Dalil-Dalil Yang Menjelaskan Bahwa Matahari Mengelilingi Bumi

Apakah Matahari Berputar Mengelilingi Bumi ?

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: “Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?”.

Jawaban.
” Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut.

[1]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb.

فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ

Artinya : ….Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,….”[Al Baqarah : 258]

Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.

[2]. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim.

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَـذَا رَبِّي هَـذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Artinya : Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.’”[Al-An’am : 78]

Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata:  “Ketika bumi itu hilang darinya”.

[3]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ

Artinya : Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu….” [Al-Kahfi : 17]

Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: “gua mereka condong darinya (matahari)”.

Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya “(condong) dan menjauhi mereka)”.

[4]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”[Al-Anbiya’ : 33]

Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata:  “Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal”. Penjelasan itu terkenal darinya.

[5]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً

Artinya : ….Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,…”[Al-A’raf : 54]

Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.

[6]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ

Artinya : Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” [Az Zumar : 5]

FirmanNya:  “Menutupkan malam atau siang” artinya memutarkannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi.

Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata: “Dia menutupkan bumi atas malam dan siang”.

Dan firman-Nya: “matahari dan bulan, semuanya berjalan”, menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.

[7]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا  وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا

Artinya : Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya,”[Asy-Syam : 1-2]

Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya. Dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi.

Seandainya bumi yang berputar mengeliligi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadang-kadang bumi mengelilingi matahari dan kadang-kadang matahari mengeliling bulan, karena matahari lebih tinggi dari pada bulan. Dan untuk menyimpulan ayat ini membutuhkan pengamatan.

[8]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

وَآيَةٌ لَّهُمْ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ   وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ   وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ  لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Artinya : Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa-Siin : 37-40]

Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar/batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui menunjukkan bahwa itu adalah haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batas-batas (waktu).

Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut.

Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu bukannya untuk bulan.

Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan malam dan siang.

[9]. Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata kepada Abu Dzar radhiallahu anhu dan matahari telah terbenam.

Artinya : Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi ?”

Dia menjawab: “Allah dan RasulNya lebih tahu”.

Beliau bersabda: “Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy, kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu tidak diijinkan.

Kemudian dikatakan kepadanya: “Kembalilah dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat terbenamnya) atau sebagaimana dia bersabda [Muttafaq ‘alaih] [1]

PerkataanNya: “Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbenamnya” sangatlah jelas sekali bahwa dia (matahari) itulah yang berputar mengelilingi bumi dengan perputarannya itu terjadinya terbit dan terbenam.

[10]. Hadits-hadits yang banyak tentang penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari, maka itu jelas tentang terjadinya hal itu dari matahari tidak kepada bumi.”

Boleh jadi disana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya maksudkan. Wallahu Muwaffiq.”

[Disalin dari Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]
_________
Foote Note
[1] Dikeluarkan oleh bukhari, Kitab Bad’ul Khalqi, bab shifat asy syam wal qamar : 3199, dan muslim, kitab Al Iman, bab Bayan az Zaman al Ladzi la yuqbal fihil Iman : 159 (sumber: almanhaj.or.id)

Untuk pembahasan masalah ini sudah di jelaskan oleh Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf , dalam buku beliau “Matahari Mengelilingi Bumi Sebuah Kepastian Al-Qur’an dan As-Sunnah”. selengkapnya silakan klik Disini

sumber : http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/10/09/apakah-matahari-berputar-mengelilingi-bumi/

TAMBAHAN RESENSI BUKU

Resensi Buku Matahari Mengelilingi BumiBUKU matahari mengelilingi bumi

 Manakah yang Lebih Tepat ?

Judul              : Matahari Mengelilingi Bumi
Penulis           : Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf
Penerbit         : Pustaka Al Furqon, 2006
Tebal              : 185
Matahari mengelilingi bumi adalah sebuah buku pengetahuan yang ditulis oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf. Buku ini akan membahas dari segi islam apakah apakah teori bumi mengelilingi matahari benar atau justru sebaliknya.
Di zaman Yunani Kuno, seorang bernama Pythagoras mengemukakan teori heliosentris yang menyatakan bahwa matahari sebagai pusat tata surya dan bumi bergerak mengelilinginya.
Namun teori tersebut dibantah oleh Aristoteles yang berpendapat bahwa bumilah yang menjadi pusat tata surya dan matahari yang mengelilingi bumi (geosentris).
Teori geosentris dianut cukup lama kurang lebih 15 abad lamanya. Setelah 15 abad berlalu munculah Nicolaus Copernicus yang menyempurnakan teori heliosentris dan mematahkan teori sebelumnya. Teori inilah yang dianut masyarakat hingga kini.
Tetapi apabila dilihat dari segi islam yang diperkuat dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al Quran tidak setuju dengan teori heliosentris.
Berdasarkan QS. Fathir : 141 yang artinya ”Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergesar, dan sungguh jika keduanya akan bergeser, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah”.
Ayat ini menurut ahli tafsir menunjukkan bahwa bumi itu tidak bergerak.
Selain itu banyak ayat-ayat Al Quran yang menerangkan hal yang sama, diantaranya, QS. Ar Rum : 25, QS. Al Baqarah : 20, QS. Al Hajj: 65, QS. An Naml : 61, dan QS An Nahl : 15.
Karena bumi tidak bergerak secara otomatis berarti mataharilah yang mengitari bumi, bukan sebaliknya.
”Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur dan menenggelamkannya dari barat” (QS. Al Baqarah : 258).
Dalam ayat ini jelas diterangkan bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi.
Selain para ahli tafsir, ulama-ulama terkemuka juga mengatakan demikian, sebut saja Imam Abdul Qahir al Baghdadi Al Isfirayini yang mengatakan ”Ahlus Sunnah sepakat atas tetap dan tenangnya bumi, dan bumi itu hanya bergerak kalau terjadi sesuatu misalnya gempa atau lainnya. Selain itu ada pula Imam Al Qurthubi dan Ibnu Hazm yang mengatakan hal yang sama.
Bukan hanya teori  heliosentris yang bertentangan dengan Quran, ada pula teori bigbang (dentuman besar)  yang mengatakan bahwa, sebuah titik massa kecil yang meledak dengan keras sebagai akibat dari reaksi inti kemudian berserah dan mengembang dari pusat ledakan yang mana proses sejak waktu ledakan itu sampai ke jagat raya  seperti sekarang ini adalah limabelas milyar tahun.
Namun untuk kesekian kalinya teori tersebut disangkal dengan ayat yang artinya,
”Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan ’Arsy-Nya di atas air” (QS. Hud : 7).
Manakah yang lebih tepat antara teori heliosentris yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh besar dunia, ataukah geosentris yang mengacu pada Al Quran ? Semua tergantung pendirian dan kepercayaan anda masing-masing.
Buku ini mengajak kita untuk menelaah dan mengkaji kembali teori-teori yang telah sebelumnya, alhasil buku ini dapat menambah pengetahuan kita sebagai pembacanya. Namun dalam buku ini terkesan menghujat agama lain selain islam, sehingga harus dibaca oleh orang-orang yang tepat (kaum muslim) agar tidak terjadi kekeliruan.
Walaupun banyak terdapat terjemahan-terjemahan dari Al Quran, Penyajian bahasa dalam buku ini cukup bisa dimengerti, sebab terjemahan tersebut dijelaskan kembali dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh penulis.
Setelah membacanya saya menyimpulkan bahwa BUKU ini layak untuk dibaca khususnya bagi umat muslim karena di dalamnya banyak sekali dalil-dalil yang diambil dari ayat Al quran.

Sudah berabad-abad diajarkan di semua bangku pendidikan, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari sekali dalam setahun, dan bumi juga berputar sekali dalam sehari semalam yang mengakibatkan seakan-akan matahari bergerak dari timur ke barat setiap harinya.Apakah ini sebuah kebenaran yang mesti kita yakini ataukah kita selama ini berada dalam sebuah kebohongan ilmiah?Apakah memang bumi yang mengelilingi matahari ataukah malah sebaliknya bahwa bumi adalah pusat jagat raya sedangkan semua benda langit -termasuk matahari- mengelilingi bumi?

Buku ini menyikap kabut tebal yang sudah sekian lama menutupi sinar kebenaran yang terpancar dari al-Qur’an, as-Sunnah serta ucapan para ulama salaf.

Bacalah dan renungkanlah, semoga Allah Ta’ala menunjukkan kita kepada jalan yang lurus.

Sebagian Pembahasan:

Bab 1: Kewajiban Tunduk Kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya

Bab 2: Akal Sehat Tidak Akan Bertentangan Dengan Nash yang Shahih dan Sharih

Bab 3: Realiti Tidak Akan Bertentangan Dengan Nash yang Shahih dan Sharih

Bab 4: Bumi dan Langit Bulat

Bab 5: Matahari Mengelilingi Bumi, Sebuah Kepastian al-Qur’an dan as-Sunnah serta Kesepakatan Para Ulama

Bab 6: Jangan pertahankan teori bumi mengelilingi matahari!

Bab 7: Syubuhat dan Bantahannya

Bab 8: Sebuah Nasehat Bagi yang Masih Punya Hati

Print Friendly, PDF & Email

Kumpulan Ayat Matahari Hadits Tentang Alam Semesta Dan Tata Surya Hadits Tentang Tata Surya Matahari Mengelilingibumim Ayat Al Quran Tentang Bumi Mengitari Matahari

32 Comments

  1. Assalamu’alaikum
    saya mau nanya di luar pembahasan dalam wacana di atas.

    bacaan dalam sholat sunnah itu apa yah?
    Apakah harus membaca al fatihah? atau lansung loncat ke bacaan pendek?
    Ini yg membuat saya bingung…
    karena kebanyakan orang yang saya lihat mereka melakukan sholat sunnah dengan secepat kilat.
    Bisa minta penjelasan lebih lanjutnya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Bacaan shalat sunnah sama saja dengan bacaan shalat wajib, kecuali shalat sunnah khusus, seperti shalat jenazah,
    Melakukan shalat harus tumaninah, tenang,tidak cepat atau terburu-buru,.
    Jadi jangan ikuti tatacara shalat yang salah dalam hal ini,

  2. Bumi mengelilingi matahari?

    atau Matahari yg mengelilingi Bumi?……

    Allah yang menciptakan alam semesta ini, langit ada 7 lapis, demikian juga bumi,. Allah mengatakan,
    فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ

    “Artinya : ….Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,….”[Al Baqarah : 258]

    Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.

    وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

    “Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”[Al-Anbiya’ : 33]

    Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata: “Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal”. Penjelasan itu terkenal darinya.

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata kepada Abu Dzar radhiallahu anhu dan matahari telah terbenam.

    “Artinya : Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi ?”

    Dia menjawab: “Allah dan RasulNya lebih tahu”.

    Beliau bersabda: “Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy, kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu tidak diijinkan.

    Kemudian dikatakan kepadanya: “Kembalilah dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat terbenamnya) atau sebagaimana dia bersabda [Muttafaq ‘alaih] [1]

    PerkataanNya: “Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbenamnya” sangatlah jelas sekali bahwa dia (matahari) itulah yang berputar mengelilingi bumi dengan perputarannya itu terjadinya terbit dan terbenam.

