Hukum Berdoa Setelah Shalat, Apakah Sesuai Petunjuk Rasulullah?

Hukum Berdoa Setelah Shalat Fardhu Hukum Berdoa Setelah Sholat Hukum Berdoa Setelah Shalat Hukum Membaca Doa Setelah Sholat Tahajud Hukum Mengangkat Tangan Ketika Berdoa Setelah Shalat Wajib

Sekali Lagi Tentang Hukum Berdo’a Sesudah Shalat

Shalat-Berjamaah wajib bagi laki-lakiAlhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in.

Berikut kami bawakan fatwa lainnya dari para ulama mengenai hukum berdo’a sesudah shalat sebagai kelanjutan dari artikel serupa di web ini. Semoga bermanfaat.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin –rahimahullah- pernah ditanya mengenai hukum berdo’a setelah shalat (setelah salam, pen), beliau –rahimahullah- menjawab :

Berdo’a setelah shalat, jika do’a tersebut ditujukan untuk menambal (menutup) kekurangan dalam shalat, maka do’a semacam ini disyari’atkan. Di antara yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah setelah salam mengucapkan istighfar sebanyak tiga kali yaitu : astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah (maknanya adalah ‘aku memohon ampun pada Allah’)[1].

Adapun jika tujuan do’a tersebut selain daripada ini, maka lebih utama do’a tersebut dilakukan sebelum salam. Hal ini berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin Mas’ud, “Kemudian terserah  ia memilih do’a yang ia inginkan (lalu dia berdo’a dengannya).”[2]

Tidaklah tepat jika seseorang selesai dari shalatnya dia lalu berdo’a. Namun yang lebih tepat adalah seseorang memanjatkan do’a ketika dia sedang bermunajat kepada Allah yaitu ketika di dalam shalat. Oleh karena itu, bukanlah termasuk petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seseorang berdo’a setelah salam dari shalat kecuali jika itu adalah untuk menambal (menutup) kekurangan yang ada dalam shalat (sebagaimana bacaan istigfar yang dijelaskan tadi, pen).

Memang terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a setelah shalat wajib dan bukan shalat sunnah, namun setahu kami ini cuma dilakukan sekali saja. … Namun ini dilakukan karena ada sebab (yaitu untuk menakut-nakuti orang kafir Quraisy).

[Liqo’at Al Bab Al Maftuh, kaset no. 32]

Syaikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah- juga pernah ditanya, “Sebagian orang setelah menunaikan shalat fardhu mengangkat kedua tangannya untuk berdo’a. Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini?”

Beliau –rahimahullah- menjawab :

Do’a setelah salam tidak termasuk petunjuk (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Allah Ta’ala berfirman,

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), berdzikirlah pada Allah.” (QS. An Nisa’ [4] : 103)

Hal ini dikecualikan untuk satu kondisi yaitu shalat istikhoroh. Karena mengenai shalat istikhoroh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kalian bertekad melakukan suatu perkara, maka kerjakanlah shalat dua raka’at lalu berdoalah … .”[3] Maka dalam shalat istikhoroh, do’anya terletak sesudah mengerjakan shalat dua raka’at.

Adapun shalat selain shalat istikhoroh, maka tidak termasuk petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berdo’a setelah shalat, baik dengan mengangkat tangan ataupun tidak, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Karena Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk berdzikir (bukan berdo’a, pen) setelah selesai menunaikan shalat. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), berdzikirlah pada Allah.” (QS. An Nisa’ [4] : 103)

Dapat pula diperhatikan dalam surat Al Jumu’ah,

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan berdzikirlah pada Allah sebanyak-banyaknya.” (QS. Al Jumu’ah : 10)

Oleh karena itu dapat kita katakan bahwa apabila engkau ingin berdo’a kepada Allah, maka berdo’alah kepada-Nya sebelum salam. Hal ini karena dua alasan :

Alasan pertama : Inilah yang diperintahkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan tentang tasyahud, “Jika kalian selesai (dari tasyahud), maka pilihlah do’a yang kalian suka berdo’a dengannya.”

Alasan kedua : Jika engkau berada dalam shalat, maka berarti engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu. Jika engkau telah selesai mengucapkan salam, berakhir pula munajatmu tersebut. Lalu manakah yang lebih afdhol (lebih utama), apakah meminta pada Allah ketika bermunajat kepada-Nya ataukah setelah engkau berpaling (selesai) dari shalat? Jawabannya, tentu yang pertama yaitu ketika engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu.

Adapun ucapan dzikir setelah menunaikan shalat (setelah salam) yaitu ucapan astagfirullah sebanyak 3 kali. Ini memang do’a, namun ini adalah do’a yang berkaitan dengan shalat. Ucapan istighfar seseorang sebanyak tiga kali setelah shalat bertujuan untuk menambal kekurangan yang ada dalam shalat. Maka pada hakikatnya, ucapan dzikir ini adalah pengulangan dari shalat.

