Banyak Yang Tidak Percaya Bahwa Kedua Orangtua Rasulullah Ada Di NERAKA, Karena Mati Diatas Kekafiran

Orang Tua Nabi Di Neraka Orang Tua Nabi Masuk Neraka Orang Tua Rasulullah Di Neraka Ibu Nabi Muhammad Masuk Neraka Orang Tua Nabi Dineraka

Kafirkah Kedua Orang Tua Nabi ? (sebuah ringkasan)

ayah-ibu-nabi-neraka-1Tidak dipungkiri bahwa kedudukan para Nabi dan Rasul itu tinggi di mata Allah. Namun hal itu bukanlah sebagai jaminan bahwa seluruh keluarga Nabi dan Rasul mendapatkan petunjuk dan keselamatan serta aman dari ancaman siksa neraka karena keterkaitan hubungan keluarga dan nasab. Allah telah berfirman tentang kekafiran anak Nabi Nuh ‘alaihis-salaam yang akhirnya termasuk orang-orang yang ditenggelamkan Allah bersama orang-orang kafir :

وَقِيلَ يَأَرْضُ ابْلَعِي مَآءَكِ وَيَسَمَآءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَآءُ وَقُضِيَ الأمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيّ وَقِيلَ بُعْداً لّلْقَوْمِ الظّالِمِينَ * وَنَادَى نُوحٌ رّبّهُ فَقَالَ رَبّ إِنّ ابُنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنّ وَعْدَكَ الْحَقّ وَأَنتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ قَالَ يَنُوحُ إِنّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلاَ تَسْأَلْنِـي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنّيَ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim “. Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya”. Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” [QS. Huud : 44-46].

Allah juga berfirman tentang keingkaran Azar ayah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam :

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ إِلاّ عَن مّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيّاهُ فَلَمّا تَبَيّنَ لَهُ أَنّهُ عَدُوّ للّهِ تَبَرّأَ مِنْهُ إِنّ إِبْرَاهِيمَ لأوّاهٌ حَلِيمٌ

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” [QS. At-Taubah : 114].

Dan Allah pun berfirman tentang istri Nabi Luth sebagai orang yang dibinasakan oleh adzab Allah :

فَأَنجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاّ امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). [QS. Al-A’raf : 83].

Tidak terkecuali hal itu terjadi pada kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam. Mereka berdua – sesuai dengan kehendak kauni Allah ta’ala – mati dalam keadaan kafir. Hal itu ditegaskan oleh beberapa nash di antaranya :

1.    Al-Qur’an Al-Kariim

مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

Sababun-Nuzul (sebab turunnya) ayat ini adalah berkaitan dengan permohonan Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam kepada Allah ta’ala untuk memintakan ampun ibunya (namun kemudian Allah tidak mengijinkannya) [Lihat Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir QS. At-Taubah : 113].

2.    As-Sunnah Ash-Shahiihah

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”.

Beliau menjawab : “Di neraka”. Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata : “Di dalam hadits tersebut [yaitu hadits :  إن أبي وأباك في النار – ”Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”] terdapat pengertian bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan kafir, maka dia akan masuk neraka. Dan kedekatannya dengan orang-orang yang mendekatkan diri (dengan Allah) tidak memberikan manfaat kepadanya. Selain itu, hadits tersebut juga mengandung makna bahwa orang yang meninggal dunia pada masa dimana bangsa Arab tenggelam dalam penyembahan berhala, maka diapun masuk penghuni neraka. Hal itu bukan termasuk pemberian siksaan terhadapnya sebelum penyampaian dakwah, karena kepada mereka telah disampaikan dakwah Ibrahim dan juga para Nabi yang lain shalawaatullaah wa salaamuhu ‘alaihim” [Syarah Shahih Muslim oleh An-Nawawi juz 3 hal. 79 melalui perantara Naqdu Masaalikis-Suyuthi fii Waalidayil-Musthafaa oleh Dr. Ahmad bin Shalih Az-Zahrani hal. 26, Cet. 1425 H].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي

Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengijinkanku. Namun Ia mengijinkan aku untuk menziarahi kuburnya” [HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i dalam Ash-Shughraa no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].

Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah berkata :

وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا

”Sesungguhnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik dengan dalil apa yang telah kami khabarkan….”. Kemudian beliau membawakan dalil hadits dalam Shahih Muslim di atas (no. 203 dan 976) di atas [Lihat As-Sunanul-Kubraa juz 7 Bab Nikaahi Ahlisy-Syirk wa Thalaaqihim] [1].

Al-’Allamah Syamsul-Haq ’Adhim ’Abadi berkata :

فلم يأذن لي :‏‏ لأنها كافرة والاستغفار للكافرين لا يجوز

”Sabda beliau shallallaahu ’alaihi wasallam : Dan Ia (Allah) tidak mengijinkanku”  adalah disebabkan Aminah adalah seorang yang kafir, sedangkan memintakan ampun terhadap orang yang kafir adalah tidak diperbolehkan” [’Aunul-Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, Kitaabul-Janaaiz, Baab Fii Ziyaaratil-Qubuur]. [2]

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال جاء ابنا مليكة وهما من الأنصار فقالا: يَا رَسولَ الله إنَ أمَنَا كَانَت تحفظ عَلَى البَعل وَتكرم الضَيف، وَقَد وئدت في الجَاهليَة فَأَينَ أمنَا؟ فَقَالَ: أمكمَا في النَار. فَقَامَا وَقَد شَق ذَلكَ عَلَيهمَا، فَدَعَاهمَا رَسول الله صَلَى الله عَلَيه وَسَلَمَ فَرَجَعَا، فَقَالَ: أَلا أَنَ أمي مَعَ أمكمَا

Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Datang dua orang anak laki-laki Mulaikah – mereka berdua dari kalangan Anshar – lalu berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami semasa hidupnya memelihara onta dan memuliakan tamu. Dia dibunuh di jaman Jahiliyyah. Dimana ibu kami sekarang berada ?”. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Di neraka”. Lalu mereka berdiri dan merasa berat mendengar perkataan beliau. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggil keduanya lalu berkata : “Bukankah ibuku bersama ibu kalian berdua (di neraka) ?” [Lihat Tafsir Ad-Durrul-Mantsur juz 4 halaman 298 – Diriwayatkan oleh Ahmad no. 3787, Thabarani dalam Al-Kabiir 10/98-99 no. 10017, Al-Bazzar 4/175 no. 3478, dan yang lainnya; shahih].

3.    Ijma’

Al-Imam Ibnul-Jauzi berkata :

وأما عبد الله فإنه مات ورسول الله صلى الله عليه وسلم حمل ولا خلاف أنه مات كافراً، وكذلك آمنة ماتت ولرسول الله صلى الله عليه وسلم ست سنين

”Adapun ’Abdullah (ayah Nabi), ia mati ketika Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam masih berada dalam kandungan, dan ia mati dalam keadaan kafir tanpa ada khilaf. Begitu pula Aminah (tentang kekafirannya tanpa ada khilaf), dimana ia mati ketika Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam berusia enam tahun” [Al-Maudlu’aat juz 1 hal. 283].

Al-’Allamah ’Ali bin Muhammad Sulthan Al-Qaari telah menukil adanya ijma’ tentang kafirnya kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam dengan perkataannya :

وأما الإجماع فقد اتفق السلف والخلف من الصحابة والتابعين والأئمة الأربعة وسائر المجتهدين على ذلك من غير إظهار خلاف لما هنالك والخلاف من اللاحق لا يقدح في الإجماع السابق سواء يكون من جنس المخالف أو صنف الموافق

”Adapun ijma’, maka sungguh ulama salaf dan khalaf dari kalangan shahabat, tabi’in, imam empat, serta seluruh mujtahidin telah bersepakat tentang hal tersebut (kafirnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam) tanpa adanya khilaf. Jika memang terdapat khilaf setelah adanya ijma’, maka tidak mengurangi nilai ijma’ yang telah terjadi sebelumnya.

Sama saja apakah hal itu terjadi pada orang-orang menyelisihi ijma’ (di era setelahnya) atau dari orang-orang yang telah bersepakat (yang kemudian ia berubah pendapat menyelisihi ijma’) [Adilltaul-Mu’taqad Abi Haniifah hal. 7 – download dari www.alsoufia.com].

Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata :

ووالدا رسول الله مات على الكفر

”Dan kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam mati dalam keadaan kafir” [Al-Adillatul-Mu’taqad Abi Haniifah hal. 1 – download dari www.alsoufia.com].

Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thabari rahimahullah berkata dalam Tafsirnya ketika menjelaskan QS. Al-Baqarah : 119 :

فإن فـي استـحالة الشكّ من الرسول علـيه السلام فـي أن أهل الشرك من أهل الـجحيـم, وأن أبويه كانا منهم

”Semua ini berdasar atas keyakinan dari Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bahwa orang-orang musyrik itu akan masuk Neraka Jahim dan kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam termasuk bagian dari mereka”.

Al-Imam Ibnul-Jauzi berkata ketika berhujjah dengan hadits ” Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku” ; yaitu berdasarkan kenyataan bahwa Aminah bukanlah seorang wanita mukminah” [Al-Maudlu’aat juz 1 hal. 284].

Beberapa imam ahli hadits pun memasukkan hadits-hadits yang disebutkan di atas dalam Bab-Bab yang tegas menunjukkan fiqh (pemahaman) dan i’tiqad mereka tentang kekafiran kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam. Misalnya, Al-Imam Muslim memasukkannya dalam Bab [بيان أن من مات على الكفر فهو في النار ولا تناله شفاعة ولا تنفعه قرابة المقربين] “Penjelasan bahwasannya siapa saja meninggal dalam kekafiran maka ia berada di neraka dan ia akan memperoleh syafa’at dan tidak bermanfaat baginya hubungan kekerabatan”. Al-Imam Ibnu Majah memasukkannya dalam Bab [ما جاء في زيارة قبور المشركين] ”Apa-Apa yang Datang Mengenai Ziyarah ke Kubur Orang-Orang Musyrik”. Al-Imam An-Nasa’i memasukkannya dalam Bab [زيارة قبر المشرك] ”Ziyarah ke Kubur Orang-Orang Musyrik. Dan yang lainnya.

Keterangan di atas adalah hujjah yang sangat jelas yang menunjukkan kekafiran kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam. Namun, sebagian orang-orang yang datang belakangan menolak ’aqidah ini dimana mereka membuat khilaf setelah adanya ijma’ (tentang kekafiran kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam). Mereka mengklaim bahwa kedua orang tua beliau termasuk ahli surga. Yang paling menonjol dalam membela pendapat ini adalah Al-Haafidh As-Suyuthi. Ia telah menulis beberapa judul khusus yang membahas tentang status kedua orang tua Nabi seperti : Masaalikul-Hunafaa fii Waalidayal-MusthafaaAt-Ta’dhiim wal-Minnah fii Anna Abawai Rasuulillah fil-Jannah, As-Subulul-Jaliyyah fil-Aabaail-’’Aliyyah, dan lain-lain.

Bantahan terhadap Syubuhaat

1.    Mereka menganggap bahwa kedua orang tua nabi termasuk ahli fatrah sehingga mereka dimaafkan.

Kita Jawab :

Definisi fatrah menurut bahasa kelemahan dan penurunan [Lisaanul-’Arab oleh Ibnul-Mandhur 5/43]. Adapun secara istilah, maka fatrah bermakna tenggang waktu antara dua orang Rasul, dimana ia tidak mendapati Rasul pertama dan tidak pula menjumpai Rasul kedua” [Jam’ul-Jawaami’ 1/63]. Hal ini seperti selang waktu antara Nabi Nuh dan Idris ’alaihimas-salaam serta seperti selang waktu antara Nabi ’Isa ’alaihis-salaam dan Muhammad shallallaahu ’alaihi wasallam. Definisi ini dikuatkan oleh firman Allah ta’ala :

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَى فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلا نَذِيرٍ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: “Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan” [QS. Al-Maaidah : 19].

Ahli fatrah terbagi menjadi dua macam :

  1. Yang telah sampai kepadanya ajaran Nabi.

  2. Yang tidak sampai kepadanya ajaran/dakwah Nabi dan dia dalam keadaan lalai.
    Golongan pertama di atas dibagi menjadi dua, yaitu : Pertama, Yang sampai kepadanya dakwah dan dia bertauhid serta tidak berbuat syirik. Maka mereka dihukumi seperti ahlul-islam/ahlul-iman. Contohnya adalah Waraqah bin Naufal, Qus bin Saa’idah, Zaid bin ’Amr bin Naufal, dan yang lainnya. Kedua, Yang tidak sampai kepadanya dakwah namun ia merubah ajaran dan berbuat syirik. Golongan ini tidaklah disebut sebagai ahlul-islam/ahlul iman. Tidak ada perselisihan di antara ulama bahwa mereka merupakan ahli neraka. Contohnya adalah ’Amr bin Luhay[3], Abdullah bin Ja’dan, shahiibul-mihjan, kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam, Abu Thalib, dan yang lainnya.

Golongan kedua, maka mereka akan diuji oleh Allah kelak di hari kiamat.

Kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam memang termasuk ahli fatrah, namun telah sampai kepada mereka dakwah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam. Maka, mereka tidaklah dimaafkan akan kekafiran mereka sehingga layak sebagai ahli neraka.

2.    Hadits-hadits yang menceritakan tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam ke dunia, lalu mereka beriman kepada ajaran beliau.

Di antara hadits-hadits tersebut adalah :

عن عائشة رضي الله عنها قالت: حج بنا رسول الله حجة الوداع ، فمرّ بي على عقبة الحجون وهو باكٍ حزين مغتم فنزل فمكث عني طويلاً ثم عاد إلي وهو فرِحٌ مبتسم ، فقلت له فقال : ذهبت لقبر أمي فسألت الله أن يحييها فأحياها فآمنت بي وردها الله

Dari ’Aisyah radliyallaahu ’anhaa ia berkata : ”Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam melakukan haji bersama kami dalam haji wada’. Beliau melewati satu tempat yang bernama Hajun dalam keadaan menangis dan sedih. Lalu beliau shallallaahu ’alaihi wasallam turun dan menjauh lama dariku kemudian kembali kepadaku dalam keadaan gembira dan tersenyum. Maka akupun bertanya kepada beliau (tentang apa yang terjadi), dan beliau pun menjawab : ”Aku pergi ke kuburan ibuku untuk berdoa kepada Allah agar Ia menghidupkannya kembali. Maka Allah pun menghidupkannya dan mengembalikan ke dunia dan beriman kepadaku” [Diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dalam An-Nasikh wal-Mansukh no. 656, Al-Jauzaqaani dalam Al-Abaathil 1/222, dan Ibnul-Jauzi dalam Al-Maudlu’aat 1/283-284].

Hadits ini tidak shahih karena perawi yang bernama Muhammad bin Yahya Az-Zuhri dan Abu Zinaad. Tentang Abu Zinaad, maka telah berkata Yahya bin Ma’in : Ia bukanlah orang yang dijadikan hujjah oleh Ashhaabul-Hadiits, tidak ada apapanya”. Ahmad berkata : ”Orang yang goncang haditsnya (mudltharibul-hadiits)”. Berkata Ibnul-Madiinii : ”Menurut para shahabat kami ia adalah seorang yang dla’if”. Ia juga berkata pula : ”Aku melihat Abdurrahman bin Mahdi menulis haditsnya”. An-Nasa’i berkata : ”Haditsnya tidak boleh dijadikan hujjah”. Ibnu ’Adi berkata : ”Ia termasuk orang yang ditulis haditsnya” [silakan lihat selengkapnya dalam Tahdzibut-Tahdzib]. Ringkasnya, maka ia termasuk perawi yang ditulis haditsnya namun riwayatnya sangat lemah jika ia bersendirian.

Adapun Muhammad bin Yahya Az-Zuhri, maka Ad-Daruquthni berkata : ”Matruk”. Ia juga berkata : ”Munkarul-Hadits, ia dituduh memalsukan hadits” [lihat selengkapnya dalam Lisaanul-Miizaan 4/234].

Dengan melihat kelemahan itu, maka para ahli hadits menyimpulkan sebagai berikut : Ibnul-Jauzi dalam Al-Maudlu’aat (1/284) berkata : ”Palsu tanpa ragu lagi”. Ad-Daruquthni dalam Lisaanul Mizan (biografi ’Ali bin Ahmad Al-Ka’by) : ”Munkar lagi bathil”. Ibnu ’Asakir dalam Lisanul-Mizan (4/111) : ”Hadits munkar”. Adz-Dzahabi berkata (dalam biografi ’Abdul-Wahhab bin Musa) : ”Hadits ini adalah dusta”.

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا كان يوم القيامة شفعت لأبي وأمي وعمي أبي طالب وأخ لي كان في الجاهلية

Dari Ibnu ’Umar radliyallaahu ’anhuma ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Pada hari kiamat nanti aku akan memberi syafa’at kepada ayahku, ibuku, pamanku Abu Thalib, dan saudaraku di waktu Jahiliyyah” [Diriwayatkan oleh Tamam Ar-Razi dalam Al-Fawaaid 2/45].

Hadits ini adalah palsu karena rawi yang bernama Al-Waliid bin Salamah. Ia adalah pemalsu lagi ditinggalkan haditsnya [lihat Al-Majruhiin oleh Ibnu Hibban 3/80 dan Mizaanul-I’tidaal oleh Adz-Dzahabi 4/339]. Pembahasan selengkapnya hadits ini dapat dibaca dalam Silsilah Al-Ahaadits Adl-Dla’iifah wal-Ma’udluu’ah oleh Asy-Syaikh Al-Albani no. 322.

عن علي مرفوعاً : « هبط جبريل علي فقال إن الله يقرئك السلام ويقول إني حرمت النار على صلبٍ أنزلك وبطنٍ حملك وحجرٍ كفلك »

Dari ’Ali radliyallaahu ’anhu secara marfu’ : ”Jibril turun kepadaku dan berkata : ’Sesungguhnya Allah mengucapkan salaam dan berfirman : Sesungguhnya Aku haramkan neraka bagi tulang rusuk yang telah mengeluarkanmu (yaitu Abdullah), perut yang mengandungmu (yaitu Aminah), dan pangkuan yang merawatmu (yaitu Abu Thalib)” [Diriwayatkan oleh Al-Jauzaqaani dalam Al-Abaathil 1/222-223 dan Ibnul-Jauzi dalam Al-Maudlu’aat 1/283].

Hadits ini adalah palsu (maudlu’) tanpa ada keraguan sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul-Jauzi dalam Al-Maudlu’aat (1/283) dan Adz-Dzahabi dalam Ahaadiitsul-Mukhtarah no. 67.

Dan hadits lain yang senada yang tidak lepas dari status sangat lemah, munkar, atau palsu.

3.    Hadits-hadits yang menjelaskan tentang kafirnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam dinasakh (dihapus) oleh hadits-hadits yang menjelaskan tentang berimannya kedua orang tua beliau. 

Kita jawab : 

Klaim nasakh hanyalah diterima bila nash naasikh (penghapus) berderajat shahih. Namun, kedudukan haditsnya yang dianggap naasikh adalah sebagaimana yang kita lihat (sangat lemah, munkar, atau palsu). Maka bagaimana bisa diterima hadits shahih di-nasakh oleh hadits yang kedudukannya sangat jauh di bawahnya ? Itu yang pertama. Adapun yang kedua, nasakh hanyalah ada dalam masalah-masalah hukum, bukan dalam masalah khabar. Walhasil, anggapan nasakh adalah anggapan yang sangat lemah.

Pada akhirnya, orang-orang yang menolak hal ini berhujjah dengan dalil-dalil yang sangat lemah. Penyelisihan dalam perkara ini bukan termasuk khilaf yang diterima dalam Islam (karena tidak didasari oleh hujjahyang kuat). Orang-orang Syi’ah berada pada barisan terdepan dalam memperjuangkan pendapat bathil ini. Di susul kemudian sebagian habaaib (orang yang mengaku keturunan Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam) dimana mereka menginginkan atas pendapat itu agar orang berkeyakinan tentang kemuliaan kedudukan mereka sebagai keturunan Rasulullah. Hakekatnya, motif dua golongan ini adalah sama. Kultus individu.

Keturunan Nabi adalah nasab yang mulia dalam Islam. Akan tetapi hal itu bukanlah jaminan – sekali lagi – bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam surga dan selamat dari api neraka. Allah hanya akan menilai seseorang – termasuk mereka yang mengaku memiliki nasab mulia – dari amalnya. Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda :

وَمَنْ بَطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

Barangsiapa yang lambat amalnya, maka kemuliaan nasabnya tidak bisa mempercepatnya”  [HR. Muslim – Arba’un Nawawiyyah  no. 36].

Kesimpulan : Kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah meninggal dalam keadaan kafir. Wallaahu a’lam.

[direvisi dan diperbaiki tanggal 11-5-2011].


[1]     Perkataan Imam Al-Baihaqi tentang kekafiran kedua orang tua Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga dapat ditemui dalam kitab Dalaailun-Nubuwwah juz 1 hal. 192, Daarul-Kutub, Cet. I, 1405 H, tahqiq : Dr. Abdul-Mu’thi Al-Qal’aji].

[2]     Karena ibu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam termasuk orang-orang kafir. Allah telah melarang Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan kaum mukminin secara umum untuk memintakan ampun orang-orang yang meninggal dalam keadaan kafir sebagaimana firman-Nya :

      مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

      “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

[3]     Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu ia berkata :

قال النبي صلى الله عليه وسلم رأيت عمرو بن عامر بن لحي الخزاعي يجر قصبه في النار وكان أول من سيب السوائب

Telah berkata Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam“Aku melihat ‘Amru bin ‘Amir bin Luhay Al-Khuzaa’i menarik-narik ususnya di neraka. Dia adalah orang pertama yang melepaskan onta-onta (untuk dipersembahkan kepada berhala)” [HR. Bukhari no. 3333 – tartib maktabah sahab, Muslim no. 2856].

