Syarat Dikabulkannya Doa Dan Penghalangnya..

Syarat Doa Dikabulkan Syarat Doa Dikabulkan Allah Syarat Terkabulnya Doa Apakah Doa Wanita Haid Dikabulkan Ciri-ciri Doa Yang Dikabulkan Allah Swt

Syarat dan Penghalang Terkabulnya Doa

03 Nov 2006, Geneva, Switzerland --- Muslim Praying --- Image by © Fred de Noyelle /Godong/Corbis
03 Nov 2006, Geneva, Switzerland — Muslim Praying — Image by © Fred de Noyelle /Godong/Corbis

Adalah sangat baik jika kita memperbanyak doa, sebab memperbanyak doa adalah merupakan salah satu perintah Allah sebagaimana firman-Nya :


وَقَالَ رَبّكُـمْ ادْعُونِيَ أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنّ الّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [QS. Al-Mukmin : 60].

Banyak orang yang berdoa melakukan perbuatan yang menyebabkan doa mereka ditolak dan tidak dikabulkan, karena kebodohan mereka tentang syarat-syarat doa, padahal apabila tidak terpenuhi salah satu syarat tersebut, maka doa tersebut tidak dikabulkan

Syarat agar doa di kabulkan.

1. Ikhlas

Sebagaimana firman Allah.

Artinya : Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya“. [Ghafir : 14]

Ibnu Katsir mengatakan bahwa setiap orang yang beribadah dan berdoa hendaknya dengan ikhlas serta menyelisihi orang-orang musyrik dalam cara dan madzhab mereka.[Tafsir Ibnu Katsir 4/73]

Dari Abdurrahman bin Yazid bahwa dia berkata bahwasanya Ar-Rabii’ datang kepada ‘Alqamah pada hari Jum’at dan jika saya tidak ada dia memberikan kabar kepada saya, lalu ‘Alqamah bertemu dengan saya dan berkata : Bagaimana pendapatmu tentang apa yang dibawa oleh Rabii’.? Dia menjawab : “Berapa banyak orang yang berdoa tetapi tidak dikabulkan ? Karena Allah tidak menerima doa kecuali yang ikhlas”. Saya berkata : Bukankah itu telah dikatakannya ? Dia berkata : Abdullah mengatakan bahwa Allah tidak mendengar doa seseorang yang berdoa karena sum’ah, riya’ dan main-main tetapi Allah menerima orang yang berdoa dengan ikhlas dari lubuk hatinya”. [Imam Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad 2/65 No. 606. Dishahihkan sanadnya oleh Al-Albani dalam Shahih Adabul Mufrad No. 473. Nakhilah maksudnya adalah iikhlas, Masma’ adalah orang yang beramal untuk dipuji atau tenar].

2. Tidak beribadah dan tidak berdoa kecuali kepada Allah.
Jika seseorang menujukan sebagian ibadah kepada selain Allah baik kepada para Nabi atau para wali seperti mengajukan permohonan kepada mereka, maka doanya tidak terkabulkan dan nanti di akhirat termasuk orang-orang yang merugi serta kekal di dalam Neraka Jahim bila dia meninggal sebelum bertaubat.

3 & 4. Tidak Berdoa Untuk Sesuatu Dosa Atau Memutuskan Silaturrahmi

Dari Abu Said bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Apabila seorang muslim berdoa dan tidak memohon suatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan diakabulkan oleh Allah salah satu dari tiga ; Akan dikabulkan doanya atau ditunda untuk simpanan di akhirat atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya“.[Musnad Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/47].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud “tidak berdoa untuk suatu yang berdosa” artinya berdoa untuk kemaksiatan suatu contoh : “Ya Allah takdirkan aku untuk bisa membunuh si fulan”, sementara si fulan itu tidak berhak dibunuh atau “Ya Allah berilah aku rizki untuk bisa minum khamer” atau “Ya Allah pertemukanlah aku dengan seorang wanita untuk berzina”. Atau berdoa untuk memutuskan silaturrahmi suatu contoh : “Ya Allah jauhkanlah aku dari bapak dan ibuku serta saudaraku” atau doa semisalnya. Doa tersebut pengkhususan terhadap yang umum. Imam Al-Jazri berkata bahwa memutuskan silaturahmi bisa berupa tidak saling menyapa, saling menghalangi dan tidak berbuat baik dengan semua kerabat dan keluarga.