Lalu penanya tadi bertanya lagi : Wahai Syaikh, orang-orang tadi sering berdalil bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika selesai shalat Shubuh berpaling ke makmum lalu mengangkat kedua tangannya (untuk berdo’a). Apakah hadits tersebut shohih?

Syaikh –rahimahullah- menjawab : Hadits ini tidak diketahui periwayatannya. Jika pun ada, maka hadits ini adalah hadits yang lemah.

[Liqo’at Al Bab Al Maftuh, kaset no. 82]

Catatan:

Dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 11/168, Syaikh Ibnu Baz menjelaskan bahwa berdo’a tanpa mengangkat tangan dan tidak bareng-bareng (jama’i), maka tidaklah mengapa. Hal ini dibolehkan karena terdapat dalil bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a sebelum atau sesudah salam. Begitu juga untuk shalat sunnah boleh berdo’a setelahnya karena tidak ada dalil yang menunjukkan larangan hal ini walaupun dengan mengangkat tangan karena mengangkat tangan adalah salah satu sebab terkabulnya do’a. Mengangkat tangan tidak dilakukan selamanya, namun dilakukan hanya dalam beberapa keadaan saja karena tidak diketahui dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau selalu mengangkat tangan dalam setiap nafilah dan setiap perkara kebaikan.

Penutup

Sekali lagi kami tegaskan, masalah ini adalah masalah ijtihadiyah, yang masih terdapat perselisihan ulama di dalamnya. Namun demikianlah pendapat yang kami pilih dan lebih menenangkan hati kami. Kami pun masih menghormati pendapat lainnya dalam masalah ini. Silakan lihat tulisan sebelumnya di sini.

Alhamdulillah hilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Artikel www.rumaysho.com

Muhammad Abduh Tuasikal


[1] Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berpaling (selesai) menunaikan shalatnya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan ‘astagfirullah’ sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengucapkan ‘Allahumma antas salam wa minkas salam tabarokta yaa dzal jalali wal ikrom’. (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih, termasuk periwayat kitab shohih. Syaikh Al Albani dalam Al Kalamu Ath Thoyib mengatakan bahwa hadits ini shohih)

[2] Lafazh hadits yang dimaksudkan adalah :

ثُمَّ لِيَتَخَيَّرْ مِنْ الدُّعَاءِ بَعْدُ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ يَدْعُو بِهِ

“Kemudian terserah ia memilih do’a yang ia sukai untuk berdo’a dengannya.” (HR. An Nasa’i no. 1298. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan An Nasai mengatakan bahwa hadits ini shohih). Do’a ini dibaca setelah tasyahud, sebelum salam.

[3] Lafazh hadits yang dimaksudkan adalah :

إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ

Jika kalian bertekad mengerjakan suatu perkara, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat wajib, lalu bacalah do’a : …” (HR. Bukhari no. 7390)

Hukum Berdoa Dengan Membaca Teks Berdoa Setelah Shalat Fardhu Bolehkah Berdoa Setelah Sholat Fardhu Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib Berdoa Setelah Sholat

40 Comments

  1. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mau tanya, bagaimana dengan berdoa setelah sholat tahajjud, karena setahu saya salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Saya sangat berharap mas admin dapat memberikan penjelasannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.

    nah, kalau berdoa setelah shalat tahajjud, itu boleh, itu justru diajarkan oleh rasulullah, jadi setelah shalat bisa berdoa, tidak hanya ketika sujud saja,.

    • apakah doa setelah sholat malam sesuai sunnah, mhn dituliskan
      syukran

      Tidak ada doa khusus, silahkan berdoa akan hajat anda setelah shalat malam,

  2. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    mau nanya, jadinnya doa setelah shalat fardu itu tidak ada dalilnya ya ? atau ga jadi malalah..
    besar harapan dan tidak keberatan saya mendapatkan jawabannya.
    terima kasih, wassalamualaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Setelah shalat wajib rasulullah berdzikir dengan dzikir setelah shalat wajib , silahkan baca postingannya disini
    Adapun merutinkan berdoa setelah selesai shalat wajib, maka ini tidak ada dalilnya , namun jika kita sekali-kali berdoa, ini dibolehkan

  3. Saya mau tanya mas admin. Apa kah iqomat sebelum sholat sendirian juga di anjurkan? Dan apakah benar jika pada sholat berjamaah makmum tak usah lagi baca alfatihah sesudah imam membaca alfatihah yg dikeraskan bacaannya? Terima kasih sebelumnya.

