Mau Bertaubat Dari Pacaran, Bagaimana Caranya? Salah Satunya PUTUSKAN PACAR ANDA SEKARANG JUGA..

Cara Bertaubat Dari Pacaran Putuskan Pacar Karena Allah Bertaubat Dari Pacaran Menyesal Mau Tobat Kata-kata Ingin Berhenti Pacaran Tapi Nikah Aja

3 Syarat Taubat dari Pacaran

ngaku-shalih-kok-pacaranTidak diragukan lagi bahwa taubat sesuatu yang harus bagi pelaku dosa, apalagi dosa tersebut adalah dosa besar.

Di antara hal yang membuat dosa bisa menjadi besar adalah jika maksiat di lakukan terus menerus. Contoh di antaranya yang menyebar di kaula muda adalah pacaran.

Berpacaran sudah jelas terlarang karena merupakan jalan menuju zina. Karena tidak ada pacaran yang bisa lepas dari jalan  yang haram.

Berbagai Sisi Pacaran itu Terlarang

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32).

Ibnu Katsir berkata mengenai ayat di atas, “Dalam ayat ini Allah melarang hamba-Nya dari zina dan dari hal-hal yang mendekati zina, yaitu segala hal yang menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada zina.”

Dan sudah tidak diragukan lagi bahwa pacaran adalah jalan menuju zina. Karena hati bisa tegoda dengan kata-kata cinta. Tangan bisa berbuat nakal dengan menyentuh pasangan yang bukan miliknya yang halal. Pandangan pun tidak bisa ditundukkan.

Dan tidak sedikit yang menempuh jalan pacaran yang terjerumus dalam zina. Makanya dapat kita katakan, pacaran itu terlarang karena alasan-alasan ini yang tidak bisa terbantahkan.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Dosa Mengharuskan Taubat

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At Tahrim: 8)

Dijelaskan oleh Ibnu Katsir rahimahullah bahwa makna taubat yang tulus (taubatan nashuhah) sebagaimana kata para ulama adalah, “Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang.”

Jika taubat harus memenuhi tiga syarat tersebut, maka tiga syarat orang yang taubat dari pacaran adalah:

1. Menyesal dan sedih telah berpacaran

2. Putuskan pacar sekarang juga

3. Bertekad tidak mau pacaran lagi dan menempuh jalan yang halal dengan nikah

Ujung Zina adalah Penyesalan

Luqman pernah berkata kepada anaknya,

يا بني، إياك والزنى، فإن أوله مخافة، وآخره ندامة

“Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 326)

Memang betul apa yang diutarakan oleh Luqman, seorang yang sholeh. Dan itu sesuai realita. Awal zina dipenuhi rasa khawatir.

Coba lihat saja apa yang dilakukan oleh orang yang hendak berzina. Awalnya mereka berusaha tidak terlihat orang lain.

Khawatir ada yang melihat perbuatan dosa mereka.

Ujung-ujungnya dipenuhi rasa penyesalan. Karena bisa jadi si wanita hamil. Si laki dituntut tanggung jawab.

Akhirnya pusing kepayang karena perut si wanita yang makin besar dan sulit ditutupi. Akhirnya yang ada adalah rasa malu. Naik ke pelaminan pun sudah dicap “jelek” karena terpaksa “Married because an accident”.

Semoga Allah mudahkan kita untuk senantiasa berada dalam kebaikan dan menjauhkan kita dari berbagai maksiat.