5. Hendaknya Makanan Dan Pakaian Dari Yang Halal Dan Bagus(baik)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan :

Artinya : Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].

Imam An-Nawawi berkata bahwa yang dimaksud lama bepergian dalam rangka beribadah kepada Allah seperti haji, ziarah, bersilaturrahmi dan yang lainnya.

Pada zaman sekarang ini berapa banyak orang yang mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang haram baik dari harta riba, perjudian atau harta suap yang yang lainnya. [Syarh Shahih Muslim 7/100].

Ahli Syair berkata.

“Kita berdoa dan menyangka doa terangkat padahal dosa menghadangnya lalu doa tersebut kembali. Bagaimana doa kita bisa sampai sementara dosa kita menghadang di jalannya”. [Al-Azhiyah dalam Ahkamil Ad’iyah hal. 141].

6. Tidak Tergesa-gesa Dalam Menunggu Terkabulnya Doa

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

Artinya : Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan : Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan“. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/153. Shahih Muslim, kitab Do’a wa Dzikir
8/87]

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata : Yang dimaksud dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Saya berdoa tetapi tidak dikabulkan”, Ibnu Baththaal berkata bahwa seseorang bosan berdoa lalu meninggalkannya, seakan-akan mengungkit-ungkit dalam doanya atau mungkin dia berdoa dengan baik sesuai dengan syaratnya, tetapi bersikap bakhil dalam doanya dan menyangka Alllah tidak mampu mengabulkan doanya, padahal Dia dzat Yang Maha Mengabulkan doa dan tidak pernah habis pemberian-Nya. [Fathul Bari 11/145].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa Imam Al-Madzhari berkata : Barangsiapa yang bosan dalam berdoa, maka doanya tidak terkabulkan sebab doa adalah ibadah baik dikabulkan atau tidak, seharusnya seseorang tidak boleh bosan beribadah. Tertundanya permohonan boleh jadi belum waktunya doa tersebut dikabulkan karena segala sesuatu telah ditetapkan waktu terjadinya, sehingga segala sesuatu yang belum waktunya tidak akan mungkin terjadi, atau boleh jadi permohonan tersebut tidak terkabulkan dengan tujuan Allah mengganti doa tersebut dengan pahala, atau boleh jadi doa tersebut tertunda pengabulannya agar orang tersebut rajin berdoa sebab Allah sangat senang terhadap orang yang rajin berdoa karena doa memperlihatkan sikap rendah diri, menyerah dan merasa membutuhkan Allah. Orang sering mengetuk pintu akan segera dibukakan pintu dan begitu pula orang yang sering berdoa akan segera dikabulkan doanya. Maka seharusnya setiap kaum Muslimin tidak boleh meninggalkan berdoa. [Mir’atul Mafatih 7/349].

Syubhat.

Allah berfirman.

“Artinya : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu“. (Ghafir : 60).

Banyak orang yang berdoa tetapi tidak dikabulkan, kalau seandainya ayat tersebut sesuai dengan zhahirnya pasti tidak mungkin doa tersebut ditolak.

Hafizh Ibnu Hajar menjawab bahwa setiap orang yang berdoa pasti terkabulkan tetapi dengan bentuk pengkabulan yang berbeda-beda, terkadang apa yang diminta terkabulkan, atau terkadang diganti dengan sesuatu pemberian lain, sebagaimana hadits dari ‘Ubadah bin Shamit bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Tidak ada seorang muslim di dunia berdoa memohon suatu permohonan melainkan Allah pasti mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya“. [Fathul Bari 11/98].

