Anda Pernah Ikut ESQ? Apakah Yang Diajarkan Di ESQ ini selaras Dengan Ajaran Islam?

Konsep Esq Menurut Islam Hukum Esq Dalam Islam Esq Menurut Islam Pertanyaan Unyuk Esq Pendapat Mengenai Training Esq

Studi Kritis Buku ESQ

Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Telah sampai kepada kami sebuah buku yang berjudul ESQ Kecerdasan Emosi dan Spiritual yang ditulis oleh Ary Ginanjar Agustian.

Buku ini dikatakan oleh penulis di dalam kata pengantarnya akan membahas bagaimana cara membangun suatu prinsip hidup dan karakter, berdasarkan Rukun Iman dan Rukun Islam, sehingga akan diharapkan akan tercipta suatu kecerdasan emosi dan spiritual sekaligus langkah pelatihan yang sistematis dan jelas.

Akan tetapi, setelah kami telaah buku ini, ternyata di dalamnya terdapat banyak sekali hal-hal yang menyimpang dari agama Islam yang haq, agama yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam dan disampaikan kepada para sahabatnya rodliyallohu anhum dan kemudian disampaikan oleh para sahabatnya kepada generasi sesudah mereka. Karena itulah, insya Allah di dalam bahasan kali ini akan kami paparkan sebagian catatan-catatan terhadap buku ini sebagai nasihat untuk para pembaca buku ini dan kaum muslimin secara umum.

Penulis dan Penerbit Buku Ini

Buku ini memiliki judul lengkap Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ Emotional Spiritual Quotient Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, diterbitkan oleh Penerbit Arga Jakarta cetakan kedua puluh dua, November 2005 M.

Talbis Penulis

Penulis berkata di dalam hal. xxxviii–xl:

Mengutip pemikiran EQ (Emotional Quotient) milik Stephen R. Covey tentang Fabel Aesop…Kecerdasan spriritual (SQ), yang merupakan temuan terkini secara ilmiah, pertama kali digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall, masing-masing dari Harvard University dan Oxford University melalui riset yang sangat komprehensif. Pembuktian ilmiah tentang kecerdasan spiritual yang dipaparkan oleh Zohar dan Marshall dalam SQ, Spiritual Quotient, The Ultimate Intelegence (London, 2000), dua di antaranya adalah: Pertama, riset ahli psikologi/syaraf, Michael Persinger pada awal 1990-an, dan lebih mutakhir lagi tahun 1997 oleh ahli syaraf V.S. Ramachandran dan timnya dari California University yang menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia. Ini sudah built-in sebagai pusat spiritual (spiritual center) yang terletak di jaringan syaraf dan otak … ESQ Model adalah software (isi) dari God Spot atau Spiritual Center secara transedental…

Meskipun keduanya berbeda, ternyata EQ dan SQ memiliki muatan yang sama-sama penting untuk dapat bersinergi antara satu dengan yang lain. Dan melalui perenungan yang panjang, akhirnya dengan izin Allah saya meminjam suara-suara hati milik-Nya untuk menggagas bentuk sinergi keduanya ke dalam ESQ (Emotional and Spititual Quotient).

Kami katakan: Penulis telah melakukan talbis (mencampuradukkan) Islam dengan pemikiran-pemikiran orang kafir, karena ESQ penemuannya adalah sinergi dari pemikiran EQ (Emotional Quotient) milik Stephen R. Covey dan SQ (Spiritual Quotient) yang pertama kali digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall dan didukung oleh V. S. Ramachandran dengan teori God-Spot-nya. Talbis (pencampuradukan) antara haq dan batil adalah warisan jelek orang-orang Yahudi, Allah subhanahu wata’ala telah mencela mereka di dalam kitab-Nya: Dan janganlah kalian campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kalian sembunyikan yang haq itu sedang kalian mengetahui. (QS. al-Baqarah [2]: 42)

Qatadah rahimahullah berkata tentang tafsir ayat ini:

“Janganlah kalian campur adukkan agama Yahudi dan Nasrani dengan agama Islam, dalam keadaan kalian mengetahui bahwa agama Allah yang haq adalah Islam dan bahwasanya agama Yahudi dan Nasrani yang kalian pegang sekarang ini adalah agama yang bid’ah bukan dari Allah!” (Tafsir Ibnu Katsir 1/109)

