Kenapa Kamu Ngga Tahlilan? Nah lho….

Kamu Koq gak Ngadain Tahlilan Sih? Kamu Muhammadiyah Ya ? PERSIS Ya ? Al Irsyad Ya ? Salafi Ya ? Wahabi Ya ?

SIKLUS KEHIDUPAN

1. Saling suka, saling cinta. Bersentuhan kepada yang bukan mahram hukumnya haram.

2. Melamar. Tidak boleh melamar seorang wanita yang sudah dipinang oleh lelaki lain.

3. Melanjutkan ke Pernikahan. Perhatikan mahar-nya, wali, saksi dan Walimatul ‘Ursy (Pesta perkawinan)

4. Masa Kehamilan. Adab-adab berhubungan suami Istri

5. Kelahiran dan berbagai adab-adabnya.

6. Aqiqah pada hari ke 7. Mencukur Rambut, Memberi Nama dan Memotong Hewan Aqiqah

7. Khitan

8. Mendidik anak adalah kewajiban orang tua

9. Setelah dewasa, kemudian menikah. Ada waktunya sakit. Bagaimana Adab-adab menjenguk orang sakit.

10. Meninggal Dunia. Mentalqinkan selagi hidup, Merawat jenazah, Memandikan, mengkafani dan Mensholati.

11. Dimakamkan. Perhatikan, adab-adab dan Sunnah-sunnah Nabi.

12. Koq gak ada perintah untuk bertahlilan ya ? [selamatan 1,3,7,40,100,1000 kematian dst] Kalo Allah dan Rasul-Nya gak nyuruh, siapa yang nyuruh ya ????? Kalau Kiyai, Tuan Guru, Syaikh dan Habib yang nyuruh, berarti mereka lebih hebat daripada Allah dan Rasulullah dong….Nah looooo !!!!!

13. Naaah, banyak-banyaklah kita membaca. Baik Al Qur’an atau Kitab-kitab Hadits serta kitab-kitab yang mu’tabar lainnya. Supaya kita mengerti dalil-dalilnya. Supaya kita gak taqlid dan gampang dibodohin orang lain. Sebab Islam mengharuskan setiap ummatnya Cerdas Individual.

14. Kalau sudah mengerti, maka janganlah melakukan amalan-amalan bid’ah. Sebab Rasulullah telah bersabda : Setiap bid’ah adalah sesat dan setiap yang sesat di neraka.

___________________________

Kehidupan dan Kematian Adalah Dua Keniscayaan

Kamu Muhammadiyah Ya ? PERSIS Ya ? Al Irsyad Ya ? Salafi Ya ? Wahabi Ya ? Kalimat itulah yang sering dilontarkan oleh mereka yang anti pati kepada mereka yang tidak melakukan Tahlilan [selamatan Kematian] apabila ada sanak keluarganya yang meninggal dunia.

Maka katakanlah kepada mereka;

وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah Muslimun (orang-orang yang berserah diri). [QS. Ali Imron :52]

KEMATIAN dan KELAHIRAN adalah dua keniscayaan. Satu kegembiraan dan satunya kesedihan. Dan tidak mungkin Islam tidak mengatur prosesi-prosesi yang bersangkutan dengan kedua hal tersebut, Islam telah mengaturnya dengan mencontoh Rasulullah orang yang PALING MENGERTI cara bersosialisi/bermasyarakat. Beliau memiliki akhlakul karimah, hati yang penyayang, paling santun dan lembut hatinya. Beliau paling mengerti bagaimana cara menghibur orang dan mendo’akan orang yang KEMATIAN dan musibah lainnya. Bagimana cara bergembira bersama orang yang lagi senang, baik menyambut KELAHIRAN dan lainnya. Pada kasus kematian, Rasulullah tidak pernah mencontohkan TAHLILAN [dlm arti : Selamatan Kematian].

RASULULLAH ADALAH ORANG YANG PALING MENGERTI CARA BERSOSIALISI DAN BERMASYARAKAT

Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilahi [seandainya Selamatan kematian itu baik, niscaya Rasulullah dan para sahabatnya paling bersegera melakukannya, sebab perkara apapun yang bernilai baik (hasanah) dalam rangka taqarrub kepada Allah tidak akan pernah mereka lewatkan]. Rasulullah dan para sahabat tidak melakukan selamatan kematian bukan karena Rasulullah tidak punya uang atau tidak punya waktu.

