Alamat Palsu, Bagaimana Jika Kita Mengirim Surat Tapi Alamatnya PALSU?

Bagaimanakah kira-kira  gambarannya jika seseorang mengirim surat, akan tetapi alamatnya itu adalah palsu, maka surat tersebut akan kembali kepada si pengirim, demikian juga dengan ibadah, jika kita beribadah dengan ibadah yang tidak ada contohnya dari rasulullah, maka nasibnya akan seperti kita jika mengirim surat dengan alamat yang palsu,

saksikanlah penjelasannya melalui video ini

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=rk5-VKk7A5Y&rel=0]

Satu pemikiran pada “Alamat Palsu, Bagaimana Jika Kita Mengirim Surat Tapi Alamatnya PALSU?”

  1. islam itu berubah- ubah mas..

    dan bisa disesuaikan dengan zaman.

    tidak melulu sperti di zaman Rasul.

    yg penting kita tahu dasarnya. adapun prakteknya bs berubah- ubah.

    kalau anda memaksakan harus sama persis dg zaman rasul, berarti anda pengikut paham ekstrim wahabi bodoh bangkrut yg menyempitkan Islam dan membatasi rahmat Islam.

    Terimakasih mas anis atas komentarnya,
    Pendapat tersebut sangat jauh dari kebenaran, syariat islam sudah sempurna, tidak perlu ditambah atau dikurangi, apalagi dirubah-rubah,
    Islam sangat cocok disemua tempat dan waktu, dijaman apapun, baik dijaman Rasulullah atau jaman sekarang ini,

    Seandainya islam itu bisa dirubah-rubah, apalah jadinya, sama seperti agama yahudi dan nasrani, dimana mereke merubah2 ajaran agamanya, na’udzubillahi mindzalik,

    Semua yang menjauhkan kita dari neraka, sudah rasulullah ajarkan, dan semua yang mendekatkan kita ke surga, sudah Rasulullah ajarkan, kita tinggal menjalankannya saja,.. sungguh mudah dan nikmat bukan?? janganlah merubah-rubah syariat islam ini, sebab itu hak Allah semata,.. jika kita merubah-rubah, atau membuat tatacara baru dalam beribadah kepada Allah, sama saja kita sedang mensejajarkan diri dengan pembuat syariat ini, yaitu Allah,.. dan ini bukan dosa kecil, ini dosa besar, ini kedzaliman,

    Allah ingin diibadahi dengan tatacara yang Allah tetapkan, bukan dengan tatacara sendiri,
    Apa yang manusia pandang baik, belum tentu baik disisi Allah,
    Tapi apa yang Allah pandang baik disisi Allah itulah kebaikan yang hakiki, walaupun dimata manusia itu seperti keburukan,

    Demikian mas anis, mudah2n mas anis bisa memahaminya, jazakallahu khairan,

    Balas

Silahkan tinggalkan komentar di sini