Apakah Seseorang Itu Masuk Surga atauNeraka, Itu Sudah Ditetapkan 50 ribu tahun sebelum alam semesta diciptakan

Gambar Surga Neraka Apakah Allah Mengetahui Si Fulan Masuk Surga Atau Neraka Surga & Neraka Sudah Di Tentukan Contoh Kongrit Jika Memilih Surga Apakah Manusia Hidup Sudah Ditakdirkan Di Neraka Dan Surga

SEGALA SESUATU TELAH DITENTUKAN DAN MANUSIA DIBERI PILIHAN

masuk surga dan neraka sudah ditentukanOleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ditanya : “Tentang Qadar ; apakah pokok perbuatan telah di takdirkan, sementara manusia diberi kebebasan memilih (punya kebebasan) cara pelaksanaannya ?

Sebagai contoh apabila Allah telah mentakdirkan seorang hamba untuk membangun masjid, maka dia pasti membangun masjid, akan tetapi Dia (Allah) membiarkan akalnya untuk memilih cara membangun. Begitu juga, apabila Allah telah mentakdirkan kema’syiatan, maka manusia sudah barang tentu melakukannya, akan tetapi Dia membiarkan akalnya untuk memilih cara melaksanakannya. Ringkasnya manusia itu diberi kebebasan memilih cara melaksanakan sesuatu yang telah ditakdirkan kepadanya. Apakah itu benar ?”

Jawaban

Masalah ini (Qadar) memang menjadi pusat perdebatan di kalangan umat manusia sejak zaman dahulu. Oleh karena itu, dalam hal ini mereka dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, yaitu dua kelompok saling kontroversial dan satu kelompok sebagai penengah.

Kelompok Pertama.
Memandang pada keumuman Qadar Allah, sehingga dia buta tentang kebebasan memilih hamba. Dia mengatakan : “Sesungguhnya dia dipaksa dalam segala perbuatannya dan tidak mempunyai kebebasan memilih jalannya sendiri. Maka jatuhnya seseorang dari atap bersama angin dan sebagainya sama dengan turun dari atap tersebut dengan tangga sesuai dengan pilihannya sendiri.

Kelompok Kedua.
Memandang bahwa seorang hamba melakukan dan meninggalkan sesuatu dengan pilihannya sendiri, sehingga dia buta dari Qadar Allah. Dia mengatakan bahwa seorang hamba bebas memilih semua perbuatannya dan tidak ada hubungannya dengan Qadar Allah.

Kelompok Penengah.
Maka mereka melihat dua sebab. Mereka memandang pada keumuman Qadar Allah dan sekaligus kebebasan memilih hamba-Nya. Maka mereka mengatakan : “Sesungguhnya perbuatan hamba terjadi karena Qadar Allah dan dengan pilihan hamba itu sendiri. Dia tentu tahu perbedaan antara jatuhnya seseorang dari atap karena angin dan semisalnya dengan turun melalui tangga atas pilihannya sendiri. Yang pertama adalah orang yang melakukannya diluar pilihannya dan yang kedua dengan pilihannya sendiri.

Masing-masing dari keduanya terjadi karena Qadha’ dan Qadar Allah yang tidak akan terjadi dalam kerajaan-Nya apa yang tidak Dia kehendaki, akan tetapi sesuatu yang terjadi dengan pilihan seorang berhubungan dengan taklif (pembebanan/hukum) dan dia tidak punya alasan Qadar dalam melanggar apa yang telah dibebankan kepadanya, baik berupa perintah maupun larangan. Karena dia melakukan sesuatu yang menyalahi (hukum Allah) dan ketika melakukannya dia belum tahu apa yang ditakdirkan kepadanya.

Maka perlakuan tersebut menjadi sebab siksaan, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, ketika dia dipaksa oleh seseorang untuk melakukan sesuatu yang menyalahi (hukum Allah), maka tidak ada hukum dan siksaan atas perbuatan tersebut karena keterpaksaannya, Apabila manusia mengetahui bahwa melarikan diri dari api ke tempat yang lebih aman adalah pilihannya sendiri dan bahwa kedatangan ke rumah bagus, luas dan layak tinggal juga merupakan pilihannya, di sisi lain dia juga meyakini bahwa melarikan diri dan kedatangan tersebut terjadi karena Qadha’ dan Qadar Allah.

Sedangkan tetap tinggal (di rumah tersebut) sehingga ditelan api dan ketelatannya untuk menempati rumah dapat dikatakan menyia-nyiakan kesempatan yang berakibat penyesalan. Maka kenapa dia tidak memahami ini dalam hal kecerobohannya dengan meninggalkan sebab-sebab yang bisa menyelamatkan dirinya dari neraka akhirat dan menggiringnya untuk masuk jannah.?

Adapun gambaran bahwa ketika Allah telah mentakdirkan seorang hamba untuk membangun masjid, maka dia pasti akan membangun masjid, akan tetapi Dia (Allah) membiarkan akalnya dalam menentukan cara membangun, adalah gambaran yang kurang tepat. Karena gambaran tersebut mengindikasikan bahwa cara membangun adalah kebebasan akal dan tidak terkait dengan Qadar Allah di dalamnya dan sumber pikiran (untuk membangun) semata-mata karena kekuasaan Qadar dan tidak ada kaitannya pilihan (hamba) di dalamnya.

