Hebatnya Ustadz Idrus Ramli, Membuat Pernyataan Yang Sangat Lucu dan Aneh.. | Ustadz Firanda Vs Idrus Ramli

Hebatnya Ustadz Idrus Ramli, Membuat Pernyataan Yang Sangat Lucu dan Aneh..

Ustadz Firanda Vs Idrus Ramli Idrus Ramli Ustadz Muhammad Idrus Ramli Ustad Idrus Ramli Idrus Ramli Pendusta

TANGGAPAN ATAS CATATAN idrus ramli SETELAH DEBAT DI KEMENAG

CATATAN TERHADAP DEBATKH Idrus Ramli
TERBUKA DENGAN WAHABI
Di KEMENAG
Kota Batam, 28 Desember 2013

Tulisan ini dibuat oleh Oleh: KH.Muhammad idrus ramli
Batam, 30 Desember 2013.

Ditanggapi oleh ustadz Abu Mundzir Al-Ghifary

1. Dalam dialog tersebut, perwakilan dari Ahlussunnah Wal-Jama’ah sebagai pembicara, hanya al-faqir Muhammad idrus ramli.

Sedangkan Kiai Thobari Syadzili, hanya menemani duduk, tidak diberi waktu berbicara, kecuali 1 menit menjelang acara dihentikan.

Sementara dari pihak Radio Hang atau Wahabi, adalah Ustadz Zaenal Abidin dan Ustadz Firanda Andirja. Isu-isu dari kaum Wahabi, bahwa perwakilan dari Ahlussunnah adalah KH.Muhammad idrus ramli dan beberapa orang, adalah tidak benar. Jadi yang benar, debat 1 orang lawan 2 orang.

TANGGAPAN:
Perkataan 1 lawan 2 jelas bertentangan dengan kenyataan dari moderator kemenag sudah menyampaikan bahwa yang dari NU 2 orang dan dipersilahkan untuk berdiri dan dia berdiri berarti menyetujui dialog tersebut.

Tidak benar jika beliau tdk diberikan waktu bicara karena waktu yang ada sudah dibagi dengan baik oleh moderator, tapi jika yang banyak jawab adalah idrus ramli maka otomatis waktunya dihabisin sama si romli. Kemudian di akhir acara dia juga menyampaikan pendapatnya yang sbenarnya sama sekali tidak ‘ilmiyyah tidak ada hujjahnya dan menyampaikan yang ada dalam keyaqinannya tanpa memandang dalil dalil yang sudah dipaparkan kedua belah pihak.

2. Dalam acara dialog tersebut, semua pembicara dibatasi oleh waktu. Karenanya mungkin banyak pembicaraan Wahabi yang tidak sempat kami tanggapi, dan sebaliknya.

TANGGAPAN:
Tetapi walaupun singkat, scara garis besar sudah bisa kita lihat mana yang mengikuti dalil dan mana yang membuat jalan baru dari sisi pendalilan.

Dan menggunakan dalil dalil yang tidak cocok dengan ritual yang dikerjakannya.

Hingga tatkala terpepet tidak ada hujjah kemudian menggunakan perkataan perkataan ulamaa’ mereka yang jelas jelas tidak didukung oleh dalil sama skali dari hadits yang shahih.

3. Dalam pengantar dialognya, Ustadz Zaenal Abidin Lc, yang mewakili pihak Wahabi, mengaku sebagai warga NU (Nahdlatul Ulama) tulen. Padahal selama ini, dalam ceramah-ceramahnya ia selalu membid’ahkan amaliah warga NU.

Dan ternyata, dalam dialog tersebut, Zaenal Abidin, tidak bisa menyembunyikan jatidirinya yang Wahabi.

Ia menyalahkan ajaran NU seperti menerima bid’ah hasanah, melafalkan niat dalam ibadah, qunut shubuh, tahlilan (kendurenan tujuh hari), Yasinan dan Yasin Fadhilah.

Silahkan pemirsa menilai sendiri dengan hati nurani. Zaenal mengaku warga NU tulen, tetapi menyalahkan semua amaliah NU.

TANGGAPAN:
Beliau dulunya adalah lulusan ponpes tambakberas jombang yang jelas jelas NU. Dan guru beliau juga NU. Jadi pada asalnya memang NU tulen.

Setelah itu beliau belajar di LIPIA dan juga bermajlis dengan Syaikh Abdul Azis bin Abdullah bin Baaz rahimahullahuta’ala (mufti saudi arabia).

Dan NU versi ustadz zainal abidin ini adalah NU Kitab bukan NU organisasi. Krna kalau NU kitab maka banyak kitab kitab yang dijadikan rujukan NU adalah kitab kitab dari para ulamaa’ ahlussunnah, smisal : al imama asysyafi’i , al imam nawawy, Ibnu Hajar atsqolany, Assuyuthi, dll.

Nah sedangkan NU organisasi jelas tidak bisa dijadikan sandaran kebenaran dalam hal ini karna dlam organisasi NU  sendiri banyak perselisihan di dalamnya. Semisal Gusdur dgn muhaimin dll.

Maka yang dimaksud NU oleh ust zainal abidin adlah NU kitab, yang mana beliau juga menyimpan rapi kitab kitab NU dari guru beliau.

4. Delegasi dari Wahabi, Zaenal maupun Firanda, tidak menaruh hormat kepada pendapat para ulama besar sekaliber Imam Ahmad bin Hanbal, Imam an-Nawawi, al-Hafizh Ibnu Hajar dan lain-lain.

Misalnya dalam bahasan bid’ah hasanah, saya mengutip pendapat Imam an-Nawawi yang menjelaskan bahwa hadits kullu bid’atin dhalalah, dibatasi dengan hadits man sanna sunnatan hasanatan.

Firanda tidak menghargai pendapat Imam an-Nawawi tersebut, dan memilih
berpendapat sendiri.

Padahal dia, masih belum layak memiliki pendapat sendiri. Bahkan memahami karya para ulama juga sering keliru. Pembaca dan pemirsa tentu tahu, bahwa ciri khas kaum liberal atau JIL adalah menolak otoritas ulama.

TANGGAPAN:
Perkataan semisal ustadz zaenal abidin dan ustadz firanda tidak menaruh hormat kepada para ulamaa besar, dan yang semisalnya ini jelas tuduhan yang jauh dari kebenaran.

Dan para pemirsa yang melihat video tersebut sangat jelas mendengar bagaimana beliau banyak menukil pendapat-pendapat dari imam nawawy rahimahullah dan para ulama’ syafi’iyyah yang lainnya.

Dan bahkan tatkala beliau menukilkan perkataan dari para ulamaa’ tersebut , ustadz idrus ramli yang justru tidak mau mengikuti pemahaman imam madzhab syafi’I dan juga para ulamaa’ yang lain dalam hal pelafadzan niat.

Dan justru dia menyandarkan perkataan satu imam yang dijadikan pedoman olehnya dalam keadaan imam tersebut berpendapat tanpa didukung hujjah. Dan menyelisihi imam yang lebih tinggi darinya.

Kita bisa lihat bagaimana kerepotan idrus ramli dalam hal mempertahankan permasalahan pelafadzan niat.

Pontang panting kesana kemari tanpa dalil sama sekali, hingga dia katakan bahwa pelafadzan niat itu bebas saja tdk ditentukan dgn lafadz tertentu, jelas ini adalah kesimpulan aqal saja yang mengada ada tanpa hujjah dan tanpa contoh sama sekali dari Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Dia katakan seolah olah ustadz firanda dan ustadz Zaenal memiliki ciri khas kaum liberat atau JIL yakni menolak otoritas ulama’, tentu jelas skali ini fitnah besar yang dihembuskan.

Di sebelah mana beliau mengingkari otoritas ulamaa’ padahal pada diskusi di atas beliau berdua (ustadz Zainal dan ustadz Firanda) selalu menukil perkataan para ulamaa’. Hanya saja mungkin yang dikehendaki oleh ramli adalah bahwa ustadz Firanda tidak mau mengikuti perkataan dari ulamaa’ yang ramli bawakan tapi malah membantah dengan perkataan ulamaa’ yang lebih tinggi darinya dan justru mematahkan hujjah yang dia bawakan.

Nah jika seperti ini maka siapakah yang lebih dahulu terburu buru memvonis yaa ustaadz…??

Selama beliau berdua menempuh jalan dalam pendidikannya maka kita ketahui bersama di perpustakaan saudi terdapat kitab kitab para ulamaa’ melimpah ruah dan bahkan manuskrip aslinya juga ada. Ini semua menjadi rujukan ilmiyah yang dipakai oleh para thulab di sana.

Dan apa yang beliau berdua sampaikan juga menukil dari para ulamaa’. Bagaimana mungkin anda katakan sebagaimana JIL/liberal..? Allahulmusta’an..


Dan perkataan anda dalam hal ini sungguh tidak nyambung sama sekali dengan inti persoalan.

5. Zaenal dan Firanda menggunakan standar ganda dalam menilai pendapat para ulama. Ketika pendapat mereka sesuai dengan semangatnya, mereka mati-matian menyerang tradisi NU, seperti dalam kasus tradisi kenduri kematian selama 7 hari, yang dihukumi makruh dalam kitab-kitab Syafi’iyah.

Seakan-akan mereka lebih Syafi’iyah dari pada warga NU.

Akan tetapi ketika pendapat para ulama tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, Firanda dan Zaenal menganggap pendapat tersebut tidak ada apa-apanya.

Seperti dalam bahasan bid’ah hasanah. Sikap mendua seperti ini, mirip sekali dengan kebiasaan orang Syiah. Ketika hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim sesuai dengan keinginan Syiah, mereka jadikan hujjah. Akan tetapi ketika hadits-hadits tersebut berbeda dengan hawa nafsu Syiah, mereka tolak dan mereka dustakan.

