Sejarah Dan Peran Dakwah Sunan Kalijaga, silahkan lihat videonya

Yasinan Itu Ajaran Kanjeng Sunan? Sejarah Wali Songo Tentang Bidah Aslibumiayu Walisongo Berdakwah Dengan Musik Benarkah Video Kisah Wali Sunan Kalijaga Tradisi Ulang Tahun Versi Sunan Kali Jogo

sejarah kalijagaMungkin para pembaca sering mendengar tokoh yang satu ini, Sunan Kalijaga. Wali yang menyebarkan islam dengan seni dan budaya asli jawa. Siapa dan bagaimanakah sebenarnya, silahkan lihat dalam video ini

Tema: Sejarah dan Peran Dakwah Sunan Kalijaga
Pembicara: Ustadz Zainal Abidin, Lc. (Dewan Redaksi Majalah Pengusaha Muslim)

VIdeo rekaman ceramah umum tentang sejarah dan peran dakwah Sunan Kalijaga. Ceramah ini disampaikan oleh Ustadz Zainal Abidin di Masjid Jami’ Ibnu Utsaimin, Ponpes Al-Ukhuwah Sukoharjo pada Ahad 14 Oktober 2012. Semoga penjelasan Ustadz Zainal bermanfaat serta dapat menambah pengetahuan yang benar tentang Sunan Kalijaga, selamat menyaksikan.

YUFID TV

http://yufid.tv

audionya bisa download disini

Print Friendly

Tahlilan Sunan Kali Jaga Tahlil Sunan Kalijaga Sunan Kalijogo Salaf Sunan Kalijaga Selamatan Tujuh Hari Dalil Khomr Sunan Kalijaga Kelak Akan Ada Yang Menyempurnakan Syariat

20 Comments

  1. bagaimana cara meyakinkan masyarakat akan kebenaran islam yg berlatar belakang animisme dan dinamisme,ilmu klenik dll?

    Ikutilah petunjuk rasulullah dalam berdakwah,
    Lihat bagaimana rasulullah mendakwahi kaum quraisy yg penuh dengan klenik juga, penyembah patung, pohon, dll,..
    apakah rasulullah memasukan ajaran2 kepercayaan mereka ke dalam islam agar kaum quraisy mau masuk ke dalam islam?
    Tidak sama sekali kang ari, bahkan rasulullah mencegah jalan-jalan yang menuju kepadanya, kepada kesyirikan,
    Bukankah rasulullah ditawari oleh kaum quraisy, sekali waktu rasul menyembah tuhan mereka, dan sekali waktu mereka menyembah Allah,.. tapi rasulullah menolaknya, dan turunlah surat alkaafiruun,.
    Lihat dakwah rasulullah, mendakwahkan tauhid, menjauhi syirik,,
    Tdk memasukan ajaran nenek moyang ke dalam islam,
    Dan inilah dakwah para rasul dari nabi Nuh hingga muhammad,. mengajak menyembah Allah semata, tdk menyekutukannya, dalam hal ini termasuk tidak menyembah allah dengan ajaran2 yg bukan dari Allah,

    Cara dakwah sunan kalijaga adalah cara yg salah, tidak dibenarkan dalam islam, dan cara ini menyelisihi dakwah sunan-sunan sebelumnya yang mendakwahkan islam dengan pemahaman para sahabat, silahkan baca sejarah walisanga disini

    • Mungkin kalo sunn kalijaga hidup dijaman sekarang dia dakwahnya di tempat karoke atau diskotik sambil dugem ya.. Wah parah.. Hihihi

      Dengan dalih menggaet para pelaku dugem itu tobat, jadi karaoke pun dimasukan jadi karaoke islami, begitu mas?? sama kan, ajaran hindu dimasukan ke dalam ajaran islam, agar org hindu tertarik masuk islam,.. wah, ada-ada saja,.. sungguh tindakan yg konyol,.

