Tata Cara Nikah Yang Sesuai Ajaran Rasulullah

Bacaan Syahadat Nikah Akad Nikah Tata Cara Akad Nikah Bacaan Ijab Kabul Mempelai Pria Bacaan Syahadat Saat Akad Nikah

akad nikahAdab-adab Dalam Akad Nikah

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Adakah kebiasaan para salaf setelah akad nikah, istri melakukan sungkem (cium tangan) suami di hadapan para tamu undangan? Bagaimana pula dengan kedua mempelai sungkem kepada orang tua di hadapan tamu undangan. Hal semacam ini nampaknya sudah menjadi adat di masyarkat. Mohon penjelasannya.

Dan bagaimanakah adab akad nikah?

Dari: Bambang

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahamatullah wabarakatuh
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah

Akad nikah merupakan ikatan syar’i antara pasangan suami istri. Dengan hanya kalimat ringkas ini, telah mengubah berbagai macam hukum antara kedua belah pihak. Karena itu, Allah Ta’ala menyebutnya sebagai mitsaq ghalidz [Arab: ميثاقاً غليظاً] artinya ikatan yang kuat. Allah berfirman,

وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

Mereka (para wanita itu) telah mengambil perjanjian yang kuat dari kalian.” (QS. An-Nisa’: 21)

Dengan akad nikah, pasangan ini telah mengikat sebuah perjanjian, se-iya, sekata, untuk membangun rumah tangga yang syar’i. Karena itu, bagi Anda yang telah berhasil melangsungkan perjanjian indah ini, jangan Anda sia-siakan, jangan Anda rusak tanpa tanggung jawab, buang jauh-jauh kata-kata: cerai, talak, dst…

Agar akad nikah Anda semakin berkah, berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan:

Pertama, hindari semua hal yang menyebabkan ketidak-absahan akad nikah.
Karena itu, pastikan kedua mempelai saling ridha dan tidak ada unsur paksaan, pastikan adanya wali pihak wanita, saksi dua orang yang amanah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا نِكَاح إِلا بوَلِي وشَاهِدي عَدلٍ

Tidak sah nikah, kecuali dengan wali (pihak wanita) dan dua saksi yang adil (amanah).” (HR. Turmudzi dan lainnya serta dishahihkan Al-Albani)

Kedua, dianjurkan adanya khutbatul hajah sebelum akad nikah.
Yang dimaksud khutbatul hajah adalah bacaan:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ( اتَّقُوا اللَّهَ الَّذِى تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا) (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ) ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

Dalil anjuran ini adalah hadis dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

عَلَّمَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُطْبَةَ الْحَاجَةِ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا….

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami khutbatul hajah…-sebagaimana lafadz di atas – …(HR. Abu Daud 2118 dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Syu’bah (salah satu perawi hadis) bertanya kepada gurunya Abu Ishaq, “Apakah ini khusus untuk khutbah nikah atau boleh dibaca pada kesempatatan yang lainnya.” “Diucapkan pada setiap acara yang penting.”  Jawab Abu Ishaq.

Sebagian orang beranggapan dianjurkannya mengucapkan khutbah ini ketika walimah, meskipun acara walimah tersebut dilaksanakan setelah kumpul suami istri.  Namun yang tepat –wallahu a’lam– anjuran mengucapkan khutbatul hajah sebagaimana ditunjukkan hadis Ibn Mas’ud radhiallahu ‘anhu adalah sebelum akad nikah bukan ketika walimah. (A’unul Ma’bud Syarh Sunan Abu Daud, 5:3 dan Tuhafatul Ahwadzi Syarh Sunan Turmudzi, 4:201). Wallahu a’lam.

Ketiga, tidak ada anjuran untuk membaca syahadat ketika hendak akad, atau anjuran untuk istighfar sebelum melangsungkan akad nikah, atau membaca surat Al-Fatihah.  Semua itu sudah diwakili dengan lafadz khutbatul hajah di atas. Tidak perlu calon pengantin diminta bersyahadat atau istighfar.

