Bank Konvensional Adalah Bank Riba, Bagaimanakah Hukum Bekerja Di Bank,Bagaimanakah Cara Menyalurkan Bunga Bank Agar Kita Tidak Memakan Uang Riba

bank ribaAda Apa Dengan Bank Konvensional?

Perekonomian adalah salah satu bidang yang diperhatikan oleh syari’at Islam dan diatur dengan undang-undang yang penuh dengan kebaikan dan bersih dari kedhaliman. Oleh karenanya, Allah mengharamkan riba yang menyimpan berbagai dampak negatif bagi umat manusia dan merusak perekonomian bangsa.

Sejarah dan fakta menjadi saksi nyata bahwa suatu perekonomian yang tidak dibangun di atas undang-undang Islam, maka kesudahannya adalah kesusahan dan kerugian. Bila anda ingin bukti sederhana, maka lihatlah kepada bank-bank konvensional yang ada di sekitar kita, bagaimana ia begitu megah bangunannya, tetapi keberkahan tiada terlihat darinya. Sungguh benar firman Allah:

يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah. (QS. Al-Baqoroh: 276)

Nah, di sinilah pentingnya bagi kita untuk mengetahui masalah Bank konvensional dan sejauh mana kesesuaiannya dengan hukum Islam karena pada zaman sekarang ini, Bank bagi kehidupan manusia hampir sulit dihindari.

DEFENISI BANK DAN SEJARAHNYA

Bank diambil dari bahasa Italia yang artinya meja. Konon penamaan itu disebabkan karena pekerjanya pada zaman dulu melakukan transaksi jual beli mata uang di tempat umum dengan duduk di atas meja. Kemudian modelnya terus berkembang sehingga berubah menjadi Bank yang sekarang banyak kita jumpai.

Bank didefenisikan sebagai suatu tempat untuk menyimpan harta manusia secara aman dan mengembalikan kepada pemiliknya ketika dibutuhkan. Pokok intinya adalah menerima tabungan dan memberikan pinjaman.

Bank yang pertama kali berdiri adalah di Bunduqiyyah, salah satu kota di Negara Italia pada tahun 1157 M. Kemudian terus mengalami perkembangan hingga perkembangan yang pesat sekali adalah pada abad ke-16, di mana pada tahun 1587 berdirilah di Negara Italia sebuah bank bernama Banco Della Pizza Dirialto dan berdiri juga pada tahun 1609 bank Amsterdam Belanda, kemudian berdiri bank-bank lainnya di Eropa. Sekitar tahun1898, Bank masuk ke Negara-negara Arab, di Mesir berdiri Bank Ahli Mishri dengan modal lima ratus ribu Junaih[1].

PEKERJAAN BANK

Seorang tidak bisa menghukumi sesuatu kecuali setelah mengetahui gambarannya dan pokok permasalahannya. Dari sinilah, penting bagi kita untuk mengetahui hakekat Bank agar kita bisa menimbangnya dengan kaca mata syari’at.

Pekerjaan Bank ada yang boleh dan ada yang haram, hal itu dapat kita gambarkan secara global sebagai berikut:

A. Pekerjaan Bank Yang Boleh

1. Transfer uang dari satu tempat ke tempat lain dengan ongkos pengiriman.

2. Menerbitkan kartu ATM untuk memudahkan pemiliknya ketika bepergian tanpa harus memberatkan diri dengan membawa uang di tas atau dompet.

3. Menyewakan lemari besi bagi orang yang ingin menaruh uang di situ.

4. Mempermudah hubungan dengan Negara-negara lain, di mana Bank banyak membantu para pedagang dalam mewakili penerimaan kwitansi pengiriman barang dan menyerahkan uang pembayarannya kepada penjual barang.

Pekerjaan-pekerjaan di atas dengan adanya ongkos pembayaran hukumnya adalah boleh dalam pandangan syari’at.

B. Pekerjaan Bank Yang Tidak Boleh

1. Menerima tabungan dengan imbalan bunga, lalu uang tabungan tersebut akan digunakan oleh Bank untuk memberikan pinjaman kepada manusia dengan bunga yang berlipat-lipat dari bunga yang diberikan kepada penabung.

2. Memberikan pinjaman uang kepada para pedagang dan selainnya dalam tempo waktu tertentu dengan syarat peminjam harus membayar lebih dari hutangnya dengan peresentase.

3. Membuat surat kuasa bagi para pedagang untuk meminjam kepada Bank tatkala mereka membutuhkan dengan jumlah uang yang disepakati oleh kedua belah pihak. Tetapi bunga di sini tidak dihitung kecuali setelah menerima pinjaman.[2]

BUNGA BANK ADALAH RIBA

Dengan gambaran di atas, maka nyatalah bagi kita bahwa kebanyakan pekerjaan Bank dibangun di atas riba yang hukumnya haram berdasarkan Al-Qur’an, hadits dan kesepakatan ulama Islam.

1. Dalil Al-Qur’an

وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS. Al-Baqoroh: 275)

Cukuplah bagi seorang muslim untuk membaca akhir surat Al-Baqoroh ayat 275-281, maka dia akan merinding akan dahsyatnya ancaman Allah kepada pelaku riba. Bacalah dan renungkanlah!!

2. Dalil hadits

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

Dari Jabir berkata: Rasulullah melaknat orang yang memakan riba, wakilnya, sekretarisnya dan saksinya. (HR. Muslim 4177)

3. Dalil Ijma’

  • Para ulama sepanjang zaman telah bersepakat tentang haramnya riba, barangsiapa membolehkannya maka dia kafir[3]. Bahkan, riba juga diharamkan dalam agama-agama sebelum Islam. Imam al-Mawardi berkata: “Allah tidak pernah membolehkan zina dan riba dalam syari’at manapun”.[4]
  • Kalau ada yang berkata: Kami sepakat dengan anda bahwa riba hukumnya adalah haram, tetapi apakah bunga Bank termasuk riba?! Kami jawab: Wahai saudaraku, janganlah engkau tertipu dengan perubahan nama. Demi Allah, kalau bunga Bank itu tidak dinamakan dengan riba, maka tidak ada riba di dunia ini, karena riba adalah semua tambahan yang disyaratkan atas pokok harta, inilah keadaan bunga bank konvensional itu.

Kami tidak ingin memperpanjang permasalahan ini. Cukuplah sebagai renungan bagi kita bahwa telah digelar berbagai seminar dan diskusi tentang masalah ini, semunya menegaskan kebulatan bahwa bunga Bank konvensional adalah riba yang diharamkan Allah[5]. Bahkan dalam muktamar pertama tentang perekonomian Islam yang digelar di Mekkah dan dihadiri oleh tiga ratus peserta yang terdiri dari ulama syari’at dan pakar ekonomi internasional, tidak ada satupun di antara mereka yang menyelisihi tentang haramnya bunga Bank.