 

@ KSU, Riyadh, KSA, 28 Jumadats Tsaniyah 1433 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.remajaislam.com

SUMBER : http://remajaislam.com/gaya-muda/cinta/199-3-syarat-taubat-dari-pacaran.html

Kata Kata Taubat Penyesalan Muslimah Bertaubat Kata Kata Muslimah Berpacaran Mutusin Pacar Karna Pacaran Haram Gimana Cara Kita Berhenti Pacaran

11 Comments

  1. Astaghfirullahaladzim… Saya pernah melakukan zina, dan stlah sya kunjungi blog ini, sy jd takut akan adzab allah karan dosa sy yg bgtu banyak, apakah dosa sya bs diampuni allah ,,, mohon ijin share …

    mas sony, jangan berputus asa dari rahmat Allah, jangan putus asa, Allah akan mengampuni hambanya yang mau bertaubat dengan taubat nasuha, jangankan dosa zina dosa yang paling besar yaitu dosa syirik, Akan Allah ampuni jika pelakunya bertaubat dengan taubat nasuha, bagaimana cara taubat dari zina? sudah saya posting disini

  2. Assalamu’alaikum wr.wb
    Saya perempuan, saya sedang menjalani hubungan ‘pacaran’ dalam kurun waktu 4 bulan.
    Saya ingin sekali memutuskan hubungan pacaran saya ini karena saya takut semakin jauh terjerumus terhadap perbuatan yg dilarang Allah SWT.
    Bagaimanah kata2 yang baik dan santun untuk memutuskan hubungan pacaran ini ya, pak/bu? Mohon bimbingannya. Jazakallah. Wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Caranya, tidak usah dengan kata-kata, tapi kasih saja artikel ini,. diprint,. dan sampaikan di akhir artikel, saya tidak mau berbuat dosa lagi, pacaran itu haram dalam islam,. saya mau bertaubat kepada Allah,

    Untuk memutus supaya tidak bisa berhubungan lagi, ganti nomer hape anda, hapus nomer dia, hapus akun fb anda, tweeter, atau sarana2 yg bisa menjadi sebab berlanjutnya hubungan pacaran kamu,.

    Banyak artikel tentang pacaran di blog saya, silahkan anda pilih disini

  3. Saya udah pacaran setaun beberapa bulan lagi kita mau nikah tapi selama pacaran saya telah berbuat zina , apa pernikahan saya nanti bakalan sah ?

    Anda wajib bertaubat dari zina yang telah dilakukan, anda berdua wajib bertubat, jika ada salah satu yang tidak mau taubat, maka tidak boleh menikah, sebab statusnya sama dengan menikahi pezina,
    seorang muslim tidak boleh menikah dengan pezina,

    Cara taubat dari zina bisa dibaca disini

    Menikah bukanlah sebagai penebus dosa zina, dan bukanlah bentuk pertanggungjawaban seorang laki-laki kepada wanita yang dizinainya,.
    Sebab laki-laki yang menzinai wanita itu tidaklah wajib menikahi wanita tersebut,.dan laki-laki yang sperti itu bukanlah laki-laki yang bertanggungjawab, tapi laki-laki bejad, demikian pula wanita yang mau dipacari, itu bukanlah wanita baik-baik, tapi wanita yang mau merendahkan dirinya , bahkan terkadang lebih murah dari pelacur, zina dengan pelacur itu bayar, tapi zina dengan pacar itu gratis,. maka,.sadarlah,. silahkan baca ulasan ini

    Kalau bicara apakah nikahnya sah? Jika terpenuhi syarat sahnya nikah, maka tetap sah,
    Tapi perlu diingat, menikah bukanlah penebus dosa zina, jadi terhadap dosa zina, anda berdua wajib bertaubat dari zina yang telah anda lakukan,

  4. Assalamualaikum wr wb,
    Saya adalah seorang lelaki, daya memiliki nafsu biologis yang sangat tinggi. Saya merasa amat kesulitan dalam mengendalikan nya, saya sering melakukan onani untuk melampiaskan nya. Dan bagaimana cara nya agar nafsu biologis saya dapat berkurang dan dapat saya kendalikan dengan baik ?.. Terima kasih.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,>
    Jika memang anda sudah mampu untuk menikah, maka menikahlah,. jika belum mampu maka berpuasa,.

