Pacaran Dalam Kacamata Islam

Sebuah fitnah besar menimpa pemuda-pemudi pada zaman sekarang. Mereka terbiasa melakukan perbuatan yang dianggap wajar padahal termasuk maksiat di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala.

Perbuatan tersebut adalah “pacaran”, yaitu hubungan pranikah antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Biasanya hal ini dilakukan oleh sesama teman sekelas atau sesama rekan kerja atau yang lainnya. Sangat disayangkan, perbuatan keji ini telah menjamur di masyarakat kita.

Apalagi sebagian besar stasiun televisi banyak menayangkan sinetron tentang pacaran di sekolah maupun di kantor. Tentu hal ini sangat merusak moral kaum muslimin.

Namun, anehnya, orang tua merasa bangga kalau anak perempuannya memiliki seorang pacar yang sering mengajak kencan. Ada juga yang melakukan pacaran beralasan untuk ta’aruf (berkenalan).

Padahal perbuatan ini merupakan dosa dan amat buruk akibatnya. Oleh sebab itu, mengingat perbuatan haram ini sudah begitu memasyarakat, kami memandang perlu untuk membahasnya pada kesempatan ini.

Pacaran dari Sudut Pandang Islam

Pacaran tidak lepas dari tindakan menerjang larangan larangan Alloh subhanahu wa ta’ala. Fitnah ini bermula dari pandang memandang dengan lawan jenis kemudian timbul rasa cinta di hati—sebab itu, ada istilah “dari mata turun ke hati”— kemudian berusaha ingin memilikinya, entah itu dengan cara kirim SMS atau surat cinta, telepon, atau yang lainnya.

Setelah itu, terjadilah saling bertemu dan bertatap muka, menyepi, dan saling bersentuhan sambil mengungkapkan rasa cinta dan sayang. Semua perbuatan tersebut dilarang dalam Islam karena merupakan jembatan dan sarana menuju perbuatan yang lebih keji, yaitu zina.

Bahkan, boleh dikatakan, perbuatan itu seluruhnya tidak lepas dari zina. Perhatikanlah sabda Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam:

“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan berangan-angan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.” (H.R. Muslim: 2657, alBukhori: 6243)

Al Imam an Nawawi rahimahullah berkata: “Makna hadits di atas, pada anak Adam itu ditetapkan bagiannya dari zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina secara hakiki dengan memasukkan farji (kemaluan)nya ke dalam farji yang haram.

Ada yang zinanya secara majazi (kiasan) dengan memandang wanita yang haram, mendengar perbuatan zina dan perkara yang mengantarkan kepada zina, atau dengan sentuhan tangan di mana tangannya meraba wanita yang bukan mahromnya atau menciumnya, atau kakinya melangkah untuk menuju ke tempat berzina, atau melihat zina, atau menyentuh wanita yang bukan mahromnya, atau melakukan pembicaraan yang haram dengan wanita yang bukan mahromnya dan semisalnya, atau ia memikirkan dalam hatinya. Semuanya ini termasuk zina secara majazi.” (Syarah Shohih Muslim: 16/156-157)

Adakah di antara mereka tatkala berpacaran dapat menjaga pandangan mata mereka dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) atau lak-ilaki ajnabi (bukan mahrom) termasuk perbuatan yang diharamkan?!

Ta’aruf Dengan Pacaran, Bolehkah?

Banyak orang awam beranggapan bahwa pacaran adalah wasilah (sarana) untuk berta’aruf (berkenalan). Kata mereka, dengan berpacaran akan diketahui jati diri kedua ‘calon mempelai’ supaya nanti jika sudah menikah tidak kaget lagi dengan sikap keduanya dan bisa saling memahami karakter masing-masing.

Demi Allah, tidaklah anggapan ini dilontarkan melainkan oleh orang-orang yang terbawa arus budaya Barat dan hatinya sudah terjangkiti bisikan setan.

