Bolehkan Warga NU shalat di Masjid Muhammadiyah??

Perbedaan Nu Muhammadiyah Dan Ldii Ciri Orang Muhammadiyah Ciri Masjid Muhammadiyah Mendirikan 2 Sholat Jumat Karena Beda Aliran Sholat Orang Muhammadiyah

Warga NU Shalat di Masjid Muhammadiyah

shalat jamaah

Sahkah Shalat Orang NU di Masjid Muhammadiyah

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Ustadz.

Saya adalah pengikut golongan NU. Yang saya mau tanyakan, apa boleh seorang NU shalat di mushola/masjid Muhammadiyah?

Terima kasih.

Dari: Anas

Jawaban:

Wa’alaikumussalam

Kita semua sepakat, baik muhammadiyah maupun NU, mereka semua adalah muslim. Untuk itu, amal ibadah mereka sah selama memenuhi syarat dan rukunnya, serta memungkinkan diterima oleh Allah ta’ala.

Terdapat satu kaidah yang masyhur terkait masalah shalat jamaah. kaidah itu menyatakan:

من صحت صلاته صحت إمامته

“Orang yang shalatnya sah, maka shalat dengan bermakmum di belakangnya juga sah”

Oleh karena itu, selama sang imam shalat adalah orang yang aqidahnya lurus, tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan syahadatnya batal, alias masih muslim, syarat, rukun, dan wajib shalat dikerjakan maka shalatnya sah. Meskipun ada perbedaan pendapat antara imam dan makmum dalam masalah rincian shalat.

Kita akui dalam masalah fikih shalat, ada beberapa perbedaan antara Muhammadiyah dengan NU. Bahkan tidak hanya dua organisasi ini. Perbedaan ini juga terjadi antar-madzhab dalam fikih. Kendatipun demikian, shalat mereka tetap sah, selama syarat, rukun dan wajib shalat terpenuhi.

Sejatinya NU dan Muhammadiyah hanyalah ormas dalam Islam. Mereka memiliki AD/ART agar ormas bisa turut menghasung gerakan dakwah Islam. Namun sayangnya, sebagian kaum muslimin anggota ormas-ormas tersebut kurang bijak dalam memahami hakikat ormas, mereka memunculkan sikap fanatik golongan, sampai menjadikan ormas sebagai sumber syariat atau minimal standar teman adalah anggota ormas. Siapapun dia, selama dia sama-sama anggota ormas, maka dia adalah teman dekat. Sebaliknya, sebaik apapun orang, jika bukan sama-sama anggota ormas maka dia tidak layak untuk dijadikan teman dekat, ini sebagian contohnya. Sehingga ketika muncul sedikit masalah, bisa menjadi sumber ketegangan.

Semacam ini pernah terjadi diantara Muhajirin dan Anshar. Suatu ketika ada orang Anshar yang tersakiti hatinya oleh sikap orang Muhajirin. Diapun marah besar, kemudian memanggil teman-teman Anshar: “Wahai masyarakat Anshar..!!” Spontan orang Muhajirin langsung memanggil temannya juga: “Wahai masyarakat Muhajirin..!!” Mendengar teriakan-teriakan itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung keluar menyelai:

مَا بَالُ دَعْوَى الجَاهِلِيَّةِ

Apa yang kalian lakukan denagn meneriakkan nama kelompok kalian…

Beliaupun diberi tahu, bahwa ada orang Muhajirin dan Anshar yang saling memukuli pantatnya. Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

دَعُوهَا فَإِنَّهَا خَبِيثَةٌ

Tinggalkan teriakan itu, karena itu sesuatu yang buruk.” (HR. Bukhari 4905 dan Muslim 1059)

Selanjutnya kita perlu mewaspadai segala godaan setan yang hendak memecah belah umat. Kita jadikan usaha dakwah kita untuk mengagungkan nama Allah, bukan untuk membesarkan organisasi dan kelompok.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Read more about MANHAJ by www.konsultasisyariah.com

Print Friendly, PDF & Email

Perbedaan Antara Nu Muhammadyah Mngenai Jumatah Mesjid Namira Milik Najdatul Ulama Ato Muhamadiah? Kenapa Sholat Di Masjid Bekas Sholat Ya Dibersihkan Ciri2 Orng Muhamadiah Apa Hukum Sholat Dimasjid Ldii

11 Comments

  1. Setau aku masjid adalah rumah Alloh, jadi siapapun boleh sholat didalamnya. tapi saya pernah dengar dari teman saya dari NU maupun Muhammadiyah pernah sholat di masjid LDII yang katanya belum keluar dari masjid bekasnya langsung di lap pakai air…

    Kalau shalat di masjid LDII di lap, saya ngalamin sendiri mas, di daerah cilincing, jakarta utara,

  2. Monggo sampeyan Sholat di Masjid LDII dimana saja, tidak akan di LAP jika memang anda dalam Kondisi tidak Najis, karna memang sudah Faktanya, bahkan saya sering Sholat dengan Muslim yang lain sudah 18 tahun, tanpa di Lap setelah sholat.
    kalau anda dalam Keadaan najis ( kencing berdiri dari Kancing ) sudah barang tentu kami Lap, karna itu Najis + sangat berbahaya karna Ancamannya Neraka. Syukron

    Darimana anda atau kelompok anda tahu kalau org tsb membawa najis? lucu sekali,.