Maka sungguh na’if bagi mereka yang berdalih untuk melakukan Selamatan kematian hanya berdasarkan pendapat bukan dalil. Seandainyapun ada dalilnya :

MAKA ALANGKAH NAI’FNYA RASULULLAH TIDAK MENGERTI BAHWA KALAU TERNYATA ADA “DALILNYA UNTUK MELAKUKAN TAHLILAN, PADAHAL AL QUR’AN TURUN DI SISI MEREKA DAN RASULULLAH MEMBIMBING MEREKA [PARA SAHABAT] SECARA LANGSUNG. Padahal di jaman Rasulullah para sahabat banyak yang mati syahid, bahkan ketika Istri beliau Siti Khadijah dan anak beliau Al Qasim dan Ibrahim meninggal, tidak ada keterangan Rasulullah mentahlili mereka [red: selamatan kematian].

Ketahuilah, pendapat seorang ulama bukanlah SEBUAH DALIL. Pendapat ulama, mustahil dapat mengalahkan IJMA’ SAHABAT.

Begitu Sempurnanya ajaran Islam, Mengatur Masalah Kematian dan Kelahiran

Ketahuilah, Islam adalah ad Dien yang sempurna, sehingga tidak perlu lagi penambahan dan pengurangan syari’atnya. Apa-apa yang telah menjadi syari’at agama sejak diturunkannya QS. Al Maidah : 3, maka ia tetap menjadi syari’at sampai sekarang dan nantinya tanpa ada perubahan.

Hidup dan mati adalah dua hal yang pasti terjadi. Islam sangat mengatur bagaimana tuntunannya dalam menghadapi kedua perkara ini. Proses kelahiran diawali dengan berbagai prosesi dalam kehidupan. Kalau kita mau mendaftar urut kebelakang, niscaya secara sederhana dan singkat kita akan mendapatkan urutan-urutan sebagai berikut; [kalau ada yang kurang mohon ditambahin]

Sebelum adanya kelahiran;

a. Saling kenal antara lawan jenis, kemudian dilanjutkan dengan ta’aruf, meminang, dan proses selanjutnya jenjang pernikahan.

b. Islam sebagai sebuah agama, telah mengatur hal-hal tersebut dengan sedemikian jelas, karena Islam datang untuk mempermudah bukan untuk mempersulit. Dalam prosesi perkenalan/ta’aruf, Islam sudah mengajarkan etika-etikanya. Melarang dua insan yang berbeda jenis kelamin untuk berdua-duaan ditempat yang tersembunyi dan terang-terangan tanpa ada mahramnya. Islam melarang ikhtilat, melarang bersalam-salaman (musafahah) apalagi cipika-cipiki kepada seseorang yang bukan mahramnya.

c. Dalam hal meminangpun sudah diatur dalam syariat Islam. Tidak boleh meminang seseorang yang sudah dipinang oleh orang lain.

d. Menjelang pernikahan, uang mahar dan hingga pesta pernikahan (walimatul ursy), juga telah diatur kaifiyatnya dalam syari’at Islam.

e. Setelah pernikahan yang sah secara syar’i, terjadilah kontak pisik antara dua lawan jenis tadi, yang selanjutnya terjadi kehamilan. Dalam proses sebelum kehamilan, Islam telah mengatur adab-adab dalam bersenggama, bercumbu dan do’a apa saja yang mesti harus dibaca.

f. Pada masa kehamilanpun telah diatur adab-adabnya oleh syariat Islam.

Setelah adanya kelahiran;

a. Adanya prosesi aqiqah pada hari ke tujuh, di dalamnya terkandung pemberian nama, pencukuran dan penyembelihan hewan aqiqah.

b. Setelah dewasa anak dididik, diberi nafkah yang layak dan tidak lupa dikhitan.

c. Selanjutnya sang anak menjadi dewasa, dan pasti melewati fase-fase sebelum kelahiran di atas, karena sudah merupakan sunnatullah.

d. Setelah siap berumah tangga, sang anak kemudian di nikahkan, dengan syarat-syarat yang telah diatur oleh Islam, tentunya atas izin dari sang anak atau walinya, adaNya wali nikah dll.