Tidakkah mereka menyadari bahwa yang namanya pacaran tentu tidak terlepas dari kholwat (berdua-duaan dengan lawan jenis) dan ikhtilath (laki-laki dan perempuan bercampur baur tanpa ada hijab/tabir penghalang)?! Padahal semua itu telah dilarang dalam Islam.

Perhatikanlah tentang larangan tersebut sebagaimana tertuang dalam sabda Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam:

“Sekalikali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahromnya.”(H.R. alBukhori: 1862, Muslim: 1338)

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan bahwa larangan bercampur baur dengan wanita yang bukan mahrom adalah ijma’ (kesepakatan) para ulama.” (Fathul Bari: 4/100)

Oleh karena itu, kendati telah resmi melamar seorang wanita, seorang laki-laki tetap harus menjaga jangan sampai terjadi fitnah. Dengan diterima pinangannya itu tidak berarti ia bisa bebas berbicara dan bercanda dengan wanita yang akan diperistrinya, bebas surat menyurat, bebas bertelepon, bebas berSMS, bebas chatting, atau bercakap-cakap apa saja dengan wanita tersebut.

Adakah Pacaran Islami?

Ada lagi pemuda-pemudi aktivis organisasi Islam—yang katanya punya semangat terhadap Islam—disebabkan dangkalnya ilmu syar’i yang mereka miliki dan terpengaruh dengan budaya Barat yang sudah berkembang, mereka memunculkan istilah “pacaran islami” dalam pergaulan mereka.

Mereka hendak tampil beda dengan pacaran-pacaran orang awam. Tidak ada saling sentuhan, tidak ada pegang-pegangan. Masing-masing menjaga diri. Kalaupun saling berbincang dan bertemu, yang menjadi pembicaraan hanyalah tentang Islam, tentang dakwah, saling mengingatkan untuk beramal, dan berdzikir kepada Alloh subhanahu wata’ala serta mengingatkan tentang akhirat, surga, dan neraka. Begitulah katanya!

Ketahuilah, pacaran yang diembel-embeli Islam ala mereka tak ubahnya omong kosong belaka. Itu hanyalah makar iblis untuk menjerumuskan orang ke dalam neraka. Adakah mereka dapat menjaga pandangan mata dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah atau laki-laki ajnabi termasuk perbuatan yang diharamkan?! Camkanlah firman Alloh

“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka” …. (Q.S. anNur [24]: 30-31)

Tidak tahukah mereka bahwa wanita merupakan fitnah yang terbesar bagi laki-laki? Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.”(H.R. al-Bukhori:5096)

Segeralah Menikah Bila Sudah Mampu

Para pemuda yang sudah berkemampuan lahir dan batin diperintahkan agar segera menikah. Inilah solusi terbaik yang diberikan Islam karena dengan menikah seseorang akan terjaga jiwa dan agamanya. Akan tetapi, jika memang belum mampu maka hendaklah berpuasa, bukan berpacaran. Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu menikah maka segeralah menikah karena sesungguhnya menikah itu lebih menjaga kemaluan dan memelihara pandangan mata. Barang siapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa menjadi benteng (dari gejolak birahi).” (H.R. al-Bukhori: 5066)

Al-Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan: “Yang dimaksud mampu menikah adalah mampu berkumpul dengan istri dan memiliki bekal untuk menikah.” (Fathul Bari: 9/136)

Dengan menikah segala kebaikan akan datang. Itulah pernyataan dari Alloh subhanahu wa ta’ala yang tertuang dalam Q.S. ar-Rum [30]: 21. Islam menjadikan pernikahan sebagai satu-satunya tempat pelepasan hajat birahi manusia terhadap lawan jenisnya. Lebih dari itu, pernikahan sanggup memberikan jaminan dari ancaman kehancuran moral dan sosial. Itulah sebabnya Islam selalu mendorong dan memberikan berbagai kemudahan bagi manusia untuk segera melaksanakan kewajiban suci itu.