7 & 8  Hendaknya Berdoa Dengan Hati Yang Khusyu’ Dan Yakin Bahwa Doanya Pasti Akan Dikabulkan

Dari Abdullah bin Amr bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Hati itu laksana wadah dan sebahagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya, maka apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai“. [Musnad Ahmad 2/177, Mundziri dalam kitab Targhib 2/478, Al-Haitsami dalam Majma Zawaid 10/148]

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi : ” dan kalian yakin akan dikabulkan”, adalah pengharusan artinya berdoalah sementara kalian bersikap dengan sifat yang menjadi penyebab terkabulnya doa. Imam Al-Madzhari berkata bahwa hendaknya orang yang bedoa merasa yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya sebab sebuah doa tertolak mungkin disebabkan yang diminta tidak mampu mengabulkan atau tidak ada sifat dermawan atau tidak mendengar terhadap doa tersebut, sementara kesemuanya sangat tidak layak menjadi sifat Allah. Allah adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Maha Tahu dan Maha Kuasa yang tidak menghalangi doa hamba-Nya. Jika seorang hamba tahu bahwa Allah tidak mungkin menghalangi doa hamba-Nya, maka seharusnya kita berdoa kepada Allah dan merasa yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah.

Seandainya ada orang yang mengatakan bahwa kita dianjurkan agar kita selalu yakin bahwa doa kita akan terkabulkan dan keyakinan itu akan muncul jika doa pasti dikabulkan, sementara kita melihat sebagian orang terkabul doanya dan sebagian yang lainnya tidak terkabulkan, bagaimana kita bisa yakin ?

Jawab.
Orang yang berdoa pasti terkabulkan dan pemintaannya pasti diberikan kecuali bila dalam catatan azali Allah doa tersebut tidak mungkin dikabulkan akan tetapi dia akan dihindarkan oleh Allah dari musibah semisalnya dengan permohonan yang dia minta sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits. Atau diberi ganti yang berupa pahala dan derajat di akhirat. Karena doa adalah ibadah dan barangsiapa yang beribadah dengan baik, maka tidak mungkin akan dihalangi dari pahala.

Yang dimaksud dengan sabda Nabi : “dari hati yang lalai” adalah hati yang berpaling dari Allah atau berpaling dari yang dimintanya. [Mir’atul Mafatih 7/360-361].

Faktor penghalang terkabulnya doa

Namun jika kita merasa bahwa doa kita belum terkabulkan, maka kita tidak boleh putus asa. Kita harus ber-husnudhan pada Allah ta’ala dengan terus introspeksi terhadap diri kita sendiri. Ketika berdoa, kita harus memperhatikan adab-adab berdoa, diantaranya : ikhlash, sungguh-sungguh, khusyuk, penuh kerendahan, dan yakin bahwa doa kita pasti akan dikabulkan (sebagaimana firman Allah di atas). Awalilah doa kita dengan sanjungan kepada Allah ta’ala dan shalawat kepada Nabi-Nya shallallaahu ’alaihi wasallam. Bisa jadi doa kita terhalang karena beberapa faktor, diantaranya :

1. Makan dan minum dari yang haram, mengkonsumsi barang haram berupa makanan, minuman, pakaian, dan hasil usaha yang haram.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لا يُقبَلَ إِلا طَيِّباً وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ اْلمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ اْلمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحاً إِنِّي بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاء يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِاْلحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ؟

Wahai manusia, sesungguhnya Allah ta’ala adalah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada para Rasul. Allah ta’ala berfirman : “Hai Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih” (QS. Al-Mu’minuun : 51). Dan Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” (QS. Al-Baqarah : 172). Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata,”Ya Rabb..ya Rabb…”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya dari yang haram, dicukupi dari yang haram, maka bagaimana mungkin dikabulkan doanya?” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1015].

2. Minta cepat terkabul doa yang akhirnya meninggalkan doa.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُوْلُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِيْ

Dikabulkan doa seseorang dari kalian selama ia tidak buru-buru,(dimana) ia berkata : ”Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan doaku” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5981 dan Muslim no. 2735].


لا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيْلَ يَا رَسوْلَ اللهِ مَا اْلاِسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُوْلُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَم أَرَ يَسْتَجِيْبُ لِيْ فَيَسْتحْسِرَ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

Senantiasa doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau memutuskan silaturahim, dan selama ia tidak meminta dengan tergesa-gesa (isti’jal)”. Ada yang bertanya : “Ya Rasulullah, apa itu isti’jal ?”. Jawab beliau : “Jika seseorang berkata : ‘Aku sudah berdoa, memohon kepada Allah, tetapi Dia belum mengabulkan doaku’. Lalu ia merasa putus asa dan akhirnya meninggalkan doanya tersebut” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2735].