Hal yang benar adalah sumber pikiran membangun merupakan bagian dari pilihan manusia karena dia tidak dipaksakan, sebagaimana dia tidak dipaksa untuk merenovasi rumahnya atau membongkarnya, Akan tetapi munculnya pikiran tersebut, sebenarnya telah ditakdirkan oleh Allah tanpa ia sadari, karena dia belum tahu bahwa Allah telah mentakdirkan apapun kecuali setelah terjadinya, karena Qadar itu rahasia dan tertutup yang tak dapat diketahui kecuali melalui petunjuk Allah dalam bentuk wahyu atau kejadian nyata. Begitu juga cara membangun tetap dalam Qadar Allah, karena Allah telah menetapkan segala sesuatu, baik secara global maupun rinci dan tidak mungkin menusia bisa memilih sesuatu yang tidak dikehendaki dan ditetapkan Allah, akan tetapi bila seseorang memilih sesuatu dan melakukannnya maka dia baru tahu dengan yakin bahwa hal tersebut telah ditetapkan Allah.

Dengan demikian, manusia diberi kebebasan memilih berbagai sebab nyata yang telah ditetapkan Allah sebagai sebab terjadinya perbuatan dan ketika melakukannya manusia tidak merasa dipaksa oleh siapapun. Akan tetapi, bila dia telah melakukan perbuatan tersebut berdasarkan sebab-sebab yang telah dijadikan Allah sebagai sebab, maka kita baru tahu dengan yakin bahwa Allah telah menetapkannya (mentadkdirkan), baik secara global maupun rinci.

Demikian juga, kami bisa berbicara tentang perbuatan maksiat manusia, dimana kamu mengatakan : “Sesungguhnya Allah telah mentakdirkan kepadanya perbuatan makiat, sehingga dia pasti melakukannya. Akan tetapi Dia (Allah) membiarkan (menyerahkan) kepada akalnya tentang cara pelaksanaannya”.

Maka dalam hal ini, kami katakan sebagaimana yang telah kami sampaiakan dalam hal pembangunan masjid di atas ; Sesungguhnya Qadar Allah kepadanya untuk melakukan ma’siyat tidak berarti menghilangkan kebebasan (memilih)nya. Karena ketika dia memilih perbuatan tersebut (makiat) dia belum tahu apa yang ditakdirkan Allah kepadanya, lalu dia melakukan perbuatan tersebut sesuai dengan pilihannya dan tidak merasa dipaksa oleh siapapun.

Akan tetapi ketika dia telah melakukannya, maka kita baru mengetahui bahwa Allah telah mentakdirkan perbuatan tersebut kepadanya. begitu juga, cara pelaksanaan maksiat dan proses menuju ke sana yang terjadi dengan pilihan manusia tidak berarti menghilangkan Qadar Allah. Karena Allah telah mentakdirkan segala sesuatu, baik secara global maupun rinci dan telah menetapkan sebab-sebab menuju ke sana dan seluruh perbuatan-Nya tidak terlepas dari Qadar-Nya dan begitu juga perbuatan hamba-Nya, baik yang bersifat ikhtiyari (sesuai pilihan) maupun idhthirari (terpaksa),

Allah berfirman.

“Artinya : Apakah kamu belum tahu bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan bumi, sesungguhnya hal itu telah ada dalam Kitab, sesungguhnya itu bagi Allah sangat mudah” [Al-Hajj : 70]

Allah juga berfirman.

“Artinya : Begitu juga Aku telah menjadikan bagi setiap nabi musuh yang berupa syetan-syetan dari bangsa Manusia dan Jin yang sebagian menyampaikan kepada sebagian lain ucapan palsu. Dan apabila Rabb-mu menghendaki, maka mereka tidak melakukannya (kebohongan). Maka tinggalkanlah mereka dan kebohongannya” [Al-An’am : 12]

Allah juga berfirman.

“Artinya : Begitu juga Allah telah menghiasi kebanyakan orang-orang musyrik dengan pembunuhan anak-anak mereka kepada teman-teman mereka untuk menarik mereka dan meremangkan agama mereka. Apabila Allah menghendaki, maka mereka tidak melakukannya. Maka tinggalkanlah mereka dan kebohongan mereka” [Al-An’am : 137]

Dia juga berfirman.

“Artinya : Kalau Allah menghendaki, maka tidaklah saling membunuh orang-orang setelah mereka setelah datang penjelasan kepada mereka. Akan tetapi mereka saling berselisih, sehingga sebagian mereka ada yang beriman dan sebagian ada yang kafir. Kalau Allah menghendaki, maka mereka tidak saling membunuh” [Al-Baqarah : 253]

Setelah itu, maka sebaiknya seseorang tidak membicarakan dengan diri sendiri atau dengan orang lain tentang persoalan seperti ini yang akan berakibat gangguan dan menimbulkan prasangka adanya pertentangan antara Syari’ah dengan Qadar.

Karena hal itu bukanlah merupakan kebiasaan sahabat, padahal mereka orang yang paling semangat untuk mengetahui berbagai kebenaran dan lebih dekat dengan nara sumber dan pemecahan kesedihan. Disebutkan dalam Shahihul Bukhari dari Ali bin Abi Thalib bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Tak seorangpun dari kamu kecuali telah tertulis tempatnya di surga atau tempatnya di neraka”

Kemudian (sahabat) bertanya : “Ya Rasulullah, apakah kita tidak menyerah saja” (Dalam suatu riwayat disebutkan :’Apakah kita tidak menyerah saja pada catatan kita dan meninggalkan amal).

