda namanya siti, bapak biologis anda namanya jablud, maka tidak boleh nama anda agus bin jablud, tapi nasabnya ke ibunya, yaitu agus bin siti , dan anda tidak punya bapak, tidak boleh menganggap bapak biologis anda sebagai ayah kandung anda,. karena ada ancaman bagi orang yang menasabkan diri pada yang bukan nasabnya, yaitu akan diharamkan surga baginya, silahkan baca disini

    • Bapak biologis itu apa pak ?
      Maaf pak saya gak seberapa faham

      Bapak biologis itu adalah laki-laki yang membuat si wanita itu hamil,

      • Tapi kalo bapak biologis itu bertanggung jawab dan menikah dengan wanita yang di zinahinya , apakah anaknya itu di sebut anak hasil zina pak ?

        Tetap sebagai ANAK ZINA, dan dia tidak ada nasab sama sekali dengan bapak biologisnya, si anak tidak boleh menganggap bahwa itu adalah bapaknya,. tapi nasabnya kepada ibunya, dan dia tidak punya bapak,

        Kewajiban bagi laki-laki yang menzinai wanita adalah bertaubat,. jika zina itu dilakukan suka sama suka alias dengan pacaran, maka si wanitanya juga wajib bertaubat,

  27. Assalamuailaikum,,
    Jika seorang habaib berzina kemudian mempunyai anak,
    boleh tidak anak tersebut diberi nama sesuai marga ayahnya?
    karena habaib biasanya mempunyai nama belakang sesuai marganya yg diberikan turun temurun.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Tidak boleh,. dan dia tidak mengikuti nasabnya si habib yg berzina tersebut, dan si habib wajib bertaubat,

  28. Saya perempuan
    saya selingkuh, sedangkan saya punya suami
    yang menyelingkuhi saya juga punya istri dan saya juga punya anak
    apa yang harus saya lakukan dan anak itu perempuan .

    apakah dia tetap anak kandung dari suami saya .

    apakah wajib selingkuhan saya menafkahi .

    apa ag harus membuangnya.

    akan tetapi saya merwatnyaa sampai besar.dan saya sampai sekarang suami ag tidak tahu soal saya

    .haruskah saya beri tahu soal anak saya

    Mba,. zina itu perbuatan hina, apalagi mba sudah punya suami, jangan khianati suami anda, hukuman dalam islam bagi istri yang berzina, adalah dirajam sampai mati, itu bentuk taubatnya, jik di negara yang menerapkan hukuman rajam, jika tdk bertaubat , dia hakekatnya adalah mayat hidup, karena seharusnya dia sudah mati dengan dirajam, silahkan baca ulasannya disini

    Anak tersebut nasabnya ke suami ibu, bukan ke selingkuhan ibu atau ke ibu, jadi itu adalah anak suami ibu, jadi tetap dipelihara, dia bukan anak zina,

    Ibu bertaubat saja dengan taubat yang sebenar-benarnya, cara taubat dari zina bisa dilihat di postingan ini

    Setelah bertaubat, maka ibu ga usah bercerita ke siapapun, termasuk ke suami,. tutup rapat-rapat aib tersebut, silahkan baca disini

    Salah satu bentuk taubat dari zina adalah memutuskan hubungan dengan pasangan zina, putus sarana yang bisa menuju hal tersebut, seperti nmr hape, akun fb,dll, ibu ganti nmr ibu, dan buang nmr dia, jangan beri kesempatan lagi,.

    Ingat bu, zina itu adalah hutang silahkan baca disini

  29. Assalamu’alaikum warrahmatullah.
    Terima kasih atas artikelnya. Maaf admin, ana mau tanya, bagaimana jika ada seorang laki laki yang menikahi seorang perempuan dan perempuan itu sudah mempunyai anak dari hubungan zina, anaknya laki-laki berusia 2 tahun. Apakah pernikahannya sah? Apakah boleh anak tersebut meminta nafkah terhadap laki-laki yang menjadi bapak tirinya tersebut?? Terima kasih. Mohon penjelasannya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Jika si wanitanya sudah bertaubat dari zina yang dilakukannya, maka boleh saja menikahi wanita tersebut, tapi kalau si wanitanya belum bertaubat, maka statusnya masih sebagai pezina, dan laki-laki baik2 dilarang menikahi wanita pezina,