Nasihat

Janganlah ikut-ikutan budaya Barat yang sedang marak ini. Sebagai orang tua, jangan biarkan putra-putrimu terjerembab dalam fitnah pacaran ini. Jangan biarkan mereka keluar rumah dalam keadaan membuka aurat, tidak memakai jilbab[1] atau malah memakai baju ketat yang membuat pria terfitnah dengan penampilannya. Perhatikanlah firman Alloh subhanahu wa ta’ala:

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. alAhzab[33]: 59)

Wallohu A’lam.

oleh Muklis Abu Dzar hafizhahullah

Sumber: buletin al-Furqon Tahun 3, Vol. 9 no. 3 Bulan Muharram 1430 H

Silahkan mendownload buletin ini dan buletin lainnya disini

FootNote


[1] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka,

dan dada.

Print Friendly, PDF & Email

Pacaran Islamu Itu Bisikan Setan Bahaya Pacaran Dalam Islam Kata Kata Larangan Pacaran Dalam Islam Bsrta Gambarnya Pandangan Islam Soal Pacaran Terlalu Lama Apa Enaknya Punya Pacar Menurut Islam

24 Comments

  1. Alhamdulillah ane gak pacaran ama istriku.
    Dulu sebelum ngaji ane sempet pacaran, tapi Allah menunjukan jalan yang lebih baik.

    Dan ternyata nikah tanpa pacaran ternyata luar biasa kesannya… hi hi hi

    Tepat sekali,.. kalau pacaran dulu baru nikah mah nggak ada yang istimewa… wong sudah ngelihat sebelumnya,…dan lain-lain… malam pertama bukanlah sebagai malam pertama, tetapi entah malam ke berapa….
    Dan pacaranya setelah nikah, jadi di balik…. nikah dulu , baru pacaran…

    • beneran nih mas ahsan, klo gitu aku gk mau pacaran ah, :D, tapi, giliran aku gk mau pacaran, eh pacar nya yg gk mau diem, 1 hari nelpon bisa 2-3 kali, kaya mau minum obat aja he he :D, gmn yah, jelasinnya, takutnya dia pikir aku itu sok alim lah, sok jual mahl, hhe, bingung mas.

      Gampang mba, kalau pacar mba itu gentleman, suruh datang ke orang tua mba, dan suruh melamar mba, dan jika mba nya sudah siap, ya segera nikah saja lah,… gitu aja kok repot….. dan kalau mba masih takut nikah, ya putusin aja mba,… daripada dijajah terus menerus, pacaran itu ibarat seperti penjajahan, bukan penjajakan,.. barang yang harganya mahal saja kalau mau beli tidak boleh di coba dulu, lha ini wanita kan harganya tidak bisa diserupakan dengan barang,… malah ada barang, yang dikasih label, “pegang berarti beli” kalau pacaran….. wah bukan pegang-pegang lagi itu….. sungguh rendah dong kalau gitu, ini renungan juga bagi para wanita yang mau saja dipacarin…

      Seperti barang yang mahal saja, yang mau beli nggak bisa pegang, cukup dilihat dari luar, barangnya ditaruh di etalase, disegel lagi, boleh dipegang setelah jadi dibeli,

      beda dengan barang kakilima, sudah boleh dipegang-pegang, di obral lagi, eh… sudah pegang-pegang, nggak jadi beli…. kacian deh lue…

      Oh iya, sebenarnya laki-laki yang maunya cuma pacaran, itu bukan laki-laki yang pemberani, tapi laki-laki pengecut mba, bukan laki-laki yang bertanggung jawab,…

      • waduh, klo nikah saya masih childish, 18 masa nikah, tpi masa tiap kli dianya nelpon aku reject, wah, bagus tuh reject aja kali yah, 😆