TANGGAPAN:
Ucapan idrus ramli dalam no. 5 ini sangat jauh dari kenyataan di video yang bisa kita lihat bersama. Dan apa yang ada di video ini telah mmbantah syubhat seperti ini.

Jika perkataan ini disampaikan pada orang yang tidak melihat video tersebut maka dengan mudah akan mempercayai tuduhan ini, tetapi walhamdulillah apa yang tampak di video tersebut telah membantah syubhat spt ini.

Dan di no. 5 ini idrus ramli menyamakan al ustadz zainal abidin dan ustadz Firanda sbagaimana halnya SYI’AH. Nah tentu tuduhan ini sangatlah parah bila ditinjau dari apa yang kita saksikan di video tersebut.

Kemudian masalah hadits kan sudah dijelaskan dengan gamblang banget dalam dialog tersebut, semestinya idrus ramli tidak perlu membuat pernyataan seperti ini. Karena yang idrus ramli maksudkan adalah tatkala ustadz Zainal mendho’ifkan hadits yang idrus ramli bawakan.

Tapi sanggahan yang idrus ramli bawakan telah terpatahkan oleh pemaparan ustadz Zainal abidin. Tentu hal ini tidak bisa dijadikan sandaran bahwa ustadz zainal mapun ustadz Firanda menolak dan mendustakan tanpa ‘ILMU. Dan hal ini bisa dilihat di video tersebut. 

6. Dalam bahasan qunut shubuh, Firanda melakukan kesalahan ilmiah ketika mengomentari tanggapan ustadz Muhammad idrus ramli terhadap hadits Abi Malik al-Asyja’i. Sebagaimana dimaklumi, dalam riwayat al-Tirmidzi, an-Nasa’i, Musnad Ahmad dan Ibnu Hibban, Abu Malik al-Asyja’i menafikan qunut secara mutlak, baik qunut nazilah maupun qunut shubuh.

Tetapi Firanda mengatakan bahwa dalam kitab-kitab hadits, hadits Abu Malik al-Asyja’i menggunakan redaksi yaqnutun fil fajri (qunut shalat shubuh). Ternyata setelah kami periksa dalam kitab-kitab hadits, kalimat fil fajri tidak ada dalam riwayat-riwayat tersebut.

Silahkan diperiksa dalam Sunan al-Tirmidzi juz 2 hal.252 (tahqiq Ahmad Syakir), Sunan al-Kubra
lin-Nasa’i, juz 1 hal. 341 tahqiq at-Turki atau al-Mujtaba lin-Nasa’i juz 2 hal. 304 tahqiq Abu Ghuddah.

TANGGAPAN:

Mengenai lafadz بَقْنُتُوْنَ فيِ الفَجْرِ yang dianggap idrus ramli tidak ada dalam kitab kitab hadits (YANG DIA BACA)  atau menganggap ustadz Zainal abidin dan ustadz Firanda keliru maka kesimpulan yang terburu buru. Silahkan dicek di kitab-kitab berikut:

Hadits Sa’ad bin Thoriq bin Asyam Al-Asyja’i

قُلْتُ لأَبِيْ : “يَا أَبَتِ إِنَّكَ صَلَّيْتَ خَلْفَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وآله وسلم وَأَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيَ رَضِيَ الله عَنْهُمْ هَهُنَا وَبِالْكُوْفَةِ خَمْسَ سِنِيْنَ فَكَانُوْا بَقْنُتُوْنَ فيِ الفَجْرِ” فَقَالَ : “أَيْ بَنِيْ مُحْدَثٌ”.

Saya bertanya kepada ayahku : “Wahai ayahku, engkau sholat di belakang Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam dan di belakang Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali radhiyallahu ‘anhum di sini dan di Kufah selama 5 tahun, apakah mereka melakukan qunut pada sholat subuh ?”. Maka dia menjawab : “Wahai anakku hal tersebut (qunut subuh) adalah perkara baru (bid’ah)”. Dikeluarkan oleh Tirmidzy no. 402, An-Nasa`i no.1080 dan dalam Al-Kubro no.667, Ibnu Majah no.1242, Ahmad 3/472 dan 6/394, Ath-Thoy alisy no.1328, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnaf 2/101 no.6961, Ath-Thohawy 1/249, Ath-Thobarany 8/no.8177-8179, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihs an no.1989, Baihaqy 2/213, Al-Maqdasy dalam Al-Mukhtarah 8/97-98, Ibnul Jauzy dalam At-Tahqiq no.677-678 dan Al-Mizzy dalam Tahdzibul Kam al dan dishohihkan oleh syeikh Al-Albany dalam Irwa`ul Gholil no.435 dan syeikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad mimma laisa fi Ash-Shoh ihain.

7. Firanda memaksakan diri mengatakan bahwa hukum kenduri kematian selama
tujuh hari menurut Syafi’iyah adalah makruh tahrim.
Padahal dalam kitab-
kitab Syafi’iyah, hukumnya adalah bid’ah yang makruh dan tidak mustahabbah, alias bukan makruh tahrim.

Untuk menguatkan pandangannya, Firanda mengutip pernyataan Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari, dalam Asna al-Mathalib, yang berkata “wa hadza zhahirun fit tahrim”. Ternyata setelah kami periksa, Syaikhul Islam Zakariya, masih menghukumi kenduri kematian dengan makruh atau bid’ah yang tidak mustahab (tidaksunnah).

Sedangkan keharaman yang menjadi makna zhahir hadits tersebut, oleh beliau dialihkan kepada bukan tahrim. Hal ini dapat dipahami, ketika membaca dengan seksama, bahwa Syaikhul Islam Zakariya dalam pernyataan tersebut, mengutip dari Imam an-Nawawi dalam Raudhah al-Thalibin dan al-Majmu’, yang menghukumi kenduri kematian dengan bid’ah yang tidak mustahab.

TANGGAPAN:
Pernyataan idrus ramli ini telah dibantah tuntas di sini:

28 April 2013 http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/423-dalil-bolehnya-tahlilan

Dalam pemaparan tersebut ustadz firanda telah menjelaskan panjang lebar dan mematahkanhujjah idrus ramli dan di akhir kata beliau menyatakan :

Jika memang para salaf selalu melakukan tahlilan selama tujuh hari berturut-turut, dan juga hari ke 40, 100, dan 1000 hari sebagaimana yang dipahami oleh ustadz Muhammad idrus ramli dan juga Kiyai Syadzily Tobari, maka kenapa kita tidak menemukan sunnah ini disebutkan dalam kitab-kitab fikih madzhab?

apakah para ahli fikih empat madzhab sama sekali tidak mengetahui sunnah ini?

Jika idrus ramli mengatakan bahwa para ulamaa’ terkemuka tersebut membolehkan tahlilan, maka tidak kita temui dalam kitab kitab mereka yang menyatakan bahwa sejak zaman sahabat , tabi’in , imam yang empat telah mempraktekan tahlilan yang mereka kerjakan. Dan ini tidak ada sama sekali.

Maka jelas bahwa yang mereka persangkakan itu adalah penafsiran mereka sendiri, yang pada kenyataannya tidak ada bukti sama sekali yang membenarkan persangkaan tersebut. Yakni para imam ahlussunnah tidak ada yang melaksanakan acara ibadah TAHLILAN seperti yang mereka lakukan saat ini. Allahulmuwafiq.

8. Zaenal Abidin, kurang memahami istilah-istilah keilmuan. Misalnya tentang qiro’ah syadzdzah (bacaan yang aneh atau menyimpang), dalam membaca al-Qur’an.

Menurut Zaenal, orang yang membaca ayat al-Qur’an, apabila diulang-ulang maka termasuk qiro’ah syadzdzah yang diharamkan. Sebaiknya Zaenal belajar ilmu qiro’ah atau ilmu tafsir agar tidak keliru dalam hal-hal kecil.

TANGGAPAN:

Ustadz zaenal tidak ada menyatakan bahwa bacaan yang diulang-ulang itu adalah Qiro’ah syadzdzah. Perkataan ustadz zaenal : “… Kayak ini,ini ada yasin fadhilah,cara membacanya yasin yasin yasin yasin yasin,ini kira-kira qiro’ah apa gitu lho ?

Padahal Ibnul Abdil Barr saja sebagaimana yang telah dinukil Imam suyuti membaca Al-Qur’an dengan qiro’ah syadzdzah ijma’ haram,APALAGI INI SYADZDZAH AJA ENGGAK. ….”

Tidak ada sama sekali pernyataan ust zaenal bahwa membaca Al-Qur’an apabila diulang-ulang maka termasuk qiro’ah syadzdzah,sepert yang idrus ramli tuduhkan. Silahkan lihat video Jam ke 1 menit ke 40..


Ucapan ini adalah salah sasaran, karena ustadz zainal abidinlah yang telah memaparkan kaidah kaidah tafsir berdasarkan ulamaa’ mufasiriin pada saat mudzakarah dengan sa’id aqil munawar mantan menteri agama yang videonya bisa dilihat di sini (bersambung part 1-part 10) :

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=mZaB9cDtNaI&rel=0]

Kita semua termasuk idrus ramli memang harus terus belajar, akan tetapi pantaskah kita katakan kepada beliau sekaliber ustadz Zainal abidin, lc hafidhahullah dengan perkataan “SEBAIKNYA zaenal belajar dst…??” yang dimaksudkan untuk merendahkan ke’ilmuan beliau.

Maka sejak awal tulisan ini sudah sering idrus ramli mengucapkan kata kata yang tidak pantas seperti ini.

9. Dalam bahasan melafalkan niat, menurut Firanda dan Zaenal, redaksi niat harus
menggunakan redaksi usholli dan nawaitu showmaghadin.
Kalau redaksinya dirubah menjadi nawaitu an ushalliya atau inni shoimun, dan atau ashuumu, menurut mereka adalah salah dalam madzhab Syafi’iyah. Demikian beberapa catatan kami terhadap dialog kemarin.

