TALAK (PERCERAIAN)

Suami Bilang Cerai Kata Kata Perceraian Dalam Islam Suami Tidak Tahu Hukum Talak Hukum Mengatakan Cerai Kepada Istri Suami Mengatakan Cerai

TALAK (PERCERAIAN)

KITAB NIKAH

Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

Talak (Perceraian)
Sebagaimana telah kita pahami dari keterangan yang telah lalu, bahwasanya Islam sangat menginginkan terwujudnya keluarga muslim yang harmonis dan penuh dengan kebahagiaan dan kita juga telah mengerti beberapa tindakan solusi yang telah diajarkan Islam dalam rangka menyelesaikan perselisihan yang terjadi di antara suami dan isteri.

Akan tetapi bisa jadi usaha untuk menyelesaikan perselisihan tersebut tidak berhasil dikarenakan persengketaan dan permusuhan antara keduanya sudah terlampau panas. Dalam keadaan seperti ini seseorang dituntut untuk menggunakan tindakan lain yang lebih kuat, yaitu talak.

Orang yang memperhatikan hukum-hukum yang berhubungan dengan talak, ia akan paham bahwa sebenarnya Islam sangatlah menginginkan terjaganya keutuhan rumah tangga dan keabadian jalinan kasih antara suami isteri. Sebagai bukti akan hal itu, bahwa Islam tidak menjadikan talak hanya satu kali, di mana tatkala perceraian telah dilakukan, maka tidak ada lagi hubungan antara suami isteri serta tidak boleh bagi keduanya untuk menyambung kembali. Akan tetapi dalam syari’at dibolehkannya talak, Islam telah menjadikannya lebih dari satu kali. Allah berfirman:

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ

“Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” [Al-Baqarah: 229]

Jika seorang suami telah menceraikan isterinya dengan talak pertama atau kedua, maka ia tidak berhak mengeluarkan isterinya dari rumah hingga masa ‘iddahnya selesai. Bahkan sang isteri pun tidak berhak untuk keluar rumah. Alasan dari semua itu adalah harapan sirnanya kemarahan yang menyebabkan perceraian dan harapan akan kembalinya keadaan rumah tangga seperti sedia kala.

Hal ini seperti apa yang telah disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ ۖ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِن بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّا أَن يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ ۚ لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَٰلِكَ أَمْرًا

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu, maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu ‘iddah itu serta bertakwalah kepada Allah, Rabb-mu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.” [Ath-Thalaaq: 1]

Yaitu, supaya suami merasa menyesal karena telah menceraikan isterinya dan kemudian Allah meluluhkan hatinya agar rujuk kembali. Sesungguhnya yang demikian itu akan mudah.

Pembagian Talak
Pertama: Dari segi bahasa.
Dari segi bahasa talak dibagi menjadi dua, yaitu: Sharih dan Kinayah (kiasan)

Sharih yaitu suatu kalimat yang langsung dapat difahami tatkala diucapkan dan tidak mengandung makna lain, seperti, Anti Thaaliq atau Muthallaqah (engkau adalah wanita yang tertalak). Demikian juga setiap pecahan kata dari lafazh ath-Thalaq.

Seorang suami yang mengatakan kalimat tersebut kepada isterinya, maka jatuhlah talak atasnya meskipun dalam keadaan bercanda atau tanpa niat. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ، وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ، وَالرَّجْعَةُ.

“Tiga hal yang bila dikatakan dengan sungguh-sungguh akan jadi dan bila dikatakan dengan main-main akan jadi pula, yaitu nikah, talak dan rujuk.” [1]

Sedangkan Kinayah, yaitu kata yang mengandung makna talak dan selainnya, seperti perkataan: Alhiqi bi ahliki (kembalilah kepada keluargamu), dan yang semisalnya.

Jika suami mengatakan kalimat tersebut tidaklah jatuh talak kecuali jika disertai dengan niat, artinya jika ia berniat talak, maka jatuhlah talak tersebut dan jika tidak, maka tidak jatuh talak.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhu:

أَنَّ ابْنَةَ الْجَوْنِ لَمَّا أُدْخِلَتْ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَنَا مِنْهَا قَالَتْ: أَعُوذُ بِاللهِ مِنْكَ، فَقَالَ لَهَا: لَقَدْ عُذْتِ بِعَظِيمٍ اِلْحَقِي بِأَهْلِكِ.

“Bahwa tatkala puteri al-Jaun dimasukkan ke kamar (pengantin) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mendekatinya, ia berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah darimu.’ Maka beliau bersabda, ‘Sungguh engkau telah berlindung kepada Yang Mahaagung, kembalilah kepada keluargamu.’” [2]

Dari riwayat Ka’ab bin Malik tatkala ia bersama dua Sahabat yang lain diboikot oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tidak mengikuti perang Tabuk bersama beliau, bahwa Rasulullah mengutus seseorang untuk mengabarkan:

أََنِ اعْتَزِلِ امْرَأَتَكَ. فَقَالَ: أُطَلِّقُهَا أَمْ مَاذَا أَفْعَلُ؟ قَالَ: بَلِ اعْتَزِلْهَا فَلاَ تَقَرَّبَنَّهَا فَقَالَ: ِلإِمْرَأَتِهِ: اِلْحَقِيْ بِأَهْلِكِ.

“Bahwasanya beliau menyuruhmu untuk menjauhi isterimu.” Ka’ab bertanya, “Aku ceraikan atau apa yang aku lakukan?” Orang itu menjawab, “Jauhi saja dan jangan sekali-kali kau dekati.” Maka kemudian Ka’ab bin Malik berkata kepada isterinya, “Kembalilah kepada keluarga-mu.” [3]

Kedua: Dari segi Ta’liq dan Tanjiz :
Bentuk kata talak ada dua yaitu: Munjazah (langsung) dan Mu’allaqah (menggantung)

Munjazah, yaitu suatu kalimat diniatkan jatuhnya talak oleh orang yang mengatakannya saat itu juga, seperti jika seorang suami berkata kepada isterinya: Anti Thaaliq (engkau adalah perempuan yang di talak) talak ini jatuh saat itu juga.

Adapun Mu’allaq yaitu suatu kalimat talak yang dilontarkan oleh suami kepada isterinya yang diiringi dengan sya-rat, seperti jika ia berkata kepada isterinya, “Apabila engkau pergi ke tempat itu, maka engkau tertalak.”

Hukum perkataan yang demikian, jika ia benar-benar menginginkan talak tatkala syarat tersebut dilakukan, maka hukumnya seperti apa yang ia inginkan. Adapun jika ia hanya bermaksud untuk memperingatkan isteri agar tidak berbuat demikian, maka hukumnya adalah hukum sumpah, yang artinya jika syarat yang disebutkan tidak dilakukan, ia tidak dibebani apa-apa, namun jika sebaliknya, maka ia harus mem-bayar kafarat karena sumpahnya (ini adalah madzhab Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- sebagaimana disebutkan dalam Majmuu’ al-Fataawaa (XXXIII/44-46, 58-60, 64-66)

Ketiga: Dari segi Sunnah dan Bid’ah
Dari segi ini talak dibagi menjadi dua, yaitu: Talak yang Sunnah dan talak yang bid’ah.

Talak Sunnah yaitu seorang suami mentalak isterinya yang telah dicampuri dengan satu talak, dalam keadaan suci dan pada masa itu ia tidak mencampurinya.

Allah Ta’ala berfirman :

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ

“Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” [Al-Baqarah: 229]

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu, maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar).” [Ath-Thalaaq: 1]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menafsirkan ayat ini, yaitu tatkala Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma mentalak isterinya yang sedang dalam keadaan haidh, kemudian ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu menanyakan tentang hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda:

مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا ثُمَّ لِيُمْسِكْهَا حَتَّى تَطْهُرَ ثُمَّ تَحِيضَ ثُمَّ تَطْهُرَ ثُمَّ إِنْ شَاءَ أَمْسَكَ بَعْدُ وَإِنْ شَاءَ طَلَّقَ قَبْلَ أَنْ يَمَسَّ فَتِلْكَ الْعِدَّةُ الَّتِي أَمَرَ اللهُ أَنْ تُطَلَّقَ لَهَا النِّسَاءُ.