Talbis (pencampuradukan) antara haq dan batil juga merupakan cara-cara ahli bid’ah dari masa ke masa, karena suatu bid’ah jika berupa kebatilan yang murni maka tidak akan mungkin diterima oleh manusia, bersegeralah setiap orang membantah dan mengingkarinya. Seandainya bid’ah itu kebenaran yang murni maka bukanlah merupakan bid’ah, melainkan adalah sunnah. Karena itu, bid’ah tersebar di kalangan manusia karena mengandung kebenaran dan kebatilan.

Suara Hati Sebagai Landasan Islam?!

Penulis berkata di dalam hlm. xxxix:

Kebenaran sejati, sebenarnya terletak pada suara hati yang bersumber dari spiritual center ini, yang tidak bisa ditipu oleh siapa pun, atau oleh apa pun, termasuk diri kita sendiri. Mata hati ini dapat mengungkap kebenaran hakiki yang tak tampak di hadapan mata…

Penulis juga berkata di dalam hlm. xlv:

Jadi, saya berani mengambil suatu kesimpulan bahwa agama Islam bisa dijadikan sebagai landasan pembangunan kecerdasan emosi dan spiritual, di mana suara hati adalah menjadi landasannya.

Penulis juga berkata di dalam hlm. liv:

Tidak perlu berpikir bahwa ini adalah buku dakwah atau buku agama, atau jangan berpikir bahwa buku ini akan mendoktrin anda tentang suatu agama. Pergunakan suara hati anda yang terdalam sebagai sumber kebenaran, yang merupakan karunia Tuhan.

Kami katakan: Demikianlah penulis menjadikan suara hati sebagai landasan Islam. Ini adalah metode agama Sufi yang sesat. Seorang tokoh Sufi, Abu Yazid al-Busthomi berkata kepada para ulama zamannya: “Kalian mengambil ilmu dari tulisan para ulama dari yang sudah mati dari yang sudah mati, sedangkan kami mengambil ilmu dari Dzat Yang Maha Hidup yang tidak pernah mati, kami katakan: Telah mengabarkan kepadaku hatiku dari Tuhanku!” (Thobaqoh Sya’roni 1/5)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah membantah perkataan ini dengan mengatakan: “Adapun yang dinukil dari orang-orang tsiqah dari Nabi shallallahu alahi wassallam yang ma’shum maka dia adalah haq, seandainya bukan karena penukilan yang ma’shum maka sungguh kamu dan orang-orang yang semisalmu boleh jadi termasuk orang-orang musyrik dan boleh jadi termasuk orang-orang Yahudi dan Nasrani. Adapun yang datang kepadamu maka dari mana kamu tahu bahwa itu adalah wahyu dari Allah dan dari mana kamu tahu bahwa itu bukan wahyu dari setan? Sedangkan wahyu ada dua: wahyu dari Allah dan wahyu dari setan.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Sesungguhnya setan itu mewahyukan (membisikkan) kepada sekutu-sekutunya (dari manusia) agar mereka membantah kamu. (QS. al-An’am [6]: 121).

Dan Allah  subhanahu wata’ala berfirman:

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian mereka mewahyukan (membisikkan) kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (QS. al-An’am [6]: 112)

Dan Allah subhanahu wata’ala  berfirman:

Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? (QS. asy-Syu’ara‘ [26]: 221).” (Majmu’ Fatawa 13/73)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga berkata: “Di antara pokok-pokok yang disepakati di kalangan para sahabat dan para pengikut mereka di dalam kebaikan bahwasanya tidak diterima dari siapa pun yang menentang al-Qur‘an dengan pemikirannya atau perasaannya atau akalnya atau qiyasnya … tidak ada dari salaf yang mengatakan bahwa dia memiliki perasaan atau pembicaraan atau mukasyafah yang menyelisihi al-Qur‘an dan al-Hadits.” (Majmu’ Fatawa 13/28 dan untuk bahasan lebih lanjut di dalam masalah ini silakan merujuk kepada kitab al-Muqaddimatul ’Asyr fi Naqdhi Ushul Shufiyyatil ’Ashr oleh Syaikh Abdul Aziz bin Rayyis ar-Rayyis)

Adapun Islam maka sumber pengambilannya adalah wahyu yang diturunkan Allah kepada NabiNya  yang berupa al-Qur‘an dan as-Sunnah yang shohihah—dengan pemahaman para sahabat— kemudian Ijma’ yang mu’tabar dan Qiyas yang shahih.

Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Tidak boleh orang yang memiliki kemampuan sebagai hakim atau mufti menghukumi atau berfatwa kecuali dari arah kabar yang lazim yaitu al-Kitab kemudian as-Sunnah, atau yang disepakati oleh ahli ilmu (ijma’) atau qiyas (analogi) atas sebagian hal ini.” (al-Umm 7/298)

Metode Rasionalis Penulis

Buku ini secara global adalah kesimpulan-kesimpulan “olah akal” penulis di dalam menafsirkan dalil-dalil agama. Demikian juga, penulis begitu gandrung dengan teori-teori ilmu pengetahuan masa kini sehingga dia seret ayat-ayat al-Qur‘an untuk bisa berjalan di belakang teori-teori ilmu pengetahuan tersebut. Dari awal sampai akhir buku ini pembaca akan banyak dikejutkan dengan tafsir-tafsir nyeleneh (ganjil) dari penulis yang menyelisihi al-Qur‘an, Sunnah, dan Ijma’.

Maka penulis telah terjatuh ke dalam kesalahan yang fatal di dalam metode penafsiran ayat-ayat al-Qur‘an. Sungguh, merupakan hal yang dimaklumi oleh setiap orang yang memiliki perhatian terhadap ilmu tafsir bahwa metode terbaik dalam menafsirkan al-Qur‘an adalah al-Qur‘an ditafsirkan dengan al-Qur‘an, karena yang global di suatu ayat diperinci di ayat lain, dan jika ada yang diringkas dalam suatu ayat maka dijabarkan di ayat yang lainnya. Jika hal itu menyulitkan maka wajib dicari di dalam sunnah Rasulullah shalallahhu ‘alahi wassallam, karena Sunnah adalah syarah (penjelas) bagi al-Qur‘an dan penjelas dalam al-Qur‘an. Dan jika kita tidak menjumpai tafsir di dalam Kitab dan Sunnah maka kita kembalikan hal itu kepada perkataan para sahabat karena mereka lebih tahu tentang hal itu. (Lihat Muqaddimah fi Ushuli Tafsir hlm. 93)

Adapun tafsir dengan sekadar akal manusia— apalagi dengan teori-teori orang-orang kafir— maka hukumnya adalah haram sebagaimana dalam atsar yang shahih dari Ibnu Abbas radliyallohu anhuma: “Barang siapa yang berkata tentang al-Qur‘an dengan akalnya atau dengan tanpa ilmu maka hendaknya mengambil tempat duduknya di neraka.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 1/10 cet. Darul Fikr)

Di antara contoh-contoh penafsiran rasionalistik yang dilakukan penulis adalah:

1. Di dalam hlm. 10 dia menafsirkan ayat 9 dari Surat as-Sajdah:

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya.

Penulis berkata:

Artinya sifat-sifat mulia itu juga ditiupkan ke dalam jiwa manusia. Maksud contoh-contoh yang dikemukakan di atas adalah bahwa manusia sebenarnya memiliki suara hati yang sama. Itulah yang disebut God Spot atau fitrah.

2. Di dalam hlm. 11 penulis membawakan ayat 172 dari Surat al-A’rof:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Alloh mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.”

Penulis berkata:

Kita sering mengangguk-angguk sebagai tanda pengakuan, disadari atau tanpa disadari. Itulah makna dan bukti dari pengakuan manusia, sesuai dengan perjanjian jiwa antara manusia dan Tuhan, sebelum manusia dilahirkan. Ketika itu jiwa manusia menjawab dan mengaku, “Betul Engkau Tuhan kami.” Jiwa manusia mengangguk. Inilah sebuah anggukan universal.