Nisbah Al-Khuzaa’i merupakan nisbah kepada sebuah suku besar Arab, yaitu Bani Khuza’ah. Ibnu Katsir menjelaskan sebagai berikut :

عمرو هذا هو ابن لحي بن قمعة, أحد رؤساء خزاعة الذين ولوا البيت بعد جرهم وكان أول من غير دين إبراهيم الخليل, فأدخل الأصنام إلى الحجاز, ودعا الرعاع من الناس إلى عبادتها والتقرب بها, وشرع لهم هذه الشرائع الجاهلية في الأنعام وغيرها

“‘Amru bin ‘Amir bin Luhay Al-Khuza’i merupakan salah satu pemimpin Khuza’ah yang memegang kekuasaan atas Ka’bah setelah Kabilah Jurhum. Ia adalah orang yang pertama kali mengubah agama Ibrahim (atas bangsa Arab). Ia memasukkan berhala-berhala ke Hijaz, lalu menyeru kepada beberapa orang jahil untuk menyembahnya dan bertaqarrub dengannya, dan ia membuat beberapa ketentuan jahiliyyah ini bagi mereka yang berkenaan dengan binatang ternak dan lain-lain……” [lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/148 QS. Al-Maidah ayat 103].

sumber: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/06/kafirkah-kedua-orang-tua-nabi-sebuah.html

Video Penjelasan bahwa kedua orangtua nabi berada di neraka

Apakah Orang Tua Nabi Di Neraka Orang Tua Nabi Meninggal Dalam Keadaan Orang Tua Rasulullah Masuk Neraka Pendapat Imam Nawawi Tentang Orang Tua Nabi Berkenan Bertemu Rasulullah

Arsip Artikel

98 Comments on Banyak Yang Tidak Percaya Bahwa Kedua Orangtua Rasulullah Ada Di NERAKA, Karena Mati Diatas Kekafiran

  1. JANGAN NGASIH ARTIKEL BODOH LAH, KALO CUMA JADI KADER TINGKAT RENDAH WAHABI SALAFI, ……. YANG DI CUCI OTAK DAN MERASA BENAR SENDIRI, ……………
    ENTE MUNDUR AZAH LAH JADI ADMIN BLOG INI JADI PETANI AZA HALAL,…………….

    Jika hadits Rasulullah dianggap sebagai artikel bodoh,
    Jika menyampaikan berita dari rasulullah dianggap cuci otak,
    Kira-kira, siapa yang bodoh dalam hal ini?

    Harusnya anda bisa mengecek sendiri, bukankah dalam artikel tersebut ada rujukan haditsnya, jika anda sudah bisa membaca kitab hadits, silahkan buka dalam hadits tsb, jika belum bisa, silahkan buka terjemahannya,.. mudah, bukan malah menuduh membabi buta, dan malah menuduh dgn yang tidak2,.. silahkan anda buka sendiri kitabnya,.. monggo, ,, jika tidak ada, baru komentar lagi disini

  2. masuk neraka atau surga kita ngga akan tau…..kiamat masih jauh dan manusia juga belum dikumpulkan di padang makhsyar bagaimana kita bisa tau……..saya kira itu urusan Allah tak seorangpun tau……sebelum datang kebenaran / wahyu maka orang yang belum beriman, tak bisa kita menjudgenya masuk neraka atau surga……..itu urusan Allah

    Rasulullah diberitahu melalui wahyu,
    Bukankah Rasulullah juga telah mengabarkan akan 10 orang yang masuk surga? bahkan disebutkan nama-namanya,
    Demikian pula orang yang masuk neraka, diantaranya adalah kedua orangtua rasulullah, dimana rasulullah dilarang oleh Allah untuk memintakan ampun kedua orangtuanya, sebab mereka mati diatas kemusyrikan,
    Dan kita wajib mempercayai apa yg disampaikan oleh rasulullah

    • Kita-kita, ustadz, kyiai, habib, ulama dan lain-lain tidak tau apa yg terjadi nanti setelah kiamat, tapi Allah Subhanahu wa ta’ala mengetahuinya dan kabar siapa yang masuk surga dan neraka di beritahu kepada Rosululloh Sallallohu’alaihi wassalam, yg wajib kita lakukan adalah mengikuti Allah dan Rosulnya dan wajib percaya perkataan Rosululloh Sallallohu’alaihi wassalam..

      Betul sekali, walaupun kata-kata rasulullah itu seolah2 tidak masuk di akal atau nalar kita, jika itu betul-betul diucapkan oleh rasulullah, kita wajib menerima dan mengimaninya,.. bukan menolaknya karena akal2 kita,

  3. wah parah juga ya…
    ternyata kita ini adalah pengikut Nabi dari Darah Orang KAFIR…
    klo begitu NABI kita lebih buruk Dari NABI ISA yah,yg kata orang Nasrani bilang YESUS KRISTUS, karena NABI ISA di lahirkan dari keluarga baik2 bahkan tertera dalam al-Qur’an surat Ali Imran,surat Maryam,karena blm ada hadist yg mengatakan Nabi ISA dari darah Orang KAFIR…
    Beruntung yah jd Umatnya Nabi ISA 🙂
    apa pindah agama aja kali yah???

    #astaghfirullah bisa Murtad saya :-X

    mas, tahu tidak siapa nabi ibrahim??
    beliau adalah nabi pembawa tauhid,. dan nabi muhammadpun bersambung nasabnya ke nabi ibrahim,.demikian pula nabi2 yg lain,.

    Sipa ayah beliau?… PEMBUAT BERHALA,. ayahnya tidak mau mengikuti agama nabi ibrahim, sehingga Allah juga melarang nabi ibrahim mendoakan ampunan utk ayahnya,..

    Dan itu tidak membuat nabi ibrahim terhina,. karena bapaknya kafir,.
    Lalu, kenapa anda juga tidak legowo, jika rasulullah juga mengalami hal yang sama,.. kedua orangtuanya itu mati dalam agama kesyirikan,. agamanya kaum kafir quraisy,.

    • setau saya min kalau ortu nabi ibrahim itu kan sudah di dakwahi oleh nabi ibrahim sendiri, lalu ortu Rasulullah SAW kan belum sempat mendapat dakwah… itu 2 hal yang berbeda kan min,

      Betul..
      Dan ortu nabi Muhammad itu menyembah Allah juga, bukankah namanya juga adalah Abdulllah, apa arti Abdullah? artinya hamba Allah.
      Kenapa ortu nabi muhammad tetap masuk neraka? Karena beliau selain menyembah Allah, beliau juga menyekutukan Allah sebagaimana tradisi kaum quraisy kala itu,.
      Ayahnya nabi itu masih saudara dengan Abu Thalib,Abu Jahal, Abu Lahab,. mereka anaknya Abdul Muthalib,.
      Ingat ketika paman nabi yang bernama Abu Thalib mau meninggal??.. Rasulullah mengajak Abu Thalib agar mengucapkan kalimat Laa ilaaha Illallah, tapi karena bujukan abu jahal, maka Abu thalib memilih mengikuti agama Abdul Muthalib,..
      Dan ini pula agama yang diikuti oleh Ayah nabi,..

      Jadi perbuatan SYIRIK AKBAR itu menghapuskan seluruh amalan,.
      Jadi salah besar jika kaum kafir quraisy ga paham tentang Allah, justru mereka paham, demikian pula ortu nabi muhammad,.. hanya saja mereka selain menyembah Allah, mereka juga menyekutukan Allah, silahkan lihat disini postingannya

  4. Pak Admin bsk mau ikut NATALAN GAK???

    boro-boro natalan tuan, maulidan juga ngga ikut-ikutan, karena itu sama saja menyerupai orang-orang nasrani yg ngadain natalan,.

    • Allah juga berfirman tentang keingkaran Azar ayah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam :

      وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ إِلاّ عَن مّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيّاهُ فَلَمّا تَبَيّنَ لَهُ أَنّهُ عَدُوّ للّهِ تَبَرّأَ مِنْهُ إِنّ إِبْرَاهِيمَ لأوّاهٌ حَلِيمٌ

      “Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” [QS. At-Taubah : 114].yg bikin blog sudah melakukan kedustaan belum faham siapa ayah nabi. Ibrahim as.

      Masih belum paham juga yg bikin blog siapa orang tua nabi ibrahim as…??

      Itu justru buat bukti untuk anda..
      tuh orangtuanya nabi ibrahim berbuat syirik, makanya Nabi Ibrahim dilarang mendoakan bapaknya.
      Nah.. kenapa merasa heran ketika Nabi Muhammad juga dilarang mendoakan orangtuanya?..
      Kenapa dilarang? karena orang tua nabi muhammad pun berbuat syirik,.. kekal di neraka,.

      paham?

  5. sepertinya ni orang perlu dicuci otaknya,,,,
    nulis artikel kyk gini 7an nya APA???
    mencari ridho Allah,,,,?? bullshittt kamu,,,,
    gimana pandangan non muslim kalo baca??
    yah, syafaati ortunya aja gak bisa apalagi umatnya??? kalo emang pemahaman kmu secetek itu gak usah disebar deh,,,, bikin kaum2 SAWAH SEMAKIN KELIATAN ‘CETEK’NYA,,,,

    Terimakasih mas aryo,
    Ini merupakan ujian juga buat umat rasulullah apakah mereka mempercayai ucapan rasulullah atau tidak,
    Jangan heran dengan kondisi nabi dan rasul yang mana orang tuanya ada di neraka, bukan rasulullah saja, bahkan ayah nabi ibrahimpun, bapaknya tauhid, bahkan dalam shalawat pun disebut, bapaknya adalah musyrik, pembuat berhala,
    Lalu ada nabi yang istrinya juga berada di neraka, seperti nabi luth, ada nabi yang anaknya masuk neraka, seperti anaknya nabi nuh,..

    Maka, kenapa anda terheran-heran atau mengatakan pemahaman orang yg membenarkan ucapan rasulullah bahwa orangtua rasul itu di neraka karena mati dalam kemusyrikan itu sebagai org yg memiliki pemahaman cetek,..

    Tidakkah anda ingat kisah meninggalnya abu thalib? Rasulullah berusaha menuntun abu thalib utk mengucapkan syahadat, tapi abu jahal mempengaruhi abu thalib supaya jgn meninggalkan agamanya abdul muthalib,..
    dari sini bisa diambil kesimpulan jika kedua orang tua rasulullah juga mengikuti agama abdul muthalib, bukan mengikuti islam

    • Yg bikin blog sudah melakukan kedustaan azzar adalah ayah nabi ibrahim,,azzar adalah paman nabi ibrahim dalam bahasa arab ayah bisa berrti paman

      Yang berdusta adalah orang yang mengatakan ayah nabi kok jadi paman nabi,.

  6. kl memang benar artikel diatas,maka aq ingn bertanya…

    jd agama apa kakekx nabi Muhammad,pastix khan islam,jd berarti orang tua Rasulullah jg islam,bukanx kafir…

    Betul, kaum quraisy itu mengenal Allah,. ini disebutkan dalam alquran,.
    Jika mereka dalam kondisi di tengah laut dan diterjang badai, mereka berdoa hanya kepada Allah,.
    Tapi jika mereka sudah didarat, dan selamat,. maka mereka kembali menyekutukan Allah,.

    Nah,. ortu nabi meninggal dalam keadaan mengikuti agamanya kaum quraisy yang menyekutukan Allah,.
    Dan orang yang menyekutukan Allah, dia tidak bertaubat hingga akhir hayatnya, maka bisa dihukumi kafir,..

  7. ayu bareng2 n sama memperbanyak baca istighfar …
    bagi penulis n pembaca nya ..

    terimakasih mas ubaidillah,
    kita semua disuruh sering-sering beristighfar, Rasulullah saja beristighfar dalam sehari sebanyak 100 kali,
    tapi tidak ada tuntunannya membaca istighfar bareng-bareng mas, bacalah sendiri-sendiri, bukan dikomando,

    • Seumur hidup aku baru mendengar kalau kedua orang tua Rassullah (yang mulia kanjeng nabi MUHAMMAD SAW) orang tuanya ada di neraka, dari kamu. Kalau kau berani dengan resikonya ceritakan ini kepada seluruh dunia. Aku orang awam gak begitu-gitu amat kalau ngomong ya dipikir-pikir (AKU INI SIAPA). Pandainya cuma ngotak ngatik bahasa tok.

      Terimakasih pak, banyak yang kaget , sebagaimana dulu juga saya kaget ,
      Alhamdulillah saya sudah bersyahadat, diantaranya adalah waasyhaduanna muhammadan rasulullah, saya bersaksi bahwa Rasulullah itu adalah utusan Allah,
      Rasulullah tidak pernah berdusta, semua ucapannya terjaga dari kesalahan, demikian juga tentang ucapan beliau dalam haditsnya yg shahih, beliau menyatakan bahwa kedua orangtuanya ada di neraka,.. Darimana Rasulullah tahu? Tentu Allah yang mengabarkannya, ketika Rasulullah mau memintakan ampun untuk orangtuanya, tapi Allah melarangnya, dan Rasulullah menangis,.

      Janganlah kita mengedepankan perasaan kita, dalam islam yang dikedepankan adalah dalil, bukan perasaan,
      Apakah kita mau mendustakan perkataan Rasulullah tentang kondisi orangtuanya???
      Apakah karena Rasulullah itu seorang Rasul, lalu merasa aneh jika kedua orangtuanya ada di neraka??
      Rasulullah sendiri mengalami ketika paman beliau yaitu abu thalib mau meninggal, lalu rasulullah mengajak pamannya tersebut untuk masuk kedalam islam dgn cara menyuruh pamannya megucapkan kalimat laa ilaaha illallah, tapi pemannya karena dipengaruhi oleh abu jahal, sehingga pamannya meninggal diatas agama abdul muthalib,.. tidakkah anda melihat dari kasus ini, kedua orangtua rasulullah juga meninggal diatas agama abdul muthalib? padahal abu thalib sendiri sangat membela nabi ketika nabi berdakwah kepada islam, tapi pembelaan abu thalib itu tidak ada manfaatnya, karena abu thalib tidak mau masuk ke dalam islam, sehingga beliaupun kekal di neraka,.

      Tidakkah anda melihat kisah nabi-nabi sebelumnya? Ada seorang nabi, istrinya durhaka dan tidak mau mengikuti dakwahnya, ada seorang nabi anaknya durhaka, dan ada seorang nabi yang ayahnya adalah pembuat berhala,namun semua itu tidak mengurangi kemuliaan nabi tersebut, demikian juga rasulullah yg dikabarkan bahwa kedua orangtuanya ada di neraka , dan hadits tsb adalah shahih, jadi kewajiban kita sebagai umat nabi muhammad, adalah mempercayainya, mengimaninya, bahwa perkataan rasul tersebut adalah benar, bukan menolaknya karena kita mengedepankan perasaan kita, kok nabi orangtuanya ada di neraka?? masa sih??

      Islam bukan agama perasaan mas, pak,.. tapi islam agama yg berdasarkan dalil,

      • Assalamualaikum
        mas, ketika saya mengirim artikel ini kepada seorang teman, dia bertanya dengan pertanyaan hadits dari Anas, bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, di manakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada?” Beliau menjawab, “Di neraka.” Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata, “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.”

        Teman saya itu bertanya sebagai berikut “Dari cuplikan dalil diatas, ada pertanyaan yang mengusik saya yaitu, bagaimana mungkin seorang sudah berada di neraka sementara neraka dan surga baru di buka setelah hari perhitungan kelak setelah kiamat kubro. Sepengetahuan saya sebelum kiamat hanya ada siksa kubur.”

        Mohon penjelasannya yang gamblang mengenai ini ustadz agar teman ini bisa mengetahui masalah ini dengan baik. Baarakalloohufiika.

        wa’alaikumussalam warahmatullah,
        wafiika baarakallah,
        sebenarnya mudah, yang memberitahu ayah nabi muhammad masuk neraka itu adalah kabar dari Allah,

        Dan bkn hal yang susah bagi Allah, karena orang masuk surga atau neraka itu sudah Allah tetapkan 50ribu tahun sebelum alam ini diciptakan, silahkan baca ulasannya disini

        • Itu sudah hadist Rasulullah dari Anas lagi. Pembuktiannya udah benar. Asli dari perkataan Rasulullah.

          Jadi memang sepatutnya kita mempercayai bahwa Orang Tua Nabi masuk neraka.

          Neraka dan surga, Bukankah sudah diciptakan terlebih dahulu sebelum dunia dan isinya.

          Orang Tua Nabi masuk neraka, khan tidak mengurangi kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

  8. Dasar, semakin menjadi2 nih admin. Sekarang saya tidak akan menggunakan kata “Anda” lagi, tapi “Kamu” kepada admin ini. Kalo memang orang tuanya Nabi Muhammad ga masuk surga n masuk neraka , itu semua karena Islam belum dilahirkan dan mereka semua abelum tau tentang ajarannya Islam, apa menurut kamu Tuhan kamu adil? Nih admin ngaco, memalukan orang2Islam laennya, saya sih ga peduli karena sy seorang agnostic, cuma kesian aja orang2 islam, tambah terpuruk coy citranya gara2 tulisan kamu!!

    Terimakasih mas,
    Apakah anda masih mempercayai apa yang disampaikan oleh Rasulullah?
    Apakah anda mau membenarkan apa yang disampaikan oleh rasulullah?
    Jika memang demikian, lalu kenapa anda sendiri tidak mau mempercayai tentang kabar dari rasulullah bahwa keduanya ada di neraka??

    Apakah dengan diadzabnya kedua orang tua rasulullah itu menjadikan citra rasulullah itu jatuh? menjadikan islam itu rendah?
    Justru banyak hikmah disana, ini menunjukkan bahwa tingginya nasab, maka itu bukan jaminan, selama tidak bertakwa, apalagi terjerumus dalam kemusyrikan,
    Walaupun orangtua nabi, tapi melakukan kesyirikan, maka nabi pun tidak bisa menolong orang tuanya,
    Bukankah ada nabi yang istrinya durhaka (nabi luth), ada yang anaknya durhaka (nabi nuh),bahkan ada pula yang ayahnya juga jadi pembuat berhala?? (nabi ibrahim) namun semua itu tidak menjatuhkan harga diri mereka sebagai nabi

    Lalu kenapa Rasulullah mengabarkan bahwa orangtuanya di neraka anda merasa bingung??

  9. komentar yang mencaci maki dan tidak menerima perkataan dan berita dari rasulullah seperti para komentator diatas bagaimana hukumnya pak?
    apakah mereka berpikir dengan logika bukan dengan pemahaman ?
    sangat mengoyahkan hati atas kebenaran

    Terimakasih mas obby,
    kenapa mereka berkomentar seperti itu? sebab karena ketidakpahaman tentang hakekat rasulullah itu sebagai utusan Allah yang tidak mungkin berdusta,
    Apa yang dikatakan oleh rasulullah adalah benar, tapi kenapa kok ada orang islam yang mengedepankan perasaan mereka menolaknya, dengan dalih masa sih nabi dilahirkan dari orangtua yang kafir, atau masa sih orang tua nabi ada di neraka??
    Mungkin jika yang mengatakan orangtua nabi itu ada di neraka itu adalah orang lain selain rasulullah, mungkin kita bisa menolaknya,.. nah, ini yang mengatakan adalah rasulullah, apakah kita mau menolak perkataan rasulullah dalam hal ini??
    Lalu dimana konsekwensi syahadat kita, bukankah kita bersaksi bahwa rasul itu adalah utusan Allah? tapi kita mendustakan apa yang disampaikan oleh rasulullah?

    apakah ada jaminan bahwa keluarga rasulullah itu pasti masuk surga?? tidak ada, lihat paman rasulullah yg sangat baik kepada rasulullah di masa hidupnya, membela rasulullah, tapi beliau meninggal diatas kekafiran, meninggal dengan memeluk agama abdul muthalib,. tidak mau mengucapkan syahadat, padahal rasulullah sudah berusaha menuntuntun dan membujuknya, tapi abu thalib terpengaruh dengan bujukan abu jahal,
    anda tahu siapa abu jahal? siapa abu thalib? mereka adalah paman rasulullah sendiri, tapi walaupun itu paman nabi,jika tidak mengikuti ajaran rasulullah,maka nerakalah tempat kembalinya,.

  10. masuk surga atau neraka itu urusan Allah SWT, dari pada mikirin Orang Tua Rasulullah lebih baik mikirin diri sendiri masuk Neraka atau Surga.

    Terimakasih mas abdullah,.. betul sekali, masuk surga atau neraka Allah yang menentukannya, dan itu sudah ditentukan oleh Allah 50ribu tahun sebelum alam semesta ini diciptakan, Semua manusia sudah ditakdirkan akan masuk neraka atau surga, ini juga terkait ttg iman kepada takdir,.. dan ini juga rasulullah yang mengabarkannya,. wajib kita percayai atau imani,.

    Kata rasulullah, semua umat rasulullah akan masuk surga, kecuali yang enggan, siapakah orang yang enggan tersebut? baca link ini

    Jangan sombong karena berilmu karena Alah SWT membenci orang yang sombong. Allah SWT yang punya kuasa mau ditempatkan seorang manusia dimanapun.

    Siapa yang sombong mas, orang yang menolak kabar dari rasulullah, atau orang yang membenarkan ucapan rasulullah?
    Dan Rasulullah juga mengabarkan berita tentang kedua orangtuanya itu dari Allah juga, ,.
    Berarti orang yang menolak kabar kedua orang tua rasulullah ada dineraka, berarti menolak kabar dari Allah juga,.
    jadi kalau begitu siapa yang sombong dalam hal ini….

  11. Alhamdulillah…. Tercerahkan dengan artikel ini, sebelumnya sempet ragu2 karena kebanyakan mengatakan: “Masak sie Ortunya Rasul masuk Neraka”?!?!?!….

    Alhamdulillah,..
    Islam bukan agama yang mengedepankan perasaan,. tapi berdasarkan dalil yang shahih,.

  12. mas admin maaf ya yg sebener nya.,.,. kan udah ada hadis nya.,.,. bahwa sanya rasulullah bisa memberi safaat buat umat nya masa buat orang tua nya ga bisa.,.,. kalo admin nyangkut2 ke nabi nuh ga bisa tolong ank nya ya wajar beliau aja ga bisa beri safaat ama umat nya.,.,. sama aja ama nabi ibrahim .,.,. klo nabi muhammad SAW kan smua umat nya di padang ma’syar kan berbondong2 mnta syafaat beliau masa nolong orang tua nya ja ga bisa.,.,. tolong penjelasan nya ADMIN ini jadi tanda tanya besar di kepala saya.,.,.

    Terimakasih mas,Rasulullah hanya memberikan syafaat kepada orang yg tidak berbuat syirik kepada Allah, dan Rasulullah bisa memberikan syafaat atas ijin Allah,
    Orangtua rasulullah meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan allah, beragama dengan agamanya kaum quraisy,

    Yang mengatakan orangtua rasulullah ada di neraka adalah rasulullah sendiri, apakah rasulullah dalam hal ini berdusta?
    Janganlah kecintaan kita kepada rasulullah itu menjadikan kita bersikap menggunakan perasaan, masa sih orangtua rasulullah ada di neraka?