    Adapun anak zina, maka tidak ada hubungan nasab dengan bapak biologisnya,tidak ada kewajiban menafkahinya, tapi kalau berbuat baik kepada anak tersebut, ya diperbolehkan,

  30. Asalammualaikum,,,
    saya baru meningkh 7 bln yg lalu,,dn katanya mertua sya suami sya punya anak dari wanita lain seblum meningkah dngan saya
    apa kh suami sya brkwajibn menafkahi anak wanita itu yg ktanya anak hasil zina

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Suami wajib bertaubat dari zina yang dilakukkannya, dan tidak wajib menafkahi anak hasil zinanya, karena ga ada nasab anak hasil zina dengan ayah biologisnya,
    Cara taubat dari zina bisa dibaca disini

  31. Assalamualaikum
    Apakah anak hasil zina mempunyai kewajiban mendoakan dan berbakti pada ayah biologisnya?
    Walaupun ayah biologisnya tidak pernah memberi nafkah

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Anak hasil zina tidak ada hubungan nasab dengan bapak biologisnya, maka tidak ada kewajiban berbakti padanya,.
    Ya perlakukan saja sama seperti orang lain, kepada orang lain kan diperbolehkan berbuat baik, tapi tidak ada hubungannya spt antara si anak dan ayah, justru itu hanya akan mengingat kebejatan dia pada ibu si anak,.

  32. Asalammualaikum
    kalau anak yg terlahir dari hubungan zina tetpi si laki2 bertanggung jawab dan menikahi si wanita sebelum anak tersebut lahir apakah anak tetsebut bisa di nashabkan ke laki2 terrsebut

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Wanita yang menikah dalam kondisi hamil oleh si laki-laki yang menikahinya, maka anak yang lahir adalah anak zina, tidak boleh dinasabkan ke bapak biologisnya, tapi nasabnya ke ibunya,.

  33. Assalammualaikum
    Sy punya kekasih yang masi berstatus suami orang,dr cerita kekasih sy,dia sm istrinya dulu kawin lari dgn membeli wali,tapi pernikahan mereka trcatat di KUA,skrg mereka dikaruniai 2 orang anak perempuan,walaupun keluarga dr k2 belah pihak udah mengetahui pernikahan mereka,tp mereka tdk melakukan pernikahan ulang gmn pernikahan yang sah secara rukun islam,pdhl ayah kandung perempuan masi hidup sampe skrg.
    Yang sy tanyakan,apakah pernikahan yang mereka jalani selama ini sah? Dan gmn dgn status k2 anak perempuannya?
    Apa yang harus kami lakukan supaya pernikahan kami bs sah secara rukun islam jg tercatat di KUA,krn kendala masi d istri pertamanya yang g mau d madu.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Maksudnya anda pacaran dgn laki2 yg sdh menikah tapi si wanita yg dinikahinya tdk melalui wali yang sah, alias membeli wali, apa begitu?

    Jika iya, maka..
    1.anda wajib brtaubat dari pacaran, pacaran itu haram hukumnya, wanita yg mau dipacarin, itu bkn wanita yg menjaga dirinya, itu adalah wanita yg rela dirinya diperlakukan secara rendah, hina, bhkn trkadang lebih murah dari pelacur, demikian pula laki2 yg mau memacari si wanita, itu adlah laki2 bejad, tdk brtanggungjawab,
    Tentang cara taubat dari pacaran sdh saya posting, cari sj di kolom pencarian blog ini dg kata kunci pacaran,

    2. Nikahnya tidak sah, status anaknya itu adalah anak zina, wanita yg menikah tanpa wali yg sah, maka nikahnya batal, walaupun trcatat di KUA, karena syarat sah nikah itu bknlah harus trcatat di KUA,

    3. Jika anda ingin menikah, carilah pasangan yg baik agamanya, cari dgn jln yg tdk haram, bukan dgn cara pacaran

  34. Assalamualaikum
    saya mau tanyak
    Ibu saya menikah dgn ayah saya tapi ayah saya tidak mengaku saya sebagai anak ny kata beliau ketika ibu menikah dengan nya ibu sudah mngandung jadi sebab itu dia tidak mengakui saya

    Saya juga uda sering bertanya kepada ibu siapa ayah saya sebenarnya tapi beliau tidk memberi tahu saya

    Di ijasah sma saya pun bukan nama ayah saya ,tetapi nama ayah dari kakak saya yg berlainan ayah dgn saya
    Apa serumit itu kah hidup saya ust bgaimana jika saya ingin menikah nanti apa kata calon saya bgaimana solusi nya

    Trimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Jika anda adalah anak dari hubungan diluar nikah / zina, maka nasab anda adalah ke ibu anda, dan tidak punya nasab kepada ayah biologis anda, jadi tidak punya ayah, tidak ada saling mewarisi dan perwalian, jika anda adalah wanita, jika kelak menikah maka walinya adalah wali hakim / petugas KUA yang ditunjuk, jadi bukan dengan ayah biologis anda,.