3. Melakukan maksiat dan apa yang diharamkan Allah.
Seorang penyair berkata : “Bagaimana mungkin kita mengharap terkabulnya doa, sedangkan kita sudah menutup jalannya dengan dosa dan maksiat”.

4. Meninggalkan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِاْلمَعْرُوْفِ وَلْتَنْهَوُنَّ عَنِ اْلمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَاباً مِنْهُ ثُمَ تَدْعُوْنَهُ فَلا يُسْتَجَابُ لَكُمْ

Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran atau (kalau tidak kalian lakukan) maka pasti Allah akan menurunkan siksa kepada kalian, hingga kalian berdoa kepada-Nya, tetapi tidak dikabulkan” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2169, Al-Baghawi dalam Syarhus-Sunnah 14/3453, dan Ahmad no. 23360. At-Tirmidzi berkata : “Hadits ini hasan”].

5. Berdoa yang isinya mengandung perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim.

6. Tidak bersungguh-sungguh dalam berdoa.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِذَا دَعَوْتُمُ اللهَ فَاعْزِمُوْا فِي الدُّعَاءِ وَلا يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِيْ فَإِنْ اللهَ لا مُسْتَكْرِهَ لَهُ

Apabila seseorang dari kamu berdoa dan memohon kepada Allah, janganlah ia mengucapkan : ‘Ya Allah, ampunilah dosaku jika Engkau kehendaki, sayangilah aku jika Engkau kehendaki, dan berilah rizki jika engkau kehendaki ‘. Akan tetapi, ia harus bersungguh-sungguh dalam berdoa. Sesungguhnya Allah berbuat menurut apa yang Ia kehendaki dan tidak ada yang memaksa-Nya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 7026].

7. Tidak khusyu’, lalai, dan terkuasai hawa nafsu.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :


ادْعُوْا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ لا يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاهٍ

Berdoalah kepada Allah dan kamu yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan tidak khusyu’ “ [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 3479 dan Al-Hakim no. 1817; hasan lighairihi].

Kalaupun misalnya Allah ta’ala belum mentaqdirkan doa kita terwujud, kita harus sabar dan ridla bahwasannya Allah ta’ala mempunyai hikmah yang sangat besar. Allah ta’ala sangat sayang terhadap hamba-Nya dan seorang hamba tidak tahu tentang akibat urusannya. Terkadang seseorang mengharapkan sesuatu, padahal itu jelek buat dia. Sebaliknya, seseorang membenci sesuatu, padahal itu baik buat dia. Wallaahu a’lam.

Sumber: 
[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdo’a oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 158-167, terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin, Lc.]
http://almanhaj.or.id
http://abul-jauzaa.blogspot.com

sumber : http://www.novieffendi.com/2011/08/syarat-dan-penghalang-terkabulnya-doa.html

Syarat Dikabulkannya Doa Syarat Doa Terkabul Ciri Doa Akan Terkabul Doa Syarat Diterimanya Doa

12 Comments

  1. bagaimana dengan orang-orang kafir(non mislim) yg berdoa kepada yg mereka pertuhankan,dan mereka mendapatkan apa yg mereka minta dalam doanya..bukankah apa yg mereka dptkan itu adalah rezki dari ALLAH SWT.
    mohon penjelasan mengapa permintaan org2 kafir kebanyakan langsung dikabulkan?

    Allah akan memberikan rizki kepada semua makhluknya, baik yang kafir atau beriman,
    Makhluk melata saja Allah berikan rizki, apalagi manusia,.