    Bukankah paman rasulullah saja ketika mau meninggal rasulullah tidak bisa mengajaknya kedalam islam? sehingga paman beliau itu meninggal dengan memeluk agama abdul muthalib? .. padahal rasulullah masih hidup, dan berusaha mengajarkan kalimat laa ilaaha illallah kepada pamannya, tapi pamannya tidak mau,.

    Dari hal diatas saja akan bisa diambil kesimpulan yg mudah, orangtua rasulullah memeluk agama abdul muthalib juga,
    wallahu a’lam

  13. saya percaya dan mengimani apa-apa yang dikatakan rasulullah shalallahu’alaihi wasallam. termasuk kafirnya kedua orang tua Beliau, kakek dan pamannya (Abu Thalib, Abu Lahab) meskipun mereka mencintai Rasulullah Shalallhu’alaihi Wasallam.

    ini menunjukkan bahwa nasab pun tidak bisa menolong kita dari api neraka termasuk Ahlul Bait sekali pun (Habaib pen.). Wallahu’alam…

    Betul mas,.
    Nasab itu tidak akan menolong,. jika amalannya rusak, tidak mentaati Allah dan rasulnya,.

  14. Ana dan keturunan ana mengimani Hadits dari nabi dan mengimani bahwa kedua orang tua Nabi dan pamannya adalah penghuni neraka….

    Jika Ali sendiri keras menyebutkan ayahnya si kafir dan Nabi juga menjelaskan kedua orang tuanya di neraka maka apa keberatan kita mengimaninya..

    Nabi sendiri tidak malu menyebutkian agar diambil pelajaran bahwa keturunan dan nasab bukan menjadi penyebab seseorang masuk surga namun atas amal ibadahnya yang sesuai dg yg Alloh syariatkan..

    ya, betul ,.. dan itu juga berkonsekwensi kepada syahadat kita, bukankah kita sudah mengucapkan waasyhaduanna muhammadan rasulullah? tapi kenapa kita kok mendustakan perkataan rasulullah, ini kan sungguh lucu,..
    seharusnya kita mengimani apa yg dikatakan oleh rasulullah,.. yaitu mempercayai ucapan rasulullah bahwa orangtuanya di neraka

  15. nte jangan sembarang menfitnah keluargA nabih!!!!

    hadist tersebut yang nte berikan memang soheh tapi menurut ilmu hadist kalau hadist tersebut ada yang lebih kuat yaitu dari nas alquran hadist tersebut bisa dibilang hadist sar….liat q.s alisra’ ayat 15 allah tidak akan menghukum suatu kaum sebelum allah mengutus seorang nabi..orang tua nabih meninggal sebelum nabih menjadi rasull…dan tidak ada keterangan satu pun bahwa orang tua nabi menyembah berhala……ingat jangan sembarang memfitnah belajar lagi sebelum mengkomentari sebuah tautan…..ingat setiap perbuatan akan dipertanggung jawabkan apa lagi berbicara tanpa didasari oleh ilmu hanya ikut-ikutan

    Yang mengatakan orangtua nabi berada di neraka adalah nabi sendiri, dan yang mengatakan orang tua nabi tidak berada di neraka adalah orang2 yg tidak mempercayai hadits nabi, yang hidup jauh dimasa nabi, mana yg lebih kita ikuti? TENTU UCAPAN RASULULLAH YG KITA PEGANG,

    Apakah orangtua nabi hidup sebelum nabi diutus? bukankah sebelum nabi muhammad ada nabi isa?

    jadi kaum quraisy mengikuti ajaran nabi isa, sebagaimana pendeta waraqah yg hidup juga ketika orgtua nabi masih hidup, akan tetapi orangtua rasulullah mengikuti agama kaum quraisy yaitu mnyembah berhala,

    Bukankah nama ayah rasulullah itu adalah ABDULLAH?.. apa arti Abdullah? bukankah hamba Allah? berarti dakwah sudah sampai,. bahkan kaum quraisy paham apa itu Allah,.

    Jika anda tdk ikut-ikutan, tentu anda akan meyakini ucapan rasul adalah benar, memang suatu aib jika orgtua nabi masuk neraka?

    bukankah nabi ibrahim jg orgtuanya adalah pembuat patung yg disembah?

  16. sabar y mas menghadapi para komentator..

    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

    saya kira mas admin kenal betul dengan hadist diatas,semoga tetap istiqomah..
    amiin..

    ya,.sabar mas,. itu karena mereka tidak paham,.

  17. weleh2, kog pas ya antara judul sama komentar2nya, banyak yg tidak percaya… xixixixi… lanjut akhi

    Banyak yg terkaget-kaget, terheran-heran, terbengong-bengong,..

  18. PENUTUP
    ada suatu cerita seorang penghujat yg ngotot mengatakan bahwa kedua orang tua nabi adalah mati dalam kedaan musryik atau kafir. lalu

    lawan bicaranya berkata : Bagaimana menurutmu status orang musryik dimata Allah dan rasulnya ?
    sipenghujat : orang musryik adalak NAJIS. berdasarkan ayat Al-quran : “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis [9:28].

    lawan bicara : Mungkinkah sesuatu yg suci dikeluarkan atau berasal dari suatu najis. dan apa pandangansyeikh ttg nabi saw

    sepenghujat : Tidak mungkin. karena suatu najis dan sesuatu yg suci tdk mungkin bersatu. dan tentang rasulullah saw adalah beliau adalah manusia paling mulia dan suci dari dosa dan kesalahan.

    lawan bicara: kalo begitu bagaimana mungkin rasulullah yg suci, manusia terbaik didunia dan menjadi penghulu para rasul dikeluarkan dari benih yg mengandung najis seperti aminah ? bukankah aminah seorang musryik dan setiap musryik adalah najis ? ( baca: org musryik adalah najis dlm Al-quran)

    sipenghujat : binggung..dan menjawab a…a…. maksud saya…a….aa.

    lawan bicara: sudahlah lupakan saja itu. saya ingin bertanya satu lagi pada anda

    sipenghujat : dengan muka merah berkata : ” silahkan teman

    lawan bicara : Apakah anda dilahirkan dari kedua orang tua muslim atau dari kedua orang tua kafir atau musryik ? bagaimana nasab engkau wahai syeikh ?

    penghujat : saya dilahirkan dari kedua orang tua muslim. Bahkan nasab saya
    dari ortu, kakek dan kakek dari kakek saya semua terlahir dalam keadaan muslim yg beriman kepada Allah.

    lawan bicara : Selamat wahai syeikh !! Nasab dan keturunnya anda JAUH LEBIH BAIK DARI NASAB DAN KETURUNAN RASULULLAH.

    sipenghujat : dengan heran sambil berkata : apa maksud antum wahai teman ?

    lawan bicara : bukankah anda meyakini rasulullah adalah keturunan musryik mulai dari kakeknya abdulmuthalib, ibunya aminah dan bapaknya abdullah bahkan pamannyapun abu thalib. Dan semuanya syeikh vonis adalah orang-orang musryik sedangkan berdasarkan Al-quran setiap musryik adalah najis. Dan kita ketahui bersama orang beriman (muslim) jauh lebih baik dari orang musryik dalam pandangan Allah dan RasulNYA.

    Bukankah ini dapat disimpulkan KETURUNAN ATAU NASAB SYEIKH JAUH LEBIH BAIK DARI KETURUNAN DAN NASAB NABI SAW ?….(sambil berkata lawan bicara meninggalkan syeihk tsb dalam kebinggungan )

    INILAH KALO ORANG BODOH BERBICARA TANPA ILMU MEREKA SESAT DAN MENYESATKAN. SEMOGA CERITA INI DAPAT MEMBUKA MATA HATI KAUM NASHIBI DAN MEREKA LANGSUNG TAUBAT. ….SEMOGA…

    note: saya berani jamin antum seorang pengecut yg sembunyi dibalik real arab saudi untuk mendapatkan keuntungan dunia yg sedikit, sehingga antum rela menjadi budak syaithon yg menghamba pada manusia demi harta. dan saya juga berani jamin tulisan antum adalah ciri org yg hanya mencari pembenaran bukan mencari kebenaran. JIKA BUKAN KARENA HAL-HAL ITU MUSTAHIL ANTUM TIDAK MENCANTUMKAN KOMENT SAYA. DAN INGAT BEGITU BANYAK MANUSIA YG BODOH DAN TAQLID BUTA YG ANTUM DOKTRIN LEWAT TULISAN INI. SEMOGA ANTUM KEMBALI KEJALAN YG BENAR……SEMOGA

    Terimakasih atas komentarnya yang cukup panjang,
    Jawabannya mudah sekali mas,.
    Rasulullah diangkat sebagai nabi dan diberi wahyu Alquran pada umur berapa kang? Jaman Orang tua rasulullah masih hidup Alquran sudah turun atau belum?? he..he..he.. sungguh sangat lucu dialog diatas,. ngga tahu ngarang sendiri atau betulan,..

    Anda tahu nabi Ibrahim bukan? Siapa bapaknya? pembuat berhala, anda tahu kan apa itu berhala? patung mas,. patung yang disembah,.
    Apakah karena bapaknya itu pembuat berhala, maka kehormatan nabi ibrahim sebagai seorang nabi dan rasul akan menjadi hina?
    Logika mana yang mengatakan seperti ini?
    Demikian pula nabi muhammad, beliau dilahirkan dari orangtua yang musyrik,. itu tidak mengurangi kehormatan beliau sebagai seorang nabi, seandainya Rasulullah ketika diutus menjadi rasul mendapati orangtuanya masih hidup, tentu rasulullah akan mendakwahi orang tuanya, sebagaimana ibrahim mendakwahi bapaknya, juga sebagaimana rasulullah mendakwahi pamannya Abu thalib, namun Abu thalib tetap berpegang teguh kepada agama abdul muthalib,

    Yang mengatakan orang tua rasulullah ada di neraka adalah Rasulullah sendiri, berdasarkan wahyu dari Allah,.
    Lalu, kenapa anda tidak percaya ucapan rasulullah, dan lebih mempercayai ucapan orang yang hidup jauh dari jaman rasulullah?
    Bukankah anda bersyahadat Waasyhadu anna muhammadan rasuulullah? anda bersaksi bahwa nabi muhammad itu rasul allah? Apakah nabi muhammad berdusta??

    Ini konsekwensi dari syahadat lho, mempercayai ucapan rasulullah,.. dan rasulullah mengatakan orangtua beliau ada di neraka,.. lalu, anda menggunakan logika anda dengan menolak bahwa orang tua rasulullah itu ada di neraka, dan anda berlogika dengan alquran, tapi ANDA TIDAK MIKIR, KAPAN ALQURAN TURUN??…

    ALQURAN TURUN KETIKA NABI DIANGKAT MENJADI RASUL, DI USIA 40 TAHUN,. kok anda berdalil dengan alquran? ya tidak nyambung sama sekali,..

    Mudah-mudahan Allah menunjuki anda kepada jalan yang benar,.

    • @Younedi Chaniago : Dialog yang anda sampaikan sungguh menyesatkan jika dibaca orang awam, kalo saya bilang itu NGACO..
      dari cara penyampaian andapun sebetulnya kelihatan siapa yg harusnya kembali ke jalan yg benar.
      percayalah dengan apa yg disampaikan Rosululloh, jangan percaya sama cerita2 dari sumber yang ga jelas, apalagi yg cuma katanya katanya.

      • pemilik bloq
        terimakasih atas komentarnya yang cukup panjang,
        Jawabannya mudah sekali mas,.
        Rasulullah diangkat sebagai nabi dan diberi wahyu Alquran pada umur berapa kang? Jaman Orang tua rasulullah masih hidup Alquran sudah turun atau belum?? he..he..he.. sungguh sangat lucu dialog diatas,. ngga tahu ngarang sendiri atau betulan,..

        jawab
        jawaban saya juga gampang kang. apa buktinya ortu nabi saw adalah manusia “musryik”.? bisa antum berikan dalil bahwa semasa hidup ortu nabi adalah penyembah berhala ? atau org yg tak beragama ( kafir). Ini penting karena suatu hadist harus sejalan dengan fakta. jika tidak maka hadis tersebut adalah dhoif atau
        bathil.

        Dalilnya? dalilnya bukan hadits saja, bahkan ayat alquran,.
        mana dalilnya? dalilnya adalah Allah melarang Rasulullah memintakan ampun untuk kedua orangtuanya,. itu dalilnya mas,. dan itu membuktikan bahwa kedua orangtua nabi itu meninggal diatas kemusyrikan,. sehingga dari dalil tersebut sebagai pedoman bagi kaum muslimin , yaitu dilarang memintakan ampun kepada orang yg sudh meninggal diatas kemusyrikan,walaupun itu orangtua kita sendiri,

        mana dalilnya, tidakkah anda membaca postingan diatas? ini saya copas lagi mas,.
        مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

        “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

        Sababun-Nuzul (sebab turunnya) ayat ini adalah berkaitan dengan permohonan Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam kepada Allah ta’ala untuk memintakan ampun ibunya (namun kemudian Allah tidak mengijinkannya) [Lihat Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir QS. At-Taubah : 113].

        عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

        Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”. Beliau menjawab : “Di neraka”. Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

        2. ayat at-taubah 113 adalah ayat yg turun dimadinah pada 9 h. bukti ini didukung dgn dikirimnya abu bakar atau ali ra untuk mengabarkan ayat ini kepada penduduk mekah. Tapi anehnya ayat at-taubah 113 adalah ayat multi fungsi yg diarahkan oleh para pembenci keluarga nabi ( nashibi) kepada ahlul bait dan kerabat dekat nabi saw. Ayat ini juga sebagai senjata menuduh abu thalib mati dalam keadaan kafir .

        Tentang kafirnya abu thalib sdh sangat jelas, Rasulullah menyuruh abu thalib utk mengucapkan syahadat di akhir hidupnya, namun karena keengganan dia, diantaranya krn abu jahal yg brtanya apakah ingin meninggalkan agama abdul mutthalib, sehingga abu thalib memilih agama abdul mutthalib, bukan memeluk islam,. dan rasulullah bersedih, akhirnya rasulullah berdoa,hingga abu thalib mendapat siksa paling ringan, yaitu diberikan sandal dari api nerakaa, dan mendidihlah otaknya,

        Siapa pembenci keluarga nabi? ini adalah tuduhan org2 syiah laknatullah, padahal merekalah dalang terbunuhnya ahlulbait, silahkan baca postingan ini, plus ebook

        Ahlulbait menurut ahlussunnah, baca ulasannya disini

        PERTANYAANNYA ADALAH BISA ANTUM BUKTIKAN SEBENARNYA ASBABUN NUZUL AYAT AT-TAUBAH 113 INI TURUN DIMEKAH ATAU MADINAH ? SAYA TUNGGU JAWABAN ANTUM.

        Dimana abu thalib meninggal? ya di mekah,. silahkan baca tafsir ibnu katsir tentang penjelasana ayat tsb,disitu jelas sekali, anda bisa mendownload tafsir tersebut, silahkan dowload disini , baca di halaman 124

        Apakah surat madaniyah itu pasti turunnya di madinah semua? tidak, ada juga yg di mekah, contoh, surat almaidah ayat 3 ,surat almaidah adalah surat madaniyah, tapi ayat tsb turun di mekah, waktu rasulullah melakukan haji wada’

    • Eh wahabi ibu siapakah aminah ibu mu?
      Beliau ayahanda dan ibunda nabi hidup dizaman kedzoliman dn meninggal sblm anknya nabi mendawahinya itu namanya zaman fatroh..
      wahabi pea alloh yahdik amin

      Orang tua nabi hidup di masa FATRAH? kayaknya anda kurang PIKNIK,.

      Anda tahu tidak, siapa nama Ayah nabi, bukankah namanya adalah ABDULLAH? bukan paijo atau jablud,.
      Anda tahu, apa arti ABDULLAH, mudah-mudahan anda paham, itu artinya HAMBA ALLAH, orang yang hidup di masa fatrah apakah paham tentang ALLAH?
      Jadi tidak benar kalau orangtua nabi hidup di masa FATRAH, justru mereka sangat paham tentang eksistansi ALLAH, baca di sini

  19. Hadist riwayat muslim mengenai org tua Nabi SAW.bertentangan dgn dalil2 yg lebih kuat dan mutawatir,sehingga hadist diatas tidak bisa dibuat sebagai hujjah.hadist ini telah menjadi perselisihan para ulama baik dari sisi matan dan sanad nya.

    Dari sisi matan sangat kontradiktif dgn nash2 qoth’i dan Al-Quran.
    Ayah ibu Nabi SAW hidup pada masa fatrah.waktu itu belum ada pemberi peringatan dan tidak sampai dakwah pada mereka.sebagaimana firman ALLAH SWT,”agar kamu memperingatkan suatu kaum yg tidak ada seorang pemberi peringatan pada mereka sebelum kamu,supaya mereka mendapat petunjuk (QS.As-Sajdah :3)ayat diatas jelas lah menunjukkan org tua nabi Saw ahli fatrah.
    “dan kami tidak mengazab sebelum kami mengutus seorang rasul(QS al isra :15.
    Hadist yg menjadi dalil admin hadist riwayat muslim dari jalur hammad yg pada masa tuanya amat buruk hafalannya.
    Kepada admin diharapkan lebih bijak karna sudut pandang anda belum tentu benar,terlebih selaku seorang muslim kita seharusnya punya ahlak utk tidak menceritakan aib dan keburukannya,terlebih lagi orang tua Nabi Saw dan parahnya lagi hal itu belum tentu benar.

    Terimakasih mas hermansyah,.
    Apakah mereka tidak mengenal ajaran nabi sebelum nabi muhammad? ini tidaklah benar, mereka mengenal Allah, tapi mereka berbuat syirik,.
    Bukankah nama ayah rasulullah adalah Abdullah , anda tahu, apa arti Abdullah? artinya Hamba Allah,. berarti kaum quraisy paham siapa Rabb mereka,. inipun dinyatakan dalam alquran, ketika mereka terombang-ambing ditengah laut, mereka beribadah hanya kepada Allah saja, namun ketika mereka sudah selamat ke daratan, mereka kembali berbuat syirik,.
    Lihat juga paman nabi, Abu thalib, beliau meninggal dalam agama abdul muthalib, agama nenek moyangnya, dan tidak mau memeluk islam,.

  20. Saya termasuk awam dan msh proses belajar juga baru membaca artikel spt ini, salut dgn penjelasan/komentar admin yg datar, santun dan konsisten. Terima kasih Pak share-nya. Dengan dasar kecintaan pada Rasulullah SAW.

    Terimakasih sudah berkomentar disini, dan atas apresiasinya,

    saya berharap orang tua beliau berada ‘di neraka’ nya hanya dalam kurun waktu tertentu, tentunya atas Rachmat dan kasih sayang Allah.

    Jika anda berharap, apakah rasulullah sebagai seorang anak tidak berharap Allah mengampuni kedua orangtuanya? Namun rasululllah lebih memilih mentaati Allah, Allah melarang mendoakan agar diampuni dosa-dosanya orang-orang musyrik, dalil-dalil tentang hal itu ada,

    Makanya kita sebagai umat muhammad, tentu wajib mengikuti anjuran rasulullah, berlepas diri dari kesyirikan, dan para pelakunya, siapapun pelaku tersebut, apakah orang yang paling dekat dengan kita, atau orangtua kita,saudara, atau anak-anak kita,.

  21. afwan, saya orang bodoh dan masih awam, mohon diluruskan jika tidak pas..
    dri manusia prtama(adam) yg mjd nabi sampai nabi2 sesudahnya smua ajaranya tauhid,stelah nabi Muhamad diutus maka lahirlah islam.

    Terimakasih mas, mudah-mudahan Allah memberikan ilmu dan pemahaman yang benar kepada anda, dan jangan betah menjadi orang awam terus, rajin-rajinlah menuntut ilmu, apalagi kajian2 ilmu sudah tersebar diseluruh kota2 di indonesia, media belajar agama pun sudah sangat mudah dan banyak pilihannya, baik radio atau website, tentu datang langsung ke majlis taklim, itu lebih utama, dan jadwal taklim saya posting juga disini, jika anda menyebutkan kota anda, mungkin bisa saya postingkan jadwal dan tempat taklim di kota anda,

    Semua nabi dan rasul membawa dakwah yang satu, yaitu dakwah tauhid, atau ISLAM itu sendiri, bahkan semua manusia lahir diatas fitrah AGAMA ISLAM, jadi anggapan yang keliru jika islam lahir di masa nabi Muhammad,. akan tetapi islam di masa nabi muhammad Islam sudah sempurna, dengan diturunkannya surat almaidah ayat 3, semua ajaran islam sudah sempurna, tidak perlu ditambah atau dikurangi,

    dri stiap nabi mmpunyai pengikut/umat..manusia sbelum Muhammad diutus adalah umatnya nabi2 trdahulu.. smua umat Rasul Muhammad akan masuk surga tp dgn proses yg gak mudah, tentunya akan merasakan neraka dahulu,kadar lamanya dineraka trgntung amal didunia..stlah umat Nabi Muhammad hbis dineraka dan masuk kesurga baru umat2 Nabi sebelum nabi Muhammad dimasukan ke surga itu pun jg melalui proses yg panjang dan atas kehendak Allah.

    Tentang manusia yang masuk surga, khususnya umat nabi muhammad, sebab kita termasuk umat nabi muhammad, Rasulullah menggambarkan pula tentang umatnya yang masuk surga tanpa hisab, tanpa adzab, adapula umatnya yang masuk surga namun disiksa dulu di neraka, ada pula umat nabi muhammad yang ENGGAN MASUK SURGA, postingannya bisa dibaca disini,

    untuk penghuni neraka yg kekal adalah smua manusia yg menentang ajaran Rasul2nya akan ke Esa an Allah.

    Yang kekal di neraka adalah orang2 yang tidak memeluk islam ,
    Apakah ada orang yang mengamalkan islam, tapi kekal di neraka? ada, diantaranya adalah pelaku syirik akbar yg tidak bertaubat, juga orang2 munafik, orang munafik menampakkan keislaman, namun hatinya membenci islam, sehingga allah menghukum orang munafik dengan menempatkannya di neraka yang paling dalam,dan kekal di neraka,

    afwan mgkin bahasa penulisanya jelek dan sulit dipaham..

    Insya allah bisa dipahami, mudah2an Allah memberikan anda kepahaman terhadap ajaran islam yang benar,.