    Jika ada 2 buah mobil (mobil A dan B) bergerak saling mendekat dalam arah yg berlawanan mana yg tepat untuk mendeskripsikannya.. mobil A mendekati B.. atau mobil B mendekati A… Jika kita naek mobil dan melihat deretan pohon2 yg ada di pinggir jalan, mana yg lebih tepat mendeskripsikannya.. pohon2 mendekati kita atau kita lah yg mendekati pohon2 itu…

    Itu penjelasan pembuat mobil ya, wajar seperti itu,. beda dengan penjelasan Allah yang menciptakan alam semesta ini, menciptakan bumi,matahari,bulan,bintang,
    Mana yang lebih anda percaya? memikirkan bagaimana matahari sujud dibawah arsy ketika mau terbenam saja akal kita tidak akan sampai,. kapan terbenamnya matahari? di indonesia bisa saja terlihat sudah terbenam, namun jika kita mengikuti pergerakan matahari dengan pesawat, maka matahari tdk pernah tenggelam, akan selalu ada,..

    Sebenarnya gerak itu relatif, tergantung dari sudut mana kita melihat dan referensi (titik acuan) apa yg kita gunakan… Jika kita berada dalam pesawat udara yg sedang terbang dan duduk di bangku belakang, lalu kita melempar bola kasti ke arah pilot..

    maka jika kita tanya semua penumpang di pesawat itu mengenai mana yg bergerak dan mana yg diam, semua pasti akan setuju bahwa yg bergerak adalah bola kasti tersebut sedangkan penumpang dan pilotnya diam. Ini disebabkan karena mereka menggunakan pesawat udara sebagai acuan(referensi).

    Tetapi jika kita tanya orang yg ada di luar pesawat (orang ini sedang berdiri di atas tanah dan mengamati pesawat itu bergerak) maka jawabannya akan lain lagi, orang itu pasti akan bilang bahwa yg bergerak adalah penumpang, pilot, pesawat, dan juga bola kasti nya… mengapa? karena orang yg ada di luar pesawat menggunakan tanah/bumi sebagai acuan (referensi)… jadi mana yg benar.. ?? kata penumpang di dalam pesawat pilot itu tidak bergerak, tetapi kata orang di luar pesawat pilot itu bergerak…
    Jika kita memandang matahari dari bumi memang terlihat seolah2 bergerak dari timur ke barat… tapi apa yg terjadi kalo kita memandangnya dari acuan referensi lain di luar planet bumi? Tepatkah jika kita bilang bahwa Al Quran bukanlah Book of Science.. melainkan Al Quran adaalh Book of Sign? yg sebagian isinya menceritakan tanda2 (Sign) kebesaran Allah dalam mengatur alam semesta…. tepatkah jika kita langsung menyimpulkan bahwa matahari mengelilingi bumi melalui ayat yg isinya menceritakan tanda2 kebesaran allah dalam mengatur alam semesta? tanpa melalui bukti2 ilmiah yg kuat….

    Jika anda bertanya tentang mobil, atau tentang pesawat, maka ahli mobil dan ahli pesawat bisa menjelaskannya,

    Namun sangat lucu, jika Allah yg menciptakan alam semesta ini, matahari, bumi, bulan, lalu Allah menjelaskan jika matahari itu berjalan , bukan bumi yg berjalan, baik berevolusi atau berotasi,. lalu anda memilih penjelasan ahlil mobil atau ahli pesawat,.

    Bukan penjelasan Pembuat matahari , pembuat bumi, pembuat bulan,.. padahal penjelasannya sudah jelas,. bahkan dengan mudah dibuktikan,. bukan teori2 manusia yang labil, pada masanya akan ada yg membantahnya,.

    Anyway… saya liat blog ini bagus… keep posting… jika ada yg salah maka itu datang dari saya, jika benar itu dari Allah… Semoga jika saya yg salah saya cepat mendapat jawaban kebenaran….

    thanks atas suportnya..

    Mudah2an hadits ini bisa menjadi jawaban buat anda, bahwa matahari itu berjalan, bukan bumi yang mengitari matahari, tapi matahari yg mengitari bumi

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    ‏ ‏غزا ‏ ‏نبي ‏ ‏من الأنبياء فقال لقومه : لا يتبعني رجل ملك بضع امرأة وهو يريد أن ‏ ‏يبني ‏ ‏بها ولما ‏ ‏يبن ‏ ‏بها ولا أحد قد بنى بيوتا ولم يرفع سقوفها ولا أحد اشترى غنما أو ‏ ‏خلفات ‏ ‏وهو ينتظر ولادها قال: فغزا فدنا من ‏ ‏القرية ‏حين ‏صلاة العصر أو قريبا من ذلك فقال للشمس إنك مأمورة وأنا مأمور اللهم احبسها علي شيئا فحبست حتى فتح الله عليه فجمع الغنائم فجاءت ‏ ‏يعني النار لتأكلها فلم تطعمها فقال إن فيكم ‏ ‏غلولا ‏ ‏فليبايعني من كل قبيلة رجل فلزقت يد رجل بيده فقال فيكم ‏ ‏الغلول ‏ ‏فليبايعني قبيلتك فلزقت يد رجلين أو ثلاثة بيده فقال فيكم ‏ ‏الغلول ‏ ‏فجاءوا برأس مثل رأس بقرة من الذهب فوضعوها فجاءت النار فأكلتها ثم أحل الله لنا الغنائم رأى ضعفنا وعجزنا فأحلها لنا ‏

    ”Ada salah seorang dari golongan para Nabi shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihim berperang, kemudian ia berkata kepada kaumnya:”Jangan mengikuti peperanganku ini seorang lelaki yang baru menikah dan ia hendak membangun rumah tangga dengan istrinya itu, tetapi ia belum tidur dengannya, jangan pula mengikuti peperangan ini seorang yang membangun rumah dan belum lagi mengangkat atapnya -maksudnya belum selesai sampai rampung sama sekali, jangan pula seorang yang membeli kambing atau unta yang sedang bunting tua yang ia menantikan kelahiran anak-anak ternaknya itu -yang dibelinya itu.”

    Nabi itu lalu berperang, kemudian mendekati sesuatu desa pada waktu shalat Asar atau sudah dekat dengan itu, kemudian ia berkata kepada matahari:

    “Sesungguhnya engkau -hai matahari- adalah diperintahkan -yakni berjalan mengikuti perintah Allah- dan sayapun juga diperintahkan -yakni berperang inipun mengikuti perintah Allah.

    Ya Allah, tahanlah jalan matahari itu di atas kita.”

    Kemudian matahari itu tertahan jalannya sehingga Allah memberikan kemenangan kepada Nabi tersebut.

    Beliau mengumpulkan ghanimah (harta rampasan). Kemudian datanglah, yang dimaksud datang adalah api, untuk membakar harta rampasan tadi, tetapi ia tidak mau memakannya (membakarnya). Nabi itu berkata:”Sesungguhnya di antara kalian ada yang menyembunyikan harta rampasan, maka dari itu hendaklah berbai’at padaku -dengan jalan berjabatan tangan- dari setiap kabilah seorang lelaki.” Lalu ada seorang lelaki yang lengket tangannya dengan tangan Nabi tersebut. Nabi itu lalu berkata lagi:”Nah, sesungguhnya di kalangan kabilahmu ada yang menyembunyikan harta rampasan. Oleh sebab itu hendaklah seluruh orang dari kabilahmu itu memberikan pembai’atan padaku.” Selanjutnya ada dua atau tiga orang yang tangannya itu lekat dengan tangan Nabi itu, lalu beliau berkata pula:” Kalianlah yang menyembunyikan harta rampasan.” Mereka lalu membawakan sebuah emas sebesar kepala sapi -dan inilah benda yang disembunyikan, lalu diletakkanlah benda tersebut, kemudian datanglah api terus memakannya -semua harta rampasan. Oleh sebab itu memang tidak halallah harta-harta rampasan itu untuk siapapun umat sebelum kita, kemudian Allah menghalalkannya untuk kita harta-harta rampasan tersebut, di kala Allah mengetahui betapa kedhaifan serta kelemahan kita semua. Oleh sebab itu lalu Allah menghalalkannya untuk kita.” (Muttafaq ‘alaih).

    Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

    إِنَّ الشَّمْسَ لَمْ تُحْبَسْ لِبَشَرٍ إِلَّا لِيُوشَعَ لَيَالِيَ سَارَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ

    “Sesungguhnya matahari tak pernah ditahan untuk seorang manusia pun, selain untuk Nabi Yusya’ di hari beliau melakukan perjalanan menuju Baitul Maqdis”. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/325) dari Abu Hurairah.

    Dari Abu Dzarr radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda pada suatu hari :
    أتدرون أين تذهب هذه الشمس ؟. قالوا : الله ورسوله أعلم. قال : إن هذه تجري حتى تنتهي إلى مستقرِّها تحت العرش، فتخرُّ ساجدةً، فلا تزال كذلك، حتى يقال لها : ارتفعي، ارجعي من حيث جئت، فترجع فتصبح طالعة من مطلعها، ثم تجري حتى تنتهي إلى مستقرها تحت العرش، فتخرُّ ساجدة، ولا تزال كذلك حتى يقال لها : ارتفعي ارجعي من حيث جئت، فترجع فتصبح طالعة من مطلعها، ثم تجري لا يستنكر الناس منها شيئًا، حتى تنتهي إلى مستقرها ذاك تحت العرش، فيقال لها : ارتفعي، أصبحي طالعة من مغربك، فتصبح طالعة من مغربها. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أتدرون متى ذاكم ؟. ذاك حين لا ينفع نفسًَا إيمانُها لم تكن آمنت من قبل أو كسبت في إيمانها خيرًا.

    “Apakah kalian mengetahui kemana perginya matahari ?”.

    Mereka (para shahabat) menjawab : “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”.

    Beliau melanjutkan : “Sesungguhnya matahari terus berjalan hingga berhenti di tempat menetapnya di bawah ‘Arsy, lalu tunduk bersujud (kepada Allah).

    Maka terus-menerus ia melakukan hal itu hingga dikatakan kepadanya : ‘Bangkitlah, dan kembalilah dari tempat kamu datang (yaitu arah timur)’. Maka ia pun kembali, dan muncul dari tempat terbitnya.

    Kemudian ia berjalan hingga berhenti di tempat menetapnya di bawah ‘Arsy, lalu tunduk bersujud (kepada Allah). Maka terus-menerus ia melakukan hal itu hingga dikatakan kepadanya : ‘Bangkitlah, dan kembalilah dari tempat kamu datang (yaitu arah timur)’. Maka ia pun kembali, dan muncul dari tempat terbitnya.

    Kemudian ia berjalan dimana manusia tidak mengingkarinya sedikitpun. Hingga ia berhenti di tempat menetapnya di bawah ‘Arsy.

    Dikatakan kepadanya : ‘Bangunlah, dan terbitlah dari arah tenggelammu (arah barat)’. Maka ia pun muncul dari tempat tenggelamnya”.

    Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bertanya :

    “Apakah kalian mengetahui kapan hal itu terjadi ? Hal itu terjadi ketika keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya”.[Shahih Muslim, Kitaabul-Fitan, Baab Bayaaniz-Zamani Alladzii Laa Yuqbalu fiihil-Iimaan (2/195-196 – bersama Syarh An-Nawawiy)]

    hadits diatas menjelaskan tentang matahari yg selalu terbit dari timur, dan suatu saat akan terbit dari barat,..
    apakah rotasi buminya yg dibalik??? he.he… he.. itu mah akal2an teori manusia,. sang pembuat bala-bala, ..
    Penjelasan dari utusan Allah begitu gamblang,..