Selanjutnya, siklus selalu berputar mengikuti sunatullah. Dan endingnya adalah kematian.

Sebelum datang kematian biasanya ada gejala sakit tetapi ada juga yang tiba-tiba, karena kematian adalah urusannya Allah.

a. Bagi yang sakit, hendaklah kita do’akan kesembuhannya dan semoga diberi kesabaran. Islam telah mengatur adab-adab orang sakit dan menjenguk orang sakit.

b. Apabila ajal menjemput, maka tuntunlah talkin sebelum nafas lepas dari kerongkongan, jadi bukan setelah nyawa/ruh berpisah dari tubuh.

c. Perlakukan manyit dengan adab-adab pengaturan jenazah

d………….dimandikan, dikafani, disholati, dikuburkan…dst.

f….Lho kok gak ada tuntunan dari Rasulullah untuk TAHLILAN(selamatan kematian)? Nah Lhoooooo……

Mencoba menyampaikan dengan bahasa yang sederhana. Mohon ma’af masih belum sempurna, masih ada penambahan dan perbaikan…………Mohon masukan dari ikhwan dan akhwat sekalian, jika ada hal-hal yang salah dan masih kurang ! [Anwar Baru Belajar]

sumber: http://hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.com/2011/03/kamu-koq-gak-ngadain-tahlilan-sih-kamu.html

Print Friendly, PDF & Email

Sholat Jenazah

19 Comments

  1. dalil naik mobil,naik motor,main komputer,internetan,bikin blog juga ga ada dlm hadits.berarti bid`ah dong…..soalnya kanjeng nabi ga pernah ngajarin….

    Betul sekali, itu bidah, tapi bidah secara bahasa,.. masih banyak yg bidah kang,.. bakwan bidah,karena nabi ga pernah mangan bakwan, bakso juga bidah,awul-awul bidah,sepur bidah,kapal mabur bidah,.. apa maning ya,. akeh, kyeh waca nang kene bae kang,

    Yen durung ngerti apa sih artine bidah, waca nang kene kyeh,ben ngerti

    Dinge wedi lho yen berbuat bidah, apa sebabe? waca nang kene

    • orang yang membenarkan tradisi TAHLILAN selalu menjawab dengan alasan bid’ah yang sifatnya keduniawian. padahal bid’ah yang dimaksud adalah urusan ritual ibadah. Trus biasanya sarana untuk ibadahpun dimasukkan ke dalam urusan ritual ibadah, seperti naik pesawat untuk haji. padahal yang dimaksud ibadah itu cuman hajinya saja, sedangkan naik pesawat untuk haji cuman sarana saja, bukan rukun ibadah.

      Betul, jadi pemahamannya terbalik-balik gitu, itulah salah satu ciri bidah, memahami dgn hawa nafsunya

  2. hanyalah wahaby yang mengartikan segala bid’ah itu tercela. silahkan kemukakan dalil sesatnya acara tahlilan!

    Terimakasih mas , komentar yg bagus dan menggelitik,..

    Kalau shalat pakai bahasa indonesia boleh atau ngga mas,. kan ngga ada tuh larangan shalat pakai bahasa indonesia?

    Cara ibadah itu sudah ada tuntunannya mas, jadi ada perintahnya, bukan disuruh mencari dalil larangan tentang amalan tersebut, tapi tunjukkan pada saya, mana dalil yang memerintahkan ritual tahlilan dengan cara seperti itu?

    Jika tidak ada larangan shalat dengan bahasa indonesia, bolehkah kita melakukannya?? TIDAK BOLEH MAS,

  3. Tidak usah bertele-tele. Mudah saja….
    1. Kenapa Manusia terbaik, yang paling sholeh, yang paling taqwa, yang paling ikhlas, yang paling berilmu yaitu Rosulullaah SAW tidak melakukan tahlilan dihari 3,7,40,100 dll? Ingat pertanyaanya : MENGAPA BELIAU TIDAK MELAKUKANNYA ???? Sedang ketika itu dijumpai ada sahabat yang meninggal dunia, bahkan anak Rosulullaah SAW meninggal tidak ada acara tersebut. MENGAPA BELIAU TIDAK MELAKUKANNYA ????

