Mengucapkan Kata CERAI Ketika Marah, Bagaimana Akibatnya?

Hukum Istri Mengucapkan Cerai Hukum Suami Berkata Cerai Dalam Keadaan Emosi Hukum Suami Mengatakan Cerai Ketika Marah Kata Cerai Hukum Mengucapkan Kata Cerai Dalam Keadaan Marah

8 Prinsip tentang Cerai ketika Marah

cerai

Menanggapi banyaknya pertanyaan tentang perceraian, berikut beberapa kaidah penting terkait cerai ketika marah:

Pertama,

Hindari Perceraian Semaksimal Mungkin
Mengapa perlu dihindari?

Karena perceraian adalah bagian dari program besar iblis. Raja setan ini sangat bangga dan senang ketika ada cecunguknya yang mampu memisahkan antara suami-istri. Disebutkan dalam hadis dari Jabir, Nabi ‘alaihis shalatu was salam bersabda,

إن إبليس يضع عرشه على الماء ثم يبعث سراياه فأدناهم منه منزلة أعظمهم فتنة يجئ أحدهم فيقول فعلت كذا وكذا فيقول ما صنعت شيئا قال ثم يجئ أحدهم فيقول ما تركته حتى فرقت بينه وبين امرأته قال فيدنيه منه ويقول نعم أنت

“Sesungguhnya iblis singgasananya berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan ini.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah bepisah (talak) dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu.’” (HR. Muslim, no.2813).

Al-A’masy mengatakan, “Aku menyangka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Iblis merangkul setan itu’.”
Imam al-Munawi mengatakan, “Sesungguhnya hadis ini merupakan peringatan keras, tentang buruknya perceraian. Karena perceraian merupakan cita-cita terbesar makhluk terlaknat, yaitu Iblis. Dengan perceraian akan ada dampak buruk yang sangat banyak, seperti terputusnya keturunan, peluang besar bagi manusia untuk terjerumus ke dalam zina, yang merupakan dosa yang sangat besar kerusakannya dan menjadi skandal terbanyak.” (Faidhul Qadir, 2:408).

Memang pada dasarnya, talak adalah perbuatan yang dihalalkan. Akan tetapi, perbuatan ini disenangi iblis karena perceraian memberikan dampak buruk yang besar bagi kehidupan manusia. Betapa banyak anak yang terlantar, tidak merasakan pendidikan yang layak, gara-gara broken home. Bisa jadi, anak-anak korban perceraian itu akan disiapkan iblis untuk menjadi bala tentaranya.
Lebih dari itu, salah satu dampak negatif sihir yang disebutkan oleh Allah dalam Alquran adalah memisahkan antara suami dan istri. Allah berfirman,

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِه

Mereka belajar dari keduanya (Harut dan Marut) ilmu sihir yang bisa digunakan untuk memisahkan seseorang dengan istrinya.” (QS. Al-Baqarah:102)

Sekali lagi, jangan sampai kita mengabulkan keinginan dan harapan iblis. Pikirkan ulang, dan ingat masa depan anak-anak dan nilai keluarga Anda di mata masyarakat.

Kedua,

Marah Ada Tiga Bentuk
Pembaca yang budiman, untuk menilai keabsahan perceraian ketika marah, terlebih dahulu perlu kita pahami tentang macam-macam marah, sebagaimana yang dijelaskan para ulama. Ibnul Qayim menulis buku khusus tentang cerai ketika marah, judulnya: Ighatsatul Lahafan fi Hukmi Thalaq al-Ghadban.

Beliau menjelaskan bahwa marah ada tiga macam:
Seseorang masih bisa merasakan kesadaran akalnya, dan marahnya tidak sampai menutupi pikirannya. Dia sadar dengan apa yang dia ucapkan dan sadar dengan keinginannya. Marah dalam kondisi ini tidaklah mempengaruhi keabsahan ucapan seseorang. Artinya, apapun yang dia ucapkan tetap dinilai dan teranggap. Baik dalam urusan keluarga, jual beli, atau janji, dst.

Marah yang memuncak, sehingga menutupi pikiran seseorang dan kesadarannya. Dia tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan atau yang dia inginkan. Layaknya orang yang gila, hilang akal, kemudian ngamuk-ngamuk. Marah pada level ini, ulama sepakat bahwa semua ucapannya tidak teranggap dan tidak diterima. Baik dalam urusan muamalah, nikah, sumpah, janji, dst.. Karena ucapan seseorang ternilai sah menurut syariat, jika orang yang mengucapkannya sadar dengan apa yang dia ucapkan.

Marah yang tingkatannya pertangahan dari dua level di atas. Akal dan pikirannya tertutupi, namun tidak sampai total. Layaknya orang stres yang teriak-teriak, lupa daratan. Tidak sebagaimana level sebelumnya. Untuk marah dalam kondisi ini, statusnya diperselisihkan ulama. Ada yang mengatakan ucapannya diterima dan ada yang menilai tidak sah. Kemudian Ibnul Qayim menegaskan, “Dalil-dalil syariat menunjukkan (marah dalam kondisi ini)tidak sah talaknya, akadnya, ucapannya membebaskan budak, dan semua pernyataan yang membutuhkan kesadaran dan pilihan. Dan ini termasuk salah satu bentuk ighlaq (tertutupnya akal), sebagaimana keterangan para ulama.
(Ighatsatul Lahafan fi Hukmi Thalaq al-Ghadban, Hal. 39)

Ketiga,

Kalimat ‘cerai’ Ada Dua
Sebelum melanjutkan pembahasan lebih jauh, kita perlu memahami bahwa kalimat cerai dan turunanya ada dua: lafadz sharih (tegas) dan lafadz kinayah (tidak tegas). Sayid Sabiq dalam Fiqh Sunah menjelaskan:
Lafadz talak bisa dalam bentuk kalimat sharih (tegas) dan bisa dalam bentuk kinayah (tidak tegas).

a. Lafadz talak sharih adalah lafadz talak yang sudah bisa dipahami maknanya dari ucapan yang disampaikan pelaku. Atau dengan kata lain, lafadz talak yang sharih adalah lafadz talak yang tidak bisa dipahami maknanya kecuali perceraian.

Misalnya: Kamu saya talak, kamu saya cerai, kamu saya pisah selamanya, kita bubar…, silahkan nikah lagi, aku lepaskan kamu, dan semua kalimat turunannya yang tidak memiliki makna lain selain cerai dan pisah selamanya.

Imam as-Syafi’i mengatakan, “Lafadz talak yang sharih intinya ada tiga:

talak (arab: الطلاق), pisah (arab: الفراق), dan lepas (arab: السراح).

Dan tiga lafadz ini yg disebutkan dalam Alquran.” (Fiqh Sunah, 2:253).

b. Lafadz talak kinayah (tidak tegas) adalah lafadz yang mengandung kemungkinan makna talak dan selain talak. Misalnya pulanglah ke orang tuamu, keluar sana.., jangan pulang sekalian..,

Cerai dengan lafadz tegas hukumnya sah, meskipun pelakunya tidak meniatkannya.

Sayid Sabiq mengatakan, “Kalimat talak yang tegas statusnya sah tanpa melihat niat yang menjelaskan apa keinginan pelaku. Mengingat makna kalimat itu sangat terang dan jelas.” (Fiqh Sunah, 2:254)
Hal yang sama juga ditegaskan dalam Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah (Ensiklopedi Fiqh),

واتفقوا على أن الصريح يقع به الطلاق بغير نية

“Para ulama sepakat bahwa talak dengan lafadz sharih (tegas) statusnya sah, tanpa melihat niat (pelaku)” (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 29:26)

Sementara itu, cerai dengan lafadz tidak tegas (kinayah), dihukumi dengan melihat niat pelaku. Jika pelaku melontarkan kalimat itu untuk menceraikan istrinya, maka status perceraiannya sah.

Bahkan sebagian ulama hanafiyah dan hambali menilai bahwa cerai dengan lafadz tidak tegas bisa dihukumi sah dengan melihat salah satu dari dua hal;

niat pelaku atau qarinah (indikator).