    • bismillah
      na’am akhi, ini juga yang ana pelajari dulu di fisika saat sekolah dulu. jadi yang dimaksud gerak itu relatif, siapa yang menjadi acuan baru lah ditentukan siapa yang bergerak terhadap siapa

      kalau ana pikir Allah menurunkan Al qur’an untuk manusia di bumi maka ana pikir tentu saja yang jadi acuan disini adalah bumi maka dikatakan matahari bergerak terhadap bumi. afwan, ini hanya pendapat ana dari sisi sains. ana sendiri kurang paham masalah pendalilannya dikarenakan keilmuan ana yang masih amat sangat sedikit sekali ini.

      tapi tentu saja dalil shohih haruslah lebih didahulukan dari pada akal, toh akal manusia amat sangat terbatas dibandingkan ilmu Allah yang Maha Luas dan Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu

      Allah yang menciptakan bumi, matahari,bulan,langit,
      Dan Allah sudah menjelaskan dengan jelas, bahwa matahari yang terbit, terbenam, matahari terbit dari timur, dan suatu saat nanti matahari akan terbit dari barat,

      Nanti matahari akan di dekatkan ke bumi sejarak 1 mil,.

      Rasulullah menjelaskan jarak antara langit dan bumi, tebalnya langit, jarak antar langit ke satu dan kedua,demikian seterusnya hingga langit ke 7

      Sedangkan teori bumi mengeliligi matahari, bumi berputar, itu adalah teori orang kafir jaman dahulu, dan itu belum ada yang membuktikannya, sekedar teori,.

      astronot yg katanya pernah ke bulan itu saja beritanya masih simpang siur,.

      Jika pernah ada yang berhasil ke bulan, kenapa cuma jaman neil amstrong saja, setelahnya tidak dikirim misi ke bulan lagi,.. tapi sangat lucu, bisa mengirim pesawat tanpa awak hingga ke mars?? ke bulan saja ngga jelas kebenarannya,.

    • Mas bumi ayu, nggak usah banyak omong deeh, tadi pas dikasih tanggapan malah dibalas sekenannya saja, sekarang malah pakai dalil Al-Hadith coba mas, saya minta satu saja ayat Al-Qur’an atau Sabda Rasululla SAW yang mengatakan “asyamsu taduru haulal ardhi”= matahari mengelilingi bumi.”

      Terimakasih mas ziyad, maaf baru bisa menjawab pertanyaan anda,.
      saya tidak marah lah, enjoy aja lagi,…
      saya tidak menafsirkan alquran, jika yg anda tanyakan mana dalil yang secara tegas menyatakan matahari mengelilingi bumi, maka saya tanya juga, mana dalil yang menyatakan bumi yang mengelilingi matahari, kok anda begitu yakin dengan teori orang kafir bahwa bumi mengelilingi matahari? padhal dalam alquran Allah mengatakan bumi dan langit itu diam, tidak bergerak,.

      silahkan mas ziyad, tunjukan pada saya dalil bahwa bumi mengelilingi matahari,.

      itu semua cuman prejudis anda belaka, tafsiran, interpretasi, pengandaian anda belaka. Andalah yang justru yang membuat Al-Qur’an dan Al-Hadits terlihat buruk, mengatakan bahwa Al-Qur’an dan Al-Hadits berkata demikian padahal andalah yang berkata demikian.
      Mengatakan bahwa ini adalah ‘Kepastian dalam Al-Qur’an’ padahal cuman tafsiran belaka. hah Anda justru menjadikan Manhaj Salaf dan Dinul Islam sebagai sasaran empuk bagi orang2 kafir untuk menyerang islam,

      Sadarlah mas apa susahnya sih menerima perbedaan, selama bukan perbedaan aqidah adan agama.

      Ini sudah menyangkut masalah akidah mas,
      Allah menyatakan bahwa langit dan bumi itu diam, tidak bergerak, itu ada dalam alquran,. tapi anda meyakini bumi mengelilingi matahari,.. ini sudah ranah akidah, anda tidak mempercayai apa yang Allah katakan,.

    • Jika anda mengibaratkan dengan asumsi naik mobil,,

      pertanyaanya mudah:

      1. Apakah orang yang naik mobil itu merasakan mobil berjalan? jawabnya,.. YA,

      apakah kita merasakan kita sedang naik bumi?? he..he..he.. jawab mas,.

  3. Terima kasih atas jawabannya..mengenai comment yg anda berikan saya jadi pengen kasih comment lanjutan juga, tapi ini bukan berarti kita berantem ya .. gapapa kan kita saling diskusi 🙂 supaya jelas juga ke saya yg butuh pencerahan ini… kalo ada argumen saya yg menurut anda keliru tolong dikoreksi ya dengan konsep anda (Matahari mengelilingi bumi). Mudah2an saya akan jadi semakin paham mana yg benar.. “Bumi mengelilingi Matahari” atau ” Matahari mengelilingi Bumi”
    .
    Referensi yg anda berikan sangat banyak dan kalau boleh saya katakan 100% semuanya diambil dari al quran dan hadis, yg isinya menceritakan tentang terbit/datangnya matahari dari timur dan tenggelam di barat.. Saya sebagai orang yg sampai saat ini masih menganggap bahwa “Bumi mengelilingi Matahari” tidak melihat adanya kontradiksi antara konsep yg saya pegang dengan isi dari ayat al-quran tersebut. Bumi selain berevolusi mengelilingi matahari, juga berotasi terhadap porosnya sendiri yg jika kita liat dari poros atas (kutub utara) arah rotasinya adalah counterclokwise (melawan arah jarum jam). Efek dari arah rotasi ini adalah bagian timur bumi akan mendapat cahaya matahari terlebih dahulu dibandingkan bagian Barat, sehingga jika dilihat oleh orang yg ada di Bumi akan terlihat (dan memang kenyataannya) matahari itu terbit dari Timur dan Tengelam di Sebelah Barat. Tidak ada hal yg bertentangan antara konsep ini dengan ayat al quran yg anda kutip.

    NOTE : Jika anda tidak setuju dengan penjelasan ini tolong dibantah dengan konsep anda ya…..

    Tahukah anda bahwa jika dilihat dari bumi, matahari itu tidak hanya bergerak dari Timur ke Barat, tetapi juga bergerak dari Utara ke Selatan dan kembali lagi ke Utara (dalam waktu 1 tahun). Matahari berada di bagian Utara pada periode April-Oktober, dan berada di bagian selatan pada periode Oktober-April. Saat berada di bagian utara maka daerah yg berada di utara garis equator (khatulistiwa) akan mengalami waktu siang yg lebih lama, semakin ke Utara akan semakin lama siangnya.. (Intermezzo : kakak saya yg tinggal di negara taiwan harus berpuasa selama 14 jam lebih di bulan ramadhan karena siangnya lebih lama, dan for your info jika anda kurang paham ilmu geografi, Taiwan berada di sebelah utara garis khatulistiwa). begitu juga sebaliknya, saat matahari berada di bagian selatan maka daerah2 yg berada di belahan selatan garis khatulistiwa akan mengalami siang lebih lama (lebih dari 12 jam). Fenomena ini sangatlah mudah dijelaskan dengan konsep “Bumi mengelilingi Matahari”. Nie saya jelasin ya 🙂 Tahukah anda saat bumi berotasi terhadap porosnya, sebenarnya bumi membentuk sudut tertentu terhadap garis poros tersebut sehingga terkadang bagian utara bumi lebih condong ke matahari dibandingkan bagian yg selatan (orang di bumi akan melihat pada waktu ini sebagai fenomena dimana matahari sedang berada di belahan bumi utara).dan terkadang di waktu yg lain bagian selatan bumi lebih condong ke matahari dibandingkan bagian yg utara (orang dibumi akan melihat pada waktu ini sebagai fenomena dimana matahari sedang berada di belahan bumi selatan). Efeknya adalah matahari akan terlihat seperti bergerak dari utara ke selatan, dan dari selatan ke utara jika dilihat dari bumi.
    NOTE : Jika anda tidak setuju dengan penjelasan ini tolong dibantah dengan konsep anda ya. Tolong dijelaskan bagaimana cara matahari bergerak menurut anda sehingga dalam waktu 1 hari matahari bisa bergerak dari timur ke barat, dan dalam waktu 1 tahun bisa bergerak dari utara-selatan-utara. Seperti apa sih geraknya? apakah membentuk lintasan oval, elips, atau apa.. tolong jangan asbun ya (asal bunyi) jelasinnya.. saya dengan konsep “Bumi mengelilingi Matahari” bisa menjelaskan dengan cukup detail, saya harap anda dengan konsep ” Matahari mengelilingi Bumi” pun bisa memberikan penjelasan yg sama seperti saya 🙂

    Selain itu efek lain dari gerakan semu Utara-Selatan Matahari ini adalah terjadinya musim hujan dan kemarau di indonesia. Saat Matahari berada di utara secara otomatis suhu di belahan bumi utara akan cenderung lebih hangat dibandingkan selatan, akibatnya udara dari selatan akan bergerak menuju utara, karena di bagian selatan ada benua australia dan samuderanya tidak terlalu luas (samudera Hindia) maka angin ini cenderung bersifat kering karena sedikit mengandung uap air akibatnya ketika melintasi indonesia maka tidak banyak curah hujan yg terjadi dan di periode inilah musim kemarau terjadi. Sebaliknya saat matahari berada di selatan maka suhu di belahan bumi selatan akan cenderung lebih hangat sehingga udara akan bergerak dari utara ke selatan. Udara/angin yg bergerak dari utara ini melintasi samudera pasifik yg sangat luas dan membawa uap air yg banyak sehingga ketika melintasi indonesia banyak curah hujan yg terjadi pada periode inilah musim hujan terjadi. Lihatlah begitu agungnya Allah mendesain alam semesta ini sehingga semua object hasil ciptaan-Nya bekerja membentuk satu kesatuan sistem yg efektif, sinkron, dan sinergis.

    NOTE : Anda mengatakan : “sangat lucu jika Allah yg menciptakan alam semesta ini, tapi saya lebih memilih penjelasan ahli mobil atau ahli pesawat, bukan penjelasan dari Allah”.. begitu kan yg anda katakan :)….
    Baiklah sekarang saya minta anda untuk menjelaskan Fenomena yg saya paparkan, melalui versi anda yaitu dengan mengacu ke kutipan opini anda yg di atas. Apakah anda sudah bisa menjelaskannya? sedetail penjelasan yg saya berikan?
    pernahkah al quran menceritakan pergerakan matahari dari utara ke selatan? katakanlah saya mengikuti saran anda, baik saya tidak akan bertanya kepada ahli pesawat dan ahli mobil lagi, saya akan bertanya kepada yg menciptakan alam semesta lewat penjelasan di al quran.. kalo begitu tolong tunjukin dong ayat al quran yg menceritakan pergerakan matahari dari utara ke selatan… jika pada kenyataannya saya tidak menemukannya lantas kepada siapa saya harus bertanya mengenai penjelasannya??

    Anda harusnya bisa membedakan mana konteks yg bisa dijelaskan cukup melalui al quran dan hadis.. dan mana pula konteks yg memerlukan telaah pengetahuan tambahan seperti llmu bumi, astronomi, atau ilmu sains lainnya.

    (Maha Suci dan Maha Besar Allah yg telah menunjukan tanda2 kebesarannya kepada manusia di alam semesta ini lewat ilmu pengetahuan, sehingga memudahkan mereka untuk memahami nya).

    Nah ini yg comment saya yg terakhir terkait dengan konsep anda yg mempercayai “Matahari mengelilingi Bumi”.

