Pendiri NU pun Mengingatkan Akan Bahayanya Syiah

K.H. Hasyim Asy’ari Tentang Syiah (Fatwa dan Himbauan)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
K.H. Hasyim Asy’ari

Jauh-jauh hari sebelum Khomeini mencuci otak pemuda-pemuda kita di Iran dan melalui mereka mengexport revolusi Syi’ahnya ke Indonesia, KH Hasyim Asy’ari (pendiri N.U.) ketika menbuat Qanun Asasi Li Jam’iyah Nahdlatul Ulama, beliau sudah mewanti-wanti agar kaum Nahdliyyin berpegang teguh dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Syafe’i, Maliki, Hanafi dan Hambali) serta waspada dan tidak mengikuti Madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah. Hal mana karena keduanya adalah Ahli Bid’ah.

Dalam halaman 7 (tujuh) Qanun Asasi tersebut beliau menyampaikan Hadits Rosulillah SAW, yang berbunyi:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (إِذَا ظَهَرَتِ الْفِتَنُ أو الْبِدَعُ , وَسُبَّ أَصْحَابِي , فَعَلَى الْعَالِمِ أَنْ يُظْهِرَ عِلْمَهُ , فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ , وَالْمَلاَئِكَةِ , وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ صَرْفًا ، وَلاَ عَدْلاً.) (أخرجه الخطيب فى الجامع بين أداب الراوى والسّامع )

“Apabila timbul fitnah atau Bid’ah, dimana Sahabat Sahabatku dicaci maki, maka setiap orang yang berilmu diperintahkan untuk menyampaikan ilmunya (menyampaikan apa yang ia ketahui mengenai kesesatan Syi’ah). Dan barang siapa tidak melaksanakan perintah tersebut, maka dia akan mendapat laknat dari Alloh dan dari Malaikat serta dari seluruh manusia. Semua amal kebajikannya, baik yang berupa amalan wajib maupun amalan sunnah tidak akan diterima oleh Alloh”.

Kemudian di halaman 9 (sembilan) Qanun Asasai tersebut beliau juga berfatwa, bahwa Madzhab yang paling benar dan cocok untuk di ikuti di akhir zaman ini adalah empat Madzhab, yakni Syafe’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (keempatnya Ahlussunnah Wal Jamaah).

Selanjutnya beliau berkata; “Selain empat Madzhab tersebut juga ada lagi Madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah, tapi keduanya adalah Ahli Bid’ah, tidak boleh mengikuti atau berpegangan dengan kata kata mereka”.

Adapun mengenai Assawadul A’dhom (golongan terbanyak) sebagai tanda golongan yang selamat dan akan masuk Surga, maka di halaman 9 (sembilan) Qanun Asasitersebut, KH Hasyim Asy’ari telah mengutib sabda Rosululloh SAW. sbb:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّبِعُوا السَّوَادَ الْأَعْظَم.
“Ikutlah kalian kepada Assawadul A’dhom (Golongan terbanyak)”

Menanggapi Hadits Assawadul A’dhom tersebut, KH Hasyim Asy’ari berfatwa; “ Karena fakta membuktikan bahwa empat Madzhab, yakni Syafe’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (kesemuanya Ahlussunnah Wal Jamaah) tersebut merupakan Madzhab yang paling banyak pengikutnya, maka barang siapa mengikuti Madzhab empat tersebut berarti mengikuti Assawadul A’dhom dan siapa saja keluar dari empat Madzhab tersebut, berarti telah keluar dari Assawadul A’dhom ”.

Dengan adanya fatwa fatwa tersebut diatas, jelas bagi kita bahwa KH. Hasyim Asy’ari sudah berusaha agar kaum Nahdiyyin berpegang teguh dengan empat Madzhab Ahlussunnah serta waspada dan tidak sampai terpengaruh dengan propaganda Syi’ah.

Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, bagaimana dengan oknum pengurus N.U. yang sampai sekarang menjadi jurkamnya Syi’ah dan terus berusaha mensyiahkan orang-orang N.U. ?.

Demikian telah kami sampaikan kepada pembaca terutama kepada kaum Nahdliyyin, fatwa fatwa serta himbauan dari Hadrat Asy-Syaih KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama, ayah dari KH. Yusuf Hasyim.

Semoga fatwa dan himbauan diatas bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua.

http://nahimunkar.com/

Lihat juga fatwa KH Hasyim Asy’ari tentang syi’ah disini:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=280046742102801&set=pb.207344386039704.-2207520000.1350041663&type=1&theater

You May Also Like

3 Comments

  1. tulisan saudara bagus. tp perlu diingat bahwa tidak semua syiah itu sesat. sebagian dari syiah masih berakidah ahlussunnah waljamaah dan tidak mengkafirkan sahabat.
    kemudian, 4 madzhab itulah yg menjadi pegangan bagi umat islam di seluruh dunia yaitulah ahlussunnah waljamaah. tetapi jg ada beberapa sempalan islam yg mengaku ahlussunnah waljamaah tapi mereka sok pintar mencari dalil sendiri dan keluar dari barisa 4 madzhab. di antaranya adl syiah imamiah dan wahabi

    wah terimakasih mas anis atas komentarnya, memang ada syiah yg sesatnya tidak keterlaluan, yaitu syiah zaediyah, dan itu bukan di indonesia, ada di yaman
    Namun untuk syiah yang sekarang ini, bukanlah syiah yg dimaksud, syiah yg sekarang adalah syiah itsna asyar, syiah imam yang 12, pusatnya di iran sana, termasuk yg ada di indonesia,
    Lihat di rmh dedengkot syiah indonesia, spt jalaludin rahmat,dirumahnya dipajang foto khomaini,
    Pendiri NU aja sudah mengingatkan akan bahayanya kok,

    1. Terimakasih atas komentarnya

      Syi’ah Zaidiyyah dan syiah zaediyah lain ya?

      sama, syiah zaidiyah itu syiah yg lebih mengutamakan Ali setelah rasulullah, kalau ahlussunnah menguatamakan Abu Bakar,umar,utsman, baru Ali, itulah keyakinan ahlussunnah, beda dgn syiah, Ali lebih diutamakan,

      syiah imamiah sempalan islam yg “mengaku ahlussunnah waljamaah”?

      Betul, bahkan agama syiah dibuat oleh orang yahudi yg pura-pura masuk islam, dia bernama Abdullah bin saba’ , Perbedaan syiah dan ahlussunnah bisa dibaca disini

      wahabi keluar dari barisa 4 madzhab? Ilmu-ilmu baru tingkat tinggi, mohon pencerahan admin.

      Adapun wahabi, itu adalah trik orang kafir dan syiah untuk menjauhkan kaum muslimin dari pemahaman yang benar,
      siapa yang pertama kali mencetuskan istilah wahabi ini? silahkan bisa dibaca disini

      Adakah wahabi yang sesat? ada, silahkan lihat disini postingannya,

Silahkan tinggalkan komentar di sini