    Kemudian perlu ditanyakan juga, dulu ibu anda yang menghamili itu siapa, apakah yang sekarang menjadi suaminya, atau oleh laki-laki lain, lalu menikahnya dengan bukan laki-laki yang menzinainya,..
    Jika ibu anda dulu menikah bukan dengan laki-laki yang menzinainya, maka nikahnya tidak sah,

    • Asalmlaikum

      Saya mau tanya solusi bnar
      Sya brhunngan sma cwek uda setahun tp cwek tu ngaku janda sy trima dgn tlus .

      tp uda mnjlang sethun sy bru tau dia istri org .

      tp pcr sy jlaskn uda sthun dia tdk di kasih nafkah lahirbatin dan akhirx kami trtap lamjutkn hbngan kami dan kami smpat dapat momongan tau anak lakilaki

      Dan bru seminggu itu anak lahir ibunua ksih sma tmanya dan tmnaya itu kasih sma org laen yg tdk punya anak
      Yg aku sygkn itu anak di bawa ibunya tmpah pngetahuan sy .

      dan ibu dari pcr sy tdk mnerima khadiran itu amak tp org tua sy mnerima dan sy ku pling syg itu anak
      Yg ku prtaxkan apa aku berhak lapor yg brwajib tau hak pelindung anak karna aku syg itu anak
      Tlong jwabnya yg akurat dan trbaik
      Mksh

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Anda wajib bertaubat dari zina yang anda lakukan, ga usah dekati wanita itu lagi, karena dia adalah istri orang, dan anak yang lahir itu bukanlah anak anda, tapi dinasabkan ke suami wanita tersebut,. anda ga ada hak sama sekali,.

      Jadi yang dilakukan anda adalah bertaubat, tidak usah lapor ke pihak berwajib,
      Bagaimana cara taubat dari zina, silahkan baca disini

      Anda juga wajib taubat dari pacaan yang anda lakukan, karena pacaran itu haram hukumnya dalam islam, cara taubat dari pacaran silahkan baca disini

  35. Asalamualaikm

    Mau tanya nih , gmn ya hukumnya klw ada seorang suami istri yg saling mencintai satu sama lain baru saja menikah dan sempat berpacaran lama pas lg hamil seorang suami menyangka itu adalah anaknya

    tp pas lahir muka beda dengan bapanya yakin 100% itu pasti bukan anaknya tapi hasil selingkuhan istri pada saat berpacaran di minta bertanggung jawaban bapak asli dari si anak tidak mau bertanggung jwb..

    Yg saya pertanyakan cara apa yg harus dilakukan istri mengetahui bapa yg bukan dari anak sangat menyayangi anak tersebut dan seorang istri tersebut, mereka seperti keluarga yg utuh yg penuh kasih sayang ..

    Istri tersebut tidak mau memberitahu bahwa sebenarnya anak nya itu bukan anak dari bapanya ..

    Dia takut semua bisa cerai berai dia tidak mau kehilangan cinta dan kasih sayang dari seorang suami yang dia cintai ..

    Apa tindakan selanjutnya yg benar .. Mohon di jawab

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Jika si wanita itu hamil oleh laki-laki lain sebelum melakukan akad nikah, maka NIKAHNYA TIDAK SAH,
    Jadi wajib dipisah, dan jika dia berhubungan badan dengan suaminya, maka statusnya adalah ZINA, karena tidak sah nikahnya

    Tapi jika si istri selingkuh setelah nikah, maka itu bukan anak zina, dan si istri wajib bertaubat telah melakukan zina, mengkhianati suami, jadi anak tersebut dinasabkan ke suami,.