Keempat, hendaknya pengantin wanita tidak ikut dalam majlis akad nikah. Karena umumnya majlis akad nikah dihadiri banyak kaum lelaki yang bukan mahramnya, termasuk pegawai KUA. Pengantin wanita ada di lokasi itu, hanya saja dia dibalik tabir. Karena pernikahan dilangsungkan dengan wali si wanita. Allah Ta’ala mengajarkan,

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (wanita yang bukan mahram), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53)

Semua orang tentu menginginkan hatinya lebih suci, sebagaimana yang Allah nyatakan. Karena itu, ayat ini tidak hanya berlaku untuk para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tapi juga untuk semua mukmin.

Jika dalam kondisi normal dan ada lelaki yang hendak menyampaikan kebutuhan atau hajat tertentu kepada wanita yang bukan mahram, Allah syariatkan agar dilakukan di balik hijab maka tentu kita akan memberikan sikap yang lebih ketat atau setidaknya semisal untuk peristiwa akad nikah. Karena umumnya dalam kondisi ini, pengantin wanita dalam keadaan paling menawan dan paling indah dipandang. Dia didandani dengan make up yang tidak pada umumnya dikenakan.

Kesalahan yang banyak tersebar di masyarakat dalam hal ini, memposisikan calon pengantin wanita berdampingan dengan calon pengantin lelaki ketika akad. Bahkan keduanya diselimuti dengan satu kerudung di atasnya. Bukankah kita sangat yakin, keduanya belum berstatus sebagai suami istri sebelum akad? Menyandingkan calon pengantin, tentu saja ini menjadi pemandangan yang bermasalah secara syariah. Ketika Anda sepakat bahwa pacaran itu haram, Anda seharusnya sepakat bahwa ritual semacam ini juga terlarang.

Kelima, tidak ada lafadz khusus untuk ijab qabul. Dalam pengucapn ijab kabul, tidak disyaratkan menggunakan kalimat tertentu dalam ijab kabul. Akan tetapi, semua kalimat yang dikenal masyarakat sebagai kalimat ijab kabul akad nikah maka status nikahnya sah.

Lajnah Daimah ditanya tentang lafadz nikah. Mereka menjawab,
Semua kalimat yang menunjukkan ijab Kabul, maka akad nikahnya sah dengan menggunakan kalimat tersebut, menurut pendapat yang lebih kuat. Yang paling tegas adalah kalimat: ‘zawwajtuka’ dan ‘ankahtuka’ (aku nikahkan kamu), kemudian ‘mallaktuka’ (aku serahkan padamu). (Fatawa Lajnah Daimah, 17:82).

Keterangan selengkapnya bisa Anda dapatkan di: http://www.konsultasisyariah.com/ijab-kabul-akad-nikah/

Keenam, hindari bermesraan setelah akad di tempat umum
Pemandangan yang menunjukkan kurangnya rasa malu sebagian kaum muslimin, bermesraan setelah akad nikah di depan banyak orang. Kita sepakat, keduanya telah sah sebagai suami istri. Apapun yang sebelumnya diharamkan menjadi halal. Hanya saja, Anda tentu sadar bahwa untuk melampiaskan kemesraan ada tempatnya sendiri, bukan di tempat umum semacam itu.

Bukankah syariah sangat ketat dalam urusan syahwat? Menampakkan adegan semacam ini di muka umum, bisa dipastikan akan mengundang syahwat mata-mata masyarakat yang ada di sekitarnya. Hadis berikut semoga bisa menjadi pelajaran penting bagi kita.

Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhuma beliau menceritakan:

Fadhl bin Abbas (saudaranya Ibn Abbas) pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di belakang beliau, karena tunggangan Fadhl kecapekan. Fadhl adalah pemuda yang cerah wajahnya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di atas tunggangannya, untuk menjawab pertanyaan banyak sahabat yang mendatangi beliau. Tiba-tiba datang seorang wanita dari Bani Khats’am, seorang wanita yang sangat cerah wajahnya untuk bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnu Abbas melanjutkan,