    Tahukah anda bahwa Bulan itu memiliki berbagai fase jika dilihat dari bumi.Ada fase bulan baru (kadang disebut bulan muda/mati), fase sabit muda, fase bulan separuh (kuartil 1), fase bulan benjol (waxing), fase bulan purnama, fase bulan benjol (waning), fase bulan separuh (kuartil 3), fase sabit tua, dan lagi ke fase bulan baru.
    Please.. jangan bilang kalo fase ini adalah akal2an manusia,ya, ini adalah fakta dan fenomena alam yg bisa kita lihat sendiri dengan mata telanjang…

    Fase2 yg saya sebutkan itu terjadi secara berurutan dalam tempo 1 bulan (lebih tepatnya hampir 30 hari. Beberapa fase saya sederhanakan penjelasannya untuk memudahkan anda memahami, tapi satu hal yg pasti…dari setiap sudut (dalam derajat) yg saya berikan di bawah ini, fase bulan dari sudut yg bersangkutan memang benar2 terjadi pada sudut tersebut.
    1.Fase bulan baru terjadi saat bulan berada antara bumi dan matahari
    2.Fase sabit muda terjadi saat matahari-bumi-bulan membentuk sudut 45 derajat, sebenarnya sebelum 45 derjat dan sesudah 45 derajat pun bentuk sabitnya sudah/masih ada, tapi saya pilih satu nilai tunggal 45 derajat agar lebih simple dipahami.
    3.Fase bulan separuh (kuartil 1) terjadi saat matahari-bumi-bulan membentuk sudut 90 derajat dengan bumi sebagai titik sudutnya
    4. Fase bulan benjol (waxing) terjadi saat matahari-bumi-bulan membentuk sudut 135 derajat dengan bumi sebagai titik sudutnya
    5.Fase bulan purnama terjadi saat matahari-bumi-bulan membentuk sudut sekitar 180 derajat
    6. Fase bulan benjol (waning) terjadi saat matahari-bumi-bulan membentuk sudut 225 derajat dengan bumi sebagai titik sudutnya
    7. Fase bulan separuh (kuartil 3) terjadi saat matahari-bumi-bulan membentuk sudut 270 derajat
    8.Fase sabit tua terjadi saat matahari-bumi-bulan membentuk sudut 315 derajat,
    setelah itu kembali lagi ke fase bulan baru.

    Fenomena kedelapan fase bulan diatas terjadi dalam waktu 1 bulan, ini fakta tak terbantahkan… silahkan anda coba amati sendiri jika tidak percaya.!!!..

    Adapun bentuk bulan yg terlihat dari bumi (apakah sabit, benjol, atau purnama) tidak dipengaruhi oleh metode “Bumi mengelilingi Matahari” atau “Matahari mengelilingi Bumi” karena bentuk bulan itu hanya dipengaruhi porsi cahaya matahari yg dipantulkan bulan, yg dilihat oleh pengamat di bumi akibat pengaruh tata letak matahari-bumi-bulan.

    Sekarang coba anda jelaskan dengan konsep (Matahari Mengellilingi Bumi) bagaimana kedelapan fase bulan tersebut bisa terjadi secara beruntun dalam waktu 1 bulan….

    Bisakah anda menjelaskannya??????????
    Jika anda tidak bisa karena keterbatasan ilmu pengetuan eksakta anda.. baiklah akan saya bantu yaaa…

    Jika memang benar matahari menglilingi bumi.. itu artinya dalam waktu 24 jam matahari harus bisa beredar satu putaran penuh (360 derajat) mengelilingi bumi.
    Bulan aja memerlukan waktu hampir 30 hari untuk bisa mengelilingi bumi… tapi dengan konsep “Matahari mengelilingi Bumi” maka matahari harus bisa mengelilingi bumi dalam waktu 24 jam (1 hari).

    Coba analisa deh apa yg terjadi terhadap susunan matahari-bumi-bulan jika memang benar matahari mengelilingi bumi dalam waktu 24 jam??
    kedelapan susunan matahari-bumi-bulan yg mencerminkan fase2 bulan itu akan terjadi semuanya secara beruntun dalam waktu 1 hari. WAWWWWWW…….
    Berarti dalam 1 hari kita akan bisa melihat bulan sabit, purnama, bulan benjol, dan fase2 bulan lainnya…….
    Pertanyaan saya… apakah benar seperti itu ??? kenyataannya tidak…apa yg kita lihat justru terjadinya kedelapan fase bulan itu memerlukan waktu hampir 30 hari… jadi ini jelas suatu kekeliruan jika kita mengambil kesimpulan bahwa ” Matahari mengelilingi Bumi”…..

    Saya sarankan kepada anda jangan terlalu ceroboh menafsirkan ayat2 al quran dengan suatu konteks persoalan yg memerlukan ilmu khusus/ilmu pendukung untuk memahaminya.. apalagi jika anda sama sekali tidak menguasai ilmu pendukung tersebut……

    Akhir kata semua yg salah datang dari manusia dan yg benar dari hanya dari Allah…

    oh iya hampir saya lupa… mengenai comment terakhir anda… bahwa suatu saat matahari akan terbit dari barat. Saya percaya hal ini akan terjadi karena saya pun mengimani adanya hari akhir.. dan itu adalah salah satu tandanya…

    ada yg menarik dari statement anda (saya copas kutipannya ya)
    “apakah rotasi buminya yg dibalik??? he.he… he.. itu mah akal2an teori manusia,. sang pembuat bala-bala, ..”

    kenapa anda berpikir rotasi bumi nya yg dibalik… 🙂
    Tahukah anda .. dengan kekuasaan/izin Allah untuk mengubah arah terbit matahari yg biasa terbit dari timur menjadi terbit dari barat sama sekali tidak perlu membalik rotasi bumi…. 🙂
    Kalo mau tau cara nya, bilang ke saya ya… nanti saya beri tahu caranya he he he.. 🙂

    Ngapain pusing2 njawab pertanyaan anda,
    Pencipta matahari,bulan,bumi, dan alam semesta ini sudah menjelaskannya,.. mana yg lbh dipercaya? Penjelasan dari Pencipta alam ini atau penjelasan teori manusia yg sangat kecil, dan jauh dari ilmiah,,.
    Untuk anda,dan orang2 yg kebingungan tentang matahari mengelilingi bumi saya postingkan artikel terbaru,, baca disini

    • Kepada mas gulon’ yaaah begitulah orang yang merasa dirinya yang paling benar mas kalo diluruskan malah marah2, menjadikan ayat2 Al-Qur’an yang suci sebagai tameng, padahal itu cuman tafsir dan pengandaian si mas admin saja, mana ada ayat Al-Qur’an yang secara dhahir mengatakan “asyamsu taduru haulal ardhi”= matahari mengelilingi bumi. Sudahlah mas komen2 saya aja bnyak yang dihapus, terpaksa deh pake ama samran palsu :S

      Terimakasih mas ziyad, maaf baru bisa menjawab pertanyaan anda,.
      saya tidak marah lah, enjoy aja lagi,…
      saya tidak menafsirkan alquran, jika yg anda tanyakan mana dalil yang secara tegas menyatakan matahari mengelilingi bumi, maka saya tanya juga, mana dalil yang menyatakan bumi yang mengelilingi matahari, kok anda begitu yakin dengan teori orang kafir bahwa bumi mengelilingi matahari? padhal dalam alquran Allah mengatakan bumi dan langit itu diam, tidak bergerak,.

      silahkan mas ziyad, tunjukan pada saya dalil bahwa bumi mengelilingi matahari,.

      Semoga Allah memberi kita semua hidayah mas, Aamiin

      Aamiin.

  4. Terima kasih atas link yg anda berikan :

    https://aslibumiayu.net//2013/07/17/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari-jawaban-ilmiyah-dari-alquran-dan-hadits/

    Berkat tulisan itu saya ini menjadi semakin yakin kalau ” Bumi lah yang Mengelilingi Matahari” 🙂

    Banyak2 belajar lagi ya masss… 🙂

    Terserah, itu hak anda, Allah yang menciptakan matahari,bumi, dan alam semesta ini mengatakan kalau bumi itu tidak bergerak,.
    Lalu ada manusia yg bentuknya itu kecil, seperti debu atau lebih kecil lagi jika dibandingkan dengan besarnya bumi, si manusia tersebut mengatakan bahwa bumi mengelilingi matahari, mana yg lebih dipercaya, ucapan manusia tersebut atau perkataan Allah?

    Saya memang terus belajar,..

  5. Huahahahaha…
    Sekolah Agama Anda sampai mana ya? Apakah di Bumi Ayu tidak ada sekolah? Apakah tidak ada pondok pesantren?
    Masa kecil Anda itu dihabiskan untuk apa ya????
    Heran saya….
    Menafsirkan ayat Al-quran dan Al-Hadis secara tekstual seperti itu tanpa penjelasan.
    Kalau seperti itu, semua manusia bisa menjadi ahli tafsir kalau bisa membaca dan tidak sedang gila.

    Terimakasih mas moko, anda mentertawakan saya, he..he..he.. ngga apa2,..
    Saya juga merasa rugi kok, sekolah SD 6 tahun, MTS 3 tahun, dan SMA 3 tahun, total 12 tahun, jangankan tentang matahari mengelilingi bumi, cara shalatpun masih salah, silahkan lihat postingannya disini

    • Saya setuju sekali dengan pendapat mas Nofirman bahwa AlQuran dan Assunnah disana tidak menyebutkan secara pasti bahwa matahari mengelilingi bumi atau sebalikanya bumi mengelilingi matahari. Jadi pernyataan bahwa matahari mengelilingi bumi ini adalah tafsir yang sifat kebenarannya tidaklah mutlak.
      Kalau kita perhatikan potongan hadist yang anda tulis diatas Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda ketika menjelaskan kemana perginya matahari :

      “Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy, kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu tidak diijinkan”

      nampak disana dhohirnya bahkan matahari setelah tenggelam tidak mengelilingi bumi tapi dia pergi bersujud di bawah arsy. Bagaimana mungkin hadist yang jelas menyatakan demikian dibantah dengan teori ilmiah GEOSENTRIS yang menyatakan matahari mengelilingi bumi. Berarti matahari setelah tenggelam tidak menuju tempat di bawah Arsy malah dia keluyuran mengelilingi bumi. Ini namanya menolak hadist nabi dengan teori ilmiyah.

      Insya Allah dalam hal ini ada keluasan tidak berarti orang yang mengikuti ijtihad ulama yang berpendapat bahwa bumi menelilingi matahari tidak otomatis menolak ayat dan hadist karena adanya penafsiran yang berbeda dari ayat-ayat tersebut.

      Terimakasih,.
      Dan Saya lebih setuju dan percaya kepada penjelasan Allah dalam ayatnya, dan penjelasan Rasulullah dalam haditsnya,
      Siapakah yang lebih mengetahui Apakah matahari yg mengelilingi bumi atau bumi yang mengelilingi matahari? Apakah teori orang kafir itulah yang benar, lalu kita mengesampingkan dalil baik dari alquran atau hadits yang mengisyaratkan matahari lah yang bergerak dan bumi itu diam?
      Silahkan baca postingan ini, dan postingan ini sebagai jawaban komentator yang menanyakan bagaimana cara matahari sujud dibawah arsy,silahkan baca disini postingannya

      • Maaf mas, tetap sama saja bahwa secara leter lek tidak ada pernyataan bumi mengelilingi matahari atau matahari mengelilingi bumi, jadi kesimpulan seperti itu tetap dalam lingkup tafsir.