“Perintahkan agar ia kembali kepadanya, kemudian menahannya hingga masa suci, lalu masa haidh dan suci lagi. Setelah itu bila ia menghendaki ia boleh menahannya terus menjadi isterinya atau menceraikannya sebelum bersetubuh dengannya. Itu adalah masa ‘iddah yang diperintahkan Allah untuk menceraikan isteri.” [4]

Adapun Talak yang bid’ah, yaitu talak yang menyelisihi syari’at, seperti seorang suami mentalak isterinya dalam keadaan haidh atau dalam masa suci setelah ia mencampurinya, atau seorang suami melontarkan tiga talak sekaligus dengan satu lafazh atau dalam satu majelis, seperti perkataan suami, “Engkau saya talak dengan talak tiga”, atau ucapannya, “Engkau tertalak, engkau tertalak, engkau tertalak.”

Hukum talak semacam ini adalah haram dan orang yang melakukannya berdosa.

Apabila suami mentalak isterinya dalam keadaan haidh, maka jatuh hukum talak, jika talak raj’i, maka ia disuruh untuk merujuknya, kemudian menahannya hingga masa suci, lalu masa haidh dan suci lagi. Setelah itu bila ia menghendaki ia boleh menahannya terus menjadi isterinya atau menceraikannya sebelum bersetubuh dengannya, sebagaimana perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ibnu ‘Umar.

Adapun dalil jatuhnya hukum talak dalam kasus seperti ini adalah hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Dihukumi atasku satu talak.” [5]

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah berkata dalam kitab Fathul Baari, “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang menyuruh Ibnu ‘Umar agar rujuk dan beliaulah yang menuntun Ibnu ‘Umar apa yang harus ia lakukan jika ingin menceraikannya setelah itu. Dan jika Ibnu ‘Umar mengatakan bahwasanya pada saat itu ia telah dihukumi satu talak, maka kemungkinan yang telah menentukan hukum itu adalah selain Rasulullah sangatlah jauh sekali, karena adanya indikasi yang mendukung dalam kisah ini. Bagaimana mungkin kita akan beranggapan bahwasanya Ibnu ‘Umar mengatakan hal itu dari pendapatnya belaka, sedangkan ia juga telah meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam marah kepadanya karena apa yang telah diperbuatnya? Bagaimana mungkin ia tidak bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang apa yang akan ia lakukan?”

Al-Hafizh berkata lagi, “Ibnu Wahb dalam musnadnya telah meriwayatkan dari Ibnu Abi Dzi’b bahwa Nafi’ telah mengabarkan kepadanya bahwasanya Ibnu ‘Umar menceraikan isterinya dalam keadaan haidh, lalu ‘Umar menanyakan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا ثُمَّ يُمْسِكْهَا حَتَّى تَطْهُرَ.

‘Perintahkan agar ia kembali kepadanya, kemudian menahannya hingga masa suci.’

Tentang hadits ini Ibnu Abi Dzi’b berkata, Yaitu satu talak. Ibnu Abi Dzi’b berkata, Handzalah bin Abi Sufyan berkata kepadaku bahwa ia telah mendengar Salim menceritakan cerita tersebut dari ayahnya.

Al-Hafizh berkata lagi, ad-Daruqutni telah mengeluarkan dari jalan Yazid bin Harun dari Ibnu Abi Dzi’b dan Ibnu Ishaq yang keduanya telah mendengar dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

وَهِيَ وَاحِدَةٌ.

“Yaitu satu talak.” [6]

Talak Tiga
Adapun jika seorang suami mentalak isterinya dengan talak tiga dengan satu lafazh atau satu majelis, maka dihukumi sebagai talak satu, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar dan beberapa tahun dari khilafah-nya ‘Umar, bahwa hukum talak tiga yang diucapkan dengan satu talak adalah dihukumi satu talak. Kemudian ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu berkata, “Sesungguhnya sebagian orang telah terburu-buru dalam melaksanakan suatu perkara yang sebenarnya mereka harus berhati-hati dalam urusan ini, maka sekiranya kita berlakukan bagi mereka (bahwa talak tiga dengan satu lafazh dihukumi sebagai talak tiga)?, maka talak tersebut menetapkan hukum tersebut bagi mereka. [7]

Pendapat tersebut adalah ijtihad dari ‘Umar Radhiyallahu anhu yang tujuannya adalah untuk tercapainya suatu kemashlahatan dan tidak boleh meninggalkan apa yang telah difatwakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang dilakukan pada zaman para Sahabat hingga zaman kekhilafahannya.

Keempat : Dari segi rujuk dan tidaknya.
Talak ada dua macam yaitu: Raj’i dan Ba-in. Sedangkan talak ba’in juga dibagi menjadi dua pula, yaitu: sughra dan kubra.

Talak raj’i adalah mentalak isteri yang sudah dicampuri tanpa adanya tebusan harta (dari pihak isteri) dan belum didahului dengan talak sebelumnya sama sekali atau baru didahului dengan talak satu kali.
Allah Ta’ala berfirman:

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ

“Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” [Al-Baqarah: 229]

Seorang wanita yang ditalak raj’i, maka statusnya masih sebagai isteri selama masih dalam ‘iddahnya dan suami berhak untuk rujuk kapan saja ia berkehendak selama masih dalam masa ‘iddah, dan tidak disyaratkan keridhaan isteri atau izin dari walinya. Allah Ta’ala berfirman:

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَن يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِن كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا

“Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari Akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujuknya dalam masa menanti itu jika mereka (para suami) itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” [Al-Baqarah: 228]

[Disalin dari kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz, Penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi, Edisi Indonesia Panduan Fiqih Lengkap, Penerjemah Team Tashfiyah LIPIA – Jakarta, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Cetakan Pertama Ramadhan 1428 – September 2007M]
_______
Footnote
[1]. Hasan: [Irwaa-ul Ghaliil (no. 1826)], Sunan Ibni Majah (I/658, no. 2039), Sunan Abi Dawud (VI/262, no. 2180), Sunan at-Tirmidzi (II/328, no. 1195).
[2]. Shahih: [Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 3199)], Shahiih al-Bukhari (IX/ 356, no. 5254), Sunan an-Nasa-i (VI/150) dan lafazh yang diriwayat-kannya adalah “ Annal Kullabiyah lamma udkhilat….”
[3]. Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (XIII/113, no. 4418), Shahiih Muslim (IV/2120, no. 2769), Sunan Abi Dawud (VI/285, no. 2187), Sunan an-Nasa-i (VI/152).
[4]. Muttafaq ‘alaih (Shahiih al-Bukhari (IX/482, no. 5332), Shahiih Muslim (II/1093, no. 1471), Sunan Abi Dawud (VI/227, no. 2165) dan ini adalah lafazhnya, Sunan an-Nasa-i (VI/138).
[5]. Shahih: [Irwaa-ul Ghaliil (no. 128)], Shahiih al-Bukhari (IX/351, no. 5253).
[6]. Sanadnya Shahih: [Irwaa-ul Ghaliil (VII/134)], ad-Daruquthni (IV/9, no. 24).
[7]. Shahiih Muslim (II/1099, no. 1472).

Sumber: https://almanhaj.or.id/1029-talak-perceraian.html

Print Friendly

Suami Berkata Cerai Kata Cerai Menurut Islam Suami Mengucapkan Kata Cerai Jika Suami Sudah Mengatakan Cerai Hukum Suami Mengucapkan Cerai

60 Comments

  1. Assalamualaikum wr wb.. Saya mau tanya, bila suami mengatakan talak sampai 3 tapi dengan kondisi marah besar dan suami ku tidak tau talak itu apa, trus hukum nya itu apa suami saya sama sekali tidak tau kalau kata pegat itu ada akibat nya, apakah itu sah atau gimana

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Jika marahnya itu menghilangkan kontrolnya sehingga suami tidak bisa mengendalikan atau mengkontrol ucapannya, maka tidak jatuh talak, tapi jika kondisi marahnya suami sadar mengucapkan kalimat talak tersebut, maka jatuh talak, dan jika sebelumnya belum pernah mentalak istrinya, lalu dia mengucap talak 3 kali atau lebih, maka yang jatuh adalah talak satu, bukan talak tiga,

    Talak jika diucapkan main-main atau bercanda saja atau pura-pura itu bisa jatuh talak, apalagi jika serius mengucapkannya, walaupun tidak paham konsekwensinya, tetap jatuh talak,

    • Jadi sebtunya sah talaknya apa gak sy bener2 mau tau

      Kalau kondisinya marah hingga lepas kontrol, maka tidak jatuh talaknya,.