فَطَفِقَ الفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا، وَأَعْجَبَهُ حُسْنُهَا، فَالْتَفَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا، فَأَخْلَفَ بِيَدِهِ فَأَخَذَ بِذَقَنِ الفَضْلِ، فَعَدَلَ وَجْهَهُ عَنِ النَّظَرِ إِلَيْهَا

Maka Fadhl-pun langsung mengarahkan pandangan kepadanya, dan takjub dengan kecantikannya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memalingkan wajah beliau, namun Fadhl tetap mengarahkan pandangannya ke wanita tersebut. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang rahang Fadhl dan memalingkan wajahnya agar tidak melihat si wanita…. (HR. Bukhari, no.6228)

Bagaimana sikap orang yang bertaqwa sekelas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak mengandalkan taqwanya, merasa yakin tidak mungkin terpengaruh syahwat, dst.. Beliau juga tidak membiarkan pemuda yang ada didekatnya untuk melakukan kesalahan itu. Beliau palingkan wajahnya. Apa latar belakangnya? Tidak lain adalah masalah syahwat. Apa yang bisa Anda katakan untuk kasus bermesraan pasca-akad nikah di tempat umum? Tentu itu lebih mengundang syahwat.

Ketujuh, adakah anjuran akad nikah di masjid?
Terdapat hadis yang menganjurkan untuk mengadakan akad nikah di masjid, hadisnya berbunyi:

” أعلنوا هذا النكاح و اجعلوه في المساجد ، و اضربوا عليه بالدفوف”

Umumkan pernikahan, adakan akad nikah di masjid dan meriahkan dengan memukul rebana.” (HR. At Turmudzi, 1:202 dan Baihaqi, 7:290)

Hadis dengan redaksi lengkap sebagaimana teks di atas statusnya dhaif. Karena dalam sanadnya ada seorang perawi bernama Isa bin Maimun Al Anshari yang dinilai dhaif oleh para ulama, di antaranya Al Hafidz Ibn Hajar, Al Baihaqi, Al Bukhari, dan Abu Hatim. Akan tetapi, hadis ini memiliki penguat dari jalur yang lain hanya saja tidak ada tambahan “..Adakan akad tersebut di masjid..”. Maka potongan teks yang pertama untuk hadis ini, yang menganjurkan diumumkannya pernikahan statusnya shahih. Sedangkan potongan teks berikutnya statusnya mungkar. (As Silsilah Ad Dla’ifah, hadis no. 978).

Karena hadisnya dhaif, maka anjuran pelaksanaan walimah di masjid adalah anjuran yang tidak berdasar. Artinya syariat tidak memberikan batasan baik wajib maupun sunah berkaitan dengan tempat pelaksanaan walimah nikah. Syaikh Amr bin Abdul Mun’im Salim mengatakan, “Siapa yang meyakini adanya anjuran melangsungkan akad nikah di masjid atau akad di masjid memiliki nilai lebih dari pada di tempat lain maka dia telah membuat bid’ah dalam agama Allah.” (Adab Al Khitbah wa Al Zifaf, Hal.70)

Kedelapan, dianjurkan untuk menyebutkan mahar ketika akad nikah.
Tujuan dari hal ini adalah menghindari perselisihan dan masalah selanjutnya. Dan akan lebih baik lagi, mahar diserahkan di majlis akad. Meskipun ulama sepakat, akad nikah tanpa menyebut mahar statusnya sah.

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan:

أَنَّ ذِكْرَ الْمَهْرِ فِي الْعَقْدِ لَيْسَ شَرْطًا لِصِحَّةِ النِّكَاحِ فَيَجُوزُ إِخْلاَءُ النِّكَاحِ عَنْ تَسْمِيَتِهِ بِاتِّفَاقِ الْفُقَهَاءِ

Menyebut mahar ketika akad bukanlah syarat sah nikah. Karena itu, boleh nikah tanpa menyebut mahar dengan sepakat ulama. (Mausu’ah fiqhiyah Kuwaitiyah, 39:151)

Hanya saja, penyebutan mahar dalam akad nikah akan semakin menenangkan kedua belah pihak, terutama keluarga.