Beliau menjawab : “Jangan, beramallah, setiap orang dipermudah (menuju takdirnya)”. (Dalam suatu riwayat disebutkan : “Beramallah, karena setiap orang dipermudah menuju sesuatu yang telah diciptakan untuknya”). Orang yang termasuk ahli kebahagian, maka dia dipermudah menuju perbuatan ahli kebahagiaan. Adapun orang yang termasuk ahli celaka, maka dia dipermudah menuju perbuatan ahli celaka”.

Kemudian beliau membaca ayat : “Adapun orang yang memberi dan bertaqwa dan membenarkan kebaikan, maka Aku akan mempermudahnya menuju kemudahan. Adapun orang yang bakhil dan menumpuk kekayaan dan mebohongkan kebaikan, maka Aku akan mempermudahnya menuju kesulitan”.

Dari hadits di atas, jelaslah bahwa Nabi melarang sikap menyerah pada catatan (takdir) dan meninggalkan beramal, karena tak ada peluang untuk mengetahuinya dan beliau menyuruh hamba untuk berbuat semampu mungkin, yang berupa amal. Beliau mengambil dalil dengan ayat yang menunjukkan bahwa orang yang beramal shalih dan beriman, amal dia akan dipermudah menuju kemudahan. Ini merupakan obat yang berharga dan mujarab, di mana seorang hamba akan mendapatkan puncak kesejahteraan dan kebahagiaannya dengan mendorong untuk beramal shalih yang dibangun di atas landasan iman dan dia akan bergembira dengannya karena ia akan didekatkan dengan taufiq menuju kemudahan di dunia dan akhirat.

Saya memohon kepada Allah agar memberikan taufiq kepada kita semua untuk melakukan amal shalih dan mempermudah kita menuju kemudahan dan menajauhkan kita dari kesulitan dan mengampuni dia akhirat dan dunia. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.

[Disalin kitab Al-Qadha’ wal Qadar edisi Indonesia Tanya Jawab Tentang Qadha dan Qadar, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin’, terbitan Pustaka At-Tibyan, penerjemah Abu Idris]

sumber : http://almanhaj.or.id/content/236/slash/0/segala-sesuatu-telah-ditentukan-dan-manusia-diberi-pilihan/

Print Friendly, PDF & Email

Allah 50 Tahun Sebelum Apakah Takdir Mengatur Kita Surga Atau Neraka Kita Tdk Bisa Berbuat Apa2 Klo Allah Blum Menghendaki Apakah Allah Tau Kita Akan Ke Neraka Atau Surga? Takdir Manusia Masuk Surga Atau Neraka

21 Comments

  1. Assalamualaikum Wr Wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mohon izin nanya…
    1.adakah takdir yg bisa diubah (dengan izin ALLAH) melalui ikhtiar dan doa

    terimakasih sebelumnya, sudah mampir dan komentar di blog saya,
    perlu anda ketahui, semua perbuatan yang dilakukan makhluk ciptaan allah itu adalah bagian dari takdir, jadi ikhtiar dan doa itu juga sudah dicatat 50ribu tahun sebelum alam diciptakan, Allah sudah mengetahui bahwa seseorang tersebut akan berdoa dan berikhtiar sehingga nasibnya berubah,

    2.lalu kalau seseorang memang ditakdirkan masuk neraka,maka sebesar apapun usahanya untuk meraih Surga maka tetap aja ujung-ujungnya tetap saja masuk neraka,bukankah begitu.
    demikian dan mohon penjelasannya.

    Betul sekali,tapi tidak ada seorangpun yang mengetahui bagaimana akhir hidupnya, itu rahasia allah,tidak ada yang mengetahui apakah kita akan masuk surga atau neraka,

    Dulu para sahabat ketika mendengar tentang manusia sudah ditetapkan bakal masuk neraka atau surga, mereka juga bertanya kepada rasulullah, bahwa kalau begitu tidak usah beramal, toh nantinya sudah ditentukan apakah masuk surga atau neraka, tapi apa jawab rasulullah?

    apakah betul kita disuruh diam saja tidak beramal, toh nantinya akan disampaikan kepada takdir yang sudah ditetapkannya?

    tidak, tapi kata rasulullah : beramallah, karena masing-masing akan dimudahkan menuju tempat kembalinya, jika yg ditakdirkan masuk surga, maka akan dimudahkan utk beramal dengan amalan ahli surga, dan jika ditakdirkan masuk neraka, maka akan dimudahkan utk beramal dengan amalan ahli neraka,

    Nah, dengan hal tsb maka kita menjadi mawas diri, jangan-jangan kita ditakdirkan masuk neraka, makanya kita beramal dengan amalan ahli surga, supaya kita tidak menjadi ahli neraka, bukan kita merasa pede, atau mengetahui bahwa kita akan masuk surga atau neraka, atau kita malah putus asa, ngapain kita beramal, toh ujung-ujungnya bakal masuk neraka,. bukan begitu, justru dengan kabar dari rasulullah tsb membuat kita giat beramal dgn amalan ahli surga, dgn harapan mudah-mudahan kita dimasukan menjadi ahli surga,

    Dan jika kita sudah beramal dengan amalan ahli surga, maka jangan merasa PEDE bahwa kita pasti akan masuk surga, karena kita tidak mengetahui bagaimana akhir dari kehidupan kita, kita hanya berdoa dan berikhtiar dgn amalan ahli surga dengan harapan Allah memasukan kita kedalam surga,

    Mudah-mudahan penjelasannya bisa dipahami,

    Oh iya, di artikel diatas juga ada penjelasan ttg pertanyaan sahabat kepada rasulullah, silahkan baca di akhir artikel, itu juga sudah jelas,.