        Usia 18 sudah gede lho mba, wong sudah ngerti pacaran, jangankan 18 tahun, 16 tahunpun sudah layak kok untuk nikah, saya punya adik malah dapet wanita umur 16 tahun kurang, baru nikah beberapa bulan yang lalu, dan tanpa pacaran sama sekali tuh,.. ngeliat juga baru pas mau nikah, istilah islaminya adalah nadhor (melihat) kemudian kalau cocok, wanitanya juga mau, baru melamar, selanjutnya nentuin akad nikah dan walimahnya… jadi nggak ada tuh yang namanya pacaran… pacarannya nanti setelah menikah…. kan enak tuh, sudah halal dapat pahala lagi, … kalau pacaran, sudah haram, dan pasti dapet dosa….
        sebenarnya mudah sekali dalam islam, kalau mau menikah, tidak ribet…
        Trus lebih enak nikah muda lho mba, jadi bisa pacaran lebih lama,… dan lagi enak-enaknya itu ( he..he… ngomporin nih, supaya cepet nikah)

        Bilang aja mba, KALAU KAU GENTLE, LAMAR AKU , gitu aja mba… berani??

      • 16 udah nikah?? wah, 18 gini ajh belum bs ngurus diri sendiri, mau nikah? apa jadinya nanti diriku 😀
        waduh, aku sih yakin orang nya iya2 aja, tapi aku nya belum siap, hhe 😀

        Nikah muda?? Siapa takut…. enaknya lebih lama, mau bukti…. buruan nikah… he… he…
        Nikah takut, tapi pacaran nggak takut?? Resikonya itu lebih besar pacaran lho, Nikah itu nggak ada resiko yang jelek…
        Pertama kali masuk dunia pernikahan, sudah dapat pahala, sudah dapat separuh agama,… beda dengan pertama kali pacaran,… langsung dapat dosa,..

        Kalau nikah mah, kesan pertama begitu menggoda… selanjutnya terserah anda… panen pahala…
        Kalau pacaran , kesan pertama begitu menggoda… selanjutnya panen tuh dosa… kalau pacarannya diterusin…

  2. Saya,sebagai orang indonesia yg beragama islam setuju dengan hal2 yang disampaikan diatas,memang baik menyeru kpada kbenaran,dan mencegah kemunkaran..

    Sudah seharusnya, itulah sikap yang dipegang oleh muslim yang taat,
    Dan pacaran adalah sebuah kemungkaran yang wajib kita sampaikan bahayanya, baik di dunia maupun diakherat,.. tidak ada yang namanya pacaran islami…
    Fakta membuktikan, korban pemerkosaan yang terbesar adalah oleh pacar sendiri…

  3. Tp sebagai pemuda yg pernah pcaran,saya jg g setuju akan opini2 anda diatas..dimana menyamakan pacaran dgn pola hidup ala barat,yg free sex. Saya tau hal2 yg dilarang, jd saya berusaha untk tdk melanggarnya. Apakah salah?menahan dr dr zina?jgn samakan dgn orang barat dong. Yg haram adalah aktifitas ato perbuatan,bkan simbol/nama pcaran.klo yg pcran tau agama dan bisa menjaga knapa anda ribut2gt?jgn samakan orang yang tau agama dan orang jahiliah y?

    Memang pacaran itu bukan mode ala barat yah? Tapi mode ala indonesia,… yang sudah melebihi mode ala barat….
    Sesungguhnya, kalau kita mau mengamati apa yang terjadi di indonesia, sudah ada semua apa yang anda sebutkan tersebut, pola hidup ala barat,yg free sex ,.. di ingkari atau tidak,

    Perlu anda pahami juga, zina itu tidak harus dengan sex , tapi mata juga bisa berzina, tangan bisa berzina, telinga berzina, kaki juga berzina, sedangkan kemaluan adalah yang membuktikannya,…