      Tapi kalau marahnya dia masih sadar, bukan marah yang lepas kontrol, maka jatuh, sah talaknya,

      Ibu yang lebih tahu kondisi marahnya suami,.

  2. Assalamu’alaikum..
    Saya mau tanya saya pernah mengucapkan kata cerai talak tiga kpd istri saya.. Saya mengucapkan nya tp saya benar2 mrah emosi tdk terkontrol dan menghambur2kan barang.. Apakah perkataan saya sah ?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika tidak bisa mengontrol dirinya,tidak bisa mengontrol perkataanya, maka tidak jatuh talak,. tapi jika marah yang dia bisa mengontrol perkataannya, hanya karena gondok dan ingin melampiaskan kegondokannya, maka itu bisa jatuh,

    Dan tidak ada talak tiga sekaligus, jika baru ngucapin talak, maka itu jatuh talak satu, walaupun mengatakannya dgn kata talak tiga,

  3. Ass,,alaMuallaikum……

    mas admin,,, sy mau tanya,,?? Bpk sy pernah mengatakan
    ”Saya mau kasih cerai kamu, saya sudah ngga sanggup hidup sama kamu” dia minta cerai dirumah tetangga semua orang tau pas di tanya pa sadar?? Pa tega ma anaknya yg kecil?? Dia bilang katanya sadar iya,, sy tega dan sudah niat kan. Klo sdah ucap’kn kata-kata begitu:

    Bagai mana mas,,,,,???

    Tolong di jawab.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih mba,.
    maksud bapak disini apakah suami anda? jika iya, maka telah jatuh cerai, walaupun ngomongnya ngga serius, pura-pura, atau bercanda,.
    Apalagi serius,. sudah saya posting disini tentang hal tersebut,

    Jika itu baru pertama kali ngomong, maka jatuh talak satu, dan ibu tetap ngga boleh ninggalin rumah suami, barangkali saja suami mau rujuk lagi, tinggal hingga masa iddah habis, tanda rujuknya suami adalah dengan perkataan, atau dia ngajak berhubungan intim dgn anda,.. dan istri tidak berhak utk menolak rujuknya suami, sebab cerai dan rujuk itu ada di tangan suami,.ngga perlu minta persetujuan istri,..

    coba instrospeksi diri, barangkali ada sikap ibu yang kurang berkenan di mata suami,.. intinya perbaiki diri, dan layani suami dgn semaksimal mungkin,.

  4. Assalamualaikum ,,
    saya mw tnya.jika suami mengucapkan “cerai-cerailah saya sudah muak
    Dgn sikapmu” dgn keadaan sadar.dia tw tdk blh ngucpin kt it.jd ucpn ny it sah atau tidak.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    perkataan suami itu “cerai-cerailah saya” itu suami meminta kepada istri untuk mencerai suami? atau bagaimana maksudnya, jika ucapannya “kamu saya cerai karena saya muak dengan sikapmu, maka ini bisa jatuh,. tapi kata2 diatas saya belum paham maksudnya,.

    • Asalamualaikum
      Saya mau bertanya
      Jika saya marah tidak menaha emosi saya pd suami
      dan saya minta di bereskan aja engga pakai kta cerai
      bagaimana hukum nya sis

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Cerai itu ada di tangan SUAMI, bukan di tangan ISTRI,.

      Selama suami tidak menjatuhkan CERAI, maka tidak terjadi perceraian

  5. Assalamualaikum…..
    Sya mau brtanya suami sya prnah mengucapkn kta cerai dlm kondisi marah tp sadar,dia bilang “y udh kita cerai sana pergi” itu hkum’y bgaimana?

    Stlh itu kita baikn suami sya bilang tidk mau brcerai & dia minta hbungn intim,apkah mlakukan hbungn intim hkum’y zina stelah suami sya mengucapkn kta cerai? Bgaimna hkum’y dlm islam? Mhon jwaban’y……..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih sudah komentar disini,.
    Hukum suami mengatakan kata cerai dalam kondisi marah dan sadar, maka jatuh talak atau cerai tersebut,. jika itu baru pertama kali talak, maka itu jatuh talak satu,.

    Lalu jika masih dalam masa iddah, suami mengajak berhubungan intim, maka si istri harus mau, jika tidak dalam kondisi haid tentunya,. dan itu sebagai tanda suami rujuk,. dan itu bukan zina,. karena pada hakekatnya talak satu itu status si wanita masih sebagai istrinya jika belum habis masa iddahnya, makanya wanita yang dicerai talak 1 dan 2 itu tidak boleh keluar dari rumah suaminya selama masa iddah, karena dia masih sebagai istrinya, makanya suami boleh berhubungan intim dalam masa tersebut sebagai tanda rujuknya dia,

    • Terimakasih atas jawaban’y…..
      Sya mau bertanya lagi ni sya belum paham tentang talak 2 & talak 3 mhon penjelasan’y….

      Talak 1 itu artinya baru pertama kali terjadi perceraian,. lalu misalkan suami rujuk,. lalu terjadi perceraian lagi, maka jatuh talak 2 , dan suami masih bisa rujuk, misalkan suami rujuk, lalu terjadi cerai, maka jatuh talak 3 , dan suami tidak boleh rujuk, dan istri harus berpisah dari suami,.

      Suami tidak boleh rujuk hingga si istri menikah dengan laki-laki lain, lalu setelah dicampuri si wanita tsb diceari lagi oleh suaminya yang baru, baru boleh si mantan suami yang pertama menikahi wanita tsb dgn akad baru,

  6. Ass.wr.wb
    Mau tanya..kalau suami sy dlm keadaan marah lalu mengucapkan mau sy ceraikan km sebanyak 3x apa itu sudah jatuh talak 3?

    wa’alalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Jika itu baru pertama kali cerai, maka jatuhnya talak satu, bukan talak tiga,.

    dan kata-kata diatas kan baru “mau sy ceraikan kamu” berarti belum dicerai, beda jika kata-katanya jelas,. spt “sy ceraikan kamu”

  7. assallammualikum

    admin,bila suami saya prg meninggalkan sy tanpa kbr berita,sdh hmpir 5 bln,swktu pergi beliau hny pamit pd ayah tiri sy,utk bekerja k luar kota,beliau hanya menitipkan anak y yg wkt it br berumur 9bln,dan urusan istri biarlah menjd urusan sy,namun hingga saat ini sdkit pun tdk ad berita sm sx,bagaimn nasib pernikahan sy ? dan bila istri menceraikan,bukankah haram bagi s istri mengeluarkan biaya perceraian,dan sy pun tdk mau,, mohon solusi y.. terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih lenny,.
    Cerai itu ada ditangan suami,.
    anda ditinggalkan 5 bulan tanpa ada kabar,. berdoalah kepada Allah agar suami ibu diberi keselamatan,. mungkin beliau sedang di perantauan, sedang berjuang mencari nafkah, atau ada hal2 yang lain,.
    Jika sudah beberapa tahun tidak ada kabar, maka boleh mengurus ke Pengadilan agama utk menentukan status suami anda,.

    • Assalamualaikum
      Sebelumnya saya minta penjelasan mengenai hukum talak,saya dengan istri beberapa waktu yang lalu memutuskan untuk berpisah,alasan untuk berpisah karena saya secara tidak di sadari menyukai perempuan lain,

      yg lebih anehnya saya sampe lupa dengan keluarga kecil dan kedua orangtua saya sendiri gara2 perempuan ini,dan singkat ceritanya temen2 saya bilang kalo saya ini di guna2,

      padahal sebelumnya saya tidak pernah sampe tergila2 kepada perempuan seperti apa yg saya rasakan kemarin,

      dan pada akhirnya perempuan tersebut malah menikah dg laki2 lain,

      dan saat ini saya begitu menyesal pak saya ingin rujuk kembali dengan istri saya tp sudah terlanjur bercerai di pengadilan,

      sebelumnya juga saya sering mengatakan ‘udahlah kamu jangan anggap saya lagi anggap saja saya sudah mati’

      seperti itu kepada istri saya sebelum kami memutuskan berpisah,apakah seandainya saya dan istri saya rujuk masih bisa untuk di lakukan pak.