  5. Assalamualaikum wr wb.
    Saya ingin bertanya, saya dekat dengan seorang lelaki, awalnya hanya menganggap sahabat tetapi akhirnya kita jadi saling suka, saya dan lelaki itu dekat sekali kemana mana selalu berdua, tapi kita tidak pernah berbuat aneh aneh karena saya tau kita tdk ada hubungan atau pacaran.
    Dan apakah perbuatan saya dengan lelaki itu dosa?
    Mesti tidak berpacaran? Dan apakah saya harus berhenti menjauhinya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Ya, itu adalah hubungan yang terlarang,. tidak boleh dilanjutkan,.
    Dan itu bukan dosa kecil, berjabat tangan laki-laki dan wanita yang tidak halal saja dosanya besar sekali, apalagi selalu bepergian berdua, ini lebih besar lagi dosannya,.
    Dosa berjabat tangan laki-laki dan perempuan, seperti apa dosanya? silahkan baca disini

  6. Jadi kalau pria itu sayang kali sama kita.
    Sampai sampai dia enggak mau di putusin bagai mana?

    Mau sayang atau tidak, ga ada urusannya,. PUTUSIN SAJA, anda bertaubat dari pacaran,. jangan biarkan diri anda menjadi wanita murahan..
    Wanita yang mau dipacari, itu bukan wanita baik-baik,.. tapi seperti wanita yang sedang belajar menjadi pelacur murahan,.
    Laki-laki yang mau memacari wanita, itu laki-laki yang tidak bertanggung jawab,. itu laki-laki yang ingin merusak kehormatan wanita yang dipacarinya,.

    Jadi, jadilah wanita cerdas,.. tidak ada pacar sholeh atau sholihah,. pacaran hakekatnya sedang belajar menjadi pelacur murahan, ulasannya bisa dibaca disini

  7. Assalamualaikum,

    saya adalah seorang anak smk. Lalu bagaimana caranya agar perzinahan itu tidak diketahui oleh orang tua?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Bertaubatlah dari zina yang kamu lakukan, taubat juga dari pacaran, sebab itu haram hukumnya dalam islam,

    Tidak usah menceritakan zina yang kamu lakukan pada ortu kamu, itu akan sangat menyakiti hatinya, ibarat kamu memberikan kotoran ke muka orangtuamu,

  8. Assalamualaikum wr.wb
    Langsung saja mohon saya ingin bertanya.. :
    Dengan bapak saya mau bertanya bagaimana hukumnya bila Orang yg sudah zinah (Berpegang”an tubuh dan kelamin) BELUMBsampai intim dan sampai hamil Kedua pasangan tersebut sudah Taubatan nasuha dengan sebenar”nya.. Dan telah menyesalinya sampai setengah hidupnya.
    Dan betulkah akan di terima taubatnya bila bersungguh” dan menyesalinya.
    Dan satu lagi..

    Bolehkah keduanya melanjut menikah karena sudah saling mencintai dan tidak tega meninggalkan dan Pastinya sudah Bersumpah bertaubat tidak mengulanginya lagi.. Sekian
    Terimakasih Wassalamuqlaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Wajib bertaubat dari pacaran, sebab pacaran jalan menuju zina,.
    Jika sudah bertaubat, boleh menikah, dan lebih baik daripada terjerumus dalam pacaran, segeran menikah saja,.

  9. Assalamualaikum wr wb.
    Saya sedang melakukan hubungan pacaran lebih dari setahun, tapi saya gak pernah ketemuan apalagi zina, dan saya mau serius dngn pacar saya, apakah pacaran saya dosa.?
    Makasih,
    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Berdosa mba,
    Menjalin hubungan asmara bukan dibawah tali pernikahan itu adalah DOSA, pelakunya wajib bertaubat,.
    Apalagi sampai setahun, awalnya memang tidak zina, tapi mba sedang menempuh jalan menuju zina,.
    Jadi sebaiknya bertaubat mba dari pacaran, bagaimana caranya? silahkan baca di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*