Sebagai faedah, kami akan menyebutkan beberapa fatwa dan muktamar besar yang menyimpulkan haramnya bunga Bank:

  • Keputusan muktamar kedua Majma’ Buhuts Islamiyyah di Kairo pada bulan Muharram tahun 1385 H/Bulan Mei tahun 1965 M dan dihadiri oleh para peserta dari tiga puluh Negara.
  • Keputusan muktamar kedua Majma’ Fiqih Islami di Jeddah pada 10-16 Rabi’ Tsani 1406 H/22-28 Desember 1985 M.
  • Keputusan Majma’ Robithoh Alam Islami yang diselenggarakan di Mekkah hari sabtu 12 Rojab 1406 H sampai sabtu 19 Rojab 1406 H.
  • Keputusan muktamar kedua tentang ekonomi Islami di Kuwait pada tahun 1403 H/1983 M.
  • Keputusan Majma’ Fiqih Islam di India pada bulan Jumadi Ula 1410 H.[6]
  • Setelah menukil ijma’ ulama tentang masalah haramnya bunga bank, DR. Ali bin Ahmad As-Salus mengatakan:

“Dengan demikian, maka masalah bunga bank menjadi masalah haram yang jelas dan bukan lagi perkara yang samar, sehingga tidak ada ruang lagi untukperselisihan dan fatwa-fatwa pribadi”.[7]

Setelah konsensus ini, maka janganlah kita tertipu dengan berbagai syubhat (kerancuan) sebagian kalangan[8] yang berusaha untuk membolehkan riba Bank, apalagi para ulama telah bangkit untuk membedah syubhat-syubhat tersebut.[9]

BEKERJA DI BANK

Bila kita ketahui bahwa Bank adalah tempat riba yang diharamkan dalam Islam, maka bekerja di Bank hukumnya adalah haram, karena hal itu berarti membantu mereka dalam keharaman dan dosa, atau minimalnya adalah berarti dia ridho dengan kemunkaran yang dia lihat. Allah berfirman:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.

(QS. Al-Maidah: 2)

Ayat ini merupakan kaidah umum tentang larangan tolong menolong di atas dosa dan kemaksiatan. Oleh karenanya, para ahli fiqih berdalil dengan ayat di atas tentang haramnya jual beli senjata pada saat fitnah, jual beli lilin untuk hari raya Nashoro dan sebagainya, karena semua itu termasuk tolong menolong di atas kebathilan.

Lebih jelas lagi, perhatikan bersamaku hadits berikut:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

Dari Jabir berkata: Rasulullah melaknat orang yang memakan riba, wakilnya, sekretarisnya dan saksinya. (HR. Muslim 4177)

  • Imam Nawawi berkata: “Hadits ini jelas menunjukkan haramnya menjadi sekretaris untuk riba dan saksinya. Hadits ini juga menunjukkan haramnya membantu kebathilan”.[10]

Para ulama kita sekarang telah menegaskan tentang tidak bolehnya menjadi pegawai Bank, sekalipun hanya sebagai satpam. Kewajiban baginya adalah menghindari dari laknat Allah dan mencari pekerjaan lain yang halal, sesungguhnya Allah Maha luas rizkiNya.[11]

BOLEHKAH MENYIMPAN UANG DI BANK?

Pada asalnya menyimpan uang di Bank hukumnya tidak boleh karena hal itu termasuk membantu kelancaran perekonomian riba yang jelas hukumnya haram, sebab uang tersebut akan digunakan oleh Bank untuk memberikan pinjaman kepada orang lain dengan riba. Oleh karena itu, maka pada asalnya setiap muslim harus putus hubungan dan thalak tiga dengan Bank. Hanya saja, pada zaman sekarang terkadang seorang tidak bisa menghindari diri dari Bank, sehingga para ulama membolehkannya apabila dalam keadaan dharurat sekali dan tidak ada cara lain untuk menyimpan hartanya.

Dari sini, dapat kita katakan bahwa orang yang menyimpan uang di Bank tidak keluar dari dua keadaan:

Pertama: Orang yang ingin membungakan dan mengembangkan hartanya dengan jalan riba. Tidak ragu lagi bahwa orang ini telah terjatuh dalam keharaman dan terancam dengan peperangan Allah dan rasulNya. Lantas, siapakah yang menang jika berhadapan dengan Allah dan rasulNya?!

فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ

Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. (QS. Al-Baqoroh: 279)

Kedua: Orang yang ingin menyimpan hartanya agar aman. Hal ini terbagi menjadi beberapa keadaan:

1. Apabila ada tempat lain atau bank Islam yang bersih dari riba untuk penyimpanan secara aman, maka tidak boleh dia menyimpan di bank konvensional karena tidak ada kebutuhan mendesak dan ada pengganti lainnya yang boleh.

2. Apabila tidak ada bank Islami yang bersih dari riba atau tempat aman lainnya padahal dia sangat khawatir bila harta tersebut akan dicuri atau lainnya, maka hukumnya adalah boleh karena dharurat. Hal ini berbeda-beda sesuai keadaan manusia. Artinya, tidak semua orang terdesak untuk menyimpan uangnya di Bank. Maka hendaknya seorang bertaqwa dan takut kepada Allah, janganlah dia meremehkan dengan alasan dharurat padahal tidak ada dharurat sama sekali sebagaimana banyak dilakukan oleh kebanyakan kaum muslimin.[12]

MEMANFAATKAN BUNGA BANK

Kalau kita katakan bahwa boleh menabung di Bank dalam kondisi dharurat, maka tentu saja akan muncul pertanyaan: Apa yang kita perbuat dengan bunga (baca: riba) yang diberikan Bank kepada tabungan kita?!

Kami katakan: Ada beberapa kemungkinan apa yang kita lakukan terhadapnya:

1. Mengambilnya dan memanfaatkannya seperti uang pokok.

2. Membiarkannya untuk Bank agar dimanfaatkan sesuka Bank.

3. Mengambilnya lalu merusaknya.

4. Mengambilnya lalu memberikannya kepada fakir miskin atau untuk keperluan umum bagi kemaslahatan kaum muslimin

5. Mengambilnya dan memberikannya kepada orang yang dizhalimi oleh Bank dengan riba.

Pendapat yang paling mendekati kebenaran -menurut kami- adalah pendapat keempat yaitu mengambilnya dan memberikannya kepada fakir miskin atau keperluan umum bukan dengan niat sedekah tetapi untuk membebaskan diri dari uang yang haram. Inilah pendapat yang dipilih oleh para ulama seperti Lajnah Daimah[13], al-Albani[14], Musthofa az-Zarqo dan lain sebagainya[15].

SOLUSI DAN SERUAN

  • Setelah keterangan singkat di atas maka sudah semestinya bagi kaum muslimin, khususnya kepada para pemimpin[16] untuk mengingkari bersama praktek riba yang berkembang di Bank dan berusaha untuk mendirikan Bank-Bank Islam yang bersih dari riba dan sesuai dengan undang-undang syari’at Islam yang mulia, atau memperbaiki bank-bank Islam yang sudah ada karena masih disinyalir oleh banyak kalangan belum bersih dari praktek riba dan belum memadai pelayanannya di semua penjuru kota.
  • Sungguh keji keji ucapan seorang bahwa tidak ada Bank kecuali dengan bunga dan tidak ada kekuatan ekonomi Islam kecuali dengan Bank[17]. Ini adalah kedustaan nyata, sebab sepanjang sejarah Islam berabad-abad lamanya, perekonomian mereka stabil tanpa Bank Riba.
  • Sekali lagi, kami menghimbau kepada para ulama, para pemimpin, para ahli ekonomi, para pedagang besar untuk berkumpul dan mendiskusikan masalah ini dengan harapan agar Bank-Bank Islam yang bersih dari kotoran riba akan banyak bermunculan di Negeri kita tercinta sehingga kita tidak lagi membutuhkan kepada bank-bank riba. Dan kewajiban bagi setiap muslim untuk bahu-membahu mendukung ide tersebut agar mereka selamat dari jeratan riba yang menyebabkan murka Allah.

disusun oleh:

Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi

DAFTAR REFERENSI

1. Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh fil Fiqih Al-Islami karya DR. Muhammad Utsman Syubair, cet Dar Nafais, Yordania, cet keenam tahun 1427 H.

2. Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh karya Sa’aduddin Muhammad Al-Kibbi, cet Maktab Islami, Bairut, cet pertama 1423 H.

3. Ar-Riba fil Mu’amalat Al-Mashrofiyyah Al-Mu’ashiroh karya DR. Abdullah bin Muhammad As-Saidi, cet Dar Thoibah, KSA, cet kedua 1421.

4. Qodhoya Fiqhiyyah Mu’ashiroh karya Muhammad Burhanuddin, cet Darul Qolam, Bairut, cet pertama 1408 H.

5. Fawaidul Bunuk Hiya Riba Al-Harrom karya DR. Yusuf al-Qorodhawi, cet Muassasah Ar-Risalah, Bairut, cet kedua tahun 1423 H.

6. Dan lain-lain.


[1] Al-Mashorif wa Buyutu Tamwil Islamiyyah karya Ghorib al-Jamaal hlm. 23, Al-Muamalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh karya DR. Muhammad Utsman Syubair hlm. 252-253, Ar-Riba wal Mu’amalat Al-Mashrofiyyah karya Umar Al-Mutrik hlm. 309.

[2] Al-Bunuk Al-Islamiyyah Baina Nadhoriyyah wa Tathbiq hlm. 37-39 karya DR. Abdullah bin Ahmad ath-Thoyyar, Al-Mu’amalat Al-Maaliyah Al-Mu’ashiroh hlm. 253-254 karya Sa’aduddin Muhammad Al-Kibbi, Al-Jami’ fi Fiqhi Nawazil 1/92 karya Shalih bin Abdillah al-Humaid.

[3] Lihat Al-Ifshoh Ibnu Hubairah 1/326, Syarh Muslim an-Nawawi 4/93-94, Az-Zawajir Al-Haitsami 1/222, Al-Muqoddimat wal Mumahhidat Ibnu Rusyd 2/503.

[4] Al-Hawii Al-Kabir 5/74.

[5] Lihat kitab Syaikh DR. Yusuf Al-Qorodhowi yang berjudul “Fawaidul Bunuk Hiya Riba Al-Harom” (Bunga Bank Adalah Riba Yang Haram), cet kedua 1421 H, Muassasah Ar-Risalah, Bairut.

[6] Lihat teks-teks keputusan tersebut dalam Fawaid Bunuk Hiya Riba Muharrom hlm. 106-122 karya Yusuf Al-Qorodhowi

dan Fiqih Nawazil oleh al-Jizani 3/136-145.

[7] Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh fi Dhoui Syari’ah Islamiyah hlm. 36, dinukil juga oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam risalah Ar-Riba hlm.31-32.

[8] Lihat kitab Al-Ashroniyyun hlm. 259-261 oleh Muhammad Hamid an-Nashir dan Manhaj Tasir Al-Mu’ashir hlm. 152-161 oleh Abdullah bin Ibrahim ath-Thowil.

[9] Lihat bantahan syubhat-syubhat masalah ini dalam Ar-Riba fil Mu’amalat Al-Mashrofiyyah Al-Mu’ashiroh karya DR. Abdullah bin Muhammad as-Saidi dan Taudhiful Amwal Bainal Masyru’ wal Mamnu’ oleh DR. Abdullah bin Muhammad ath-Thoyyar hlm. 64-75.

[10] Syarh Shohih Muslim 11/26.

[11] Lihat Fatawa Ulama Baladil Haram hlm. 1187-1193 kumpulan DR. Khalid al-Juraisi, Fatawa Al-Ahum wal Bunuk hlm. 53 kumpulan Abdurrahman asy-Syitri, Fatawa Lajnah Daimah 13/344 kumpulan Ahmad ad-Duwaisy.

[12] Lihat Ar-Riba fil Mu’amalat Al-Mashrofiyyah Al-Mu’ashiroh 2/923-959 oleh DR. Abdullah bin Muhammad as-Sa’idi, Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh hlm. 267 oleh Sa’aduddin Muhammad al-Kibbi, Qodhoya Fiqhiyyah Muashiroh hlm. 16-18 oleh Muhammad Burhanuddin, Mu’amalat Bunuk Al-Haditsah hlm. 49 oleh DR. Ali As-Salus, Fatawa Lajnah Daimah 13/346-351.

[13] Lajnah Daimah adalah lembaga fatwa di Saudi Arabia, diketuai oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz, anggota: Abdullah al-Ghudayyan, Shalih al-Fauzan, Abdul Aziz Alu Syaikh, Bakr Abu Zaid. (Lihat Fatawa Lajnah Daimah 13/354).

[14] Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani pernah menulis surat kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz berisi pembahasan tentang uang riba yang disimpan di bank-bank. Beliau berkesimpulan bahwa uang-uang tersebut boleh untuk digunakan dalam kebaikan-kebaikan selain makan, minum dan pakaian. Dan digunakan dalam hal-hal yang akan habis seperti bensin, kayu baker, memperbaiki WC dan jalan umum serta mencetak kitab…Syaikh Ibnu Baz akhirnya menulis jawaban yang berisi bahwa beliau setuju dengan pendapatnya. (Al-Imam Al-Albani Durusun wa ‘Ibar hlm. 258 karya Syaikh DR. Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan).

[15] Lihat Qodhoya Fiqhiyyah Mu’ashiroh hlm. 26-27 oleh Muhammad Burhanuddin, Al-Muamalat Al-Maliyah Al-Mua’shiroh hlm. 276-286 karya Sa’aduddin Muhammad al-Kibbi).

[16] Alangkah bagusnya ucapan Imam Al-Mawardi: “Adapun muamalat yang munkar seperti zina dan transaksi jual beli haram yang dilarang syari’at sekalipun kedua belah pihak saling setuju, apabila hal itu telah disepakati keharamannya, maka kewajiban bagi pemimpin untuk mengingkari dan melarangnya serta menghardiknya dengan hukuman yang sesuai dengan keadaan dan pelanggaran”. (Al-Ahkam As-Sulthoniyyah hlm. 406).

[17] Ini adalah ucapan penasehat ekonomi, Ibrahim bin Abdillah an-Nashir dalam kitabnya Mauqif Syari’ah Islamiyyah Minal Mashorif hlm. 1. Kitab ini telah diingkari secara keras oleh Majma’ Fiqih Islam dalam Muktamar di Mekkah hari Sabtu Shofar 1408 H, dan dibantah oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majalah Robithoh bulan Syawal 1407 H dan Syaikh Muhammad Rosyid al-Ghufaili dalam kitab Nutaful Ma’arif fir Roddi ‘ala Man Ajaza Riba Al-Mashorif, cet Darul Wathon.

sumber : http://pengusahamuslim.com/ada-apa-dengan-bank-konvensional

You May Also Like

49 Comments

  1. Mohon di sajikan/dipaparkan bagaimana perekonomian di negara2 Islam seperti Saudi Arabia atau Mesir. Apakah tidak ada Bank?
    Kalau ada Bank di negara2 Islam apa saja yang dilakukan oleh Bank tersebut. Terima Kasih…

    kalau mau mencontoh bank yang sesuai syariat, contoh bank Arrajhi yang ada di saudi,.

  2. jadi sebaiknya sebagi seorang muslim yg taat dmn kan sebaiknya kita menyimpan harta kita ?

    Terimakasih mas farid,
    Dimana menyimpan harta kita, jika itu bisa disimpan di rumah, maka simpan dirumah saja, namun jika itu malah membahayakan,
    BOLEHKAH MENYIMPAN UANG DI BANK?