Sehingga terkadang talak dengan kalimat kinayah dihukumi sah dengan melihat indikatornya, tanpa harus melilhat niat pelaku.

Misalnya, seorang melontarkan kalimat talak kinayah dalam kondisi sangat marah kepada istrinya. Keadaan ‘benci istri’ kemudian mengucapkan kalimat tersebut, menunjukkan bahwa dia ingin berpisah dengan istrinya. Sehingga dia dinilai telah menceraikan istrinya, tanpa harus dikembalikan ke niat pelaku.

Akan tetapi, pendapat yang lebih kuat, semata qarinah (indikator) tidak bisa jadi landasan. Sehingga harus dikembalikan kepada niat pelaku. Ini merupakan pendapat Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin, sebagaimana keterangan beliau di Asy-Syarhu al-Mumthi’ 11:9.

Kemudian terkait masalah ini, ada satu ucapan yang sama sekali tidak mengandung makna talak sedikit pun. Baik secara tegas maupun kiasan. Untuk kalimat semacam ini sama sekali tidak dinilai sebagai talak, apapun niatnya.

Misalnya mengumpat istrinya, atau menjelekkannya, dst. Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Jika kalimat yang dilontarkan sama sekali tidak mengandung kemungkinan makna talak, maka status talak tidak jatuh (baca: tidak sah), meskipun pelaku berniat untuk menceraikannya ketika dia mengucapkan kalimat tersebut.

Misalnya, seseorang mengatakan, ‘Kamu pendek.., kamu ketinggian..’, dan orang ini menyatakan, ‘Saya berniat untuk menceraikannya.’ Yang demikian hukumnya tidak jatuh talaknya. Karena kalimat semacam ini sama sekali tidak mengandung makna talak. (Asy-Syarhu al-Mumthi’, 13:66)

Keempat,

Cerai Ketika Marah
Terdapat sebuah hadis, dari A’isyah radhiallahu’anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا طلاق ولا عتاق في إغلاق

Tidak ada talak dan tidak dianggap kalimat membebaskan budak, ketika ighlaq.” (HR. Ahmad, no.26403, Ibnu Majah, no.2046, Hakim, dan dihasankan Al-Albani)

Makna kata: ighlaq : terdesak. Karena orang yang terdesak kondisinya mughlaq (tertutup), sehingga gerakannya sangat terbatas. (An-Nihayah fi gharib al-atsar, 3:716)

Ada juga sekelompok ulama yang memaknai ighlaq dengan marah. Dalam arti marah yang sanngat hebat, sehingga kemarahannya menghalangi kedasarannya, sebagaimana penjelasan sebelumnya.

Berdasarkan hadis ini, ulama menjelaskan bahwa bahwa talak dalam kondisi marah besar, sampai menutupi akal, hukumnya tidak sah.

Nah.., dari keterangan macam-macam marah, Imam Ibnul Qayim menjelaskan bahwa talak hukumnya jika marahnya baru pada level pertama, yaitu marah yang masih bisa merasakan kesadaran akalnya, dan marahnya tidak sampai menutupi pikirannya. Dia sadar dengan apa yang dia ucapkan dan sadar dengan keinginannya.

Sementara talak yang dijatuhkan pada saat marah di level kedua dan ketiga, talaknya tidak jatuh.

Untuk marah yang sudah memuncak, sebagaian ulama menegaskan bahwa semua kaum muslimin sepakat talak yang dijatuhkan tidak sah. Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Marah yang sampai pada batas, dimana dia tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan, bahkan sampai pingsan, dalam kondisi ini talak tidak sah dengan kesepakatan ulama. Karena orang ini tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan.” (Asy-Syarhul Mumti’, 13:28)

Karena itu, jangan Anda beralasan, ‘Saya talak istri saya ketika marah, jadi gak sah’. Alasan semacam ini bisa jadi tidak diterima. Karena selama Anda masih sadar ketika mengucapkan kata-kata cerai pada istri, maka talak statusnya sah, meskipun Anda lontarkan hal itu dalam keadaan marah.

Kelima,

Cerai Tetap Sah Walaupun Anda Tidak Berniat Cerai
Bagian ini sebenarnya mengulang dari keterangan di atas. Namun mengingat banyak orang bersih kukuh untuk menolak talak yang disampaikan dengan kalimat tegas ketika marah maka perlu untuk kami sendirikan dengan rinci.

Hampir semua lelaki yang menyesali talaknya ketika marah, mereka beralasan, saya sama sekali tidak berniat mentalak istri saya, saya sama sekali tidak bermaksud demikian, saya cuma ngancam, saya cuma main-main, dan seabreg alasan lainnya. Apapun itu, jika Anda dengan tegas menyampaikan kalimat talak, maka status cerai Anda sah, meskipun Anda sama sekali tidak berniat talak.

Dalilnya, hadis dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثلاث جدهن جد وهزلهن جد: النكاح والطلاق والرجعة

Ada tiga hal, seriusnya dinilai serius, main-mainnya dinilai serius: Nikah, talak, dan rujuk.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan dihasankan Al-Albani)

Artinya, untuk tiga akad tersebut: nikah, talak, dan rujuk, walaupun dilakukan dengan main-main, statusnya tetap sah, jika syaratnya terpenuhi.

Karena itu, hati-hati dengan kalimat talak yang sharih (tegas), yang tidak mengandung kemungkinan selain makna talak.

Perhatikan kutipan penjelasan di atas:
Sayid Sabiq mengatakan, “Kalimat talak yang tegas statusnya sah tanpa melihat niat yang menjelaskan apa keinginan pelaku. Mengingat makna kalimat itu sangat terang dan jelas.” (Fiqh Sunah, 2:254)

Meskipun Anda main-main, tidak serius, cuma ngancam, atau intinya tidak bermaksud setitik pun, ingat semua alasan ini tidak bisa diterima. Alasan semacam ini bisa diterima, jika kalimat talak yang disampaikan tidak tegas (kinayah).

Keenam,

Cerai adalah akad lazim yang tidak bisa dibatalkan
Bagian ini akan menjelaskan bahwa talak adalah akad yang mengikat (lazim) dan tidak bisa dicabut. Sebelumnya perlu kita pahami pembagian akad ditinjau dari konsekwensinya, ada dua:

Akad lazim, adalah akad yang mengikat semua pihak yang terlibat, sehingga masing-masing pihak tidak punya hak untuk membatalkan akad. Artinya, begitu kalimat itu diucapkan maka statusnya sah, dan tidak boleh dicabut
Contoh: akad jual-beli, sewa-menyewa, nikah, talak dan semacamnya.

Akad jaiz atau akad ghairu lazim, adalah akad yang tidak mengikat. Artinya salah satu pihak boleh membatalkan akad tanpa persetujuan rekannya.
Contoh: akad pinjam-meminjam, wadi`ah, mewakilkan, dll.
(Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 30:230)

Ketujuh,

Hindari kalimat-kalimat bermakna cerai ketika marah
Kami sangat yakin, ketika Anda marah, Anda ingin mengungkapkan semua isi hati Anda. Apalagi ketika ditunggangi perasaan benci kepada istri. Bayangan ‘sayang-sayang’ di waktu Anda berkenalan dengan calon istri Anda seolah pudar tanpa tersisa sedikit pun.

Islam tidak melarang Anda meluapkan perasaan Anda dan ledakan hati Anda. Tapi Islam mengatur dan mengarahkan kepada sikap yang benar. Namun sungguh sangat disayangkan, betapa banyak orang yang kurang menyadari.

Tidak ada yang bisa kami nasihatkan, selain HINDARI semaksimal mungkin kalimat yang secara tegas menunjukkan makna talak. Dengan bahasa yang lebih tegas, hindari kalimat talak sharih sebisa mungkin. Ini jika Anda masih ingin bersama keluarga Anda.

