Akibat Jadi Anak Durhaka, Menyakiti Hati Ibunya, Apakah Pernah Kita Melakukannya?

Akibat Seorang Anak Memperlakukan Ibu Sebagai Pembantu

anak-durhaka

 Seorang anak berlaku kasar kepada ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di wajahnya, akan tetapi suka mencaci dan memakinya. Ibunya yang telah tua, seringkali berdoa kepada Allah ta’ala agar Allah meringankan kekerasan dan kekejaman anaknya. Dia menjadikan ibunya sebagai pembantu yang membantu dan mengurusi segala kebutuhannya, sedangkan ibunya sendiri tidak membutuhkan pengurusan dan bantuannya. Betapa sering air matanya mengalir di kedua pipinya, berdoa kepada Allah ta’ala agar memperbaiki belahan hatinya dan memberikan hidayah kepada hatinya.

Pada suatu hari dia menemui ibunya dengan raut wajah kejahatan yang terlihat dari kedua matanya. Dia berteriak-teriak di wajah ibunya, “Apakah ibu belum menyiapkan makanan juga?” Dengan segera ibunya mempersiapkan dan menghidangkan makanan untuknya. Akan tetapi tatkala dia melihat makanan yang tidak dia suka, maka dia melemparnya ke tanah.

Dia marah dan berucap, “Sungguh, aku kena musibah dengan wanita yang sudah tua renta, aku tidak tahu, kapan aku bisa berlepas diri darinya.” Ibunya menangis seraya berkata, “Wahai anakku, takutlah kamu kepada Allah terhadapku. Tidakkah kamu takut kepada Allah? Tidakkah kamu takut akan murka dan kemarahanNya?” Karena mendengar kata-kata ibunya, maka kemarahannya pun memuncak, dia memegang baju ibunya dan mengangkatnya. Dia mengguncang-guncang ibunya dengan kuat seraya menghardik, “Dengar, aku tidak mau dinasihati. Bukan aku yang mesti dibilang harus bertakwa kepada Allah.”

Lalu dia melempar ibunya. Ibunya jatuh tersungkur. Tangisnya bercampur dengan tawa anaknya yang penuh dengan kepongahan seraya mengatakan, “Ibu pasti akan mendoakan kecelakaan bagiku. Ibu mengira Allah akan mengabulkannya.” Kemudian dia keluar rumah sambil mengolok-olok ibunya. Sementara sang ibu, dia berlinangan air mata kesedihan, menangis siang dan malam tiada henti.

Adapun anaknya, dia lalu menaiki mobilnya. Bergembira dan bersuka cita sambil mendengarkan musik. Dia kencangkan volume tapenya. Dia lupa akan apa yang telah dia perbuat terhadap ibunya yang malang. Dia meninggalkan ibunya dalam keadaan bersedih hati sendirian, hatinya menelan rasa sakit, mengalami kesedihan yang sangat mendalam.

Dia punya acara ke luar kota. Tatkala mobilnya melaju di jalan raya dengan kecepatan membabi buta, tiba-tiba ada seekor unta berada di tengah jalan. Dia terguncang dan kehilangan keseimbangan. Dia mencoba untuk menguasai keadaan, akan tetapi tidak ada jalan keluar dari takdir. Dalam kecelakaan itu, ada potongan besi mobil yang masuk ke dalam perutnya, akan tetapi dia tidak langsung tewas. Allah ta’ala menangguhkan kematiannya. Dia berpindah dari operasi satu ke operasi yang lain, hingga akhirnya terbaring di tempat tidur, tidak bisa bergerak sama sekali. (Aqibah Uquq al-Walidain, hal. 69-71.)

Sumber: Sungguh Merugi Siapa yang Mendapati Orang Tuanya Masih Hidup Tapi Tidak Meraih Surga, karya Ghalib bin Sulaiman bin Su’ud al-Harbi. Edisi terjemah cet. Pustaka Darul Haq Jakarta.
Artikel www.KisahMuslim.com

Print Friendly, PDF & Email

Hukum Anak Yang Menyakiti Hati Ibu Nya Balasan Untuk Anak Yang Membuat Ibunya Menangis Dosa Bikin Ibu Menangis Dosa Anak Yang Membuat Ibunya Menangis Apakah Membuat Ibu Menangis Dosanya Tidak Akan Di Ampuni

3 Comments

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Pak,saya ikut tanya,,,
    bagaimana hukumnya seorang nenek yang mengasuh cucunya ketika anaknya sedang bekerja? apakah itu termasuk menjadikan ibu sebagai pembantu? padahal anaknya sudah berusaha untuk mencari orang lain untuk mengasuh anaknya akan tetapi neneknya tidak mau dan dia melakukannya atas kemauan sendiri. Alhamdulillah saya yang memberikan nafkah kepada ibu dan bapak, mungkin karena hal itu yang menjadikan ibu saya tetep bersikukuh untuk mengasuh anak saya ketika saya bekerja.. mohon penjelasanya.. terimakasih..

    Selama tidak memperlakukan ibu sendiri sebagai pembantu, malah seharusnya kita yg melayani ibu dan bapak kita, bukan menyuruh mereka tuk mengasuh anak, dan sebaiknya yg mengasuh anak kita adalah ibu dari si anak tersebut, bukan orang lain,. itulah yang terbaik,. sang bapak mencari nafkah, dan sang ibu mengasuh dan membimbing anak-anaknya,.. bukan nenek atau pembantu yg mengasuhnya,

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  2. bagaimana cara berobat karena sudah melukai hati seorang ibu

    Sembuhkan sakit hati ibu, dan berbaktilah pada ibu, bikin gembira hatinya, dan jangan lukai lagi,

  3. Assalamualaikum.

    Mas admin, saya telah menyakiti hati ibu saya, saya menyesali perbuatan saya, akan tetapi ibu saya belum bisa memaafkan, apa yang harus saya lakukan?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Teruslah anda berbuat baik pada ibu, berbakti pada ibu, jangan sakiti ibu lagi, buatlah ibu kamu bahagia, gembira,..
    Jika kamu sudah terus bersikap seperti itu, insya Allah ibumu tak akan susah memaafkanmu

    Jadi meminta maafnya jika kamu sudah berhasil membuat ibumu gembira

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*