Kesembilan, dianjurkan mengikuti prosedur administrasi akad nikah, sebagaimana yang ditetapkan KUA. Ini semua dalam rangka menghindari timbulnya perselisihan dan masalah administrasi negara. Hanya saja, sebisa mungkin proses pernikahan dimudahkan dan tidak berbelit-belit. Semakin mudah akad nikah, semakin baik menurut kaca mata syariah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خير النكاح أيسره

Nikah yang terbaik adalah yang paling mudah.” (HR. Ibnu Hibban dan dishahihkan Al-Albani)
Sifat mudah ini mencakup masalah nilai mahar, tata cara nikah, proses akad, dst.

Kesepuluh, tidak ada anjuran untuk melafadzkan ijab kabul dalam sekali nafas, sebagaimana anggapan sebagian orang. Karena inti dari ijab qabul akad nikah adalah pernyataan masing-masing pihak, bahwa wali pengantin wanita telah menikahkan putrinya dengannya, dan pernyataan kesediaan dari pengantin laki-laki.

Mengharuskan akad nikah dan ijab kabul dengan harus satu nafas bisa disebut pemaksaan yang berlebihan.

Kesebelas, doa selepas akad nikah.
Dianjurkan bagi siapapun yang hadir ketika peristiwa itu, untuk mendoakan pengantin. Di antara lafadz doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

“Semoga Allah memberkahimu di waktu senang dan memberkahimu di waktu susah, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.”

Dinyatakan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,

أن النبى صلى الله عليه وسلم  :” كَانَ إِذَا رَفَّأَ الْإِنْسَانَ إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak memberikan ucapan selamat kepada orang yang menikah, beliau mendoakan: baarakallahu laka…dst.” (HR. Turmudzi, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم   فَأَتَتْنِي أُمِّي فَأَدْخَلَتْنِي الدَّارَ فَإِذَا نِسْوَةٌ مِنَ الْأَنْصَارِ فِي الْبَيْتِ فَقُلْنَ عَلَى الْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ وَعَلَى خَيْرِ طَائِرٍ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku, kemudian ibuku mendatangiku dan mengajakku masuk ke dalam rumah. Ternyata di dalamnya terdapat banyak wanita Anshar. Mereka semua mendoakan kebaikan, keberkahan karena keberuntunganku. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Read more http://www.konsultasisyariah.com/adab-adab-dalam-akad-nikah/

Bacaan Istighfar Sebelum Akad Nikah Lafadz Istighfar Sebelum Akad Nikah Bacaan Akad Nikah Pengucapan Akad Nikah Yang Benar Bacaan Akad Nikah Pengantin Pria

28 Comments

  1. “Moment paling istimewa anda dengan pasangan sangat disayangkan jika terlewatkan begitu saja. Anda dapat menggunakan website pernikahan ini untuk mengabadikan moment spesial tersebut.”

    Agan-agan sekalian, ane mau informasikan pembuatan website wedding nih..
    sekarang lagi trendnya menggunakan website wedding untuk informasi pernikahan anda.
    MURAH dan ada promo disini http://www.mel-deleted-sebab-itu-termasuk-kemungkaran-di-pernikahan.com

    Terimakasih sudah komentar disini,
    Mudah-mudahan anda segera membuka usaha lain yang halal, karena usaha anda termasuk salah satu bentuk kemungkaran menjelang acara yang mulia yaitu pernikahan,. janganlah dirusak dengan membuat momen seperti itu, apalagi saat pernikahan,.
    Untuk anda, saya postingkan artikel ini, silahkan dibaca disini

  2. saya seorang wanita suda nikah 8th yg lalu,tapi waktu nikah wali dr ortu saya gak ada jauh mw ubungin no hp ga ada.
    jadi daripada kumpul kebo saya nikah aja walinya ortu angkat sah ga ya

    terimakasih aliya,..
    nikahnya tidak sah, dan sama saja dengan kumpul kebo, ortu angkat tidak berhak menjadi wali, dan dalam islam tidak ada istilah anak angkat, bapak angkat,. itu sama dengan orang lain,. sebab ayah angkat bisa menikahi anak angkatnya, tentu dengan wali dari ayah asli dari anak angkat tersebut,. jadi anda wajib bertaubat, dan segera meninggalkan pasangan anda tersebut,.