  22. Allahu Akbar. Lanjutkan admin, kalau mengurus orang kaget akan banyak mnghabiskan waktu. Awalnya saya kaget juga. Kemudian Kaget lagi pada ceramah yg lain. Akhirnya, saya piikir utk apa kaget wong yg mengatakan adalah Rasul sendiri. Saya beriman kepada Allah dan membenarkan perkataan Rasul. Hujjah agama jelas.

    Alhamdulillah, ini juga sebenarnya merupakan ujian, benarkah kita mempercayai ucapan rasulullah, atau kita mendustakannya,.
    Padahal kita sudah bersyahadat, syahadat yang kedua adalah Kita bersaksi bahwa rasulullah adalah utusan Allah,
    Yang mengatakan kedua orang tua rasul di neraka adalah rasulullah sendiri, bukan orang lain, lalu kita mendustakan perkataan Rasulullah? sungguh ini adalah kekurangajaran kepada rasulullah, walaupun kita mengakui mencintainya, tapi kok mendustakan ucapan rasulullah,..

  23. skrang saya mau tau bgmna sikap anda bila hal serupa terjadi sama anda(ortu anda meninggal dlm keadaan tidak memeluk islam) bgmna sikap anda bila murid anda menanyakan dimanakah ortu anda skrang? Apa anda Akan jujur ato tidak?

    Terimakasih mas,.
    Yang memberitahukan bahwa orangtua rasulullah ada di neraka adalah Allah sendiri, lalu darimana saya mengetahui kalau orangtua saya itu di neraka atau di surga?? Saya bukan nabi, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui apakah orang tersebut bakal ke surga atau neraka, kecuali Allah yang mengabarkannya, sebagaimana yang terjadi kepada orang tua nabi, Allah yang mengabarkan kepada nabi, Apakah kabar yang disampaikan Allah kepada nabi itu dusta? kalau tidak dusta, apa repotnya anda mengimani apa yg dikabarkan kepada rasulullah, lalu rasulullahpun mengabarkan kepada para sahabatnya,.. perkaranya mudah bukan, tinggal mengimani bahwa perkataan Rasulullah itu benar,.

    Trus bgmna sikap anda pabila kbr tsb dah menyebar diantara murid2 anda sedangkan anda sebagai pemuka agama islam dan panutan masyarakat tetapi ada salah satu murid anda yg mempublikasikan, mengumumkan dan menjadikan hujjah bg orang2 yg tdk mempercayainya, bahkan dia jg mencantumkan nama anda bahwa anda sendiri yg berkata begitu biar orang yg tidak percaya menjadi percaya dan meyakiyakininya bahwa ortu anda penghuni neraka. Apa anda akan menjadikan murid tsb sbg murid tauladan?ato sbg yg berbakti?Sbg pembwa kebenaran? Atokah akan anda anggap sbg murid yg durhaka sekaligus musuh anda?,

    Ini tentu masalah berbeda, tidak ada seorangpun yang mengetahui apakah ortu kita menjadi penghuni neraka atau surga, berbeda dengan Rasulullah yg mendapat kabar Dari Allah,… kalau saya, dapet kabar dari siapa mas? wong saya bukan nabi,..
    Jadi perumpamaan anda sangat tidak tepat,. kias anda sangat tidak pas,.. ngga nyambung sama sekali,

    nah skrang kasus anda,anda berdalih bhwa rosululloh sholalloohu ‘alaihi wa sallam jg memberi taukan khobar ini kpd laki2 yg bertanya, atas landasan hadist riwayat imam muslim, skrang saya mau bertanya SIAPAKAHNYA ANDA ORTU ROSULULLOOH SHOLALLOOHU ‘ALAIHI WA SALLAM ITU?

    sehingga anda menghujah orang2 yg tidak meyakininya(orang yg tidak mau berkomentar) krn bukan urusannya dan itu adalah urusan rosulullooh sholalloohu ‘alaìhi wa sallam dgn ALLOOH, serta kedudukan hadist tsb dalam pemahamannya tidak bisa dijadikan “hujjah” ttpi hanya sbg “kabar” sehingga tidak bisa dijadikan keyakinan dan itu menurut keyakinan para ulama ahlussunah, Klo pun ada yg bertanya kpd anda tentang masalah ini anda cukup memberitaukan kpd orang yg bertanya dgn melihat aspek MANFAAT, MASHLAHAT, MUDHOROTnya terhada orang tsb,

    Padahal sudah saya sampaikan berulang2,.. yang mengabarkan demikian itu adalah rasulullah sendiri,.

    Apakah anda beriman bahwa nabi muhammad itu rasulullah??
    Apakah anda beriman bahwa rasulullah itu terjaga dari kesalahan, terjaga dari kedustaan?

    Jika anda beriman bahwa rasulullah bukanlah pendusta, Rasulullah berkata benar, lalu apa susahnya anda mengimani perkataan Rasulullah bahwa orangtua rasulullah berada di neraka?

    Apa rasa berat anda mengimani bahwa perkataan Rasulullah itu benar?.. ini adalah konsekwensi dari syahadat yang anda ucapkan juga, WAASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULULLAH,. lalu, kenapa anda mengingkari ucapan rasulullah tersebut?

    • Perlu di ketahui mas budi, jika kita mempunyai ilmu/informasi dengan kebenaran yang pasti apalagi dari Nabi Muhammad SAW sendiri, wajib bagi kita untuk menyampaikannya, jadi jangan terbalik menanggapinya.

      jangan sampai kesalahpahaman/ketidaktahuan orang tentang sesuatu hal terus berlanjut.
      masalah nanti ada orang non muslim baca artikel ttg ini dan menjadikannya bahan olok2an ya itu urusan mereka, memang sudah wataknya mereka mencari2 cara untuk menjatuhkan islam.

      tugas kita meluruskan pandangan2 yang salah dikalangan umat.

      mudah2an bisa dimengerti.

  24. disurga ato dineraka kah orang yg mati dalam keadaan tidak memeluk islam?

    Knpa yg satunya lg g dijawab?

    Orang yang mati tidak diatas islam, tidak memeluk islam maka tempat kembalinya di neraka,. dan seluruh nabi dan rasul mendakwahkan manusia kepada islam,

  25. nah skrang dimana tempat kembalinya klo ortu anda meninggal(mati) dlm keadaan tidak memeluk agama islam? Tlng pertanyaan yg satu lg nganggur blum dijawab

    Terimakasih kang,..
    Sebelum saya menjawab, darimana anda tahu jika ortu saya tidak memeluk agama islam? apakah anda menuduh orangtua saya itu kafir? wong saya melihat ortu saya shalat, bahkan menjadi salah satu pelopor pengajian di kampung, aktif berdakwah, bagaimana anda menyebut ortu saya tidak memeluk islam?

    Cara menjawab pertanyaan anda mudah,.. seandainya, ini seandainya yah, seandainya orang tua saya mati bukan diatas agama islam, maka ortu saya akan masuk neraka,. bahkan bukan ortu saya saja, ortu siapa saja jika mati tidak diatas islam, baik ortu anda, ortu kyiai anda, atau ortu siapa saja ,. maka tempat kembalinya di neraka,… catet, ortu siapa saja jika mati tidak diatas islam, maka akan masuk neraka,. PUAS DENGAN JAWABAN SAYA??

  26. Saya pernah mendengar ucapan aorg yg mencela Syaikh Albani sbg org yg mendlaifkan hadits2 Imam Bukhari, padahal setelah dicek maksudny hadits2 dalam kitab Adabul Mufrod. Lah sekarang org tsb menolak hadits dalam SHAHIH Muslim (tentang keadaan ortu Rasulullah) karena bertentangan dg perasaan mereka. Aneh memang klo agama ini dibangun diatas perasaan yg subyektif dan emosi…

    Mudah2an Allah menunjuki org2 yg salah dalam memahami dalil,.

  27. wah takut ya? akhirnya, g bisa bles dihapus deh komen gua . Hapus ja skalian blognya…!!!! bener antek2 wahabi itu semuanya pengecut, sama dgn Mr. Wahabnya, berada diantara ketiak yahudi untuk mendapatkan kedudukan, begitu muawiyahnya gembong munafik dan petunjuk jalan keneraka.

    terimakasih mas budi,
    Anda berani mengatakan muawiyah itu gembong munafik? padahal muawiyah itu sekertaris rasulullah, apakah anda menyadari akan kata-kata anda? sanggupkah anda mempertanggungjawabkan perkataan anda kelak di akherat? silahkan baca postingan tentang siapa muawiyah, baca disini

  28. Hadist bermasalah koq yo d jadikan Hujjah, pye to sampean kaaang – kang…

    sopo sing mempermasalahkan kang? sampean, nopo sinten? masalahe nopo, monggo dicopas disini masalahe,.

  29. Untuk admin baca tautan ini terima kasih. http://answeringkristen.wp.com/menjawab-fitnah-abdullah-dan-siti-aminah-berada-dineraka/

    Terimakasih mas andhika permana, saya sudah membaca link tersebut, ini kesimpulan dari link tersebut, yang intinya mengingkari bahwa kedua orang tua nabi berada di neraka, saya bawakan nukilan dari tulisan di blog tersebut:

    “Bahwa hadits riwayat Muslim abii wa abaaka finnaar (ayahku dan ayahmu di neraka), dan tidak diizinkannya nabi saw untuk beristighfar bagi ibunya telah MANSUKH dengan firman Allah swt : Al-Isra 15 “Dan kami tak akan menyiksa suatu kaum sebelum kami membangkitkan Rasul”.

    Dari kisah diatas tergambar jelaslah bahwa Abdul Muthalib menganut ajaran yang hanif sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Ibrahim. Begitu pula dengan Abdullah yang merupakan putra kesayangan dari Abdul Muthalib sudah barang tentu mengikut ajaran yang dianut oleh Ayahandanya yang merupakan pembesar Quraisy yang termasyur keseluruh penjuru. Apatah lagi Siti Aminah yang merupakan wanita shalihah dan istri dari Abdullah bin Abdul Muthalib sudah barang tentu mengikut ajaran yang dianut suaminya.

    Apa yang dijelaskan dalam blog tersebut tidaklah demikian, dalam postingan saya sudah sangat jelas, dalil tentang kedua orang tua nabi berada di neraka, itu tidak di mansukh, justru yang ada malah sebaliknya,

    lihat dalil ini

    Ayat alquran yang menjelaskan,

    Al-Qur’an Al-Kariim

    مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

    “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

    Sababun-Nuzul (sebab turunnya) ayat ini adalah berkaitan dengan permohonan Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam kepada Allah ta’ala untuk memintakan ampun ibunya (namun kemudian Allah tidak mengijinkannya) [Lihat Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir QS. At-Taubah : 113].

    As-Sunnah Ash-Shahiihah

    عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

    Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”. Beliau menjawab : “Di neraka”. Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

    Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata : “Di dalam hadits tersebut [yaitu hadits : إن أبي وأباك في النار – ”Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”] terdapat pengertian bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan kafir, maka dia akan masuk neraka. Dan kedekatannya dengan orang-orang yang mendekatkan diri (dengan Allah) tidak memberikan manfaat kepadanya. Selain itu, hadits tersebut juga mengandung makna bahwa orang yang meninggal dunia pada masa dimana bangsa Arab tenggelam dalam penyembahan berhala, maka diapun masuk penghuni neraka. Hal itu bukan termasuk pemberian siksaan terhadapnya sebelum penyampaian dakwah, karena kepada mereka telah disampaikan dakwah Ibrahim dan juga para Nabi yang lain shalawaatullaah wa salaamuhu ‘alaihim” [Syarah Shahih Muslim oleh An-Nawawi juz 3 hal. 79 melalui perantara Naqdu Masaalikis-Suyuthi fii Waalidayil-Musthafaa oleh Dr. Ahmad bin Shalih Az-Zahrani hal. 26, Cet. 1425 H].

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي

    Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengijinkanku. Namun Ia mengijinkan aku untuk menziarahi kuburnya” [HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i dalam Ash-Shughraa no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].

    Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah berkata :

    وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا

    ”Sesungguhnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik dengan dalil apa yang telah kami khabarkan….”. Kemudian beliau membawakan dalil hadits dalam Shahih Muslim di atas (no. 203 dan 976) di atas [Lihat As-Sunanul-Kubraa juz 7 Bab Nikaahi Ahlisy-Syirk wa Thalaaqihim] [1].

    Al-’Allamah Syamsul-Haq ’Adhim ’Abadi berkata :

    فلم يأذن لي :‏‏ لأنها كافرة والاستغفار للكافرين لا يجوز

    ”Sabda beliau shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Dan Ia (Allah) tidak mengijinkanku” adalah disebabkan Aminah adalah seorang yang kafir, sedangkan memintakan ampun terhadap orang yang kafir adalah tidak diperbolehkan” [’Aunul-Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, Kitaabul-Janaaiz, Baab Fii Ziyaaratil-Qubuur]. [2]

    عن ابن مسعود رضي الله عنه قال “جاء ابنا مليكة – وهما من الأنصار – فقالا: يَا رَسولَ الله إنَ أمَنَا كَانَت تحفظ عَلَى البَعل وَتكرم الضَيف، وَقَد وئدت في الجَاهليَة فَأَينَ أمنَا؟ فَقَالَ: أمكمَا في النَار. فَقَامَا وَقَد شَق ذَلكَ عَلَيهمَا، فَدَعَاهمَا رَسول الله صَلَى الله عَلَيه وَسَلَمَ فَرَجَعَا، فَقَالَ: أَلا أَنَ أمي مَعَ أمكمَا

    Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Datang dua orang anak laki-laki Mulaikah – mereka berdua dari kalangan Anshar – lalu berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami semasa hidupnya memelihara onta dan memuliakan tamu. Dia dibunuh di jaman Jahiliyyah. Dimana ibu kami sekarang berada ?”. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Di neraka”. Lalu mereka berdiri dan merasa berat mendengar perkataan beliau. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggil keduanya lalu berkata : “Bukankah ibuku bersama ibu kalian berdua (di neraka) ?” [Lihat Tafsir Ad-Durrul-Mantsur juz 4 halaman 298 – Diriwayatkan oleh Ahmad no. 3787, Thabarani dalam Al-Kabiir 10/98-99 no. 10017, Al-Bazzar 4/175 no. 3478, dan yang lainnya; shahih].

    Hadits diatas tidaklah dimansukh,

    Jadi apa yg disampaikan oleh blog tersebut tidaklah benar, oleh karena itu saya tidak mencantumkan link blog tersebut, menyebutkan nama ibu rasulullah saja sudah salah, apalagi menjelaskan hadits rasulullah yang menyatakan kedua orangtua nabi berada di neraka

  30. Inilah ujian bagi kaum muslimin, ketika mereka mengucapkan rukun iman yang ke 4, tinggal aplikasinya mau ga dia beriman atau dia mengingkarinya. Ingat ya ikhwatal islam tidaklah rosulullah berkata dan beramal mengikuti hawa nafsunya, melainkan hal tersebut adalah wahyu dari Allah.

    Betul sekali, orang yang tidak menerima perkataan rasulullah tentang kedua orang tua rasulullah berada di neraka, dia sedang diuji tentang persaksiannya terhadap rasulullah,. Tidaklah Rasulullah mengucapkan perkataan yang salah, perkataan rasulullah itu benar, perkataan Rasulullah itu wahyu dari Allah,

    Jika kita mengaku beriman kepada Rasulullah, maka WAJIB mempercayai dan menerima semua perkataan Rasulullah, tidak boleh kita menyangkalnya dengan keterbatasan akal kita,.

    Tidaklah menjadikan Rasulullah jatuh kehormatannya karena kedua orangtuanya berada di neraka, lihatlah nabi-nabi sebelumnya, lihat nabi ibrahim, bapaknya sendiri adalah pembuat berhala yang disembah,. lihat nabi Luth, istrinya sendiri durhaka kepadanya,. lihat nabi Nuh, anaknya sendiri tidak mau mengikuti ajaran yang dibawanya,.. apakah membuat mereka para nabi itu terhina?.. tidak,.

    Kewajiban umat islam, membenarkan semua perkataan Rasulullah,.

  31. jadi gini mas kalau menurut saya orang tua nabi muhammad shallahualihi wasallam
    itu berada di surga karna hadist yg lemah itu soalny langsung dari sabda beliau
    nah mau di buat2 atau di gmna hadist lemah tersebut itu mereka yg tanggung dosa kita mengimani saja
    KESIMPULAN : ORANG TUA NABI MUHAMMAD SHALLAHUALIHI WASALLAM MENURUT SAYA ADA DI SURGA KARAN SUDAH DI HIDUPKAN KEMBALI DAN BERIMAN KPD BELIAU
    TERIMA KASIH !

    terimakasih mas septa sudah komentar disini,.
    Itu menurut anda kan, saya sih ikut perkataan RAsulullah saja mas, tidak mengikuti perkataan anda,.
    Kata rasulullah kedua orang tua beliau berada di neraka, dan itu tidak membuat Rasulullah terhina,

    Tidakkah anda melihat paman rasulullah yaitu Abu Thalib, Abu Thalib begitu mencintai Rasul, bahkan membela dakwah Rasulullah, namun bagaimana akhir hidupnya? Abu Thalib tidak mau mengikuti Islam, tapi memilih memeluk agama nenek moyangnya, agama kesyirikan, agamanya abdul muthalib, agamanya abu jahal, sehingga Abu Thalib pun berada di neraka juga,.

    Jika Abu Thalib yang mengalami jaman Rasulullah saja masuk neraka,. berarti agama yang dianut oleh orangtua nabi pun sama dengan agama abdul muthalib, yaitu agama kesyirikan, wajar pengikut agama kesyirikan diadzab di neraka,.

  32. alhamdulillah akhi, penjelasan antum cukup bagus.namun ada syubhat mengenai syarah hadits ini.berikut syarah yg disampaikan oleh seorang yg tdk percaya orang tua Rasul masuk neraka yang mungkin bisa antum jelaskan kebenarannya :
    Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa
    sesungguhnya seorang laki-laki
    bertanya: “Wahai Rasulullah Shallallahu

    ‘alaihi wa sallam, di manakah ayahku
    (setelah mati)?” Beliau Shallallahu ‘alaihi
    wa sallam bersabda: “Dia berada di Neraka.” Ketika orang itu pergi, beliau
    Shallallahu alaihi wa sallam
    memanggilnya dan bersabda:
    “Sesungguhnya bapakku dan
    bapakmu berada di Neraka”. Mereka mengutip pendapat Imam
    Nawawi sebagai berikut Imam Nawawi rahimahullah berkata:
    ”Makna hadits ini adalah bahwa
    barangsiapa yang mati dalam keadaan
    kafir, ia kelak berada di Neraka dan
    tidak berguna baginya kedekatan
    kerabat. Begitu juga orang yang mati pada masa fatrah (jahiliyah) dari
    kalangan orang Arab penyembah
    berhala, maka ia berada di Neraka. Ini
    tidak menafikan penyampaian dakwah
    kepada mereka, karena sudah sampai
    kepada mereka dakwah nabi Ibrahim Alaihissalam dan yang lainnya.” Pendapat Imam Nawawi tersebut
    adalah pendapat terhadap orang tua si
    penanya bahwa “tidak menafikan
    penyampaian dakwah kepada mereka,
    karena sudah sampai kepada mereka
    dakwah nabi Ibrahim Alaihissalam dan yang lainnya bahwa orang yang mati
    pada masa fatrah jika menyembah
    berhala maka ia berada di neraka” Sedang kan kedua orang tua Nabi
    adalah orang-orang yang baik. Orang
    yang menyembah berhala tentu tidak
    termasuk orang-orang yang baik Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
    tentang nasabnya bersabda, “Allah
    telah memilih aku dari Kinanah, dan
    memilih Kinanah dari suku Quraisy
    bangsa Arab. Aku berasal dari
    keturunan orang-orang yang baik, dari orang-orang yang baik, dari orang-
    orang yang baik.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
    menegaskan dalam sabdanya bahwa
    “Tidaklah saya dilahirkan dari orang
    yang jahat sejak Adam sampai berakhir
    pada Ayah dan Ibuku” selengkapnya “Saya Muhammad bin Abdullah bin
    Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi
    Manaf bin Qushay bin Kinanah bin
    Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin
    Mudhar bin Nizaar, tidaklah berpisah
    manusia menjadi dua kelompok (nasab) kecuali saya berada di antara
    yang terbaik dari keduanya .Maka saya
    lahir dari ayah ibuku dan tidaklah saya
    terkena ajaran jahiliyah. Dan saya
    terlahir dari pernikahan (yang sah).
    Tidaklah saya dilahirkan dari orang yang jahat sejak Adam sampai berakhir
    pada Ayah dan ibuku. Maka saya
    adalah pemilik nasab yang terbaik di
    antara kalian dan sebaik baik nasab
    (dari pihak) ayah (HR.Baihaqi dlm
    dalailun Nubuwwah dan Imam Hakim dari Anas r.a. , Hadits ini diriwayatkan
    pula oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya j.
    h.404 dan juga oleh Imam At Thobari
    dalam Tafsirnya j.11 h.76)

    TErimakasih mas sigit,.
    Tahukah anda, siapa nama ayah nabi muhammad? bukankah namanya adalah Abdullah? apa artinya? hamba Allah, berarti ayah nabi muhammad paham apa itu Allah, sebagaimana bangsa quraisy, mereka ketika berlayar di lautan, dan ada badai, maka mereka berdoa kepada Allah, tapi ketika selamat sampai ke daratan, maka mereka menyekutukan Allah kembali, menyembah berhala,

    Demikian pula ayahnya nabi muhammad, ia mati diatas agama abdul muthalib, mati diatas agama kesyirikan, menyembah berhala,.
    Ingatkah bagaimana Abu Thalib ketika mau meninggal?
    Rasulullah mengajak pamannya agar mau mengucapkan syahadat, tapi pamannya tidak mau, dia lebih memilih ikut agama Abdul muthalib, sehingga abu thalib mati diatas agama kesyirikan,. makanya abu thalib juga kekal di neraka, dan nabi dilarang untuk mendoakan ampunan baginya,.

    Nasab rasulullah dari keturunan yang baik-baik, artinya dari pernikahan yang sah, bukan berarti baik disini adalah baik agamanya,

  33. Sedih sekali mendengar berita ini , tapi apa boleh buat . Ini menjadikan kita akan pelajaran , kedua orang tua nabi aja masuk neraka karena kafir , apa lagi kita kalau masih kafir. Wallahu’alaam . Aku berlindung kepada Allah, semoga Allah menetapkan nikmat islam sampai akhir ayat .

    Correction
    Pda bagian ini tolong di cek lagi , bukannya ayah nya meninggal ketika nabi dalam kandungan , dan ibu nya meninggal ketika berumur 6 tahun , terus bagaimana pulaa nabi berdakwah pada mereka .