Kedelapan,

Jadilah Keluarga yang Tidak Gegabah
Dari A’isyah radhiallahu’anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ماكان الرفق في شيء إلا زانه ولانزع من شيء إلا شانه

Tidaklah kelembutan menyertai sesuatu melainkan ia akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu, melainkan akan semakin memperburuk-nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadilah keluarga yang tidak gegabah, mudah emosi, mudah meluapkan kemarahan, tidak perhitungan.

Yang laki-laki punya penyakit suka ngomel: cerai, talak, kita pisah, nikah sama lelaki lain sana…, bubar..bubar…, aku lepaskan kamu, besok kuurus surat cerai.., aku ikhlaskan kamu karena itu pilihanmu, aku thalaq, aku thalaq.., aku cerai tiga…,

Tapi begitu redam, ingin merasakan dekapan istrinya, dia menyesal…, dia ingkari dan ingkari… tidak, sama sekali saya tidak bermaksud menjatuhkan talak… Allahu akbar!…, inilah potret suami yang kesadarannya kurang, jika tidak ingin dibilang akalnya kurang.

Tidak kalah dengan itu, yang perempuan sukanya minta cerai.., dikit-dikit minta cerai, ceraikan aku.., talak saja aku.., aku ingin cerai….!! ini tidak kalah parahnya. Sungguh potret wanita kurang….
Sabar…Sabar…Sabar… tahan lidah…

Allahu a’lam

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Materi terkait cerai:

1. Hukum Talak Lewat SMS.
2. Talak Ketika Istri Hamil.
3. Selingkuh dengan Ipar.
4. Al-Muhallil.
5. Cerai Karena Mandul.
6. Cara Rujuk Setelah Talak Tiga.
7. Kalimat Cerai Bohong-Bohongan.
8. Menikah Untuk Cerai.

sumber : http://www.konsultasisyariah.com/8-prinsip-tentang-cerai-ketika-marah/#axzz2UgAmTZRT

Contoh Kata Cerai Dalam Islam Kata Kata Perceraian Dalam Islam Cerai Dalam Islam Perceraian Dalam Islam Hukum Suami Berkata Cerai

58 Comments

  1. Assalamualaikum wr wb.. Saya mau tanya, bila suami mengatakan talak sampai 3 tapi dengan kondisi marah besar dan suami ku tidak tau talak itu apa, trus hukum nya itu apa suami saya sama sekali tidak tau kalau kata pegat itu ada akibat nya, apakah itu sah atau gimana

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Jika marahnya itu menghilangkan kontrolnya sehingga suami tidak bisa mengendalikan atau mengkontrol ucapannya, maka tidak jatuh talak, tapi jika kondisi marahnya suami sadar mengucapkan kalimat talak tersebut, maka jatuh talak, dan jika sebelumnya belum pernah mentalak istrinya, lalu dia mengucap talak 3 kali atau lebih, maka yang jatuh adalah talak satu, bukan talak tiga,

    Talak jika diucapkan main-main atau bercanda saja atau pura-pura itu bisa jatuh talak, apalagi jika serius mengucapkannya, walaupun tidak paham konsekwensinya, tetap jatuh talak,

    • Jadi sebtunya sah talaknya apa gak sy bener2 mau tau

      Kalau kondisinya marah hingga lepas kontrol, maka tidak jatuh talaknya,.

      Tapi kalau marahnya dia masih sadar, bukan marah yang lepas kontrol, maka jatuh, sah talaknya,

      Ibu yang lebih tahu kondisi marahnya suami,.

  2. Assalamu’alaikum..
    Saya mau tanya saya pernah mengucapkan kata cerai talak tiga kpd istri saya.. Saya mengucapkan nya tp saya benar2 mrah emosi tdk terkontrol dan menghambur2kan barang.. Apakah perkataan saya sah ?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika tidak bisa mengontrol dirinya,tidak bisa mengontrol perkataanya, maka tidak jatuh talak,. tapi jika marah yang dia bisa mengontrol perkataannya, hanya karena gondok dan ingin melampiaskan kegondokannya, maka itu bisa jatuh,

    Dan tidak ada talak tiga sekaligus, jika baru ngucapin talak, maka itu jatuh talak satu, walaupun mengatakannya dgn kata talak tiga,

  3. Ass,,alaMuallaikum……

    mas admin,,, sy mau tanya,,?? Bpk sy pernah mengatakan
    ”Saya mau kasih cerai kamu, saya sudah ngga sanggup hidup sama kamu” dia minta cerai dirumah tetangga semua orang tau pas di tanya pa sadar?? Pa tega ma anaknya yg kecil?? Dia bilang katanya sadar iya,, sy tega dan sudah niat kan. Klo sdah ucap’kn kata-kata begitu:

    Bagai mana mas,,,,,???

    Tolong di jawab.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih mba,.
    maksud bapak disini apakah suami anda? jika iya, maka telah jatuh cerai, walaupun ngomongnya ngga serius, pura-pura, atau bercanda,.
    Apalagi serius,. sudah saya posting disini tentang hal tersebut,

    Jika itu baru pertama kali ngomong, maka jatuh talak satu, dan ibu tetap ngga boleh ninggalin rumah suami, barangkali saja suami mau rujuk lagi, tinggal hingga masa iddah habis, tanda rujuknya suami adalah dengan perkataan, atau dia ngajak berhubungan intim dgn anda,.. dan istri tidak berhak utk menolak rujuknya suami, sebab cerai dan rujuk itu ada di tangan suami,.ngga perlu minta persetujuan istri,..

    coba instrospeksi diri, barangkali ada sikap ibu yang kurang berkenan di mata suami,.. intinya perbaiki diri, dan layani suami dgn semaksimal mungkin,.

  4. Assalamualaikum ,,
    saya mw tnya.jika suami mengucapkan “cerai-cerailah saya sudah muak
    Dgn sikapmu” dgn keadaan sadar.dia tw tdk blh ngucpin kt it.jd ucpn ny it sah atau tidak.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    perkataan suami itu “cerai-cerailah saya” itu suami meminta kepada istri untuk mencerai suami? atau bagaimana maksudnya, jika ucapannya “kamu saya cerai karena saya muak dengan sikapmu, maka ini bisa jatuh,. tapi kata2 diatas saya belum paham maksudnya,.

    • Asalamualaikum
      Saya mau bertanya
      Jika saya marah tidak menaha emosi saya pd suami
      dan saya minta di bereskan aja engga pakai kta cerai
      bagaimana hukum nya sis

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Cerai itu ada di tangan SUAMI, bukan di tangan ISTRI,.

      Selama suami tidak menjatuhkan CERAI, maka tidak terjadi perceraian

  5. Assalamualaikum…..
    Sya mau brtanya suami sya prnah mengucapkn kta cerai dlm kondisi marah tp sadar,dia bilang “y udh kita cerai sana pergi” itu hkum’y bgaimana?

    Stlh itu kita baikn suami sya bilang tidk mau brcerai & dia minta hbungn intim,apkah mlakukan hbungn intim hkum’y zina stelah suami sya mengucapkn kta cerai? Bgaimna hkum’y dlm islam? Mhon jwaban’y……..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih sudah komentar disini,.
    Hukum suami mengatakan kata cerai dalam kondisi marah dan sadar, maka jatuh talak atau cerai tersebut,. jika itu baru pertama kali talak, maka itu jatuh talak satu,.

    Lalu jika masih dalam masa iddah, suami mengajak berhubungan intim, maka si istri harus mau, jika tidak dalam kondisi haid tentunya,. dan itu sebagai tanda suami rujuk,. dan itu bukan zina,. karena pada hakekatnya talak satu itu status si wanita masih sebagai istrinya jika belum habis masa iddahnya, makanya wanita yang dicerai talak 1 dan 2 itu tidak boleh keluar dari rumah suaminya selama masa iddah, karena dia masih sebagai istrinya, makanya suami boleh berhubungan intim dalam masa tersebut sebagai tanda rujuknya dia,

    • Terimakasih atas jawaban’y…..
      Sya mau bertanya lagi ni sya belum paham tentang talak 2 & talak 3 mhon penjelasan’y….