3. Penulis berkata di dalam hlm. 46:

Ucapan Subhanallah, Maha Suci Allah, harus diterapkan untuk membangun kekuatan pikiran bawah sadar, sehingga akan mendarah daging di dalam diri kita menjadi suatu kekuatan, itulah yang disebut “Repetitive Magic Power” yang akan menghilangkan pengaruh pikiran-pikiran buruk, paradigma, dan ketujuh belenggu di atas, yang membuat manusia menjadi buta hati, tidak peka, atau memiliki kecerdasan hati yang minim. Repetitive Magic Power adalah dzikir, dan bertasbih.

Mengingkari Mukjizat Nabi

Penulis berkata di dalam hlm. 100:

Menurut ahli sejarah, Muhammad Husein Haikal bahwa: “Perikehidupan Muhammad sifatnya manusia semata-mata dan bersifat perikemanusiaan yang luhur. Dan untuk memperkuat kenabiannya itu tidak perlu ia harus bersandar kepada apa yang dilakukan oleh mereka yang suka kepada yang ajaib-ajaib.” Itulah tanda bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan nabi penutup, atau yang terakhir, yang begitu mengandalkan logika dan suara hati, bukan mukjizat-mukjizat ajaib semata yang tidak bisa diterima oleh akal sehat saat ini.

Kami katakan: Penulis telah mengingkari mukjizat dan menganggapnya tidak dapat diterima oleh akal dan tidak bisa diterima oleh akal sehat saat ini. Mengingkari mukjizat adalah kufur dengan ijma’ para ulama, karena berarti mengingkari nash-nash al-Qur‘an dan Hadits Mutawatir yang menetapkan mukjizat bagi para Nabi ’alaihimushsholatu wassalam. Begitu banyak ayat-ayat Alloh dan hadits-hadits shahih yang menjelaskan mukjizat para nabi seperti air bah yang diturunkan pada masa Nabi Nuh alahi salam, unta pada Tsamud kaum Nabi Sholih alahi salam, tongkat Nabi Musa alahi salam, Nabi Isa alahi salam yang menghidupkan orang yang sudah mati, Nabi Muhammad shalallahhu ‘alahi wassallam yang membelah bulan, dan banyak lagi kejadian-kejadian luar biasa yang ditampakkan oleh Allah sebagai bukti-bukti kebenaran para nabi dan risalah yang mereka bawa.

Allah subhanahu wata’ala telah mengancam siapa saja yang mengingkari ayat-ayat-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. an-Nisa‘ [4]: 56)

Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata: “Para ulama sepakat bahwa siapa saja yang beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya  dan semua yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam dari apa-apa yang dinukil darinya dengan penukilan secara keseluruhan, dan dia ragu di dalam tauhid atau di dalam kenabian atau pada Muhammad shalallahhu ‘alahi wassallam atau di dalam satu huruf dari apa yang dibawa oleh Nabi sholallahhu ‘alahi wassallam atau di dalam syari’at yang dibawa oleh Nabi sholallahhu ‘alahi wassallam dari apa-apa yang dinukil darinya dengan penukilan secara keseluruhan, maka sesungguhnya barang siapa yang mengingkari sesuatu dari yang telah kami sebutkan atau ragu di dalam sesuatu darinya dan mati atas hal itu maka dia kafir musyrik kekal di neraka selamanya.” (Maratibul Ijma’ hlm. 177)

Kesimpulan dan Penutup

Dari uraian di atas maka kami simpulkan bahwa:

1. Penulis telah melakukan talbis (mencampuradukkan) Islam dengan pemikiran-pemikiran orang kafir.

2. Penulis menjadikan suara hati sebagai landasan Islam, padahal sebenarnya ini adalah metode agama Sufi yang sesat.

3. Penulis memakai metode tafsir rasionalis.

4. Penulis mengingkari mukjizat para nabi.

Inilah yang bisa kami sampaikan dari telaah ringkas terhadap buku ini dan semoga Allah selalu memberikan taufiq kepada kita semua agar bisa selalu menempuh jalan yang lurus di dalam semua segi kehidupan. Amiin.

