Waktu-Waktu Yang Mustajab Untuk Berdoa, Silahkan Dibaca dan Dipraktekkan, Manfaatkan Waktu-waktu tersebut,

Shalat Hajat Untuk Mengembalikan Kekasih Wirid Agar Mantan Balik Lagi Doa Agar Berjodoh Dengan Mantan Doa Agar Mantan Minta Balikan Doa Buat Mantan Dalam Allah

Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a

doa-1Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair:

الله يغضب إن تركت سؤاله  وبني آدم حين يسأل يغضب

Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah

Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي

Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)

Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya dikertas, entah berapa lembar akan terpakai.

Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb…

Berdoa Di Waktu Yang Tepat

Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut  dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:

1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.

Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadhan, bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi karena bersamaan dengan waktu makan sahur. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa.

2. Ketika berbuka puasa

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)

Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)

Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:

اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.

Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan doa tersebut, semisal:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim

Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.

3. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni [‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku”]”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.

4. Ketika adzan berkumandang

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

5. Di antara adzan dan iqamah

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة

Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).

Selain itu, orang yang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.

6. Ketika sedang sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam.

8. Di hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.

Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.

9. Ketika turun hujan

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala:

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar

Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه
قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة

Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

Dalam riwayat lain:

فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر

Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

11. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

12. Ketika Perang Berkecamuk

Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

13. Ketika Meminum Air Zam-zam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ماء زمزم لما شرب له

Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita.

Amiin Ya Mujiibas Sa’iliin.

Penulis: Yulian Purnama

Artikel www.muslim.or.id

Print Friendly

Doa Meluluh Kan Hati Istri Yang Pengen Pisah Sama Suami Sholat Hajat Agar Kekasih Kembali Doa Agar Istri Kembali Sayang Doa Agar Mantan Istri Minta Rujuk Doa Agar Mantan Kembali Mencintai Kita

19 Comments

  1. assalamu’alaikum.

    Wa’alalikumussalam warahmatullah

    ana mau tanya hukumnya berdoa dalam sholat wajib, misalnya saat bersujud, dan sebelum salam, tetapi menggunakan :
    1. jika menggunakan doa2 dalam al quran dgn hajat tertentu , seperti doa minta pendamping hidup dan keluarga yg sholehah (al furqon 74)

    Terimakasih atas komentarnya, dalam sujud dilarang kita membaca ayat alquran, tapi bacalah doa sujud, dan jika ingin berdoa bisa menggunakan lafadz2 doa yang diajarkan oleh rasulullah, Adapun ayat quran digunakan sebagai doa agar mendapat pendamping hidup dan keluarga yg shalihah, maka ini tidak ada contohnya dari rasulullah, sebaiknya ditinggalkan, karena alquran bukan untuk itu tujuannya,

    2. jika menggunakan doa2 dalam bahasa indonesia dan tidak ada dalam al quran,
    bagaimanakah hukum keduaanya, jika doa itu dilafadzkan?

    Semua bacaan shalat itu dilafadzkan, tidak boleh dibaca didalam hati, tidak seperti niat, kalau niat itu didalam hati, tdk boleh dilafadzkan, karena tidak ada tuntunanya dari rasulullah tentang melafadzkan niat shalat, dan niat itu wajib hadir dari awal shalat hingga salam, jika niat dilafadzkan, tentu ini menjadi suatu yang sangat memberatkan dalam shalat kita,
    Sebaiknya menggunakan doa2 yang sudah rasulullah ajarkan, akan tetapi jika tidak bisa, boleh menggunakan bahasa sendiri, dan kita terus berusaha utk menghafalkan doa2 yg diajarkan oleh rasulullah,
    Ingat, dalam melafadkan doa atau bacaan shalat, jika kita shalat berjamaah, maka suaranya tidak boleh terdengar oleh makmum disebelahnya, tapi cukup terdengar oleh kita sendiri saja, dan bukan di dalam hati, tapi dilafadzkan

    terimakasih.

    sama-sama

  2. “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu”.
    maka maksudnya apakah yg diperbanyak itu doa sujud sendiri ato bolehkah dalam sujud berdoa dalam urusan pribadi jika dalam bahasa sendiri?

    trimakasih atas komentarnya mas heramawan
    Kita boleh berdoa ketika sujud, tentunya setelah membaca doa sujud, dan lebih utama jika yang dibaca adalah doa2 yg rasulullah ajarkan (dgn lafadz arab) , jika tdk bisa, blh dgn mnggunakan bhs sndiri

  3. “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”,
    Admn Kalau Setelah selesai Sholat 5 Waktu Terus Berdzikir Dilanjutkan Berdoa Apa Yang Kita Inginkan Hukumnya Boleh Atau Tidak….?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Boleh saja, tapi jangan dirutinkan, karena Rasulullah juga tidak melakukan demikian, merutinkan doa setelah selesai shalat 5 waktu,. karena Rasulullah setelah selesai shalat 5 waktu melakukan dzikir setelah shalat, setelah itu beliau tidak berdoa,
    Sebaik-baik contoh tentu apa yang dicontohkan oleh rasulullah, jika rasulullah tidak melakukannya, maka kita juga tidak melakukannya,

    • Admin Terima Kasih Atas Penjelasannya Semoga Allah Membalas Kebaikan Anda…..
      Aaaminnn…..