    2. Mengapa pula para sahabat yang jumlahnya ribuan tidak ada satupun yang melakukan ritual itu ????

    3. Mengapa pula IMAM2 KITA YANG EMPAT TIDAK ADA YANG MELAKUKANNYA ????

    4. Jika daun kurma diyakini bisa meringankan siksa kubur maka alangkah senangnya orang yang dikubur di daerah kebun kurma, karena tdk kering2. Bukan begitu maksudnya tapi baca dgn seksama kisah tersebut.

    5. Klo permasalahan ini dibuka lebar saya kuatir orang semakin malas ibadah dan rajin maksiat sebab hanya menyandarkan pada banyak hadiah yg datang. Klo begitu klo para koruptor mati mereka tenang2 saja, kan duitnya bisa untuk undang jutaan orang untuk mendoakannya.
    Salaam Damai berfikir jernih

    Jazakallahu khairan Om, bagus sekali tanggapannya,.. mudah2an para pembacapun mudah tuk mengambil kesimpulan dari tanggapan diatas,

  4. numpang nimbrung…

    kalo dari contoh berhaji yang dilihat adalah ibadah hajinya bukan pesawatnya kenapa tahlilan ga dilihat unsur doanya dan kalimat agung lainnya..bknkah berdoa adlh ibadah dan membaca tahlil jg ibadah?

    sementara brkumpul dan wktu hanya sarana?

    tolong jelasin dong aku msh awam soal ini..

    Terimakasih mba, bisa nimbrung disini,
    Pernahkah mba bertanya kepada orang yang pergi haji, apakah mereka meyakini naik pesawat itu bisa mendekatkan diri kepada Allah, atau ritual hajinya yg mendekatkan diri kepada allah?
    Sepertinya tidak ada yang berkeyakinan bahwa naik pesawat itu bisa mendekatkan diri kepada Allah, .. berbeda dgn tahlilan,
    Coba perhatikan di masyarakat yg meyakini tahlilan itu adalah merupakan ajaran islam,
    Jika ada orang yang mati, lalu sudah lewat dari 7 hari tidak dilakukan ritual tahlilan, pasti akan ditanya, kenapa sdh 7 hari kok tidak diadakan ritual tahlilan,.. bukan nanya sudah dibacakan tahlil atau belum,.. dan jika ada yang mengadakan bukan di hari ke 7, atau keluar dari pakem kebiasaan masyarakat, pasti akan ditanya, kenapa tdk dilakukan di hari ke 7? ini menandakan ritual tersebut terkait dengan harinya bukanlah sebagai sarana, tapi sdh menjadi bagian dari amalan yg dianggap ajaran islam,

    Ibadah itu adalah hak Allah, Allah yang membuat tatacaranya,
    Jika kita membuat-buat amalan ibadah tertentu , dengan tatacara tertentu, maka kita telah mensejajarkan diri dengan pembuat syariat ini, ini merupakan perbuatan dzalim, kita berbuat dzalim kepada Allah, dan pada hakekatnya kita sedang berbuat dzalim kepada diri sendiri,

    Dalam perkara ibadah, kita wajib mengikuti dalil yang memerintahkannya, Nunggu Dalil, jika ada dalil yang memerintahkannya, maka kita kerjakan, jika tidak ada dalil yang memerintahkannya maka kita tidak boleh membuat cara-cara sendiri,.. demikian mba, mudah-mudahan bisa dipahami, jazakillahu khairan

  5. Intinya Ritual atau Ibadah kepada Allah yang tidak diajarkan oleh Rasulullah tidak boleh dikerjakan, tidak boleh ditambah tambah atau di kurangi. jadi jangan berlebihan seakan akan lebih sempurna dari Rasulullah. seakan akan ibadah nabi kurang afdol…. begitukah !

    betul maz Ozie,..

  6. Sebenarnya wong pada bingung kalo saya mejalankan tahlilan pada bae ibada juga karena nang njero ana lafal lailahailalloh……

    aja bingung maning mas,.. emange yen ana lafadz laa ilaaha illallah lantas ora dosa? gampang bae, misale ana wong arep maling, ngucap bae lafadz tahlil, atawa lafadz bismillah, apakah berarti nyolonge dadi halal??

    lafadz tahlil adalah dzikir yg utama, dzikir yg paling agung, tapi jika ditempatkan pada tempat yg salah, tanpa ada petunjuknya dari rasulullah, maka akan menghinakan amalan tersebut, dan pelakunya mendapat dosa, bukan mendapat pahala,.. perintah berdzikir itu tidak ada waktu khusus seperti setelah kematian seseorang,.. kalau tahlilan di hari ke sekian-sekian,. mana dalilnya dari rasulullah…

    begitu mas marta,. jangan bingung lagi..