    Orang kafir yang tidak mengenal Allah pun akan diberi rizki, orang kafir yang mempunyai sesembahan selain allahpun akan diberikan rizki, baik dia berdoa atau tidak,

    Bedanya, jika orang kafir berdoa kepada tuhan mereka, maka itu semakin mendatangkan dosa dan adzab buat mereka kelak di akherat, sedangkan umat islam jika berdoa kepada Allah, maka akan mendapat pahala,

    Dan perlu kita ketahui, darimana kita tahu kalau orang kafir berdoa itu dikabulkan permintaanya oleh Allah? sebab ada syarat-syarat diterimanya doa/dikabulkannya doa,. dan tidak semua permintaan yang mereka panjatkan, lalu seperti dikabulkan, itu adalah bentuk dikabulkannya, bisa jadi itu adalah ujian,cobaan,bahkan musibah,.

    Tidak semua bentuk kenikmatan yang kita dapat itu adalah salah satu bentuk kenikmatan, bisa jadi itu ujian,cobaan, atau musibah,.

    Bukankah dunia ini adalah surga bagi orang kafir, dan penjara bagi umat islam, karena surga umat islam itu ada di akherat kelak,.dunia hanya sementara, dan surga itu kekal abadi, dan orang-orang kafir tidak akan masuk surga, dan akan kekal di neraka,.

    • kalau doa agar terhindar dari godaan setan bagaimana bunyinya?

      Berta’awudz kepada Allah,.
      A’uudzubillahi minassyaithaanirrajiim,

  2. kita kan di haruskan saling mendoakan sesama muslim
    misalnya gini,lagi jalan2 ada orang melakukan perbuatan yang tidak baik lalu kita doakan
    apakah bisa kita doakan langsung saat sambil jalan?dalam hati,atau kata2 liirih?
    atau simpan dulu nanti pas sholat atau dirumah/masjid baru di doakan?

    bisa didoakan saat itu, diucapkan dengan mulut, walaupun lirih, bukan di dalam hati,. dan boleh didoakan lagi disaat yang lain,.

    ingat, jika kita mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya,. maka malaikatpun akan mengaminkan doanya, dan mendoakan kita juga,.

  3. saya di lingkungan bisa dibilang lingkungan yang kurang bagus/banyak yg berzina, apakah doa kita didengar oleh allah swt

    Jika hidup di lingkungan seperti itu, alangkah lebih baik pindah dari lingkungan tersbut, takut jika adzab Allah menimpa lingkungan tersebut,.

  4. apakah jika sudah melakukan dosa besar, sprti zina, apalagi seorang wanita,
    apakah taubatnya diterima dan mendapatkan laki-laki yang baik?

    mba dewi,. Dosa yang paling besar, yang jauuuuuuhhhhhh lebih besar dari dosa zina saja yaitu SYIRIK, Allah ampuni jika bertaubat dengan taubat nasuha,.
    cara taubat dari zina, bisa dibaca disini dan kisah taubat wanita yang berzina, bisa dibaca disini

    Jauhi jalan-jalan menuju zina, diantaran pacaran, demen dengar musik, karena musik adalah mantranya zina, apalagi lagu-lagu sekarang ini, kebanyakan berbicara yang cabul, peluk, cium, dll.. Musik itu hukumnya HARAM, baca disini ulasannya,

    Pacaran juga haram hukumnya, baca disini cara taubatnya

  5. saya sangat mencintai wanita kristen protestan meskipun saya tau dia memiliki sifat yang tidak baik yaitu selalu tidur dengan laki-laki yang mendekatinya, akan tetapi saya masih sangat mengharapkan dia menjadi istri saya meskipun saya harus menanggung rasa sakit hati selamanya dan selalu berdoa agar dia masuk islam dan berubah.apakah yang saya harapkan itu salah di mata agama.?

    SALAH BESAR… bahkan anda diharamkan menikahi wanita yang seperti itu, karena dia adalah wanita pezina,.

  6. apakah orang yang bertato/ ada TATTO dibadanya. maka doa nya tidak akan di ijabah oleh alloh???