    Tolong di koreksi ntar takut ada apa apa
    “Kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam memang termasuk ahli fatrah, namun telah sampai kepada mereka dakwah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam. Maka, mereka tidaklah dimaafkan akan kekafiran mereka sehingga layak sebagai ahli neraka”
    Syukraan 🙂

    Terimakasih kang benny,. sudah komentar disini,
    Dalam usia berapa nabi diutus menjadi nabi, sehingga beliau berdakwah?
    Paman nabi sendiri, Abu Thalib tidak mau mengikuti dakwahnya nabi muhammad, dia lebih memilih agama abdul muthalib, sama seperti abu jahal,

    Kaum quraisy bukannya tidak mengenal Allah sebagai Sesembahan mereka, mereka ingat,.
    Ingat pada peristiwa raja abrahah mau menyerang ka’bah, apa yang dilakukan Abdul Muthalib? dia lebih memilih membawa ternaknya, dan meninggalkan ka’bah, sebab dia yakin, ka’bah akan Allah lindungi dari makar abrahah,.

    Jadi dikala itu bukan jaman fatrah, bukankah ayah nabi muhammad sendiri bernama ABDULLAH, artinya kan hamba Allah,. tetapi sebagaimana kaum quraisy, mereka menyembah Allah dan menyembah berhala, ini yang menyebabkan mereka diadzab di neraka,

  34. Maaf akhy , untuk komentar saya yang diatas, saya yang keliru baca .

    Mohon maaf 🙂

    info nya the best 🙂

    ngga perlu minta maaf sama saya kang,.

  35. mohon dikoreksi, paman nabi kan abu tholib, bukan abdul mutholib, coba dibaca lagi.

    yang dikoreksi yang mana mas? paman nabi adalah abu thalib, dan paman nabi mati dalam kondisi mengikuti agama abdul muthalib, kakenya rasulullah,. coba kasih tahu di mana yang perlu dikoreksi,

  36. coba lihat jawaban Akhi atas comentar benny dzar al ghifari, Mei 12, 2014 pukul 1:20 am

    oh iya, jazakumullahu khairan,. sudah saya ralat,.

  37. begitulah manusia, tempatnya salah dan lupa, tapi yang luar biasa dari antum, jika salah/lupa segera mengakui dan segera membetulkannya, jarang yang seperti itu, apalagi dalam urusan agama, banyak orang yang ditunjukkan kepada kebenaran dengan dibuktikan dalil ayat Qur’an, hadits, penjelasan shohabat, dan penjelasan para ulama yang tertulis dalam kitab kitab mereka, namun mereka tetap keras kepala. semoga antum tetap istiqomah di zaman yang penuh fitnah ini.

    Jazakumullahu khairan atas pemberitahuannya,.

  38. Assalamualaikum, mohon maaf apakah ayahanda Rasul tidak termasuk mengikuti millah ibrahim alaihissalam?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih abu azzam,
    Rasulullah yang lebih tahu dari kita, tugas kita adalah mengimani apa yang disampaikan rasulullah itu benar,. dan Rasulullah yang mengatakan bahwa kedua orang tuanya berada di neraka,. seandainya orangtua rasululullah mengikuti agama nabi ibrahim, dan tidak berbuat kesyirikan, niscaya Rasulullah tidak mengatakan seperti itu,..

    Dan rasulullah mengatakan seperti itu juga karena wahyu dari Allah,.

    Orang quraisy memang mengikuti agamanya nabi ibrahim, tapi bersama itu mereka menyekutukan Allah,. maka gugurlah segala amalan mereka karena perbuatan syirik tersebut

  39. Saudara mas admin yang saya sayangi…

    Saya tidak mau berpolemik panjang lebar mengenai hal apakah orang tua nabi di neraka atau surga (walaupun saya meyakini kebalikannya dengan anda)
    Tapi mohon tolong dijaga adab/akhlaknya terhadap Rasulullah:

    Apakah sampean tidak takut termasuk orang yang menyakiti hati Rasulullah :

    ﴾ Al Ahzab:57 ﴿:
    Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

    Dan masih banyak lagi ayat-ayat serupa yang melaknat orang yang menyakiti Rasulullah.
    Lebih baik tulisan mengenai ini jangan dipublikasikan secara luas karena yang namanya internet bisa dibaca siapa saja baik muslim maupun non-muslim, baik muslim yang kuat imannya atau yang lemah, baik muslim yang tinggi ilmunya atau yang sedikit ilmunya dll….

    Ingat …Sampean belum tentu masuk syurga karena memposting tulisan ini ataupun sebaliknya

    Ingat…Sampean juga belum tentu masuk neraka karena tidak memposting tulisan ini ataupun sebaliknya

    Yang pasti Insha Allah, Allah tidak akan menanyai sampean atau saya di akhirat nanti apakah orang tua nabi masuk surga atau neraka, yang ditanya adalah niat (hati) dan amal kita.

    Sampean mengaku mengikuti salaf, tapi hanya ilmu salaf yang sampean ikuti, tapi akhlak kaum salaf tidak tercermin dalam posting sampean ini. Bagaimana ulama salaf menyikap hal2 seperti ini ???

    Saya menarik kesimpulan seakan2 sampean bangga orang tua nabi berada di Neraka…. Maafkan saya jika berburuk sangka.
    Ingat…. Internet dapat diakses 24 jam oleh banyak orang.

    Jika sampean hidup dimasa sahabat, Misalkan di zaman khalifah Umar bin Khattab RA apakah sampean berani teriak2 atau membuat ribuan selebaran yang sampean sebarkan diseluruh jazirah arab dan negeri2 sekitarnya, selebaran yang berisi “orang tua nabi di Neraka”.

    Menurut sampean kalau seandainya sampean hidup dimasa Umar bin Khattab RA, sampean akan dipeluk2 atau disayang2 ama Umar karena KEBENARAN HAL INI yang sampean sampaikan ????
    Atau jangan2 sampean di HUKUM atau DIPENGGAL oleh Umar RA ???

    Apakah sampean berani atau sanggup, jika hidup di masa Rasulullah SAW, dan mengatakan kepada Nabi : Ya Nabi, Orang tua anda di NERAKA …di NERAKA….di NERAKA… ???

    Atau yang lebih ringan aja deh… Apakah sampean sanggup jika bertemu Rasulullah di dalam mimpi dan mengatakan : “ Ya Rasulullah, Orang tua anda di NERAKA….di NERAKA… di… NERAKA ????

    Saya yakin pasti sampean tidak akan sanggup, karena hal tersebut walaupun kebenaran akan menyakiti Rasulullah SAW.

    Saya mendoakan semoga Allah mengampuni dosa-dosa sampean dan saya dan seluruh muslimin seluruhnya…dan kita selalu dalam hidayah Allah dan RahmatNYA.
    Postingan2 sampean selama ini banyak yang benar dan bagus….jujur…saya banyak belajar dari postingan2 sampean yang berhaluan salaf. Tapi untuk hal2 yang seperti ini saya mohon dengan sangat demi kebaikan semua agar dihapus saja. Saya tidak memaksa sampean merubah pendapat sampean, itu hak sampean, tapi hal ini menurut saya kurang bermanfaat jika disebarluaskan seperti ini walaupun isinya kebenara.

    Semoga Mas admin mau saran dari saya yang fakir ilmu ini.

    Terimakasih mas firman, sudah memberikan komentar yang panjang lebar, dan bagus sekali,.
    Mas firman, siapa sih yang merasa gembira mendengar orang yang kita cintai ternyata orangtuanya berada di neraka, kita sedih,.

    namun…..

    Disisi lain kita diuji, sejauh manakah kita membenarkan ucapan Rasulullah,..
    Janganlah kecintaan kita kepada rasulullah itu membuat kita malah tidak membenarkan ucapan Rasulullah,.

    Ingat,…

    Rasulullah tidak berkata dari hawa nafsunya sendiri,. Apa yang rasulullah ucapkan, sampaikan adalah wahyu dari Allah,.

    Demikian pula tentang ucapan rasulullah bahwa kedua orangtua rasulullah itu berada di neraka, itu adalah wahyu dari Allah, yang disampaikan oleh lisan Rasulullah yang mulia, itu adalah benar, bukan dusta,.

    Lalu,…

    Apa masalahnya? Anda tidak menerima dan membenarkan apa yang rasulullah ucapkan? bahkan meminta postingan ini dihapus?

    Apa keberatan anda? Rasulullah DILARANG MEMINTAKAN AMPUN bagi orangtuanya, karena kedua orangtuanya itu MATI DIATAS KEMUSYRIKAN,.. tidakkah anda paham akan hal ini?

    Mungkin saya akan postingkan lagi artikel yang serupa dengan ini, bahkan mungkin dengan bahasa yang lebih mengena di benak kaum muslimin,..

    Kita mencintai rasulullah, membenarkan ucapan rasulullah,.

    Lalu,. apa dengan keberadaan kedua orangtua rasulullah itu di neraka, itu membuat rasulullah turun harga dirinya? …

    tidak sama sekali,. sudah ada contoh nabi-nabi sebelum rasulullah,..

    NABI IBRAHIM, bapaknya adalah PEMBUAT BERHALA,.. nabi ibrahim sendiri tidak bisa mendakwahi bapaknya sendiri,.
    NABI NUH,.. anaknya memilih ikut dengan kaum nabi nuh yang tidak beriman, sehingga anaknya mati ditelan banjir,..
    NABI LUTH,.. istrinya durhaka kepadanya,.
    Lalu anda merasa heran dengan keberadaan keduaorangtua nabi muhammad yang dimasukan ke dalam neraka?

    Disini nilai ujinya,..

    Syahadat anda diuji, bukankah anda mengucapkan Wa asyhaduanna muhammadan rasulullah? bukankah anda bersaksi bahwa nabi muhammad itu adalah utusan Allah,.. lalu kenapa anda tidak mau membenarkan ucapan Rasulullah? ini ucapan rasulullah:

    عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

    Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :
    “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”.
    Beliau menjawab :
    “Di neraka”.
    Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata :
    “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”.
    [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي

    Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam :
    ”Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengijinkanku. Namun Ia mengijinkan aku untuk menziarahi kuburnya”
    [HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i dalam Ash-Shughraa no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].

  40. Mas Admin bumi ayu….
    Oke saya coba pelajari dengan bimbangan anda, semoga Allah memberi saya petunjuk. Amin Ya Allah.Saya tidak mengingkari apa yang dikatakan Rasulullah, karena itu adalah konsekuensi syahadat. Tetapi ada beberapa ulama yang tentu saja bukan ulama sembarangan dalam ilmu hadits, mengkritisi hadits tersebut. Yang perlu diingat adalah bahwa yang dikritisi bukan perkataan Rasulullah secara langsung tetapi proses penshahihan hadits tersebut oleh ulama hadits bersangkutan.

    Tapi kita harus ingat bagaimana cara suatu hadits disyahihkan. Tentu mas admin lebih paham dari saya. Setelah berakhirnya zaman Khulafaur Rasyidin, banyak hadits2 palsu yang beredar. Pada waktu itulah para ulama terutama ahli hadits membuat suatu metodologi untuk menentukan derajat suatu hadits. Secara garis besar difokuskan kepada dua hal:
    1. Matan
    Matan bertentangan dengan Al quran atau tidak.
    Matan bertentangan dengan hadits yang lebih kuat atau tidak
    Kalau lulus tahap ini maka akan dilanjutkan ke analisa selanjutnya.
    2. Sanad
    Dalam sanad akan diteliti dan dianalisa diantara: jalur periwayatan apakah terputus atau tidak. Kedua kualitas periwayat termasuk kekuatan hafalan, akhlak, dapat dipercaya dan sejarah hidup periwayat secara mendetail. Dalam hal ini pula, ghibah atau mencari kejelekan seseorang diperbolehkan sehingga dapat dipastikan bahwa perkataan tersebut berasal dari Rasulullah.

    Yang membuat metode ini adalah manusia, tetapi tentu saja bukan manusia sembarang tetapi mereka para ulama ahli hadits yang imannya mantaf, hafalan kuat, dan kualitas akhlak dan pribadinya juga mulia. Akan tetapi mereka tidak terbebas dari kesalahan.
    Alhamdulillah dengan usaha para ulama2 hadits yang jumlahnya ratusan ribu tersebut dapat diseleksi untuk menentukan mana yang shahih. Kita sangat berutang kepada para ulama hadits dalam hal ini karena mereka adalah penegak dan pembela ajaran sunnah.

    Prosentasi akurasi kebenaran dapatlah kita katakan 99% atau 99,9% atau 99,99% akan tetapi tidak 100%, karena sehebatnya2 metode yang para ulama hadits gunakan adalah buatan manusia.

    Jika dikatakan akurasi kebenaran pensyahihan suatu hadits 99,99%:
    Maka jika dari 100.000 hadits, kemungkinan ada 0,01% atau 10 hadits yang bermasalah (masih dapat diperdebatkan statusnya) dalam proses pensyahihan tersebut.
    Jika ada 1.000.000 hadits , kemungkina ada 0,01% atau 100 hadits yang bisa jadi bermasalah dalam proses pensyahihan tersebut.
    Makanya tidak heran, jika ada hadits2 shahih didalam kitab-kitab 9 Imam Hadits, dikemudian hari beberapa hadits tersebut didhaifkan oleh Ulama hadits Khalaf seperti Syekh Albani. Apakah berarti Albani pendusta hadits ??? tentu saja tidak, tetapi beliau berusaha yang terbaik berdasarkan metode penyeleksian hadits yang beliau kuasai

    Saya pernah membaca suatu literatur, ulama hadits seperti Albani pernah mendhaifkan suatu hadits pada suatu kitab, tapi dikitab yang lain beliau shahihkan untuk hadits yang sama, dan dikitab yang berbeda beliau justru hadits tersebut masuk ketegori dhaif yang paling rendah. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada syekh Albani, disini terlihat sekali bahwa beliau juga manusia biasa. Semoga Allah selalu merahmati dan mengampuni dosa-dosa beliau. Tapi tidak ada satupun ulama yang mengatakan bahwa Albani pendusta hadits pada saat beliau mendhaifkan suatu hadits.

    Begitu juga dengan ulama2 hadits lainnya baik ulama salaf maupun khalaf pada saat ada diantara mereka mendhaifkan suatu hadits tidak ada yang mencela mereka sebagai Pendusta perkataan Rasulullah, karena semua masih di kawasan proses penyeleksian suatu hadits dan masing2 ahli dibidang hadits dengan kelebihan dan kekuranggannya.

    Saya kira hal inilah yang ingin dikatakan teman2 muslim yang tidak sependapat dengan anda, tapi anda langsung saja mencap mereka anti hadits, mendustai perkataan Rasulullah dan segala macam cap lainnya. Mohon maklum ilmu agama mereka dan saya yang tidak sependapat dengan anda sangat jauh dibawah ilmu mas admin yang sepertinya sudah mutlak benar sehingga dengan entengnya mengatakan mereka yang tidak sependapat sebagai pendusta perkataan Rasulullah, padahal maksud kawan2 muslim yang berbeda pendapat bukanlah itu.

    Semoga kita selalu dalam pentunjuk dan rahmat Allah sampai ajal menjemput.
    (Bersambung….)

    Terimakasih, komentar yang puanjang,.
    Saya hadiahkan postingan untuk anda dan orang-orang yang setipe dengan anda dalam memandang apa itu hadits,. silahkan klik disini
    Mudah-mudahan bisa membuka wawasan anda, mengetahui hakekat kebenaran tersebut, sebagaimana doa anda,.

    Seandainya anda belajar ilmu musthalah hadits, anda akan paham, dan anda mustahil akan berkomentar seperti komentar diatas,.

  41. Mas admin bumi ayu yang saya sayangi….
    Ada yang saya ingin tanyakan kepada sampean untuk menambah ilmu saya yang sedikit ini. Semoga mas berkenan memberikan ilmunya kepada saya.

    ( Ibrahim:35 ﴿:
    Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala

    Bukannya Nabi Ibrahim AS berdoa kepada Allah, supaya anak cucu beliau terhindar dari menyembah berhala. Menurut mas admin apakah doa ini di Tolak atau di kabulkan oleh Allah ???

    Terimakasih mas,. komentar yang bagus,.
    anda bertanya seperti itu, bukankah Rasulullah diutus di mekah, dan diutus untuk memurnikan ibadah hanya kepada Allah, tidak menyekutukannya, dan didapati penentangan dari kaum quraisy yg menyembah berhala,.
    Bahkan Rasulullah diusir oleh mereka, bahkan ada upaya untuk membunuh rasulullah,.
    Tidakkah fakta ini menyadarkan anda, kaum quraisypun menyembah berhala,. itulah jaman ketika rasulullah diutus sebagai nabi,. nah, jaman rasulullah belum lahir tentu lebih parah lagi,. bukankah demikian?

    Negeri mekah tetap menjadi negeri yang aman hingga saat ini, dan disana penyembahan terhadap berhala dikikis habis, hingga saat ini, jadi doa nabi ibrahim terkabul,.

    ﴾ Ibrahim:37 ﴿:
    Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

    Dari ayat diatas nabi Ibrahim as, juga berdoa agar keturunan beliau mendirikan sholat. Menurut mas admin doa diatas dikabulkan atau ditolak oleh Allah ???

    Doa tersebut terkabul,. bahkan hingga saat ini, buah-buahan selalu ada di mekah,
    bahkan kaum musyrikin qurasy juga melaksanakan haji,. tapi kesalahan mereka adalah mereka menyembah Allah, dan bersamaan dengan itu mereka menyembah sesembahan yang lain,. bukankah mereka menyembah berhala, dan Allah nyatakan sendiri dalam alquran,.

    ﴾ Ibrahim:39 ﴿
    Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

    ﴾ Ibrahim:40 ﴿
    Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

    Ayat diatas juga doa nabi ibrahim as agar beliau dan anak cucunya tetap mendirikan sholat. Apakah doa tersebut dikabulkan atau ditolak oleh Allah swt menurut mas admin ???

    Satu pertanyaan lagi untuk menambah ilmu saya:
    Ibunda mukminin Khadijah, sebelum menikah dengan Rasulullah apakah termasuk penyembah berhala/musyrik berdasarkan riwayat2 yang ada ???

    Tidakkah anda melihat sejarah? khadijah menerima dakwah rasulullah, bahkan yang menghibur rasulullah ketika rasul mendapatkan wahyu,. bagaimana dikatakan khadijah itu musyrik? bahkan khadijah dijanjikan akan masuk surga,sebagaimana aisyah,abu bakar,umar,utsman,ali,. ada riwayatnya

    Semoga kita semua selalu dalam petunjuk dan Rahmat Allah SWT.

    aamiin,.

    Ayat-ayat diatas bukan menjadikan semua keturunan

    tidak,.. ayat2 diatas tidak menjadikan semua keturunan itu terjaga dari kesalahan,.
    lihat faktanya,. paman nabi sendiri seperti abu jahal, abu lahab, bahkan kakek nabi yaitu abdul muthalib,
    bahkan paman nabi yang mengalami nabi diutus, beliau tidak mau menerima dakwahnya nabi muhammad, beliau adalah Abu Thalib,. hingga meninggal dalam kondisi musyrik, mengikuti agama abdul muthalib,. tidakkah hal tersebut membukakan mata hati anda?

    Tidak dipungkiri bahwa kedudukan para Nabi dan Rasul itu sangat tinggi di mata Allah Ta’ala..

    Namun..

    Hal itu bukanlah sebagai jaminan bahwa seluruh keluarga Nabi dan Rasul mendapatkan petunjuk dan keselamatan serta aman dari ancaman siksa neraka karena keterkaitan hubungan keluarga dan nasab..

    Dan memang keyataanya : Memang ada sebagian dari keluarga para Nabi dan Rasul adalah tergolong orang musyrik dan penghuni neraka..

    Allah telah berfirman tentang kekafiran anak Nabi Nuh ‘alaihis-salaam -yang akhirnya termasuk orang-orang yang ditenggelamkan Allah bersama orang-orang kafir :

    Dan difirmankan :”Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,”dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan :
    ”Binasalah orang-orang yang zalim “.
    Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata :
    ”Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya” -.

    Allah berfirman :”Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan. -”[QS.Huud : 44-46].

    Allah juga berfirman tentang keingkaran Azar ayah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam -:

    “Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” [QS. At-Taubah : 114].

    Dan Allah pun berfirman tentang istri Nabi Luth sebagai orang yang dibinasakan oleh adzab Allah :
    “Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)”. -[QS. Al-A’raf : 83].

    Maka satu hal yang harus dipahami dan digaris bawahi :

    Bahwa ketika ada seorang yang membahas dan menjelaskan ttg kafirnya para keluarga Nabi dan Rasul tsb, itu bukan berarti orang tsb sedang mengkafir2kan keluarga Nabi.. Justru yang ia katakan adalah apa adanya berdasar keterangan dari nash..

    Maka begitu juga ketika ada yang menjelaskan tentang kedua orang tua Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam.. Karena : Ternyata hal tsb tidak terkecuali terjadi pada kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam.

    saya sudah posting artikel tentang KAFIRNYA KEDUA ORANG TUA NABI,. untuk melengkapi, dan saya tidak akan menghapusnya, mungkin saya akan menambah lagi agar anda paham,. kewajiban membenarkan apa yang rasulullah sampaikan,. silahkan klik link ini

  42. sabar mas admin kadang berdakwah yg haq itu sering ada celaan .
    seaungguhya Allah beserta orang oramg yg sabar .
    nabi saja ketika berdakwah tauhid pernah di caci maki oleh baggsa kaum kafir quraisy tapi nabi tetap bersabar .

    saya setuju dengan pendapat mas admin karena berlandaskan alqu’ran dan sunnah yg shahih.

  43. ne admin kayak nya udah sok paling bener ne..
    dan sprtinya anda terlalu tinggi bljar agamanya…saking tinggi nya jadi begok…
    udah jelas rasulullah lahir dari nasab yg mulia…
    masih ngotot juga anda klo ayah dan ibunda rasulullah masuk neraka…
    klo belajar hadis..jgn setengah2..ntar otak anda jadi bubur…ntar anda dimurkai allah…

    Terimakasih mas gresdo, sudah komentar disini,.
    komentar yang bagus menurut saya sih,.
    Nasab yang mulia tidak berarti anak yang dilahirkan itu juga otomatis menjadi mulia, demikian pula sebaliknya, seorang anak yang mulia belum tentu bapaknya juga mulia pula,
    mau contoh?
    Ini contoh seorang nabi, dan anaknya durhaka, tidak mau mengikuti agama Allah, dialah Nabi Nuh, memiliki anak bernama kan’an, dan kan’an tidak mau mengikuti anjuran bapaknya, tapi malah memilih bersama kaumnya yang durhaka,
    Lalu nabi ibrahim, ayah beliau adalah pembuat patung, bukan sembarang patung, tapi patung yang disembah,..