TANGGAPAN:

idrus ramli salah faham dalam pernyataannya ini. Karena yang dimaksud ustadz zaenal abidin dan ustadz firanda adalah bahwasanya melafadzkan niat tidak berhujjah sama sekali, Maka jika dipaksa paksakan juga aneh. Ini sudah disampaikan beliau.

Semisal perkataan idrus ramli yang mengatakan bahwa lafadznya bebas, nah ini dibantah dengan argumen bahwa jika ada murid yang melafadzkan selain usholli maka tentu akan disalah salahkan oleh kyainya.

Dan ini ma’lum. Di ponpes maupun di sekolahan maka tetap saja dianggap salah niat.

idrus ramli membela diri dengan mengatakan bahwa bebas saja lafadz tersebut, nah inipun tanpa hujjah krna tidak pernah sama sekali hal ini ada contohnya dari Rasulullah dan para sahabatnya, bahkan para imam empat itu sendiri tidak ada satupun yang mencontohkan hal ini. Jawabannya semakin aneh saja.

Wallahua’lam bishshowaab.

sumber : http://abumundziralghifary.blogspot.com/2013/12/tanggapan-atas-catatan-idrus-ramli.html

Silahkan tonton sendiri video dialognya, dan para pembaca bisa dengar sendiri keanehan-keanehan KH Idrus Ramli ini, silahkan..

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=ydQxcjAeB2Q&rel=0]

Kenapa KYAI ASWAJA membenci SALAFI WAHABI? Ini Rahasianya,. baca disini

Idrus Romli Nasab Kh Ahmad Dahlan Nyambung Ke Nabi Muhammad Pemahaman Ustad Idrus Romli Perdebadan Lucu Soal Bidah Tausiyah Gus Romli

Arsip Artikel

91 Comments on Hebatnya Ustadz Idrus Ramli, Membuat Pernyataan Yang Sangat Lucu dan Aneh..

  1. sebagai org awam dan setelah menonton sampai habis video diatas, sangat jelas sekali terlihat KH idrus ramli bisax cuma ngelantur kesana kemari, tidak jelas arahnya kemana, sedangkan dua pembicara dari ‘wahabi’ begitu ilmiah dan arah pembicaraan dan kesimpulanx jelas dan mudah dipahami,

    KH Idrus ramli sangat jelas terlihat yg keluar dari mulutx hanya rangkaian kata2 yg memang terdengar fasih dan seolah olah kebenaran, tapi jika diterjemahkan secara jeli dan teliti, ungkapan KH idrus ramli hanya berisi kata2 yg sifatx mencocok2kan dalil yg satu dgn yg lain kemudian dirangkai dan dikaitkan seolah2 hadis2 tsb adl pembenaran dari sebuah perkara syariat, contoh ketika niat sholat dikaitkan dgn niat haji,

    ‘sungguh terlalu’ dari penampilan kedua pemateri saja kelihatan mana yg ikut sunnah rasul mana yg menyelisihi, liat aja sisi yg lain pake jenggot sisi yg lain melihara kumis, sisi lain bicara dgn gaya yg sopan sisi lain bicara seperti seorang rapper pake angkat tangan seperti lagi sedang nge-dj 😀

    Terimakasih, sudah memberikan kesimpulan setelah menonton video tersebut,.. biarlah masyarakat pembaca yang menilai, orang awampun bisa menilai,.
    Mudah-mudahan banyak yang mendapatakan kebenaran setelah menonton video tersebut,.

  2. alhamdulillah, memang tidak mengecewakan ustad firanda dan ustad zainal abidin, makin mantep aku di manhaj salaf ini. sekedar mau nanya akhi, mengapa yang dipilih ustad firanda dan ustad zainal abidin, kok bukan yang lainnya, misalnya ustad abdul hakim dan ustad yazid. siapa sih yang sebenarnya memulai mengajak berdebat? dan adakah debat ustad abdul hakim atau ustad yazid, kalau ada boleh dong dimuat. jazakallahu khoiron.

    Wallahu a’lam, yang saya tahu itu adalah acara yang mendadak , dalam rangka mereka ingin menutup salah satu radio dakwah salaf di batam, yaitu radio hang fm batam, sehingga terjadilah dialog tersebut,.. tadinya dari pihak aswaja akan mendatangkan pimpinan NU, yaitu bpk said aqil siraj, namun ternyata berubah, yang didatangkan adalah tokoh mereka yang secara keilmuan merupakan kyai yang paling top, sehingga dari kita juga mendatangkan ustadz yang memang latar belakangnya dari NU (ust zainal abidin), juga ustadz yang memang sering mengkounter KH idrus ramli di dunia maya, yaitu ust firanda, kurang lebih begitu yang saya tahu,.

    Kalau sekaliber ust yazid dan ust abdul hakim, itu sudah pernah dilakukan dialog di jakarta, MUI jakarta yang ngadain, disitu kedua ustadz tersebut memberikan pengarahan kepada puluhan/ratusan tokoh NU sejakarta, ada videonya

  3. ada yg istiqomah dari apa yg kita bisa lihat dari Idrus Ramli. Setelah dalam dialog tersebut tampak sekali ngawurnya dalam istidlal, nah sekarang tampak juga kengawurannya dalam tulisannya setelah dialog tersebut. Jadi tetap istiqomah dalam kengawuran. (ngawur koq istiqomah…?)

    keep istiqamah ya,.. mudah-mudahan Allah menunjuki KH idrus ramli kepada hidayah,.

  4. maaf, saya orang awam masih belajar tentang islam, mohon koreksi nya.. saya pernah mendengar bahwa bila ada 2 fatwa ulama yang di mana kedua fatwa tersebut bertentangan dan dimana para ulama tersebut dalam ilmu agama sama baik nya maka apa benar kita ambil fatwa ulama yang pernah berjihad , maaf mohon koreksi nya, terima kasih banyak

    Terimakasih mas ridho,
    yang diambil adalah fatwa yang mendekati kebenaran, sejalan dengan alquran dan sunnah menurut pemahaman para sahabat, itu yg diambil, bukan melihat kepada siapa ulama tersebut, tapi melihat bagaimana isi dari fatwa tersebut,.

    Berjihad bukan hanya mengangkat senjata, tapi menuntut ilmu juga bagian dari jihad, dan para ulama juga sedang berjihad, dengan menyebarkan ilmunya,.

    Jadi tidak ada spt yang anda katakan, yaitu mengambil dari ulama yg pernah berjihad,.

  5. oh jadi ini go blog wahabrek

    terimakasih bang mirda,. anda sebut saya go blog wahabrek? he..he..he.. kok anda komen disini, berarti anda… apanya dong,. komentar di blog ini,. ini suatu kehormatan bagi saya,.

  6. Alhamdulilllah dialog tersebut bisa diambil ilmunya. SEhingga tampak mana yang sesuai sunnah dan mana yang menyelisihi sunnah dengan hujjah/dalil yang dipaksakan sesuai dengan hawa nafsunya.
    Semoga dialog seperti ini terus berlanjut sehingga umat islam akan tahu islam yang sesuai Al qur’an dan Sunnah

    BArokallohufik

    Wafiika baarakallah,

    • ………. اَسْـــتَـــغْـفِـرُاللّٓهَ الْعَــظِيْمَ اَسْـــتَـــغْـفِـرُاللّٓهَ الْعَــظِيْمَ اَسْـــتَـــغْـفِـرُاللّٓهَ الْعَــظِيْمَ ………

      Debat kok bisa diambil ilmunya, Rasulullah tidak pernah bersabda;
      “Ambillah Ilmu melalui Debat”
      Atau
      “Barang siapa menang Debat atau merasa menang di dalam debat maka niscaya ia akan masuk surga bersamaku”

      Sungguh terlalu kau Ani, he he he nanti tambah SESAT kau anak wahabi…

      Sadarlah…!!!

      terimakasih, siapa yang mendebat ajaran rasulullah?
      Siapa yang membela ajaran yang tidak diajarkan oleh rasulullah,
      Semakin tampak kebenaran tersebut, dan kebenaran pasti akan dimenangkan oleh Allah,.

      • Demikian juga Rasulullah tidak pernah bersabda “Tahlilillah orang mati selama tujuh hari, 40 hari, 100 hari….dst”, peringatilah hari lahirku dengan pesta …., bernyanyilah setelah adzan dlll”,

        terimakasih mas budhy,
        Karena hal diatas tidak diperintahkan, maka tidak usah dikerjakan,. kerjakan yang diperintahkan saja
        GAmpang toh,..?

  7. Kalau saya menilai dari isi dialog sebenarnya pangkalnya hanya di kata bidah seandainya hadis kullu bidatin dolalah di perjelas pemahamannya niscaya semua terjawab apakah kullu di situ ber makna aam atau aam makhsusah disini letak ketidak kredibelnya para ustad pendialog sehingga muter2 kesana kemari tanpa ada pemahaman yang bisa di ambil

    waktu dan moderator yang membatasi,jadi susah juga tuk menjelaskannya,.

  8. Syukur Alhamdulillah, dan terima kasih bisa beri tanggapan , kemudian semoga Hal ini saudara-saudaraku harus banyak belajar Agama (Al Qur’an dan Hadits), sehingga tdk mudah terhasut dan taqlid buta

  9. Setelah sebenarnya Idrus Ramli memperlihatkan kedangkalan ilmunya dlm Hadist, hanya fasih bicara dan lumayan banyak hafalan.

    Dia tetap membeberkan semua kejadian dlm dialog itu dgn memutar balikkan fakta. Yg seperti ini biasa niatnya hanya ingin mengelabui orang2 awam yg jahil dlm agama.