    Pada asalnya menyimpan uang di Bank hukumnya tidak boleh karena hal itu termasuk membantu kelancaran perekonomian riba yang jelas hukumnya haram, sebab uang tersebut akan digunakan oleh Bank untuk memberikan pinjaman kepada orang lain dengan riba. Oleh karena itu, maka pada asalnya setiap muslim harus putus hubungan dan thalak tiga dengan Bank. Hanya saja, pada zaman sekarang terkadang seorang tidak bisa menghindari diri dari Bank, sehingga para ulama membolehkannya apabila dalam keadaan dharurat sekali dan tidak ada cara lain untuk menyimpan hartanya.

    dan bagaimana hukumnya bekerja di bank bila kita kesulitan mencari pekerjaan selain tmpt kita bekerja sekarang, apalagi faktor usia yg sdh tidak mendukung untuk beralih pekerjaan ?

    Pekerjaan yang halal masih sangat banyak, dan kita juga bisa menyaksikan sendiri orang bekerja bukan di bank diusia yg tua, bahkan sangat tua,.
    Hendaklah kita takut dengan ancaman Allah tentang dosa riba, bahwa sekecil2nya dosa riba itu seperti kita berzina dengan ibu kita sendiri,. silahkan dibaca postingan tentang dosa riba itu lebih buruk dari zina, baca disini

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

    “Pada malam Isra’ aku mendatangi kaum yang perutnya seperti rumah. Di dalamnya terdapat banyak ular yang bisa dilihat dari luar perut mereka. Lalu aku bertanya, ‘Siapakah mereka itu, Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah para pemakan harta riba.’” (Al-Musnad, 2/363 dan Ibnu Majah, 2273)

    bagaimana cara yg tepat keluar darilingkaran riba itu

    cara yang tepat ya keluar dari lingkaran riba tersebut,.. mumpung nyawa masih dibadan,

  3. penjelasan bank konvensional nya ada ga? buat tugas sekolah nih……. bagi info nya, terimakasih.

    Terimakasih mba,
    Penjelasan bank konvensional? ya bank konvensional adalah sarana riba, orang yang bekerja disitu memanen dosa riba, dan dosa riba itu bukan dosa kecil lho, silahkan baca postingannya disini, BAHAYA RIBA,. dosanya bagaikan menzinai ibu sendiri,. ngeri kan? baca disini

  4. Perbedaan mendasar pada Bank Konvensional dan Bank Syariah adalah pada akad dan tujuan penggunaan dananya.

    Pada Bank Syariah akad yang digunakan adalah akad murabahah dan wakalah dengan kata lain Bank mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang modal kerja atau investasi dan tidak diperbolehkan untuk dikonsomsi dengan kata lain Bank menjual barang kepada nasabah sesuai dengan akad yang telah disepakati.

    Sedangkan pada prakteknya tujuan penggunaan dana ini seringkali disalahgunakan bahkan diluar ketentuan akad pembiayaan, karena mau tidak mau kedua pihak saling membutuhkan.

    Dan masih banyak hal lain yang walaupun terkesan sepele tapi tetap saja mendekati riba, belum lagi sebagian Bank Syariah di Indonesia dengan produk Kredit angsuran berjangkanya menerapkan sistem pembayaran flat sinuitas dimana pokok dan margin yang dibayar setiap bulannya tidaklah sama, margin lebih besar dibandingkan pokok untuk angsuran awal, ditambah lagi pinalti untuk nasabah yang mengajukan pelunasan.

    Tak tanggung-tanggung biasanya pihak Bank menetapkan tiga kali angsuran untuk pelunasan kredit sebelum selesai jangka waktu ditambah dengan sisa pokok

    Terimakasih mas riko atas tambahannya,

  5. Anda sendiri mengatakan bahwa seseorang tidak berhak mengambil hukum jika ia tidak mengetahui sesuatu gambaran dari objek tsb.

    Sejauh mana anda mengetahui tentang bank konven?

    Apakah anda merasa anda cukup tahu dengan bank konven? Apakah anda tahu klo semua bisnis bank konven itu riba? Berarti anda blum bisa asal bicara dulu.

    Anda pikir semua produk bank konven itu riba?

    Anda jgn asal klo tak mrngerti, anda harus tahu, produk bank konvrn itu tidak semuanya riba.

    Sy setuju bunga itu riba, tapi tidak semua produk bank konven itu berbunga.

    Jika anda penasaran dan ingin tahu, silahkan hub sy untuk diskusi, kecuali jika anda merasa sangat pintar…

    rhyo.v.v@gmail.com

    Silahkan anda kemukakan yang tidak riba tersebut, bagaimana sistemnya, diskusi disini

  6. Saya di marahi orang tua saya habis-habisan karena saya tahu akan hukum riba bank dan keluar dari perusahaan bank tersebut.

    Apakah saya durhaka kpd orang tua saya ?

    Karena orang tua saya tidak faham hukum riba dan sepertinya tidak mau faham walau bagaimana pun caranya saya memberi tahu mereka.

    Bahkan saya sampai sakit hati ketika mereka mengatakan “Kerja saja di Mesjid biar ga dosa”. Benar-benar membuat saya frustasi.

    Apakah keputusan saya keluar dari pekerjaan bank konvensional itu sudah tepat ?

    Keputusan anda sudah betul, dan tidak termasuk durhaka kepada orang tua,
    Namun menjelaskan kepada orangtua dengan cara yang baik, orang tua tidak paham apa itu riba, jadi menjelaskan kepada orangtua dengan alasan lain yang intinya anda tidak betah disitu, ini mungkin lebih bisa diterima oleh ortu anda,

  7. maaf ya mas. sy mah orang yg sangat awam sekali ttg dunia perbankan…cma tau namanya aza BANK=Tmpat mnyinpan Uang lbih amn..
    yg sy ingin tnykn..insya Allah calon istri sy…tu mnynmpn uangx di BCA..BCA dsna ada praktekx ribanya gk y mas??
    mkasih mas admin..

    Itu bank ribawi, penuh praktek riba,.
    Jika memang disimpan di rumah kurang aman karena jumlahnya yang sangat besar, bisa disimpan di bank , tapi jangan pernah memakan bunga bank tsb, karena itu adalah riba, bagaimana cara menyalurkan uang riba? silahkan baca ulasannya disini

    1. makasih ya mas..
      maaf mas..sy sering repotin mas admin..kalo sy sring tny2 di blog ini..
      mksih bnyk ats pncerahannya mas..mohon doa’y y mas sy sbntr lgi ingin menikah..
      mohon do’a sgla klncaran urusan sy..
      smga mas admin sllu dksih rahmat Allah yg sgt luas..teruskan berkaryanya ya mas admin..aamiin

      Oh, mau nikah ya,. mudah2an saja menjadi pernikahan yang diberkahi,.
      Ini ada postingan tentang syarat2 sahnya pernikahan, silahkan klik disini

      Buat tambahan juga, jangan sampai pernikahan yang suci ini terkotori, apa penyebabnya? banyak dilakukan saat pesta pernikahan, silahkan baca ulasannya disini

      Aamiin,.
      Jazakumullahu khairan atas suport dan doanya,

      1. Asslmkm..
        mas mau nanya dulu sya waktu nikah uangy dpt pinjem ke bank..

        dlu sya tdk trllu pham dengn nmay riba..

        yg mo sy tnyakn sah kh prnikahn sya itu

        Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
        Nikahnya SAH jika syarat sah nikah terpenuhi
        Adapun dosa RIBA maka anda wajib bertaubat dari riba yang dulu dilakukan,

    2. Kalau terus menyimpan uang di Bank, kapan Bank Ribawi nya tutup.. yg tegas aja Mas… thank you

      Kalau DARURAT boleh, atau sekedar untuk transfer, hanya memudahkan melakukan pembayaran,. itu tidak masalah,.