    Bagi laki-laki diwajibkan shalat berjamaah di masjid untuk melakukan shalat 5 waktu, tidak boleh dikerjakan di rumah, ulasannya bisa dibaca disini

    Jika kita shalat di masjid, kita adzan, dan iqamat sendiri karena tidak ada jamaah yang datang, itu tidak mengapa,

    Jika kita shalat berjamaah, jika imam membaca dengan keras, maka bacaan imam merupakan bacaan makmum, imam membaca dan makmum menyimak,.

    sebagai tambahan, Adapun untuk wanita, shalat yang paling baik adalah di rumahnya, pahalanya lebih banyak daripada shalat di masjid secara berjamaah, jadi jika ada laki-laki yang shalat dirumah tanpa udzur, selain laki-laki tersebut berdosa, dalam sisi lain dia menyerupai wanita ,. tentang shalat wanita di rumah, sudah saya posting disini

    Harusnya jadi wanita cerdas, shalat dirumahnya lebih banyak pahalanya, klik link ini

    • Assalamu’alaikum warahmatulloh wabarokatuh.
      Mnrt saya qta jg perlu mempelajari sebab2 hadisnya,,dmna wktu itu wanita lebih aman sholat drumah,klo aman tanpa kendala maka sholat dimasjd itu lbh baik .

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
      Salah besar,. justru di jaman rasulullah itu sangat aman, dan wanita tetap disuruh shalat di rumahnya, karena itu jauuuuh lebih utama daripada shalat berjamaah di masjid,.
      Jadi bukan karena masalah aman atau tidak aman, tapi ini petunjuk Rasulullah,. silahkan baca ulasannya disini

  4. Assalamualaikum w.w. Akhi, ana ada pertanyaan.
    Bagaimana Kita hendak berdoa sebelum salam, kalau salam-nya imam pas sekali setelah makmum selesai membaca at tahiyat?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    terimakasih akhi,.
    Mengikuti gerakan imam itu HUKUMNYA WAJIB,
    Berdoa sebelum salam itu HUKUMNYA SUNNAH,. orang yang cerdas, akan bisa milih, mana yang lebih utama,
    Jika anda ingin berdoa sebelum salam, bisa anda lakukan di shalat-shalat sunnah, jika pas shalat berjamaah tidak bisa melakukannya, mudah kan,..

  5. sob, doa mengankat tangan antara adhan dan iqoamat?
    stelah berdoa mangangkat tangan kemudian mengusab kewajah,?
    fenomena dimasjid kampung ana, setalah sholat jamaah berjabat tangan?

    terimakasih mas parno,. sudah komentar disini,
    Berdoa diantara adzan dan iqamat itu adalah doa yang dianjurkan, itulah saat2 dikabulkannya doa, sebagaimana sudah saya posting disini

    Berdoa dengan mengangkat tangan itu dianjurkan, namun pada kondisi tertentu tidak dianjurkan, seperti ketika mendengar khatib sedang berdoa, adapun mengusap tangan ke wajah setelah berdoa, tidak ada hadits yang shahih, itu tidak diajarkan oleh rasulullah, jadi sebaiknya ditinggalkan, tidak dilakukana, dan kita mendapatkan pahala dengan meninggalkan perbuatan tsb, dengan niat mengikuti sunnah rasul, meninggalkan amalan yang tidak rasul kerjakan,. habis berdoa ngga usah mengusap muka,

    Disunnahkan berjabat tangan ketika bertemu, sedangkan berjabat tangan setelah shalat, shalat apapun, mau shalat lima waktu atau shalat ied, itu tidak pernah diajarkan oleh rasulullah,

    Menyikapi hal diatas, kita tidak ikut2an melakukannya, tapi kita juga tidak usah membidah-bidahkan di hadapan mereka, sebab mereka melakukan semua itu karena kebodohan, hanya ikut2an saja, tetap berakhlak baik dengan mereka,. jika mereka mengulurkan tangan ngajak salaman, maka kita sambut tangan merekaa,.. yang penting bukan kita duluan yang mengulurkan tangan,.

    • Astaghfirulloh al’adziim…. Antum Ɣά̲̣ήƍ bodoh…

      terimakasih elfitra, sudah komentar disini
      Obat dari kebodohan adalah belajar,. makanya saya terus belajar agar tidak bodoh, demikian pula kepada anda, semoga Allah berikan semangat untuk mempelajari ajaran islam ini, sehingga hilanglah kebodohan,.

    • Assalamu alaikum,

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      bagaimana penjelasan mas admin tentang uraian berikut ini?
      Setelah diteliti, ternyata tidak ada riwayat dari Rosulullah saw bahwa beliau mengusap muka sesudah berdo’a. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak usah mengusap muka sesudah berdo’a karena tidak dalilnya.

      Adapun hadist yang berbunyi :
      فإذا فرغتم فامسحوا بها وجوهكم
      “ Jika kalian selesai ( berdo’a ), maka usaplah wajah kalian. “ ( HR Abu Daud )

      Hadist di atas adalah hadist dho’if karena di dalamnya ada rowi yang majhul ( tidak diketahui ), sehingga hadist tersebut tidak dapat dijadikan hujjah dalam hal ini.