  7. rika wongendi? ana hubungan apa karo Nabi SAW?

    matur suwun kang wawan, inyong wong asli bumiayu, kaya aran blog ge,.
    maksude hubungan apa kye, hubungan kekluargaan apa pimen? yen hubungan kekeluargaan sih ora ngarti, lha wong bapane bapatuane inyong ge aku ra ngarti koh, masa pan ngaku2 bersanad maring rasulullah,… he..he.. ra wani rah,.

    maksud pertanyaane kwe pimen njajal, dijelasna,. dadi mengko njawabe ora salah-salah,.

    nah, rika ge wong endi kang,.. tak enteni jawabane kye,..hubungane karo Nabi muhammad apa,.. he..he… tak takoni pertanyaan sing pada juga,.. jawab ya,..

  8. Mas admin, Ozie Khan, Om Anas & Fajar Hari Prabowo …

    saya setuju karena dari kecil saya tidak pernah hadir ke acara selamatan saudara, tetangga yang meninggal ..

    bagi saya aneh kok orang meninggal pakai acara kumpul2 dan makan2 setelah di kubur ada 1-7 hari, 40 hari, 100 hari bahkan ada yang namanya Haul ………

    dan itu berlanjut sampai sekarang .

    Apalagi setelah saya belajar mendalami agama Islam Tahlilan tidak ada contoh dari Rasulullah SAW contoh
    ketika istri Rasul Ummu Siti Khadijah meninggal dunia tidak ada dalil yang menjelaskan bahwa ada Tahlilan setelah pemakaman beliau …..

    Terimakasih,. betul apa yg anda sampaikan, dan rasulullah juga para sahabat, juga imam yang empat, mereka semua juga tidak melakukannya,.. jusrtu di madinah pun tidak ada ritual2 tersebut, lebih lucu lagi kok ritual tsb ada di indonesia,.

    • Iya betul, memang agak susah mengajak kearah yang benar sesuai Al-qur’an & sunah Rasul..

      Saya jadi ingat dulu saya sendiri sempat dimaki2 Om saya ketika ibu saya meninggal dunia pada hari Jum’at 2009 lalu, waktu itu salah satu Om saya diskusi dgn abang saya ttg akan mengadakan acara Tahlilan …

      Saya bilang Om dalam Islam acaraTahlilan itu tidak ada dalil petunjuk dari Rasulullah SAW…

      Om saya bilang kamu anak kemarin sore baru belajar agama saja sudah belagu !!!..

      Kamu tahu ga dari ujung Sumatra sampai Pulau Jawa semua ngadain acara tahlilan !…..

      Saya tdk mau ribut malu krn lg urus jenazah ibu di RS ..sambil menahan tangis saya bilang ..

      ya sudah terserah saja kalau kalian mau melaksanakan saya tidak mau ambil bagian dalam acara tersebut….

      Astaghfirullah dlm hati saya sedih kenapa kok manusia skrng dijadikan panutan padahal jelas taulan kita Rasulullah SAW tdk ada mencontohkan hal tsb….

      Saya hanya berdoa sama Allah saat itu agar ditunjukan jalan yang benar pd mereka……..

      Pada akhirnya kel. dari almrhm ibu saya tdk menjalankan acara tahlilan tapi tetap kumpul dirumah selama 3 hari karena pada dasarnya ibu & kami bbrp anaknya memang tdk menjalankan acara Tahlilan…….

      abang saya mengambil jalan tengah niatnya nyambung silaturahim …

      hanya tausiyah ttg kematian, menghibur kami yang ditinggalkan tanpa makan2 besar atau nasi box…….