  2. Trimakasih banyak atas segala penjelasan dari Pak,

    mohon Do’a nya agar saya dapat mengamalkan segala nasehat-nasehat yg telah diberikan.
    mohon maaf juga jika dalam penulisan saya,terdapat salah ketik atau menyusunan kata yg tidak beraturan,sehingga mungkin membuat bpk sedikit agak bingung memahaminya,semua karna kebodohan saya yg memang masih dalam tahap pembelajaran.
    Trimakasih.
    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Mudah-mudahan saya,anda dan kaum muslimin diberikan keistiqamahan dalam mengikuti ajaran islam dengan pamahaman para sahabat,. amiin..
    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

  3. Assalaamualaikum Wr Wb.
    Apakah maksud dari ucapan Rasulullah SAW itu begini Mas. Kalau seseorang yang ditakdirkan masuk neraka maka dia akan mudah berbuat buruk dan dia akan mendapat byk tantangan dlm berbuat baik.

    Dan mungkin dgn usahanya yg berat utk berbuat baik karena byk tantangan dan Allah SWT melihat usahanya yg hebat, akhirnya org tersebut dimasukkan ke surga oleh Allah SWT. Dan berlaku jg sebaliknya.

    Karena seseorang tersebut dimudahkan Allah SWT utk berbuat baik tapi dia lbh suka berbuat buruk maka Allah SWT marah & mengharamkan surga atas orang tersebut.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih Widia, coba mba widia lebih teliti lagi membaca artikel tsb,
    Perkataan Rasulullah itu untuk menjawab pertanyaan sahabat setelah mendengar ucapan rasul,

    Sahabat beranggapan jika sudah seperti itu, siapa yang masuk neraka, dan siapa yang masuk surga sudah ditentukan, berarti tinggal kita bersandar saja, toh nantinya jika ditakdirkan masuk surga, maka pasti masuk surga,.

    itu anggapan di benak sahabat, kemudian rasulullah menjelaskan,.

    Tidak seperti itu,. tidak boleh bersandar kepada takdir, tapi tetap ada upaya,

    Kenapa ada upaya? sebab kita tidak tahu apakah takdir kita ke SURGA atau NERAKA,.

    Coba perhatikan lagi bunyi haditsnya :

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Tak seorangpun dari kamu kecuali telah tertulis tempatnya di surga atau tempatnya di neraka”

    Kemudian (sahabat) bertanya : “Ya Rasulullah, apakah kita tidak menyerah saja” (Dalam suatu riwayat disebutkan :’Apakah kita tidak menyerah saja pada catatan kita dan meninggalkan amal).

    Beliau menjawab : “Jangan, beramallah, setiap orang dipermudah (menuju takdirnya)”.

    (Dalam suatu riwayat disebutkan : “Beramallah, karena setiap orang dipermudah menuju sesuatu yang telah diciptakan untuknya”).

    Orang yang termasuk ahli kebahagian, maka dia dipermudah menuju perbuatan ahli kebahagiaan. Adapun orang yang termasuk ahli celaka, maka dia dipermudah menuju perbuatan ahli celaka”.

    Mudah2an bisa dipahami, jika belum paham silahkan komentar lagi,

  4. kasihan yah, orang penghuni neraka…
    hidup cuma bentar masuk neraka…
    ya Allah semoga aku masuk surga…

    masing-masing akan mendapatkan sesuai dengan upayanya di dunia,. sebab orang yang ditakdirkan akan masuk surga, maka akan dimudahkan untuk melakukan amalan yang menuju ke surga, dan yang ditakdirkan masuk neraka akan dimudahkan untuk menempuh jalan-jalan ke neraka,.. dan manusia diberi pilihan,. maka jadilah manusia yang cerdas,

  5. assalamualaikum….
    Terimakasih atas penjelasannya mengenai Takdir, dari Puluhan Tulisan Yang Sudah Saya baca di blog ini, ulasan Mengenai takdir ini Yg membuat Saya paling bersemangat Untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah dan smakin mendekatkan diri pada ALLAH…
    Sekali Lagi terimakasih , Teruskan Dakwah Anda, Semoga ALLAH memberikan balasan Kebaikan kepada Anda dan kita Semua…
    Wassalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Alhamdulillah,. mudah-mudahan Allah mematikan kita diatas keimanan dan ketaqwaan, sehingga dimasukan oleh Allah ke dalam rahmatnya,.

  6. Assalamua’laikum
    misal jika bgini mas banjir di jkt..apakh itu sdh trtulis sblm 50rbth pncptaan alam ini??
    ataukah itu krna perbuatan manusia sndri yg buang sampah seenaknya?

    apakah ada amalan yg dpt merubh takdir?

    trus mngenai sseorg sdh trtlis hdupnya miskin..

    tpi ssorg tsb giat dlm berusaha,,bagaimana itu mas?
    apakah perbuatan manusia dlm kemaksiatan,,smisal sseorg berzina si fulan sm si fulanah..apakah itu jg takdir Allah kalo dia akan bermaksiat..

    trus kalo seseorg sdh d takdirkan surga,,tpi khidpnnya bnyk mksiat Ģĭмāήα mas?
    trus sbliknya..org ahli neraka tp dia bnyk amaln sholeh??
    mksih mas
    wassalamua’laikum.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Betul sekali mas, itu sudah tertulis 50 ribu tahun sebelum alam semesta ini diciptakan,.
    bahkan anda menulis komentar, dan saya menjawab komentar anda, itu juga sdh tertulis 50 ribu tahun sebelum alam semesta ini tercipta,.
    Takdir, dia miskin, kaya, atau proses menuju kaya, dia beramal shalih, atau bermaksiat,. itu semua sdh tertulis 50 ribu tahun sebelum alam ini tercipta,.
    Jadi tidak ada yang meleset sedikitpun dari takdir Allah yang sudah tertulis tsb,.. bahkan anda mengedipkan mata anda, itu sdh tertulis,.