  8. Assalamualaykum wr.wb
    sy seorg pegawai bank..
    sy sebenarnya sdah pengen skali kluar dari pekerjaan ini..
    tpi sy msih trikat kontrak 6 bulan lagi,,
    apabila sy kluar sebelum masa kontrak berakhir, maka akan dikenakan penalti/denda yg lumayan besar,,

    sy bingung ….
    ap yg harus sy lakukan,, mohon pencerahannya,,,

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    Terimakasih hadi,. alhamdulillah anda diberikan kesadaran ingin keluar dari lingkaran riba,.
    Jawaban pertanyaan anda, silahkan baca postingan ini

    1. terima kasih nasehatnyaa,,,,
      smoga sy bs istiqamah utk bs keluar dari pkerjaan tsb,,
      mohon bimbingannyaa,,

      Mudah2an Allah beri kekuatan, berikan hidayah taufik kepada anda untuk bisa segera lepas dari belenggu riba,.

  9. Pertanyaan saya. Kalau haram berarti muslim tidak boleh bekerja di bank konvensional dan turunannya seperti kantor akuntan publik, bank sentral, OJK, bursa dan sebagainya. Dalam kondisi umat seperti sekarang bagaimana mengatasi dampak meluasnya jika pekerjaan-pekerjaan itu dilarang dilakukan umat islam.

    Terimakasih mas indra,.
    Ya, muslim tidak boleh bekerja di tempat-tempat yang berkutat dengan riba, sebab riba itu haram,. apapun nama perusahaannya, apapun instansinya,
    Riba adalah haram, maka kerja ditempat riba itu haram,.

    Salah satu musibah yang menimpa negeri kita, banyaknya profesi-profesi dan usaha-usaha yang haram, makanya Allah timpakan musibah dimana-mana,.
    Pekerjaan yang halal masih sangat banyak,. kenapa milih bekerja yang haram?
    Hasil sedikit tapi halal, itu jauh lebih baik dari hasil banyak tapi haram,.

    Apakah dengan keluarnya umat islam dari pekerjaan haram tersebut akan membuat semakin banyaknya pengangguran?? tidak, selama dia mau berusaha, bekerja dengan hasil yang halal,.

    Jadi jangan takut, meninggalkan pekerjaan haram karena mengharap ridha Allah, maka akan Allah balas dengan rizki yang lebih baik,..
    Contoh pekerjaan haram lain adalah rokok, dari petaninya, hingga penjual rokok, hasil dari rokok itu haram,. dan indonesia sebagian besar penduduknya muslim dan merokok,.. ga heran,. banyak musibah menimpa indonesia,.

  10. Assalamu’alaikum wr.wb

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mas admin, terima kasih atas penjelasannya, ada yang ingin ana tanyakan mengenai riba, tapi pertanyaan ini bukan bermaksud untuk mencari pembenaran tentang riba ya mas. Jadi kita semua paham kalau riba itu haram karena secara harfiah artinya adanya unsur penambahan yang mendzalimi orang. Islam menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Yang ingin saya tanyakan mas :

    1. Apakah serendah-rendahnya bunga yang tidak mendzalimi orang juga termasuk haram hukumnya?

    terimakasih mas wahyu, riba walaupun cuma 1 rupiah, itu tetap riba,. dan riba itu PASTI mendzalimi pelakunya, dirinya, orang yang diajak transaksi riba, tukang catatnya, juga saksinya,..dosanya SAMA,. bagaimana hal ini dikatakan tidak mendzalimi?

    2. Apakah boleh jika ada penjual yang menjual barang dagangannya diatas harga umum karena tidak ada saingan penjual lain?

    Jual beli itu halal,. jadi keuntungan berapapun yang ditargetkan, silahkan,.selama tidak menjatuhkan harga pasaran, dan masyarakat memang mengetahui keumuman harga tersebut,. bukan karena masyarakat tidak tahu harga, lalu ada penjual yang memanfaatkan ketidaktahuan ini dengan menaikan harga demi meraih keuntungan yang tinggi, maka ini tidak boleh,.

    3. Apakah kredit rumah, motor, mobil, dan alat2 elektronik lain termasuk haram hukumnya?

    Jika dilakukan dengan praktek riba, maka yang haram itu praktek ribanya, tentu barang yang didapatkan dengan cara haram, maka tidak akan membawa kebaikan kepada pemiliknya,.

    4. Lalu adakah solusi alternatif jika ingin membeli hal yang diatas tadi dengan sistem cicilan?

    Solusinya?
    Tawakkal kepada Allah

    Terima kasih, mohon penjelasannya ya.

    sama-sama.. mudah2an penjelasan diatas bisa dipahami

  11. assalamualaikum

    sy punya kasus, kk (wanita) sy sering bekerja sbg pedagang , beliau berdagang komoditas terkadang barang kebutuhan sprti kulkas.. beliau membeli barang ke kota seharga 21rb namun beliau menjualnya di desa seharga 27rb namun bisa dicicil tiap hari atau 30rb tetapi bisa dibayar blan depan.. akad jual beli jelas di dpan tentang harga.. apakh hal tersebut tergolong riba atau jual beli bentuk qardh yg syar’i

    mohon penjelasannya
    wassalam

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    Itu bukan riba, jika cash bayar 27rb, jika dicicil atau tempo dibayar tetap 27rb,. Dan tidak ada bunga atau kelebihan pembayaran jika ternyata tidak bisa menyicil tepat waktu,. jika ada kelebihan pembayaran, maka itu adalah riba,.

    Atau jika kalau tempo bayarnya 30 ribu maka itu riba, karena menjual dengan dua harga, lontan 27 rb , tempo 30 rb

  12. assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
    penjelasannya bagus..
    saya ingin bertanya, sy ingin bekerja di sebuah server pulsa sbg CS yg jg mengawasi deposit orang yg melalui transfer bank konvensional(yg sy berpendapat bhwa ini bank ribawi) , apakah sy berdosa krn sy scr langsung mnjadi saksi akad jual beli pulsa yg pihak ketiganya bank… mohon jawabannya

    wassalam

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Utk server pulsa itu adalah dagang, jualan, dan bank hanya sebagai sarana deposit saja,.
    Tidak mengapa selama anda tidak mengambil sedikitpun dari bunga bank yang ada,. sebagaimana bolehnya kita mentransfer uang via bank,

    1. jadi bekerja sebagai CS perusahaan server pulsa tidak apa2 mas, namun uang transferan dari agen itu kn otomatis masuk ke rekening pemilik di bank ribawi yg nantinya dimutasi, dan mungkin gaji dibayar dr sana, sy memang tidak mengurusi bagian akuntan, hanya saja saya seorang monitoring deposit yg hanya bertugas jika mutasi masuk memasukkan saldo pulsa ke agen..
      niat sy jika gajian ingin membersihkan gaji tsb 5-10% apakah hal tsb membersihkan sisa2 riba yg subhat

      anda bisa printout atau cek sendiri berapa bunga bank nya,. nah itu dikeluarkan, tapi bukan sebagai infak, kan sangat mudah diketahui berapa bunga yang ada,.
      Adapu jika ingin infak, maka tidak boleh dari uang riba atau bunga tersebut, tapi murni dari uang yang bebas riba,.dan itu mudah diketahui, jika kita printout tabungan kita,.