    • Tapi kalau misalnya mempelai wanita sebatang kara, siapa yang menjadi walinya andai kata dia diasuh oleh orang tua angkat?

      Jika sebatang kara, kan masih ada saudara laki-lakinya, masih ada mahramnya,. masa tidak ada semua?
      Kalau tidak diketahui semua, orangtua kandungnya tidak diketahui, saudara kandungnya tidak diketahui, demikian pula mahramnya yg lain tidak diketahui, maka wali hakim yg sebagai walinya

  3. kebanyakan orang berkata ” ijab kabul harus dengan satu nafas, jika tidak 1 nafas akan tidak sah nikahnya.”

    sedangkan jika calon pengantinya mempunyai nama yg panjang apakah itu tidak menyakitkan pasangan yg mengucapkan ijab kabulnya?

    dan bagaimana menjelaskan kepada orang atau saksi jika hal itu harus di lakukan?, terima kasih

    Terimakasih mas egi, itu semua karena jauhnya kaum muslimin dari pemahaman islam yang benar,.

    bahkan,..

    Petugas KUA nya juga banyak yang tidak paham, sehingga ritual yang suci ini tercoreng dengan ritual bidah,.

    Akad nikah itu sangat mudah,. bahkan bercandanyapun jadi, apalagi seriusnya,. jadi akad nikah ga perlu latihan, atau satu nafas,.

    Contoh simpel, misalkan ada seorang bapak berkata kepada laki-laki seperti ini:
    Mas, kamu saya nikahkan dengan anak saya yang bernama fulanah,.. lalu si laki-laki menjawab,. YA, saya terima, atau dia menjawab dengan bahasa isyarat dengan menganggukan kepalanya,. maka jatuh, sah nikahnya,. silahkan baca ulasan tentang ijab qabul disini

    Mudah,..

  4. Apakah pas ikan kabul arsy Allah bergetar

    ah, ngga bener itu,.dari mana keterangan tersebut, apakah dari anda, atau dari rasulullah? jika dari rasulullah sebutkan dimana perkataan rasul tersebut, di hadits riwayat siapa,

  5. Assalamu’alaikum…
    Saya bingung dan mau bertanya, saya mau menikah dengan orang lain negara (Singapore) dan In Shaa Allah pernikahan akan dilaksanakan di negara tsb. Jika pernikahan tidak didampingi oleh wali (ayah/ibu) dari pihak keluarga saya (phk wanita) dan di wakilkan oleh orang lain (teman) apakah itu sah atau tidak dalam ajaran Islam. Mohon jawabannya, terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Wanita yang menikah tanpa wali, maka nikahnya TIDAK SAH,. jika nekad, sama saja seperti berzina,.

    • Salam..bukankah nikah itu boleh diwakilkan?? Harap di koreksi lagi di kitab2 besar

      wa’alaikumussalam warahmatullah
      Kalau yang mewakilkan itu adalah walinya,.

  6. alhamdulilah masih ada yg perduli dgn hukum dan melayani orang yg kurang paham,
    saya ingin bertanya apakan ada surat khusus yg hehdak di baca ketika akatnikah aKAN d LAKSANAKAN? jika ada surat apa…?

    Tidak ada mas Ariga,.

  7. Assalamu’alaikum..

    mas admin..

    saya pernah dengar katanya sebelum akad nikah dilakukan, calon pengantinnya harus wudhu terlebih dahulu. Apakah memang benar sunnahnya seperti itu ? Bagaimana jika tidak dilakukan ?

    Wa’alaikumussalam wrahmatullah,.
    Ga bener,. ga diharuskan berwudhu dahulu,.