      Demikian pertanyaan dari saya semoga mas admin di berikan kesehatan,amin

      Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
      Talaknya talak berapa, dan sudah berapa lama? Apakah masih dalam masa iddah?

  8. Pak admin…
    Saya uda menjatuhkan talak ke 2 kpd istri.dan kmrn saya ma istri bertengkar..saking keselnya dalam keadaan marah antara sadar dan ga sadar saya “usir dia dr rmh ato suruh mamamu jemput” . Tapi sumpah saya ga ada niat utk cerai.cm kesel bgt setiap hari mesti tengkar trus..saya trkadng ga tahan kalo istri tiba2 marah cm mslh kecil.tapi saya syg ma dia,dan pgn bngun keluarga ma dia smpai mati.bagaimana hukumnya ya pak???

    Jika niat anda ingin menceraikan, maka bisa jatuh talak 3,. dan anda tidak bisa rujuk kembali,. hati-hati,..janganlah mudah mengumbar kata-kata yang bisa menyebabkan jatuhnya cerai,.
    Anda yang lebih tahu niat anda tersebut, dan jika anda niatkan utk cerai, maka bisa jatuh talak tiga tersebut,.tapi jika anda tidak meniatkan utk cerai, maka tidak jatuh,

  9. Assalamualaikum.

    mf mau tanya….
    ketika itu suami sy lagi tidur .trus saya bagunin dia tp dia gk mau bangun.
    trus sy paksa trus supaya dia bangun soal y ada masalah yg mendadak yg harus d bicarakan.

    tp dia tuh masa bodoh dan gk mau ngomongin itu.
    trus dia suru aku diam.
    tp aku ttp maksa bagunin dia akhir y dia marah mukul aku dan bilang “cerai-cerailah “itu gmn hukum y?

    tp skrg udh baikan lagi…trus sy tanya knp sampe bilang sprti itu?

    kt dia klw dia lgi marah dia tuh suka ngasal ngomong y.

    aku bilng sadar gk bilng sprti itu?kt dia gk tau…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Hendaknya ibu minta maaf atas sikap ibu yg seperti itu,.
    Mungkin suami kecapaian, ingat posisi ibu, suami itu ibarat presiden, istri itu rakyat jelata,. jadi harus beradab kepada suami,.jangan posisikan ibu ibarat ratu dengan raja,.

    Adapun ucapan suami, bisa jadi namanya orang dibangunin dari tidur, dia belum bisa ngontrol ucapannya,. dan ucapannya belum tegas,. apalagi ditambah anda bertanya kepada suami, dan suami tidak tahu apa yang diucapkannya, jadi belum jatuh cerai,

    • kok belum jatuh cerai …..akhi.. perhatikan dulu kejadian yang dipaparkan ibu tersebut, ibu itu sempat dipukul, itu berarti suaminya melafazkan cerai itu dalam keadaan sadar dan itu lagi marah, jadi itu jatuh talaqnya akhi…., gmn sih….antum

      kata cerai-cerailah,. itu masih belum tegas, beda kalau kata “saya ceraikan kamu” jika maksudnya si suami mau menceraikan, maka bisa jatuh cerai, tapi jika tidak berniat cerai maka tidak jatuh

  10. Asalammualaikum
    Maaf,apa saya boleh meminta nomor hp yg bisa saya hubungi,karna daya mau bertanya?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    ada di blog ini, hanya utk sms, 0823 1775 7628

  11. ass…
    maf saya mau bertanya, saya sma suami bertengkr d sms, suami mrah dan ksar ngmong nya, sering terjadi bertngkr sprti itu, saya sbgai istri cpe, sakit hati dan saya minta pd suami saya untuk menyerahkn saja pda ortu ku . gmna hukm nya klau bgtu?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Ibu,.seorang istri, wajib berbakti kepada suami,. melebihi baktinya kepada ortu kandung ibu,.
    Apakah ibu berani bertengkar di sms dengan ibu kandung ibu sendiri? dengan bapak kandung ibu? jika ibu tidak berani, kenapa dengan suami ibu berani?.. ini adalah kesalahan,.

    Ibu,. bersabarlah terhadap perlakuan suami, berdoalah untuk kebaikan suami,
    Untuk ibu, silahkan baca kisah nyata ini

  12. Bagai mana bila seorang suami mengucapkn talak langsung dengan talak 3 dengan hp atu sms

    Tidak ada talak 3 sekaligus,. tapi dilihat, dia sudah mentalak ke berapa kali, jika baru pertama kali, maka jatuhnya talak satu, walaupun dia mengatakan dengan talak 3

  13. assalamualaikum wr.wb.
    saya mau tanya gimana hukumnya jika suami sering kali mengatakan sudah tidak tahan lagi, kapan kita urus maksudnya urus cerai, dan sering mengatai saya binatang yg diharamkan, bagaimana hukumnya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Ibu yuni,. terimakasih sudah komentar disini,.
    Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, memang tidak selamanya tanpa badai,. kadang riak-riak kecil itu ada, bahkan kadang datang angin kencang dan ombak besar menghadang,..

    Lalu, apakah kita menyerah dengan keadaan, membiarkan kapal itu tenggelam?.. Tidak bu,..
    Pasti ada solusi, tinggal apakah solusi itu kita coba atau tidak,.

    Suami berkata seperti itu, karena maknanya bukan jelas dengan kata CERAI,. tapi itu dengan sindiran, maka itu dikembalikan kepada niat suami, apakah suami mengucapkan kata tsb dengan NIAT MENCERAIKAN, atau tidak, jika dengan niat menceraikan, maka jatuh cerai, jika tidak maka tidak jatuh,.

    Sebaiknya ibu baca, kiat-kiat memupuk romantisme dalam rumah tangga, silahkan baca disini

    Baca juga TRIK-TRIK Melanggengkan bahtera rumah tangga, silahkan baca disini

  14. asalamualaikum wr.wb
    mau tanya bagai mana hukum suami mngtkan harus di ceraikan orang seperti ini ketika marah d dpan istri

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.

    maksudnya apa, silahkan tanya ke suami yg spt itu, itu maksudnya menceraikan atau gimana,.

    kalau ngomongnya, ya sudah, kamu saya cerai,.. ngomongnya di depan istrinya, maka jatuh,.

    tapi kalau kata diatas,. “harus diceraikan orang seperti ini” ini masih belum jelas,. diceraikan atau tidak,..

    Apakah suami sambil nunjuk ke istri saat ngomong seperti itu? jadi suami memaksudkan menceraikan si istri yang ada di depanya,.
    Jika iya, maka bisa jatuh,

  15. Asalamualaikum wr.wb..
    saya mau tanya dong, apa hukumnya jika suami mengucap cerai lebih dari 3 x kepada istrinya yang lagi hamil?. Terima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika suami mengucapkan dengan jelas lafadz cerainya, maka jatuh cerai tersebut,. dan masa iddah bagi wanita hamil adalah sampai dia melahirkan kandungannya,.

    Apakah mengucapkannya itu 3 x sekaligus, atau satu kali talak, lalu rujuk, talak lagi lalu rujuk lagi, lalu talak lagi,.