      Begitu juga hadist yang berbunyi :
      أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا دعا فرفع يديه مسح وجهه بيديه
      “ Sesungguhnya Rosulullah saw jika berdo’a mengangkat tangannya dan mengusap mukanya dengan kedua tangannya “ ( HR Abu Daud )
      Hadist di atas juga lemah, karena di dalamnya ada rowi yang lemah, yaitu Abdullah bin Lahi’ah, sehingga hadist tersebut tidak dapat dijadikan hujjah dalam hal ini.

      http://www.ahmadzain.com/read/karya-tulis/153/dzikir-bada-sholat/

      dan ini

      Adapun mengusap wajah:
      عن عمر رضى الله عنه قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا مد يديه فى الدعاء لم يردهما حتى يمسح بهما وجهه ” (الترمذي) قال الحافظ فى ” البلوغ ” 1 / 312 : أخرجه الترمذى و له شواهد منها : حديث ابن عباس عند أبى داود وغيره ومجموعها يقضى بأنه حديث حسن . (روضة المحدثين 9/ 465)
      Diriwayatkan dari Sayidina Umar bahwa bila Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya dalam berdoa, maka beliau tidak mengembalikannya hingga mengusap wajahnya dengan kedua tangannya” (HR Turmudzi, al-Hafidz Ibnu Hajar dan al-Hafidz as-Suyuthi menilainya hasan)
      Dengan demikian, hukumnya adalah sunah.
      Diposkan oleh Muhammad Makruf di 00.11

      http://hujjahnu.blogspot.com/2013/02/doa-dengan-mengangkat-kedua-tangan-dan.html

      Tidak ada HADITS YANG SHAHIH atau HASAN yang menjelaskan ttg masalah tersebut,. saya sudah memposting masalah tersebut, silahkan baca disini

  6. Assalamu’alaikum …

    saya mau tanya tentang doa sujud.. setelah kita baca doa sujud sesuai tuntunan nabi muhammad…
    nahh ini kan di perbolehkan membaca doa yg di inginkan…
    begitu pula sebelum salam sesudah atahiyat…
    apa boleh kita membaca doa yg ada di Al-qur’an contoh sprti doa nabi yunus..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih mas ferry, saya nukilkan tulisan dari ustadz abduh tuasikal,

    Bolehkah Ketika Sujud Membaca Do’a yang Asalnya dari Al Qur’an?
    Jun 22, 2010Muhammad Abduh Tuasikal, MScShalat0

    Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
    Seperti telah kita pahami bersama bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita membaca Al Qur’an ketika ruku’ dan sujud.
    Dalil tentang hal ini adalah hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ
    “Ketahuilah, aku dilarang untuk membaca al-Qur’an dalam keadaan ruku’ atau sujud. Adapun ruku’ maka agungkanlah Rabb azza wa jalla, sedangkan sujud, maka berusahalah bersungguh-sungguh dalam doa, sehingga layak dikabulkan untukmu.” (HR. Muslim no. 479)
    ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
    نَهَانِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ أَقْرَأَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangku untuk membaca (ayat Al Qur’an) ketika ruku’ dan sujud.” (HR. Muslim no. 480)
    Lalu apa hikmah tidak boleh membaca Al Qur’an ketika ruku’ dan sujud?
    Ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh para ulama.
    Ada ulama yang menyatakan bahwa sebaik-baik rukun shalat adalah berdiri dan sebaik-baik bacaan adalah Al Qur’an. Karenanya, yang afdhol ini ditempatkan pada yang afdhol. Sedangkan Al Qur’an tidak diperkenankan dibaca di tempat lainnya agar tidak disangka bahwa Al Qur’an punya kedudukan yang sama dengan dzikir lainnya.
    Ada pula ulama yang menyatakan bahwa ruku’ dan sujud adalah dua keadaan di mana seseorang tunduk dan hina di hadapan Allah, sehingga bacaan yang lebih pantas ketika itu adalah do’a dan bacaan tasbih. Oleh karena itu, terlarang membaca Al Qur’an ketika sujud dalam rangka untuk mengagungkan Al Qur’an dan untuk memuliakan yang membacanya. (Lihat ‘Aunul Ma’bud, 3/91)
    Lalu bagaimana membaca do’a yang diambil dari Al Qur’an ketika sujud?
    Jawabnya, hal ini tidaklah mengapa. Kita boleh saja berdo’a dengan do’a yang bersumber dari Al Qur’an. Seperti do’a sapu jagad,
    رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah: 201).
    Atau do’a agar diberikan keistiqomahan,
    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
    “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imron: 8)
    Alasannya karena niatan ketika itu adalah bukan untuk tilawah Al Qur’an, namun untuk berdo’a. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,
    إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
    “Setiap amalan tergantung pada niat. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907).
    Salah seorang ulama Syafi’iyah, Az Zarkasyi rahimahullah berkata,
    وَمَحَلُّ كَرَاهَتِهَا إذَا قَصَدَ بِهَا الْقُرْآنَ فَإِنْ قَصَدَ بِهَا الدُّعَاءَ وَالثَّنَاءَ فَيَنْبَغِي أَنْ تَكُونَ كَمَا لَوْ قَنَتَ بِآيَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ
    “Yang terlarang adalah jika dimaksudkan membaca Al Qur’an (ketika sujud). Namun jika yang dimaksudkan adalah do’a dan sanjungan pada Allah maka itu tidaklah mengapa, sebagaimana pula seseorang boleh membaca qunut dengan beberapa ayat Al Qur’an” (Tuhfatul Muhtaj, 6/6, Mawqi’ Al Islam).
    Para ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Komisi Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa Saudi Arabia pernah ditanya,
    “Kami mengetahui bahwa tidak boleh membaca Al Qur’an di dalam sujud. Lalu bagaimana dengan sebagian ayat yang mengandung do’a seperti ”Robbana laa tuzigh quluubana ba’da idz hadaitanaa” [Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami]? Bagaimana hukum membaca do’a yang berasal dari Al Qur’an ketika sujud?
    Para ulama tersebut menjawab,
    لا بأس بذلك إذا أتى بها على وجه الدعاء لا على وجه التلاوة للقرآن
    “Seperti itu tidaklah mengapa jika ayat tersebut dibaca untuk maksud do’a, bukan maksud untuk membaca Al Qur’an” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, pertanyaan ketiga,fatwa no. 7921, 6/441)
    Dari penjelasan ini, membaca do’a yang berasal dari Al Qur’an ketika sujud itu dibolehkan selama niatannya bukanlah untuk tilawah, namun untuk berdo’a.
    Semoga Allah memberikan tambahan ilmu yang bermanfaat.
    Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.