    Jadi ngga apa2 jika tdk berwudhu

  8. Assalamualaikum..warahmatullah
    ijin bertanya ..
    Kalau keluarga dr mempelai wanita dr nonmuslim..
    Siapa yg tepat untuk jadi wali ?.. Syukron sebelumnya..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Yang jadi wali adalah wali hakim atau petugas KUA yang berwenang

  9. Hukum akad dengn membaca teks itu hukumnya apaa yaa. Dan sah gak ya?

    pura-pura akadnya saja, jika yang mengatakan wali dari si wanita kepada laki-laki, maka sah nikahnya, apalagi yg serius walaupun sambil baca,

  10. Assalamu’alaikum warahmatullah
    Berarti waktu ijab qabul, wanita harus ada di tempat terpisah dengan laki2 yg sedang mengucap ijab?

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    iya, betul wajib dipisah antara wanita dan laki2

  11. Assalamu alaikum
    Mau nanya
    Kalo akad nikah 2 kali dalam hukum islam.y gimana?
    Pernikahan.y sah atw gimana?
    Maksud.y akad nikah 2 kali tuh pertama akad nikah niat.y karena Allah ..
    Kedua.y niat karena biar tercatat oleh KUA dan secara resmi negara sah suami istri

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Tercatat di KUA itu bukanlah SYARAT SAH NIKAH, itu hanya sebagai tertib administrasi saja,.
    Jadi nikahnya ya tetap sah walaupun tidak ada petugas KUA yang menyaksikan atau mencatatnya,
    Jadi selama syarat sah nikahnya terpenuhi, maka sah nikahnya…

    Adapun ketika melakukan akad nikah lagi hanya untuk mendapatkan buku nikah, jika itu bisa dihindari, dan memberitahukan ke petugas KUA atau catatan sipil bahwa pasangan tersebut sudah melakukan akad nikah, maka ini lebih baik,
    Akad nikah itu bukanlah permainan, ini adalah ibadah , pura-puranya saja jadi, sah.. apalagi seriusnya

  12. Asalammuallaikum… Wr… Wb
    Sy mau Tanya…
    Bila kita memberikan cincin dan seperangkat alat sholat kepada seseorang dengan bersumpah dan mengucapkan ijab Kabul dengan disaksikan teman apakah ini sudah termasuk nikah? Terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Disebut nikah itu, jika yang mengucapkan adalah WALI SI WANITA, bukan ucapan laki-laki yang mau menikahi,.
    Kalau yang mengucapkan WALI SI WANITA, misalkan saya nikahkan anak saya si fulanah dengan kamu,.
    Lalu si laki-laki yang diajak bicara sama si wali itu mengatakan, ya, saya terima, .. maka itu SAH, walaupun ngomongnya PURA-PURA,.

  13. Saya mau nanya . Saat kta mengadakan resepsi pernikahan . Posisi berdiri mempelai yg benar itu posisinya bagaimana ya?

    Posisinya dipisah antara laki-laki dan wanita,.
    Penganten wanita tempatnya di tempat wanita, dan penganten laki-laki tempatnya di tempat laki-laki,. bukan dijejerkan,

  14. Kalau ada pria poligami tpi nggak bilang istri yg sebelumnya gimana tuh…tiba2 istrinya sudah 4 orang misalnya

    Memang tidak ada kewajiban suami yang mau menikah lagi itu harus bilang-bilang dulu ke istrinya, atau minta ijin ke istrinya,.

    tapi sebaiknya sih ya kasih tahu istrinya,.
    kan tujuan menikah kan agar tercipta keluarga yang harmonis, ketenangan,.

    Dengan tidak memberitahu, kan bisa saja istri tidak siap, kaget, dan keharmonisan akan terganggu

  15. assalamualaikum….
    ngmng2 masalah nikah, mbakyu ku udh ada rencana nikah, calonnya maunya sih bln depan biar gk kelamaan,
    tpi saran dari mbahku desember aja, ktny sih itu bln baik menurut kalender jawa.
    memangnya dlm Islam ada bln baik & tidak baik utk nikah? mohon pencerahannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Tidak ada hal yang seperti itu dalam islam, semua hari itu baik, tidak ada tanggal sial, angka sial,hari sial, weton,..
    Itu semua adalah tradisi yang bertentangan dengan ajaran islam, silahkan baca di sini

  16. Mas,mohon penjelasanya
    Apakah tetap sah nikahnya apabila pengucapan qabul dari mempelai laki-laki dengan membaca contekan, karena beberapa kali si mempelai laki2 salah/berbeda pengucapanya dengan bapak penghulu..
    Terimakasih

    Selama ada wali si wanita, dan wali yang menikahkan, dan si wali memaksudkan menikahkan dengan anda, lalu anda menerima atau mengiyakan,..