    Dan jika sudah bertaubat dengan taubat nasuha, maka tidak perlu memberitahu suami,
    cara taubat dari zina bisa dilihat di postingan ini

    Kalau melihat pernyataan diatas, maka NIKAHNYA TIDAK SAH, karena dia hamil oleh laki-laki lain, dan yang menikahi itu laki-laki lain yang tidak menghamilinya,.

    Jadi yang harus dilakukan adalah PISAH, dan jika mau bersatu, si wanita harus bertaubat, lalu dilakukan akad nikah ulang,.

  36. assalamuälaikum .
    saya mau bertanya, saya menikah dengan pria duda yang memiliki anak 1.

    Dan anak tersebut merupakan anak diluar nikah (suami saya menikahi mantan istrinya pada saat hamil).

    yang mau saya tanyakan bagaimana status anak tersebut terhadap suami saya?
    dan salahkah saya sbg istri yang meragukan anak tersebut?
    dan salahkah saya sbg istri jika meminta suami agar menafkahi anaknya tidak melebih dr yg saya patokan?
    mohon penerangannya.
    terima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Itu adalah anak zina, dan anak zina itu dinasabkan ke ibunya, bukan ke bapaknya,.
    Jadi anak tersebut tidak punya bapak , jadi ga ada kewajiban bagi bapak biologisnya untuk menafkahi anak tersebut,
    Sebaiknya pulangkan saja ke ibunya, karena ibunyalah yang lebih berhak, nasabnya ke ibunya, dan bukan ke bapaknya,.

    • tapi suami saya bersikeras anak itu bersama kami. kalau pun tidak bersama kami suami saya tetap akan menafkahinya dan dia akan menceraikan saya klu saya tidak setuju.
      apa yang harus saya lakukan ?

      Tidak mengapa anak tersebut tinggal bersama, tapi suami diingatkan bahwa anak itu tidak ada hubungan nasab dengan suami ibu, karena dia anak hasil zina,.
      Masalah suami mau menafkahi itu sih hak suami,
      Ibu bisa menasehati suami dengan cara yang bijak, santun, saat-saat yang tepat, waktu yang tepat,.
      Suami itu ibarat pemimpin, dan istri itu rakyatnya,. jadi pandai-pandai ibu mengambil hatinya,.

      Mungkin ibu nanti bisa kasih artikel tentang status anak zina, dan Ancaman Allah bagi orang yang menasabkan diri pada yang bukan nasabnya,.

  37. maaf pak/ibu saya mau tanya, saya kan sebentar lagi mau menikah, tapi saya ini anak hasil jina ibu dengan bapak saya, tapi bapak saya itu tidak menikahi ibu saya, dan akta kelahiran saya atas nama bapak dari ibu saya/kakek saya, pertanyaan nya apakah boleh saya memakai binti dari kakek saya tsb ketika saya menikah nanti, penghulu dari KUA bilang saya harus bilang bahwa bapak saya sudah meninggal, jadi saya harus bagaimana, mohon pencerahannya, terima ksh

    Bintinya ke ibu kandung anda,dan wali nikahnya adalah wali hakim, atau petugas KUA yg berwenang

  38. Assalamu’alaikm,
    Mohon maaf pak, saya mau bertanya. Saya mempunyai calon istri yang lahir dari prbuatan hasil zina. Ayah kandungnya tidak tahu kemana perginya.
    Pertanyaan saya, bagaimanakah hukumnya / haramkah saya menikah dengan calon saya tersebut? Lantas apakah SAH dan wanita tsb di Bintikan ke siapa? Mohon penjelasannya.

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah
    Anak zina tidak punya ayah,
    Kalau menikah walinya adalah wali hakim atau petugas KUA,
    Bintinya ke ibunya,

    Kalau syarat dan rukun sahnya terpenuhi maka SAH

  39. Assalamualaikum , saya mau bertanya , jadi jika ada sepasang suami istri menikah setelah melakukan zina dan anak itu laki2 , nah pertanyaannya saya , apakah sah anak laki2 hasil zina ini menikahkan /menjadi wali pada anak2 perempuannya kelak di masa mendatang , meskipun anaknya kelak bukan hasil dari zina ? Trima kasih

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    selama si anak tersebut tdk melahirkan anak zina, maka sah saja,

  40. Assalamuälaikumwarahmatullah,

    Saya seorang perjaka dan belum pernah menyentuh wanita. Tapi saya mau menikahi wanita yang sudah mempunyai anak hasil zina. Anak nya sudah berumur 3 tahun dan wanita tersebut sudah sadar akan perbuatan zinanya empat tahun silam.