      Amiin,.

      Jazakallahu khairan atas suportnya,

      • Bismillah walhamdulillah ,

        Syukron ya akhii , semua artikelnya sangat bagus dan ilmiah ,

        semoga banyak orang yg mengambil manfaat setiap artikel yg akhii tulis ,

        semoga Alloh senantiasa memberikan taufiq hidayah untuk kita , dan untuk saudara saudara kita yg belum mengenal sunnah , dengan membaca artikel artikel yg mas admin posting, semoga mereka selangkah demi selangkah mereka mengenal sunnah dan mengenal bid’ah , sehingga mereka tidak beramal melainkan dengan amalan sunnah , yg ada tuntunanya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ,

        semoga Admin di beri umur yang panjang tetap istiqomah untuk mengibarkan dakwah sunnah , izin search

        Alhamdulillah,. aamiin,.
        Jazakumullahu khairan atas doa dan suppornya

    • Assalamualaikum..

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      admin saya ingin bertanya sesuatu yang mengganjal dhati saya
      memang saat beribada kita wajib berpedoman pada rasulullah, namun yg saya kurang pahami adalah kenapa kita tidak boleh sering berdoa stelah shalat fardhu?
      saya bertanya karena kita memang umat rasulullah tpi kita bukan rasul, hati kami dan bahkan mungkin hati admin jga tidak sekuat hati rasul.
      kita umat manusia biasa yang hnya mengharap ridho allah, dan dengan berpegang tersebut kita memohon kepada allah, karna allah maha mendengar bkan begitu kan admin.

      Terimakasih,.
      Nabi kita adalah Rasulullah, Muhammad,.
      Beliau setelah selesai shalat fardhu, tidak berdoa atau memimpin doa, tapi beliau cuma berdzikir, setelah dzikir beliau tidak berdoa,.
      Kenapa kok setelah shalat fardhu kok cuma baca dzikir saja?
      Bukankah dengan berdoa itu akan lebih baik?
      Ibadah itu, ikut contoh Rasulullah,.
      Rasulullah setelah selesai shalat fardhu, beliau berdzikir,.
      Setelah berdzikir, beliau tidak memimpin doa,.
      Adakah doa yang lebih baik selain diampuninya dosa-dosa walaupun sebanyak buih di lautan?
      Salah satu manfaat dzikir setelah shalat adalah…
      kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”
      Tentu jika dzikir dan caranya sesuai dengan yang rasulullah ajarkan,. seperti apakah? baca disini

      dan saya ingin bertanya apakah ada hukum yg membuat hati seorang muslim lainnya menjadi bimbang?
      karna setelah bnyak membaca artikel admin tmbul rsa tersebut dhati saya.
      bkan berburuk sangka, tpi diantara bnyak agama islam yang baru akan muncul apakah admin diantaranya?

      Hukum yang datang dari islam, dari Allah, itu tidak akan membuat hati bimbang, justru akan semakin menenangkan hati kita,.
      Coba silahkan anda sebutkan hukum yang membuat hati jadi bimbang, mungkin anda salah memahami, sehingga harus dijelaskan biar tidak salah,. silahkan sebutkan dulu mas,.

  4. “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”,
    Admin : Adab Berdoa Yang Baik Menurut Sunnah Rosul Selain Dalam Keadaan Sujud Apa Juga Boleh Dengan Mengadahkan Ke 2 Tangan Dan Kepala Menghadap Ke Atas…Setelah Selesai Sholat Malam…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Kalau setelah shalat malam boleh,.

  5. “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”,subhanallah terima kasih admin penjelasannya,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    mudah2an bermanfaat,

  6. assalamu’alaikum warahmatullah

    saya mau nanya, salah satu waktu yg mustajab untuk berdo’a adlh ketika sujud dlm sholat, namun saya baca di artikel ini http://www.konsultasisyariah.com/memperlama-sujud-ketika-shalat-jamaah/ memperlama sujud trakhir itu tdk benar,

    tiap sujud terakhir dlm sholat, saya selalu berdo’a dan secara otomatis akan memperlama sujud saya, bagaimana hukumnya itu ustadz? syukron

    wasalamu’alaikum warahmatullah

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    dalam artikel diatas itu tentang imam yang memimpin shalat berjamaah, maka harus memikirkan makmumnya, bacaan dalam shalatpun harus memperhatikan kondisi makmum juga, berbeda jika sedang shalat sendiri, misalkan shalat sunnah,shalat malam,

    Jadi ketika anda shalat sendirian, silahkan saja berdoa dikala sujud terakhir,

    • ada artikel ttg tatacara berdo’a tdk? apakh hrus brwudhu dulu, apkh hrus dilafadzkn ato didlm hati aja, boleh tdk brdo’a sambil duduk,berdiri,berbaring (pd kondisi tertentu, misalnya hujan, antra adzan dan iqomah dll)

      silahkan baca artikel ini

  7. Mohon izin dan kerelaannya untuk menyalin artikel yang saya butuhkan .terimakasih

    silahkan mas Fauzan, jazakumullahu khairan,.