      Semua kue2 dan minuman dibawa dari kel. almarhum ibu saya….Kami tak ikut campur dalam hal tsb…

      Mudah-mudahan semakin banyak kaum muslimin yang paham akan ajaran Rasulullah yang diamalkan oleh para sahabatnya,.. bukan mengikuti tradisi yang tidak ada contohnya dari rasulullah,

  9. Kasihan ya saudara kita yg miskin tidak bisa ngadain tahlilan, boro2 mau ngasih orang buat sendiri aja kagak ada ……….terus yg diundang kira2 dateng apa kagak ? kalau dikasih senyum & terima kasih bagaimana ya ?

    terus harus gimana dong………………..itulah enak dan mudahnya Islam untuk orang2 yg berfikir dan kagak bikin ribet.

    Tapi emang manusia sendiri yg bikin ribet menyusahkan diri sendiri ditambah ke sombongan kita merasa pintar, merasa paling alim, merasa paling segala2 nya, karena kesombongan mengalahkan fikiran/ Otak …………..

    mengutamakan yg tidak ada manfaatnya hanya mengharapkan pujian saja dan rame2 mengerjakan sunah yg tidak jelas tapi yg wajib ditinggalkan , Sholat, Zakat , Sedekah, Anak Yatim yg mudah dan gampang tapi susah melakukannya.

    mas admin…. semoga Allah SWT meberikan kekuatan dalam berdakwah dan bimbing kami yg masih kurang iman ini dan jangan terpancing emosi ya pak….sama komentar2 yg tidak enak, kami mendoa kan semoga mas admin….selalu sabar dan tersenyum………

    Mudah-mudahan kaum muslimin semakin sadar, ibadah itu nunggu dalil, jika tidak ada dalil yang memerintahkannya, maka jangan dilakukan amalan tersebut,. jika ada dalilnya baru dikerjakan,.

    Amalan yang jelas-jelas ada contohnya dari rasulullah saja masih sangat banyak yg belum kita kerjakan, kok sempet-sempetnya mengerjakan amalan2 yg tidak ada contohnya dari rasulullah,.

    Menyikapi komentar2 yg miring, itu biasa saja, kita maklumi,.. banyak kok koment2 yg tdak saya loloskan, karena disampaikan dengan kata2 yg kotor, .. Mudah2an Allah menunjuki kita semua ke jalan yang benar, dan mematikan kita diatas alquran dan assunnah, dengan pemahaman yang benar,.

    • Amin…… semoga kita semua diberikan hidayah dari ALLAH SWT, dikuatkan iman dan selalu menjalan kan perintah ALLAH SWT dan Rosul…walau begitu banyaknya godaan dunia dan kenikmatannya.

      Makasih semua atas pelajarannya ya mas Admin beberkan di sini semoga ALLAH membalas semua kebaikan mu dengan pahala di akhirat……Amin

      Alhamdulillah,. mudah2an bermanfaat apa yg saya posting,.
      Jazakallahu khairan atas suport dan doanya,.

  10. Ana sdh menemukan dalil shahil tentang tahlilan, .. Whai Saudara/i jangan ragu. Perbanyaklah dzikir wa tahlil, insyaallah berkah..

    Silahkan sebutkan teks dalilnya, hadits riwayat siapa, dan contoh pelaksanaan dalil tersebut oleh para sahabat,.

  11. pertama, bid’ah ialah perkara baru yg diada-adakan dalam urusan ibadah, jadi terkait dg contoh naik mobil, pesawat, main internet, handphone bukanlah bid’ah, semua itu disebut kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan rasul sangat mendukung kemajuan IPTEK.

    kemudian terkait dg tahlilan, memang tidak terdapat dalil yg melarang melaksanakannya, mengapa? Karena amalan tersebut mulai ada dan dilaksanakan jauh setelah zaman kerasulan Muhammad, jadi mana mungkin beliau melarang amalan yg masih belum ada atau ditemui pada saat itu.

    selanjutnya pada hadits yg shahih menyatakan bahwa setiap manusia yg telah meninggal akan terputus seluruh amalnya kecuali 3 perkara, shodaqoh jariyah nya, ilmunya yg bermanfaat, dan doa anak-anaknya yg sholeh.
    Mengingat hadits tsb, maka doa teman kerabat dan tetangga saja tdk akan tersampaikan, apalagi sbg orang lain yg tdk mengenal.

    Jadi hanyalah doa dr anak-anaknyalah yg dapat sampai kepada beliau di akhirat nanti.