    • orang berilmu tentunya menjawab juga dengan ilmu dan tolong tunjukkan fakta yang mana yang diputar balik?

      terimakasih mas nggosok, sudah komentar disini,
      mana yang diputar balik? tidak kah anda baca postingan diatas, dan anda tonton videonya? nanti anda akan tahu, mana yang diputar balik, tinggal mencocokkan antara postingan dan video aja pak,.. ngga susah kok,

      sehingga anda sendiri akan tahu, siapa yang diatas ilmu dalam hal ini

  10. Kata kullu bersifat universal umum dan menyuluruh, lalu apa lagi yang diperdebatkan, hanya pelaku2 bid’ah yang suka berdebat

    Kata kullu berarti sebagian jika ada dalil yang menunjukkan ke arah itu, tapi jika tidak ada dalil yang menunjukkan ke arah sebagian, sebagaimana dalil kullu bidatin dhalallah,. maka maksudnya adalah menyeluruh, seluruh bidah adalah sesat,, tanpa kecuali,.

    • pak admin, mohon penjelasan dan contoh jika kata kullu itu ada yg bermakna sebagian .. syukron

      ini salah satunya, dalam ayat alquran,
      ayat ‘Kullu syai’in haalikun illa wajhah’
      Arti dari ayat tersebut adalah: Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya. (QS. Al-Qashash:88 )

      disitu ada pengkhususan yaitu lafadz “illa wajhah” jadi semua alam semesta hancur, kecuali allah,

      kala lafadz kullu bida’atin dhalallah itu tdk ada lafadz yang memalingkan / mengecualikan,. maka berakibat “kullu” disana itu umum, mutlak, semua bidah adalah sesat,.

      • Semua bid’ah adalah sesat ?
        sok pinter kamu. jadi orang jangan sombong apa nggak takut bernasib seperti iblis

        Terimakasih mas aris,. sudah komentar disini, mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada anda,
        yang mengatakan semua bidah itu sesat bukan saya mas aris, tapi Rasulullah,.
        Jadi jangan salahkan saya dong, wong saya cuma menukil perkataan rasulullah,

        bernasib seperti iblis? justru iblis lebih suka kepada pelaku bidah, silahkan baca postingannya, kenapa iblis lebih suka kepada bidah? langsung meluncur kesini mas, monggo

      • Apakah kita merasa lebih pinter, lebih sholeh dari Sayyidina Umar atau kita juga akan mengatakan Sayyidina Umar seorang ahli Bid’ah ?

        terimakasih mas aris,
        apa kebidahan yang dilakukan oleh Umar? tolong sebutkan dong, dan siapa yang mengatakan bahwa umar adalah ahli bidah? sebutkan siapa orang yang mengatakannya,.

        Bahkan keyakinan ahlusunnah, Umar itu salah satu sahabat yang dijanjikan akan masuk surga, ahli bidah akan diusir dari telaga rasulullah, bagaimana umar dikatakan sebagai ahlu bidah? bahkan iblis merasa takut dengan umar, padahal IBLIS LEBIH MENCINTAI AHLI BIDAH daripada ahli maksiat, kenapa, silahkan baca postingannya disini

  11. maaf sy orang awam, bagaimana klo pernyataan para ulama bahwa utsaimin dan ibnu taimiyah itu muajssimah??( sesat)
    bisa diluruskan,,???

    terimakasih san emen, mudah-mudahan Allah menunjuki anda dan kaum muslimin yang berusaha mencari kebenaran,. memenuhi permintaan anda, sudah saya postingkan artikelnya, silahkan baca disini

  12. bismillah. Allah telah menjadikan islam ini sebagai agama yang sempurna. sempurna sesuai dengan takaran, tidak membutuhkan penambahan dan tidak terdapat kekurangan pada agama ini, itulah yang mesti kita yakini dengan benar.

    segala sesuatu tentang syariat yang perlu diketahui telah Allah ajarkan. dari seseorang lahir kedunia sampai ia diwafatkan kembali telah ada ilmunya. kita tinggal mempelajari dari apa yang telah rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam ajarkan kepada para sahabat.

    mempelajari bagaimana alqur’an dan assunnah yang telah di-ajarkan rasulullah shalallahu alaihi wassalam kepada kita dengan pemahaman generasi pertama yang mendapat kelurusan dalam ilmu dan amal.

    semoga Allah senantiasa menunjuki kita kepada hidayah-Nya agar senantiasa berada di jalan yang lurus, bukan menjadi pembenar atas segala kesalahan yang tidak dicontohkan oleh rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

    cukuplah kitaberamal dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah penutup para rasul.

  13. Yang menilai diskusi harusnya orang lain biar penilaiannya objektif .. kalau yang menilai diri sendiri cenderung subjektif… dan itulah yang terjadi pada ust. Idrus Romli…

    terimakasih mas rufian sdh koment disini,.
    betul sekali mas, makanya saya cantumin video dialog tsb, silahkan pembaca dan penonton yg menilai,. siapa yg diatas ilmu,

  14. Assalamu’alaikum
    Bismillahirrohmanirrohiim,
    Om admin….Agamaku…agamaku, agamamu agamamu…
    yang buat komen itu pembaca, ini artikelnya kayak ngedumel…..gara2 kalah debat kalee..

    Wassalam,
    Alif aje

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    terimakasih mas alif, sudah komentar disini,
    oh iya mas, maksud kata-kata anda “Agamaku…agamaku, agamamu agamamu…” itu ditujukan ke siapa mas, sadar tidak anda mengucapkannya,.. agama saya dan anda masih sama kok, sama2 agama islam, jadi kata2 tsb tdk blh ditujukan kpd sesama muslim, saya bkn org kafir mas, jadi jangan anda mengucapkan seperti itu, besar resikonya,.

    mudah2an anda mengucapkan kata-kata tsb karena anda tidak paham, bukan dengan keyakinan anda,

    • kl mencermati dialog salafi vs aswaja (abu Salafy) memang seharusnya agamanya berbeda kq . karena Tuhannya salafy wahabi punya tangan,kaki dan tempatnya dilangit sementara Tuhannya aswaja (abu salafi) tanpa arah dan tempat.

      terima kasih mas aris, komentar yg bagus,
      Yang mengatakan Allah punya tangan, Allah berada diatas langit,. itu Allah sendiri, ada dalam alquran,.
      Yang mengatakan Allah ada tanpa arah dan tempat, itu ada dimana, tolong sebutkan baik dari alquran atau hadits, atau jangan-jangan itu karangan aswaja,. berarti mana nih yang bener?

      mas aris ikut yang mana? ikut aswaja gitu?

      • yang bener hanya Allah. saya ikut Allah tiada serupa dengan sesuatu apapun. Allah ada pada saat tidak ada selainnya.Menurut keterangan yg saya tau langit itu lapis/tingkat tujuh. terus Tuhan ada dilagit keberapa ?

        Terimakasih mas aris,.
        Langit ada 7 lapis, diatas langit ada samudera, diatas samudera ada arsy , Allah bersemayam diatasnya Arsy, Arsy adalah makhluk Allah yang paling besar, insya Allah nanti ada postingan tentang hal itu

        Dimana Allah? baca link ini

      • Allah tanpa tempat dan arah ko beriman Rasulullah SAW, Isra’ Mi’raj? Bagaimana mengkompromikan keduanya??? Terus Rasulullah waktu Mi’raj kemana? Duduk saja?

        Terimakasih mas Budhi Laksono,.sudah komentar disini,.
        Tempat dan aran itu makhluk ciptaan Allah, demikian pula Arsy Allah, itu adalah makhluk Allah,.
        DAn Allah tidak butuh kepada makhluk ciptaannya,
        Rasulullah Isra’ Mi’raj kan ke langit ketujuh, padahal kursy Allah itu meliputi langit dan bumi, dan Arsy Allah lebih besar lagi dari kursy, sedangkan Allah tidak menempel diatas Arsy, Allah bersemayam diatas Arsy, dan Allah tidak butuh kepada Arsy,
        Allah juga mampu menyatukan antara barat dan timur, utara dan selatan, karena arah itu adalah makhluk ciptaan Allah,

        Janganlah anda berpikir tentang Allah dengan logika anda berpikir tentang makhluk,. padahal Allah sudah mengatakan bahwa Allah tidak serupa dengan makhluknya,

        Kita imani saja apa yang sudah Allah kabarkan, karena hal tersebut adalah hal yang ghaib,.
        Rasulullah saja yang melakukan isra miraj tidak mengetahui bagaimana hakekat bersemayamnya Allah, apalagi kita,.

        Jika kita ingin mengetahui bagaimana bersemayamnya Allah, nanti di surga,. kenikmatan tertinggi di surga adalah MELIHAT WAJAH ALLAH SECARA LANGSUNG,.

        Akal kita tidak akan mampu memikirkan dzat Allah, bagaimana bersemayamnya, apakah duduk atau gimana,.. itu bukan tugas akal,.

        Tugas akal adalah MEMBENARKAN DAN MENGIMANI APA-APA YANG DIKABARKAN OLEH RASULULLAH, BUKAN MALAH MEMPERTENTANGKANNYA,.

        Untuk memikirkan makhluk ciptaan Allah saja akal tidak mampu menebaknya,.

        Pertanyaan mudah buat anda mas Budhi,.
        Saya ingin bertanya, dimana letak persisnya AKAL ANDA, DAN BAGAIMANA RUPANYA? ingat, akal itu bukan OTAK, orang gila juga punya otak, tapi hilang akalnya,
        Jika anda bisa menjawabnya, ini sungguh hebat, tapi jika anda tidak bisa menjawabnya,..

        Maka maukah anda jika saya katakan ANDA TIDAK PUNYA AKAL?? sebab anda sendiri tidak tahu dimana letak akal anda, dan bagaimana rupanya,

        Jadi tidak usah jauh-jauh memikirkan bagaimana Allah bersemayam, tapi silahkan anda berpikir, dimana letak akal anda, dan seperti apa bentuknya,.