    Jadi,.. nasab yang mulia, tidak otomatis melahirkan keturunan yang mulia,.
    Mulianya nasab nabi muhammad adalah, bukan berarti terlahir dari manusia calon penghuni surga, tapi mulia disini adalah terlahir dari hasil perkawinan yang sah, bukan anak hasil zina, sebab budaya arab kala itu, zina sangatlah banyak, wanita begitu rendah harganya, bahkan tak jarang mereka membunuh anak wanita mereka,. ini budaya arab kala itu, silahkan klik disini

    Terus,.
    yang mengatakan kedua orang tua nabi berada di neraka, ITU ADALAH RASULULLAH,.
    Apakah anda tidak mempercayai ucapan Rasulullah? bukankah anda sudah bersaksi bahwa nabi muhammad itu utusan Allah?
    Rasulullah tahu bahwa kedua orangtuanya di neraka itu berdasarkan wahyu dari Allah,.

    Berat lho menolak kebenaran yang berasal dari Allah dan Rasulnya,.

    • Ikut bales juga…
      trus kalo emang ortu nya rosululloh masuk nereka,, knpa dia tda menyelamatn ortunya…?
      Saya prnah dnger kalo yg mnyelmtkan ortu itu anak sholeh…
      Nah ini apalgi seorang rosul mana mungkin membiarkan mereka d neraka..
      Pastinya nurani sbagai anak pasti ada dong, apalagi beliau ini seorang rosul…

      terimakasih firman,.
      Anak seshalih apapun tidak akan bermanfaat bagi orangtua yang mati dalam kondisi berbuat kesyirikan, sebagaimana nabi ibrahim tidak bisa menolong bapaknya yang pembuat patung untuk disembah,

      Jangankan setelah mati, ketika masih hiduppun anak dilarang mendoakan agar orangtuanya diampuni dosanya jika orang tua tersebut masih berbuat kesyirikan,

      Allah sendiri yang mengatakan dalam alquran:

      مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

      “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

      • Yg bikin blog sudah melakukan kedustaan azzar adalah ayah nabi ibrahim,,azzar adalah paman nabi ibrahim dalam bahasa arab ayah bisa berrti paman

        Dari mana kok kata abiihi jadi artinya paman???? kaidah dari mana?

        • Dalam sebuah video yang dipublikasikan pada ===deleted===ketika menjawab pertanyaan “apakah Ayah dan Ibu Nabi shallallahu alaihi wasallam termasuk orang kafir ?”

          Beliau menjawab “Ya, Ayah dan Ibu Nabi shallallahu alaihi wasallam meninggal dalam keadaan menyembah berhala”

          Prof, DR Ali Jum’ah, mantan mufti agung Mesir dalam kitab berjudul “Al Mutasyaddidun, manhajuhum wa munaqasyatu ahammiqadlayahum” yang sudah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Khatulistiwa Press (http://www.khatulistiwapress.com) dengan judul Menjawab Dakwah Kaum ‘Salafi’ yang berisikan jawaban ilmiah terhadap pemahaman dan cara dakwah kaum “salafi-wahabi”, pada Bab 12 mulai halaman 173 sampai dengan halaman 184 telah diuraikan tentang kesalahpahaman mereka dalam memahami al Qur’an dan As Sunnah sehingga mereka mengklaim kedua orang tua Rasulullah sebagai ahli neraka di hari kiamat.

          Orang Arab yang dijelaskan dalam ilmu tata bahasa Arab bahwa ketika menyebut kata ayah, dapat pula yang dimaksud adalah paman.

          Contohnya firman Allah Ta’ala yang artinya “Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar, ‘Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan ? sesungguhnya aku meihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata “(QS Al An’am [6]:74)

          Para ahli tafsir atau mufassirin telah menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan “Abiihi” (bapaknya) ialah “pamannya” karena ayahnya Nabi Ibrahim alaihisalam sebenarnya bernama Tarih atau Tarikh.

          Telah berkata sebagian ulama: “Telah ditanya Qodhi Abu Bakar bin ‘Arobi, salah seorang ulama madzhab Maliki mengenai seorang laki-laki yang berkata bahwa bapak Nabi berada di dalam neraka. Maka, beliau menjawab bahwa orang itu terlaknat, karena Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan melaknat mereka di dunia dan akherat dan menyiapkan bagi mereka itu adzab yang menghinakan”. (QS. Al-Ahzab: 57).

          Dan tidak ada perbuatan yang lebih besar dibandingkan dengan perkataan bahwa bapak Nabi berada di dalam neraka.

          Syaikh ali jumah memang salah satu ulama sufi,.
          orang sufi memang bukan mengedepankan dalil dari nabi, sehingga mengambil kesimpulan yang salah dan aneh,..

          Jadi saya tegaskan,. ayah nabi ibrahim itu di neraka, karena berbuat syirik,.demikian pula ayah nabi muhammad,.

          Karena nabi sendiri yang mengatakan,..

          dan apakah nabi itu menyakiti dirinya sendiri?

    • Shock juga saya membaca artikel ini kalau orang tua baginda Rasulullah penghuni Neraka..Wallahu’alam

      Mau lebih shock lagi ngga mas,..
      Bapaknya Nabi Ibrahim juga sebagai pembuat berhala,.. masuk neraka juga,.
      Anaknya Nabi Nuh,. tidak taat kepada Allah,. tidak mengikuti agama bapaknya,. masuk neraka juga,.
      Istrinya Nabi Luth, termasuk istri yang diadzab juga, tidak mentaati nabi Luth,.

      Kurang shock?
      Jangankan orangtua nabi, dimana nabi sendiri ketika diangkat menjadi nabi ortunya sudah meninggal, bahkan ibunya nabi meninggal ketika nabi masih kecil,.

      Pamannya nabi, yaitu Abu Thalib, yang sering membela nabi dari kedzaliman orang kafir quraisy,. pamannya tidak mau memeluk islam,.

      Berarti agama paman nabi tersebut bukanlah islam, sama dengan agama yang dianut abu jahal, agamanya abdul muthalib,.
      Abdul Muthalib adalah kakeknya Rasulullah,.

      Nah, abu thalib yang mengikuti agama Abdul Muthalib saja diadzab di neraka karena tidak mau mengucapkan syahadat,..

      Timbul pertanyaan,.. Apa dong agama ortunya nabi? tentu agamanya sama dengan Abu Thalib dan Abdul Muthalib,.
      Abu Thalib kekal di neraka,.. lalu,. kenapa anda merasa shock ketika ortu nabi berada di neraka juga,.. dan kekal di dalamnya?

      Yang mengatakan Ortu nabi berada di neraka, itu Rasulullah,.. sikap kita, membenarkan dan meyakini kebenaran ucapan Rasulullah,.

      Bukan mengingkari ucapan rasulullah tersebut, atau merasa aneh / mosi tidak percaya dengan mengucapkan kata wallahu a’lam,.

      Seharusnya jika kita sudah bersyahadat, maka dengan mantap dan yakin ikut membenarkan ucapan rasulullah,.

      YA, BENAR, ORTU NABI BERADA DI NERAKA,. saya membenarkan ucapan Rasulullah,..

  44. nabi ‘Isa akan turun ke bumi dan meng-Islam-kan kedua orangtua Rasulullah.

    tidak benar,. lah ngapain nabi isa mengislamkan orangtua rasulullah, wong rasulullah saja tidak bisa mengislamkan pamannya yang masih hidup,. apalagi orang yang sudah lama mati?

  45. Alhamdulillah atas pencerahannya Admin, saya ingin bertanya bolehkah kita memberikan nama pada anak kita dengan nama Siti aminah seperti ibunya Nabi?

    Boleh saja,. bahkan nama Abdullah itu adalah nama yang disukai oleh Allah, jika kita punya anak laki-laki boleh dinamai dengan nama Abdullah,. dan bapaknya nabi saja bernama Abdullah,.

    Dengan hal ini pula, anggapan keliru jika ayahnya nabi hidup di jaman fatrah, buktinya namanya abdullah, artinya hamba Allah,.. dan ayah nabi meninggal dalam kondisi menganut agama kesyirikan,. sehingga tidak ada artinya nasab,. karena nasab itu tidak bisa menolong , yang menolong adalah amalannya,. jika amalnya shalih, tidak menyekutukan Allah, maka Allah bisa mengampuni dosanya,.

  46. tadinya wktu ane ga tau/blm pengin tau jg ga percaya min kalo ortu nabi ane masuk neraka,tapi kalo udah dijelasin gitu ane nurut aja min kalo yg ngomong nabi Muhammad, syukron.

    Alhamdulillah, begitulah seharusnya sikap yang benar, karena semua perkataan rasul itu benar, dan itu wahyu dari Allah

  47. awalnya saya tdk percaya kalo orangtua nabi berada di neraka,,,,
    tapi setelah tahu bahwa yg mengabarkan adalah nabi sendiri lewat hadist2nya maka di sinilah keimanan kita di uji,,,

    demi Allah seandainya kabar tentang keberadaan orang tua nabi datang bukan dari nabi sya tdk akan pernah mempercayainya,,,,,,,

    Betul , disinilah keimanan kita diuji, apakah kita bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah?
    Apakah kita meyakini bahwa seluruh ucapan Rasul itu adalah wahyu dari Allah yang MUSTAHIL ITU DUSTA,.
    Disini ujiannya,.

    Sebagai hamba yang taat kepada Allah, kewajiban kita sami’na wa atha’na, kami mendengar dan kami taat,.

  48. Admin yang terhormat. Saya masih awam dalam masalah ini makanya saya belum pecaya.

    Admin yang terhormat….
    Saya ingin bertanya, apa alasanya kok Org tua nabi dikatakan mati dalam keadaan syirik.

    Terimakasih kang Zainal,.
    Sebenarnya mudah saja kang,.
    Kita bisa melihat paman Rasulullah , beliau tidak mau masuk ke dalam islam, padahal ketika mau meninggal Rasulullah ada disampingnya, mengajak beliau mengucapkan Laa ilaaha Illallah, tapi beliau tidak mau, karena dipengaruhi oleh abu jahal, paman nabi,.
    Akhirnya Abu Thalib meninggal dan tidak mau masuk islam, tapi mengikuti agama Abdul Muthalib, kakeknya Rasulullah,.
    Jadi, Abu thalib meninggal dalam agama kesyirikan, sehingga Rasulullah dilarang oleh Allah untuk memintakan ampun untuk pamannya,.

    Orangtua nabi pun tentu mengikuti agama Abu Thalib, yaitu agamanya abdul muthalib,.
    Jadi secara akal sangat mudah,.

    Apakah hanya karena itu adalah orangtua rasulullah lalu membuat banyak orang tidak percaya bahwa orangtua nabi itu ada di neraka?

    Baik.. mari kita lihat nabi-nabi sebelumnya,.
    Nabi Ibrahim, ayahnya pembuat patung, makanya nabi ibrahim juga dilarang memintakan ampun untuk ayahnya,.
    Ada nabi yang anaknya juga melakukan kesyirikan, seperti anaknya nabi NUH,

    Mudah2an setelah membaca tanggapan saya, anda menjadi paham,.. bukan karena orangtua nabi, lalu bebas dari kesalahan, atau pasti masuk surga,

    • betul sekali hadis yg admin utarakan terjamin keshahihannya karna orng yang meriwayatkannya terjamin kesolehannya (Imam Muslim). tapi perlu dikaji ulang. baik saya paparkan menurut ahli hadis. riwayat imam Muslim Artinya: Menyampaikan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, menyampaikan kepada kami ‘Affan, menyampaikan kepada kami HAMMAD BIN SALAMAH dari Tsabit, dari Anas: bahwasanya seorang laki-laki berkata: Ya Rasulullah, dimanakah ayahku? Nabi Saw bersabda: Di dalam neraka. Ketika orang itu pergi, Nabi memanggilnya kembali dan bersabda: Sesungguhnya ayahku dan ayahmu berada di dalam neraka. hadis inikah yg selalu anda gembor-gemborkan??? Baik mari kita diskusikan.

      Sanggahan Imam Muslim
      Dalam sanad HR Imam Muslim (1) di atas terdapat rawi yang diperbincangkan para ulama keadaannya, yakni Hammad bin Salamah.
      Mengenai HAMMAD BIN SALAMAH ini, para ulama terbagi menjadi dua kelompok dalam hal ini
      1. Para ulama ahli hadits yang men-tsiqah-kannya secara muthlaq, di antaranya: Ibnu Mahdi, Ibnu Mu’in dan Al-Ajli dan Ibnu Hibban.
      2. Para ulama ahli hadits yang membuat perinciannya, antara lain: Yahya bin Sa’id al-Qaththan, Ali bin Al-Madini, Ahmad bin Hanbal, An-Nasai, Adz-Dzhabai, Ya’qub bin Syaibah, Abu Hathim dan yang lainnya, termasuk Imam Muslim sendiri.

      Imam Muslim berkata mengenai Hammad :
      Dan Hammad dipermasalahkan menurut para ulama besar ahli hadits jika meriwayatkannya dari selain Tsabit; seperti periwayatannya dari Qatadah, Ayyub, Yunus, Dawud bin Abu Hindi, Aljariri, Yahya bin Sa’id, Amr bin Dinar dan semisal mereka. Karena Hammad melakukan kesalahan yang banyak dalam hadits periwayatan mereka.” (At-Tamyiz: 218)
      Permasalahan: Para ulama ahli hadits sepakat, bahwa ketika HAMMAD menginjak usia lanjut, hafalannya mengalami gangguan. Bahkan dicurigai anak angkatnya melakukan penyisipan teks pada hadits-hadits HAMMAD.

      Imam al-Baihaqi berkata:
      Hammad buruk hafalannya di akhir usianya, maka para ulama hadits tidak menjadikan hujjah dengan hadits Hammad yang terdapat kontradiksi di dalamnya.” (Syarh al-‘Ilal: 2/783)

      Nah, ini semakin memperjelas bahwa kalimat terakhir pada hadits melalui jalur Hammad bin Salamah itu diragukan, karena banyak hadits lainnya dengan predikat shahih dengan nada yang sama, tidak mencantumkan seperti apa yang ada pada jalur Hammad. Dengan demikian, zhahir hadits tersebut mesti ditinggalkan dan tidak boleh dibuat hujjah atau ditakwil sehingga memiliki keselarasan dengan dalil-dalil yang lebih kuat.

      Hadis Tentang Nasab Rasulullah.
      1. Ali bin Abu Thalib ra meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda: Aku lahir dari pernikahan dan tak pernah lahir dari perzinaan, dari Adam hingga ayah dan ibuku melahirkan aku. Perzinaan dan menyentuh diriku sekalipun pada zaman Jahiliyah. (HR Baihaqi, Abu Nu’aim, Ibnu Katsir, Ibnu Sa’ad, Thabrani, Al-Haitsami, Al-Hakim, dan lain-lain).
      2. Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda: Kakek buyutku dan nenek buyutku tak pernah berkumpul kecuali dalam perkawinan yang sah. Allah senantiasa memeliharaku dari tulang sulbi yang baik ke alam rahim yang suci, dan garis itu tak pernah bercabang kecuali aku berada di dalam dua cabang yang terbaik. (Lihat: Tarikh (1:349) karya Ibnu Asyakir, Ad-Durul Mantsur (3: 294 dan 5::98) karya As-Suyuthi, dan Al-Wafa’ (Bagian Pertama, Bab 10) karya Ibnul Jauzi).
      3. Hadits Abu Hurairah ra:
      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُعِثْتُ مِنْ خَيْرِ قُرُونِ بَنِي آدَمَ قَرْنًا فَقَرْنًا حَتَّى كُنْتُ مِنْ الْقَرْنِ الَّذِي كُنْتُ فِيهِ
      “Aku diutus dari sebaik-baik anak Adam, keturunan demi keturunan, hingga aku berada di dalam keturunan yang kemudian melahirkan aku.” (HR Imam Bukhari).

      Pantaskah anda mengatakan hal tidak pantas bagi rasul??? sungguh anda itu mengecewakan.

      mas, tahu tidak siapa nabi ibrahim??
      beliau adalah nabi pembawa tauhid,. dan nabi muhammadpun bersambung nasabnya ke nabi ibrahim,.demikian pula nabi2 yg lain,.

      Sipa ayah beliau?… PEMBUAT BERHALA,. ayahnya tidak mau mengikuti agama nabi ibrahim, sehingga Allah juga melarang nabi ibrahim mendoakan ampunan utk ayahnya,..

      Dan itu tidak membuat nabi ibrahim terhina,. karena bapaknya kafir,.
      Lalu, kenapa anda juga tidak legowo, jika rasulullah juga mengalami hal yang sama,.. kedua orangtuanya itu mati dalam agama kesyirikan,. agamanya kaum kafir quraisy,.

      • Maaf mas…bukankah azar itu paman Nabi Ibrahim?
        Mnurut ibnu katsir…ayah beliau bernama Tarih

        Rasulullah berkata, ayah nabi Ibrahim bernama Azar,.
        Saya sudah posting kisah nabi Ibrahim kelak di akherat akan berdialog dengan bapaknya tersebut, silahkan baca di sini

  49. Hai admin yg berpikiran dangkal. Mari kita berpikirlah dlu dengan akal kita sebelum dgn sara.

    Nabi muhammad diutus jadi rasul diusia 40th. Sedngkn ayah beliau wafat saat nabi dikandungan, dan ibunya wafat saat beliau usia 6tahun. Tidak ada hak dan kewajiban bagi orang yg sudah meninggal utk mengikuti aturan rasul.

    Yang jelas aminah dan abdullah adalah orang yg mulia dari garis keturan dan silsilahnya yg mempertahankan ajaran nabi ibrahim. Coba admin yg otaknya dangkal baca sejarahnya ortu rasul dan silsilahnya.

    Sedngkan utk pamannya abu thalib dia masuk neraka dikarnakan dia melihat kerasulan Muhammad dan dia dituntut utk mengikuti dan mentaatinya.

    Wajar dia pamannya masuk neraka karna tidak taat seperti halnya abu lahab.

    Sama halnya utk ayah nabi Ibrahim, kan’an putra nabi Nuh, istri nabi Luth, krna mereka hidup dan melihat kerasulan tpi mereka mengingkari.

    Apapun argumenmu saya bantah selama itu salah.

    Simpel saja mas aldi yang berpikiran cerdas,..
    Jika kita tahu apa agama abdul muthalib, abu thalib,abu jahal, abu lahab,..
    Maka mudah sekali menebak apa agama Abdullah da Aminah,. maka tidak jauh berbeda dari agama abdul muthalib,.
    Mudah toh, simpel toh,.

    Ditambah, Rasulullah sendiri yang menjelaskan bahwa kedua orangtuanya ada di neraka,. karena mereka mati dalam kondisi terjatuh dalam agama kesyirikan,.

    Nasab mulia bukan berarti bebas dosa,.
    Tidak ada artinya nasab mulia jika mereka berbuat kesyirikan,.

    • Kenapa anda tidak menuliskan satu persatu periwayat hadisnya bahwa disitu tertera nama HAMMAD bin SALAMAH yg oleh para ahli hadis ditentang keberadaannya???

      Terima kasih mas Andi, mau yang ada nama Hammad bin Salamah ya? sudah ada postingannya kok, silahkan baca disini

      Baik akan saya sampaikan pendapat saya
      Pertama: Perlu anda ketahui menganai (QS: At-taubah:114) mengenai azar byk mufasir antara lain ibnu katsir mengakatakn bahwa azar adalah paman nabi Ibrahim bukan ayah nabi Ibrahim. Ayah nabi Ibrahim adalah Tarah. Baca dg betul oleh anda tafsir Ibnu Katsir.

      Ayatnya sudah sangat jelas, Allah menyebutkan ayahnya ibrahim,. maka mustahil Ibnu katsir menafsirkan lain, silahkan anda copaskan pernyataa ibnu katsir tersebut,

      Kedua: nasab nabi dan ortunya berada dalam fatroh tidak sama sekali menyekutukan Allah sebagai bukti ketika raja abrahah akan menghancurkan ka’bah kakek nabi Abdul muthalib berkata: Demi Allah, kami tidak akan memeranginya karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk memeranginya, ini adalah rumah Allah yang mulia dan rumah Kekasih-Nya Ibrahim, lalu berdoa: Ya Allah, sesungguhnya seorang hamba hanya mampu melindungi kendaraannya, maka lindungilah rumahmu. Jangan engkau biarkan pasukan salib dan agama mereka mengalahkan kekuatanmua esok hari.”

      Justru dengan pernyataan Abdul Muthalib tersebut,. itu suatu bukti bahwa Abdul Muthalib juga mengenal Allah sebaga Rabb, pelindung ka’bah,.
      Dan bukan rahasia lagi jika orang kafir quraisy itu menyembah Allah jika mereka ditimpa kesempitan,. seperti diceritakan dalam alquran,.
      Ketika mereka ditimpa badai , mereka beribadah memurnikan ibadahnya hanya kepada Allah,. tapi ketika lapang, mereka kembali kepada kesyirikan, itulah agama orang kafir quraisy,
      Jadi mereka menyembah Allah, dan juga menyembah berhala, itulah kesyirikan mereka,. dan ini dilakukan oleh Abdul muthalib juga, demikian pula oleh kedua orangtua nabi,.

      Bukankah ketika Abu thalib mau meninggal, Rasul menawarkan agar masuk islam, tapi abu jahal berkata, apakah engkau akan meninggalkan agama abdu muthalib??… pertanyaanya, apa agama abdul muthalib?? jika anda cerdas, anda bisa menyimpulkannya,.

      Ketiga: ortu nabi tidak hidup dizaman kerasulan muhammad. Adapun pamannya abu thalib dan abu lahab dia melihat jelas kerasulan Muhammad sudah menjadi hak pamannya utk beriman kpda kerasulan Muhammad karna dia hidup dan melihatnya.

      Tapi abu lahab dan abu thalib memilih mengikuti agamanya abdul muthalib,. pertanyaannya, apa agama abdul muthalib?

      Dan hal yang mudah mengetahui agama kedua orang tua nabi,.