        Tafsir itu adalah penjelasan Rasulullah tentang ayat alquran,. sebab Allah ketika menurunkan Alquran, Allah menurunkan yang semisal bersamanya,. yaitu tafsirnya, dan Rasulullah menjelaskan kepada para sahabat,

        Jadi arti tafsir itu bukan ayat quran ditafsiri oleh masing-masing,.. ini tidaklah benar..

      • Bismillah. Assalamualaikum.
        Sebagai seorang muslim, kita tentu percaya bahwa Yang Maha Mengetahui segala sesuatu hanyalah Allah. Sesungguhnya kebenaran yang Allah datangkan tidak melulu melalui seorang Syaikh yang kita akui dan kita hormati. Syaikh Ibnu al-Utsaimin rahimahullah adalah ahli-ilmu syar’i yg haq, namun bukan berarti beliau maha mengetahui segala sesuatu. Bukan berarti keterangan apapun yg datang jika bersalahan dengan “penafsiran” beliau rahimahullah adalah sudah pasti salah. Bukan berarti jika ada para ahli muslim2 yg lain mengemukakan hasil penelitian ilmiahnya dan ternyata bertentangan dengan “penafsiran” beliau maka sudah pasti hasil2 penelitian itu adalah tidak benar tanpa perlu ditelaah lagi.

        Jika hujjah2 dan bukti2 nyata telah dikemukakan oleh para ilmuan muslim di abad2 yg lalu menunjukkan faktanya sedemikian, mengapakah kita tidak bisa menerima bukti?

        Bahkan jika hal yg benar itu datang dari orang kafir sekalipun, bukankah kita diajarkan untuk bisa menerimanya?

        Apatah lagi jika hal2 yg benar itu datang dari para ahli kaum muslimin juga.
        Bukanlah kita seorang pembantah ulama jika kita menyadari bahwa semua di antara adalah manusia yg punya sisi lebih dan punya sisi kurang.

        Saudara kita Nofirman memang bukan ulama syar’i dunia dan sangat tidak layak disejajarkan dengan Syaikh Ibnu al-Utsaimin rahimahullah, akan tetapi bukan berarti perkataannya tidak bisa untuk dibenarkan.

        Semoga kita senantiasa dibimbing Allah agar menjadi orang2 yg berlapang dada. Barokallahu fiikum.

        Wa’alaikumussalam warahmatullah
        Yang dikemukakan para ilmuwan itu hanyalah teori2 belaka yang bukan kebenaran mutlak, sedangkan yang disampaikan oleh Allah dalam ayatnya, atau penjelasan Rasulullah dalam hadits2nya, itu adalah kebenaran mutlak yang tidak butuh pembuktian oleh para ilmuwan,.

        Siapa yang lebih paham tentang dalil baik dari Alquran atau hadits? Jika anda sepakat, Tentu Rasulullah, juga para ulama, maka jika anda sepakat, maka tidak perlu dan tidak butuh bukti (yang sekedar teori dari ilmuwan) itu sebagai hal yang wajib kita terima atau percaya,.

        wong mereka itu hanya menerka-nerka saja, berdasarkan analisa mereka,.sementara keterangan dari pencipta alam semesta ini dikebelakangkan, padahal sudah begitu jelas Allah mengatakan dengan jelas, tidak perlu dipalingkan penjelasan tersebut dengan penelitian para ilmuwan,

        Apalagi ilmuwan juga ada yang berpendapat bahwa matahari yang mengelilingi bumi, bukan bumi yang mengelilingi matahari, namun ilmuwan tersebut juga bukan menyampaikan bukti berdasarkan dalil yang Allah jelaskan, namun berdasarkan analisa mereka semata, sebagaimana ilmuwan yang mengatakan bahwa bumi yang mengelilingi matahari,

        Ilmuwan secanggih apapun ilmunya, tidak bisa kita kedepankan pendapatnya jika menyelisihi dalil yang Pembuat Alam semesta ini jelaskan,.. siapa yang lebih kita percaya? wong penjelasan dari alquran dan hadits sdh begitu jelas?

        tentang nofirman , saya beranggapan sebagaimana namanya no firman, artinya tidak ada firman , no dalam bahasa inggris, dan firman adalah firman allah, jadi org tsb apakah meniadakan firman allah dalam hal penjelasan ttg matahari yang mengelilingi bumi, sehingga mengedepankan penelitian ilmuwan,. ini sungguh naif,.

        ini hanya anggapan saya saja,. bukan berarti saya menuduh dia spti itu, sebab saya melihat dari koment2nya,..

  6. Assalamualaikum

    Selama ini saya banyak mengambil manfaat dari artikel2 aslibumiayu.wp
    Semoga da’wahnya menjadi amal yang diterimah Allah SWT.

    Saya ingin mengritisi tulisan Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin dan Ahmad Sabiq.
    Diluar hal itu saya menghargai ijtihad kedua muslim tersebut, jika salah maka dapat pahala satu, dan jika benar mendapat pahala dua. Semoga Allah merahmati mereka berdua.

    Ada beberapa point yang ingin saya kritisi:

    1.Latar belakang penulis
    Latar belakang penulis khususnya Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin.
    Beliau hanya memiliki latar belakang pendidikan ilmu2 syar’i, dan tidak dibarengi dengan latar belakang pendidikan ilmu alam khususnya astronomi dan fisika kosmologi. Dari sisi ini akan terlihat bahwa fatwa yang dikeluarkan oleh yang bukan ahlinya membuka peluang kesalahan yang sangat besar.

    Alangkah baiknya jika kita mengacu juga kepada ilmuan2 muslim yang memang ahli dibidang fisika ataupun astronomi. Silahkan baca buku:

    a. Ayat-ayat semesta
    b. Nalar ayat-ayat semesta

    Oleh Agus Purwanto PhD, seorang doktor fisika teoritik dan seorang muslim. Dalam buku tersebut dengan indah beliau menafsirkan ayat-ayat kauniyyah dengan sangat elegan dan argumentasi yang ilmiah.
    Beliau juga menyusun buku dengan judul “ Pintar Membaca Arab Gundul Dengan Metode Hikari”.

    2.Pasti atau Tafsir ???
    Judul buku susunan Ahmad Sabiq “ Matahari mengelilingi bumi: Sebuah kepastian Al quran dan As Sunnah….”

    Beliau begitu berani mengatakan “ …sebuah kepastian Al Quran dan As Sunnah…..”
    Yang perlu dicatat adalah:
    Tidak ADA satupun ayat yang mengatakan secara jelas/pasti/zahir bahwa “ matahari lah yang mengelilingi bumi…..”, semua argument merupakan PENAFSIRAN penulis terhadap ayat tersebut yang tentu saja bisa SALAH.

    3.Argumentasi terhadap penafsiran kedua penulis

    [1]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb.
    فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ
    “Artinya : ….Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,….”[Al Baqarah : 258]
    Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi

    ———
    Komen:
    —— —
    Ayat ini adalah mengenai ucapan nabi Ibrahim. Nabi ibrahim berada di Bumi, Jadi Nabi Ibrahim berkata menurut penglihatannya di bumi. Jika dilihat dari bumi maka memang yang terlihat bahwa matahari yang seolah2 bergerak (terbit) dari timur. Tidak ada dalam ayat ini yang menyatakan secara pasti bahwa matahari mengelilingi bumi.
    ﴾ Thaahaa:53 ﴿
    Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
    Diayat diatas Allah menjadikan bumi bagi manusia sebagai hamparan. Maksud ayat ini bukan berarti bumi adalah datar seperti meja, seperti yang kita ketahui bahwa bumi adalah bulat berdasarkan bukti-bukti foto dari luar bumi. Bumi terlihat terhampar adalah jika dilihat manusia dari permukaan bumi itu sendiri, bukan dilihat dari luar bumi.
    [2]. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim.
    فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَـذَا رَبِّي هَـذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

    “Artinya : Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.’”[Al-An’am : 78]

    Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya”.
    ———
    Komen:
    —— —
    Dari ayat ini juga sudah jelas dari perkataan : “ …tatkala dia melihat matahari terbit….”
    Bahwa matahari terbit adalah dari penglihatan nabi ibrahim sendiri di permukaan bumi.
    Karena dilihat dari bumi tidak mungkinlah nabi ibrahim berkata : “ ketika bumi itu hilang darinya..”

    Perlu DI-INGAT nabi ibrahim melihatnya bukan dari luar bumi TAPI dari dalam (permukaan) bumi

    [4]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
    يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً

    “Artinya : ….Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,…”[Al-A’raf : 54]
    Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.
    [5] Berdasarkan QS. Fathir : 41 yang artinya ”Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergesar, dan sungguh jika keduanya akan bergeser, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah”.
    Ayat ini menurut ahli tafsir menunjukkan bahwa bumi itu tidak bergerak
    ———
    Komen:
    —— —
    Dalam ayat QS fathir: 41 : “…Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi….”
    Menahan disini mempunyai kata “ yumsiku”
    Kata yumsiku/menahan bukan berarti bumi itu diam/tidak bergerak.

    Coba lihat ayat dibawah sebagai perbandingam

    ﴾ An Nahl:79 ﴿
    Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.

    Dalam ayat ini menggunakan kata “Yumsikuhunna” = yang artinya menahannya
    Dalam ayat An Nahl 79 ini menyatakan bahwa “ Allah menahan burung di angkasa”…
    Akan tetapi bukan berarti burung tersebut diam/tidak bergerak….begitu juga dengan penafsiran ayat Faathir 41 diatas.
    4.AYAT AYAT LAIN YANG MEMBATALKAN PENAFSIRAN KEDUA HAMBA ALLAH TERSEBUT:
    Hingga apabila dia telah sampai ke tempat ter benam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata, “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.” (QS Al-Kafhi: 86)
    Apakah matahari terbenam didalam laut berlumpur hitam????
    Jika kita lihat pada saat matahari terbenam, terlihat matahari seperti terbenam di dalam laut, akan tetapi hal tersebut bukanlah keadaan yang sebenarnya. Hal ini hanyalah penglihatan manusia dari muka bumi menjadi seolah2 matahari terbenam dalam laut yang berlumpur hitam.
    Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi.
    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Terimakasih atas komentarnya yang cukup panjang,.
    Singkat saja,
    Orang yang fakih/memahami ilmu2 agama, tentu lebih paham terhadap penjelasan Ayat Alquran dan Hadits.
    Seandainya anda meragukan seorang ulama yang selalu berkutat dgn alquran dan hadits2 rasulullah, juga ustadz yang paham tentang ilmu2 agama,. maka dengan alasan anda yang seperti itu, maka kita lebih tidak percaya lagi pada para ilmuwan,.

    Darimana para ilmuwan paham akan hal tersebut? itu hanyalah teori belaka,

    Sedangkan pencipta langit,bumi,matahari,bulan, yaitu Allah sudah menjelaskan melalui ayat2nya, dan Rasulullah menjelaskan melalui hadits2nya.

    Teori yang anda paparkan dari para ilmuwan, itu merupakan penjelasan dari ayat2 alquran dan hadits? dari mana mereka paham akan hal itu, sementara rasulullah tidak menjelaskan seperti itu? Apakah mereka lebih paham dari Rasulullah? Ini hal yg sangat tidak bisa kita terima,.

    Harusnya ilmu pengetahuan itu tunduk kepada dalil,
    Dan ini banyak dialami oleh para ilmuwan, hingga mereka masuk islam karena hal tersebut,. sudah lama melakukan penelitian, namun alquran sudah menjelaskan,.