  15. Dari dialog tersebut, ana mendapatkan suatu pelajaran yang baru, yaitu :

    Apabila hendak puasa cukup berniat :”KALAU BEGITU ANA PUASA” (Ustadz Idrus Romli)

    Aneh tapi nyata bin kepepet, he…..he…..

    jangan ikut2an ngawur mas,.

  16. Kalau ana kesimpulannya, rela di katakan WAHABI dengan alasan asalkan cara beragamanya sesuai dengan yg di contokan Rosulullah, dan di praktekan sahabat, tabi’in. tabiut tabi’in hususnya shalafush shaleh di antara mereka,.

    saya tidak butuh organisasi yg menyelisihi cara ibadah Rosulullah, walaupun benderanya islam, karena bendera tida bisa menjawab pertanya’an alam kubur. tolong jawab para pembenci wahabi !!!!!

    wahabi itu apa?
    organisasi?
    pirqoh/madzhab?
    siapa pendirinya?
    benderanya apa?
    peminpinnya siapa?

    saya tingal di negara yang di cap wahabi 20 tahun, belum mendapatkan jawaban dari warga setempat, yang tua, yang muda, yang kecil, ke dosen, ke murid, ke maha siswa, ke kiainya, tidak ada yang tau, malah malik nanya ke saya,

    Saya jadi curiga jangan-jangan ini produksi yahudi, supaya islam menjauh dari da’wah yang membawa islam kepada peribadahan yang benar.

    karena yahudi tau islam yang benar, cara beribadahnya bagai mana, yang dulu pernah menghinakan mereka.

    kami sarankan kepada para pendiri organisasi di indonesia tolong jangan jadikan masyarakat awam menjauh dari cara beragama yang benar!!

    anda akan di minta pertanggung jawaban di hadapan allah. kasihan mereka jauh dari keberkahan.

    dan kami mengajak kepada kaum muslimin, jangan mau menjadi islam korban media, karena mayoritas media punya yahudi, ” PRAKTEK MUAMALAH ISLAM BENAR” YAHUDI AKAN DI HANCURKAN SAMA ALLAH” ITULAH BUAHNYA JANJI ALLAH.

  17. mas admin saya mau tanya, kalau dilihat dari cara dakwah dan hujjah yang di sampaikan oleh ustadz zaenal dan astdz firanda kok seperti apa yang di ajarkan oleh guru 2 saya di muhammadiyah, apakah bisa dikatakan dakwah wahabi sama dengan dakwah muhammadiyah terimakasih

    Matursuwun mas eko, sudah komentar disini,
    Sebenarnya KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah itu untuk mendakwahkan dakwah salafus shalih, ingin memurnikan ajaran islam berdasarkan Alquran dan Assunnah berdasarkan pemahaman para sahabat. Ini terlihat jelas dari buku-buku yang dibaca oleh KH Ahmad Dahlan. Beliau mendirikan Muhammadiyah karena termotifasi oleh dakwah serupa yang digalakan oleh Syaikh muhammad bin abdul wahhab. Dan kala itu karena jaman penjajahan, maka tidak boleh berdakwah secara perorangan, harus ada lembaga yang menaunginya, maka dibentuklah muhammadiyah.
    Ustadz Firanda dan ustadz Zainal mendakwahkan dakwah manhaj salaf juga, jadi anda tidak perlu heran, jika anda merasa ada kesamaan. Justru seharusnya sikap para pengikut muhammadiyah adalah seperti sikap KH Ahmad Dahlan, yaitu ingin mengenalkan alquran dan assunnah, bukan mengenalkan ormasnya, silahkan anda baca MANHAJ DAKWAH MUHAMMADIYAH, sudah saya posting disini

  18. untuk yg posting blog ini, dan yang komentar diatas semuanya… tunjukan dalil yang melarang maulid dn tahlil.. maka saya tidak akan tahlil lagi, saya tidak akan maulid nabi lagi… terimaksih.

    Terimakasih mas sidik, pernyataan yang sangat bagus,.
    Saya juga ada pertanyaan buat anda mas Sidik, Jika ada orang yang shalat maghrib menggunakan bahasa indonesia, bacaan takbir diganti dengan bahasa indonesia, dengan maksud supaya shalatnya lebih menjiwai, apakah boleh shalat maghrib dilakukan seperti itu?
    Jika ada orang yang melarang shalat maghrib dengan cara tersebut , orang yang melakukan shalat maghrib tersebut membuat pertanyaan yang mirip dengan anda,.

    tunjukkan dalil yang melarang shalat maghrib dengan bahasa indonesia, maka saya tidak akan melakukan shalat maghrib dengan bahasa indonesia,.
    begitu mas sidik, saya kasih perumpamaan seperti itu,.

    Maka sampai hari kiamatpun tidak akan ditemukan dalil yang jelas menyebutkan seperti itu, larangan shalat maghrib dengan bahasa indonesia,. tidak ada dalilnya, kalau anda mendapatkan dalil larangan shalat maghrib dengan bahasa indonesia, maka saya akan kasih hadiah, jika saya nanti punya mobil, akan saya kasihkan kepada anda,. gratis,..

    Saya ngasih kuis juga nih, barangsiapa yang bisa mengemukakan dalil tentang larangan mengadakan maulid maka akan saya berikan hadiah,. dan jika ada yang dapat memberikan dalil tentang perintah maulid dan tahlilan, saya juga akan berikan hadiah,. silahkan. oh ya mas sidik, ikuti kuis tahlilan juga, silahkan baca postingannya disini

    • Kalau alasannya tidak ada dalil yang melarangnya, oke deh, anda nikah sama ini (Sapi, Kerbau, Kambing), terus nanti kalau sya’i ngesot atau lari sekencang-kencangnya, balang jumroh pakai batu sebesar kepala anda. Ini semua tidak ada dalil pelarangannya, silahkan lakukan! Mau?!

      terimakasih mas Budhi, tambahan yang bagus buat orang yang berkata mana dalil yang melarang maulid,.
      Salah satu konsekwensinya adalah silahkan nikah sama sapi,kerbau,kambing,.dan berbuat sesukanya, kan tidak ada dalil yang melarangnya,.

      Bagi anda yang mendukung pendapat yang mengatakan tidak ada dalil yang melarang maulid, silahkan lakukan konsekwensi perkataan anda, kan tidak ada dalil yang melarang menikah dengan kambing, dengan kerbau, jadi… silahkan nikah dengan kambing, dengan kerbau,..

      mau??? he..he..he. hanya orang yang hilang akalnya saja yang melakukan hal tsb, tapi belum ditemukan orang yang hilang akalnya menikah dengn kerbau,

  19. jika ingin komentar sebaiknya netral, terlihat jika menyebut firanda pake ustadz sedangkan nyebut yang lain idrus ramli saja. disini terlihat memihaknya

    terimakasih mas aly, tolong sebutkan komentarnya mas, saya netral, artinya netral bukan membela ustadz, tapi membela yang benar, yang selaras dengan dalil dari rasulullah,

  20. bagai mana kalo pernyataan ibnu taimiyah dalam majmu
    ‘ fatawa jilid 24 halaman 306
    “para imam telah sepakat bahwa mayit bisa mendapat manfaat dst..apakah bisa buat pegangan buat yg suka tahlilan……

    terimakasih Kang Sofiyan, sudah berkomentar disini, berikut ini saya nukilkan tentang pernyataan Ibnu taimiyah tsb

    Hukum Menghadiahkan Pahala Bacaan Al Qur’an untuk Si Mayit

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanyakan, “Bagaimana dengan orang yang membaca Al Qur’an Al ‘Azhim atau sebagian Al Qur’an, apakah lebih utama dia menghadiahkan pahala bacaan kepada kedua orang tuanya dan kaum muslimin yang sudah mati, ataukah lebih baik pahala tersebut untuk dirinya sendiri?”

    Beliau rahimahullah menjawab:

    Sebaik-baik ibadah adalah ibadah yang mencocoki petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan dalam khutbahnya,

    خَيْرُ الْكَلَامِ كَلَامُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

    ”Sebaik-baik perkataan adalah kalamullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan. Setiap bid’ah adalah sesat.”

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

    خَيْرُ الْقُرُونِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

    “Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi setelah mereka.”

    Ibnu Mas’ud mengatakan,

    مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مُسْتَنًّا فَلْيَسْتَنَّ بِمَنْ قَدْ مَاتَ ؛ فَإِنَّ الْحَيَّ لَا تُؤْمَنُ عَلَيْهِ الْفِتْنَةُ أُولَئِكَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ

    “Siapa saja di antara kalian yang ingin mengikuti petunjuk, maka ambillah petunjuk dari orang-orang yang sudah mati. Karena orang yang masih hidup tidaklah aman dari fitnah. Mereka yang harus diikuti adalah para sahabat Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.”

    Jika kita sudah mengenal beberapa landasan di atas, maka perkara yang telah ma’ruf di tengah-tengah kaum muslimin generasi utama umat ini (yaitu di masa para sahabat dan tabi’in, pen) bahwasanya mereka beribadah kepada Allah hanya dengan ibadah yang disyari’atkan, baik dalam ibadah yang wajib maupun sunnah; baik amalan shalat, puasa, atau membaca Al Qur’an, berdzikir dan amalan lainnya.

    Mereka pun selalu mendoakan mukminin dan mukminat yang masih hidup atau yang telah mati dalam shalat jenazah, ziarah kubur dan yang lainnya sebagaimana hal ini diperintahkan oleh Allah. Telah diriwayatkan pula dari sekelompok ulama salaf mengenai setiap penutup sesuatu ada do’a yang mustajab.

    Apabila seseorang di setiap ujung penutup mendoakan dirinya, kedua orang tuanya, guru-gurunya, dan kaum mukminin-mukminat yang lainnya, ini adalah ajaran yang disyari’atkan. Begitu pula doa mereka ketika shalat malam dan tempat-tempat mustajab lainnya.