    Maka SAH..

    Walaupun akad nikahnya itu PURA-PURA saja SAH nikahnya, apalagi serius sampai memanggil penghulu segala,

    Jadi salah besar jika ada petugas KUA yang mensyaratkan macam-macam,.

    sebenarnya lafadz akad nikah tidak ada lafadz yang baku, harus seperti itu,.
    wong bercandanya saja jadi alias sah,. misalkan ada seorang bapak berkata seperti ini kepada seorang laki-laki,. Mas, maukah kamu saya nikahkan dengan anak saya yang bernama fulanah,. jika si laki-laki menjawab MAU, saya terima,.,.. maka itu bisa SAH,. walaupun itu cuma BERCANDA,..
    Atau mungkin kata-kata lai, misalkan seorang bapak berkata, SAYA nikahkan kamu dengan anak saya yang bernama fulanah,. jika si laki-laki berkata, IYA PAK, SAYA TERIMA,. maka SAH.. secara hukum islam,.
    makanya tidak boleh bercanda dalam hal ini,… apalagi lafadz serius dalam AKAD NIKAH,. ini ya SAH,. ngga ada lafadz khusus,. yang penting yang dimaksud adalah lafadz yang maksudnya adalah menikahkan,.
    Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
    ثلاث جدهن جد وهزلهن جد: النكاح والطلاق والرجعة
    “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius: nikah, cerai dan ruju.’” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali An Nasa’i. Dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah)

    Sumber: https://aslibumiayu.net/9158-bagaimanakah-lafal-ijab-kabul-dalam-pernikahan-apakah-harus-dengan-bahasa-arab.html

  17. Assalamualaikum akhi

    Andai………ada seorang bapak berkata seperti ini kepada seorang laki-laki,. Mas, maukah kamu saya nikahkan dengan anak saya yang bernama fulanah,. jika si laki-laki menjawab MAU, saya terima,.,.. maka itu bisa SAH,. walaupun itu cuma BERCANDA,..

    Berarti antara laki-laki ini dengan si anak perempuan tadi sudah menjadi suami istri, yang berarti si anak perempuan tidak boleh menikah karena sudah menjadi suami si laki-laki ini? Meski kata2 tersebut hanya BERCANDA?

    Syukron

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,..

    YA.. Betul

    Afwan…

  18. Mau tanya..
    Pada saat ijab qobul..

    Seorang lelaki menjawab saya terima nikahnya dan seterusnya..

    Atau dengan bahasa arab qobiltu dan seterusnya..

    Apakah itu harus di ucapkan dalam satu nafas atau ada ketentuan lain?? Mohon pencerahannya

    Tidak harus, bahkan sekedar mengucaokan, YA saya terima, ..
    Itu saja sudah SAH

    Akad nikah itu tidak perlu latihan mengucapkan,
    Intinya si wali mengucapkan perkataan mau menikahkan wanita yangvdibawah kewaliannya, lalu si laki-lakinya menjawab dengan jawaban penerimaan,

    Tidak harus satu nafas, atau dengan bahasa arab,

    Jadi salah besar jika mau akad nikah harus latihan dulu, satu nafas, dll

  19. Saya minggu depan akan menikah dengan seorang lelaki yg ditinggalkan ibu kandungnya di klinik dari bayi.

    Dan sampai sekarang dia diangkat oleh keluarga yg berada.nah yg mau saya tanyakan, di ijab qabul kan bapak saya mengucapkan nama calon saya dan nama ortu angkatnya, apakah pernikahan tersebut sah? Karna dari klinik tidak ada info mengenai bapak kandungnya dan ibu kandungnya juga tidak tau sekarang dimana

    Perlu diketahui, laki-laki itu tidak butuh WALI, yang butuh wali itu adalah si wanita,
    Jadi tidak perlu disebutkan nama orangtua angkatnya, cukup sebut nama si laki-laki tersebut,
    Akad nikah itu intinya ucapan si wali kepada laki-laki yang mau dinikahkan dengan wanita yang dibawah tanggungan si wali tersebut,.