    Artikel http://www.rumaysho.com
    Panggang-GK, 8 Rajab 1431 H, 21/06/2010
    Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

  7. Bgaimana dengan syarat sahnya sholat? Ada brdoa sebelum salam tidak?

    Terimakasih pak Waludi, sudah komentar disini
    Berdoa sebelum salam itu termasuk sunnah saja, Rasulullahpun mengajarkannya, tapi bukan termasuk bagian syarat sahnya shalat,.
    amalan sunnah itu sebagai penyempurna amalan2 yang wajib, dan dengan terbiasa melakukan amalan-amalan sunnah, maka amalan-amalan kita akan semakin berkualitas di hadapan Allah,

  8. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    bagaimana dengan hadist ini..“Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” , maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”
    (Sahih; H.R. Muslim, no. 597)

    ———–

    “Ada dua perkara, setiap muslim yang konsisten melakukannya akan masuk ke dalam surga. Keduanya sangatlah mudah, namun sangat jarang yang mampu konsisten mengamalkannya.

    (Perkara yang pertama) adalah bertasbih, bertahmid, dan bertakbir masing-masing sebanyak sepuluh kali sesudah menunaikan shalat fardhu.”
    (Sahih; H.R. Tirmidzi, no. 3410; Shahihut Tirmidzi, no. 2714).

    Semoga ana mendapat pencerahan

    Terimakasih, sudah komentar disini,.
    Kedua hadits diatas adalah menjelaskan tentang dzikir setelah shalat yang diajarkan oleh Rasulullah,.
    Bukan Rasulullah berdoa setelah shalat wajib

    Salah satu manfaat atau faidah dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah, adlah sebagaimana hadits diatas, yaitu bisa menghapuskan dosa walaupun sebanyak buih di laut,.
    Tentang hal ini sudah lama saya posting, silahkan lihat lebih lanjut di postingan ini
    Mudah-mudahan bisa mencerahkan,..
    Banyak hikmah dan faidah yang bisa kita petik jika kita mengikuti amalan-amalan yang diajarkan oleh Rasulullah, bukan amalan hasil kreasi manusia yang tidak ada contohnya dari Rasulullah
    ditunggu tanggapanya,. jazakumullahu khairan,

  9. mas admin,….usai solat fardu, bolehkah kita berdoa(mohon ampun) tp sebelumnya sy dzikir dluu sesuai anjuran,,,,maksi sbelumnya,

    Terimakasih mas arif,.
    sebaik-baik contoh tentu adalah rasulullah, Rasulullah setelah shalat fardhu beliau tidak berdoa, tapi melakukan dzikir setelah shalat fardhu,.
    Salah satu manfaat dzikir shalat fardhu adalah :
    Akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan,.
    Rasulullah bersabda,

    مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

    “Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” , maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (Sahih; H.R. Muslim, no. 597)

    Tentu saja jika amalan dzikir setelah shalatnya itu sesuai dengan dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah, sebagaimana ada postingannya disini

    Boleh saja sekali-kali berdoa, asal tidak merutinkannya,. namun sebaik-baik contoh adalah apa yang diajarkan oleh Rasulullah,.