    Dan pacaran adalah media menuju perzinaan,

    Ibarat sebuah penyakit, jika kita terkena penyakit, jika kita bisa mencegah penyebab timbulnya penyakit, itu kan hal yang lebih baik, istilahnya tindakan preventif itu lebih baik dari tindakan kuratif, (pencegahan lebih baik daripada mengobati)
    Nah demikian juga dengan pacaran, pacaran adalah virus penyebab perzinaan, juga fakta di lapangan, pacaran adalah penyebab terbesar dari maraknya pemerkosaan…
    Sebagian besar wanita yang jadi korban pemerkosaan, mereka diperkosa oleh pacar sendiri…

    Orang yang tahu agama tidak akan melakukan pacaran,

    Misalkan ada orang yang ngerti agama ,tapi melakukan pacaran, atau diembel-embeli pacaran islami,.. ini adalah kedustaan besar, orang tersebut tidak mengenal agama ini, karena mendustakan ayat dan hadits yang melarang perbuatan seperti itu, yaitu pacaran…

    Harusnya anda membaca artikel yang saya posting dengan teliti dan seksama, Insya Allah semua yang anda sampaikan itu sudah ada jawabannya disana… membacanya jangan loncat-loncat, dan jangan tergesa-gesa…

  4. “Fitnah itu berawal dari memandang lawan jenis”pada paragraf2 awal.. Apakah hanya “setelah” pacaran kt memandang lawan jenis?bkankah aktifitas sehari-hari kt memandang lawan jenis? Nonton tv,liat majalah.. Sekolah,kuliah,kerja. Dll, jd itu semua dosa?haram.. Oh jd nonton tv,baca majalah,yg ada gmbar orang g pke jilbab,kt harus memejamkan mata?sekolah wkt guru/murid g berjilbab,harus tu2p mata gt?kt di indonesia,bkan di arab.diarab mah smua pake jilbab. Trus solusi gmn nich?jgn cm kasih hukum haram tp jg g tau pegimana membetulkannya?

    Memandang lawan jenis selain pada pacaran juga tetap dilarang,
    Jadi dalam aktifitas sehari-hari kita tidak boleh memandang lawan jenis, kan itu perintah Allah ta’ala, dalam surat annur ayat 30-31

    artinya: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (an nuur: 30)

    Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (an nuur: 31)

    Jadi jangan nonton televisi yang menyajikan tontonan wanita-wanita yang terbuka auratnya, dan untuk televisi di indonesia, 99 % acaranya adalah merusak moral kaum muslimin

    Jangan baca majalah yang menampilkan gambar-gambar wanita porno (terbuka auratnya) Masih banyak kok majalah yang bener, contoh saja, untuk remaja, anda bisa membaca majalah ELFATA, majalah NIKAH,

    Bertakwalah semampu kamu, setiap ada sesuatu yang dilarang Allah, kita berpaling, tidak terus menerus memandang sesuatu yang terlarang tersebut, Ingat, jangan ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua, pandangan pertama dimaafkan oleh Allah, tapi pandangan selanjutnya,… itulah yang mendapatkan dosa,… beda kan antara memandang yang tidak disengaja, dengan kita memandang sesuatu yang dilarang itu, atau dengan kata lain, kita menikmati pemandangan tersebut…

    Sesungguhnya syariat islam ini bukan hanya untuk orang arab, tapi untuk semua manusia setelah Rasulullah diutus, tidak terbatas waktu dan tempat… sebuah pemahaman yang keliru, jika syariat ini hanya berlaku dinegeri arab, sedangkan kita di indoesia ini beda,… ini adalah faham yang digembar-gemborkan oleh JIL (jaringan islam liberal) yang akan merusak islam dari dalam.

    Apakah di arab semuanya benar? Bukan jaminan juga bahwa di arab itu benar semua, walaupun semuanya pakai jilbab, malah pakai cadar, di arab itu syari’at islam masih banyak yang terjaga, sehingga membudaya, sehingga kesannya itu adalah budaya arab,..

    bukankah sama juga dengan di eropa, atau amerika, kebiasaan di negara tersebut wanitanya berpakaian terbuka, sehingga merata, dan jadi budaya disana… padahal ini adalah budaya yang jelek… yang sekarang ini banyak di adopsi oleh wanita-wanita di indonesia, sehigga banyak wanita-wanita indonesia ini kelakuannya melebihi orang-orang barat tersebut,..