    • Ya saya setuju sekali mas, Ilmu Pengetahuan harus tunduk kepada dalil. Dalam hal ini adalah Al quran dan Hadits shahih Rasulullah. Kebenaran Al Quran dan Hadits adalah absolut (Mutlak). Penafsiran kita terhadap ayat sajalah yang bisa benar dan bisa salah (Kebenaran Relatif). Apa yang disimpulkan oleh kedua penulis Syekh Utsaimin dan Abu Sabiq adalah penafsiran
      Oh ya mas, masalah bumi mengelilingi matahari bukan hanya baru teori, tetapi teori yang sudah di buktikan oleh eksperimen melalui pengamatan (observasi) baik mata telanjang, maupun teleskop, citra dari satelit dll (dari abad ke 8 s/d abad ke-21 skrg), kemudian dianalisa data yang ada, kemudian dibandingkan antara teori dan hasil pengamatan. Teori tersebut telah divalidasi kebenarannya.
      Yang pertama kali memvalidasi teori ini adalah ilmuan muslim ABU ABDULLAH MUHAMMAD IBN JABIR IBN SINAN AL BATTANI, yang biasa dikenal sebagai Muhammad Al Battani.
      Muhammad Al Batani lahir tahun 858 M di Suriah, kira2 150 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, dan wafat di tahun 929 M . Dalam kitab karangannya “ Al Azil/ Az Zij, Al battani membuktikan bahwa matahari mengelilingi bumi selama 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Hal ini didapat setelah pengamatan (observasi) selama ± 41 tahun (877-918 M). Jadi kesimpulannya melalui observasi/pengamatan (Indra) yang cukup panjang, analisis yang mendalam untuk mendapatkan kesimpulan.
      Kemudian hasil penelitian Al Battani, diperkuat lagi oleh penelitian ilmuan muslim lainnya Muhammad Al-Farghaani (Abad ke ± 9 M). Al Farghani melakukan observasi, analisa, untuk menghitung waktu matahari mengelilingi bumi lebih akurat. Disamping itu dia juga memetakan pergerakan planet.
      Kemudian penelitian astronomi serupa dilakukan oleh Abd al-Rahman al-Sufi (903-986 M), yang menghitung waktu 1 tahun tropis dengan akurat (tropical year), dan yang pertama kali mengidentifikasi adanya galaksi andromeda,
      Penelitian lainnya (Observasi + Analisa) dilakukan pula oleh ilmuan muslim, Ibn Yunus Al-Misri (950-1009 M) yang berasal dari Mesir. Hasil penelitiannya dibukukan dalam kitab “al-Zij al-Kabir al-Hakimi”, yang berisi tabel astronomi pergerakan matahari, bintang, dan planet2 yang jauh lebih akurat karena menggunakan instrumentasi teleskop yang lebih besar dan canggih pada masa itu.
      Abū Rayḥān al-Bīrūnī (973-1048 M)juga melakukan penelitian serupa, Al biruni membuktikan bahwa bumi bergerak (berotasi pada porosnya dan berevolusi mengelilingi matahari),. Hasil hasil penelitian Al Biruni masih digunakan sampai hari ini.
      Masih banyak lagi Ilmuan muslim yang melakukan penelitian astronomi selain nama2 diatas, dan terlalu panjang jika disebutkan satu persatu.
      Hasil2 penelitian ilmuan2 muslim ini digunakan dan dikembangkan lagi oleh Copernicus, yang terkenal dengan teori heliosentris (Matahari mengelilingi Bumi), sangat disayangkan bahwa sebenarnya yang menggagas ide dan membuktikannya adalah Al Battani, Copernicus hanya menyempurnakannya saja. Bahkan dalam satu bukunya, copernicus mengakui berhutang ilmu kepada Al Battani dalam konsep heliosentris (Bumi mengelilingi matahari).
      Di Abad 21 ini juga dibuktikan oleh ilmuan lainnya seperti Alber Einstein dengan teori relativitasnya. Hasilnya teori tersebut divalidasi oleh ilmuan dari inggris ketika terjadi gerhana matahari, dan hasil perhitungan menggunakan rumus einstein dan hasil pengamatan dan pengukuran hanya beda beberapa DETIK saja,
      Penelitian terus berlanjut sampai hari ini, dengan teleskop2 yang lebih besar dan lebih canggih, baik dipermukaan bumi maupun di luar angkasa (seperti satelit Hubble yang mengorbit juta-an kilometer dari bumi sampai hari ini, dan satelit2 lainnya yang begitu banyak jumlahnya).
      Jadi bukti2 ilmiah bumi mengelilingi matahari sudah dimulai dari zaman 150 tahun setelah nabi muhammad wafat sampai saat ini (± 1300 tahun). Dan hasil penelitian ini sesuai dalil Al Quran
      Disisi lain syekh Utsaimin dan Abu Saqib TIDAK MELAKUKAN PENELITIAN (Observasi, Analisa) sama sekali mengenai konsep matahari mengelilingi bumi, HANYA berdasarkan PENAFSIRAN ayat-ayat Al Quran saja. Ayat-ayat yang ditafsirkan juga tidak mempunyai makna yang sudah pasti, tapi perlu penafsiran lebih lanjut dalam bentuk penelitian.
      Tolong berikan kronologis penelitian mulai dari abad ke 8 M hingga saat ini, abad 21 untuk mendukung konsep yang digagaas syekh Utsaimin dan Abu Saqib !!!!

      Untuk penafsiran ayat-ayat Al Quran dan hadits tentu saja kita serahkan kepada Ulama. Seperti yang kita tahu karakteristik ulama dalam islam ada 2: menguasai ayat2 kauniyah dan menguasai kitab Al Quran. Silahkan liat surat Al Faathir ayat 27-29.
      RINGKASAN:
      Konsep Bumi mengelilingi Matahari : Dalil Al Quran-Hadits + melalui penelitian yang panjang selama 13 Abad
      Konsep matahari mengelilingi bumi : Dalil Al Quran-Hadits + ????? tolong berikan bukti2 penelitiannya jika ada.

      Wasalamu’alaikum warahmatullah,.
      Terimakasih, komentar yg super panjang,.
      silahkan mas baca postingan terbaru,.baca disini

      • Untuk menambah wawasan . silahkan kita baca buku berikut yang sudah diterjemahkan kedalam bhs Indonesia:
        Judul Buku : Al Quran dan Ilmu Astronomi
        Penulis : Syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi
        Tahqiq : Muhammad Zuhair asy Syawsy
        Takhrij : Muhammad Nashiruddin Al-Albani
        Catatan Kaki: Syahir Jamal Aga (Pakar Astronomi)
        Tahun terbitan : 2004
        Penerbit : Pustaka Azzam

        Buku bisa di download (dalam bentuk format Djvu) di alamat berikut:

        http://www.4shared.com/get/iIzlWeYj/mahmud_syukri_al-alusi_-_al-qu.html

        Buku ini ditulis oleh Syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi ,ditakhrij oleh Syaikh al Albani, dan ditahqiq oleh Muhammad Zuhair asy Syawsy dan diberikan tambahan catatan kaki (informasi tambahan) oleh Dr. Syaahir Jamal (Pakar Astronomi)

        Beberapa poin ringkasan yang sesuai dengan topik diskusi:

        Halaman 151: Hasil penelitian astronomi terbaru yang menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya dan bergerak mengelilingi matahari TIDAK bertentangan dengan ayat-ayat Al Quran

        Halaman 154: Ditegaskan kembali, berotasinya bumi (harian) dan bergeraknya bumi mengelilingi matahari (tahunan) menurut ilmu astronomi tidak bertentangan dengan ayat Al Quran yang dimaksud dalam halaman tersebut

        Halaman 225: Catatan kaki yang diberikan oleh Dr. Syaahir Jamal Aga (Pakar Astronomi), mengenai bumi lah yang mengelilingi matahari bukan sebaliknya.

        Halaman 260: Penjelasan ahli (astronomi) bahwa Matahari sebagai pusat tata surya kita dan planet2 bergerak mengelilingi matahari adalah BAKU dan sesuai dengan SYARIAT.

        KESIMPULAN: ILMU DARI PENELITIAN ASTRONOMI BAHWA BUMI MENGELILINGI MATAHARI TIDAK BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT (AL QURAN DAN HADITS RASULULLAH)

        Demikian cuplikan kecil mengenai pokok pembahasan dari bukunya Mahmud Al Alusi

        Jika kita lihat penulisan buku tersebut dibantu dan dikuatkan oleh 3 ulama islam yang memiliki keahlian khusus dibidangnya masing2 dan semuanya adalah ulama2 Salaf terkemuka abad ini.

        Silahkan kita semua bandingan dengan fatwa Syekh Utsaimin dan Bukunya Ahmad Sabiq yang ditulis secara pribadi saja (Sendirian) tanpa ada keterlibatan pihak lain yang lebih Ahli dibidangnya !!!

        Untuk lebih lengkapnya silahkan kita baca buku Mahmud Al Alusi, fatwanya Syekh Utsaimin, dan Buku Ahmad Sabiq, pikirkan, renungkan isi ke tiga referens tadi, dan silahkan kita bandingkan, timbang2, analisa mendalam sehingga wawasan kita semua menjadi lebih luas, tidak seperti katak dibawah tempurung. Dan baru kemudian kita simpulkan, pendapat mana yang kira2 lebih mendekati kebenaran, sehingga informasi yang kita berikan lebih berimbang (Adil).

        Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT:
        “Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal” (QS. Az Zumar: 18).

        Terimakasih, saya nukilkan point ke empat dari pembahasan masalah bumi mengitari matahari, ada kaitannya juga dengan buku diatas, saya nukil dari sini

        Keempat: Banyak dari teori ilmiah hanyalah sampai kepada tingkatan zhanni, begitu pula dengan penafsiran terhadap nash-nash wahyu. Meskipun tidak dipungkiri bahwa terdapat sebagian teori ilmiah dan penafsiran terhadap nash-nash wahyu yang bersifat qath’i.

        Tentu tidak samar bagi kita bahwa banyak dari teori ilmiah yang bersifat dinamis, senantiasa berubah dari waktu ke waktu, sesuai tingkat perkembangan ilmu pengetahuan manusia.

        Misalnya, teori big bang terkait asal mula penciptaan alam semesta hanyalah populer baru-baru ini.

        Terkait dengan asal muasal kehidupan, dahulu terdapat teori bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk tak hidup, yang dikenal dengan teori abiogenesis, sebagaimana dianut oleh Aristoteles (300 SM) dan diikuti Needham (1745-1750), pendeta Irlandia.

        Kemudian hal ini disanggah oleh percobaan Schultze pada 1836, dan Schroeder dan Dusch pada 1854 serta Louis Pasteur tahun 1865 yang membuktikan bahwa tidak ada kehidupan baru dari benda mati.

        Pendapat ini dikenal dengan semboyan omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo (kehidupan itu berasal dari telur, dan telur itu berasal dari sesuatu yang hidup).

        Kemudian muncul lagi teori abiogenesis modern, bahwa makhluk hidup berasal dari senyawa asam amino.

        Demikianlah perkembangan dan perdebatan sains yang terus berkembang.

        Bahkan, untuk sekian lama ilmuan kita dahulu menganggap bahwa Pluto adalah salah satu planet dalam tata surya kita, namun sekarang tersanggahkan, bahwa Pluto hanyalah satelit dan bukan planet.

        Ini hanyalah contoh yang sangat kecil, dan contoh semisal ini sangatlah banyak.

        Dan, sampai saat ini saya belum mengetahui apakah teori bumi mengelilingi matahari merupakan suatu kepastian ilmiah (qath`i) ataukah hanya sekedar teori dan hipotesa.