    Terdapat hadits shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan sedekah pada mayit dan memerintahkan pula untuk menunaikan utang puasa si mayit. Jadi, sedekah untuk mayit merupakan amal sholeh. Begitu pula terdapat ajaran dalam agama ini untuk menunaikan utang puasa si mayit.

    Oleh karena itu, sebagian ulama membolehkan mengirimkan pahala ibadah maliyah (yang terdapat pengorbanan harta, semacam sedekah) dan ibadah badaniyah kepada kaum muslimin yang sudah mati. Sebagaimana hal ini adalah pendapat Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, sebagian ulama Malikiyah dan Syafi’iyah.

    Jika mereka menghadiahkan pahala puasa, shalat atau pahala bacaan Qur’an maka ini diperbolehkan menurut mereka. Namun, mayoritas ulama Malikiyah dan Syafi’iyah mengatakan bahwa yang disyari’atkan dalam masalah ini hanyalah untuk ibadah maliyah saja.

    Oleh karena itu, tidak kita temui pada kebiasaan para ulama salaf, jika mereka melakukan shalat, puasa, haji, atau membaca Al Qur’an; mereka menghadiahkan pahala amalan mereka kepada kaum muslimin yang sudah mati atau kepada orang-orang yang istimewa dari kaum muslimin.

    Bahkan kebiasaan dari salaf adalah melakukan amalan yang disyari’atkan yang telah disebutkan di atas. Oleh karena itu, setiap orang tidak boleh melampaui jalan hidup para salaf karena mereka tentu lebih utama dan lebih sempurna dalam beramal. Wallahu a’lam.” –Demikian penjelasan Syaikhull Islam Ibnu Taimiyah-[Majmu’ Al Fatawa, 24/321-323.]

    Catatan:
    Yang dimaksudkan kirim pahala dari amalan badaniyah ataupun maliyah sebagaimana yang dibolehkan oleh sebagian ulama bukanlah dengan mengumpulkan orang-orang lalu membacakan surat tertentu secara berjama’ah dan ditentukan pula pada hari tertentu (semisal hari ke-7, 40, 100, dst). Jadi tidaklah demikian yang dimaksudkan oleh para ulama tersebut.

    Apalagi kalau acara tersebut diadakan di kediaman si mayit, ini jelas suatu yang terlarang karena ini termasuk acara ma’tam (kumpul-kumpul) yang dilarang. Seharusnya keluarga mayit dihibur dengan diberi makan dan segala keperluan karena mereka saat itu dalam keadaan susah, bukan malah keluarga mayit yang repot-repot menyediakan makanan untuk acara semacam ini.

    Lihat postingan ini untuk artikel yang lebih lengkap, klik disini

  21. Menurut Anda siapa yang benar dari hal di atas??

    terimakasih mas iful, sdh komentar disini
    seandainya anda perhatikan dialog tsb, kelihatan sekali, siapa yang diatas hujjah yang benar, dan siapa yang diatas hujjah yang lemah, bahkan terlihat memaksa-maksakan dalil,.

    • menurut saya yg org awam sih udah jelas ketahuan mana yg kedalaman ilmunya yg sudah mumpuni…

      yg penting jgn suka menyalahkan satu sama lain…

      masih banyak org yg ga solat yg harus disalahin (harusnya) tapi kenapa kita harus debat dengan masalah seperti ini..

      saya cuma minta satu saja hadist yg sanadnya itu dari kita atau guru kita samapai ke Rasulullah SAW…

      satu saja tapi jgn melenceng ya saya minta dari rombongan Ust. Firanda atau ust. abidin??? monggo

      terimakasih mas desrizal, mudah-mudahan Allah menunjuki kita kepada hidayah, dan istiqamah diatas hidayah tersebut,.

      Yang jadi masalah bukan nyambung sanadnya atau tidak, semua hadits yg shahih itu nyambung sanadnya kepada rasulullah, jumlahnya sangat banyak,.
      Dan para ulama ahli hadits sudah mengumpulkan dalam kitab-kitab mereka, jadi ngga ada sanad/perawi hadits lagi setelah mereka mengumpulkan hadits-hadits tersebut,. kita tinggal menukil dari kitab ulama tersebut,. jadi apalah artinya jika guru anda sanadnya bersambung, bukan itu masalahnya,. tapi APAKAH PEMAHAMAN GURU ANDA Itu benar dalam memahami hadits tersebut,. ini intinya,.

      Kita ngga usah jauh-jauh tentang hadits, TENTANG ALQURAN SAJA,. sepakat kan bahwa alquran itu semuanya asli, huruf-hurufnya asli, ngga ada penambahan atau pengurangan,. jika ada orang yang mengingkari SATU HURUF SAJA dalam alquran, orang tersebut bisa terjatuh dalam kekafiran,.

      Tentang ayat alquran saja, jika pemahaman kita salah, maka akan salah pula dalam memahami alquran,.

      Jadi semua orang yang tidak mengikuti pemahaman yang benar, maka akan terjatuh kedalam kesalahan dalam memahami alquran dan hadits, siapapapn orangnya, walaupun dia habib,ajengan,kyai,ustadz, atau tokoh terkenal lainnya,.

      Kenapa akan terjatuh dalam kesalahan,? karena mereka tidak memahami sebagaimana rasulullah menjelaskan kepada para muridnya, generasi yang dibina langsung oleh rasulullah, merekalah para sahabat,.

      Mengikuti pemahaman para sahabat adalah SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN,. silahkan lihat disini postingannya

      Seluruh kaum muslimin WAJIB MENGIKUTI PEMAHAMAN SAHABAT,.silahkan baca disini dalilnya dari alquran dan sunnah, klik disini

      Ini salah satu pengakuan KYAI YANG TOBAT dan rujuk kepada manhaj salaf , silahkan baca kisahnya disini

      Kyai bukan untuk disembah, apa sih maksudnya menyembah kyai ata ustadz, silahkan baca disini

  22. Ngoceh di kandang sendiri… cb dong sekali kali ikut debat deh.. jgn cuma pinter ngoceh doang… menilai org gampang broo, cb suruh main sendiri gempor lho…!!!

    terimakasih bro pocalapo,.
    cukup disini aja bro, biar yang ngambil manfaat banyak,. alhamdulillah banyak yang tersadarkan,.

    • kalau ternyata memang idrus romli salah maka apa anda tetap mangkul ngotot bahwa idrus romli tidak menyimpang begitu?

      kalau Allah menyalahkan idrus romli krn tidak jujur dalam berdebat maka apa anda akan protes sama Allah?…

      ya silahkan anda marah kalau TUhan anda itu idrus romli :).

      saya kasih tau anda kan orang berakal jadi jangan keburu benci langsung pukul rata mas.

      kebenaran itu pakai kejujuran dan akal sehat bukan main tembak, saya melihat memang analisa di blog ini jujur dan objektif.

      Di video itu memang TERNYATA idrus pakai cara ngeles yg tidak jujur supaya lawan bicara idrus romli terpojok di depan umum..

      dalam video itu sebenarnya idrus romli terlihat MALAH gak pakai dalil tpi asumsinya sendiri (main vonis) ngalor ngidul….

      anda nggak usah marah.

      anda lebih memprioritaskan ULAMA anda atau kejujuran akal anda?.

      kalau ulama kebanggaan anda menyimpang ya anda fair akui saja dan gak usah NGOTOT bgitu loh, bisa ndak?

      Terimakasih mas nikov atas tanggapannya,.
      memang betul, orang yang masih diberi akal sehat, dan berniat ingin mencari kebenaran, dengan melihat video dialog tersebut maka akan bisa menilai,.

      mana yang diatas dalil dan mana yang diatas akal-akalan,.

  23. wahai saudaraku yg tidak netral … kan sahabat umar sendiri yg mengatakan bid’ah mas… kok anda masih mau bela diri …

    Terimakasih okan, sudah komentar disini,komentar yang bagus,
    kita lihat apa yang dilakukan oleh umar,.
    Dulu rasulullah melakukan shalat tarawih dengan satu imam, lalu rasulullah meninggalkan hal tersebut karena takut shalat tarawih menjadi wajib hukumnya, karena wahyu masih turun,.
    Di jaman umar, para sahabat melakukan shalat tarawih dengan imam masing-masing, dalam satu masjid, lalu umar mengumpulkan sahabat dan menjadikan imam shalat tarawihnya hanya satu orang,.

    apa yang dilakukan oleh umar bin khattab itu seperti yang dilakukan oleh rasulullah, yaitu shalat dengan satu imam,

    lalu,.

    dimana bidahnya?
    sedangkan wahyu sudah tdk turun, jadi amalan tarawih tersebut tidak menjadi wajib hukumnya, karena wahyu sudah terputus, sehingga umar pun berkata, “sebaik-baik bidah adalah ini”

    maka jika kita ingin melakukan bidah yang seperti umar lakukan, maka lakukanlah hal yang seperti umar dong, bukan membuat-buat amalan baru yang tidak ada contohnya dari rasulullah, lalu berdalih dengan perbuatan umar bin khattab,.

    Umar mengumpulkan sahabat utk shalat tarawih dengan satu imam, itu ada contohnya dari rasulullah,.

    lalu anda, atau ustadz anda melakukan perbuatan bidah, mana contohnya?

    Saya tidak membela diri,.. jika ada dalilnya,. maka saya akan ikut amalan anda, tentu dalil shahih, bukan dalil palsu atau lemah,.

  24. saya sudah lihat videonya, saya yang awam sih menilainya, ust. idrus romli sudah berusaha mencari dalil untuk mendukung pendapatnya, walau saya merasa aneh juga / “karena terlalu memaksakan” dengan dalil yg dibawakannya. Ust firanda lebih asik sih.. pendapatnya didukung oleh dalil yang jelas. Maaf ya sy yg awam berani2 komentar. mudah2an kita semua diberikan ampun oleh Allah.