  8. assalamu’alaikum

    berarti seperti kirim doa buat orang meninggl serpti baca illa hadril nabi muhammad, khususon ahli kubur dan seterusnya tidak ada dalam ajaran rosulullah.sedangkan keluarga sini tiap sebulan 1x mengadakan ;engajian yg nantinya kirim fadillah sepwrti itu.mohon penjelasannya dan dalilnya.

    saya juga pernah dengar ceramah dri org hindu yg masuk islam bahawa acara 7 hari mendak pisan mendak pindo adalah tradisi hindu….mohon penjelasannya

    assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih mas dwi,.
    Betul, bacaan seperti itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah,.
    Apakah amalan tersebut diterima sebagai amalan ibadah?
    Tidak, sebab syarat diterimanya amalan ibadah itu salah satu syaratnya adalah harus mengikuti contoh rasulullah, silahkan baca disini ulasannya

  9. http://deleted/07/tanya-jawab-habib-mundzir-vs-wahabi.html?m=1

    bagaimana menurut mas…

    jawaban dari sang habib super ngawur,.
    saya pakai kata-katanya dia ” Saudaraku yang kumuliakan, hal itu merupakan pendapat orang-orang yang kalap dan gerasa-gerusu tanpa ilmu,

    Dalil-dalil yang dia utarakan digunakan tidak pada tempatnya,. contoh seperti hadits aisyah :

    عن عائشة أن رجلا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال ثم يا رسول الله إن أمي افتلتت نفسها ولم توص وأظنها لو تكلمت تصدقت أفلها أجر إن تصدقت عنها قال نعم

    “Dari Aisyah Ra. bahwa sungguh telah datang seorang lelaki pada Nabi Saw. seraya berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal mendadak sebelum berwasiat, kukira bila ia sempat bicara mestilah ia akan bersedekah, bolehkah aku bersedekah atas namanya?” Rasul Saw. menjawab: “Boleh”. (Shahih Muslim hadits no.1004).

    وفي هذا الحديث أن الصدقة عن الميت تنفع الميت ويصله ثوابها وهو كذلك باجماع العلماء وكذا أجمعوا على وصول الدعاء

    “Dan dalam hadits ini (hadits riwayat Shahih Muslim di atas) menjelaskan bahwa shadaqah untuk mayit bermanfaat bagi mayit, dan pahalanya disampaikan pada mayyit, demikian pula menurut Ijma’ (sepakat) para ulama, dan demikian pula mereka bersepakat atas sampainya doa-doa.” (Syarh Imam an-Nawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 halaman 90).

    Lalu lihat pak habib menjelaskan hadits diata >>>>

    Maka bila keluarga rumah duka menyediakan makanan dengan maksud bersedekah maka hal itu sunnah, apalagi bila diniatkan pahala sedekahnya untuk mayyit, demikian kebanyakan orang-orang yang kematian, mereka menjamu tamu-tamu dengan sedekah yang pahalanya untuk si mayyit, maka hal ini sunnah.

    Ini adalah penjelasan yg tidak nyambung,. Jaka sembung bawa combro,. ngga nyambung bro,. hadits diatas ga ada hubungannya dengan ritual tahlilan,.

  10. Apakah salat bisa di kabulkan kalau pake bahasa indonesia

    Kalau bacaan shalatnya diganti bahasa indonesia, maka shalatnya tidak sah, dan itu adalah perbuatan bidah,.

  11. Assalamualaikum

    yg ingin sy tanyakan. Yg pernah sy baca, tdk ada dalil memperlama sujud terakhir.

    Nah kalo kita ingin berdoa saat sujud, itu di sujud keberapa??

    Sy baca antara gerakan sholat yg satu dg yg lain lamanya hmpir sama, maka itu tidak diperkenankan memperlama sujud terakhir.

    Jadi kalo sy punya hajat ingin minta sama Allah dalam sujud bagaimana caranya??

    Krn sujud juga salah satu wkt mustajab dalam berdoa.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    Tidak ada dalil memperlama sujud terakhir untuk berdoa,

    Wajar saja, sama seperti sujud-sujud sebelumnya, dan anda silahkan berdoa di sujud2 tersebut,

    Tempat berdoa bisa di saat sujud, bisa pula di sebelum salam,

    • Pertanyaan sy di artikel sebelumnya blm terjawab. Tentang bagaimana cara berdoa setelah tahajjud/dhuha?
      apakah setelah salam langsung mengangkat tangan?
      atau bagaimana? Soalnya seperti jawaban sebelumnya kita tidak diperkenankan dzikir setelah tahajjud/dhuha.

      Langsung berdoa saja, dengan mengangkat tangan

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*