  13. assalamualaikum

    saya sering melakukan kajian tentang riba baik otodidak dan mengikuti ceramah, sy jg background mahasiswa ekonomi, sy pernah mendengar ulama yg mengatakan bahwa uang kertas adalah suatu riba yg batil, penipuan dan tidak memiliki nilai intrinsik..

    dan sy pun meneliti sesuai kapasitas sy krn ulama tsb memerinthkn jgn bertaqlid kcuali setelah mndengarnya diteliti, dan saya pun menelitinya baik dr sejarah uang kertas, pendapat ilmuan ekonomi awal sperti shakespare di merchant of venice, dan keadaan rakyat berdasar currency, serta mempelajari sejarah uang era pertengahan…

    dan sy membuktikan bhwa ucapan sang ulama tdk bisa dibantah bhwa uang kertas memang akar dr riba sesungguhnya..

    pertanyaam sy jika.

    memang uamg kertas riba apakah majority ummat telah terjeremban di kubangan riba, ulama tsb memberi solusi menggunakan dinar dan dirham atau komoditas yg memiliki nilai intrinsik ,

    beliau jg mempelopori berdirinya desa muslim yg menghindari segala yg berbentuk riba dan syirik, akankah allah akan menghukum kita terhadap dosa yg diluar kemampuan kita

    syukran

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.

    Terimakasih mas,. sudah komentar disini,.
    Apakah uang dinar dan dirham itu bebas riba?
    Untuk menambah wawasan anda, sebaiknya anda pelajari sejarah uang dinar dan dirham, itu adalah mata uang bukan dari islam, dan sudah ada sebelum Rasulullah diutus,, silahkan klik disini

    Apakah tidak riba itu ada pada uang kertas? eit…jangan salah, dinar dan dirham pun bisa terkena riba,. silahkan klik disini

  14. Assalamualaikum,

    Bagaimana hukumnya bila kita ingin keluar dari bank, tapi kita masih punya hutang di bank tersebut. Akan tetapi sebenar nya kita punya jaminan atas hutang tersebut berupa rumah.
    Dan Orang tua menentang resign karena takut bank akan menagih terus. tapi saya sudah tidak tenang di bank, dan berencana kabur dan memulai wirausaha.

    Orang tua selalu bearalasan ridho Allah, adalah ridho Orang tua. Sedangkan Rasulullah sudah bersabda Bahwa Allah melaknat pemakan riba. Mana yang harus saya dahulukan. Perintah Rasulullah Berhijrah dari riba atau kedua orang tua untuk menafkahi keluarga?

    Wasalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih nanda,.
    Utang di bank, segera dilunasi, bila ada harta yang bisa dijual,maka tidak mengapa dijual utk melunasi utang tersebut agar segera terbebas dari riba,.

    Keluar dari pekerjaan haram seperti di bank ribawi, itu hal yang mulia, niatkan meninggalkan pekerjaan riba itu karena Allah, pasti akan Allah beri ganti yang lebih baik,.
    Bagian terkecil dari riba itu seperti dosa seorang anak berzina dengan ibunya sendiri,. lihat disini ulasannya

    Betul keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua, tapi dalam hal yang baik-baik saja,.
    Allah tidak ridha kepada praktek Riba, maka jika orangtua tidak ridha anda keluar dari praktek riba, maka sikap orangtua yang seprti itu justru yang salah, tidak ridha terhadap yang Allah ridhai,. Allah ridha jika anda keluar dari kungkungan riba, lalu orangtua anda malah tidak ridha, ini suatu kesalahan,.

    Tapi mas tetap bersikap baik dengan ortu, sampaikan alasan anda dgn lemah lembut, bilang ke ortu, Allah ridha jika saya meninggalkan praktek riba, karena riba itu dosa besar, bahkan dosa riba itu lebih besar dari dosa pezina, lebih besar dari dosa melacur, jadi orang yang bekerja di bank ribawi, itu dosanya lebih besar dari pelacur,. penghasilan dari bank adalah haram,. coba mba sampaikan ke ortu dengan lemah lembut,.

    1. Sebelumnya saya ikhwan… hehehe… Nah itu permasalahannya . Saya Laki-laki kadang menyampaikannya keras. Keinginan saya. saya keluar dulu dari bank. sambil cari rejeki yang lebih baik. Soal Hutang Di Kantor. Sudah ada rumah, urusan nanti terjual atau ternyata di Lelang biar Allah yg nentukan. Even sudah 4 bulan saya pasang iklan di Internet dan di Rumah masih belum ada yg bersepakat beli.

      Kalau saya tetap kerja di bank, kecil kemungkinan saya bisa dapet kerja lain atau bisa memulai usaha. Pelik memang ya. Ketika mengatakan ini seperti, dianggap pasti ekstrem, keras. Islam itu gak begitu, itu kata orang tua. Padahal dari segi ketaatan Sahabat Rasulullah, ketika bersabda melaknat pemakan riba. Bukan kah Sahabat-sahabat Beliau langsung mematuhinya. Apapun konsekuensinya.

      Padahal jelas, jelas. Sistem Uang Kertas ini memang bikinan The Fed. Masya Allah. namun bukan berarti kita menghindari bertransaksi dengan uang kertas.

      Masalah ribanya itu bukan karena sistem uang kertasnya, tapi asli di praktek ribanya, cuma diganti istilahnya menjadi BUNGA,.

      Dalam pikiran saya, saya berkeinginan keluar dulu. (Resiko kantor pasti bakal ngejar ngejar saya, teman2 kantor juga bakal kecewa sama saya) Sambil cari kerja dan usaha. Soal Rumah terjual. Saya masih menumbuhkan keyakinan, Allah pasti nolong. Tapi kalo saya tetap di bank, saya nggak yakin Allah bakal nolong.

  15. assalamualaykum
    saya bingung,,, ad yg berpendapat tdk mengapa bekerja di bank,,” smpai mendapatkan pekerjaan yg lain,,,
    itu gmna ??
    terima ksih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Yang ada adalah perintah utk segera melepaskan diri dari jeratan riba,
    Jika bisa keluar dari bank tanpa harus membayar , maka lebih baik keluar, dan cari pekerjaan lain,.
    Dengan keluar dari bank, maka dorongan untuk segera mencari pekerjaan lain akan lebih besar,

    Ingat, usia kita Allah yang tahu, besok kita masih hidup atau tidak, kita tidak tahu, jangan sampai kita meninggal sementara masih berkecimpun di dunia riba

  16. assalamu alaikum wr wb.

    sy ingin bertanya, sy kerja dsuatu bank bumn bgian mesin edc (mesin gesek) kartu debit dan kredit..

    sdgkn ketntuan dtempat kerja sy nasabah yg memiliki mesin gesek tersebut dikenakan biaya mdr alias cas 1.8 sampai 2% untuk kartu debit maupun kredit untk mesin tersebut nah bagaimana menurut bapak/ibu mengenai tersebut apkah pkerjaan sy masuk kategori riba atau bagaimana?? trmks banyak sebelumnya.
    wassalamu alaikum wr wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih Romi,.
    Anda termasuk tolong menolong dalam bank tersebut,. masuk katagori riba juga,
    Sebaiknya anda segera mencari pekerjaan halal , jangan betah kerja ditempat riba,. sebab, dosa riba lebih besar dari dosa zina,.silahkan klik disini ulasannya

    Baca kisah wanita manager bank yang memilih keluar, karena takut ancaman Allah bagi pemakan riba, silahkan klik disini

  17. assalamualaikum,
    bagaimana hukum krja sbg call centre di bank konvensional ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Penghasilannya haram, lebih baik keluar dari pekerjaan tersebut,.