    Jika mengucapkannya langsung 3 sekaligus, maka jatuhnya talak satu, dan kalau talak satu maka istri tetap di rumah suami hingga masa iddahnya habis,. dan iddah wanitah hamil adalah sampai melahirkan

  16. assalamualaikum wr.wb.
    saya mau tanya,bila suami mengatakan” kita cerai sajalah daripada seperti ini trus” apakah itu sudah sah cerai ? mohon jawabannya krn ini dia lakukan sudah untuk yang kedua kalinya.dalam keadaan kesal dan marah,,,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wbarakatuh,.
    Terimakasih adis,.
    Jika itu diucapkan dalam kondisi marah yang masih terkontrol, suami marah yg bukan marah yang super hebat sehingga lepas kontrol, maka itu JATUH, sah sebagai cerai,
    Jika sdh dua kali seperti itu, dan yang pertama sudah rujuk, lalu sekarang terjadi lagi, maka itu sudah jatuh talak dua, jika setelah ini rujuk lagi,.maka hati-hati,. sekali talak lagi maka jatuh talak tiga, dan ini tidak bisa dirujuk lagi,

  17. mas admin saya mau tanya jika seorang suami mengucapkan kata seperti ini “jika tidak ada anak saya ceraikan kamu” apakah itu sudah jatuh talak dan hal itu diucapkan dalam kondisi marah.

    belum jatuh talak,

  18. Assalammualaikum Wr Wb
    saya barusan bertengkar kepada istri saya melalui via sms, saya sangking marahnya saya membalas lewat sms :
    ( bubar saja dari pada kamu menghina saya terus ), dan waktu itu sms saya di balas sama istris saya dengan ( kamu thalak aku ia ) trus saya jawab lagi ( ia karena kamu sudah keterlaluan sama aq )
    tapi pada intinya niatan saya itu cuman agar istri saya sadar agar tidak trus menghina, mencurigai dan menghormati saya sebagai suami.
    dan di hari ini jg pertengkaran ini saya sudahi dengan cara saya ajak ngobrol melalui telpon dan bicara baik – baik, sekaligus menasehati istri saya.
    mohon pencerahannya ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Hendaknya janganlah menggunakan kata-kata cerai atau yang mengarah kepadanya,
    Cerai, itu bukan mainan, jika diucapkan dengan main-main atau pura-pura, jika yang mengucapkan suaminya, itu bisa jatuh talaknya,.
    Apa yang anda lakukan,itu jatuh talaknya,.
    Jika ada masalah, jangan sms san, ketemu langsung, atau nelpon, dan bicara dengan kepala dingin,.
    Ingat,. setan itu mengerahkan bala tentaranya utk memisahkan suami istri,.

  19. Assalamu’wr’wb….,, saya orang tua dri 2 anak, saya mau tnya.awal crita nya saya seorang pedagang keliling. Jdi pagi saya pergi jualan plang sore,trus saya plg jualan dlm keadaan capek smpai rmh. Prut trasa lpar saya mau mkn gk ad nasi.jdi saya jdi mrah dong,smpai saya blg sm isri ngapain ja kmu drmh kok gk msak.jwap isri saya bantuin nenek buat kue.trus saya jwap,y udh pergi saja sana plg tmpt org tua mu. Trus saya blg lgi sma mama saya cerai pun gk ap2 la. Gmn hukum nya tu pak.ap dh sah bercerai

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Jika anda berkata seperti itu dengan niat menceraikan, maka jatuh , sah cerainya,. tapi jika tidak berniat utk menceraikan, maka tidak jatuh,

  20. assalamuallaikum….
    saya mau bertanya apa hukumnya bila suami marah kepada istri dengan kata
    kata seperrti ini ;
    1. bubar saja rumah tangga ini bila kau tak pernah berubah.
    2. pualng saja kamu kerumah orangtuamu jika ttak pernah mengerti apa
    yang aku maksud.
    apa itu juga termasuk talak,meskipun saya marah dalam keadaan sadar.
    terima kasih atas jawabannya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Trimakasih pak edi, mudah-mudahan keluarga anda diberikan kebahagiaan,.
    Ucapan seperti itu masih samar, masih belum jelas,. itu dikembalikan kepada niat si suami, apakah dengan kata-kata tersebut si suami bermaksud untuk menceraikan istri, atau sekedar membuat istri sadar,
    Jika si suami dengan kata-kata tersebut itu dengan niat untuk menceraikan istri, maka jatuh cerai tersebut, jika tidak dengan niat menceraikan, maka tidak jatuh,.

    Silahkan baca trik-trik membangun keharmonisan dalam rumah tangga,.silahkan baca disini

  21. pak saya mau bertany ?
    suami saya pernh bilang sma sya dlm keadaan mrh dia blang sumpah dmi alloh aku mau pisah sma km, it hkmny gmn pk

    Kan suami ngomongnya .. aku mau pisah sama kamu,. belum terjadi kan, baru bilang mau,.
    Kalau kata-katanya “kamu saya cerai”.. maka ini baru jelas sebagai kata cerai,.

    coba tanya ke suami, apakah kata-kata tersebut diniatkan utk menceraikan istrinya, atau bukan

  22. assalammualaikum..
    sy ingin bertnya..
    1. sy prnah d sms istri sy sbnyak 4kali,seperti ini sms nya”kalau kamu berani menikahi sy,kamu pasti berani menalak sy”
    lalu sy merasa d tantang,kmudian sy ucap kan “oke sy talak kamu,puas kamu?”
    tp sy tk brniat sprti itu,sy sdh coba untuk tak menghiraukan ny,tp akhir ny sy trpancing emosi.
    apakah itu sah?
    2. sy jg prnah sms ke istri sy seperti ini “kalo kamu begini terus,sy putuskan kita pisah saja”
    apakah itu termasuk talak?
    trima kasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    untuk yang nmr 1, itu JATUH TALAKNYA, walaupun cuma main-main atau tanpa niat menceraikan, karena kata-katanya jelas,. oke sy talak kamu,.
    Untuk yang ke 2 nah itu tergantung niat anda, apakah maksud pisah itu cerai? jika diniatkan dengan kata2 itu anda menceraikan, maka jatuh

    Suami mengucapkan kata yang jelas artinya menceraikan istri, itu jatuh walaupun cuma bercanda atau main-main, atau pura-pura, postingannya bisa dibaca disini

  23. asalamualaikum. wr wb
    maaf saya numpng tanya.. saya sering se x bertngkr belkngn ini sama suami. krn suami saya tidak mngerti perasaan saya gimna pas lihat sms an dia dengn cewe lain.
    aq sempet marah dn alias cemburu. tp mlh seblik ya suami aq bilng bhwa itu cewe. hnya sekedr temnn.

    jelas donk saya yg istri y marah” tpi suami tidak mngerty…

    setelah itu. saya mengucapkn. sudah hidup sendiri” km mau ap terserah. dn happy sendri sendri. ap itu termasuky dosa. tolong bls ya

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Ibu,.. ingat posisi istri,
    Suami ibarat raja, dan istri adalah rakyatnya,.
    Jangan pernah ibu membaca atau memata-matai suami,. apalagi membaca sms san suami , atau facebook suami,.
    Ibu konsentrasi bagaimana cara membahagiakan suami,.
    Lebih baik introspeksi diri, jangan-jangan suami melakukan seperti itu karena pelayanan ibu yang kurang,.
    Ibu, jangan lupa berdoa untuk kebaikan suami,.jangan berkata atau bertanya yang menyebabkan suami marah, sabar dengan sikap suami yang mungkin kurang menyenangkan kepada anda,. jangan api dibalas api, akan tambah panas nantinya,..

    Silahkan ibu baca kisah nyata istri ini,. munkin kondisi suami ibu masih lebih baik daripada kondisi suami dalam kisah tersebut, silahkan baca disini

  24. asalamualaikum. wr wb
    saya ingin bertnya..
    jika seorang istri mengucap. sudah qt hidup. sendri sendri saja dan happy masing”
    itu sudh termasuk apa…..? tolong jawab ya.
    krn suami aq bikin saya marah trus..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Ucapan cerai oleh istri, walaupun diucapkan berjuta-juta kali, itu tidak akan pernah dianggap, karena cerai dan rujuk itu ada di tangan suami, ga butuh persetujuan istri,.

