Kesimpulan Dari Artikel Tentang Yesus

Risalah ini hanyalah sebuah pengantar singkat kepada sesuatu yang saya berdoa agar para pembaca dapat lebih jauh melakukan investigasi di dalam mencari kebenaran. Walaupun kita telah membahas beberapa ayat dari Bibel dalam rangka mengekstrak beberapa poin bahwa mereka yang telah membaca Bibel bisa jadi menjadi familiar dengannya, ini bukan artinya sebuah pembenaran terhadap Bibel. Kami telah menunjukkan ketidakkonsistensian Bibel dan bagaimana Bibel ini nampak ganjil pada beberapa kunci permasalahannya, dan masih banyak lagi yang belum kita bahas.
Maksud saya menggunakan ayat-ayat yang familiar dengan para pembaca adalah sebagai pengenalan kepada monoteisme murni dan kebenaran yang dikandung di dalam al-Qur`ân berkenaan dengan Yesus. Apabila kita tulus di dalam pencarian kita terhadap Tuhan yang benar, maka kita harus menanggapi dengan semestinya berdasarkan penemuan kebenaran tersebut.

Merupakan kewajiban bagi kita untuk menyembah satu-satunya Tuhan yang benar, yang telah menciptakan kita semua, dengan cara berserah diri sepenuhnya secara mutlak kepada kehendak-Nya.
Inilah risalah Adam dan Nūh sampai kepada Yesus dan Muhammad ‘alaihim ash-Sholâtu was Salâm. Risalah tersebut adalah sederhana dan kodrati. Kita wajib mengakui Tuhan sebagaimana seluruh nabi sebelumnya mengakui- Nya dan mengenal-Nya, yaitu mengakui :

  1. Tauhîd di dalam Rububiyah-Nya – yaitu hanya Allôhlah sang pencipta, pemilik dan pemelihara mutlak segala sesuatunya dan kekuasaan-Nya meliputi seluruh makhluk-Nya.
  2. Tauhîd di dalam Uluhiyah-Nya – yaitu seluruh amal ibadah, kurban dan doa haruslah ditujukan langsung kepada Allôh tanpa mencari-cari perantara antara diri- Nya dengan makhluk-Nya.
  3. Tauhîd di dalam nama-nama (asmâ`) dan sifat-sifat-Nya– tidak ada satupun makhluk-Nya yang serupa dengan- Nya dan Ia dikenal hanya melalui apa yang Ia sifatkan untuk diri-Nya di dalam wahyu-Nya kepada para rasul.

Inilah permulaan cara pendekatan yang benar di dalam peribadatan yang haq kepada Allah dan hanyalah Dia-lah yang berhak tidak selain-Nya. Mari kita simpulkan (pembahasan ini) dengan dua riwayat dari Nabi Allah terakhir kepada umat manusia, Muhammad bin ’Abdillâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam mengenai Yesus dan mereka yang mendakwakan diri berada di atas agama Yesus.

Diriwayatkan oleh Abū Hurairah, Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh Isa bin Maryam akan segera turun di antara kalian, ia akan menghukumi manusia dengan keadilan dengan hukum al-Qur`ân. Ia akan memecahkan salib, membunuh babi dan tidak akan ada lagi jizyah.” (HR Bukhârî).

Diriwayatkan oleh Abū Hurairah, Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

“Bagaimana keadaan kalian ketika Ibnu Maryam turun di tengah-tengah kalian, dan ia akan menghukumi manusia dengan hukum al-Qur`ân bukan dengan Injil.” (HR al-Bukhârî).

Semoga Allah menunjuki kita kepada kebenaran danmenjauhkan kita dari kebatilan. Amîn.

You May Also Like

Silahkan tinggalkan komentar di sini