    Masih banyak pekerjaan yang halal,.
    Bekerja di tempat riba, itu lebih buruk dari melacur,. bahkan dosa terkecil dari riba adalah seperti dosa seorang anak yang berzina dengan ibunya,. baca postingannya disini

    Allah pun mengumumkan perang dengan pemakan riba, baca postingannya disini

    Jangan terpukau dengan pakaian keren karena bekerja di bank,. padahal hakekatnya itu bukan kehormatan,. bahkan lebih jelek dari pelacuran, silahkan baca disini

  18. Assalamualaikum,
    apakah meminjam uang dengan jaminan itu termasuk riba?
    orgtua saya seorg pns, dulu ayah meminjam uang di bank konvesional dengan jaminan sk pns nya untuk membiayai kuliah saya dan adik2 saya, akan tetapi beliau meninggal saat kami masih keadaan sekolah, dan akhir nya ibu yang melanjutkan peminjaman uang dgn sk pns nya, apakah kami semua memakan uang riba?
    apakah ayah saya termasuk org yg meninggal dgn meninggal kan hutang?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Yang riba itu bukan karena jaminannya,.
    Yang riba itu adalah BUNGA BANK nya,.
    Jadi uang yang dipinjamnya tidaklah riba, tidaklah haram, yang haram itu bunga , dan denda jika terlambat mbayar,.

  19. Assalamu’alaikum wr.wb Pak

    Dari pembahasan diatas, dibolehkan transfer uang lewat Bank Dengan Ongkos pengiriman.

    Tapi bagaimana Hukumnya Kalau transfer uang lewat Bank Riba tapi GRATIS ONGKOS PENGIRIMAN ?

    Sekian Terima Kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Boleh, kalau sekedar transfer, walaupun ada biaya dan melalui bank ribawi,

  20. Saya mau bertanya apakah ini termasuk riba?? Saya punya usaha dan akan mengambil kredit di BANK 25 juta rupiah dengan tagihan 795 ribu perbulan selama 3 tahun. Apakah ini termasuk riba? Mohon penjelasannya.
    Terimakasih. Wassalam,,,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Pinjam 25 juta, tapi mengembalikannya lebih dari 25 juta, ya jelas itu riba,.
    Mau tahu dosar riba? satu dirham riba itu dosanya seperti berzina dengan 36 pezina,. satu dirham itu tidak sampai 100 ribu,. dan riba dari diatas sebesar 3.620.000,-
    Tahukah anda, dosa riba yang teringan itu seperti dosa seorang anak berzina dengan ibunya sendiri,.. silahkan baca disini

    Allah pun menyatakan PERANG dengan pelaku riba,. adakah yang menang perang melawan Allah? silahkan baca disini

  21. Assalamualaikum,
    saya bekerja di direktorat jenderal pajak, tugas kami mengumpulkan pajak dari masyarakat untuk membiayai APBN, sementara APBN digunakan untuk membayar hutang negara, memfasilitasi kepentingan umat, adapun seorang muslim yg membayar zakat, maka zakatnya dihitung sebagai pengurang pajaknya.

    Yang saya tanyakan apakah berkah penghasilan dan pekerjaan saya berkah dan halal? Sebab definisi pajak di masa khulafaur rasyidin dan sekarang sangat berbeda.

    Wassalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Profesi pemungut pajak dan instansinya, itu adalah profesi yang Allah ancam dengan ancaman berat juga, penghasilannya pun haram,.
    Saya sudah posting tentang hal tersebut, silahkan baca disini

    Mudah-mudahan Allah mudahkan anda agar bisa keluar dari instansi tersebut,. dan mencari penghasilan yang halal

  22. assalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh..
    mau tanya : kalo tdk salah ingat, pernah sy nonton sebuah video di you tube ceramah seorang ustadz ( semoga sy yg salah ), dlm dialog ada jamaah yg bertanya, hukum gaji seorang pegawai bank, halal atau harom,.jawaban sang ustadz mengatakan gaji yg diterimah halal dan bisa digunakan utk memenuhi kebutuhan hidup sang pegawai namun status dia sebagai pegawai bank yg harom..
    mohon penjelasannya..syukran

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Profesi HARAM, maka uang hasil dari profesi haram tersebut juga adlah HARAM…
    Adapun jika uang hasil dari profesi tersebut diberikan kepada orang lain, maka halal bagi orang lain tersebut,. dan bagi dirinya itu haram, sudah saya posting disini

  23. Saya seorang PNS dan membutuhkan uang tuk kuliah anak sy.
    Yang sy tanyakan : apa ada pinjaman uang di bank syariah yang halal dan tidak riba…mohon solusinya. Tq.

    Saya tidak tahu,.. dan tidak tahu bank syariah di indonesia yang betul-betul syariah, bukan embel-embel nama belakang saja, sudah saya posting disini

  24. Assalamualaikum..
    setelah baca2 disini, berarti menjadi pegawai bank, pajak, bahkan PNS kementrian & PNS daerah haram??

    mengapa, karena APBN/APBD pendapatannya dari hasil penerimaan pajak dan laba BUMN/BUMD termasuk Bank nasional & bank daerah.

    pendapatan tersebut kemudian digunakan pemerintah untuk membayar gaji PNS seluruh indonesia dan untuk membangun infrastruktur jalan& fasilitas umum lainnya…

    kemudian kalo mereka semua (pegawai bank, pajak & PNS) diharuskan untuk resign dan mencari pekerjaan yg halal, lalu apa pekerjaan yg halal itu?

    kalo mereka semua menjadi pedagang, siapa yg beli?

    kemudian fasilitas yg disediakan bank (mesin ATM, EDC, m-banking, e-banking) dibangun dari hasil bunga, apakah fair mengatakan tidak apa2 menggunakan fasilitas tersebut asal tidak mengambil bunganya?

    maaf sekedar mencari pencerahan karna memang di negara ini perekonomian sudah terlanjur banyak unsur ribawinya…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Saya luruskan,.
    Mana PROFESI YANG HARAM ?
    Yang haram adalah bekerja di INSTANSI PERPAJAKAN,BANK RIBAWI,

    Kalau PNS selain di dua lembaga tersebut, itu BUKAN PROFESI YANG HARAM walaupun digaji dari UANG PAJAK yang ditarik oleh negara,..

    Jadi tolong dibedakan,.

    Profesi haram, itu haram bagi pelakunya, berbeda jika digunakan oleh orang lain, sudah saya posting di sini

  25. klo kerja d bank konvensional sebagai ob termaksud makan uang riba atau gak?

    Termasuk, begitu juga satpamnya, gaji dari bank konvensional itu haram,

      1. Jadi seperti OB, satpam, driver yg tidak terlibat secara langsung mereka kena. karna termaksud tolong menolong dalam keburukan.

        Jika dia bekerja di tempat tersebut maka kena

  26. Mau tanya gmana kalau saya di beri modal ayah saya untuk usaha tapi ayah saya kerja di bank ,,,

    saya tidak punya uang sama sekali untuk usaha sedangkan kalau suruh hutang saya tidak berani ,,,

    hidup sehari” pun masih dari gaji ayah saya …

    Halal bagi anda, tapi haram bagi ayah anda,
    Jadi anda tidak berdosa makan dari harta ayah anda yang bekerja di bank, selama anda tidak ridha terhadap profesi ayah anda

  27. saya khoirudin tazani,
    saya mau bertanya,saya ini mau berbisnis dan bisnis yang saya mau ambil ini di bidang online dengan pembayaran melalui teransfer dan saya harus punya rekening di bank,pertanyaannya saya adalah bolehkah saya membuat rekening di bank,mohon penjelasannya….