Wallahu A’lamu bishshawab

———————————-

sumber: blog bang Amir dari Web Majalah al-Furqon

Print Friendly, PDF & Email

Pendapat Masyarakat Tentang Repetitive Magic Power Menurut Ajaran Islam Bagaimana Cara Membangun Esq Apa Itu Esq Menrut Agama Islam Esq Menurut Pendapat Para Ulama Esq Menurut Ahli Agama

9 Comments

  1. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Saya punya pertanyaan, mohon dijawab dengan tepat dan ringkas:
    1. Mengacu kesimpulan#1, apakah membuat sesuatu kesimpulan/uraian/buku tidak boleh menggunakan referensi penulis barat?

    Untuk urusan agama, akherat, atau tentang tuhan, kita sudah dicukupkan dengan islam dan ajarannya,
    Justru kemunduran islam berawal dari diterjemahkannya buku-buku dari yunani kedalam bahasa arab,. ini awal musibah tersebut,. kok mau ditiru oleh kita yang notabennya sebagai muslim,. sangat banyak kitab2 para ulama ahlussunnah yang membahas tentang hal tersebut,. kita tdk perlu kepada buku2 referensi dari barat yang notabennya ditulis oleh orang-orang kafir, atau oleh orang islam yang sdh terkontaminasi pemikirannya,

    lalu mengapa nabi menyuruh kita menuntut ilmu sampai ke Cina, dan sampai ajal menjemput pun.

    terimakasih mas, utk hadits yg spt itu bunyinya, tidak ada, itu bukan hadits, alias palsu,. sudah diposting disini, terimakasih atas pertanyaan anda ini, saya postingkan tentang hadits tersebut disini

    Saya juga baca buku ESQ, beberapa saya memang saya pertanyakan, tetapi itu bukan buku syariat dan untuk tata cara beribadah, dimana bid’ah itu adalah permasalahan tentang perkara baru dalam hal syariat. Mohon penjelasan tentang pertanyaan saya, tepatnya yang sebelum tanda tanya (?).

    Untuk hal ini anda bisa membaca ulang lagi postingan ini dari paragraf yang berbunyi :
    Metode Rasionalis Penulis
    Insya Allah sudah cukup jelas,

    2. Mengacu kesimpulan#4, saya tidak merasa dalam buku ESQ ada pernyataan bahwa penulis mengacuhkan mukjizat para nabi, bisakah admin dimasa yang akan datang membuat kalimat yang lebih relevan lagi untuk menanggapi sesuatu yang tidak sesuai dengan pandangan ustad.

    Silahkan anda teliti lagi dalam membaca , ini potongan kalimat yang menunjukkan tdk adanya mukjizat, kata-kata ini mas david
    Itulah tanda bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan nabi penutup, atau yang terakhir, yang begitu mengandalkan logika dan suara hati, bukan mukjizat-mukjizat ajaib semata yang tidak bisa diterima oleh akal sehat saat ini.

    sangat jelas sekali, kata-kata di akhir yg bernada mosi tidk percaya dgn mukjizat yg katanya tidak masuk akal,.. ini bukan hal yang sepele,.

    Terimakasih, Wassalam,
    Hamba Allah (Salaf – Follower)

    jazakallahu khairan,. wa’alaikumussalam warahmatullah

    • Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
      Walaupun saya tidak menyukai buku ESQ dalam beberapa/banyak hal, tetapi saya tidak memiliki kesamaan dengan anda dalam penafsiran. Seperti berikut:
      “Itulah tanda bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan nabi penutup, atau yang terakhir, yang begitu mengandalkan logika dan suara hati, bukan mukjizat-mukjizat ajaib semata yang tidak bisa diterima oleh akal sehat saat ini.
      Sangat jelas sekali, kata-kata di akhir yg bernada mosi tdk percaya dgn mukjizat yg katanya tidak masuk akal,.. ini bukan hal yang sepele”

      Jelas sekali anda mengarang kesimpulan seperti itu. Sebab penulis tidak ada menyatakan tidak percaya akan mukjizat dari Allah Swt.