    Akhir kematian seseorang, apakah kematian yang baik atau tidak, itu juga sdh tertulis,.
    Dan tidak ada manusia yang tahu bagaimana akhir kehidupannya,.

    • Ђĕђĕђĕ.. ♣мαкαѕιн♣ mas jawabnnya…
      bermanfaat sekali..
      trus bgini mas,,sy tu pngn2 bgt berhnti dri merokok mas..krm sy tau ttg rokok dr artikel pny mas bhw rokok itu haram..tpi susah bgt mas klo bngong sdkit lgsg merokok..

      Mas, anda baca tidak apa yang tertulis di bungkus rokok? Rokok Membunuhmu,. bukankah demikian?
      Jadi orang yang merokok dia pada hakekatnya sedang berusaha bunuh diri,. namun belum berhasil,. dan itu dilakukan tiap hari,. bukan gratis, anda membayar mahal untuk hal ini,.
      Apa bedanya orang yang bunuh diri dengan gantung diri dan dengan rokok?
      Orang bunuh diri dengan gantung diri, mungkin bisa langsung mati,.
      Orang yang bunuh diri dengan cara minum baygon, mungkin bisa langsung mati,.
      Tapi berbeda dengan yang mencoba bunuh diri dengan rokok,. ngga mati-mati, bahkan merasa bangga orang yang melakukannya,..
      Betul2 laki-laki perkasa, mencoba bunuh diri berulangkali tapi kok ngga mati-mati,.

      trus,. orang yang mati bunuh diri dengan gantung diri, hanya dia saja yang mati,
      Tapi yang bunuh diri dengan rokok, orang-orang yang dicintainya juga bisa ikut mati,. istrinya, anaknya,. bukankah perokok pasif itu lebih berbahaya dari perokok aktif??

      Jadi perokok itu orang yang sangat jahat sekali, melebihi teroris yang ngebom disana-sini,.
      Para teroris itu membunuh karena kebencian kepada orang yang dibunuhnya,. sedangkan para perokok…
      Membunuh orang-orang yang dicintainya, orang-orang terdekatnya tanpa kenal kasihan,. dan para perokok itu melakukan dengan senang hati,. so… perokok itu teroris berdarah dingin,.. tidak menyayangi tubuhnya sendiri, juga orang-orang terdekat yang dicintainya,. bahkan,.. janin yang di dalam perut pun ga lepas dari kejahatan para perokok,

      apakh sy hrus berpsrah sm qadar Allah sbgai perokok..ataukah msti qodho dari diri sndri?

      Anda jangan pasrah, anda dikasih pilihan. jika ditawarkan kepada anda madu dan racun, anda pilih mana? apakah anda pasrah terhadap takdir?? tidak,.. ANDA harus memilih dengan pilihan cerdas,. pilih madu doong,. bukan pilih racun,.
      Anda masih punya akal bukan?? kalau akal anda sudah tidak ada, maka tidak berdosa anda melakukan apa saja,. bahkan tidak wajib shalat orang yang ga punya akal,.

      Silahkan baca, hukuman bagi perokok,. silahkan klik disini

      • Assalamualaikum wr.wb admin..
        Maaf sebelumnya saya cuma mau tanya min.
        Kalo memang rokok itu haram hukumnya karna bisa membunuh diri sendiri dan orang lain.
        Bagi yg berumur 40-60th contohnya,saya mau tanya gula sama rokok bahaya mana?tapi kenapa setiap beli gula ga ada tulisan (gula/nasi bisa membunuhmu)
        Klo bicara bahaya untuk orang lain,kenapa asap motor tidak disebutkan juga klo bisa membunuh padahal jelas dijalan pasti banyak asap motor dan debu yg bisa merusak paru-paru manusia (dan kenapa di shorum/diler tidak ada juga tulisan MOTOR MEMBUNUHMU)
        Trimakasi dan wassalamualaikum wr.wb

        Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.

        Saya jawab masalah gula dulu ya,.
        Gula itu halal hukumnya, tapi bagi orang tertentu maka haram hukumnya,.
        Contoh misalkan ada orang yang terkena penyakit, jika dia mengkonsumsi gula, maka bisa menyebabkan penyakitnya parah sehingga bisa fatal atau bisa mati, maka hukum gula bagi orang itu HARAM,..

        rokok, orang kafir pun sepakat, itu sangat berbahaya,. dan orang yang masih normal akalnya juga membenarkan,..
        Jika rokok itu baik, maka perokok akan membiarkan istrinya merokok, akan membiarkan anak-anaknya merokok,.