    Apa penyebab marah tersebut, mungkin ibu perlu membaca trik-trik cara menumbuhkan keharmonisan rumah tangga, silahkan baca disini

  25. Asalamualikum wr wb
    Mau nanya nie pak kn saya beratem sama suami , terus suami marah dia bilang klo begini terus capek aku mendingan cerai saja.
    Itu sudah termsuk apa ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Itu masih belum jelas,. apakah maksudnya suami mencerai kamu, atau cuma ancaman saja,.
    silahkan anda tanya ke suami, apa maksud kata-kata tersebut,.
    Jika maksudnya itu adalah menceraikan kamu, ya itu jatuh cerai,. karena kata-katanya masih belum jelas,.. berbeda jika kata-katanya, ya sudah, sekarang saya ceraikan kamu,. ini jelas

  26. Assalamualaikum wr wb,
    min sy mau tnya, ap hukumnya jika seorng istri mngucapakan kata ‘ceraikan sy’ dan mncaci suaminya dg kata2 kotor n mnbut suaminya dg kata2 binatng..? Tolong djwab min..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Sejuta kali istri mengucapkan kata cerai, itu TIDAK AKAN PERNAH SAH, tapi satu kali saja suami yang mengatakan “saya ceraikan kamu sekarang” maka akan jatuh, walaupun mengucapkannya sambil bercanda atau pura-pura, karena talak dan rujuk itu ada di tangan suami,.

    sebaiknya anda nasehati istri anda, tidak berkata-kata kotor lagi, apalagi menyebut suaminya dengan kata-kata kebun binatang,.
    Jika sudah dinasehati, tetap istri menampakan kedurhakaan kepada anda, tidak menghargai anda,. apa artinya jadi suami direndahkan terus menerus oleh istrinya,.. jika memang anda tidak bisa mempertahankan karena perilakunya yang kurang ajar, ya tidak mengapa jalan terakhirnya adalah cerai,

    Jangan lupa berdoa kepada Allah utk kebaikan istri

  27. Ass.wr.wb
    Pak sy mau tanya,sy baru menikah 3bln dan skrg ini sering uring2an krna ada sikap suami yg bikin ga nyaman..sy dan suami wasapan dan dy tanya sm sy “km ga nyaman yaa sm aku? Sy jwb iya
    Klo emang km ga nyaman kita pisah baik2 aja biar km tenang
    Tp sy ga ikhlas kita pisah karna sy syg sm km, kata suami sy gitu
    Apakah itu trmasuk talak yg sah pak??

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Mba,.. jadikan wa itu utk perekat cinta anda dengan suami, boleh berdusta utk keromantisan rumah tangga, jangan malah buat sarana peretak rumah tangga, apalagi anda masih 3 bln menikah,.
    Sering2lah kirim bunga via wa ke suami, dan jangan anda wa dengan yang lain, kalau perlu di phonebook kamu cuma ada nomor suami kamu saja,. ga usah ada nmr yang lain, apalagi laki-laki,.

    Kata-kata kita pisah baik-baik, itu belum tegas, jika suami meniatkan kata tersebut adalah maksudnya menceraikan kamu, maka itu jatuh, tapi kalau suami tdk berniat menceraikan, maka itu tdk jatuh,

    Sekarang mba fokus gimana cara membahagiakan suami, jangan bertanya kepada suami yang membuat suami kurang enak, atau malah menyulut kemarahannya,..

    Sambut suami ketika pulang, sms mesra, atau wa mesra,. tanya kondisinya, sudah makan belum, kalau pulang mau disiapin makanan apa,.dll
    Dan mba fokus di rumah, jangan bekerja,. sebab ada pahala besar menanti anda dengan tinggal di rumah suaminya,. full time jadi ibu rumah tangga, berdandan utk suami,. baca disini

  28. mas admin.. kmrin saya bertengkar dg suami saya.. lalu saya smsan sm suami..

    dia bilang mending aku sendiri dulu.. trs aku bilang, ya udah kalo gitu aku mau pulang ke rmh ortu q..

    lalu suami bilang. Ya silahkan gpp.. kmdian aku ambil baju baju ku.. dan dia marah marah sama aku.. mau pulang beneran.. ya silahkan pulang.
    Kalau perlu gk usah balik.. apa perlu aku antar “dengan nada tinggi.. apakah itu termasuk kalimat talak.???

    mba siti,.. itu kata-kata suami masih belum tegas, apakah jatuh cerai atau tidak, itu tergantung niat suami,.
    Tapi…
    Jika jatuh cerai sekalipun, si istri ga boleh kabur keluar dari rumah suami,. ga boleh, ini adalah hal yang keliru, kalau mau kabur nanti kalau sudah habis masa iddah, sudah saya ulas disini

    Mba siti, sebaiknya anda perbaiki sikap dengan suami, jangan membuat pemicu keributan, manfaatkan sms itu utk menambah kemesraan,. tanya kabar suami, sudah makan belum,. nanti pulang mau disiapin makanan apa,. dll..

    Ingat mba, istri itu wajib lebih berbakti pada suami daripada pada ortunya sendiri,. melalui suami, istri bisa masuk surga dari pintu mana saja, gimana caranya? baca disini

  29. Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
    saya pernah memarahi isteri saya, saking marahnya saya sampai berkata :
    “kalau kamu tidak bisa diatur saya ceraikan kamu”.
    padahal saya sama sekali tidak berniat menceraikannya. apakah ini sudah jatuh talaknya?
    terima kasih atas jawabannya, Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Itu tergantung niat anda, karena kata-katanya masih belum jelas, masih sifatnya ancaman, beda halnya kalau kata-katanya, “sekarang saya caraikan kamu” kalau spti ini baru bisa jatuh,

    makanya kedepan jangan bermudah-mudahan mengucapkan kalimat cerai,.

  30. Bagaimana kalau kalimat cerai di ucapkan saat marah dan bertanya kepada istri contoh nya ” apakah kamu mau aku ceraikan?” Atau ” jangan lah kita berantem trus kamu mau nanti ak ceraikan?” Itu gmn hukum nya?trims

    Itu baru ancaman,. sebaiknya jangan bermain2 dengan perkataan tersebut, dan jangan memicu terjadinya hal2 tsb

  31. Kemaren saya rbut sama istri .setiap rbut istri minta cerai ,terus saya bilang ‘ok kita cerai tapi anak sama saya .apa itu dah jatoh talak apa belum?

    Itu sudah jatuh talak,.
    janganlah bermain-main dengan kata talak,. karena jika suami yang mengucapkan, maka bisa jatuh, walaupun ngomongnya sambil bercanda,

  32. Assalamu ‘alaikum wr.wb
    Saya mau tanya, saya pernah marah dan benci dengan istri saya, dan saya mengucapkan “dari pada ribut terus mending kita cerai aja” niat dan maksud tujuan saya hanya menawarkan dengan kata mending, apakah kata kata itu di anggap sah cerainya

    Wa’alaikumusssalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    itu tergantung niat si suami mengatakan begitu, jika niatnya cerai, maka jatuh, jika cuma ancaman itu tidak jatuh, karena kalimatnya masih belum tegas,.

    beda halnya jika kata-katanya adalah ” ya sudah kamu saya cerai” jik seperti ini maka jatuh

  33. Assalamualaiku warohmatulloh,,
    Pa ,, saya sering bertengkar hebat dengan istri,, dan saking marahnya beberapa kali terucap kata2 pegat/cerai,, karena kalo gak ngucap kata itu,, emosi istri tidaak akan reda,,, tp setelah terucap,, dia langsung reda emosinya,,,
    Sudah jatuh talak apa belum pa?
    Saya takut sekali terjerembab dalam zina pak,,,
    Mohon pencerahannya,,
    Matur nuwun
    Wassalamualaikum warohmatullo

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Sdh saya jawab via sms,

    ambil pelajaran dari semua ini,. jangan mudah mengucapkan kata cerai,.
    Dan segera anda sampaikan ke istri dan keluarga,. apa yang anda lakukan itu sudah jatuh cerai, apalagi setelah rujuk anda mengulangi lagi, bahkan hingga tiga kali,.

    sudah jatuh talak tiga, dan anda wajib pisah dengan istri, karena tali pernikahan sudah putus dengan talak tiga tersebut,.

  34. Aslmu’alaikm….
    min sya mau brtnya arti dari talak 3 itu apa,apa klimat tiga atow kta talak trucap smpai tiga kali dlm sketika atow dlm kurun wktu brselang.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah.

    talak tiga itu ,. talak yang pertama kali, itu talak satu, jika suami rujuk,.. terus terjadi talak lagi, itu adalah talak dua,. jika suami rujuk,..lalu terjadi talak lagi, maka itu talak tiga,. dan suami tidak bisa rujuk lagi,.