      • Terima Kasih atas komentarnya dan link yang diberikan

        Dari link yang anda berikan sudah jelas dan sudah saya ketahui sebelumnya…..

        Bahwa isemuanya adalah pendapat ulama salaf (Penafsiran Ulama Salaf). Khusus untuk topik yang kita bahas jadi semakin jelas, bahwa ayat tersebut memiliki multi tafsir sebagaimana pendapat ulama salaf ada yang menafsirkan bahwa matahari mengelilingi bumi, dan ulama salaf yang lain menafsirkan bahwa bumi lah yang mengelilingi matahari, masing2 mempunyai argumentasi2 yang cukup kuat.

        Hal tersebutlah sebenarnya yang saya kritisi terhadap artikel anda mengenai fatwa Syekh Utsaimin dan khususnya buku Ahmad Sabiq yang menyatakan bahwa pendapat mereka adalah KEPASTIAN dari Al Quran dan As Sunnah, dengan kata lain, ayat2 tersebut hanya memiliki satu penafsiran (BUKAN MULTI TAFSIR). SEBENARNYA pendapat mereka adalah salah satu PENAFSIRAN dari ayat2 yang beliau berdua kemukakan.

        Wasalam

        Nofirman

        Wa’alaikumussalam warahmatullah

        Siapa anda, siapa Syaikh Utsaimin rahimahullah yang lebih luas ilmunya dibanding anda,.
        Mudah2an Allah mengampuni ulama yg sudah gigih menyampaikan kebenaran kepada umat ini, dan mudah2an Allah menunjuki anda agar menyadari, bagaimana kedudukan ulama, ulama tidak berfatwa sembarangan,

        Justru banyak ilmuwan kafir terkenal yang melakukan penelitian, namun setelah mendapati dalil dari islam, akhirnya dia membenarkan dalil dan masuk islam,.

        namun terkadang umat islam sendiri malah mengekor teori orang kafir dan meninggalkan dalil, bahkan mengkritisinya,. na’udzubillahi min dzalik,.

      • Mengenai pendapat anda mengenai apakah teori bumi mengelilingi matahari merupakan suatu kepastian ilmiah (qath`i) ataukah hanya sekedar teori dan hipotesa.

        Silahkan amalkan ayat dibawah ini:

        ﴾ Ali Imran:190 ﴿
        Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
        ﴾ Ali Imran:191 ﴿
        (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

        Saran saya:

        Pergi ke Observatorium Boscha di Bandung, untuk mendalami lebih lanjut mengenai hal tersebut. Saya yakin sekali mereka mampu memberika bukti2 otentik qath’i untuk membuktikan keabsahan teori tersebut.

        Semoga dari sana anda dapat lebih memahami ayat dibawah ini:
        ﴾ Al ‘Ankabut:44 ﴿
        Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.

        Kemudian akan dapat mentadaburi ayat berikut;
        ﴾ Al Ghaafir:57 ﴿
        Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

        Karena ayat2 tersebut menggambarkan ” Masterpiece” / Maha karya Allah SWT yang dapat kita amati di dalam kehidupan dunia ini.

        Jika sampeyan terus pelajari ilmu2 kosmologi (Alam Semesta) dan mengerti persaman2 matematikanya dan hasil perhitungannya sampean akan takjub, merinding, takut melihat kebesaran Allah SWT. Begitu Indah dan presisi Maha Karya Allah SWT.

        Semoga sampeyan dan keluarga selalu di lindungi dan di beri rahmat oleh Allah baik dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akherat.

        Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

        Nofirman

        Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

        Terimakasih, manakah dari dalil2 tsb yang menyatakan bumi mengelilingi matahari? atau bumi berotasi?
        Sedangkan ayat Allah sudah jelas, bahwa bumi itu diam, tidak perlu ditakwil bahwa bumi bergerak,.
        Kita imani sebagaimana teks ayat tsb, dan jika dipahami bumi itu bergerak, maka ini butuh dalil, apakah rasulullah menjelaskan seperti itu?

        Siapa yg lebih mengetahui tafsir ayat2 yg anda cantumkan? apakah orang jaman sekarang, atau rasulullah?
        Jika rasulullah tidak menjelaskan sebagaimana yang anda pahami dan yakini, yaitu itu penjelasan bahwa bumi mengelilingi matahari, yg itu adalah teori yg ditemukan akhir2 ini, apakah mungkin, orang jaman sekarang itu lebih paham terhadap penjelasan ayat alquran daripada rasulullah?

        Intinya, jika rasulullah saja tidak menjelaskan sebagaimana hasil yg anda pahami, kenapa kita ikuti pendapat orang2 sekarang,.
        Kita imani saja sebagaimana bunyi teks dari ayat atau hadits,. jangan ditakwil,
        Lagian, pengetahuan apakah bumi yg mengitari matahari, atau sebaliknya, itu tdk bermanfaat utk akherat kita, tapi mengimani ayat atau hadits shahih itu adalah hal yang wajib, imani sebagaimana bunyi teks ayat atau hadits tsb, bkn mentakwilnya dengan teori2 manusia/ilmu pengetahuan,.

        Dalil dari alquran dan hadits itu bukan untuk dicocok-cocokkan dengan penemuan2 dari hasil teori manusia/ilmu pengetahuan,
        Tapi ilmu pengetahuan pasti dan wajib tunduk kepada dalil, dan tidak boleh menyelisihinya,.

        Adapun jika ada teori manusia yang pas dengan alquran, itu tdk menambah atau mengurangi ttg kehebatan dalil,kebenaran mutlak dalil, karena dalil itu kedudukannya jauh diatas ilmu pengetahuan,.

      • maaf mas kalo menurut anda bagaimana dgn hadits dr abu dzar nya?

        ana dl jg nolak mentah2 karena dr sd, smp sma kuliah dah terus dijejali sm teori bumi mengelilingi matahari.

        tapi setelah bc hadits itu, alhamdulillah ana berubah.

        Allah yang menciptakan langit, bumi, matahari dan semuanya tentu lebih tau tentang makhluk ciptaannya.

        dan rosulullah tidak pernah berkata menurut hawa nafsunya, apa yang diucapkannya adalah wahyu allah.

        Hadits abu dzar menjelaskan,. Matahari yang bergerak, terbit dan tenggelam, bukan bumi yang berputar,.

  7. Ambil sebuah bola lalu lihat bayangan yg terbentuk dari bola tersebut di lantai/tanah.. bayangannya akan berbentuk lingkaran. Pengamat yg hidup di domain 2 Dimensi hanya mengerti Panjang, Lebar, dan Luas sehingga hanya bisa melihat/menginterpretasikan bola itu sebagai lingkaran. Tetapi pengamat yg hidup di domain 3 Dimensi bisa mengerti panjang, lebar, tinggi, luas, dan volume (ruang) sehingga bisa melihat/menginterpretasikan bola itu sebagai bola seutuhnya.
    Sekuat dan sedetail apapun argumentasi dan bukti nyata yg diberikan oleh orang yg ada di domain 3 D untuk mengatakan bahwa bola itu adalah benda yg memiliki ruang(volume), pasti tidak akan bisa diterima oleh orang yg hanya memahami 2 D saja. orang yg hanya memahami 2 D tetap akan menganggap bola itu sebagai lingkaran. Itu wajar karena memang keterbatasan orang tersebut yg hanya mengetahui 2 D saja.
    Seperti itulah analogi yg bisa saya simpulkan dari diskusi yg ada di blog ini.

    Itu permisalan anda, lalu bagaimana dengan keterangan Allah dalam ayat, dan hadits2 rasulullah?
    Itu adalah analogi manusia, teori manusia, atau simulasi saja,.
    Apakah sudah ada yang pergi keluar angkasa sana?
    Akal kita terbatas, banyak sekali dalil2 yang akal kita tidak akan pernah sampai menjelaskan hakekatnya,.
    Apa yg dijelaskan oleh manusia, seperti ilmu astronomi, jarak bumi dgn matahari, dgn bulan,. itu juga sebatas teori,. kapan mereka mengukur jarak tsb, itu hanya kira2 saja,.

    Allah sudah menjelaskan jarak langit pertama dengan bumi, tebal tiap langit, ruang diantara langit, jumlah langit, jumlah bumi,
    Langit ada 7 lapis, demikian pula bumi,. mana teori manusia yg sampai kesana? silahkan tunjukkan dimana bumi yang enam lapis tsb, mampukah teori menjawabnya?

    Silahkan baca postingan terbaru, Mataharipun bersujud kepada Allah di bawah arsy, baca postingannya disini,

  8. assalamualaykum.
    bismillah.
    jazakallahu khoir artikelya bagus.Dulu saya jg sempat menolak matahari mengelilingi bumi, karena sudah lebih dl dijejali dengan teori bumi mengelilingi matahari. tapi setelah benar2 membaca hadits dari abu dzar ra yakinlah saya bahwa matahari mengelilingi bumi. toh sebenarnya para ahli fisika itu juga tak pernah melihat bagaimana bumi mengelilingi matahari, itu cm teori.seperti juga mereka gak pernah keplanet lain, cm dapat ft2 dr satelit atau peswat tnpa awak. Jdi semua serba perkiraan mereka saja. ana percaya pada al qur’an dan sunnah.alhamdulillah.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Alhamdulillah,.
    Walaupun menurut penelitian ilmuwan hal tersebut sejalan atau tidak, tetap yang kita dahulukan adalah dalil, baik ayat maupun hadits,.
    Dalil dari Allah baik ayat atau hadits yg shahih, tidak perlu diteliti lagi akan kebenaran kandungannya,. tinggal kita terima dan imani saja, terlepas akal kita menerima atau tidak,sebab akal kita terbatas, dan agama islam bukanlah mendahulukan akal diatas wahyu,.

  9. assalamualaikku sobat seperjuangan…
    di sekitar kita masih banyak sekali orang orang yang bersikeras dengn keyakinannya bahwa mataharilah yang mengitari bumi…meskipun sudah banyak dalil dan teori yang jelas..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Dalil-dalil baik dari ayat alquran dan hadits menunjukan bahwa MATAHARILAH YANG MENGELILINGI BUMI

  10. Saya ingin tanya, dari semua dalil dari Al-Qur’an Al-Karim yang and sebutkan di atas, mana ayat yang mengatakan secara gamblang (explisit) bahwa “asyamsu taduru haulal ardhi”= matahari mengelilingi bumi.”

    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya.

    Anda jangan coba2 menyelewengkan Al-Qur’an Al-Karim ya?!

    Terimakasih mas latif,
    Ini ayat alquran yang menyatakan LANGI DAN BUMI itu DIAM, tidak bergerak,

    Allah subhanahu wata’ala berfirman:
    “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergerak, dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”[QS. Fathir:41]

    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berhentinya langit dan bumi dengan iradah-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).”[QS. Ar Ruum:25]

    “Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap…”[QS. Al Mu’min:64]

    “Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.”[QS. An Naml:61]

    Mana dalil yang menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari, yg ada justru matahari terbit, malam dan siang mengiringi, bulan dan matahari beredar,. namun anehnya kok umat islam lebih percaya kepada teori yg dicetuskan oleh orang kafir tentang bumi yang mengelilingi matahari?? akan dikemanakan ayat alquran?

    lalu siapa yang mencoba menyelewengkan Alquran kalau begitu??