    • menurut mas admin….apakh ini bid’ah, merutinkan doa stelah solat…???

      terimakasih mas arif, sudah komentar disini,.
      Jika merutinkan, maka ini jadi bidah, tapi jika cuma sekali-kali saja, maka tidak mengapa,.

  10. jadi kesimpulan nya? apa hukum nya berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu

    ?

    Terimakasih maman,
    kesimpulannya, itu tidak dicontohkan oleh Rasulullah, karena setelah shalat fardhu Rasulullah tidak berdoa, tapi berdzikir dengan dzikir setelah shalat wajib, seperti yang diulas disini,

    Dan salah satu manfaat dari membaca dzikir setelah shalat wajib adalah diampuninya doa, walaupun sebanyak buih di lautan,.

    Jadi silahkan mau ikut petunjuk siapa, petunjuk rasulullah atau petunjuk lainnya,.

    Jika sekali-kali, tidak mengapa berdoa, tapi jika merutinkannya, ini adalah bidah

  11. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Mohon pencerahannya, saya mempunyai mertua yang saat ini pemahamannya masih ikut-ikutan dengan lingkungan masyarakat. mertua saya pernah memberitahu saya kalau beliau ingin belajar agama di pesantren.

    saya pingin mertua saya ini belajar agama islam di pesantren yang bermanhaj salaf atau yang berpedemon Al-Qur’an & Hadist..

    apakah di daerah (tuban, jatim) atau sekitarnya ada pesantren yang bermanhaj salaf karena saya takut mertua akan ditunjukkan kerabat ke pesantren yang katanya ASWAJA tapi banyak berbuat bid’ah. mohon sarannya akhi, terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih Zufakhi, sudah komentar disini,.
    Anda silahkan datangi saja taklim yang ada di tuban, sudah saya posting disini ,
    Nanti anda tanyakan sendiri ke ustadz yang ngisi di tempat tersebut, barangkali bisa menunjukkan pesantren yang dekat disitu,.

  12. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
    .
    mau tanya , apakah membaca bacaan doa setelah shalat tahajud itu hukumnya wajib… , karna doanya kan panjang jadi saya blum hafal .. jadi apakah saya bisa menjalankan shalat tahajud tanpa membaca bacaan doa setelah shalat tahajud…. mohon bantuannya..
    .
    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimaksih mas yusuf,.
    Membaca doa setelah tahajud itu bukan wajib hukumnya, tapi sunnah saja, kita boleh berdoa setelah shalat tahajud, berbeda halnya setelah shalat 5 waktu, kita disunnahkan berdzikir dengan bacaan dzikir setelah shalat, sedangkan setelah shalat tahajjud tidak boleh membaca dzikir setelah shalat 5 waktu,. tapi boleh berdoa, minta kepada Allah permohonan kita,. itu waktu yang mujarab untuk berdoa, di sepertiga malam terakhir,

    Bacaan dzikir setelah shalat bisa dibaca di postingan ini

    • maaf…sy yg salah atw gimna, ADA KATA setelah tahajud tidak boleh dzikir,
      mohon jelasin….maksi sbelumnya

      Terimakasih, karena Rasulullah tidak mengajarkan kepada kita ada dzikir setelah shalat tahajud, justru yang diperintahkan adalah berdoa, berbeda dengan setelah shalat wajib 5 waktu, Rasulullah mengajarkan berdzikir, bukan berdoa,

  13. apakah boleh berdoa dengan bahasa daerah atau bahasa indonesia ketika berdoa sebelum salam. terima kasih

    Jika belum hafal doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah, maka boleh,. sudah saya ulas kok, silahkan baca disini

  14. assalamualaikum,

    mas klw mau baca doa sapu jagat apa boleh setiap selesai shalat fardhu ?
    apa dibaca saat sujud di dalam shalat ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Lebih baik dibaca saat sujud, atau sebelum salam,
    Setelah selesai shalat fardhu langsung baca dzikir setelah shalat,.
    Cara dzikir setelah shalat yang diajarkan oleh nabi, bisa dibaca di sini

  15. bagaimana jika imam pada tahyat terakhir begitu cepat sehingga kita tidak bisa berdoa sebelum salam? sedangkan kita ingin berdoa! mohon penjelasannya…

    Kan and bisa melakukan shalat sunnah di luar shalat berjamaah bersama imam,. jadi berdoanya pas shalat sunnah, bukan pas shalat berjamaah jika imam bacanya cepat,