    Padahal, kalau kita berpikir dengan akal sehat kita, lebih baik mana, jika itu dianngap budaya, budaya arab atau budaya eropa dan amrik tersebut?

    Sekali lagi, solusinya ini:
    1. Palingkan pandanganmu dari pandangan-pandangan yang diharamkan, lakukan semampu anda, Insya Allah bisa, dan memang ini terkadang terasa berat sekali, yah… memang kita hidup dijaman yang penuh dengan kerusakan..

    2. Palingkan matamu dari membaca majalah / buku / website, dan bacaan-bacaan lainya yang mengandung hal-hal yang dilarang oleh Allah

    3. Palingkan matamu dari menonton televisi, yang sebagian besar acara televisi sekarang ini adalah merusak moral kaum muslimin…

    4. Perdalam agama islam, untuk membentengi diri kita dari kondisi jaman yang sudah rusak ini,…

  5. Alhamdulillah dulu ane nikah gak pake pacaran.
    walopun itu karena soal jarak aja. Tapi untunglah sewaktu menanti hari H ane masih di perantauan sehingga gak pernah bareng.

    ane baca dulu yah

    Silahkan dibaca, saya mau ke pasar dulu nih, belanja, nanti dibalesnya ya, lagi ngerintis usaha buat susu kedelai nih, mohon do’anya ya, moga-moga sukses, syukur-syukur bisa berkembang jadi pabrik susu kedelai…

    Oh iya, niat saya buat blog juga selain untuk berbagi, juga sebagai sarana saling nasehat-menasehati, soalnya saya juga manusia biasa, tidak luput dari kesalahan, jadi nasehat pembaca semua sangat saya harapkan…

  6. semakin mantab saja niat saya buat pacaran nih 🙂

    sy pengen bgt pacaran 🙂

    pengen pacaran

    pengen pacaran

    😀

    tapi nanti setelah saya menikah xixiix….. indah bgt~!!!!!!! 😀

    saya dukung deh, nanti saya nyumbang apa ya??
    Apa perlu saya cariin nih calonnya?? apa sudah punya??
    Kalau sudah punya sih tinggal bilang saja ke dia, gini nih..
    Kalau kau jantan, datanglah ke orangtuaku, lamarlah diriku… aku dah nggak tahan menunggu…
    Datangnya malam pertama itu…..
    Kan indah dan seru……

  7. pa semangat ya pak…. itulah resiko dakwah, kalo tidak ditolak ya diterima 😀

    Semangat? perlu itu..
    Pacaran?? jauh-jauh lha yaw… nggak butuh itu….

  8. masyallah!!!
    kaget nemu blog pas banget momen nya…
    saat saya sedang …
    apa yak? yah, agak mulai nano-nano gitu…
    masa iya, saya harus bilang sama dia?
    “hey, kamu!!! cepet ke rumah! gak pake lama!!! iyeee… lamar gitu?? ngerti?!”
    Jeee…..
    maluu…. humm… butuh makelar kali yak??
    oke2, saya anggap blog ini salah satu dari sekian petunjuk Alloh atas curhatan saya tempo hari… Hiks.. saban malem, istikhoroh…
    Yak!! Sukron!!

    Istikhoroh saban malem?? banyak kali yang kau cari apa?? Atau yang berminat terlalu banyak?? nggak tahulah saya…

  9. katanya pacaran itu boleh ajja,asal jangan neko-neko dan masih dalam batas wajar,aku jadi bingung.