      Talak 1 itu artinya baru pertama kali terjadi perceraian,. lalu misalkan suami rujuk,. lalu terjadi perceraian lagi, maka jatuh talak 2 , dan suami masih bisa rujuk, misalkan suami rujuk, lalu terjadi cerai, maka jatuh talak 3 , dan suami tidak boleh rujuk, dan istri harus berpisah dari suami,.

      Suami tidak boleh rujuk hingga si istri menikah dengan laki-laki lain, lalu setelah dicampuri si wanita tsb diceari lagi oleh suaminya yang baru, baru boleh si mantan suami yang pertama menikahi wanita tsb dgn akad baru,

  6. Ass.wr.wb
    Mau tanya..kalau suami sy dlm keadaan marah lalu mengucapkan mau sy ceraikan km sebanyak 3x apa itu sudah jatuh talak 3?

    wa’alalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Jika itu baru pertama kali cerai, maka jatuhnya talak satu, bukan talak tiga,.

    dan kata-kata diatas kan baru “mau sy ceraikan kamu” berarti belum dicerai, beda jika kata-katanya jelas,. spt “sy ceraikan kamu”

  7. assallammualikum

    admin,bila suami saya prg meninggalkan sy tanpa kbr berita,sdh hmpir 5 bln,swktu pergi beliau hny pamit pd ayah tiri sy,utk bekerja k luar kota,beliau hanya menitipkan anak y yg wkt it br berumur 9bln,dan urusan istri biarlah menjd urusan sy,namun hingga saat ini sdkit pun tdk ad berita sm sx,bagaimn nasib pernikahan sy ? dan bila istri menceraikan,bukankah haram bagi s istri mengeluarkan biaya perceraian,dan sy pun tdk mau,, mohon solusi y.. terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih lenny,.
    Cerai itu ada ditangan suami,.
    anda ditinggalkan 5 bulan tanpa ada kabar,. berdoalah kepada Allah agar suami ibu diberi keselamatan,. mungkin beliau sedang di perantauan, sedang berjuang mencari nafkah, atau ada hal2 yang lain,.
    Jika sudah beberapa tahun tidak ada kabar, maka boleh mengurus ke Pengadilan agama utk menentukan status suami anda,.

    • Assalamualaikum
      Sebelumnya saya minta penjelasan mengenai hukum talak,saya dengan istri beberapa waktu yang lalu memutuskan untuk berpisah,alasan untuk berpisah karena saya secara tidak di sadari menyukai perempuan lain,

      yg lebih anehnya saya sampe lupa dengan keluarga kecil dan kedua orangtua saya sendiri gara2 perempuan ini,dan singkat ceritanya temen2 saya bilang kalo saya ini di guna2,

      padahal sebelumnya saya tidak pernah sampe tergila2 kepada perempuan seperti apa yg saya rasakan kemarin,

      dan pada akhirnya perempuan tersebut malah menikah dg laki2 lain,

      dan saat ini saya begitu menyesal pak saya ingin rujuk kembali dengan istri saya tp sudah terlanjur bercerai di pengadilan,

      sebelumnya juga saya sering mengatakan ‘udahlah kamu jangan anggap saya lagi anggap saja saya sudah mati’

      seperti itu kepada istri saya sebelum kami memutuskan berpisah,apakah seandainya saya dan istri saya rujuk masih bisa untuk di lakukan pak.

      Demikian pertanyaan dari saya semoga mas admin di berikan kesehatan,amin

      Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
      Talaknya talak berapa, dan sudah berapa lama? Apakah masih dalam masa iddah?

  8. Pak admin…
    Saya uda menjatuhkan talak ke 2 kpd istri.dan kmrn saya ma istri bertengkar..saking keselnya dalam keadaan marah antara sadar dan ga sadar saya “usir dia dr rmh ato suruh mamamu jemput” . Tapi sumpah saya ga ada niat utk cerai.cm kesel bgt setiap hari mesti tengkar trus..saya trkadng ga tahan kalo istri tiba2 marah cm mslh kecil.tapi saya syg ma dia,dan pgn bngun keluarga ma dia smpai mati.bagaimana hukumnya ya pak???

    Jika niat anda ingin menceraikan, maka bisa jatuh talak 3,. dan anda tidak bisa rujuk kembali,. hati-hati,..janganlah mudah mengumbar kata-kata yang bisa menyebabkan jatuhnya cerai,.
    Anda yang lebih tahu niat anda tersebut, dan jika anda niatkan utk cerai, maka bisa jatuh talak tiga tersebut,.tapi jika anda tidak meniatkan utk cerai, maka tidak jatuh,

  9. Assalamualaikum.

    mf mau tanya….
    ketika itu suami sy lagi tidur .trus saya bagunin dia tp dia gk mau bangun.
    trus sy paksa trus supaya dia bangun soal y ada masalah yg mendadak yg harus d bicarakan.

    tp dia tuh masa bodoh dan gk mau ngomongin itu.
    trus dia suru aku diam.
    tp aku ttp maksa bagunin dia akhir y dia marah mukul aku dan bilang “cerai-cerailah “itu gmn hukum y?

    tp skrg udh baikan lagi…trus sy tanya knp sampe bilang sprti itu?

    kt dia klw dia lgi marah dia tuh suka ngasal ngomong y.

    aku bilng sadar gk bilng sprti itu?kt dia gk tau…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Hendaknya ibu minta maaf atas sikap ibu yg seperti itu,.
    Mungkin suami kecapaian, ingat posisi ibu, suami itu ibarat presiden, istri itu rakyat jelata,. jadi harus beradab kepada suami,.jangan posisikan ibu ibarat ratu dengan raja,.

    Adapun ucapan suami, bisa jadi namanya orang dibangunin dari tidur, dia belum bisa ngontrol ucapannya,. dan ucapannya belum tegas,. apalagi ditambah anda bertanya kepada suami, dan suami tidak tahu apa yang diucapkannya, jadi belum jatuh cerai,

    • kok belum jatuh cerai …..akhi.. perhatikan dulu kejadian yang dipaparkan ibu tersebut, ibu itu sempat dipukul, itu berarti suaminya melafazkan cerai itu dalam keadaan sadar dan itu lagi marah, jadi itu jatuh talaqnya akhi…., gmn sih….antum

      kata cerai-cerailah,. itu masih belum tegas, beda kalau kata “saya ceraikan kamu” jika maksudnya si suami mau menceraikan, maka bisa jatuh cerai, tapi jika tidak berniat cerai maka tidak jatuh

  10. Asalammualaikum
    Maaf,apa saya boleh meminta nomor hp yg bisa saya hubungi,karna daya mau bertanya?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    ada di blog ini, hanya utk sms, 0823 1775 7628

  11. ass…
    maf saya mau bertanya, saya sma suami bertengkr d sms, suami mrah dan ksar ngmong nya, sering terjadi bertngkr sprti itu, saya sbgai istri cpe, sakit hati dan saya minta pd suami saya untuk menyerahkn saja pda ortu ku . gmna hukm nya klau bgtu?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Ibu,.seorang istri, wajib berbakti kepada suami,. melebihi baktinya kepada ortu kandung ibu,.
    Apakah ibu berani bertengkar di sms dengan ibu kandung ibu sendiri? dengan bapak kandung ibu? jika ibu tidak berani, kenapa dengan suami ibu berani?.. ini adalah kesalahan,.

    Ibu,. bersabarlah terhadap perlakuan suami, berdoalah untuk kebaikan suami,
    Untuk ibu, silahkan baca kisah nyata ini

  12. Bagai mana bila seorang suami mengucapkn talak langsung dengan talak 3 dengan hp atu sms

    Tidak ada talak 3 sekaligus,. tapi dilihat, dia sudah mentalak ke berapa kali, jika baru pertama kali, maka jatuhnya talak satu, walaupun dia mengatakan dengan talak 3

  13. assalamualaikum wr.wb.
    saya mau tanya gimana hukumnya jika suami sering kali mengatakan sudah tidak tahan lagi, kapan kita urus maksudnya urus cerai, dan sering mengatai saya binatang yg diharamkan, bagaimana hukumnya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Ibu yuni,. terimakasih sudah komentar disini,.
    Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, memang tidak selamanya tanpa badai,. kadang riak-riak kecil itu ada, bahkan kadang datang angin kencang dan ombak besar menghadang,..