        Adapun asap knalpot, itu justru racunnya lebih sedikit daripada rokok, harusnya para perokok tuh mending nyedot asap knalpot saja, gratis, ga usah beli,.
        Kalau anda ke dealer, apakah knalpotnya dibiarkan bebas? tidak, ada pipa pembuangan asap yang dimasukan ke knalpot, iya kan…

        Tapi mekaniknya masih pegang rokok… ada ya,.? he..he..he…

        Rokok,. orang jahat selevel abu jahal, abu lahab saja ngga pada ngerokok,. lah kok ya ada orang islam yang doyan rokok? silahkan baca sejarah rokok postingan ini

  7. maaf mas..
    saya mau tanya.kalau nasib itu termasuk qodho apa qodhar nya allah..?
    mohon jwaban nya mas..terimaksih

    ya, itu adalah qodho dan qodar yang sudah Allah tetapkan,
    silahkan baca disini mas tentang apa itu qodho dan qadar, klik disini

  8. assalamualaikum,
    jadi maksudnya,betapapun ia gigih beramal untuk dapatkan syurga, tetap akan masuk neraka jika itu yang telah ditetapkan baginya? begitu kah? apakah ada amalan yang dapat mengubah takdir?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Akhir kehidupan manusia, tidak ada yang tahu mas,.
    Apalagi saat sakaratul maut,.
    Kita melihat orang rajin beramal, beribadah, kita tidak tahu apa motivasi orang tersebut beramal,.
    Belum lagi dilihat amalannya, apakah amalan bidah atau sunnah,.
    Kita hanya menempuh upaya , bukan memvonis,
    Jadi apakah seseoarang itu masuk surga atau neraka, itu rahasia Allah, tidak ada manusia yang tahu,.
    Jadi berusahalah beramal shalih, mudah2an itu menjadi jalan menuju surga, sebab ciri orang yang ditakdirkan masuk surga, Allah mudahkan orang tersebut menempuh jalan2 menuju surga, diantaranya dengan beramal shalih,.

    Takdir yang Allah tetapkan, yang ada di lauhil mahfudz, itu tidak pernah akan berubah,. sudah tetap, paten,.
    Dan tidak ada orang yang mengetahui takdir yang akan menimpa dirinya, apakah dia akan masuk surga atau neraka,.

    Amalan manusia, itu juga sudah ditakdirkan oleh Allah, apakah dia menjadi baik, buruk, islam atau kafir, itu sudah ditakdirkan oleh Allah

  9. hamba Allah..di jakbar
    assalamualaikum..wr.wb
    maaaf pak,saya mau tanya.apabila seseorang pasrah terhadap usahanya misalkan usaha tas..

    tetapi penghasilan yg ia dpt tidak ada..melainkan kerugian n utang saja yg ada..

    bhkn modal pun tak punya..

    saya menganjurkan dia untuk bekerja..
    tetapi dia tidak mau.hanya mengharap rezeki dr allah smata..
    smntara usaha tdk ada..

    bukan kah dlm hadist pernah disebutkan.allah tdk akan merubah nasib seseorang bila seseorang itu tdk mengubahnya..saya mohon solusinya pak dr masalah ini..terimaksih

    Jika usahanya itu rugi terus, dan jika diteruskan akan semakin merugi, maka jangan diteruskan, tapi ganti usaha lainnya,.
    Usaha itu diperlukan, setelah kita berusaha, kita pasrah terhadap hasilnya,. bukan pasrah saja tanpa usaha, ini keliru,

    Ibarat makanan sudah ada didepan kita, lalu kita pasrah kepada takdir Allah,.. maka makanan tersebut tidak akan berjalan sendiri masuk ke dalam mulut kita,.. tapi perlu usaha dengan kita menggerakan tangan utk meraih makanan tersebut,.

    Ayat diatas juga menjelaskan Allah akan merubah suatu kaum, jika kaum tsb merubah apa yang ada pada dari mereka,. jadi bukan kaum tersebut berdiam diri tanpa mengerjakan apa-apa, lalu allah merubahnya, .. tapi berbuatlah,. dan pasrahkan hasilnya kepada Allah,

  10. Assalamualaikum akhii…
    Saya pernah mendengar penjelasan dr Zakir Naik mengenai masalah takdir ini dan penjelasan beliau sangat masuk akal dan tidak bertentangan dg dalil.

    Beliau memberi contoh seseorang ketika di suatu jalan apakah dia akan mengambil jalan ke kanan atau ke kiri, pilihan itu ditentukan sendiri olehnya, akan tetapi Allah sbg rabb yg maha mengetahui yg ditanganNya kunci perbendaharaan ilmu ghaib tahu dg pasti jalan mana yg akan orang itu ambil dan tertulislah pilihan kita itu dalam kitabNya….

    Dengan model pemahaman seperti ini dalam memahami takdir, maka tidak bertentangan dg hadits dr Ali dan jg dg dalil QS Al Insan ayat 3 “Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yg lurus, ada yg bersyukur dan ada pula yg kafir” serta sesuai jg dg dalil QS Al Balad ayat 10-11 “dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Tetapi dia tidak menempuh jalan yg mendaki lg sukar”.
    Dalam ayat tsb Allah menyebutkan bahwa yg tidak menempuh jalan surga itu manusia itu sendiri.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Iya, dan pilihan orang tersebut itu sudah tertulis 50 ribu tahun sebelum alam ini diciptakan,. bahwa nanti orang tersebut akan memilih, dan pilihannya itu PASTI TIDAK AKAN MELESET SEDIKITPUN DARI APA2 YG SUDAH ALLAH TULIS DI LAUHIL MAHFUDZ

  11. Mohon bantuanya pak, dari pembahasan diatas menurut pemahaman pribadi saya seperti ini :

    Ketetapan ALLAH adalah ketetapan yg didasari oleh pilihan manusia itu sendiri.

    Karena jika tidak maka akan ada anggapan ketidak adilan bagi yg ditetapkan masuk neraka.

    Padahal itu adalah pilihan mereka sendiri yg sudah ALLAH ketahui kemudian ditulis dan dijadikan ketetapan.

    Monhon bantuan tanggapanya pak.