    Kata siapa mba pacaran itu itu boleh?
    Kalau kata orang yang tidak mengerti tentang ajaran islam yang mulia, maka mungkin saja orang tersebut ngomong seperti itu,.
    Allah saja menyuruh kita untuk menundukan pandangan kepada lawan jenis,
    Melarang laki-laki bersentuhan atau berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahramnya..
    Nah kalau pacaran boro-boro menundukan pandangan, malah lebih dari itu,… diantaranya jalan bareng,gandengan tangan, dan hal-hal lain yang lebih dari itu,… dan tidak sedikit yang terjerumus ke dalam perbuatan kumpul kebo, atau zina, waliyadzubillah…

    Jadi, tidak ada pacaran dalam islam,.. dan hukumnya adalah haram,..

  10. Gimna caranya cari calon istri yang Muslimah kalo sebelumnya tdk ada tahap perkenalan, belum ditau akidahnya (bebet,bobotnya/negatif,positifnya), masa’ cuma liat, suka, lamar, diterima, dan menikah?

    Dalam islam ada aturannya, bagaimana cara memilih jodoh yang baik, bukan nyari sendiri dengan jalan pacaran,..
    Bukankah banyak yang pacaran berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tapi kandas ditengah jalan?

    Dan betapa banyak yang mengenyam kebahagiaan tanpa pacaran sama sekali, bahkan malam pertama menjadi awal perkenalan mereka,..

  11. Alhamdulillah, ana rasakan sendiri nikah tanpa pacaran dulu..memang awalnya kaku dan mencoba saling mengenal, sekarang setelah punya anak dua malah semakin lengket dan ngga ada rasa bosan..Alhamdulillah..

    Alhamdulillah, ana malah jadi pengin nikah lagi, tanpa pacaran, dulu kan awal nikah baru mengenal manhaj salaf ini,istri malah belum ngaji,.

  12. Jazakumullohu khoiron…artikel bagus,pas bgt bwt ana yg mw ngasih nasihat bwt sepupu2 ana yg mulai berani pacaran…pengaruh pergaulan jaman skarang,rusak…ana share k FB…smga bnyk yg mngambil manfaat…tmn2 admin tetep smangat,tetep dakwahkan kbenaran islam yg mulia ni,smg Alloh sllu mmudahkn stiap urusan qta…amiin

  13. Ada temen cerita, ibu dari anak didikny resah & curhat ke dia bahwa anakny masih jomblo (udah kelas 2 SMA)… Beberapa teman wanita dikenalin ga da yg nyantol, takut klo anak lakiny itu ga normal katany…. Laa haula walaa quwwata Illa billahi….
    Ortu yg aneh menurut saya 😀

    Ada juga yang sebaliknya loh, orang tua mencarikan pacar utk anak wanitanya, bahkan membiarkan anak wanitanya dengan laki-laki di hotel, dan parahnya, laki-laki itu dicarikan via facebook,.. na’udzubillahi min dzalik

    orangtua ketakutan jika anaknya tidak laku,.

  14. Bagaimana ya hukumnya bila sepasang remaja yang tidak berpacaran,menjaga pandangan,tidak bersentuhan lah wong kalau ketemu mereka malah nunduk dan kadang langsung cabut ,tetapi mereka sering telponan,chat,bahkan kadang suka panggil ‘sayang’ :/,apa hukumnya sama saja seperti pacaran ya?Terimakasih ditunggu jwbnnya

    Ya, itu pacaran terselubung,..
    Terkena jebakan setan secara perlahan..

  15. Kalau seseorang pacaran dan tidak melanggar semua yang di katakan di atas, namun dia hanya sekedar Chating, itu hukumnya bagaimana??

    itu Pacaran via chating…
    Dan itu awalnya…
    Setan pinter menjebak mangsanya..

  16. Bagus bngt Artikel ny. terjawb sudh prtanyaan saya selama ini. brarti tindakn yg saya lakukn saat ini insya Allah bner yh mas. saya skrg lbih memilih sendiri dulu sampai Halal. dn mulai berhijrah untk mnjadi wanita yg lbih baik lg.

    Alhamdulillah,
    Iya mulai dari diri sendiri, perbaiki diri, jadi wanita shalihah, dan Allah maha Adil dalam memberikan jodoh

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*