    Lalu, apakah kita menyerah dengan keadaan, membiarkan kapal itu tenggelam?.. Tidak bu,..
    Pasti ada solusi, tinggal apakah solusi itu kita coba atau tidak,.

    Suami berkata seperti itu, karena maknanya bukan jelas dengan kata CERAI,. tapi itu dengan sindiran, maka itu dikembalikan kepada niat suami, apakah suami mengucapkan kata tsb dengan NIAT MENCERAIKAN, atau tidak, jika dengan niat menceraikan, maka jatuh cerai, jika tidak maka tidak jatuh,.

    Sebaiknya ibu baca, kiat-kiat memupuk romantisme dalam rumah tangga, silahkan baca disini

    Baca juga TRIK-TRIK Melanggengkan bahtera rumah tangga, silahkan baca disini

  14. asalamualaikum wr.wb
    mau tanya bagai mana hukum suami mngtkan harus di ceraikan orang seperti ini ketika marah d dpan istri

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.

    maksudnya apa, silahkan tanya ke suami yg spt itu, itu maksudnya menceraikan atau gimana,.

    kalau ngomongnya, ya sudah, kamu saya cerai,.. ngomongnya di depan istrinya, maka jatuh,.

    tapi kalau kata diatas,. “harus diceraikan orang seperti ini” ini masih belum jelas,. diceraikan atau tidak,..

    Apakah suami sambil nunjuk ke istri saat ngomong seperti itu? jadi suami memaksudkan menceraikan si istri yang ada di depanya,.
    Jika iya, maka bisa jatuh,

  15. Asalamualaikum wr.wb..
    saya mau tanya dong, apa hukumnya jika suami mengucap cerai lebih dari 3 x kepada istrinya yang lagi hamil?. Terima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika suami mengucapkan dengan jelas lafadz cerainya, maka jatuh cerai tersebut,. dan masa iddah bagi wanita hamil adalah sampai dia melahirkan kandungannya,.

    Apakah mengucapkannya itu 3 x sekaligus, atau satu kali talak, lalu rujuk, talak lagi lalu rujuk lagi, lalu talak lagi,.

    Jika mengucapkannya langsung 3 sekaligus, maka jatuhnya talak satu, dan kalau talak satu maka istri tetap di rumah suami hingga masa iddahnya habis,. dan iddah wanitah hamil adalah sampai melahirkan

  16. assalamualaikum wr.wb.
    saya mau tanya,bila suami mengatakan” kita cerai sajalah daripada seperti ini trus” apakah itu sudah sah cerai ? mohon jawabannya krn ini dia lakukan sudah untuk yang kedua kalinya.dalam keadaan kesal dan marah,,,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wbarakatuh,.
    Terimakasih adis,.
    Jika itu diucapkan dalam kondisi marah yang masih terkontrol, suami marah yg bukan marah yang super hebat sehingga lepas kontrol, maka itu JATUH, sah sebagai cerai,
    Jika sdh dua kali seperti itu, dan yang pertama sudah rujuk, lalu sekarang terjadi lagi, maka itu sudah jatuh talak dua, jika setelah ini rujuk lagi,.maka hati-hati,. sekali talak lagi maka jatuh talak tiga, dan ini tidak bisa dirujuk lagi,

  17. mas admin saya mau tanya jika seorang suami mengucapkan kata seperti ini “jika tidak ada anak saya ceraikan kamu” apakah itu sudah jatuh talak dan hal itu diucapkan dalam kondisi marah.

    belum jatuh talak,

  18. Assalammualaikum Wr Wb
    saya barusan bertengkar kepada istri saya melalui via sms, saya sangking marahnya saya membalas lewat sms :
    ( bubar saja dari pada kamu menghina saya terus ), dan waktu itu sms saya di balas sama istris saya dengan ( kamu thalak aku ia ) trus saya jawab lagi ( ia karena kamu sudah keterlaluan sama aq )
    tapi pada intinya niatan saya itu cuman agar istri saya sadar agar tidak trus menghina, mencurigai dan menghormati saya sebagai suami.
    dan di hari ini jg pertengkaran ini saya sudahi dengan cara saya ajak ngobrol melalui telpon dan bicara baik – baik, sekaligus menasehati istri saya.
    mohon pencerahannya ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Hendaknya janganlah menggunakan kata-kata cerai atau yang mengarah kepadanya,
    Cerai, itu bukan mainan, jika diucapkan dengan main-main atau pura-pura, jika yang mengucapkan suaminya, itu bisa jatuh talaknya,.
    Apa yang anda lakukan,itu jatuh talaknya,.
    Jika ada masalah, jangan sms san, ketemu langsung, atau nelpon, dan bicara dengan kepala dingin,.
    Ingat,. setan itu mengerahkan bala tentaranya utk memisahkan suami istri,.

  19. Assalamu’wr’wb….,, saya orang tua dri 2 anak, saya mau tnya.awal crita nya saya seorang pedagang keliling. Jdi pagi saya pergi jualan plang sore,trus saya plg jualan dlm keadaan capek smpai rmh. Prut trasa lpar saya mau mkn gk ad nasi.jdi saya jdi mrah dong,smpai saya blg sm isri ngapain ja kmu drmh kok gk msak.jwap isri saya bantuin nenek buat kue.trus saya jwap,y udh pergi saja sana plg tmpt org tua mu. Trus saya blg lgi sma mama saya cerai pun gk ap2 la. Gmn hukum nya tu pak.ap dh sah bercerai

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Jika anda berkata seperti itu dengan niat menceraikan, maka jatuh , sah cerainya,. tapi jika tidak berniat utk menceraikan, maka tidak jatuh,

  20. assalamuallaikum….
    saya mau bertanya apa hukumnya bila suami marah kepada istri dengan kata
    kata seperrti ini ;
    1. bubar saja rumah tangga ini bila kau tak pernah berubah.
    2. pualng saja kamu kerumah orangtuamu jika ttak pernah mengerti apa
    yang aku maksud.
    apa itu juga termasuk talak,meskipun saya marah dalam keadaan sadar.
    terima kasih atas jawabannya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Trimakasih pak edi, mudah-mudahan keluarga anda diberikan kebahagiaan,.
    Ucapan seperti itu masih samar, masih belum jelas,. itu dikembalikan kepada niat si suami, apakah dengan kata-kata tersebut si suami bermaksud untuk menceraikan istri, atau sekedar membuat istri sadar,
    Jika si suami dengan kata-kata tersebut itu dengan niat untuk menceraikan istri, maka jatuh cerai tersebut, jika tidak dengan niat menceraikan, maka tidak jatuh,.