  25. Ya Akhi/ukhti fillah, yang telah menulis ini. terima kasih pencerahannya. Satu yang pasti dari semua tulisan baik di pos maupun di kolom komentar, saya mengambil banyak pelajaran. saya sendiri lahir dari sebuah keluarga yg dari kecil sudah berada dlm majlis ilmu yang berbau hizbiyah.

    Sampai sekarang pun masih aktif. Belum menemukan waktu yang tepat untuk benar-benar bisa meninggalkan majlis itu.

    Seiring dan semakin banyaknya saya membca tulisan2 spt ini, saya takut karena sy mulai tak acuh dg ilmu yg disampaikan krena yg menyampaikan selalu menyelipkan nafas “mengunggulkan” majlisnya daripada ilmunya.

    Bagaimana caranya mengembalikan kesucian dan kenetralan saya untuk menerima ilmunya tanpa membenci pembicaranya?

    Dengan banyak membaca tulisan spt ini. Saya juga jadi sering terpancing berdebat dg ayah saya, soal baiat, soal jamaah dll.

    Mencerahkan tapi juga menambahkan gejolak bagi saya.

    Terimakasih sdh komentar disini,.
    Perlu diketahui, ilmu yang kita dapat adalah untuk menghilangkan kebodohan pada diri kita, itu yang pertama,.
    Yang disebut ilmu adalah hal-hal yang membuat kita semakin mengenal Allah, semakin takut pada Allah, semakin paham ajaran islam ini berdasarkan dalil dan pemahaman yang benar, yaitu menurut pemahaman para sahabat yang merupakan generasi yang dibina langsung oleh rasulullah,. bukan menurut pemahaman ustadz,kyai,kelompok,atau jamaah tertentu,

    Adapun untuk mendakwahkan kepada orang lain, maka ini butuh ilmu tersendiri, tidak semua yang kita dapat, kebenaran yang kita dapat itu disampaikan kepada orang lain, ngga harus begitu, jika tidak punya ilmunya, maka yang timbul adalah perdebatan, retaknya hubungan,.
    Dakwah itu butuh ilmu, butuh hikmah,. silahkan anda download artikel ini, 14 contoh hikmah dalam berdakwah, buka link ini

  26. baru tau ada istilah NU Kitab dan NU organisasi..lucuuu….

    saya yg lama nynatri di pesantren NU aja ngerti dan diajari dasar2 amalan ala NU…

    dan gaya ustaz zainal ini yg ngaku NU (revisi) tapi keyakinan dan amalnya wahaby ga cuma dia seorang koq…

    gak lucu, ngaku NU tapi ternyata wahabi…

    kalo soal gayanya idrus ramli, ya namanya juga debat… yg penting dalil2nya aja ditelaah…

    terimaksih erlan,. komentarnya lucu juga menurut saya,.
    Ya ngga lucu mas erlan, alhamdulillah semakin banyak warga NU yang mengenal islam menurut pemahaman para sahabat, itulah satu-satunya pemahaman islam yang benar,. bukan menurut saya lho mas erlan, tapi menurut Allah, silahkan baca surat attaubah ayat 100,
    Semua yang menyelisihi pemahaman sahabat, pasti akan tersesat, dan akan diancam dengan neraka, bukan kata saya lho mas erlan, Allah yang mengatakan, silahkan baca surat annisa ayat 115 ,.

    Seluruh kaum muslimin WAJIB mengikuti pemahaman para sahabat, kenapa? sudah saya posting disini mas, silahkan baca

    Mau yang lucu, silahkan tonton video ustadz zainal yang mantan santri NU dengan tokoh NU, simak disini

    Mau tahu bagaimana kronologi ust zainal hijrah dari NU menuju manhaj salaf? silahkan simak kronologisnya disini

    Beliau alumni pondok tambak beras lho mas,bahkan pernah jadi tukang nuntun gus dur, silahkan simak disini

    Ini pertanyaan dari orang NU kepada ust zainal, simak disini

  27. ah, ane tau ustad Idrus Ramli. Beliau tukang sapu di perpus ponpes Sidogiri. Setiap disana beliau baca kitab2 sampai habis 2 tingkat perpus.

    Sidogiri menganggarkan 20jt tiap th untuk beli kitab dan Ustad Idrus selalu membaca kitab2 baru itu sampai beliau menghafalnya.

    Afwan, ane cuma menyampaikan saja. Bukan memihak salah satu pihak secara terang2an. Wallahu a’lam,

    Allah yg maha mengetahui kebenaran atas sesuatu, bukan seperti KITA (atau kamu?) yang membenar-benarkan pendapat golongan kita (atau kamu?) sendiri karena kita (atau kamu?) ada di golongan itu, tanpa bertanya dalil2 kepada orang yg kita (atau kamu?) tentang itu.

    TErimakasih atas informasinya mas ahmad,.
    Hafal ribuan kitab, atau sudah membaca seluruh kitab para ulama, jika pemahamannya rusak, tidak mengikuti pemahaman para sahabat, maka akan kurang bermanfaat pula apa yang dia hafal, tidak paham sesuai yang para ulama tersebut maksudkan, dan itu yang terjadi,.

    Dalam dialog di video diatas saja terlihat sekali,. apalagi tanggapan kyai idrus ramli setelah dialog, sungguh pernyataan yang lucu dan aneh,

    Sudah membaca dan hafal kitab ulama saja segitunya, bagaimana orang-orang yang tidak seperti dia?

    Saya berikan contoh, ada ustadz yang hebat, pandai sekali, lulusan LPIA, hafal alquran, kitab ulama pun dihafalnya, tapi karena rusaknya pemahaman, maka dia menjadi menyimpang, memiliki pemikiran khawarij, alhamdulillah sekarang orangnya masih mendekam di penjara, namanya aman abdurahman, dia menjadi penasehat tokoh yang sepemikiran dengannya, yaitu penaseha abu bakar baasyir, alhamdulillah masih mendekam juga di penjara,

    Jadi menghafal dan membaca kitab para ulama bukan acuan kebenaran jika pemahamannya tidak mengikuti pemahaman para sahabat, maka kerusakan pemahaman akan timbul,

  28. ada hadits, “laa yusholliyanna ahadukum illaa fii bani quraidzah”.

    ane kira antum tau artinya dan musabab adanya hadits itu (secara antum sepertinya khatam jutaan kitab). para sahabat berbeda pendapat mengenai ucapan Nabi tersebut. 1 golongan sholat asar saat waktu tiba, ada 1 golongan yg baru sholat saat di bani quraidzah meski matahari sudah tergelincir.

    Apa tanggapan Nabi? BELIAU TIDAK MENYALAHKAN SALAH SATU, sebab mereka memiliki pemahaman berbeda tentang hadist.

    Terimaksih mas ahmad,. anda tahu, kenapa Rasulullah tidak menyalahkan salah satunya?
    Karena para sahabat berijtihad, dan jika orang yang berilmu berijtihad, maka jika dia benar akan mendapat dua pahala, tapi jika salah akan mendapatkan satu pahala, sebagaimana sabda rasulullah, tapi jika seorang yang bukan berilmu berijtihad, lalu benar, maka dia telah tersalah, boro-boro mendapatkan pahala,. karena dia berijtihad dengan kebodohan, benarnya hanya kebetulan saja, akibat orang jahil berijtihad, maka dia akan tersesat dan menyesakan, silahkan baca disini postingannya

    Penyebab mereka berbeda pendapat, saya postingkan spesial untuk anda dan pembaca semua, silahkan baca disini

    Tapi mereka tidak mengatakan, “KAMU MELAWAN DG HADITS.

    KAMU KAFIR, PENDAPATMU SALAH. SIAPA YG TIDAK COCOK DG PEMAHAMAN KAMI ADALAH KAFIR.” Laa, laa, laa, dia melawan dg apa yg kamu paham tntang hadits itu, bukan melawan dg matan hadits tersebut.

    Ini salah satu tanda rusaknya pemahaman, sebagaimana pak kyai,. siapa yang mengatakan yang tidak cocok pemahamannya LANTAS DIKAFIRKAN? saya tuntut anda, silahkan sebutkan pernyataan ini, yang SUKA MENGKAFIRKAN, saya akan TUTUP BLOG INI, jika anda bisa membuktikannya, dan saya akan beri anda HADIAH, JIKA SAYA PUNYA MOBIL NANTI, SAYA AKAN BERIKAN KEPADA ANDA,.
    Jadi bukan sekedar memfitnah, katanya suka mencap KAFIR,. silahkan anda sebutkan hal tersebut, boleh minta tolong kepada kyai idrus ramli, atau ustadz yang diatasnya beliau, silahkan mas ahmad,.

    Jika itu tidak terbukti, maka anda atau yang sepemikiran dgn anda TELAH BERDUSTA, menuduh seperti itu,

    Saya sudah postingkan, BAHAYA MENGKAFIRKAN SESAMA MUSLIM, ini bukan urusan sepele mas ahmad, urusan besar, jika tidak terbukti, maka akan kembali kepada si penuduh, silahkan klik disini

  29. Mas admin komen saya tentang menikah dengan kerbau, kambing dan sapi itu untuk Sidik, yang mengatakan selama tidak ada dalil pelarangannya maka agama membolehkan. Saya bermanhaj salaf kok mas admin.

    Komen saya tersebut sering saya lontarkan untuk orang yang berkilah “mana dalil pelarangan tentang tahlilan, muludan, rajaban dll?” terus saya jawab pada kolom komen ya seperti yang mas admin baca.

    Oh begitu, iya, mohon maaf telah salah menanggapi,.
    saya juga sempat bingung, ini komentar dari pembela amalan2 bidah, atau orang bingung,. soalnya di depan komentar anda tidak ditujukan untuk komentator sebelumnya,.. ok, saya edit ya,

  30. Satu lagi mas admin, saya komen itu untuk membalas komen Aris yang mengatakan Allah ada “tanpa tempat dan arah”, bukan untuk mas admin. sukron. alhamdulillah saya bermanhaj salaf. Saya ikuti terus blog aslibumiayu.wordpress.com, blog yang penuh pencerahan.

    afwan,.. salah menanggapi, sudah saya edit mas, jazakumullahu khairan,.