    Tidak betul pak,.
    yang benar,. semua perbuatan manusia itu sudah Allah tetapkan,..
    Jangankan masalah masuk surga atau neraka,. kedipan mata manusia, tarikan nafas manusia, itu sudah Allah tetapkan,. tidak akan meleset dari yang Allah tetapkan,..

    Sampai dedaunan yang jatuh, semut yang berjalan di batu yang gelap, di tempat yang gelap, itu juga Allah yang menetapkan,..

    Jadi bukan pilihan manusia yang sudah diketahui oleh Allah,.

    Tapi manusia diberi pilihan,.. dan pilihan yang dilakukannya tidak akan lepas dari takdir Allah, tidak akan lepas dari ketetapan Allah,.

    Saya berikan perumpamaan,. jika pada anda ditawarkan apel dan jeruk, lalu anda disuruh memilih,.. maka pilihan anda, itu tidak akan pernah meleset dari yang Allah tentukan,. apakah anda akan memilih apel atau jeruk, itu Allah sudah tahu, dan pasti anda akan melakukan apa yang sudah ditetapkan Allah, sementara anda masih mikir, mana yah yang dipilih, Apel atau jeruk,…

    Mudah2an bisa dipahami,.

    Allah tidak adil memasukan orang ke neraka?
    Saya mengibaratkan begini buat gambarannya,.
    Misalkan anda membuat mainan , lalu setelah mainan itu jadi, lalu anda rusak mainan tersebut,.
    Lalu ada orang lain yang protes pada anda,. seperti ini,.
    Anda kok kejam pada mainan tersebut,. sudah anda bikin, eh dirusakin,..
    kira-kira apa komentar anda?

    mungkin gini, lah itu mainan saya yang buat,. mau dikasihkan ke orang, mau saya rusakin, ya bebas-bebas saja,. lah buatan saya, milik saya,. bebas dong,. mau dirusaknya di injek2 kek, dibakar kek,. bebas dong,.. kalau itu buatan anda, lalu saya rusakin, mungkin anda boleh berkata begitu,..

    Sekarang…
    Allah yang menciptakan manusia,. yang memberi nyawa juga adalah Allah,. perbuatan yang dilakukan oleh manusia pun itu merupakan ciptaan Allah,. neraka juga adalah ciptaan Allah, demikian pula surga,..

    Maka suka-suka Allah dong, jika Allah mau memasukan manusia ciptaanya ke surga, atau ke neraka,..

    demikian mungkin sebagai permisalan saja,..

    Dan Allah maha Adil, tidak dzalim kepada manusia,.

    Allah memasukan manusia ke surga karena rahmat Allah pada manusia tersebut,.
    Allah juga memasukan manusia ke neraka justru karena keadilan Allah,.

  12. Tapi jika dikatakan, suka-suka Tuhan akan diapakan makhluq tersebut, jika akan dibakar, dibuang, (masuk neraka) apakah tidak terkesan kejam ?
    Mohon pnjelasannya.
    Terimakasih.
    Karena saya masih bingung akan masalah ini.

    Allah tidak boleh ditanya tentang apa yang Allah lakukan,.

    kita lah yang akan ditanya oleh Allah,..

  13. tuan admin, mohon maaf. Penjelasan anda tidak tepat, silahkan pelajari lagi dengan lebih dalam.

    Silahkan sebutkan yg tdk tepatnya.

  14. kitalah yg di tanya ALLAH.

    yg di tanyakan tentulah hasil perbuatan kita.

    pertanyaanya bukankah allah yg gerakkan kita 100% baik buruknya kita cuma digerakkan?
    itu klo konteksnya seperti sdmin uaraikan.

    seper tinya sy spendapat dgn kontek yg sakir naik jabarkan.
    bahwa manusia mutlak murni memilih. allah sdh tau di balik semua itu.

    sy faham bgini. allah kasih kita hak memilih. terserah kita plih yg mana. namun lpas dri itu allah yg tntukan mna yg ia mau.

    sbab klau allah yg gerakkan kita untuk berjahat trus apa pungsi kita diperintahkan untuk brbuat baik?

    Allah yang menghendaki, manusia yg melakukan,
    Bukan Allahlah yang menggerakan, ini pemahaman yang keliru,..
    Perbuatannya murni manusia yang melakukan, dan perbuatan itu atas kehendak Allah,
    Kalau Allah yang menggerakan, kenapa Allah menghukum manusia yang maksiat kepadanya?

    Jadi kalau Allah yg menggerakan, maka seperti permisalan anda sebelumnya yg anda gambarkan ttg robot,robot tdk bisa bergerak sendiri tanpa perintah orang yang menggerakannya,

    Dan itu pemahaman yg diadopsi oleh sekte sesat jabariyyah,

    Tolong tunjukkan link penjelasan dr zakir naik tsb, takutnya anda salah faham ttg hal tsb,

    Sebab Allah sendiri yg mengatakan Allah yang menciptakan makhluk dan apa yang dilakukan oleh makhluk tersebut

  15. admin.

    dikatakan kita tidk boleh pasrah sm takdir.

    konsekuensinya adlh berusaha. tp kan yg gerakan kita tuk berusaha kan allah. klo allah gerakan ya brusaha. klo tdk ya tdk.

    kta lain membunuh dosa tp kta admin yg gerakkan allah !

    apakah kita akan katakakan allah yg gerakkan kita tuk membunuh? klo iya, pungsi dari larangan membunu bagaimana,

    Betul, semua tdk trlepas dari takdir Allah,
    Cuma kita tidak tahu takdir yang akan menimpa kita,
    Apakah kita akan selamanya menjadi org baik, bertakwa, atau malah menjadi org yang mendurhakai Allah,..