    Silahkan baca trik-trik membangun keharmonisan dalam rumah tangga,.silahkan baca disini

  21. pak saya mau bertany ?
    suami saya pernh bilang sma sya dlm keadaan mrh dia blang sumpah dmi alloh aku mau pisah sma km, it hkmny gmn pk

    Kan suami ngomongnya .. aku mau pisah sama kamu,. belum terjadi kan, baru bilang mau,.
    Kalau kata-katanya “kamu saya cerai”.. maka ini baru jelas sebagai kata cerai,.

    coba tanya ke suami, apakah kata-kata tersebut diniatkan utk menceraikan istrinya, atau bukan

  22. assalammualaikum..
    sy ingin bertnya..
    1. sy prnah d sms istri sy sbnyak 4kali,seperti ini sms nya”kalau kamu berani menikahi sy,kamu pasti berani menalak sy”
    lalu sy merasa d tantang,kmudian sy ucap kan “oke sy talak kamu,puas kamu?”
    tp sy tk brniat sprti itu,sy sdh coba untuk tak menghiraukan ny,tp akhir ny sy trpancing emosi.
    apakah itu sah?
    2. sy jg prnah sms ke istri sy seperti ini “kalo kamu begini terus,sy putuskan kita pisah saja”
    apakah itu termasuk talak?
    trima kasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    untuk yang nmr 1, itu JATUH TALAKNYA, walaupun cuma main-main atau tanpa niat menceraikan, karena kata-katanya jelas,. oke sy talak kamu,.
    Untuk yang ke 2 nah itu tergantung niat anda, apakah maksud pisah itu cerai? jika diniatkan dengan kata2 itu anda menceraikan, maka jatuh

    Suami mengucapkan kata yang jelas artinya menceraikan istri, itu jatuh walaupun cuma bercanda atau main-main, atau pura-pura, postingannya bisa dibaca disini

  23. asalamualaikum. wr wb
    maaf saya numpng tanya.. saya sering se x bertngkr belkngn ini sama suami. krn suami saya tidak mngerti perasaan saya gimna pas lihat sms an dia dengn cewe lain.
    aq sempet marah dn alias cemburu. tp mlh seblik ya suami aq bilng bhwa itu cewe. hnya sekedr temnn.

    jelas donk saya yg istri y marah” tpi suami tidak mngerty…

    setelah itu. saya mengucapkn. sudah hidup sendiri” km mau ap terserah. dn happy sendri sendri. ap itu termasuky dosa. tolong bls ya

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Ibu,.. ingat posisi istri,
    Suami ibarat raja, dan istri adalah rakyatnya,.
    Jangan pernah ibu membaca atau memata-matai suami,. apalagi membaca sms san suami , atau facebook suami,.
    Ibu konsentrasi bagaimana cara membahagiakan suami,.
    Lebih baik introspeksi diri, jangan-jangan suami melakukan seperti itu karena pelayanan ibu yang kurang,.
    Ibu, jangan lupa berdoa untuk kebaikan suami,.jangan berkata atau bertanya yang menyebabkan suami marah, sabar dengan sikap suami yang mungkin kurang menyenangkan kepada anda,. jangan api dibalas api, akan tambah panas nantinya,..

    Silahkan ibu baca kisah nyata istri ini,. munkin kondisi suami ibu masih lebih baik daripada kondisi suami dalam kisah tersebut, silahkan baca disini

  24. asalamualaikum. wr wb
    saya ingin bertnya..
    jika seorang istri mengucap. sudah qt hidup. sendri sendri saja dan happy masing”
    itu sudh termasuk apa…..? tolong jawab ya.
    krn suami aq bikin saya marah trus..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Ucapan cerai oleh istri, walaupun diucapkan berjuta-juta kali, itu tidak akan pernah dianggap, karena cerai dan rujuk itu ada di tangan suami, ga butuh persetujuan istri,.

    Apa penyebab marah tersebut, mungkin ibu perlu membaca trik-trik cara menumbuhkan keharmonisan rumah tangga, silahkan baca disini

  25. Asalamualikum wr wb
    Mau nanya nie pak kn saya beratem sama suami , terus suami marah dia bilang klo begini terus capek aku mendingan cerai saja.
    Itu sudah termsuk apa ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Itu masih belum jelas,. apakah maksudnya suami mencerai kamu, atau cuma ancaman saja,.
    silahkan anda tanya ke suami, apa maksud kata-kata tersebut,.
    Jika maksudnya itu adalah menceraikan kamu, ya itu jatuh cerai,. karena kata-katanya masih belum jelas,.. berbeda jika kata-katanya, ya sudah, sekarang saya ceraikan kamu,. ini jelas

  26. Assalamualaikum wr wb,
    min sy mau tnya, ap hukumnya jika seorng istri mngucapakan kata ‘ceraikan sy’ dan mncaci suaminya dg kata2 kotor n mnbut suaminya dg kata2 binatng..? Tolong djwab min..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Sejuta kali istri mengucapkan kata cerai, itu TIDAK AKAN PERNAH SAH, tapi satu kali saja suami yang mengatakan “saya ceraikan kamu sekarang” maka akan jatuh, walaupun mengucapkannya sambil bercanda atau pura-pura, karena talak dan rujuk itu ada di tangan suami,.

    sebaiknya anda nasehati istri anda, tidak berkata-kata kotor lagi, apalagi menyebut suaminya dengan kata-kata kebun binatang,.
    Jika sudah dinasehati, tetap istri menampakan kedurhakaan kepada anda, tidak menghargai anda,. apa artinya jadi suami direndahkan terus menerus oleh istrinya,.. jika memang anda tidak bisa mempertahankan karena perilakunya yang kurang ajar, ya tidak mengapa jalan terakhirnya adalah cerai,

    Jangan lupa berdoa kepada Allah utk kebaikan istri

  27. Ass.wr.wb
    Pak sy mau tanya,sy baru menikah 3bln dan skrg ini sering uring2an krna ada sikap suami yg bikin ga nyaman..sy dan suami wasapan dan dy tanya sm sy “km ga nyaman yaa sm aku? Sy jwb iya
    Klo emang km ga nyaman kita pisah baik2 aja biar km tenang
    Tp sy ga ikhlas kita pisah karna sy syg sm km, kata suami sy gitu
    Apakah itu trmasuk talak yg sah pak??

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Mba,.. jadikan wa itu utk perekat cinta anda dengan suami, boleh berdusta utk keromantisan rumah tangga, jangan malah buat sarana peretak rumah tangga, apalagi anda masih 3 bln menikah,.
    Sering2lah kirim bunga via wa ke suami, dan jangan anda wa dengan yang lain, kalau perlu di phonebook kamu cuma ada nomor suami kamu saja,. ga usah ada nmr yang lain, apalagi laki-laki,.

    Kata-kata kita pisah baik-baik, itu belum tegas, jika suami meniatkan kata tersebut adalah maksudnya menceraikan kamu, maka itu jatuh, tapi kalau suami tdk berniat menceraikan, maka itu tdk jatuh,

    Sekarang mba fokus gimana cara membahagiakan suami, jangan bertanya kepada suami yang membuat suami kurang enak, atau malah menyulut kemarahannya,..

    Sambut suami ketika pulang, sms mesra, atau wa mesra,. tanya kondisinya, sudah makan belum, kalau pulang mau disiapin makanan apa,.dll
    Dan mba fokus di rumah, jangan bekerja,. sebab ada pahala besar menanti anda dengan tinggal di rumah suaminya,. full time jadi ibu rumah tangga, berdandan utk suami,. baca disini

  28. mas admin.. kmrin saya bertengkar dg suami saya.. lalu saya smsan sm suami..

    dia bilang mending aku sendiri dulu.. trs aku bilang, ya udah kalo gitu aku mau pulang ke rmh ortu q..

    lalu suami bilang. Ya silahkan gpp.. kmdian aku ambil baju baju ku.. dan dia marah marah sama aku.. mau pulang beneran.. ya silahkan pulang.
    Kalau perlu gk usah balik.. apa perlu aku antar “dengan nada tinggi.. apakah itu termasuk kalimat talak.???

    mba siti,.. itu kata-kata suami masih belum tegas, apakah jatuh cerai atau tidak, itu tergantung niat suami,.
    Tapi…
    Jika jatuh cerai sekalipun, si istri ga boleh kabur keluar dari rumah suami,. ga boleh, ini adalah hal yang keliru, kalau mau kabur nanti kalau sudah habis masa iddah, sudah saya ulas disini

    Mba siti, sebaiknya anda perbaiki sikap dengan suami, jangan membuat pemicu keributan, manfaatkan sms itu utk menambah kemesraan,. tanya kabar suami, sudah makan belum,. nanti pulang mau disiapin makanan apa,. dll..

