MATI KETIKA IKUT DEMO, apakah itu adalah mati syahid?

MATI KETIKA IKUT DEMO, apakah itu adalah mati syahid?

Pertanyaan:
Apakah mati dalam demonstrasi merupakan tanda husnul khatimah atau su’ul khatimah? Karena sebagian orang berkata bahwa orang yang mati dalam demonstrasi adalah mati syahid?

Syaikh Muhammad bin Abdillah Al Imam menjawab:
Fitnah (musibah) itu, sebagaimana dikatakan oleh Hasan Al Bashri,

الفتنة إذا أقبلت ادركها العلماء و اذا ادبرت ادركها عامة الناس

Fitnah itu sebelum terjadi, para ulama mengetahuinya. Setelah terjadi, orang-orang awam baru mengetahuinya“. Atsar ini shahih.

Ketika fitnah itu terjadi, banyak pertimbangan yang tidak dihiraukan. Pertimbangan syar’i dan pertimbahan akal sehat. Sehingga menghasilkan kekacauan, tindakan yang serampangan, kebingungan, kegoncangan, hal-hal jelek nampak baik,  laa haula walaa quwwata illa billah.

Barangsiapa yang mati dalam demonstrasi tidaklah kita katakan bahwa ia mati dalam keadaan husnul khatimah. Bahkan kita khawatir itu merupakan adzab Allah. Hanya kepada Allah-lah kita bergantung.

Saya akan sebutkan, sebuah pemahaman yang bagus dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiallahu’anhu dari  Sa’id bin Manshur dengan sanad yang shahih. Hudzaifah Ibnul Yaman berkata kepada Abu Musa Al Asy’ari:

أرأيت رجلا خرج يضرب بسيفه يبتغي وجه الله فقتل أيدخل الجنة؟ فقال أبو موسى: نعم. فقال له حذيفة: لا. إن خرج يضرب بسيفه يبتغي وجه الله فأصاب أمر الله فقتل دخل الجنة

Apakah menurutmu orang yang keluar dengan pedangnya untuk berperang dengan mengharap ridha Allah lalu terbunuh ia akan masuk surga? Abu Musa menjawab: ‘Ya’. Hudzaifah lalu berkata kepadanya: ‘Tidak demikian. Jika ia keluar lalu berperang dengan pedangnya dengan mengharap ridha Allah dan menaati aturan Allah lalu terbunuh, barulah ia masuk surga‘”

Maka, orang yang syahid itu adalah orang yang menaati aturan Allah. Maka tidak cukup seseorang dikatakan syahid dengan sekedar keluar untuk amar ma’ruf nahi munkar tanpa menaati aturan yang benar, sebagaimana para da’i ahlul bid’ah dan hizbiyyah. Yang mereka klaim sebagai jihad fi sabilillah pun bukan jihad yang sesuai dengan syariat Allah. Mereka berkata: “anda ini mujahid fii sabilillah karena anda telah beramar ma’ruf nahi munkar“, namun amar ma’ruf nahi munkar yang mereka lakukan bukanlah sebagaimana amar ma’ruf nahi munkar yang dituntunkan syariat. Setiap orang beragam pemahamannya terhadap orang lain. Maka orang yang memfatwakan bahwa fulan syahid ini adalah ketergesa-gesaan orang hizbiyyah (fanatik golongan) yang dilatarbelakangi penentangan mereka kepada penguasa. Laa haula walaa quwwata illa billah.

Maka barang siapa yang mati dalam keadaan demikian, justru kami khawatir kepadanya. Hanya kepada Allah-lah kita bergantung.

Sumber: http://sh-emam.com/show_fatawa.php?id=416

Arsip Artikel

2 Comments on MATI KETIKA IKUT DEMO, apakah itu adalah mati syahid?

  1. paling terbaik itu daqwah krn dpt menyentuh hati,hasil demo kebanyakan kericuhan dan teriak teriak wanita dan laki.lebih baik mengoreksi diri kita sebelum turun kelapangan tuk brdemo.klu cm ricuh dan merusak neg sendiri buat apa tak ada artinya lbh baik solat da baca ALQUR AN pahalanya sdh pasti dan banyaklah berdoa tuk kebaikan muslimin diseluruh dunia dan mendoakan penguasa

  2. Dalam demo ( khususnya di jalan-jalan … umumnya di keramaian umum )
    Setidaknya 2 ada syariat islam yang dilanggar :

    1. Islam menjaga ( kehormatan ) wanita ( akhwat ) sehingga lebih banyak dirumah. namun dengan demo apalagi berjam-jam, kehormatan wanita ( akhwat ) berpeluang besar untuk dilecehkan. entah di lokasi demo, ataupun dalam perjalanan sebelum dan sesudah demo.

    karena tentunya panitia demo tidak bisa mensterilkan area demo ( apalagi jalan menuju dan setelah demo ) dari manusia-manusia yang tidak mentaati Allah dan Rasulnya. Apalagi jika berdemo tidak didampingi muhrim ( misal mahasiswi / siswi yang tentunya kesulitan jika harus didampingi saudaranya yang mungkin jauh di desa / kota lain )

    2. Islam mengatur jarak interaksi muslim-muslimah yang bukan muhrim…
    namun dalam demo batas ini menjadi tidak jelas
    berdesak-desakan antara ikhwan-akhwat dibenarkan atas nama “darurot” karena tidak bisa terhindarkan.

    nah dari 2 pelanggaran ini saja, apakah masih bisa dikatakan demo menjadi sarana yang “syar’i” dalam “ber amar ma’ruf nahi munkar” ?

    Terimakasih,
    Dan sebagai tambahan, demo bukanlah datang dari islam, yang pertama kali demo adalah orang-orang khawarij, jadi demonstrasi adalah SUNNAHNYA ORANG KHAWARIJ,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*