    Sebaiknya cari bank yang tidak menerapkan RIBA atau mereka menamakannya dengan BUNGA, silahkan buat rekening di bank seperti itu,

  28. Assalamu’alaikum,

    Jika ada suatu perusahaan di bidang IT, membuat berbagai macam sistem/program (software) dan website untuk instansi dan perusahaan, kemudian perusahaan tersebut diminta oleh sebuah BANK untuk membuatkan satu sistem untuk Bank tersebut. Bolehkah? Misalnya, sistem kehadiran pegawai, sistem untuk surat-menyurat, desain web. Dimana bank membayar perusahaan IT tersebut untuk jasa sistem yang dibuatnya.

    Mohon jawabannya. Jazaakumullaah khayran.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    bagaimana kira-kira jika ada perusahaan IT yang menerima tawaran dari Diskotik yang menyediakan para pelacur, dibuatkan sistem kehadiran pegawai, sistem surat menyurat, desain web, atau mungkin sistem pembayaran pelacur,..

    Kira-kira bagaimana? mau?

    tolong menolong dalam kemaksiatan

  29. assalamualaikum
    ana mau tanya bolehkah nabung di bang konven, dan mengunakan fasilitas atm

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Menggunakan ATM untuk memudahkan transaksi itu boleh,jadi menabung itu bukan untuk menyimpan uang sebanyak-banyaknya, tapi hanya untuk memudahkan transaksi, sehingga akan menyimpan untuk keperluan tersebut saja,.atau demi keamanan jika menyimpan di rumah bisa dianggap kurang merasa aman,

  30. Assalamu’alaikum,
    yg ingin sya tanyakn adlah jika calon suami dan memiliki agama & akhlak yg insya Allah baik tp profesi ny bekerja d bank konven, sdgkn dr yg sya baca bhwa bekerja d bank konven it termasuk haram.
    Tetapi d satu sisi mengingat usià dan sdh memiliki keinginan utk menikah dan anjuran utk memilih suami adalah di liat dr agama & akhkak ny.

    Mohon pencerahannya terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika masih berkecimpung di RIBAWI, maka dia tidak baik agamanya, bahkan orang yang bekerja di tempat riba, itu dosanya lebih besar dari PELACUR,. sebab seringan-ringan dosa riba itu seperti dosa seorang anak yang BERZINA dengan ibunya sendiri,.

    Dosa 1 dirham riba itu sama seperti dosa 36x berzina, 1 dirham itu sekitar 50 ribuan kurang lebih , baca ulasannya di sini

    Jadi cari laki-laki SHALIH lain yang tidak berpenghasilan RIBAWI

  31. Saya bekerja diperusahaan yang wajib membuka rekeningnya di Bank Konvensional untuk transfer gaji bulanan.
    Bagaimana status gaji bulanan saya, krn ada bunga tabungan bank yang Riba.
    1. Bagaimana cara saya terlepas dari jeratan Riba atas salary saya ini, apakah saya hrs membuka rekening Bank Syariah, kemudian ketika gajian saya langsung transfer ke Bank syariah tsb…

    2. Jika perusahaan saya bergerak di bidang manufactur perdagangan suatu komoditi yang bersifat Tbk, produknya halal dan thoyib.

    Namun krn Tbk berarti banyak pemilik saham, yang saya tidak tahu bagaimana para pemilik saham itu menyimpan uang keuntungan saham dari perusahaan saya (apakah di Bank Konvensional).

    Dan bagaimana jika uang gaji seluruh karyawan perusahaan saya pun atau keuntungan perusahaan pun dikelola dan disimpan juga di Bank Konvensional, bahkan di deposito atau ada kemungkinan karena pemilik perusahaan non muslim, uang di putarkan secara Riba.

    Bagaimana status pekerjaan dan gaji saya, Halalkah atau ribakah gaji saya?, Apakah juga saya termasuk kategori orang yang mau menerima pekerjaan di perusahaan yang mengelola uangnya secara riba sehingga saya termasuk pelaku riba?

    Haruskah saya mutlak mengundurkan diri dari perusahaan??

    1. Tidak nengapa membuka rekening bank untuk transfer gaji , dan jgn pernah memakan bunga atau ribanya , jika ada bank yg ga menberikan bunga blh buka rek di bank tsb

    2. Selama usaha perusahaan itu halal maka gaji andapun halal, ga usah keluar,

  32. Katanya bunga bank itu riba tapi bank bumn itu menyumbang aPbn.
    Apbn digunakan negara untuk pembangunan.
    Kenapa para alim ulama dengan nikmatnya menikmati fasilitas umum milik negara?
    Padahal mereka jelas tahu kalo salah satu dana itu berasal dari pendapatan bank bumn.
    Berarti apa semua penikmat fasilitas umum itu berdosa?

    Tidak berdosa,
    Harta haram itu haram bagi si pencarinya saja,.
    Contoh, jika ada orang bekerja di bank ribawi, maka gajinya orang tersebut HARAM bagi dirinya, tapi ketika dia memberikan untuk keluarganya, maka HALAL bagi keluarganya tersebut,.

    contoh lagi, PELACUR, itu profesi haram, penghasilannya HARAM bagi dirinya, adapun jika si pelacur itu memberikan uang kepada orangtuanya , atau kepada temannya, maka itu HALAL bagi ortu atau temannya tersebut,.

    Jadi… kita boleh memanfaatkan sarana yang dibangun negara walaupun dari sumbangan bank,.
    Selengkapnya tentang harta haram bisa anda baca di sini

  33. Assalamualaikum
    aku mau tanya dari yang aku baca diatas anda banyak mengatakan memakan riba itu haram dan dilaknat Allah SWT.
    Tapi kenapa anda tiap hari menikmati fasilitas umum punya negara?
    Padahal pembangunan negara salah satu dananya disumbang bank konvensional milik negara.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Harta haram itu haram bagi si pencarinya saja,.
    Contoh, jika ada orang bekerja di bank ribawi, maka gajinya orang tersebut HARAM bagi dirinya, tapi ketika dia memberikan untuk keluarganya, maka HALAL bagi keluarganya tersebut,.

    contoh lagi, PELACUR, itu profesi haram, penghasilannya HARAM bagi dirinya, adapun jika si pelacur itu memberikan uang kepada orangtuanya , atau kepada temannya, maka itu HALAL bagi ortu atau temannya tersebut,.

    Jadi… kita boleh memanfaatkan sarana yang dibangun negara walaupun dari sumbangan bank,.
    Selengkapnya tentang harta haram bisa anda baca di sini

  34. Call center bank itu adalah pusat bantuan kepada nasabah bank yang mengalami permasalahan transaksi. Contoh : tarik tunai di atm gagal namun uang terpotong (call center membantu agar uangnya bisa kembali ke rekening nasabahnya).

    Apakah call center agent termasuk dalam tolong menolong dalam hal Riba?

    Tukang sapu atau satpam yang bekerja di bank ribawi saja terkena ancaman tersebut, apalagi call center banknya,

  35. Assalamualaikum
    Mohon maaf saya ingin bertanya, hukum menjadi call center di bank konvesional dalam pandangan islam apakah termasuk haram?
    Terima kasih

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Jika bekerja di bank konvensional, walaupun menjadi satpamnya, tukangsapunya, maka gajinya haram, apalagi jadi call centernya,

Silahkan tinggalkan komentar di sini