      bagi org yang paham akan iman kepada rasulullah, pasti tidak akan berkata spt kata-kata ini “bukan mukjizat-mukjizat ajaib semata yang tidak bisa diterima oleh akal sehat saat ini”
      Ini kan menafikkan , tidak percaya kepada mukjizat rasulullah, sehingga menurut penulis itu tdk masuk akal,..
      Ya , benar tidak masuk diakal anda, tapi di akal saya masuk, karena akan saya berbeda dengan akal anda wahai penulis,

      Betul, penulis tidak menulis bahwa dia tidak percaya akan mukjizat dari Allah,. tapi kata-kata tersebut yang membuktikannya,.. itu konsekwensinya, dgn kata2 tsb dia telah menafikan mukjizat tsb

      Tentang Logika, manusia memang dikarunia Akal-logika oleh Allah Swt, dan bagi saya sendiri Mukjizat itu memang tidak dapat diterima (dijelaskan) oleh Akal-Logika, tetapi saya mempercayainya (Mukjizat Allah) karena itu bagian dari Iman.

      Logika yang sehat, atau akal yang sehat akan menerima dan mempercayai mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah kepada nabi Muhammad, terlepas mukjizat itu masuk akal atau tidak,.

      Wassalam,
      Hamba Allah (Salaf Follower)

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      • Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

        Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

        Masih tentang logika, menurut admin apakah definisi logika tersebut.. bayangkan jika logika yang sehat menurut anda, tongkat Nabi Musa dilempar, lalu berubah menjadi ular.. apa yang bisa anda jelaskan dengan logika anda? Saya rasa tidak ada, hanya Iman yang akan menerimanya.

        Akal yg sehat atau logika yang sehat ketika mendengar dalil yg shahih, maka akal tersebut akan mengimaninya, tanpa bertanya, tanpa dipikir masuk akal atau tidak,
        Demikian juga ttg kisah tongkat nabi musa, itu adalah mukjizat yg allah berikan, berbeda dengan para tukang sihir, itu adalah tipuan, sebab sihir itu dari setan, yg mengecoh mata-mata manusia, sehingga melihat tali-tali yg dilempar oleh tukang sihir itu sebagai seekor ular, bukan ular beneran,. berbeda dengan tongkat nabi musa, sehingga akhirnya para tukang sihir tersebut taubat dan beriman kepada nabi musa,

        Saya heran mengapa situs dengan banyak pengunjung, penulisnya mencampuradukkan pengertian bahasa, sehingga penulisnya (saya pikir) sudah Ghuluw seperti seorang sufi.

        Yah, begitulah mas, akan selalu ada orang yang menyebarkan pemikiran2 dan pemahaman yg menyesatkan,.. makanya kita wajib belajar islam dengan pemahaman yg benar agar tidak bingung ketika melihat keanehan2 mereka,.. dan bagi orang yang belum paham hakekat islam yang benar, janganlah membuka web atau blog mereka, sebab itu bisa memberikan syubhat/keragu-raguan kepada anda, dan bisa membawa anda kembali kepada pemahaman yg menyimpang,.. na’udzubillahi min dzalik

        Wassalam,

        Wa’alaikumussalam warahmatullah

        Hamba Allah (Salaf Follower)

    • Assalamualaikum,

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      Sedikit menimpali saja ya.
      Saya cuplik sedikit dr admin ya, “Silahkan anda teliti lagi dalam membaca , ini potongan kalimat yang menunjukkan tdk adanya mukjizat, kata-kata ini mas david
      Itulah tanda bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan nabi penutup, atau yang terakhir, yang begitu mengandalkan logika dan suara hati, bukan mukjizat-mukjizat ajaib semata yang tidak bisa diterima oleh akal sehat saat ini.”
      Dalam kalimat tsb saya pikir bukan menolak mukjizat, tetapi menekankan bahwa logika dan suara hati lebih diandalkan drpd mukjizat. Perhatikan kata2 bukan mukjizat-mukjizat semata. Disini menunjukkan, mukjizat jg ditampilkan tetapi logika dikedepankan.

      pemahaman seperti ini juga sama parahnya, lebih mendahulukan logika ketika melihat mukjizat,
      sebenarnya bukan itu yg menunjukkan penolakan mukjizat, ada di kata-kata ini “bukan mukjizat-mukjizat ajaib semata yang tidak bisa diterima oleh akal sehat saat ini.”