      Keempat: firman Allah: dan orang yg menyakiti Rasulullah, bagi mereka azab yg sangat pedih (Qs.At-Taubah:61)
      Firman Allah: sesungguhnya orang” yg menyakiti (bersikap atau berucap atau melakukan hal” yg mengandung pelecehan terhadap) Allah dan Rasul-nya, Allah melaknat mereka didunia dan akhirat, dan menyediakan bagi mereka azab yg menghinakan (Qs Al-Ahzab: 57).

      Jadi dimana letak kesyrikan ayah ibu Rasulullah dan kakenya abdulu muthalib?.

      Dimana letak kesyirikannya Abdul muthalib??
      Tidakkah anda membaca kisah meninggalnya Abu Thalib paman nabi?
      Rasulullah menawarkan agar abu thalib masuk islam dengan mengucap syahadat,. tapi abu thalib memilih mengikuti agama Abdul muthalib,. akhirnya abu thalib mati diatas kekafiran,. kekal di neraka,

      sudah sangat jelas sekali mas,.

      Dan tidak pantas anda mengatakan hal yg tidak baik terhadap ortu rasul.!!!

      Anda sadar berkata begitu?
      Jika betul, konsekwensinya, anda sedang menuduh Rasulullah.. Karena Rasul yang mengatakan, saya hanya menyampaikan saja, mengulang apa yang dikatakan oleh Rasul,.

      Jika anda mengaku sebagai umat nabi muhammad, apa susahnya membenarkan apa yang diucapkan oleh nabi muhammad??

  50. Kepada admin benar hadis tsb diriwayatkan oleh Imam Muslim. Tpi cobalah lebih dalam utk mengkajinya. Baik akan sya paparkan menurut periwayat hadis imam Muslim.
    Menyampaikan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, menyampaikan kepada kami ‘Affan, menyampaikan kepada kami Hammad bin Salamah, dari Tsabit, dari Anas: bahwasanya seorang laki-laki berkata: Ya Rasulullah, dimanakah ayahku? Nabi Saw bersabda: Di dalam neraka. Ketika orang itu pergi, Nabi memanggilnya kembali dan bersabda: Sesungguhnya ayahku dan ayahmu berada di dalam neraka.
    Sanggahan Imam Muslim:
    Para ulama ahli hadits yang membuat perinciannya, antara lain: Yahya bin Sa’id al-Qaththan, Ali bin Al-Madini, Ahmad bin Hanbal, An-Nasai, Adz-Dzhabai, Ya’qub bin Syaibah, Abu Hathim dan yang lainnya, termasuk Imam Muslim sendiri.
    Imam Muslim berkata mengenai Hammad :
    Dan Hammad dipermasalahkan menurut para ulama besar ahli hadits jika meriwayatkannya dari selain Tsabit; seperti periwayatannya dari Qatadah, Ayyub, Yunus, Dawud bin Abu Hindi, Aljariri, Yahya bin Sa’id, Amr bin Dinar dan semisal mereka. Karena Hammad melakukan kesalahan yang banyak dalam hadits periwayatan mereka.” (At-Tamyiz: 218)
    Yg ke Dua: Permasalahan: Para ulama ahli hadits sepakat, bahwa ketika Hammad menginjak usia lanjut, hafalannya mengalami gangguan. Bahkan dicurigai anak angkatnya melakukan penyisipan teks pada hadits-hadits Hammad.
    Masih byk ulama ahli hadis yg menentang periwaya Hammad diantarnya: Imam Baihaqi, Imam Abu Hatim dan masih byk lgi.
    Jadi admin jangn bangga dg mengatakan bahwa ortu nabi dineraka.
    Hadis yg pasti dri rasul tentang nasabnya ialah: dari Abu Huarairah nabi berkata: Aku diutus dari sebaik-baik anak Adam, keturunan demi keturunan, hingga aku berada di dalam keturunan yang kemudian melahirkan aku.
    Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda: Kakek buyutku dan nenek buyutku tak pernah berkumpul kecuali dalam perkawinan yang sah. Allah senantiasa memeliharaku dari tulang sulbi yang baik ke alam rahim yang suci, dan garis itu tak pernah bercabang kecuali aku berada di dalam dua cabang yang terbaik. (Lihat: Tarikh (1:349) karya Ibnu Asyakir, Ad-Durul Mantsur (3: 294 dan 5::98) karya As-Suyuthi, dan Al-Wafa’ (Bagian Pertama, Bab 10) karya Ibnul Jauzi).
    Jadi bila anda seorang muslim jagalah ucapan anda terhadap nasab Rasul, keluarganya, dan para sahabtnya. Paham.!!!

    Apakah anda baca firman Allah ini?
    Allah juga berfirman tentang keingkaran Azar ayah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam :

    وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ إِلاّ عَن مّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيّاهُ فَلَمّا تَبَيّنَ لَهُ أَنّهُ عَدُوّ للّهِ تَبَرّأَ مِنْهُ إِنّ إِبْرَاهِيمَ لأوّاهٌ حَلِيمٌ

    “Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” [QS. At-Taubah : 114].

  51. bnyak yg mengatakan bahwasanya ulama2 salafi telah memalsukan hadits2 dan membuat hadits palsu.
    Ada buktinya gk tadz bhwa mereka tidak memalsukannya?

    Justru suruh mereka membuktikannya, mana yang dipalsukan,.
    Kan yang nuduh wajib mendatangkan BUKTI, bukan yang dituduh suruh mendatangkan bukti,.

  52. Dalil golongan yang menyatakan orang tua Nabi masuk neraka adalah hadits riwayat dari Hammad :

    أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

    Bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah “ Ya, Rasulullah, dimana keberadaan ayahku ?, Rasulullah menjawab : “ dia di neraka” . maka ketika orang tersebut hendak beranjak, rasulullah memanggilnya seraya berkata “ sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka “..yg dimaksud
    ان ابي
    Diatas bukan ayah Nabi tapi paman Nabi..karena biasanya orang arab dizaman dahulu bila menyebut paman/sdr ayah adalah dg panggilan اب

    Namun Imam Suyuthi menerangkan bahwa Hammad perowi hadits di atas diragukan oleh para ahli hadits bahkan ada yg menyebutkan bhw hadits diatas sangat2 dhoif /lemah.

    Padahal banyak riwayat lain yang lebih kuat darinya seperti riwayat Ma’mar dari Anas, al-Baihaqi dari Sa’ad bin Abi Waqosh :

    “اِنَّ اَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ الله اَيْنَ اَبِي قَالَ فِي النَّارِ قَالَ فَأَيْنَ اَبُوْكَ قَالَ حَيْثُمَا مَرَرْتَ بِقَبْرِ كَافِرٍ فَبَشِّّرْهُ بِالنَّارِ”

    Sesungguhnya A’robi berkata kepada Rasulullah SAW “ dimana ayahku ?, Rasulullah SAW menjawab : “ dia di neraka”, si A’robi pun bertanya kembali “ dimana AyahMu ?, Rasulullah pun menawab “ sekiranya kamu melewati kuburan orang kafir, maka berilah kabar gembira dengan neraka “

    Riwayat di atas tanpa menyebutkan ayah Nabi di neraka…ini riwayat yg shohih… bukan spt yg dituduhkan wahabi..

    Salah besar anggapan anda,..
    Para sahabat yang merupakan murid langsung rasulullah saja tidak memahami seperti apa yang anda pahami,.
    Kenapa anda tidak mau membenarkan ucapan Rasulullah?
    Di artikel sudah cukup jelas,.. bahkan ada dari ayat alquran juga,. penyebab ayat alquran turun itu sedang menjelaskan dilarangnya rasulullah utk memintakan ampunan bagi orangtuanya, karena orang tuanya meninggal dalam kondisi menyekutukan Allah,.

  53. Bagaimana bisa di katakan menolak Ajaran Nabi Ibrohim As padahal Nabi Ibrohim sendiri tidak hidup di zaman pada masa itu…???

    Bahkan tidak ada di sebutkan dg jelas maupun tekstual bahwa seorang hamba dg NAMA Abdul Mutholib, Abdullah dan Siti Aminah melakukan kesyirikan.

    Jelas sekali,.. tuh yang tersisa adalah paman nabi sendiri yaitu Abu Thalib ketika diajak masuk islam, maka abu jahal mengatakan , apakah kamu akan meninggalkan agama abdul muthalib??.. disini jelas,.. seperti apa agama orangtua nabi, yaitu ikut agama Abdul Muthalib,.
    Apakah kafir quraisy tidak menyembah Allah? mereka menyembah Allah, tapi mereka juga menyekutukan Allah,.
    Sudah saya posting disini

  54. Sampai kapanpun,aku tidak percaya,,,

    org tua nabi adlh org yg ber akhlak muLia,,,

    bagaimana bisa masuk neraka,,

    kiamat aja belum,,,

    org yg sudah tiada,,

    masih d alam barzah,,kecuali kiamat,baru ktahuan masuk neraka apa syurga,,,,

    emangnya lho pernah ke neraka,,,wallahualam,,,,,,

    simpel pertanyaan saya,.
    Apakah anda percaya pada ucapan Rasulullah?
    Apakah anda meyakini dan membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah?

    Lalu apa beratnya anda membenarkan ucapan Rasulullah yang itu merupakan wahyu dari Allah , dimana Allah mengabarkan kepada Rasulullah bahwa kedua orangtuanya berada di neraka,..

    عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِيْ؟ قَالَ: فِي النَّارِ. فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ: إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

    Dari Anas, bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, di manakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada?” Beliau menjawab, “Di neraka.” Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata, “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.”

    selengkapnya silahkan baca disini

  55. Min, seandainya orang tuamu itu orang kafir, terus dia meninggal berarti kamu ndak mau ngubur dia dong? Karna dia ahli neraka. Klo terpaksa kamu menguburkan dia itu hanya keterpaksaan saja biar tidak di cemooh orang.

    Terhadap orangtua yang kafir,. si anak dilarang MEMINTAKAN AMPUNAN kepada Allah,.
    Sebagaimana Rasulullah saja dilarang oleh Allah untuk memintakan ampun bagi kedua orangtuanya yang meninggal dalam kondisi menyekutukan Allah,.
    Kalau nguburin,.. ya tetap mau , berbuat baik kepada orangtua tetap wajib bagi si anak,. baik orangtua kafirnya itu masih hidup atau ketika matinya,.

  56. Brow,… Kok kayaknya Islam itu njlimet banget yah…

    Ah ngga njlimet bro,.. simpel kok, manusia saja yg bikin jadi njlimet

    cara berfikirku begini sob,.. saat Ayah dan Ibu Rasullulah Meninggal, itu belum ada islam (setuju kan),

    Salah bro, islam sudah ada, seluruh nabi dan rasul itu mendakwahkan islam, dari nabi Nuh hingga nabi Muhammad,.
    Dan dijaman orangtuanya nabi, itu sudah ada agama islam yang dibawa oleh nabi Ibrahim,.
    Dan kaum quraisy juga menyembah Allah,. tapi bersama itu mereka menyembah selain Allah, nah ini pula yang dilakukan oleh orangtua nabi,..
    tuh buktinya, Abu lahab, Abu thalib, ngga mau masuk islam, dan mereka memilih mengikuti agama Abdul muthalib,

    kedua tidak ada dalam AlQur’an yang jelas2 menyebutkan hal tersebut, (maaf kalo hadist kadang ada yang saya percara ada yang tidak Gan),..

    Mas bro, kedudukan hadits yang shahih itu sama seperti alquran, WAJIB kita imani dan terima,. karena hadits itu adalah penjelas dari Alquran,.
    Tanpa hadits, MUSTAHIL kita bisa melakukan shalat, karena cara shalat tidak ada penjelasannya dalam Alquran,
    Demikian pula cara penyelenggaraan jenazah, dalam alquran tidak ada cara mengkafani, menshalatkan, menguburkan jenazah,.

    Allah juga mengatakan:

    Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. al-Hasyr [59]: 7)

    Untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini

    Hadits itu akan terjaga, sebagaimana Alquran, karena itu janji Allah, silahkan lihat ulasannya disini

    yang ketiga kita semua tau 20 sifat-sifat Allah kan?
    Nah disini ada masalah mas bro,.

    20 sifat itu penjelasan dari mana bro, Allah tidak menetapkan, dan Rasulullah juga ngga menjelaskan,..
    Saya sudah ulas tentang sifat 20 ini bro,ini akibat ulah manusia yang bikin ribet,.. mendahului Allah dan Rasulnya silahkan dibaca disini

    dari ketiga alasan tersebut saya masih yakin bahwa Ayahanda dan Ibunda beliau ikut dalam manusia2 yang akan mendapat kelas tersendiri di sisi Allah,… gemana Gan?

    Nah,.. anda beralasan seperti ini, ini pendapat siapa?
    Anda percaya nabi muhammad sebagai utusan Allah nggo bro?
    Allah mengabarkan kepad Rasulullah kalau orangtuanya berada di neraka,. dan Rasulullah pun menjelaskan demikian,. kok mas bro ga percaya?
    Mas bro lebih percaya kepada selain Rasulullah? jika betul, ini tidak benar,..
    harusnya Rasulullah yang lebih kita percayai ucapannya.. karena yang keluar dari mulut Rasulullah itu adalah wahyu,..

    Jadi… rubah pandangan agan sekarang,.. jangan ikuti persangkaan-persangkaan orang yang ga jelas,dan tidak mau mengikuti apa yang dikatakan oleh Rasulullah,.

  57. Apa Kedua Orang Tua Rasulullah SAW Akan Masuk Surga?
    REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Nashih Nashrullah

    Persoalan ini bukan prinsip agama yang berdampak pada status keimanan seseorang.

    Pertanyaan ini cukup menggelitik. Tetapi, penting menemukan jawaban yang tepat. Di satu sisi, hadis riwayat Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sendiri menegaskan bahwa kedua orang tuanya,ada di neraka. Pernyataan Rasul tersebut merespons pertanyaan perihal nasib kedua orang tua seorang sahabat. “Sesungguhnya, kedua orang tuamu dan orang tuaku ada di neraka,” sabda Rasul.

    Tetapi, di sisi lain ada satu fakta bahwa kedua orang tua Nabi hidup pada masa kevakuman seorang nabi dan rasul. Pascameninggalnya Nabi Isa AS belum ada lagi sosok Rasul yang diutus untuk berdakwah dan membimbing segenap umat. Karena itu, mereka yang berada pada periode kekosongan risalah itu dinyatakan selamat dan tidak mendapat siksa. “Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS al-Isra’ [17]: 15).

    Topik ini pun menuai pro dan kontra. Syekh Abdullah bin Baz berpandangan bahwa riwayat Muslim tersebut autentik dan valid. Tidak mungkin Rasul berdusta atas ucapannya sendiri (QS an-Najm 1-4).

    Kedua orang tua Rasul akan diminta pertanggungjawaban. Apalagi, telah terjadi penyimpangan atas ketulusan agama Ibrahim AS. Ini berlangsung ketika Amr bin Luhay al-Awza’i melakukan penodaan agama Ibrahim. Selama menguasai Makkah, Amr mengajak para penduduknya untuk menyembah berhala.

    Karena itu, kedua orang tua Rasul, menurut Syekh Abdullah bin Baz, termasuk golongan kufur. Ini merujuk pula pada hadis riwayat Muslim yang mengisahkan bahwa Allah SWT melarang Rasul mendoakan keselamatan keluarganya, tak terkecuali ayahandanya, Abdullah bin Abdul Muthalib, dan ibundanya, Aminah.

    Namun Lembaga Fatwa Mesir, Dar al-Ifta, menyanggah keras pernyataan Syekh Abdullah bin Baz tersebut. Menurut lembaga yang pernah dipimpin oleh Mufti Agung Syekh Ali Juma’h itu, pernyataan bahwa kedua orang tua Rasul termasuk kufur dan akan menghuni neraka merupakan bentuk arogansi dan ketidaksopanan.

    Justru fakta kuat mengatakan, kedua orang Rasul akan selamat dan bukan termasuk penghuni neraka. Pendapat ini menjadi kesepakatan mayoritas ulama. Tak sedikit ulama yang secara khusus menulis risalah sederhana untuk menjawab kegamangan menyikapi topik ini.

    Imam as-Suyuthi mengarang dua kitab sekaligus untuk menguatkan fakta bahwa orang tua Muhammad SAW akan selamat. Kedua kitab itu bertajuk Masalik al-Hunafa fi Najat Waliday al-Musthafa dan at-Ta’dhim wa al-Minnah bi Anna Waliday al-Mushthafa fi al-Jannah.

    Selain kedua kitab tersebut, ada deretan karya lain para ulama, seperti ad-Duraj al-Munifah fi al-Aba’ as-Syarifah, Nasyr al-Alamain al-Munifain fi Ihya al-Abawain as-Syarifain, al-Maqamah as-Sundusiyyah fi an-Nisbah al-Musthafawiyyah, dan as-Subul al-Jaliyyah fi al-Aba’ al-Jaliyyah. Masih banyak kitab lain yang membantah dugaan bahwa orang tua Rasul akan masuk neraka.

    Dar al-Ifta memaparkan, mengacu ke deretan kitab tersebut, kedua orang tua Rasul hidup pada masa fatrah atau kekosongan risalah. Ketika itu, dakwah tidak sampai pada masyarakat Makkah. Ulama ahlussunnah sepakat, mereka yang hidup pada periode kevakuman risalah itu dinyatakan selamat. Ini merujuk pada ayat ke-15 surah al-Isra’ di atas.

    Sekalipun keduanya akan melalui ujian melintasi jembatan shirath, seperti halnya umat lainnya maka keduanya termasuk golongan yang taat. “Berbaiksangkalah kedua orang tua Rasul merupakan golongan taat saat ujian melintasi jembatan,” kata Imam Ibn Hajar al-Asqalani, seperti dinukilkan oleh Dar al-Ifta’

    Tuduhan bahwa keduanya termasuk kaum musyrik yang menyekutukan Allah dengan berhala, tidak benar. Abdullah dan Aminah tetap konsisten dalam keautentikan agama Ibrahim, yaitu tauhid. Fakta kesucian keyakinan kedua orang tua Rasul ini dikuatkan antara lain oleh Imam al-Fakhr ar-Razi dalam kitab tafsirnya Asrar at-Tanzil kala menafsirkan ayat ke 218-219 surah as-Syu’ara .

    Imam as-Suyuthi menambahkan, dalil lain tentang fakta bahwa garis keturunan Rasul yang terdekat terjaga dari aktivitas penyimpangan akidah. Ini seperti ditegaskan hadis bahwa Rasululllah dilahirkan dari garis nasab yang istimewa dan terpilih yang konsisten terhadap tauhid.

    Imam as-Suyuthi kembali menerangkan soal hadis Muslim pada paragraf pertama. Tambahan redaksional “Dan ayahku di neraka” sangat kontroversial di kalangan pengkaji hadis. Para perawi tidak sepakat tambahan tersebut. Sebut saja al-Bazzar, at-Thabrani, dan al-Baihaqi yang lebih memilih tambahan redaksi “Jika engkau melintasi kuburan orang kafir maka sampaikan berita neraka” dibanding, imbuhan bermasalah tersebut.

    Arogansi
    Ada banyak argumentasi yang membantah dugaan bahwa kedua orang tua Rasul akan masuk neraka. Semestinya, tuduhan tersebut tidak ditudingkan kepada ayahanda dan ibunda Rasul yang terhormat. Karena, itu adalah bentuk arogansi terhadap Rasul.

    Qadi Abu Bakar Ibn al-Arabi pernah ditanya soal topik serupa. Tokoh bermazhab Maliki ini pun menjawab, bila soal itu direspons dengan jawaban bahwa keduanya masuk neraka maka terlaknatlah orang yang menjawab demikian. Menganggap keduanya ahli neraka adalah bentuk melukai perasaan Rasul. “Tak ada penganiayan lebih besar ketimbang menyebut kedua orang tua Muhammad SAW penghuni neraka,” kata Ibn al-Arabi.

    Ia pun mengutip ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS al-Ahzab [33]:57).

    Reaksi keras juga ditunjukkan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Ketika itu, ia menginstruksikan pegawainya agar mengutamakan para pegawai yang kedua orang tuanya Muslim dan berasal dari etnis Arab.

    Dengan spontan, sang pegawai menjawab instruksi tersebut dan mengatakan, “Memang masalah? Bukankah kedua orang tua Rasulullah non-Muslim?” Sang Khalifah marah besar. Ia pun langsung memberhentikan pegawainya tersebut agar menjadi pelajaran bagai semua dan tidak sembarangan bicara.

    Atas dasar inilah, seyogianya tidak mudah menjustifikasi status kedua orang tua Rasul. Mantan Mufti Dar al-Ifta, Syekh Muhammad Bakhit al-Muthi’I, mengimbau supaya umat berhati-hati. Tuduhan kekufuran Abdullah dan Aminah salah besar dan pelakunya berdosa.
    Ini lantaran dianggap sebagai aksi mencederai Rasulullah. Para pelaku tersebut tidak dihukumi keluar agama akibat perbuatannya itu. Pasalnya, persoalan ini bukan termasuk prinsip agamadharuriyyat ad-din.

    Komentar diatas justru bertabrakan dengan Perkataan Rasulullah,.. bahkan dengan alquran yang melarang Rasulullah memintakan ampun untuk ibunya,.

    dan termasuk kedustaan atas nama syaikh bin bazz

    مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

    “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

    Sababun-Nuzul (sebab turunnya) ayat ini adalah berkaitan dengan permohonan Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam kepada Allah ta’ala untuk memintakan ampun ibunya (namun kemudian Allah tidak mengijinkannya) [Lihat Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir QS. At-Taubah : 113].

  58. Alhamdulillah, dulu pernah dengar juga kabar ini, tapi banyak bacaan yg katanya ortu nabi orang sholeh sedari buku2 SD jadi bingung, syukur Alhamdulillah sekarang yakin dan sami’na wa atho’na,

    jazakallah khairan semoga kita istiqomah

    Alhamdulillah,.

  59. Maaf pak sy bukan org ‘alim,TP kata guru ngaji sy (mazhab Syafi’i) ,bhw kedua org tua nabi berada di surga,

    semua PERKATAAN baginda Rasulullah SAW.hrs kita imani,tetapi tentunya DG pemahaman ulama dan guru2 kita.

    Tidak benar, perkataan Rasulullah harus di imani, dan dipahami berdasarkan pemahaman para sahabat, bukan pemahaman guru kita,.
    Dan tidak ada para sahabat yang menafsiri bahwa orangtua nabi berada di surga,. mereka manut kepada perkataan nabi

    kata guru sy boleh belajar sama siapa sj asalkan yg ahlussunnah wal jamaah,jgn am salafy wahabi,krn mrk it selalu merasa paling benar,hanya mrk yg mengikuti Alquran dan hadist yg lain tdk,padahal mazhab yg 4 kn jg ikut Quran dan hadits,cuma ad perbedaan dlm pemahaman.