      • Mungkin itu sebabnya Sunan Kalijaga lebih sering di dijadikan figur ato bahasa kerennya dibuat “Pencitraan” oleh kaum yang ingin menjadikan Islam campur aduk dengan ajaran dan budaya kafir agar pemeluknya menjadi jauh dari Qur’an dan Sunnah…

  2. beda arab beda jawa,semua adalah petunjuk dari Allah, manusia tinggal jalani.jadilah ahli dzikir,nanti anda akan faham.makasih

    Terimakasih kang ari,
    Saya mau nanya ke antum, Rasulullah itu diutus untuk bangsa arab saja, atau untuk seluruh umat manusia dimana saja berada?
    Apakah syariat islam ini hanya untuk orang arab saja, atau untuk seluruh manusia?
    Tunjukkanlah dalilnya bahwa pelaksanaan ajaran islam di arab itu berbeda dengan negara atau daerah lainnya,

  3. kalau sebagai tolak ukur agama adalah akal,semua akan kelihatan konyol
    kalau Allah sudah berkehendak, akal tidak akan mampu mengikutinya.
    manusia sekarang akan lebih percaya jika itu masuk akal,sampai sejarah tentang karomah wali harus dirubah.

    Kalau ritual 7 hari,10 hari,40,100 dan seterusnya itu dari akal atau dari dalil kang ari, tanya ke kyai anda,
    Kalau berdasarkan dalil, dimana adanya dalil tersebut, ada di kitab apa , hadits riwayat siapa,.. tolong kasih tahu,.
    Jika tidak bisa menunjukkannya, berarti itu berasal dari akal, entah akal siapa yang pertama kali melakukannya, apakah akalnya para tokoh yg dianggap wali??

    • “Hai orang-orang yang beriman ber-dzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut nama-Nya)” (QS. Al Ahzaab: 41)
      …Yakni orang-orang dzikir pada Allah baik diwaktu berdiri, ketika duduk dan diwaktu berbaring”. (Ali Imran :191)
      dari sini jelas,bahwa dzikir bisa dilakukan kapan saja dan dlm keadaan saja.mau dila kukan tiap hari silahkan….7 hari monggo….40 hari ndak ada yg ngelarang.ndak dilakukanpun ndak berdosa tp kok kebangeten tenan….

      Kang ari, itu dalil umum, tentang keutamaan dzikir,..
      Mana dalil yg mengkhususkan kenapa di hari ke 7 , 10,40, 100, dst..
      Kenapa dilakukan setelah ada kematian, mana dalilnya?

      sama aja kita menanyakan kenapa anjing haram?apa ada dalilnya yg mengharamkan anjing?

      Oh ada, dalil haramnya anjing, bahkan dalil tentang berkurangnya pahala orang yang memelihara anjing, malaikat tidak mau masuk ke rumah yg ada anjingnya,
      ini dalil haramnya anjing , silahkan dibaca kang ari

      Dari Abu Mas’ud Al Anshori, beliau berkata,

      أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِىِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ

      “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari upah jual beli anjing, upah pelacur dan upah tukang ramal.” (HR. Bukhari no. 2237)

      Dari Abu Az Zubair, ia berkata bahwa ia mengatakan pada Jabir bin ‘Abdillah mengenai upah jual beli anjing dan kucing. Jabir lantas menjawab,

      زَجَرَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ ذَلِكَ.

      “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang dari upah jual beli anjing dan kucing.” (HR. Muslim no. 1569)

      Perlu ingat pula kaedah, “Jika Allah melarang memakan sesuatu, maka pasti upah hasil jual belinya haram.”

      Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا حَرَّمَ عَلَى قَوْمٍ أَكْلَ شَىْءٍ حَرَّمَ عَلَيْهِمْ ثَمَنَهُ

      “Sungguh jika Allah mengharamkan suatu kaum untuk mengkonsumsi sesuatu, Allah pun melarang upah hasil penjualannya.” (HR. Abu Daud no. 3488 dan Ahmad 1/247. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

      Dari sini jelaslah pula haramnya jual beli anjing karena anjing itu haram untuk dimakan.