    Silahkan anda baca di postingan yang ini

  11. Assalamualaikum wr. wb , saya berharap kita sebagai umat islam tetap dalam satu ajaran. yaitu ajaran Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya sebagai manusia perdebatan itu biasa, tapi alangkah indahnya jika kita tidak memperdebatkan hal2 yang tidak berguna. Albert Einstein Mengatakan,” ilmu pengetahuan tanpa agama pincang, agama tanpa ilmu pengetahuan buta”. Ijinkan saya memperingatkan anda, bahwa alqur’an bukanlah ilmu pengetahuan, dia adalah buku tentang tanda, dia buku tentang ayat-ayat, dan disana terdapat 6000 tanda ayat dalam alqur’an yang agung yang didalamnya lebih dari 1000 uraian tentang ilmu pengetahuan. Saya hanya menyinggung tentang ayat dalam Al-Qur’an dari surat Al-anbiya ayat ke 33,

    “Dialah yang menciptakan malam dan siang, bulan dan matahari. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”

    yang ditafsirkan matahari dan bulan itu berputar dan mengelilingi sumbu rotasinya. Dan hal ini tidak menyinggung bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. jadi hati-hati dalam menafsirkan. Karena Al-Qur’an itu bukan ilmu pengetahuan, tetapi buku yang berisikan tanda dan 1000 uraian tentang ilmu pengetahuan.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih mas Naufal, sudah berkomentar disini,.
    Apa yang anda sampaikan tentang prnyataan einstein itu tidaklah benar, apalagi itu ucapan yg diucapkan oleh orang kafir,.
    Nabi Muhammad diutus ke dunia bukan untuk mengajarkan bagaimana membuat pesawat, bagaimana membuat mobil, atau bagaimana membuat nuklir,. bukan untuk itu,.
    Tapi nabi muhammad di utus kedunia untuk mengajarkan ajaran yang bisa membawa kita ke surga,
    Alquran bukanlah ilmu pengetahuan, Alquran adalah kalamullah, perkataan Allah,.
    Ilmu pengetahuan wajib tunduk kepada alquran, bukan alquran yang harus mengikuti ilmu pengetahuan,.

    Allah yang telah menciptakan alam semesta ini, dan Allah menjelaskan dalam alquran bagaimana penciptaan tersebut, jadi tentu perkataan Allahlah yang wajib kita terima ttg apa yang diciptakan,.

    Dalam hal ini Allah menjelaskan matahari dan bulan beredar, demikian pula malam dan siang, dan bumi dan langit tidak berputar alias diam, ini ada dalam alquran,

    Dibuktikan secara ilmiah pun bumi tidak berputar, apalagi dengan gerakan yang sangat cepat, dan sangat mudah membuktikan jika matahari dan bulanlah yg beredar,

    Jarak antara langit dan bumi saja bisa ditebak, sebab sudah ada hadits yang menjelaskan, tidak sebagaimana teori orang-orang kafir yang menjelaskan jarak matahari dan bumi yang sekedar teori,,.

    Silahkan anda beli buku yang ada dalam postingan ini, disitu begitu jelas penjelasannya,.. dan sebagai umat islam kita wajib mendahulukan penjelasan Allah, daripada penjelasan orang kafir yunani ttg alam ini,.

  12. Coba jawab kalo pinter & ahli sunnah, matahari ada di sebelah mana bumi? pake dalil yah?

    terimakasih wan,.
    Anak saya yang masih TK saja jika ditanya, matahari ada dimana, maka dengan cepat bisa menjawab,.

    • mas awan..klu komentar itu pakai landasan ilmu jg..jgn mengedepankan emosi dulu..komentar seperti itu menunjukkan kapasitas ilmu anda..kita sama2 belajar lho..maaf jika menyinggung..

  13. Dasar si saimin wahabi menafsirkan Al Quran n Hadits seenaknya menurut dugaan n prasangka si saimin.. ckckck.. menurut si saimin “seandainya bumi mengelilingi matahari maka dikatakan (dlm Al Quran) begini dan begitu bla bla bla” tuh kan menafsirkan menurut dugaan.

    Siapa sih si saimin apa dia seorang ilmuwan muslim seperti ibnu sina atau harun yahya.

    terimakasih sudah komentar disini,.
    Oh ibnu sina ya tokoh panutan anda, mungkin karena anda belum tahu bagaimana akidah ibnu sina, silahkan baca disini siapa ibnu sina, dan jangan terkaget-kaget membacanya, beliau bukan ilmuwan muslim, baca ya disini

    Harun yahya menjadi panutan anda juga, bagaimana akidah harun yahya? silahkan baca disini

  14. Buku MATAHARI MENGELILINGI BUMI adalah buku kontroversial, membuat orang penasaran membacanya, kalo mau baca yach beli dong bukunya. Kalo sejuta orang yang beli nih buku kira2 berapa yach omzetx? dan kira2 berapa persen dari omzet yang masuk ke dompet sipenulis?.

    Bagi dong hehehehe..

    TErimakasih hamba,.sudah komentar disini,.
    Alhamdulillah, best seller, omzetnya? lumayan, makanya berkarya jika ingin mendapat omzet seperti itu, bukan meminta dibagi, sebab meminta-minta kepada manusia itu haram hukumnya,.

    Ingatlah Firman ALLAH SWT SURAH AL BAQARAH AYAT 41:
    Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa). Demikian penafsiran mengenai keluarnya buku konrtoversial ini

    Jika anda beriman kepada firman Allah tersebut, maka anda akan mengimani kabar yang Allah paparkan dalam alquran, dan hadits rasulullah, yaitu matahari yang mengelilingi bumi,. sebagaimana yang tertulis di buku tersebut, makanya buruan beli bukunya, atau anda simak sendiri bedah buku tersebut disini

  15. Para pembaca diblog ini mengenai MATAHARI MENGELILINGI BUMI silahkan baca TANGGAPAN atas buku: “MATAHARI MENGELILINGI BUMI” DISINI sebagai bahan perbandingan.

    TErimakasih hamba, ,
    justru setelah saya membaca tulisan tersebu saya posting artikel2 ustadz sabiq,.
    saya nukilkan tulisan dari TUKANG TEROPONG tersebut di blog protagon,. yg sangat lucu,. dia menukilkan ayat :
    “Dan engkau melihat gunung-gunung, engkau kira bahwa dia tetap (tiada bergerak), padahal dia berjalan kencang sebagai awan berjalan. (Begitulah) perbuatan Allah, yang membuat segala sesuatu dengan kokohnya; sesungguhnya Dia mengetahui betul apa yang kamu kerjakan.

    lalu dia terheran-heran sendiri, dia melihat gunung tetap di tempatnya, tidak bergerak, padahal kata ayat dia berjalan kencang sebagai awan berjalan,.

    Lihat kekonyolan tukang teropong tersebut membawakan ayat seenaknya sendiri,.

    Ayat tersebut sedang bercerita tentang kondisi hari kiamat, dimana gunung akan diterbangkan, eh dengan PEDE nya dia bawakan untuk membenarkan pendapat dia bahwa bumi yang mengitari matahari, sungguh kekonyolan diatas kekonyolan, saran saya, tukang teropong jangan bicara ayat kalau tidak paham maksudnya, jangan comot sana comot sini,.

    Kejahilan tukang teropong tersebut menyebutkan surat annaml ayat 88 sebagai pembenaran bumi berotasi pada porosnya dgn ayat tsb,.
    padahal ayat tsb sedang menceritakan kondisi hari kiamat dimana gunung beterbangan, dia lupa ayat sebelumnya yang berbunyi :
    وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ﴿٨٧﴾
    (87)Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

    Lucu sekali yang dia bawakan cuma ayat 88 saja yang berbunyi :
    وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ﴿٨٨﴾
    (88)Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  16. ikwan pergi saja ke daerah equator/kutub terus tinggal di sana selama satu tahun,pikirkan kenapa di daerah sana waktu malam dan siang berbeda setiap 6 bulan,
    kalau bumi ini diam hal seperti itu tidak akan terjadi !

    Kenapa coba? lihat disini,. di kutub berbeda dengan yg bukan di kutub, tapi itu terjadi juga karena matahari mengelilingi bumi, bukan bumi yang mengeliligi matahari,

    Seandainya bumi yang bergerak mengelilingi matahari, ini malah semakin jelas kebohongan manusia bisa pergi ke bulan,. karena pas pulangnya ngga bisa ngejar bumi yang kecepatan super cepat,.

    silahkan lihat posisi matahari ketika di kutub,. lihat di link ini

  17. Kesimpulan sains tentang bumi berotasi dan berevolusi terhadap matahari merupakan hasil riset saintifik, bukan hasil tafsir ayat Qur’an. Anda (si ustad Sabiq) tolonglah pakai akhlaq dikit sebelum main tunjuk ; sana dusta, sini bohong.

    Seharusnya anda pakai hasil pembuktian secara riset juga jika hendak mengoreksi hasil ilmiah berbasis riset, bukan dgn ilmu tafsir.
    Ceramah anda itu bener-bener konyol !!

    Sekarang saya uji kemampuan tafsir tekstual anda (Ust.Ahmad Sabiq) pada ayat ini :
    ” Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.an-Naml : 88).
    Coba terangkan pada kami.
    Syukran. Yahdikumullah.

    Terimakasih mustofa,. sudah komentar disini,.
    Ustadz sabiq sudah menjelaskan ttg ayat tersebut,.
    Saya nukilkan,. menjawab pertanyaan ayat diatas yang menceritakan ttg gunung-gunung,. ada ayat yang menjelaskan,
    gunung-gunung tersebut akan dijalankan laksana awan, bahkan akan ditabrakkan, kapan itu terjadi??? saat hari kiamat, bukan saat ini mas,..
    anda jangan baca ayat sepotong-sepotong, silahkan baca ayat sebelumnya mas,. ayat tersebut sedang meneceritakan peristiwa dahsyatnya hari kiamat, setelah ditiupkan sangkakala,. gunung-gunung beterbangan,.. saya nukilkan nih mas ayatnya:

    وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ﴿٨٧﴾
    (87)Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

    Jadi memahami ayat itu tidak boleh tekstual saja, tapi baca penjelasannya, sehingga tidak akan menghasilkan kesimpulan yang konyol dan menggelikan,. bukan malah menuduh yang menjelaskan dalil tersebut menganggap penjelasannya adalah penjelasan yang konyol,.

    Orang yang menjadikan dalil diatas bukti bahwa gunung itu diam, padahal ayat mengatakan gunung itu bergerak laksana awan,. tapi kok terlihat diam,. jika itu dijadikan dalil tentang bumi yang mengelilingi matahari, ini yang konyol,. lha wong itu peristiwa hari kiamat kok ,.

  18. Kaidah ilmu mengatakan Alquran dan sunnah pasti benar karena ilmu ini berasal dari wahyu, teori yang berangkat dari pengamatan fenomena alam bisa benar dan bisa salah, yang jadi masalah pemahaman dan tafsir alquran yang mungkin bisa berbeda, kita ini sebagai orang awam yang tidak terlalu memahami dalil butuh garansi orang terhadap pemahaman alquran dan sunnah tersebut.

    Kalau orang selevel syekh Utsaimin dan ulama ulama besar lainnya, yang mana sepakat para ahli ilmu dan penuntut ilmu menjadikan beliau beliau ini sebagai rujukan ilmu dalam hal pemahaman terhadap alquran dan sunnah… mengatakan bahwa bumi itu diam dan matahari bergerak mengelilingi bumi,

    sy mengatakan bahwa ini adalah sebuah kebenaran dan teori itu yang harus ditinjau ulang, Kalau ada kabar dari Allah dan Rasulnya terhadap sesuatu dan tentu dengan pemahaman yang benar dari kabar tersebut, wajib bagi kita untuk mengimani dan mengikutinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*