    Imam yang 4 juga mengikuti pemahaman para sahabat kok,. mereka tidak akan berijtihad jika mereka menemukan hadits shahih,
    Mereka berijtihad justru karena tidak menemukan dalil baik dari alquran atau hadits shahih,

    pertanyaan sy Klu memang benar bhw Abdul Muthalib it bukan pengikut agama nabi Ibrahim a.s krn mungkin ad riwayat yg membuktikanya,kan bukan berarti ke 2 org tua baginda Nabi Saw ikut agamanya Abdul Muthalib,dan yg seperti dikatakan di dlm artikel ini bahwa abu thalib itu ikut agama nya abdul muthalib sebagaimana dipahami oleh abu jahal,persoalannya adlh semua org islam it kan pegikut baginda Rasulullah saw.

    Apakah abdul muthalib tidak menyembah Allah? tidak percaya kepada Allah? … Abdul Muthalib percaya kepada Allah , menyembah Allah, bahkan orang quraisy keyakinan mereka terhadap Allah itu besar sekali, tapi mereka juga menyembah selain Allah.. ini saja masalahnya,. sehingga amalan mereka hapus akibat syirik tersebut
    Saya sudah ulas disini

    tp Klu kita lihat ad org islam gak sholat,tdk bisa kita artikan bhw it ajaran Baginda Rasulullah SAW.dan Klu memang terbukti bhw abu thalib itu penyembah berhala,tdk bisa jg kita mengatakan bahwa agama abdul muthalib it mengajarkan seperti ap yg dibuat abu thalib.

    sudah saya jelaskan di komentar atas, orang kafir quraisy, selain mereka menyembah Allah, mereka juga menyembah berhala

    harapan sy kita saling menghargai,Klu bpk berkeyakinan demikian silahkan sj,TP kita hargai org yg menyikapi lain dr keyakinan bpk,dan yg lebih penting kita sama2 menghargai junjungan kita Nabi besar Muhammad saw.

    Justru orang yang menganggap perkataan nabi tentang orangtuanya di neraka, lalu ditafsiri bahwa orang tua nabi tidak di neraka,. orang yang seperti ini berarti TIDAK MENHGARGAI NABI, orang yang seperti ini telah mendustakan perkataan nabi,. junjungan kita

    sekali lagi mungkin Baginda Rasulullah SAW tdk hina DG artikel bpk TP Baginda Rasulullah SAW mungkin akan sedih DG hal ini.krn brg kali it adlh AIB bahkan bisa jd fitnah.

    Justru disini ujiannya bagi kaum muslimin…
    Apakah mereka mempercayai ucapan nabi atau tidak,..
    Apakah mereka mengedepankan dalil atau perasaan,..

    Masuk surga dan neraka itu bukan dengan perasaan mas,..
    Nabi saja sedih ketika mengetahui orangtuanya ada di neraka..
    Kita juga ingin agar orangtua nabi masuk surga, tapi ketentuan Allah berkata lain,. maka kita wajib menerima dan membenarkan ucapan Rasulullah, yang merupakan wahyu dari Allah,.

    Disini kita diuji,..

    mohon dimaafkan Klu ad PERKATAAN yg tdk nyaman.Semoga bermanfaat,Jazakallahu khairan.

    Tidak mengapa, saya maafkan kok… jazakumullahu khairan

  60. itu mas, waktu abraham gajah mau runtuhkan ka’bah, sampean ingat gak apa yg di ucapkan abdul muthalib sama abraham gajah tu. kira2 dari ucapannya tersebut mencerminkan abdul muthalib itu menyimpang dari ajaran ibrahim atau justru melo.

    terus kalau tidak salah abdullah adalah anak abdul muthalib yg paling manut dgn ayahnya.

    Itu bukti bahwa kaum quraisy, juga abdul muthalib itu sangat paham bahwa Allah yang memiliki ka’bah dan yang akan melindunginya,..
    Abdul muthalib yakin akan Allah,.. demikian pula kafir quraisy, mereka yakin dan beriman kepada Allah, demikian pula orangtua nabi, makanya nama ayah nabi kan Abdullah, artinya hamba Allah,.

    Orang quraisy juga melakukan haji, bahkan mereka punya bacaan talbiyah,.. talbiyah yang syirik,.

    Kesalahan kaum quraisy, juga abdul muthalib itu karena mereka selain menyembah Allah, merekapun menyekutukan Allah,. silahkan baca ulasannya disini

  61. Gak ada manfaatnya buat kita pengetahuan tentang orang tua Nabi di surga atau Neraka..
    Ini malah membuat perpecahan umat.
    Ringan dan dangkal sekali pemahaman anda.
    Maaf

    Ada hikmahnya…
    1. Tidak semua yang memiliki garis keturunan dengan nabi itu PASTI MASUK SURGA.. tuh buktinya orangtua nabi masuk neraka, paman nabi juga ada yang masuk neraka
    2. Kita wajib mengimani dan membenarkan apa yang dikatakan oleh NABI,. tidak menentangnya, atau menganggap nabi berdusta,
    3. Kita contoh para sahabat, ketika mereka mendapat kabar dari nabi, maka mereka tidak menentangnya, atau mengedepankan perasaan mereka
    4. Orang yang tidak percaya pada perkataan nabi, dia secara tidak langsung telah kurang ajar kepada nabi, bahkan jika berkeyakinan bahwa orang tua nabi ada di surga, maka dia telah mendahului Allah dan Rasulnya,..
    5. Nabi bersedih karena orangtuanya berada di neraka, tapi nabi menerima takdir Allah atas orangtuanya,. maka demikian pula kita sedih atas hal tersebut, tapi karena takdir Allah demikian, maka kita jangan mengedepankan perasaan,..

  62. Hati2/wahabi sudah masuk indonesia

    Kok sama dengan belanda yah? belanda saja ketakutan kepada WAHABI,.. kok anda juga merasa takut? ada apa ini? Apa alasannya kok beland merasa takut dengan wahabi? bisa baca disini

  63. Buat admin, pesen saya yg sabar dalm menghadapi komenan caci maki yg tdk berhujah dengan ilmu, itu menunjukan mereka yg komen dengan tdk berdalil adalah jahil!!!

    ya, sudah biasa menghadapi komentator yang seperti itu, kita doakan saja, semoga mereka mendapat hidayah taufik.. anda juga yang baca koment mereka juga harus bersabar, dan doakan mereka,..

  64. Assalamu alaikum admin.
    Saya termasuk org yg masih dangkal dlm ilmu agama. Permisi mau nanya “Sebelum nabi lahir apakah sdh ada agama yg namanya Islam.? .
    Agama Islam disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW setelah menerima wahyu pada usia 40 thn.
    Yang jadi pertanyaan saya pada masa usia 0 s.d. 40 thn agama apa yg di yakini Nabi.?

    Apakah sebelum Nabi di dilahirkan ada Nabi atau penyampai risalah kebenaran tentang ALLAH YANG ESA? Trims jawabannya admin

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Seluruh nabi dan rasul yg diutus kepada manusia, seluruhnya mendakwahkan ISLAM,

    Dan di masa nabi muhammad islam disempurnakan,
    Jadi dari nabi NUH hingga nabi muhammad, swmuanya mendakwahkan islam, silahkan lihat postingan ini

  65. Lho gini ya islam??
    Nabinya aja secara bangga berbicara orang tuanya masuk nereka

    oh, anda tidak baca ya, nabi sedih karena tidak boleh memintakan ampun bagi orang tuanya,.

    Dan ini juga sebagai pukulan telak bagi yang ngaku-ngaku sebagai keturunan nabi,.. itu tidak akan menjamin nasib mereka bakal baik kelak di akherat, jika amalannya tidak mengikuti ajaran nabi,..
    Orang tua nabi saja, karena tidak mengamalkan yang sesuai dengan ajaran nabi, maka dihukum di neraka, kekal selama-lamanya,.. apalagi yang cuma ngaku-ngaku sebagai keturunan nabi, tapi tidak beramal dengan ajaran nabi,.

  66. “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21)

    Saya tambahkan nih, buka injilnya ya,.
    Tuhan itu SATU, bukan tiga,.
    Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29)

    Yesus itu bukan tuhan, tapi utusan tuhan
    Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yohanes 5:24)
    Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” (Yohanes 7:29)
    Maka kata Yesus: “Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku.(Yohanes 7:33)

    Kidung agung nih,.. heboh,.
    Tubuhmu seanggun pohon kurma, buah dadamu gugusan buahnya.(kidung agung 7:7)
    Ingin aku memanjat pohon kurma itu, dan memperoleh buah-buahnya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan buah anggur, napasmu seharum buah apel,(kidung agung 7:8)

  67. Sami’na wa ato’na..

    MasyaAllah jawaban admin bikin terang benderang..jazakallahu khoiron..

    Semoga kita semua sll diberi hidayah oleh Allah.

    Yahdikumullaah utk orang2 yg komentarnya seperti itu semoga Allah memaafkan atas ketidaktauannya. Ana share ya di fb

    Alhamdulillah,.
    Jazakumullahu khairan,.
    Hanya Allah yang memberikan hidayah taufik,.kepada orang yang dikehendakinya, dan orang yang berusaha meraihnya

  68. Mmaf mas untuk jawabannya ke mas casaano…
    yang ada kalimat “kekal selama-lamanya” saya sendiri koq kurang sreg dengan kalimat itu…

    saya pikir yang pas aja cukup sampai di kalimat “dihukum dineraka”. Karena ndak ada penjelasan untuk lama waktunya dineraka.
    terus akhir kata (nabi) di kalimat “mengikuti ajaran nabi” tulung tambahi (nabi sebelum Muhhammad SAW)
    jangan sampe salah mudeng mas.

    maaf kalau saya salah.
    terimakasih.

    Tidak perlu dikoreksi jawaban kepada cassano,
    Perbuatan Syirik Akbar memang menghapuskan seluruh amalan, jadi pelaku syirik akbar itu kekal di neraka,.

    Ortu nabi, mengikuti agama nabi ibrahim kok, demikian pula orang quraisy,
    Tapi bersama itu, mereka menyekutukan Allah,. inilah yang membuat hapus seluruh amalan mereka,.
    Jadi buat tambahan agar anda tambah mudeng,.. beragama itu bukan pakai perasaan, tapi pakai dalil,.

    Apakah ortu nabi itu tidak mengenal ajaran nabi ibrahim?
    Sangat mengenal, lihat, nama ayah nabi saja adalah Abdullah, artinya adalah hamba Allah,
    Orang quraisy itu mengenal Allah, mereka juga melakukan ibadah haji, silahkan anda baca di postingan ini

  69. Assalamu’alaikum mas, saya mau tanya.
    Adakah riwayat yang menjelaskan bahwa ayahanda dan ibunda Baginda Rasulullah Muhammad SAW dalam hidupnya berbuat syirik, sehingga kedua beliau disebut ahli neraka? Atau karena kebanyakan bangsa quraisy berbuat syirik, sehingga kedua orang tua Beliau SAW langsung divonis neraka. Karena Hadits” Shohih diatas banyak yg menafsirkan berbeda”.
    Saya cuma bingung mas, mohon pencerahannya. Terimakasih sebelumnya mas.

    Wa’alaikumussalam warahmatulahi wabarakatuh,.
    Kaum quraisy itu adalah orang yang menyembah Allah, tapi selain mereka menyembah Allah, mereka juga menyekutukan Allah,.
    Menjadikan perantara melalui orang-orang shalih mereka ketika berdoa, orang-orang shalih itu diwujudkan dalam bentuk patung atau berhala, jadi mereka bukan menyembah berhalanya, tapi meminta kepada orang shalih yang sudah mati yang diwujudkan dalam bentuk berhala,.

    jadi disitulah letak kesyirikan mereka,.
    buktinya adalah ketika paman nabi , yaitu abu thalib mau meninggal, rasulullah mengajak pamannya untuk bersyahadat, tapi abu jahal, yang merupakan saudaranya abu thalib, juga saudaranya ayah nabi, itu mempengaruhinya, sehingga abu thalib memilih agamanya abdul muthalib,.

    jadi dari hal tsb juga bisa diambil kesimpulan, orangtua nabi muhammad juga mengikuti agamnya abdul muthalib, yaitu agama kesyirikan, silahkan baca di sini

    • maaf berkomentar lagi,
      apakah ada dalil atau kisah atau riwayat yang menegaskan ke kafiran dan penyembahan berhala oleh kakek, ayah&ibu dan paman dari nabi. kalau ke kafiran kaum Quraisy iya memang ada dan banyak kisahnya tetapi bukan berarti dan juga belum tentu semuanya, sama seperti kaum-kaum nabi terdahulu meski tidak semua nya dari kaum tersebut taat tapi ada 1 atau lebih yang tetap taat apakah 1 orang dari kaum tersebut kita bilang kafir karena mayoritas kaum mereka kafir, selama tidak ada kisah atau dalil atau pernyataan dari nabi yang menyebutkan kakek, ayah&ibu dan pamannya menyembah berhala dan berdoa ke berhala kenapa kita umatnya membabi buta bahwa mereka penyembah berhala dan kafir, nabi sendiri tidak pernah menyebut orang tua dan kakeknya kafir kalau pengikut agam ibrahim iya. dan satu lagi banyak artikel sejenis di web-web yang sejenis dengan anda. oh iya apakah anda merasa menyampaikan dan mempublikasikan bahwa kakek, orang tua nabi itu kafir dan sekarang sedang di neraka ada sunnah dan harus di sampaikan dan anda merasa sudah mengikuti nabi, dalam hadits jarang atau mungkin hanya sekali nabi menyebut orang tua nya yaitu kepada sahabat Saad ketika ingin memanah musuh, bahwa tebusannya adalah kedua orang tuanya… kalau orang tua nabi kafir dan sedang di neraka apa iya nabi menebus sahabat dan syuhada dengan orang kafir. dan juga jika kakek dan orang tua nabi bukan kafir dan tidak di neraka apakah anda tidak takut telah melukai nabi anda taukan apa ganjarannya, coba anda baca surat Az Zalzalah dalam Al-Quran, saya link-an dari web sejenis dengan anda
      https://muslim.or.id/20170-tafsir-surat-al-zalzalah-gempa-bumi-yang-dahsyat-pada-hari-kiamat.html
      Manusia Keluar …
      Allah Ta’ala berfirman,

      يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ

      “Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.”
      Maksudnya adalah pada hari kiamat, manusia dikeluarkan dari bumi dalam keadaan beraneka ragam lalu ditampakkan kebaikan dan kejelekan yang pernah mereka lakukan, kemudian mereka akan melihat balasannya.

      apakah ada dalil/hadits yang menyebutkan orang tua nabi sudah keluar dari kuburnya dan sudah diperlihatkan dosanya lalu di tempatkan di neraka. apakah anda meragukan surat Az Zalzalah dari Al-Quran itu.

      nb : mohoon jangan di delete lagi mas admin biar kita bisa saling berbagi dalam kebenaran, jika salah itu datang dari saya yang khilaf jika benar itu pasti datang dari Allah.

      sebenarnya mudah dan simpel,

      Ayahnya nabi itu adalah putranya Abdul Muthalib, Anak Abdul Muthalib diantaranya adalah Abu Jahal,Abu Lahab,Abu Thalib, dan Abdullah

      Dari sini saja, kita mengetahui kalau Abdullah, bapaknya nabi itu agamanya sama dengan agama Abdul muthalib,..

      Apakah Abdul Muthalib tidak menyembah Allah?

      Mereka menyembah Allah, tapi bersamaan dengan itu mereka menyekutukan Allah, akibat hal tersebut maka hilang seluruh lam kebaikannya, sehingga masuk neraka, kekal selama-lamanya

      Ini buktinya, baca di sini

  70. Assalamualaikum, banyak para pengunjung blok ini yg kaget, ga percaya kalau ortu Rasullah shalallahu alaihi wassalam berada di neraka, padahal itu khabar dari Allah Subhanawataala kpd Rasulullah, apakah kita tidak sadar dg ketidakpercayaan terhadap khabar tsb bisa menggoyahkan syahadat kita ? Semoga Allah Subhana wa ta’ala memberikan hidayah kpd kita semua untuk sami’na wa atho’na atas khabar dari Allah dan Rasul Nya amiin, jazakallahu khairan

    Betul, ngakunya bersyahadat, tapi koq tdk percaya ucapan rasulullah,

    mereka secara tidak langsung mengatakan rasulullah itu berdusta,

    • coba anda baca Surat Az Zalzalah,
      apakah sudah ada 1 manusia yang sudah bangkit dari kubur dan di hisab ? mana dalilnya ?
      apakah anda tidak percaya pada surat Az-Zalzalah bahwa manusia akan di bangkitkan dan akan di hisab nanti setelah bumi di goncangkan atas perintah Allah.

      Rasulullah ketika isra ke langit, beliau mendengar suara terompah bilal,

      padahal bilal masih di bumi, belum mati,

      mas, masuk surga dan neraka itu urusan ghaib, kecuali Allah kabarkan,..

      Dan yang disampaikan oleh Rasul ttg pamannya di neraka,ortunya di neraka, itu termasuk yang Allah kabarkan,

      jadi ga ada hubungannya dgn surat tersebut,

      Rasul jg mengabarkan bahwa abu bakar di surga,umar di aurga,utsman di surga,ali di surga,seluruh istri nabi masuk surga,

      padahal nabi menyebutkan hal tersebut kala mereka masih hidup

  71. Bismillah
    Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh
    maaf ana mau tanya di luar tema yaitu:
    apakah syurga dan neraka sekarang sudah ada . . .?( dan penghuninya )
    karena kalau ana tdk salah memahami bahwa syurga dan neraka sekarang sudah ada baik syurga dan nerakanya ples penghuninya.
    mohon pencerahannya.
    Barokallahu fikum.
    Wassalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Surga dan neraka sudah ada, bahkan efek cuaca sangat panas dan sangat dingin itu adalah efek dari bernafasnya neraka
    Tentang sudah adanya surga dan neraka, rasulpun sudah pernah diperlihatkan,silahkan baca di sini

  72. Saya percaya dan tidak ragu dengan hadist kuat bukhori dan muslim dan surah at taubah 113-114.

    Saya mau tanya, orang tua saya dan saudara2 adalah orang non muslim.dan masih hidup.
    1. Saya tahu tebaiknya saya berdoa kpd mereka untuk diberi petunjuk. bagaimana jika saya sering berdoa ampunan kepada mereka jika mreka masih hidup misalnya doa kpd ortu yg sudah tenar (allahumma firli …)? Apakah percuma?.

    Tidak boleh mendoakan ampunan bagi orang kafir, walaupun itu ortu sendiri, itu adalah perbuatan dosa,
    Berdoalah agar Allah berikan hidayah sehingga mereka masuk islam, itu saja,.

    Dan tetap anda berbuat baik pada mereka, mumpung masih hidup, mudah-mudahan saja dengan sikap bakti anda kepada ortu, itu akan menjadikan ortu mendapat hidayah dan masuk islam

    Nabi Muhammad saja dilarang oleh Allah mendoakan ampunan bagi orangtuanya,silahkan baca di sini

    2. Dan terus jika mereka mati dalam keadaan kafir juga, apa bunyi doa buat mereka yg paling pantas? Sedang mereka tak boleh didoakan memohon ampunan, dan pastinya sedang ada azab kubur. Adakah bisa meringankan azab mereka?

    Kita berlepas diri dari mereka, sebab mereka itu orang kafir, tidak boleh ada dalam hati kita rasa cinta pada mereka, walaupun itu ortu sendiri

    orang kafir itu kekal di neraka, selama-lamanya

    • Rasulullah prrnah lewat di sebuah makam lalu meletakkan pelepah kurma dan berdoa untuk meringankan azabnya.
      Apakah tidak berlaku bagi orang kafir?

      Itu kuburan kaum muslimin,
      Dan Rasulullah tahu mereka sedang disiksa, itu karena Allah yang mengabarkannya,
      Rasul mengabarkan mereka disiksa karena tidak menjaga dari najis ketika kencing, dan yang satunya karena suka namimah,.. ini pun kabar dari Allah, dan menunjukkan mereka yang dikubur itu adalah muslim, bukan orang kafir

  73. Kesimpulanya nenurut sy, supaya ga pusing n bingung, bahwa setiap ummat yang mengikuti ajaran nabi dan rosul yang di utus dan tidak berbuat syirik, walaupun sebelum nabi muhammad diutus, maka dia akan selamat, dan jika sebaliknya maka tidak selamat,,wallohu a’lam

    betul

    • Betul, Mas Ayyubi.

      Begitu juga Orang Tua Nabi, telah sampai kepada mereka Risalah Nabi sebelumnya. Dijaman Orang Tua Nabi sudah ada tuh Risalah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tentang ketauhid. Sayangnya orang tua nabi masih musyrik. Karena sebab itulah Allah memberitahukan Nabi bahwa orang tua’nya ada di neraka.

  74. Sy tambahin y min, skalian biar semua org disini lihat & tau.

    Seandainya ABU BAKAR R.A (Sahabat sekaligus Mertuanya Nabi SAW) msh Hidup, dan mengetahui Sabda Nabi SAW yg 1 ini, PASTINYA DIA AKAN LANGSUNG PERCAYA, TANPA MERAGUKANNYA, dan tdk perlu pula melihat bbrp pendapat Ulama diatas.

    Sebab memg Abu Bakar itu orgny walaupun kurus, tp jangan salah. IMANNYAz (baik thdp Allah & Rasul-Nya) BAGAIKAN BAJA. Dan tdk ada seorg pun yg mampu menggoyahkan Imanny Sahabat Nabi SAW yg satu ini, dan DIJAMIN MSK SURGA pula.

    ALLAHUAKBAR!!!

    Betul…makanya digelari asshiddiq, karena beliau selalu membenarkan dan mengimani apa yang disampaikan oleh rasulullah

  75. Alhamdulillah, smg banyak kaum muslimin yg tercerahkan, terbangun dari buaian cerita dusta org yg ngaku cinta kpd Rasulullah,

    tapi mendustakan sabda beliau khusnya khabar ttg musyriknya kedua org tua beliau,

    jazakallahu khairan admin,

    smg menjadi amal kebaikan bg admin dan kita yg mengambil manfaatnya, aamiin

    Alhamdulillah,.
    Jazakumullahu khairan

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*