    Bahkan apa yg akan kita lakukan esok hari, kita tidak tahu, tapi Allah tahu..

    Anda menulis komentar seperti diatas, apakah sehari sebelumnya anda sdh tahu akan komentar seperti itu?

    Tapi Allah sdh tahu 50ribu tahun sblm alam ini diciptakan,..

    Nah perbuatan anda, kita, dan seluruh makhluk, itu ciptaan Allah, tapu bkn berarti Allah yg melakukannya, pelakunya tetap makhluk, tapi atas sekehendak Allah,

    Allah sangat mampu menjadikan seluruh manusia ini beriman,

    Jadi, semua yg manusia lakukan, baik amal kebaikan atau kejahatan, itu terjadi atas kehendak Allah,

    Tidak ada satupun manusia yg bisa berbuat sesuatu yang itu tanpa kehendak dari Allah,

    Satu tarikan nafas kita, itu juga terjadi atas kehendak Allah, makanya kita wajib bersyukur atas nikmat tersebut,

    Manusia menjadi baik, menjadi jahat, itu juga atas kehendak Allah,

    Apakah berarti bukan manusia yang salah kalau begitu, kan Allah yang menghendaki,..

    Tidak benar,

    Karena orang masuk surga itu bukan karena amalnya, tapi kareba rahmat Allah,

    Orang bisa beramal baik, itu karena rahmat Allah,

    Dan orang yg berbuat jahat,jelek, itu tidak mendapatkan rahmat Allah, hidayah taufik,sehingga dia terus berbuat kejelekan,maksiat,dosa,.

    Maka, jangan disalahkan ketika Allahpun memasukannya ke dalam neraka,

  16. klo boleh sy simpulkan.
    semuanya atas kehendak allah. mau allah. yg baik dn jahat. akan tetapi . balasan tetap kembali pada mahluk bgitu??? klau bgitu
    apa yg salah dari ungkapan.
    ( jd placur karna takdirku)
    ………………..

    kehendak Allah, ya.. betul, pada semua perbuatan makhluk itu ada kehendak Allah,

    Dan yang melakukan perbuatan tersebut adalah makhluk, bkn Allah,
    makanya Allah akan membalasnya,

    dan perlu digarisbawahi, tidak ada satupun manusia yg mengetahui takdir yg akan menimpanya, makanya pelacur yg berkata ini adalah takdirku, dia sedang berprasangka jelek kepada

    Allah, di seolah2 mengetahui takdir yg Allah tetapkan baginya, padahal malaikat saja tidak tahu,..
    Jadi tidak boleh beralasan dg takdir trhadap maksiat yg dilakukan

    allah memgutus rosul untuk menjelaskan kpda manusia tentang syariat agr kelak tdk ada lg hujjah bagi manusia dg alsan takdir..
    apa masut dri itu?

    maksudnya Allah itu tidak menghukum manusia sebelum Allah utus para rasul,

    rasul menjelaskan jalan menuju surga, sehingga orang2 tdk bisa ngeles kelak di akherat, hujjah sdh ditegakkan, tapi kenapa tdk mau mengikuti petunjuk rasul tsb,

    Sehingga ga bisa beralasan dgn takdir

    ……………………

    o ya akh, ada yg blum antum terangkan ya itu apa maksud dari ungkapan dai/ pencerama yg sering di akhir ceramahnya berucap( yg benar datangnya dri allah dn yg salah datangnnya dari diri sy pribadi. syukron

    sudah saya jawab, silahkan baca lg koment2 sebelumnya

  17. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh

    klu boleh tau, siapa ya nama Akhi ini?

    Sebut saja mas admin

    Sy pernah dengar hadist, doa bisa merubah takdir.

    DOA juga bagian dari takdir, Allah yang mentakdirkan dia berdoa, jadi tidak bertentangan..
    Jadi bukan doa tersebut yang merubah takdir, tapi Allah yang mengakdirkan dia berdoa, dan mengabulkan doanya, jadi bukan takdirnya yg berubah,

    benar, semua di dunia ini sdh diatur Allah Ta’ala, Rasulullah pun sdh dikabarkan di Taurat, Injil akan kedatangannya.

    dan Rasul diberitahu kejadian yg akan datang/akhir zaman, itu menandakan qodho dan qodar sdh ditetapkan. di Al Qur’an pun Allah sdh menentukan takdir 50.000 thn.

    Di hadits yg menjelaskan demikian

    semoga kita semua dimudahkan jalan menuju SyurgaNya. Aamiin

    Aamiin

  18. assalaimualaikum admin mau bertanya.
    takdir manusia sudah dicatat di lauh mahfuz 50rb thn sebelum penciptaan alam semesta. siapa yang akan masuk surga atau neraka sudah ditentukan oleh allah azza wa jalla. terus apa gunanya beramal soleh kalau takdir sudah ditentukan?
    mohon penjelasannya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih, pertanyaan bagus,.. dan pertanyaan serupa ditanyakan juga oleh Sahabat kepada RAsulullah, dan Rasulullah menjawabnya,.
    Dan jawabannya ada di postingan tersebut, silahkan mas fengki baca lagi artikel di atas dengan teliti,.

    Kalau tidak ketemu jawabannya, silahkan komentar lagi

    • jadi umat muslim harus beramal baik dengan pemahaman salafus saleh semampunya dan meninggalkan laranganNya sekuat tenaga sampai akhir hayat karena tak seorangpun mengatahui takdir masing2.

      adapun proses hisab diserahkan pada allah.
      gitu ya

      Iya,..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*