    Jadi talak tiga itu bukan talak yang diucapkan sekaligus,. misalkan saya talak tiga kamu,.. bukan seperti itu, baca disini ulasannya

  35. Assalamualaiku warohmatulloh

    Berawal dari pahaman saya mengenai perceraian akibat marah

    Keadaan talak ketika Marah dengan kondisi pelaku mengerti makna talak tersebut, namun tidak sadar dengan sebeb dan akibat setelah jatuh talak tersebut apakah ini yang dimaksudkan dengan ighlaq.

    Karena kondisi ini berbeda dengan Keadaan talak ketika Marah dengan kondisi pelaku mengerti makna talak tersebut, dan dalam keadaan sadar dengan sebeb dan akibat sesudah jatuh talak tersebut

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Ighlaq itu sudh disebutkan dalam artikel diatas,.
    yaitu kemarahan yang menutupi akalnya, sehingga dia tidak bisa mengontrol lagi apa yang dia lakukan, bisa seperti sampai membanting apa yang ada, atau memukul istrinya.. pokoknya marah yang betul-betul luar biasa, sehingga ucapannya pun tidak terkontrol lagi,.

    Jadi bukan marah biasa,

  36. Assalamualaikum pak…
    saya mau bertanya..saya mencerai kan istri saya waktu 3 hari abis melahirkan. Krna berantem lewat telpon saya emosi lalu saya mengucapkan cerai sama dia..

    trus waktu mengucap Kan cerai itu dia menjawab apa benar kamu menceraikan saya…trus saya jawab lagi iya.. saya ceraikan kamu talak 3 klo ada talak seratus sekalia….tp dia nggak mau. .

    sekarng udah 1.5 stengah umur anak saya baru saya jumpa..

    mantan istri saya itu mintak rjukan lagi…saya mau bertanya pak, apakah saya bisa rujuk lagi? Maksih pak

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Talaknya sah, jika itu baru pertama kali, maka itu adalah TALAK SATU,
    itu 1,5 tahun atau 1,5 bulan? Kalau 1,5 bulan itu masih masa iddah, anda boleh rujuk ke istri,
    Ingat , talak dan rujuk itu ada di tangan suami, ga butuh persetujuan si istri,.

    tapi jika itu 1,5 tahun, maka boleh anda kembali, tapi dengan akad nikah yang baru , mahar yang baru pula

  37. Assalamuallaikum….
    Saya mau bertanya pak,,suatu sore saya bertengkar hebat dengan suami,saking marahnya suami bilang cerai sambil masukin bajunya ke dalam tas dan bilang ini anaku aku bawa.setelah saya susul ke rumah mertua suami mau pulang beserta anak saya.

    sampai di rmh saya tanya soal kata2nya yg bilang cerai belum mau ngomong.

    yg saya tanyakan apa sudah jatuh talak?sekarang suami sedang sakit dan saya yg merawatnya..saya takut terjerumus perzinaan…terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Jika suami berkata jelas yaitu menceraikan anda, maka jatuh talaknya,..
    Dan sekarang suami sakit, istri tetap wajib berbakti pada suami, talak satu itu bukan berarti pisah, dan ga boleh berhubungan intim, justru itu kesempatan anda agar suami mau berhubungan intim, karena itu adalah tanda rujuknya,. walaupun tanda rujuk itu bukan hanya dengan berhubungan, tapi bisa juga dengan perkataan ,

    jadi, jangan takut terjadi perzinaan, karena selama masa iddah belum habis, maka statusnya masih sebagai istri suami, makanya boleh suami ngajakin berhubungan intim,

    Silahkan anda baca ulasannya disini

  38. Assalamualaikum

    saya mau tanya min pertama : saya dan suami ribut karna masalah spele ajaa terus saya besar besarin sampai akhirnya spontan suruh dia pergi dan gak usah kembali lagi, lalu dia pulang dan saya sms “mending kita cerai ajaa capekk juga seperti ini” lalu dia simpunin pakaiannya terus saya bilang “kamu keluar berarti ingin cerai” tapi dia diam dan duduk ajaa, tapii kita rujuk lagi

    Kedua : kita lagi becanda ngeluarin apaa yg kita gak suka dari masing” pasangan dan saya ucapkan kata cerai lagi, apa itu sudah jatuh talak

    wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    ibu,.. cerai itu baru jatuh jika suami yang menjatuhkannya,
    Sejuta kali ibu berkata saya ceraikan kamu,.. maka tidak akan pernah jatuh ,tidak sah talaknya,

    tapi sekali suami berkata, saya ceraikan kamu, atau kata-kata tegas yang semisal denganny, walaupun dengan bercanda atau pura-pura, maka jatuh, sah talaknya,..

    ibu…
    berbaktilah pada suami, ibu wajib taat dan berbakti pada suami, melebihi taat dan berbaktinya ibu pada ortu kandung ibu…

    ingat bu, neraka sebagian besar penghuninya adalah wanita,..

    apa sebabnya?

    Karena durhaka kepada suaminya, silahkan baca disini

  39. Assalamualiakum wrb

    Subhanallah penjelasan antum diatas jelas sekali.smoga allah merahmati antum dan kita semua.amin allahuma amin

    Tp sya mau tnya sma antum?,sya dlu kalo bertngkar sering skali mengucap kalimat yg mengartikn cerai.mslny y sdh cerai ajkita.cpek sdh hidup sma km pisah aj kt.pergi aj sna g ush kmbali,mw kucurai kah.. Itu diucpakn dlm keadaan luar biasa mrh..

    Dan mrh yg biasa.stlh sy bca tulisan antum ini sya lbh berilmu dan tau kalo itu tdk baik..

    Apkah hal dlu yg sya lkukan dn ucpakn itu sah atau tdk krna dlu sya tdk mengerti.mhn dijawab..

    Smga Allah mengampuni dosa2 kita smua dlm sllu memberi hidayah untk kt smua.amin.Trmiksh wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Itu tergantung niat anda waktu mengucapkan kalimat tersebut,.
    Jika itu diniatkan untuk menceraikan, maka JATUH, SAH TALAKNYA,.
    Silahkan anda jujur, dulu niatnya itu apa,. jika niatnya cuma mengancam, maka tidak jatuh, tapi jika niatnya menceraikan, maka jatuh,.

  40. Assalamualaikum..
    Mau Tanya..Lima hari Yang lalu aku ada pertengkaran keras dengan istri ku..masing2x ngak mau mengalah karna terlalu Marah aku udah ngak bisa kawal diri lagi sampai hp laptop aku hacurkan..

    Aku udah ngak sadar ngomong apa sehingga aku ngomong istri aku

    “Kamu aku ceraikan dengan talak 3”

    apa itu sah atau tidak ya atau udah sah dengan talak 3…aku sayang istri sama anak aku yang baru 10 bulan lbih…aku ngak mau istri sama anak di jaga sama orang lain…

    Mohon jawab secepat nya yaaa..