      selengkapnya bisa dibaca disini

      semoga lebih cerdas memahami dalil

      Ya, semoga kang ari bisa lebih cerdas lagi,. termasuk kyiai anda,

    • assalamualaikum,

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      kang ari ana udah nanya sampai 3 kyai di daerah ana yg cukup populer,punya banyak jamaah,lulusan ponpes terkenal soal ritual tsb dan hasilnya ana tdk menemukan jawaban yang berdalil bahkan waktu ana mau nyoba nanya ke kyai yang dianggap sebagai kyai sepuh ana malah dilarang nanya soal tersebut mereka bilang ana cuma nyari masalah padahal ana cuma nyari kebenaran bukan pembenaran.
      jadi kang admin ga usah nyuruh kang ari nanya ke kyai soalnya udah ana tanyain dan jawabanya ialah…
      (1. yang penting kan niatnya baik,

      Padahal niat yang baik saja tidak cukup, kenapa? nanti akan menghalalkan segala cara, yang penting kan niatnya yang baik, termasuk mislalkan ada orang yang merampok, tapi tujuannya untuk membangun masjid, membangun pesantren,.. kan niatnya baik,mulia, padahal niat yang baik saja tidak cukup,baca ulasannya disini

      2 yang dibaca kan kalimat2 yg baik,

      Kalimat-kalimat yang baik jika ditempatkan ditempat yang tidak pas, ya akan menghinakan kalimat tersebut,
      Contoh, bolehkah kita melakukan adzan ketika shalat idhul fitri dan idhul adha? … bukankah adzan itu kalimat yang baik, panggilan untuk shalat? tidak ada hadits yg melarang melakukan adzan ketika idhul fitri, apa kira2 jawaban anda, atau alasan anda untuk melarang adzan ketika idhul fitri?..

      3 itu kan warisan ulama2 terdahulu ) semuanya cuma pembenaran bukan kebenaran,moga2 bermanfaat.

      Sebutkan nama-nama ulama tersebut, ada di kitab apa? kalau ulama-ulama terdahulu mengajarkan, pasti ada di kitab2 mereka,.. siapa yg disebut ulama2 terdahulu, imam yang empat, imam abu hanifah,malik,syafii,ahmad kah, atau imam bukhari,muslim, atau para sahabat seperti abu bakar,umar,utsman,ali, dan para sahabat yg lainnya??

      Ataukah para ulama belakangan yang tidak mengikuti apa yg diajarkan oleh para sahabat, .. perlu dijelaskan, definisi ulama tersebut,.. sebab ada ulama rabbani, dan ulama su”, ulama rabbani adalah ulama yang mengajarkan ajaran2 yg shahih dari rasululah, sedangkan ulama su’ mereka mengajarkan amalan2 yg tidak berasal dari rasulullah, bahkan terkadang amalan yang bercampur kesyirikanpun diajarkannya pula, na’udzubillahi min dzalik,

      Terimakasih mas faizal , dan semoga kang ari bisa mengambil manfaat,jazakumullahu khairan

      • allahumma dirlahu farhamhu fa afihi wa fu anhu…….itu do’a yg di ajarkan siapa mas….?trus doa itu untuk siapa….?

        Tidak ada yang mengajarkan doa seperti itu,.. yang bener dong mas aan baca doanya,.

    • saya tahu anda muhammadiyah hahaha

      Saya bukan pengikut ormas muhammadiyah, saya sudah posting tentang muhammadiyah di sini

      Suka menafsirkan ayat Al qur’an dan hadits dengan otak anda sendiri. ga terima ijma ‘ulama salafussolihin. padahal banyak sekali pernyataan2 ulama salaf yg menganjurkan mendoakan/tahlilan ketika orang islam yg meninggal. waktu/ berapa harinya tergantung bagaimana orang yang meninggalnya. bahkan jika yg meninggal org fasik, ada ‘ulama salaf yg menganjurkan mendoakan/tahlilan sampai 40 hari

      Silahkan simak pengakuan salah satu kyaimu mas, sudah saya posting di sini

      Baca kitab kuningnya tong, kitab2 karya ‘ulama salafussolihin. jgn cuma baca buku2 karya doktor2/ profesor wkwkwk
      kalo anda minta dalil, atau pengen tau fatwa ‘ulama tentang hukum tahlilan, cari sendiri di kitab Al majmu sarah kitab Al muhadzab atau kitab I’anatu tholibin dan kitab2 lainnya karya ‘ulama salafussolihin

      Tolong anda tunjukkan dong, mana kitab kuningnya, judulnya apa, karangan siapa, terbitan mana ?