  16. assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Saya sedikit ragu apakah berdo`a sebelum salam tidak berarti kita jadi menambah rukun sholat yang 13.
    dan do`a yang diajarkan nabi sebelum salam itu yang mana saja do`a nya.
    tolong ajarkan do`a – do`a yang pernah diajarkan nabi sebelum salam.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    itu bukan menambah rukun, itu sunnah saja, kalau rukun itu wajib dikerjakan, jika ditinggalkan maka ngga sah amalan tersebut,.
    Rasul mengajarkan doa berlindung dari adzab kubur dan fitnah dajjal, adapun jika belum hafal, bisa dgn bahasa sendiri, jadi setelah baca doa tasyahud, dan tinggal bacaan salam, sebelum salam baca doa tersebut,

    • apakah boleh berdoa dengan bahasa indoenisa, apakah hal itu tidak membatalkan sholat

      ingat,..Berdoa yang dimaksud bukan bacaan doa shalat, tapi diluar bacaan doa shalat,.
      kalau bacaan doa shalat, seperti doa ruku,sujud, dll itu tidak boleh diganti dgn bahasa indonesia,

  17. Bila kita selesai berdoa setelah sholat tahajjud apakah boleh mengusap tangan kita kemuka?

    ini juga tidak ada tuntunannya dari rasulullah,
    Setelah selesai berdoa rasulullah tidak pernah mengusap muka,. bisa dilihat disini ulasannya

  18. mau tanya
    klo doa sebelum salam setelah tasyahud akhir
    bolehkah memanjatkan doa2 yang spesifik tapi bukan dalam bahasa arab?
    misal minta dipertemukan jodoh, minta kelulusan sekolah, minta dpt pekerjaan, minta hidup sederhana namun bahagia, dlm bahasa indonesia?
    soalnya klo bahasa arab saya sulit menemukan doa yang spesifik seperti itu

    terimakasih mas agus,.
    Boleh,..
    Padahal ada doa yang mudah dihafal, doa Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah, wafil aakhirati hasanah,.wakinaa adzaabannaar,. itu mencukupi utk kebaikan dunia dan akherat

  19. assalamu’alaikum, jujur saya baru tahu ttg tidak adanya tuntunan berdoa setelah sholat fardhu krn saya pernah baca waktu2 utk berdoa itu salah satunya adalah setelah sholat fardhu. yang ingin saya tanyakan bagaimana dengan membaca alquran, adakah waktu2 tertentu yg dianjurkan atau bebas saja?
    kalau membaca quran setiap selesai sholat fardhu bagaimana?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Membaca alquran juga tidak ada waktu-waktu khusus, bebas,
    Jika bebas, maka jangan mengkhususkan waktu tertentu tanpa ada dalil, contoh seperti malam jumat baca yasin, ini tidak ada dalilnya,. atau ketika ada orang mati dibacakan alquran,.ini juga tidak ada dalil atau contohnya,.

    Jadi silahkan baca alquran kapan saja,. bahkan saya juga sudah memposting trik cara mengkhatamkan alquran dalam satu bulan, silahkan lihat disini

    Jadi, boleh saja membaca alquran setelah selesai shalat, tapi bukan dengan keyakinan bahwa itu ada perintahnya dari Rasul,. khusus setelah selesai shalat,. jadi bebas saja,.

    • Maaf kawan, apa yang anda maksud “kapan saja”? Lalu disisi lain anda melarang pada tempat-tempat tertentu.

      Ucapan anda tidak konsisten. Pertanyaannya, apakah ada larangan Allah Swt dan RasulNya membaca Yasin di malam jumat?

      Justru kalau mengkhususkan pada waktu tertentu, tempat tertentu tanpa adanya dalil… maka disini masalahnya,.
      Jadi jika kita melakukan doa dengan mengkhususkan di tempat tertentu, waktu tertentu tanpa adanya dalil yang mengkhususkan , maka ini telah terjatuh dalam kebidahan,.

      Jadi saya konsisten, makanya tidak mengkhususkan waktu tertentu,..kapan saja,.

  20. mas, apakah yang dimaksud berdoa sebelum salam itu adalah ketika kita sujud akhir setelah membaca subhanarobbial a’laa 3X dan sujud2 lainnya, dan bolehkah kita mengadu dn mengeluh dan berdoa kepada Allah dengan bahasa Indonesia atau daerah, amin

    Doa sebelum salam itu setelah membaca doa tasyahud sebelum mengucapkan salam,
    Jika tidak bisa membaca doa yang berbahasa arab, maka boleh membaca doa dengan bahasa sendiri, sudah saya posting, silahkan baca disini

    • apa kah itu yang di namakan bid’ah, doa dlm sholat sebelum salam, apa kah itu gak termasuk menambah bacaan dlm sholat?