    Yang mau saya tanyakan, apakah anak tesebut nantinya setelah ibunya menikah dengan saya bisa di-bin-kan ke nama saya ?

    Terima kasih.

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Anak tersebut nasabnya ke ibunya, tidak bisa dinasabkan ke bapaknya,

  41. Bagaimana hukumnya jika anak laki² yang lahir dr hub diluar nikah,apakah bisa menuntut hak berupa biaya kehidupan dan pendidikan nya ke bapaknya (secara biologis) walaupun tdk diakui kembali setelah bapaknya menikah ??

    Mohon penjelesannya .

    Tidak berhak, karena dia anak zina, tidak ada hubungan perwalian,waris, jadi bapak biologisnya tidak wajib menafkahinya,
    Kalau berbuat baik sih silahkan saja

    Jadi sibapak tidak boleh mengakui dia sebagai anak yang bernasab kepadanya, dan si anak tidak boleh mengakui bapaknya bernasab kepadanya

  42. Assalamualaikum wrb
    Saya mau bertanya… apakah boleh anak perempuan hasil zinah jika bintinya dengan memakai bin fulan saja…?? Tidak menyebut nama ibunya

    Wa’alaikumussalamwaeahmatullahi wabarakatuh,

    TIDAK BOLEH, bintinya ke ibu,

  43. Assalamu’alaikum,

    saya mau tanya jadi begini. Saya akan menikah bbrp minggu lagi, tapi ayah saya sudah meninggal, saya memiliki 1 orang kakak laki laki, tapi belakangan saya baru tahu bahwa ibu saya bilang kakak laki laki saya itu merupakan anak diluar nikah, karena ibu saya baru menikah setelah hamil 5 bulan.

    Jadi siapa kah yg bisa menjadi wali nikah saya?

    Apakah boleh abang saya menjadi wali nikah?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Tidak boleh abang anda yang bukan anak sah pernikahan menjadi WALI anda, ngga sah nikahnya,
    Yang bisa menjadi WALI anda adalah Kakek anda dari bapak, jika tidak ada bisa paman anda dari pihak bapak, (saudara laki-lakinya bapak)

    Baca di sini untuk mengetahui urutan wali

  44. Dulu saya pelaki zina bersama istri saya, kemudian kita menikah saat istri saya masih mengandung 4 bulan wktu itu,itupun nikah sirri,

    apa hukumnya menikahi istri saya wktu itu dengan cara sirri??

    Dan pertanyaannya bagimana saya bersikap dengan anak hasil diluar nikahnya, krna saya tahu tidak dinisbatkan kepada saya selaku bapak biologisnya, berarti bukan anak saya kan begitu??

    lantas selama saya hidup tidak menafkahinya tidak berhubungan dengannya apakah saya berdosa ?? tolong dijawab bagaimana hukumnnya saya harus bersikap.

    Di sisi lain sekarang saya sudah bercerai, saya bingung mau bagaimana.Jazzakallah khairon.

    Yang wajib anda lakukan adalah Bertaubat secara nasuha dari zina yang anda lakukan,

    Jika nikah sirri terpenuhi syarat dan rukun nikahnya, maka SAH nikahnya,

    Adapun anak yang lahir dari hubungan zina itu tetap sebagai anak zina, tidak boleh dinasabkan ke ayah biologisnya, karena bukan anak sahnya, jadi tidak ada hubungan perwalian, waris,

    Karena bukan anaknya, ya tidak ada kewajiban menafkahinya,

    Apakah itu perbuatan tidak bertanggungjawab, tentu tidak, itu buah dari zina, keduanya memang melakukan tindakan dosa, bukan tindakan yang bertanggungjawab,baik si laki-laki maupun si wanitanya,
    Dan anak zina nasabnya ke ibunya, bukan ke bapaknya

    Harusnya dengan seperti itu si wanita berpikir jika ada laki-laki yang mendekatinya, bukan diberi lampu hijau, karena terjadinya zina itu sebagian besar pemicunya adalah wanita, bahkan terjadinya pemerkosaan itu pemicunya adalah wanita juga, baik si wanita utu sendiri atau wanita lain

  45. Assalamualaikum..

    Pak tolong dijawab lantas siapa yg wajib menafkahi anak hasil diluar nikah kalo bukan bapak biologisnya..
    Adakah pendapat ulama dan dalil nya

    Jazzakalahu khair..