      Itu perkataan nabi atau bukan?

      Ingat! baca versi aslinya, jangan yang udah di rubah sama orang2 yg ngaku ahli tafsir ahir jaman, yg sok pinter, yaitu profesor2 atau guru2 inta hihi
      saya ga mau tulis dalilnya disini. biar inta belajar baca kitab kuning, kalau emg mau tau. KARENA ANDA muhammadiyah hihi

      Salah mas,..
      Baca ya tentang ormas ini, klik link ini

  4. Saya jadi berfikir, kegiatan kegiatan yang konon menganggap sambil berdakwah. Seperti sambil bernyanyi, dari Rhoma Irama sampai Wali dll, kemudian Main drama, sinetron, atau film yang diakui sambil berdakwah. Dan lain lainnya yang banyak terjadi di jaman modern ini, Bagaiman apa bisa dibenarkan dakwah seperti tersebut?

    Terimakasih mas abdul,.
    Baca postingan ini , insya Allah anda akan paham, musik hukumnya haram, walaupun yang menyanyi adalah bang haji,. musik tidak akan menjadi halal jika yang menyanyi adalah seorang ustadz, musik tidak akan membawa pahala jika yang menyanyikan adalah habib,ajengan,atau tokoh-tokoh tertentu,

    Tidak ada dakwah dengan musik, justru akibat merebaknya musik dan penyanyi, sungguh bencana akan datang bertubi-tubi, sebagaimana kita saksikan di jaman modern ini, baca postingan ini

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

    يكون في آخر الزمان خسف وقذف ومسخٌ. قيل : ومتى ذلك يا رسول الله ؟ قال : إذا ظهرَت المعازف والقَيناتُ

    “Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (kedalam bumi), dilempari batu dan dirubah rupanya”. Beliau ditanya : “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi telah merajalela” (HR. Ibnu Majah dalam Sunannya)

    • Saya pernah mendengar/membaca ulasan, ada musik yang halal. Kemudian ada juga rujukan hadist yang menyatakan Rosul suka seni/musik. Juga diceritakan riwayat penyambutan kedatangan Rosul waktu Hijrah ke Madinah konon disambut dengan musik rebana dan nyanyian mengiringinya. Bagaiamana yang bener ini? Terima kasih

      Terimakasih mas abdul,
      Ada hadits rasulullah yang memberikan ancaman yang sangat keras
      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِى الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا يُعْزَفُ عَلَى رُءُوسِهِمْ بِالْمَعَازِفِ وَالْمُغَنِّيَاتِ يَخْسِفُ اللَّهُ بِهِمُ الأَرْضَ وَيَجْعَلُ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ

      “Sungguh, akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr, mereka menamakannya dengan selain namanya. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

      Empat Ulama Madzhab Mencela Nyanyian

      Imam Abu Hanifah. Beliau membenci nyanyian dan menganggap mendengarnya sebagai suatu perbuatan dosa.[Lihat Talbis Iblis, 282.]
      Imam Malik bin Anas. Beliau berkata, “Barangsiapa membeli budak lalu ternyata budak tersebut adalah seorang biduanita (penyanyi), maka hendaklah dia kembalikan budak tadi karena terdapat ‘aib.”[Lihat Talbis Iblis, 284]
      Imam Asy Syafi’i. Beliau berkata, “Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak.”[Lihat Talbis Iblis, 283]
      Imam Ahmad bin Hambal. Beliau berkata, “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan dalam hati dan aku pun tidak menyukainya.”[Lihat Talbis Iblis, 280]

      selengkapnya bisa dibaca disini

      Semua artikel tentang alat musik, bisa dibaca disini

  5. Mohon penjelasan dan hukum/dalil, pada menit 1 jam di video Peran Dakwah Sunan Kalijaga berhenti untuk adzan isya. Selama adzan itu saya lihat Ust Zainal Abidin dan MC yang jelas menghadap kamera tidak mengikuti kalimat2 adzan bahkan ngobrol. Kemudian tidak sholat isya dulu tapi lanjut pengajian. Terima kasih….