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Jk marahnya sampai menutupi akalnya, sehinnga menghancurkan barang2,maka ga jatuh talaknya,

    Dan ambillah pelajaran dari hal ini, jgn mudah melontarkan kata2 cerai kpd istri

  41. Assalamualaikum.

    Pa saya mau tanya. Ketika saya lg marahan sama istri saya. Tiba tiba istri saya bilang kata cerai. Apa itu hukum nya.

    wa’alaikumussalamwarahmatullah,

    cerai itu ada di tangan suami, bukan di tangan istri, jadi jika istri yang mengucapkan kata cerai, maka tidaklah dianggap, ga ada artinya,

    tapi kalau suami yang mengatakan kata cerai yang jelas, seperti saya ceraikan kamu, walaupun itu diucapkan dengan bercanda, maka jatuh

  42. Assalamualaikum..
    Saya mau bertanya..pernah saya marah sekali dengan suami..saking marahnya,ketika dikamar mandi saya melihat handuk yang sering dipakai suami. Saat itu entah darimana tiba-tiba tanpa saya inginkan dan tanpa saya sadari saya mengucap dalam hati atau istilah jawanya “mbatin”…haram jika…hanya sampai itu saya mbatin. Kemudian saya sadar beristighfar. Apakah yang seperti itu sudah termasuk talak? Mohon penjelasannya.
    Terima kasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    talak itu baru jatuh jika suami yang mengatakannya, bukan istri, sejuta kali istri menyatakan kata cerai, itu tidak akan pernah jatuh cerai,

    tapi sekali saja suami mengatakan dgn kata yang jelas bahwa dia menceraikan istrinya, walaupun sekedar main-main atau pura-pura, itu sah,jatuh talaknya

  43. Sy sering bertengkar istri sy sering berkata cerai..gimn hukumnyahukumnya

    Cerai itu bisa jatuh jika suami yang mengatakannya, kalau istri yang mengatakan sih tdk jatuh, karena cerai dan rujuk itu ada di tangan suami

  44. Assalamu’alaikum wr wb
    Slmt siang pk..

    sy sudah menikah 16 tahun lamanya,setiap bertengkar dari dulu sampai sekarang suami saya selalu mengatakan saya cerai kamu sambil marah2 kata2 cerai itu udah ga kehitung berapa Kali,,ttpi setiap berantem sy selalu mengalah demi anak2.

    sampai2 sy sujud dikakinya untuk tidak meninggalkan anak2.

    sy pun sudah diserahkan langsung ke orangtua sy sm suami sy.

    itu hukumnya sudah sah kah sy dicerai dari dulu atw bagaimana?mohon penjelasannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Ibu silahkan datang ke kantor KUA saja, silahkan meminta penjelasan dan putusan dari KUA jika permasalahannya seperti yg ibu ceritakan,

  45. Asslamualaikum ..
    Apakah admin / ulama yg mengurus blog ini asli orang Bumiayu Brebes?
    Saya ingin konsultasi pak. Mohon bantu saya.

    Saya takut apakah pernikahan saya masih sah ato tidak?

    Saya takut timbul zina.

    Saya dan suami ingin bertemu langsung dg di Bumiayu. Mohon responnya. Terimakasih. Wassalam

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah
    Betul, saya wong bumiayu, tapi lagi merantau
    Silahkan tuliskan Saja kasusnya, atau sms ke sms center web aslibumiayu,

  46. Assalamualaikum.wr
    Wb. Pak sya mau bertanya semalam sya bertengkar hebat dgn istri sya. Di karenakan istri sya pulang kerja ngeluyur terus.dan sampai sampai sya berkata sya Talak 3 kepada istri sya.dan itu di bawah alam sadar sya.

    Dan sesudah sya ucap kan itu ,lalu sadar apa yg sya katkan ini adalah khilaf dan sya memohon ampun kepada Allah.dan sya meminta maaf kepada istri sya sampai bertekuk lutut. Apakah pernikahan kmu ini mash sah atau tidak. Terima kasih. Assalamualaikum..wr.wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika itu baru pertama kali diucapkan, jatuhnya adalah TALAK SATU, dan masih bisa rujuk,..

    Rujuk dan cerai itu ada di tangan suami, jd tdk perlu menunggu persetujuan istri, mau istri setuju atau tidak maka Sah hukumnya,

    Jadi cara rujuknya tdk harus bertekuk lutut pada istri,
    Tidak boleh sujud kepada manusia,

    Sebaiknya istri tdk usah bekerja, cukup anda saja yg mencari nafkah, istri fokus di rumah,

    Jangan main-main dgn kata cerai, karena bercandanya saja bisa sah, cerai walaupun tanpa niat itu tetap sah jika suami yang mengatakannya

  47. Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarahkatu……
    Sy mau tnya, ketika sy bertengkar dgn istri, sy pernah mengatakan ” lebih baik kt cerai sj “itu dlm keadaan marah tp msh sdar. Sy tdk pernah mengatakan ” Kamu sy ceraikan , hanya mengatakan ” kita cerai sj” Apakah itu sdh talak? Karena sering sy ucapkan ketika lg bertengkar! Mhon penjelasannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Itu tergantung niat suami mengatakannya, jika niatnya adalah menceraikan istri, maka bisa jatuh cerai, tapi jika cuma ancaman, maka belum jatuh

  48. Assalamuallaikum.
    jika suami bilang besok kita cerai,
    km yang urus surat perceraian kalo bisa cerai sebelum lebaran.
    gimana hukumnya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    ya itu artinya Besok jatuh CERAI,. sah cerainya,.

  49. assalamualaikum…
    saya bertengkar dengan suami sy, sy akui memang sy yg memicu pertengkaran,saat suami sy sdg tidur sy ajak ribut,sy pusing krn pd saat itu kondisi suami nganggur,sy malu numpang hdup sm mertua, akhirnya sy ribut sm suami dan minta supaya dia ceraikan sy,meski tdk dgn niat sungguh2,dia terpancing emosi,dan mengucapkan “saya ceraikan km” sy sadar sy sudah ditalak suami, karena kurang paham masa idah sy mw pulang kerumah org tua sy,dia hnya diam terus masih dihari yg sama dia lgsung minta maaf kepada sy dia bilang msih dlm keadaan tdk sepenuhnya sadar krn baru bgun tidur dan dalam keadaan emosi,saat itu jg kita sm2 menyadari kesalahan dan sm2 maaf,sadar krn sudah terucap talak,suami minta saran sm kakaknya kebetulan kk juga mendengarnya lgsung memberi saran agar kami tdk tidur sekamar,suami sy pun nurut,selama 2 hari kami pisah kamar,tp sy tlp saudara sy minta saran, dia tanya km masih cinta dn syg dia g? sy jwb masih,kasih tau suamimu kalian masih bisa rujuk jgn pisah kamar,sy bri tahu suami sy,dia pun nurut kita 1 kamar tp tdk berhub. badan bahkan suami tidak mw mengunci kamar karena malu sm kakaknya,menurut kk ny itu sudah tdk sah lg,sy suruh tanya ke ibu mertua sy yg lumayan mengerti soal perceraian,ibu bilang slama masih masa idah boleh rujuk boleh sekamar dan berhub. bdn. akhirnya kita rujuk dan hub kita baik,seminggu sesudah rujuk suami kebetulan dapat kerjaan,di beda pulau karena kondisi ekonomi blm stabil, sy memutuskan pulang kerumah org tua sy itu jg beda pulau,saat ini kita sdh terpisah -lebih 3 bln,yg saya mau tanyakan apakah kami masih sah suami istri jika bulan depan sy berniat menyusul suami?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah
    Ibu, suami sudah rujuk dengan perkataan maafnya,

    Walaupun suami tidak minta maaf, tapi mengajak berhubungan, maka istri tidak boleh menolak,karena itu tanda rujuknya,..

    Jadi perkataan kakaknya itu tidak benar,

    Seorang istri jika ditalak satu dan dua, maka selama masih masa iddah itu hakekatnya masih menjadi istri sah suami, makanya jangan pisah kamar, tetap seperti biasa, bahkan gunakan kesempatan tersebut untuk introspeksi, dan barangkali saja suami akan rujuk, dan dari kasus di atas suami sudah rujuk.

    Selama masa iddah istri tetap tinggal bersama suami, ga boleh meninggalkan rumah suami, jadi mba jangan pulang ke rumah ortu, tetap di rumah mertua,..

    Dan, cara menasehati suami juga tidak sembarangan, nasehati dgn lembut, dan lihat situasi dan kondisi,..

    Nasehatilah saat di waktu romantis anda, setelah memuaskan suami,..

  50. Assalamualaikum
    saya mau tanya. Beberapa minggu yg lalu saya bertengkar sama suami di sms. Lalu saya ngmong cerai ta.

    Suami saya jwb kalau itu mau kamu aku turut.i.

    apakah itu saya sudah jatuh talak dan apakah pernikahan saya sudah tidak syah atau sudah di katakah bercerai. Mohon jwb.x trimakasih

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Kata-katanya masih seperti tawaran cerai, belum jelas, jadi itu tergantung niat suami,
    Beda jika kata2nya seperti ini : kalau itu mau kamu, aku ceraikan kamu sekarang, nah ini jelas

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*