  3. sepertinya ada yang salah dengan artikel di atas, saya simpatisan Muhammadiyah, tapi saya tetap mempunyai teman dekat dari kalangan NU, kami saling bantu-membatu dan saling mencintai, bukannya itu yang diajarkan oleh Nabi, bahwasanya tidak sempurna iman seorang muslim kalo tidak mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri, bahkan banyak cendikiawan2 muhammadiyah ditempat saya yang membatu yayasan2 NU untuk mendirikan sekolah2 yang berkualitas karena pengalaman Muhammadiyah dalam pendirian sekolah sudah teruji, mohon lebih mendalam lagi dalam melakukan analisis, mohon untuk turun kelapangan untuk mengakuratkan data dalam menganalisis.

    Terimakasih mas, tolong dong tunjukkan artikel yang salahnya, copas aja disini, silahkan anda baca dari awal hingga akhir, dan yg keliru bisa anda copas disini, ditunggu ,. jazakallahu khairan

  4. assalamualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Kami masih bingung, bung admin selalu mengatakan bahwa suatu ibadah harus dikerjakan sesuai dengan Qur’an Hadist yang sokhih, yang sesuai dengan pemahaman para sahabat kalau tidak sesuai maka tidak diterima/ditolak/tidak sah. Tapi bagaimana dengan imam sholat yang hanya memenuhi syarat, rukun dan wajib sholat sementara didalam sholatnya banyak tambahan2 yang tidak sesuai dengan pemahaman para sahabat sholatnya dianggap sah sehingga kita boleh makmum kepadanya?
    mohon penjelasanya bung admin terimakasih

    Jika kita shalat berjamaah, jika imam banyak melakukan kebidahan, maka dosa bagi imam, dan bukan dosa bagi makmum, jadi shalat makmum tetap sah,
    Hendaknya kita menasehati imam tersebut, tentu dengan cara yang hikmah, dengan cara lemah lembut, mudah2an imam tersebut menyadari, dan mau mengikuti kebenaran,

    wassalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    • Maaf bung admin masih kurang jelas mohon untuk tidak bosan menjawab,

      apakah imam sholat yang banyak melakukan kebid’ahan tersebut hanya berdosa saja tapi sholatnya tetap sah dan diterima atau selain berdosa sholatnya tidak sah dan ditolak.

      Terimakasih mas susilo,

      Kebidahan yang dilakukan oleh imam tidak membatalkan shalatnya, jadi shalatnya tetap sah, adapun kebidahan yang dilakukan dalam shalatnya itu membuat dia berdosa, jadi boro-boro mendapatkan pahala, shalatnya hanya menggugurkan kewajiban shalat bagi imam tersebut,
      Bukankah Rasulullah juga menyebutkan, ada orang shalat ,lalu dia mendapatkan pahala separuhnya, seperempatnya, bahkan ada yang tidak mendapatkan apa-apa dalam shalatnya,
      Makanya kita juga wajib mempelajari tatacara shalat kita, apakah sudah sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah atau belum, bukan tatacara shalat kita mengikuti tradisi nenek moyang, ikut dgn kebiasaan masyarakat, tapi ikutilah bagaimana tatacara shalat rasulullah, berdasarkan dalil=dalil yg shahih, tatacara shalat rasulullah sudah pernah saya posting disini

      Dan apapun keadaan imam baik benar(sesuai pemahaman para sahabat) maupun tidak, sholat makmum yang benar tetap akan diterima dan mendapat pahala? mohon kalau ada dalilnya desertakan biar tambah mantab.

      Shalat makmum, selama shalatnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah, Insya Allah akan diterima, namun ibadah apapun kita tidak mengetahui ibadah yang manakah yang akan dicatat disisi Allah sebagai amalan ibadah yang diterima dan dicatat sebagai pahala, sebab itu adalah rahasia Allah, kita hanya berusaha beribadah sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh rasulullah,

      Jika amalan kebidahan, maka sudah sangat tegas Rasulullah mengatakan semua amalan bidah itu sesat, dan pasti tertolak, jadi ini hendaknya menjadikan kita khawatir terjerumus kedalam kebidahan,.. amalan yang sdh jelas mengikuti contoh rasulullah saja kita tidak tahu, mana amalan kita yang dicatat sebagai pahala,.. kok sempet2nya melakukan perbuatan bidah,

  5. Kebidahan yang dilakukan oleh imam tidak membatalkan shalatnya, jadi shalatnya tetap sah, adapun kebidahan yang dilakukan dalam shalatnya itu membuat dia berdosa, jadi boro-boro mendapatkan pahala, shalatnya hanya menggugurkan kewajiban shalat bagi imam tersebut,

    Jika amalan kebidahan, maka sudah sangat tegas Rasulullah mengatakan semua amalan bidah itu sesat, dan pasti tertolak,

    1.Kebid’ahan dalam sholat sah tapi berdosa, sesat dan tertolak kok kayaknya bertolak belakang ya, mohon diperjelas Bung admin, mungkin pemahaman kami masih kurang.

