Waktu Imsak Untuk Berhenti Makan Itu Adalah Bid’ah

APAKAH IMSAK MEMILIKI DALIL DARI SUNNAH ATAUKAH MERUPAKAN BID’AH ?

waktu imsakOleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kami melihat beberapa almanak di bulan Ramadhan dituliskan padanya bagian yang disebut “imsak” yang dijadikan sebelum shalat shubuh kurang lebih sepuluh menit, atau seperempat jam, apakah hal ini memiliki dalil dari sunnah ataukah merupakan bid’ah ? Berilah fatwa kepada kami, mudah-mudahan anda mendapat pahala.

Jawaban
Hal ini termasuk bid’ah, tiada dalilnya dari sunnah, bahkan sunnah bertentangan dengannya, karena Allah berfirman di dalam kitabnya yang mulia.

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang merah dari benang putih yaitu fajar” [Al-Baqarah/2 : 187]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

أَنَّ بِلاَلاً كَانَ يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ ، فَإِنَّهُ لاَ يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, makan dan minumlah sampai Ibnu Umi Maktum mengumandangkan adzan, karena dia tidak beradzan sampai terbit fajar” [1]

Imsak yang dilakukan oleh sebagian orang itu adalah suatu tambahan dari apa yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga menjadi kebatilan, dia termasuk perbuatan yang diada-adakan dalam agama Allah padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

هلك المتنطعون قالها ثلاثا

“Celakalah orang yang mengada-adakan! Celakalah orang yang mengada-adakan ! Celakalah orang yang mengada-adakan ! “ [2]

SEBELUM NAIK PESAWAT MATAHARI SUDAH TENGGELAM LALU IA BERBUKA, SETELAH PESAWAT LEPAS LANDAS DIA MELIHAT MATAHARI, APAKAH HARUS MENAHAN DIRI DARI MAKAN MINUM ?

Pertanyaan
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Seseorang menyaksikan tenggelamnya matahari, muadzin pun mengumandangkan adzan sedangkan saat itu dia berada di Bandar Udara lalu dia berbuka puasa, sesudah pesawat yang ditumpanginya lepas landas dia melihat matahari, apakah dia harus menahan diri dari makan dan minum?

Jawaban
Jawaban kami terhadap kasus ini adalah dia tidak wajib menahan diri (berpuasa lagi), karena waktu berbuka datang tatkala mereka masih berada di daratan, matahari sudah tenggelam ketika itu dan mereka berada di tempat tenggelamnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا وَغَرَبَتْ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

“Apabila malam datang menyongsong dari sana dan siang telah meninggalkan dari arah sana, juga matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa boleh berbuka” [3]

Apabila dia berbuka berdasar tengelamnya matahari sedangkan saat itu dia berada di Bandar Udara (Airport) maka berakhirlah harinya, jika harinya telah berakhir maka dia tidak lagi wajib menahan diri dari makan dan minum kecuali pada hari berikutnya.

Atas dasar ini, dia tidak wajib menahan diri dalam kondisi ini, karena berbuka puasa sudah sesuai dalil syariat sehingga tidak diwajibkan atasnya berpuasa lagi kecuali dengan dalil syariat pula.

[Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, terbitan Pustaka Arafah]
_______
Footnote
[1]. Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum/Bab Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Janganlah mencegah kalian benar-benar …” (1918) dan Muslim : Kitab Shiyam/Bab Keterangan bahwa masuknya waktu puasa ditandai dengan terbit fajar …” (1092)
[2]. Diriwayatkan oleh Muslim : Kitab Ilmu/Bab Celakanya orang-orang yang mengada-adakan (2670)
[3]. Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum/Bab Berpuasa dan berbuka dalam bepergian (1941)

Sumber: https://almanhaj.or.id/1960-apakah-imsak-memiliki-dalil-dari-as-sunnah-ataukah-merupakan-bidah.html

Jadi tidak ada waktu imsak seperti yang kita saksikan di indonesia ini, di negeri arab yang merupakan negeri asal islam tersebar saja tidak pernah kita menyaksikan adanya waktu imsak , bahkan justru waktu imsak itu waktu yang sesuai sunnah untuk makan sahur yaitu mengakhirkan sahur, waktu 10-15 menit cukup bagi kita untuk makan dan minum.

5 pemikiran pada “Waktu Imsak Untuk Berhenti Makan Itu Adalah Bid’ah”

  1. Saya pembaca awam setelah membaca penjelasan dan dalil yang menjadi landasan saya jadi tahu selama ini mengikuti yang tidak benar / salah melihat dalil /hadis yang dipaparkan di atas.

    Saya tidak menyangsikan lagi, tapi mungkin alangkah baik sebagai pembanding diperlihatkan dalil/hadist yang selama ini jadi pedoman melakukan /mengadakan imsak dengan demikian kiranya bisa lebih mempertegas keyakinan kita. Misal tunjukkan hadist/dalil yang mengadakan imsak itu hadist dhoif, palsu atau apa sehingga saudara kita yang mengikuti imsak selama ini jadi menyadarinya. Terima kasih….

    Terima kasih kang,
    Justru mereka yg mengadakan ritual imsak itu yg disuruh mendatangkan dalil,. dan pastinya mereka tidak bisa, karena memang imsak itu tdk ada dalilnya, dan itu tidak dikenal di arab, mungkin hanya di indonesia dan sekitarnya saja, sebagaimana yasinan,tahlilan,..

    Balas
  2. Oh..ada nih..saya baru dapet :P. ijin diskusi ya om :).
    Dari Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu, dia (Zaid) berkata: “Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kemudian beliau bangkit untuk shalat (shubuh).” Anas berkata: Aku bertanya kepada Zaid: “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?” Ia menjawab: “Kurang lebih sekitar (bacaan) lima puluh ayat.” (HR. Bukhari 1801 dan Muslim 1097)

    Terimakasih mas,.
    Betul, dan ini menunjukkan finis akhirnya adalah bukan imsak, tapi adzan shubuh,
    Dan jarak 50 ayat ini merupakan jarak antara adzan pertama dengan adzan shubuh, yaitu yang adzan pertama adalah ibnu ummi maktum yg buta, melakukan adzan pertama, dan adzannya itu naik melalui tangga, setelah adzan ibnu ummi maktum menuruni tangga, lalu disusul bilal yang naik tangga untuk adzan shubuh,

    Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibnu Umar dan A’isyah radhiallahu ‘anhum, bahwa Bilal biasanya berazan di malam hari. Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Makan dan minumlah kalian, sampai Ibnu Ummi Maktum berazan, karena tidaklah dia mengumandangkan azan kecuali setelah terbit fajar.” (H.r. Bukhari, no. 1919 dan Muslim, no.1092)

    Balas
  3. terima kasih ya
    ternyata boleh sahur walaupun imsak
    infonya bermanfaat

    ya, jika itu imsaknya versi indonesia,. itu justru waktu yang afdhal utk makan sahur

    Balas

Silahkan tinggalkan komentar di sini