    Tidak ada dalil yang menyatakan demikian,.
    Tato itu perbuatan dosa, pelakunya diancam oleh Allah,.
    Jadi kewajiban bagi orang yang bertato adalah bertaubat,. dan kalau dia bisa menghilangkan tatonya, maka itu lebih baik, adapun jika menghilangkan tato tersebut bisa membahayakan dirinya, melukai badannya, maka Allah tidak akan membebani hambanya diluar kemampuannya,.
    Waktu melakukan tato juga tentu sakit, dan itu mereka rela menahan sakit untuk melakukan dosa,..
    Tentang tato bisa dilihat disini

  7. Assalamualaikum ms ADMIN,,
    Saya mau tanya, bagaimana hukumnya cara berdoa dengan mengadahkan tangan ka atas?
    Terima kasih,,mohon pencerahannya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    itu boleh, kecuali jika ada dalil yang menjelaskan lain, contoh ketika khatib sedang berdoa, maka khatib berisyarat dengan jari telunjuknya, bukan menengadahkan tangan, dan jamaah jumat pun tidak disunnahkan utk menegadahkan tangan,.

  8. Assalamualaikum mas admin,,bagaimana hukum nya berdoa dg posisi mengadahkan tangan ke atas,,terima kasih

    wa’alakumussalam warahmatullah,.
    boleh, dan setelah selesai, tidak usah mengusap muka, mengusap muka tidak ada ajarannya dari Rasulullah.

  9. Koreksi untuk surat di halaman atas bukan Qs. Al-mukminun tapi Qs. Al ghofur 60

    Tidak salah, surat al mu’minun disebut juga dgn nama surat alghafur

  10. Assalamualaikum…
    Apa boleh tidak berdoa karena takut jika tidak terkabul akan menjadi semakin malas beribadah?
    Jadi prinsipnya hanya beribadah saja dan untuk mencapai tujuan hanya berusaha tanpa berdoa.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Perlu anda ketahui, DOA ITU ADA DUA MACAM :
    1. Doa IBADAH
    2. Doa Mas’alah,.

    Doa ibadah adalah seluruh IBADAH yang Allah perintahkan, itu adalah DOA, dan doa hanya ditujukan kepada Allah, tidak boleh ditujukan pada selain Allah,.
    Jadi seluruh Rukun Islam dari mulai Syahadat,shalat,puasa,zakat dan haji, itu semua adalah DOA IBADAH,.

    Adapun Doa mas’alah adalah doa sesuai dengan hajat kita, misal kita berdoa agar dimudahkan urusannya,disembuhkan dari penyakit, dll,.

    Dan kesalahan yang FATAL berdoa tapi takut TIDAK DIKABULKAN,. ini adalah berprasangka BURUK kepada Allah,.

    Harusnya anda sering berdoa kepada Allah dan OPTIMIS Allah akan mengabulkannya,.

    Bahkan ada ulama yang berdoa dan sering doanya dikabulkan oleh Allah, dia malah merasa lebih senang jika doanya tidak langsung dikabulkan,.

    Apa alasannya?
    Kalau tidak dikabulkan, berarti Allah lebih tahu mana yang lebih bermanfaat, bisa jadi kalau dikabulkan malah itu mudharat buat dirinya,.

    Jadi, baik dikabulkan atau tidak doa kita, kita tetap OPTIMIS, BERPRASANGKA BAIK KEPADA ALLAH,

    Allah itu gembira jika hambanya SERING BERDOA KEPADANYA,.

  11. Assalamualaikum…
    Bagaimana kalau mencintai laki-laki nasrani dan mendoakan hubungan kita agar memiliki akhir yg bagus. Apakah doa saya dikabulkan oleh Allah? Karena saya mendoakan seorang yg berbeda agaama

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    TIDAK BOLEH ada sedikitpun rasa CINTA pada orang KAFIR,.
    Justru wajib ditanamkan rasa benci di hati kita,.
    Ingat, di hati kita, bukan ditampakkan di depan oran kafir, karena orang kafir juga menyimpan rasa benci yang sangat kepada orang islam,.

    Dan arti islam itu sendiri salah satunya adalah berlepas diri dari kesyirikan dan PELAKUNYA, orang kafir jelas mereka melakukan kesyirikan,
    Jika kita mencintai orang kafir, maka kelak akan dikumpulkan bersama mereka di neraka

    Carilah calon pendamping hidup dari orang islam, yang baik agamanya,.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*