      Terima kasih.

      sama-sama

  2. Tapi terlambat ya ….buku itu telah beredar luas sehingga mencapai 20 kali cetak ulang bahkan lebih. Bagaimana pandangan Salafi dengan adanya beberapa motivator motivator? Terima kasih…..

    tidak ada kata terlambat dalam beramar ma’ruf nahi munkar,
    motivator yang paling bagus tentu rasulullah, para sahabatnya, juga para ulama yang teguh diatas manhaj para sahabat,. merekalah motivator yang sesungguhnya,.. kita sudah dicukupkan dgn islam,. tidak perlu motivator-motivator seperti mereka yg pada hakekatnya cuma mengeruk harta dari para peserta yang ikut bergabung dgn acara-acara yg sejenis,. makanya acara seperti itu tdk ada yg gratis, tapi mengeluarkan biaya yg fantastis,.. terkadang acaranya juga ada unsur hipnotis,..

  3. Saya sepakat Islam is the only way !

    Sekarang kan makin menjamur motivator motivator dan kadang ada warna Islam dalam kata kata yang mengaku ahli motivator itu. Saya pikir / berharap di blog ini–syukur di media massa seperti koran nasional yang memaparkan dan mengupas gaya gaya motivator.

    Saya khawatir ada ‘tablis’ dan lain lainnya. Perlu pencerahan tandingan agar masyarakat khususnya generasi muda tidak dibelokkan atau menurut saya disamarkan ajaran islam yang diselipkan dalam training dari serorang motivator.

    Dalam acara acara training di lembaga pendidikan umum biasanya tidak lepas salah satu acara/harinya diisi acara training dengan mendatangkan motivator.

    Saya menduga prinsip dan cara kerja motivator itu mirip mirip dengan training ESQ. Cuma lamanya dan mahalnya tidak semahal ESQ. Terima kasih….

    Ada temen saya yg kenal dgn org2 yg terkenal jadi motivator,. intinya mereka bermodalkan bisa ngomong saja,. dan berani pasang tarip tinggi,
    Lebih bermanfaat kita tidak usah ikut2an hal yg spt itu, buang-buang duit saja,. lebih bermanfaat kita duduk di majlis ilmu , hadir di majlis taklim yang mengajarkan ajaran islam dengan pemahaman para sahabat,. insya Allah kita akan termotivasi dgn benar, untuk mengejar kebahagiaan akherat, bukan sekedar kebahagiaan dunia yg cuma sebentar, cuma sesaat,

    Jika anda ingin mendownload buku-buku yg bisa memotivasi akherat anda, silahkan download disini, GRATIS..

  4. saya suka membaca cerita2 tentang Rasululliah dan sahabat2 beliau
    ada buku ”karakteristik khalifah….”karangan Khalid Muhammad Khalid
    memuat tentang Abu Bakar,Umar,Usman,Ali dan Umar binAbdul Aziz
    bapak admin merekomendasikan ngga buku ini untuk dibaca?

    Saya sarankan baca buku karangan ibnu katsir saja mas hanif, judulnya albidayah wan nihayah, sudah ada terjemahananya,.
    bisa didownload bukunya di link ini

    bisa juga pesan bukunya: Ringkasan Al Bidayah wa Nihayah harga 165.000 belum dengan ongkos kirim

    • bagaimana dengan buku Hayatu Muhammad karangan Muhammad Husain Haikal?

      Itu buku yang menjelaskan sejarah rasul tapi ngawur pemaparannya,.sudah saya posting disini ga usah dibaca, silahkan beli atau baca buku sejarah nabi yang disusun oleh ulama ahlusunnah waljamaah, tentu dengan pemahaman sahabat, seperti ibnu katsir,

  5. jadi teringat saya ketika membaca buku BERGURU KEPADA ALLAH karya Ust. Abu Sangkan.. Mencomot Al-Quran dan hadis kemudian menyesuaikan dg telaahannya.. Pimikiran2 Tasawwuf yang kental, menggiring pemirsanya kepada kepercayaan spirtual yg dibangun sendiri..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*