    Ingat mba, istri itu wajib lebih berbakti pada suami daripada pada ortunya sendiri,. melalui suami, istri bisa masuk surga dari pintu mana saja, gimana caranya? baca disini

  29. Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
    saya pernah memarahi isteri saya, saking marahnya saya sampai berkata :
    “kalau kamu tidak bisa diatur saya ceraikan kamu”.
    padahal saya sama sekali tidak berniat menceraikannya. apakah ini sudah jatuh talaknya?
    terima kasih atas jawabannya, Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Itu tergantung niat anda, karena kata-katanya masih belum jelas, masih sifatnya ancaman, beda halnya kalau kata-katanya, “sekarang saya caraikan kamu” kalau spti ini baru bisa jatuh,

    makanya kedepan jangan bermudah-mudahan mengucapkan kalimat cerai,.

  30. Bagaimana kalau kalimat cerai di ucapkan saat marah dan bertanya kepada istri contoh nya ” apakah kamu mau aku ceraikan?” Atau ” jangan lah kita berantem trus kamu mau nanti ak ceraikan?” Itu gmn hukum nya?trims

    Itu baru ancaman,. sebaiknya jangan bermain2 dengan perkataan tersebut, dan jangan memicu terjadinya hal2 tsb

  31. Kemaren saya rbut sama istri .setiap rbut istri minta cerai ,terus saya bilang ‘ok kita cerai tapi anak sama saya .apa itu dah jatoh talak apa belum?

    Itu sudah jatuh talak,.
    janganlah bermain-main dengan kata talak,. karena jika suami yang mengucapkan, maka bisa jatuh, walaupun ngomongnya sambil bercanda,

  32. Assalamu ‘alaikum wr.wb
    Saya mau tanya, saya pernah marah dan benci dengan istri saya, dan saya mengucapkan “dari pada ribut terus mending kita cerai aja” niat dan maksud tujuan saya hanya menawarkan dengan kata mending, apakah kata kata itu di anggap sah cerainya

    Wa’alaikumusssalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    itu tergantung niat si suami mengatakan begitu, jika niatnya cerai, maka jatuh, jika cuma ancaman itu tidak jatuh, karena kalimatnya masih belum tegas,.

    beda halnya jika kata-katanya adalah ” ya sudah kamu saya cerai” jik seperti ini maka jatuh

  33. Assalamualaiku warohmatulloh,,
    Pa ,, saya sering bertengkar hebat dengan istri,, dan saking marahnya beberapa kali terucap kata2 pegat/cerai,, karena kalo gak ngucap kata itu,, emosi istri tidaak akan reda,,, tp setelah terucap,, dia langsung reda emosinya,,,
    Sudah jatuh talak apa belum pa?
    Saya takut sekali terjerembab dalam zina pak,,,
    Mohon pencerahannya,,
    Matur nuwun
    Wassalamualaikum warohmatullo

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Sdh saya jawab via sms,

    ambil pelajaran dari semua ini,. jangan mudah mengucapkan kata cerai,.
    Dan segera anda sampaikan ke istri dan keluarga,. apa yang anda lakukan itu sudah jatuh cerai, apalagi setelah rujuk anda mengulangi lagi, bahkan hingga tiga kali,.

    sudah jatuh talak tiga, dan anda wajib pisah dengan istri, karena tali pernikahan sudah putus dengan talak tiga tersebut,.

  34. Aslmu’alaikm….
    min sya mau brtnya arti dari talak 3 itu apa,apa klimat tiga atow kta talak trucap smpai tiga kali dlm sketika atow dlm kurun wktu brselang.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah.

    talak tiga itu ,. talak yang pertama kali, itu talak satu, jika suami rujuk,.. terus terjadi talak lagi, itu adalah talak dua,. jika suami rujuk,..lalu terjadi talak lagi, maka itu talak tiga,. dan suami tidak bisa rujuk lagi,.

    Jadi talak tiga itu bukan talak yang diucapkan sekaligus,. misalkan saya talak tiga kamu,.. bukan seperti itu, baca disini ulasannya

  35. Assalamualaiku warohmatulloh

    Berawal dari pahaman saya mengenai perceraian akibat marah

    Keadaan talak ketika Marah dengan kondisi pelaku mengerti makna talak tersebut, namun tidak sadar dengan sebeb dan akibat setelah jatuh talak tersebut apakah ini yang dimaksudkan dengan ighlaq.

    Karena kondisi ini berbeda dengan Keadaan talak ketika Marah dengan kondisi pelaku mengerti makna talak tersebut, dan dalam keadaan sadar dengan sebeb dan akibat sesudah jatuh talak tersebut

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Ighlaq itu sudh disebutkan dalam artikel diatas,.
    yaitu kemarahan yang menutupi akalnya, sehingga dia tidak bisa mengontrol lagi apa yang dia lakukan, bisa seperti sampai membanting apa yang ada, atau memukul istrinya.. pokoknya marah yang betul-betul luar biasa, sehingga ucapannya pun tidak terkontrol lagi,.

    Jadi bukan marah biasa,

  36. Assalamualaikum pak…
    saya mau bertanya..saya mencerai kan istri saya waktu 3 hari abis melahirkan. Krna berantem lewat telpon saya emosi lalu saya mengucapkan cerai sama dia..

    trus waktu mengucap Kan cerai itu dia menjawab apa benar kamu menceraikan saya…trus saya jawab lagi iya.. saya ceraikan kamu talak 3 klo ada talak seratus sekalia….tp dia nggak mau. .

    sekarng udah 1.5 stengah umur anak saya baru saya jumpa..

    mantan istri saya itu mintak rjukan lagi…saya mau bertanya pak, apakah saya bisa rujuk lagi? Maksih pak

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Talaknya sah, jika itu baru pertama kali, maka itu adalah TALAK SATU,
    itu 1,5 tahun atau 1,5 bulan? Kalau 1,5 bulan itu masih masa iddah, anda boleh rujuk ke istri,
    Ingat , talak dan rujuk itu ada di tangan suami, ga butuh persetujuan si istri,.

    tapi jika itu 1,5 tahun, maka boleh anda kembali, tapi dengan akad nikah yang baru , mahar yang baru pula

  37. Assalamuallaikum….
    Saya mau bertanya pak,,suatu sore saya bertengkar hebat dengan suami,saking marahnya suami bilang cerai sambil masukin bajunya ke dalam tas dan bilang ini anaku aku bawa.setelah saya susul ke rumah mertua suami mau pulang beserta anak saya.

    sampai di rmh saya tanya soal kata2nya yg bilang cerai belum mau ngomong.

    yg saya tanyakan apa sudah jatuh talak?sekarang suami sedang sakit dan saya yg merawatnya..saya takut terjerumus perzinaan…terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Jika suami berkata jelas yaitu menceraikan anda, maka jatuh talaknya,..
    Dan sekarang suami sakit, istri tetap wajib berbakti pada suami, talak satu itu bukan berarti pisah, dan ga boleh berhubungan intim, justru itu kesempatan anda agar suami mau berhubungan intim, karena itu adalah tanda rujuknya,. walaupun tanda rujuk itu bukan hanya dengan berhubungan, tapi bisa juga dengan perkataan ,

    jadi, jangan takut terjadi perzinaan, karena selama masa iddah belum habis, maka statusnya masih sebagai istri suami, makanya boleh suami ngajakin berhubungan intim,

    Silahkan anda baca ulasannya disini

  38. Assalamualaikum

    saya mau tanya min pertama : saya dan suami ribut karna masalah spele ajaa terus saya besar besarin sampai akhirnya spontan suruh dia pergi dan gak usah kembali lagi, lalu dia pulang dan saya sms “mending kita cerai ajaa capekk juga seperti ini” lalu dia simpunin pakaiannya terus saya bilang “kamu keluar berarti ingin cerai” tapi dia diam dan duduk ajaa, tapii kita rujuk lagi

    Kedua : kita lagi becanda ngeluarin apaa yg kita gak suka dari masing” pasangan dan saya ucapkan kata cerai lagi, apa itu sudah jatuh talak

    wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    ibu,.. cerai itu baru jatuh jika suami yang menjatuhkannya,
    Sejuta kali ibu berkata saya ceraikan kamu,.. maka tidak akan pernah jatuh ,tidak sah talaknya,

    tapi sekali suami berkata, saya ceraikan kamu, atau kata-kata tegas yang semisal denganny, walaupun dengan bercanda atau pura-pura, maka jatuh, sah talaknya,..

    ibu…
    berbaktilah pada suami, ibu wajib taat dan berbakti pada suami, melebihi taat dan berbaktinya ibu pada ortu kandung ibu…

    ingat bu, neraka sebagian besar penghuninya adalah wanita,..

    apa sebabnya?