    Yang wajib menafkahi bukan bapak biologisnya, akan tetapi kalau bapak bioligisnya ingin berbuat baik, ya silahkan saja,

    Yang menafkahi adalah si wanita tersebut, karena nasabnya pada si wanita

  46. assalamualaikum….
    saya mau bertanya ini kisah hidup sya sendiri saya pernah menikah baru setahun iateri saya kepengen kerja keluar negri dengan alasan biar kita nanti punya modal di masa depan…..

    dengan hati berat saya mengijinkan kistri saya walau dalam hati kecil saya didak rela karena sudah banyak contoh dari tkw yg tidak sedikit pulang dari luar negrinya gagal, kebanyakan bukan tehnik hidip yg di cari melainkan gaya hidup yg di carinya….

    begitupun dgn istri saya sesampainya di sana ternyata sama seperti itu, 2,8bulan isteri saya pulang , ternyata buukannya kesuksesan yg dia bawa, sebagai mama yg dinginkan di awal dulu , melainkan dia pulang membawa aib kehamilan sebesar 8 bulan….. tapi aya berusaha ihlas menerima dia kenbali bgi saya walau bagai manapun. dia masi istri saya yg sah. .. saya tetap berusaha mencari kerjaan karena saya melahirkan itu harus ada uang buat persalinan nanti .

    alhadulilah ahirnya sampe pada waktunya dia melahirkan seorang bayi perempuan dgn selamat, saya pun ikut senang walau dalam hati kecuil saya menangis karena sebenarnya saya yg mendabakan punya anak hasil pernikahan saya dengan dia, bukan dia sama laki” lain.. tapi tak apalah mungkin ini audah suratan hidup saya, ….. tapi takdir berkata lain setelah saya selamatan anak itu marhabaan kalau di di kampung sayamah pak, ternyata kesabaran saya dan juga kebaikan saya itu hanya dianggap kebodohan sama dia sampai akhirnya saya bercerai sama istri saya, …. tapi jujur pak saya mau bertanya anak itu kan lahirnya gk jlas bp nya … saya pun sudah menanyakan sama mantan istri saya siapa bp nya dan orang mana tapi dia tidak bilang sampai sekarang, … nah saya mau tanyakan kenapa hati saya bisa sayang banget sama anak itu walaupun anak itu hasil dari perselingkuhan istri saya dgn laki” lain, tapi demi nama allah saya sampai detik ini merasa sayang sama anak itu bahkan saya merasa itu anak bagi saya seperti anak saya sendiri pakk,… dan rasa syg saya sampai sekarang tidak bisa di lupain,…. walau pun org” banyak yg bilang ngapain sayang anak itu anakmu bukan tapi saya yakin bahwa cara saya menyayangi anak itu tulus dan bukan berarti saya harus kembali ke ibubunya, apalagi sekarang kami masing” sudah punya keluarga lagi.. saya bertanya dalam akteu kelahiran nya juga bin nama saya, apa saya tidak akan bedosa pak,…?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika seorang istri berzina, maka anak zina nasabnya ke suami sahnya, bukan ke bapak zinanya, bukan pula ke ibunya,.
    Berbeda jika wanita yang belum menikah berzina lalu hamil, maka nasabnya ke si wanita,.

    Dalilnya sudah ada di postingan atas,.

    الولد للفراش وللعاهر الحجر

    “Anak itu menjadi hak pemilik firasy, dan bagi pezina dia mendapatkan kerugian.”

    Imam An-Nawawi mengatakan, “Ketika seorang wanita menikah dengan lelaki atau seorang budak wanita menjadi pasangan seorang lelaki, maka wanita tersebut menjadi firasy bagi si lelaki. Selanjutnya lelaki ini disebut “pemilik firays”. Selama sang wanita menjadi firasy lelaki, maka setiap anak yang terlahir dari wanita tersebut adalah anaknya. Meskipun bisa jadi, ada anak yang tercipta dari hasil yang dilakukan istri selingkuh laki-laki lain. Sedangkan laki-laki selingkuhannya hanya mendapatkan kerugian, artinya tidak memiliki hak sedikit pun dengan anak hasil perbuatan zinanya dengan istri orang lain.” (Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi, 10:37)

    Jadi anak tersebut adalah anak si suami tersebut,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*