    Terimakasih mas,.
    acara tsb brlangsung di masjid, dan dilakukan dari ba’da maghrib,.
    Apakah ustadz tidak menjawab adzan? darimana kita tahu, apakah karena kita tidak melihat beliau menjawabnya, atau karena melihat videonya saja,. ini tdk benar, karena kita bisa juga kok menjawab adzan, tanpa terdengar oleh org lain, dan tanpa membuka mulut terlalu lebar, jadi kelihatan seoalah2 tdk menjawab,.

    Boleh menangguhkan iqamat untuk shalat karena ada hal yg penting, jika tidak terlalu jauh dari masuk waktu shalat, apalagi waktu shalat isya itu sangat lama,. dan waktu yang paling utama utk shalat isya justru menjelang pertengahan malam, apalagi ustadz sendiri sudah meminta ijin kepada panitia, yg mungkin diantaranya ada yg sebagai imam shalat disitu,

  6. smua shalat wajib tu lebih baik dikerjakan diawal waktu/ tepat waktu atau diakhirkan?? kalo merujuk jwbn sampeyan terhadap pertannyaan @ twoeasyeng di atas..kok kayak e ada shalat yang boleh bahkan lebih utama dikerjakan tidak diawal waktu/ tepat waktu???piye penjelasan e n dalil sahih e…..maturnuwun.
    ni kutipan jawaban sampeyan yg saya maksud:
    ” ,. dan waktu yang paling utama utk shalat isya justru menjelang pertengahan malam, apalagi ustadz sendiri sudah meminta ijin kepada panitia, yg mungkin diantaranya ada yg sebagai imam shalat disitu,”

    Terimakasih mas,
    Itu khusus untuk shalat Isya, dan itu ada dalilnya dari rasulullah,

    Sunnahnya Mengakhirkan Shalat Isya

    Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata:
    أَعْتَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ اللَّيْلِ وَحَتَّى نَامَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى فَقَالَ إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي
    “Suatu malam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendirikan shalat ‘atamah (isya`) sampai berlalu sebagian besar malam dan penghuni masjid pun ketiduran, setelah itu beliau datang dan shalat. Beliau bersabda: “Sungguh ini adalah waktu shalat isya’ yang tepat, sekiranya aku tidak memberatkan umatku.” (HR. Muslim no. 638)

    Dari Jabir bin Samurah -radhiallahu anhu- dia berkata:
    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤَخِّرُ صَلَاةَ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengakhirkan shalat isya.” (HR. Muslim no. 643)

    Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
    أَعْتَمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعِشَاءِ حَتَّى نَادَاهُ عُمَرُ: الصَّلاَةُ، نَامَ النِّسَاءُ وَالصِّبْيَانُ. فَخَرَجَ فَقَالَ: مَا يَنْتَظِرُهَا أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ غَيْرُكُمْ. قَالَ: وَلاَ يُصَلَّى يَوْمَئِذٍ إِلاَّ بِالْمَدِيْنَةِ، وَكاَنُوْا يُصَلُّوْنَ فِيْمَا بَيْنَ أَنْ يَغِيْبَ الشَّفَقُ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ الْأَوَّلِ
    “Rasulullah mengakhirkan shalat isya hingga malam sangat gelap sampai akhirnya Umar menyeru beliau, “Shalat. Para wanita dan anak-anak telah tertidur.” Beliau akhirnya keluar seraya bersabda, “Tidak ada seorang pun dari penduduk bumi yang menanti shalat ini kecuali kalian.” Rawi berkata, “Tidak dikerjakan shalat isya dengan cara berjamaah pada waktu itu kecuali di Madinah. Nabi beserta para sahabatnya menunaikan shalat isya tersebut pada waktu antara tenggelamnya syafaq sampai sepertiga malam yang awal.” (HR. Al-Bukhari no. 569 dan Muslim no. 1441)

    Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu anhu dia berkata:
    أَبْقَيْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلاَةِ الْعَتَمَةِ، فَأَخَّرَ حَتَّى ظَنَّ الظَّانُّ أَنَّهُ لَيْسَ بِخَارِجٍ، وَالْقَائِلُ مِنَّا يَقُوْلُ: صَلَّى. فَإِنَّا لَكَذَلِكَ حَتَّى خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوْا لَهُ كَماَ قَالُوْا. فَقَالَ لَهُمْ: أَعْتِمُوْا بِهَذِهِ الصَّلاَةِ، فَإِنَّكُمْ قَدْ فَضَّلْتُمْ بِهَا عَلَى سَائِرِ الْأُمَمِ وَلَمْ تُصَلِّهَا أُمَّةٌ قَبْلَكُمْ
    “Kami menanti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat isya (‘atamah), ternyata beliau mengakhirkannya hingga seseorang menyangka beliau tidak akan keluar (dari rumahnya). Seseorang di antara kami berkata, “Beliau telah shalat.” Maka kami terus dalam keadaan demikian hingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar, lalu para sahabat pun menyampaikan kepada beliau apa yang mereka ucapkan. Beliau bersabda kepada mereka, “Kerjakanlah shalat isya ini di waktu malam yang sangat gelap (akhir malam) karena sungguh kalian telah diberi keutamaan dengan shalat ini di atas seluruh umat. Dan tidak ada satu umat sebelum kalian yang mengerjakannya.” (HR. Abu Dawud no. 421 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

    Penjelasan ringkas:
    Hukum asal dari shalat-shalat lima waktu adalah dikerjakan di awal waktunya masing-masing. Kecuali shalat isya, karena adany dalil-dalil yang tegas menunjukkan disunnahkannya untuk mengerjakan shalat isya di akhir malam.

    Walaupun demikian, Rasulullah tidaklah mengharuskan umatnya untuk terus mengerjakannya di akhir waktu disebabkan adanya kesulitan.

  7. sehrusny kalian to bersyukur ad para wali, para aulia klo tdk ad beliau mungkin kalian tdk d lahirkn ber agama islam,yg ngejelekin sunan kali jaga orngny sok pinter ,ad pepatah mengatakan berguru tanpa guru itu guruny syetan,buat paizal ky ny pas bnget

    Harusnya malah dibalik ya,.

    Harusnya WALISANGA itu yang wajib berterimakasih kepada PARA SAHABAT, karena jasa PARA SAHABAT islam bisa tersebar ke seluruh dunia, bukan ke indonesia saja,.

    Lalu kenapa WALISANGA itu tidak mendakwahkan islam menurut pemahaman PARA SAHABAT?

    Kalau menurut anda kita wajib bersyukur kepada WALISANGA yang telah menyebarkan islam di indonesia,.. maka seharusnya anda dan WALISANGA itu wajib bersyukur kepada PARA SAHABAT, dan hanya mendakwahkan ISLAM dengan PEMAHAMAN PARA SAHABAT,..

    MUSTAHIL agama islam bisa tersebar ke dunia, bahkan ke indonesia, TANPA JASA PARA SAHABAT,.

    Bukankah demikian,.? Bagaimana sih pemahaman sahabat itu? Silahkan baca disini

  8. assalamualikum
    mau nanya ni mas, melenceng dari pembahasan. hukumnya setelah shalat berjamaah itu apakah zikirnya sendiri-sendiri atau berjamaah
    wassalamualikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Yang rasulullah ajarkan itu dzikir masing-masing dengan suara yang cukup terdengar oleh diri sendiri saja, sudh saya ulas disini

  9. Smngat. .. jawaban berdasarakan qolallah… qola rasul… firman allah dan hadits nabi… jd knapa harus di permasalahkan lg …

    Seseorang yg berdebat dg sunnah nabi…sama saja dengan berdebat dengan Nabi dan Allah secara langsung….

    Kembali ke kemurnian islam mas

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*