    Karena durhaka kepada suaminya, silahkan baca disini

  39. Assalamualiakum wrb

    Subhanallah penjelasan antum diatas jelas sekali.smoga allah merahmati antum dan kita semua.amin allahuma amin

    Tp sya mau tnya sma antum?,sya dlu kalo bertngkar sering skali mengucap kalimat yg mengartikn cerai.mslny y sdh cerai ajkita.cpek sdh hidup sma km pisah aj kt.pergi aj sna g ush kmbali,mw kucurai kah.. Itu diucpakn dlm keadaan luar biasa mrh..

    Dan mrh yg biasa.stlh sy bca tulisan antum ini sya lbh berilmu dan tau kalo itu tdk baik..

    Apkah hal dlu yg sya lkukan dn ucpakn itu sah atau tdk krna dlu sya tdk mengerti.mhn dijawab..

    Smga Allah mengampuni dosa2 kita smua dlm sllu memberi hidayah untk kt smua.amin.Trmiksh wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Itu tergantung niat anda waktu mengucapkan kalimat tersebut,.
    Jika itu diniatkan untuk menceraikan, maka JATUH, SAH TALAKNYA,.
    Silahkan anda jujur, dulu niatnya itu apa,. jika niatnya cuma mengancam, maka tidak jatuh, tapi jika niatnya menceraikan, maka jatuh,.

  40. Assalamualaikum..
    Mau Tanya..Lima hari Yang lalu aku ada pertengkaran keras dengan istri ku..masing2x ngak mau mengalah karna terlalu Marah aku udah ngak bisa kawal diri lagi sampai hp laptop aku hacurkan..

    Aku udah ngak sadar ngomong apa sehingga aku ngomong istri aku

    “Kamu aku ceraikan dengan talak 3”

    apa itu sah atau tidak ya atau udah sah dengan talak 3…aku sayang istri sama anak aku yang baru 10 bulan lbih…aku ngak mau istri sama anak di jaga sama orang lain…

    Mohon jawab secepat nya yaaa..

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Jk marahnya sampai menutupi akalnya, sehinnga menghancurkan barang2,maka ga jatuh talaknya,

    Dan ambillah pelajaran dari hal ini, jgn mudah melontarkan kata2 cerai kpd istri

  41. Assalamualaikum.

    Pa saya mau tanya. Ketika saya lg marahan sama istri saya. Tiba tiba istri saya bilang kata cerai. Apa itu hukum nya.

    wa’alaikumussalamwarahmatullah,

    cerai itu ada di tangan suami, bukan di tangan istri, jadi jika istri yang mengucapkan kata cerai, maka tidaklah dianggap, ga ada artinya,

    tapi kalau suami yang mengatakan kata cerai yang jelas, seperti saya ceraikan kamu, walaupun itu diucapkan dengan bercanda, maka jatuh

  42. Assalamualaikum..
    Saya mau bertanya..pernah saya marah sekali dengan suami..saking marahnya,ketika dikamar mandi saya melihat handuk yang sering dipakai suami. Saat itu entah darimana tiba-tiba tanpa saya inginkan dan tanpa saya sadari saya mengucap dalam hati atau istilah jawanya “mbatin”…haram jika…hanya sampai itu saya mbatin. Kemudian saya sadar beristighfar. Apakah yang seperti itu sudah termasuk talak? Mohon penjelasannya.
    Terima kasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    talak itu baru jatuh jika suami yang mengatakannya, bukan istri, sejuta kali istri menyatakan kata cerai, itu tidak akan pernah jatuh cerai,

    tapi sekali saja suami mengatakan dgn kata yang jelas bahwa dia menceraikan istrinya, walaupun sekedar main-main atau pura-pura, itu sah,jatuh talaknya

  43. Sy sering bertengkar istri sy sering berkata cerai..gimn hukumnyahukumnya

    Cerai itu bisa jatuh jika suami yang mengatakannya, kalau istri yang mengatakan sih tdk jatuh, karena cerai dan rujuk itu ada di tangan suami

  44. Assalamu’alaikum wr wb
    Slmt siang pk..

    sy sudah menikah 16 tahun lamanya,setiap bertengkar dari dulu sampai sekarang suami saya selalu mengatakan saya cerai kamu sambil marah2 kata2 cerai itu udah ga kehitung berapa Kali,,ttpi setiap berantem sy selalu mengalah demi anak2.

    sampai2 sy sujud dikakinya untuk tidak meninggalkan anak2.

    sy pun sudah diserahkan langsung ke orangtua sy sm suami sy.

    itu hukumnya sudah sah kah sy dicerai dari dulu atw bagaimana?mohon penjelasannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Ibu silahkan datang ke kantor KUA saja, silahkan meminta penjelasan dan putusan dari KUA jika permasalahannya seperti yg ibu ceritakan,

  45. Asslamualaikum ..
    Apakah admin / ulama yg mengurus blog ini asli orang Bumiayu Brebes?
    Saya ingin konsultasi pak. Mohon bantu saya.

    Saya takut apakah pernikahan saya masih sah ato tidak?

    Saya takut timbul zina.

    Saya dan suami ingin bertemu langsung dg di Bumiayu. Mohon responnya. Terimakasih. Wassalam

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah
    Betul, saya wong bumiayu, tapi lagi merantau
    Silahkan tuliskan Saja kasusnya, atau sms ke sms center web aslibumiayu,

  46. Assalamualaikum.wr
    Wb. Pak sya mau bertanya semalam sya bertengkar hebat dgn istri sya. Di karenakan istri sya pulang kerja ngeluyur terus.dan sampai sampai sya berkata sya Talak 3 kepada istri sya.dan itu di bawah alam sadar sya.

    Dan sesudah sya ucap kan itu ,lalu sadar apa yg sya katkan ini adalah khilaf dan sya memohon ampun kepada Allah.dan sya meminta maaf kepada istri sya sampai bertekuk lutut. Apakah pernikahan kmu ini mash sah atau tidak. Terima kasih. Assalamualaikum..wr.wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika itu baru pertama kali diucapkan, jatuhnya adalah TALAK SATU, dan masih bisa rujuk,..

    Rujuk dan cerai itu ada di tangan suami, jd tdk perlu menunggu persetujuan istri, mau istri setuju atau tidak maka Sah hukumnya,

    Jadi cara rujuknya tdk harus bertekuk lutut pada istri,
    Tidak boleh sujud kepada manusia,

    Sebaiknya istri tdk usah bekerja, cukup anda saja yg mencari nafkah, istri fokus di rumah,

    Jangan main-main dgn kata cerai, karena bercandanya saja bisa sah, cerai walaupun tanpa niat itu tetap sah jika suami yang mengatakannya

  47. Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarahkatu……
    Sy mau tnya, ketika sy bertengkar dgn istri, sy pernah mengatakan ” lebih baik kt cerai sj “itu dlm keadaan marah tp msh sdar. Sy tdk pernah mengatakan ” Kamu sy ceraikan , hanya mengatakan ” kita cerai sj” Apakah itu sdh talak? Karena sering sy ucapkan ketika lg bertengkar! Mhon penjelasannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Itu tergantung niat suami mengatakannya, jika niatnya adalah menceraikan istri, maka bisa jatuh cerai, tapi jika cuma ancaman, maka belum jatuh

  48. Assalamuallaikum.
    jika suami bilang besok kita cerai,
    km yang urus surat perceraian kalo bisa cerai sebelum lebaran.
    gimana hukumnya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    ya itu artinya Besok jatuh CERAI,. sah cerainya,.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*