      Itu bukan bidah, bahkan dianjurkan oleh Rasulullah,

  21. Hukum mengusap wajah abis sholat

    Tidak ada perintahnya dari rasulullah, rasulullah tidak pernah mengusap mukanya setelah shalat, jadi ikuti cara rasulullah, dengan tidak mengusap muka setelah shalat

  22. Klw ingin bertanya lebih baik baca dulu Comen” yg sudah ada siapa tahu apa yg hendak kalian tanyakan sudah ada di comentar..

    betullll

  23. Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
    Saya mau tanya, tapi tidak ada hubungannya dgn ini hehe..
    saya mau tanya, hukum menggambar itu apa ya?

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Hukum menggambar, jika yang digambar itu makhluk hidup, maka ada ancamanya yang cukup berat, silahkan baca disini ulasannya

  24. Assalamualaikum…
    Saudaraku ada mau di tanyakan niih…
    Kalau dalam sholat ketika imam baca Alfatihah, lalu mereka ruku, sedangkan kita belum kelar baca Alfatihahnya,apa kah harus di teruskan baca Alfatihahnya atau langsung ikut ruku, soalnya saya sering melihat imam baca Alfatihahnya cepet, saya baru sampai 2 ayat mereka sudah ruku.. Mohon penjelasannya.. Terima kasih..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Makmum harus mengikuti gerakan imam walaupun blm selesai baca alfatihahnya,

    Jangan sampai ketinggalan gerakan imam,

  25. Assalamualaikum,
    Berdoa saat sujud dan sebelum salam itu apakah boleh di jaharkan atau cukup di dalam hati saja.kalau di jaharkan apakah itu menambah bacaan shalat jadinya.terima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    perlu diketahui, yang dilakukan di dalam hati itu CUMA NIAT saja,
    Selain itu wajib diucapkan di mulut, ada yang secara zahr, dan ada yang siir,.
    Bacaan atau doa dalam shalat spt doa istiftah,ruku,i’tidal,sujud,tahiyat, itu wajib diucapkan, tidak boleh cukup di hati,.
    Demikian pula doa yang kita panjatkan ketika sujud atau sebelum salam, itu wajib diucapkan, walaupun dengan siir, atau cukup kita saja yang mendengar,.
    \
    Dan itu tidak membatalkan shalat kita, bukan menambah bacaan shalat, justru itu Rasulullah yang memerintahkan, mencontohkannya,.

  26. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Saya anggota baru dalam rubrik ini.
    Ada yang saya mau tanyakan :
    1. Waktu mengerjakan shalat sunnah rawatib sebelum dzuhur, ashar, subuh (fajar), itu dilakukakan setelah kita mendengar adzan (masuk waktu) atau ketika kita masuk masjid tapi belum masuk waktu ?
    2. Apakah ada bacaan dzikir untuk setelah shalat sunnah ? Atau seteleh shalat sunnah langsung berdoa ?
    Mohon penjelasnnya. Wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    1. Itu dilakukan ketika sudah masuk waktu, jika bisa menjawab adzan, maka jawab adzan dulu, baru shalat,.
    Jika mengerjakannya di masjid, bisa digabung dengan shalat tahiyatul masjid, jadi cukup shalat dua rakaat diniatkan utk shalat tahiyatul masjid dan rawatib, bisa juga ditambah dengan shalat syukur wudhu, jadi mengerjakan dua rakaat saja dengan niat ketiga shalat tsb,

    2. Tidak ada bacaan dzikir khusus setelah shalat sunnah tsb,.. bisa langsung berdoa dengan mengangkat tangan,

  27. Pak diatas dikatakan boleh pada saat sblm salam boleh berdoa menggunakan bahasa indonesia,apakah itu tidak membatalkan sholat?

    atau bolehkah berdoa menggunakan bahasa indonesia sblm salam tetapi hanya di dalam hati tidak diucapkan?

    Tidak membatalkan, kan itu ada perintahnya dari Rasulullah, berdoa sebelum salam, berdoa saat sujud,.
    Jadi berdoa apa saja, kan dengan bahasa kita, jika tidak hafal doa dengan bahasa arab yang diajarkan oleh Rasul,.

    Dan doa itu diucapkan, bukan di hati, kalau di hati itu bukan doa,.
    Demikian pula bacaan-bacaan shalat, itu diucapkan di mulut, bukan di hati, kalau di hati saja, ini termasuk kesalahan dalam shalat, bahkan ada yang mengatakan shalatnya tidak sah, sudah saya posting di sini

    • Jadi boleh ya berdoa apa saja dengan bahasa kita contoh : sblm salam saya berdoa dengan mengucapkan “saya ingin dijauhkan dari segala masalah”

      boleh, pakai doa Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wafil aakhirati hasanah, waqinaa adzaabannaar,. ini saja, ini doa yang sangat bagus, dan mudah,. dan sudh mencukupi daripada doa anda di atas,.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*