    Bahkan sekedar ucapan seperti ini : saya nikahkan anak saya cillia pada kamu,. misalkan si laki-laki tersebut menjawab, IYA, saya terima,. maka SAH nikahnya,. simpel,.

  20. Stlh baca artikel ini ternyata banyak ksalahan dlm pratek ijab kabul…beuh orang indonesia memang paling pinter klo mengarang,apa2 sgala ditambah2in…hatur nuhun artikel2nya bermanfaat nambah ilmu…

    Alhamdulillah,..

  21. Assalamualaikum,

    bagaimana status pernikahan tanpa wali atau ada wali tapi palsu(gadungan) walau ada surat nikah?

    Apakah harus diulang nikahnya?

    Dan bagaimana jika dari pernikahan tanpa wali tsb ada anak perempuannya dan ketika mau nikah, bolehkah bapaknya jadi wali nikah ?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Nikah tanpa wali, nikahnya NGGA SAH, wajib di ulang,
    Status anak yang nikah tanpa wali, statusnya seperti anak zina, nasab anaknya ke ibunya, bkn ke bapaknya

    Sah atau tidak itu bukan dari adanya surat nikah, , tapi apakah sah menurut aturan islam atau tidak

    • Alhamdulillah terimakasih atas jawabannya,
      jika sudah nikah ulang, trus jika sebelum nikah ulang sdh terlahir seorg anak perempuan dan skrg anak tsb sdh dewasa dan mau nikah, kan anak ini di bintikan kpd ibunya, jadi maksudnya ayahnya itu tdk bisa menjadi walinya, harus wali hakim?
      begitu khan ?
      jazakumullahu khairan Admin

      Jika dulu saat nikah itu memang tahu bahwa itu tidak sah karena walinya adalah wali bohongan, pura-pura jadi wali, maka nikahnya TIDAK sah,. walaupn dapa surat nikah,
      Berbeda jika mereka tidak tahu hukum , sehingga menikah tanpa ada wali yang sah, dan masyarakat juga menganggapnya itu sah, maka itu jatuhnya pernikahan syubhat, ulasan tentang nikah syubhat bisa dibaca di sini

      wali nikahnya jika anak zina, walinya adalah wali hakim / petugas KUA yang berwenang

      • Alhamdulillah, cukup jelas dan bermanfaat, mengenai nikah syubhat saya baru dengar dan baru mengetahuinya, tapi contoh nikah syubhat diberikan oleh ustadz hampir terjadi pada diri saya, saat itu saya akan menikah disaat akan mengucapkan ijab kabul dgn ayahnya ( yg diketahui adalah ayah tiri) tiba2 ayah kandung calon istri saya datang dan berteriak stop !!! ” saya yg berhak nikahkan anak saya !” Alhamdulillah tidak terjadi nikah syubhat tsb

        Alhamdulillah

  22. Assalamualaikum
    Mohon petunjuk. Saat itu pihak dari kua mengatakan latihan, tetapi saat mertua laki2 dan mempelai laki2 mengucapkan ijab kabul diakhirnya pihak kua mengatakan sah. Pertanyaannya apakah pernikahan itu sah ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika yg mengucapkan adalah wali si wanita lalu diterima atau diiyakan oleh si laki2, walaupun itu pura-pura atau bercanda, maka itu SAH, jadi nikahnya SAH

  23. Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,
    Mau tanya pak. Berarti kalau status mempelai wanitanya anak zina apakah sang ibu harus hadir atau tidak. Ini misalkan antara bpk dan ibunya sudah bercerai dan anak perempuan trsebut hidup dg bpknya.
    Terima kasih sebelumnya,
    Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh..

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh,

    Tidak harus,.bahkan walinya itu adalah wali hakim atau petugas KUA,

    Dan wanita ga bisa menjadi wali nikah

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*