    2.Jika diibaratkan imam sholat itu adalah sopir bus dan makmum itu penumpangnya, jika sang sopir tersebut tersesat otomatis penumpangya juga ikut tersesat dan gak akan sampai tujuan. maaf jika logika kami gak pas karena kami belum tahu dalilnya

    Terima kasih mas susilo,
    Mungkin dengan membaca hadits rasulullah berikut anda bisa paham,
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

    يُصَلُّوْنَ لَكُمْ، فَإِنْ أَصَابُوْا فَلَكُمْ وَلَهُمْ، وَإِنْ أَخْطَأُوْا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ.

    “Mereka shalat mengimami kalian. Apabila mereka benar, kalian dan mereka mendapatkan pahala. Apabila mereka keliru, kalian mendapat pahala sedangkan mereka mendapat dosa.” HR. Al-Bukhari (no. 694) dan Ahmad (II/355, 537), dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.

    Untuk anda dan pembaca yang ingin mencari kebenaran, saya postingkan artikel ini

  6. bagaimana jika saya sholat di masjid LDII yang (katanya) sesat ?

    Terimakasih mas Fajar, silahkan shalat di masjid LDII, tidak ada larangan, selama di masjid tersebut tidak ada kuburannya,.

  7. Masa shalat di masjid LDII habis itu lantai di lap ? yg bener mas ?

    Saya dr majelis lain (bukan LDII) tapi saya sering iseng iseng sholat disana , kira” sudah 3kali. tapi tidak terjadi apa apa,

    hmmm.. mencurigakan,

    Justru kalau ngga di lap, itu yang mencurigakan,. sudah diterapkan jurus taqiyah ala syiah,.

  8. Assalamualaikum ,
    saya diah, saya mau tanya ustad agama saya islam NU tpie saya mau ngelanjutin sekolah di sma muhamadiyah, itu gmana hkumnya? Dan apakah pelajaran agamanya itu sma dengan aswaja• Tlong di jwab
    wasalamualaikm

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih mba diah,
    Perlu mba ketahui, islam itu tidak ada islam NU atau islam muhammadiyah, atau islam ormas lainnya,.
    Islam cuma satu,.
    Dan pemahaman tentang islam bermacam-macam, dan pemahaman islam yang benar HANYA SATU, yaitu pemahaman islam menurut apa yang dipahami oleh para sahabat, generasi yang dibina langsung oleh Rasulullah, yaitu generasi Sahabat, kemudian generasi setelahnya (tabiin) kemudian generasi setelahnya (tabiut tabiin) , merekalah yang disebut sebagai salafus shalih, Dan Allah memerintahkan seluruh kaum muslimin untuk mengikuti cara beragamanya mereka, ada balasan surga bagi orang yang mau mengikutinya (attaubah ayat 100) dan ada ancaman neraka bagi orang yang tidak mau mengikutinya (annisa ayat 115)
    Jadi jalan keselamatan hanya satu, silahkan baca ulasannya disini

  9. Saya ikut berpendapat, mohon diberi komentar jika tersalah. Masalah menjadi makmum di mesjid muhammadiyah.

    Saya termasuk org yg menghindari hal itu.

    Beda mazhab beda aturan. Jika mazhab muhammadiyah mengikut imam hambal yang menyatakan bersentuhan suami istri tidak membatalkan wudhu, bagaimana jika sang imam ketika mau menjadi imam dia bersentuhan dengan istrinya.

    Dan jika hal itu pun tidak terjadi maka bagaimana dengan doktrin yang ada pada diri imam yg menyatakan bahwa bersentuhan tidak membatalkan wudhu.

    Kasus ini yg sya alami yang berada di sekitaran mesjid muhammadiyah.

    Bukankah kita tidak dianjurkan untuk mencampur antara hak dan bathil. Perbedaan pendapat dalam masalah ibadah yangvterjadi diantara golongan sudah harusnya dibedakan. Kalo masalah sosial kita ga berbeda.

    Jika seperti itu akibatnya, justru ini termasuk yang dilarang oleh Allah,. memecah belah kaum muslimin, mengkotak-kotakkan kaum muslimin,.

    Sungguh indah perkataan para imam madzhab,.
    Tidak ada satupun imam madzhab yang mengajak kepada madzhabnya,..
    Bahkan mereka mengharamkan ikut madzhabnya, kalau tidak tahu darimana para imam itu mengambil sumber dalilnya,.

    Silahkan anda baca, dan buka wawasan anda tentang madzhab, silahkan baca disini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*