    Kemudian jika sdh mengetahui bahwa doa kita akan sama sekali percuma kecuali utk orang tua kandung kita, maka akan masuk di akal kita telah melakukan amalan yg mubadzir, sedangkan sabda rasul bahwa mubadzir itu adalah salah satu sifat syaithan.

    Jadi hal terbaik yg dapat kita lakukan hanyalah menyampaikan nasihat kpd anak-anak dr almarhum/ah utk senantiasa mendoakan orang tua mereka yg sdh meninggal kapanpun dan di manapun mereka berkesempatan

    Terimakasih mameg, sudah menambahkan,.
    perlu saya tambahkan, kalau doa, bukan doa anak shalih saja yang sampai, tapi doa dari orang lain juga akan bermanfaat bagi orang yang sudah meninggal, seperti kita mendoakan tetangga kita yang muslim,
    Adapun anak shalih, amal yang dikerjakan si anak juga mengalir pahalanya ke orang tuanya, baik orang tuanya masih hidup atau sudah meninggal,

  12. wah alquran juga produk bid”ah ya ternyata? kan gak ada dalil nabi utk bikin dan belajar quran

    Kata siapa mas? anda belum tahu, bukan berarti tidak ada,. jadi… belajar, bertanya, jika anda belum tahu,.
    Banyak anjuran mempelajari alquran,. bahkan alquran akan menjadi syafaat bagi pembacanya,.

  13. gak jadi belajar baca quran deh krn produk bid’ah. krn gak ada dalil utk belajar dan bikin quran jaman nabi kalian

    Kata siapa mas ivan,.
    Betulkah pembukuan alquran itu adlah bidah?
    Mari kita telusuri,.
    Apa nama lain dari alquran? namanya alkitab,. ANDA tahu, apa arti alkitab? apakah berupa lembaran, atau sebuah buku atau kitab? itu sebuah buku, jadi… bukan bidah jika alquran itu dibukukan, karena nama alquran sendiri adalah alkitab,. dan alquran yang berada di lauhil mahfudz juga dibukukan,
    Rasul sendiri memerintahkan untuk mencatat alquran, silahkan baca disini

    Kenapa disebut bidah mas, apakah karena di jaman rasulullah belum dibukukan?
    Tahu ngga mas, apa yang dilakukan oleh para sahabat juga menjadi sunnah, bukan bidah, silahkan baca ulasannya disini

  14. Susah bener merangi bid’ah ini, sudah mendarah daging.

    Di kampungku yang penduduknya muhammadiyin, setiap bulan pasti ada acara bid’ah berjama’ah, entah tahlilan, kenduren. Kadang miris, duit yang harusnya bisa bermanfaat dibuang untuk bid’ah.

    Bahkan ada yang memaksakan diri ngutang buat ngadain acara bid’ah ini. ilmuku belum cukup untuk menasehati, yo wis aku diam, kalau aku ngomong bisa memicu perdebatan, bahkan perselisihan.

    Berharap semoga suatu hari nanti ada ulama lempeng yang bisa menasehati warga di kampungku., aamiin.

    Aamiin,. eh daerah mana itu kang,

  15. iya mas admin didaerah ku hmpir selalu ada acara tahlilan stiap ada yg meninggal.

    Pernah ada janda miskin smpe hrus kehilangan rumah ( harta )satu2nyutk ngadain acara ini saat suaminya meninggal.

    smw dilakuin demi gengsi tll takut dgn omongan miring org kampung.miriss.

    bukankah harta itu buat nyambungin hidup dia dan anak2nya.

    Menurrut saya Tahlilan itu hanya tradisi yg memberatkan ahli waris.

    apalagi klo ada acara haul (peringatan kematian tahunan/ulang tahun kematian)cma jadi ajang pasar tumpah.

    Semoga ada ulama yg berani menghilangkan tradisi ini.aamiin

    Ya, amalan bidah itu tidak murah, mahal, tapi tidak bernilai pahala sama sekali, bahkan mendapatkan dosa,..

    Makanya pencetus amalan bidah, akan mendapatkan dosa secara terus menerus, sepanjang amalan bidah itu diamalkan oleh orang lain,ini mengerikan sekali,..

    Mudah-mudahan saja MUI berani mengeluarkan fatwa tentang hal ini, dan kayaknya berat, sebab bisa menimbulkan gejolak di masyarakat indonesia, bisa-bisa MUI dicap disusupi wahabi,..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*