    • untuk mas budi laksono , anda juga sekarang sedang melakukan bidah, tidak contoh dari rosul , tauziah / belajar melalui internet . ada g dalil nya.

      terimakasih mas ikbal, anda juga sedang melakukan bidah dong,.
      Baju yang anda pakai juga bidah, demikian pula celananya,. jadi gimana mas, apa anda mau ngga pakai baju dan celana?
      Mobil itu bidah, pesawat juga, hape,becak,sepeda,komputer,blog,bakso tahu,somay,nasi goreng,dodol garut,combro,misro,es cendol, dan lain-lain, banyak sekali mas,. pengin tahu yang lainnya, silahkan baca postingan ini

      • assaalamualaikum wr wb.
        terimakasih atas jawabannya yang cepat. bagus saya suka dengan jawaban anda jujur dan apa ada nya , cuma seperti nya anda belum paham definisi bidah yang sebenar nya, yang anda kemukaan betul sekali , ada sebagian yang tidak ada contoh nya dari rosul dan susah untuk mncari dasar hukum nya baik dari hadist dan alquran.

        semua yang anda sebutkan semua saya pakai dan lakukan termasuk yang anda tuduhan kepada kami kaum sunni ( tawasul, yasinan, maulid, barzanzi dll ), karena saya juga memakai dasar jumhur ulama, dan yang pasti nya ulama lebih paham tentang masalah agama , karena ulama adalah pewaris para nabi.
        kalau di kalangan saya (sunni ) tahlil, shlawat, tawasul, yasinan, itu boleh karena ada keterkaitan nya dengan baca alquran dan dzikir, jumhur ulama pun tidak ada yang melarang. maka di kaum sunni ada istilah BIDAH HASANAH , artinya bidah yang baik,

        nah di anda akhi penulis.
        Baju yang anda pakai juga bidah, demikian pula celananya,. jadi gimana mas, apa anda mau ngga pakai baju dan celana?

        Mobil itu bidah, pesawat juga, hape,becak,sepeda,komputer,blog,bakso tahu,somay,nasi goreng,dodol garut,combro,misro,es cendol, dan lain-lain, banyak sekali mas ( maaf saya copy dari kata2 anda ). bagaimana hukum nya ?

        anda kan selama ini getoooool dan rajiiiiiiin menuduh , memvonis kaum sunni itu melakukan bidah sesat krn tidak ada contoh dari rosul apalagi nash alquran nya.( sampai berani mengatakan hadist tidak shaheh / palsu), seperti nya anda lupa dengan perkataan anda , kalau tidak ada contoh dari rosul itu bidah dholalah.

        makanya saya tanya ada tidak hadist atau nash alquran nya tetang hadist yang anda sebut tidak shaheh ( palsu ).

        saya tunggu jawaban anda .
        kalau anda bisa jawab , saya doakan anda supaya di berkahi dalam hidup nya dan selamat dan bahagia dunia akhirat ( awal nya saya mau kasih anda IPOD kalau anda bisa jawab , tapi nnti tkut di bilang BIDAH IPOD itu, krn rosul tidak pakai ipod ).
        syukron

        TErimakasih mas,.. anda bertanya tentang hadits shahih , palsu,.
        Hadits shahih adalah hadits yg benar2 bersambung sanadnya kepada Rasulullah, Rasulullah betul-betul mengatakannya,.

        Silahkan bawakan SATU SAJA HADITS SHAHIH tentang MAULID NABI,TAHLILAN KEMATIAN,YASINAN MALAM JUMAT,.
        Satu saja mas,..

        Jika anda bisa membawakan SATU SAJA Hadits SHAHIH tsb, maka jika saya ditakdirkan punya mobil, SAYA AKAN BERIKAN KEPADA ANDA,. mau mas? silahkan,.

        IPOD itu bidah mas,. jangan baca judulnya saja, tapi baca ulasannya , kenapa IPOD itu termasuk bidah, silahkan klik disini

      • @Ikbal >>> anda menuduh admin tidak tahu makna bid’ah, sedang anda sendiri yang tahu malah getol berbuat bid’ah.

        Tausyiah lewat internet bid’ah? Wahyu pertama yang turun umat Rasulullah salallahu alaihiwassalam disuruh apa?

        Disuruh baca bukan? Bukan disuruh dengar, yang namanya baca berarti medianya bermacam macam, buku, internet, televisi, ipod, ipad, hp dan lain-lain.

        Anda menyuruh kalau tausyiah dengar apa kata kyai terus percaya?

        Haruskah saya mengikuti tausyiah model golongan ente yang hanya duduk manis mendengarkan ucapan kyai dan mempercayai begitu saja?

        Memang saya beragama Katholik yang tidak boleh tahu kitabnya, disuruh percaya saja sama pasturnya?

        Terimakasih mas Budhi atas tambahannya,.
        Mudah-mudahan Allah berikan hidayah taufik kepada mas ikbal,

  31. @All yang benar adalah siapapun orangnya yang menyampaikan sesuai dengan Al Qur’an dan hadits serta pemahaman para sahabat itulah yang benar, kalau memang memahami dua wasiat Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam, akan terlihat jelas siapa yang benar dan siapa yang menyelisihi.

    Betul,. bahkan tanpa sahabat, MUSTAHIL kita mengenal islam, lalu kenapa kita merasa berat untuk mengikuti pemahaman para sahabat?? dan malah mengikuti pemahaman kyai kita yang menyelisihi pemahaman para sahabat?.. berpikirlah dengan pikiran yang cerdas.

  32. ini catatan ustad idrus ramli . monggo di baca…

    Pada 28 Desember 2013 telah diadakan mudzakaroh atau dialog antara pihak Ahlussunnah dengan pihak Salafi Wahabi mengusung tema “Dengan Mudzakaroh Kita Bangun Kebersamaan Bersatu Dalam Perbedaan”. Dialog yang diadakan di Ruang Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam ini menghadirkan KH. Muhammad Idrus Ramli Asy-Syafi’i sebagai pembicara mewakili Ahlussunnah wal Jama’ah berhadapan dengan Ustadz Firanda Andirja dan Ustadz Zainal Abidin yang mewakili kelompok Wahabi (radio Hang FM).

    Dalam dialog itu tampak hadir KH. Thobari Syadzily yang menenami KH. Muhammad Idrus Ramli tetapi beliau ternyata tidak ikut menjadi pembicara hanya menemani duduk karena tidak diberi waktu berbicara, kecuali 1 menit menjelang acara dihentikan. Meski tidak berimbang, 1 Ahlussunnah melawan 2 Wahabi, dialog berjalan dengan baik dan lancar.

    Ada beberapa tema yang disodorkan yang menjadi topik pembahasan, yaitu:
    Pengertian dan Hukum Bid’ah
    Hukum niat Sholat dan Qunut
    Hukum Tahlilan, membacaYasinan dan Do’a bersama
    Hukum Ziara Kubur danTabarruk/ Tawassul
    Hukum menghormati Bendera dalam setiap upacara atau lainnya.
    Dan berikut adalah catatan singkat bagaimana jalannya dialog antara KH. Muhammad Idrus Ramli yang sendirian berhadapan dengan Ustadz Firanda Andirja dan Ustadz Zainal Abidin di Batam:
    Dalam dialog tersebut, perwakilan dari Ahlussunnah Wal-Jama’ah sebagai pembicara, hanya al-faqir Muhammad Idrus Ramli. Sedangkan Kiai Thobari Syadzili, hanya menemani duduk, tidak diberi waktu berbicara, kecuali 1 menit menjelang acara dihentikan. Sementara dari pihak Radio Hang atau Wahabi, adalah Ustadz Zaenal Abidin dan Ustadz Firanda Andirja. Isu-isu dari kaum Wahabi, bahwa perwakilan dari Ahlussunnah adalah saya dan beberapa orang, adalah tidak benar. Jadi yang benar, debat 1 orang lawan 2 orang.
    Dalam acara dialog tersebut, semua pembicara dibatasi oleh waktu. Karenanya mungkin banyak pembicaraan Wahabi yang tidak sempat kami tanggapi, dan sebaliknya.
    Dalam pengantar dialognya, Ustadz Zaenal Abidin Lc, yang mewakili pihak Wahabi, mengaku sebagai warga NU (Nahdlatul Ulama) tulen. Padahal selama ini, dalam ceramah-ceramahnya ia selalu membid’ahkan amalian warga NU. Dan ternyata, dalam dialog tersebut, Zaenal Abidin, tidak bisa menyembunyikan jatidirinya yang Wahabi. Ia menyalahkan ajaran NU seperti menerima bid’ah hasanah, melafalkan niat dalam ibadah, qunut shubuh, tahlilan (kendurenan tujuh hari), Yasinan dan Yasin Fadhilah. Silahkan pemirsa menilai sendiri dengan hati nurani. Zaenal mengaku warga NU tulen, tetapi menyalahkan semua amaliah NU.
    Delegasi dari Wahabi, Zaenal maupun Firanda, tidak menaruh hormat kepada pendapat para ulama besar sekaliber Imam Ahmad bin Hanbal, Imam an-Nawawi, al-Hafizh Ibnu Hajar dan lain-lain. Misalnya dalam bahasan bid’ah hasanah, saya mengutip pendapat Imam an-Nawawi yang menjelaskan bahwa hadits kullu bid’atin dhalalah, dibatasi dengan hadits man sanna sunnatan hasanatan. Firanda tidak menghargai pendapat Imam an-Nawawi tersebut, dan memilih berpendapat sendiri. Padahal dia, masih belum layak memiliki pendapat sendiri. Bahkan memahami karya para ulama juga sering keliru. Pembaca dan pemirsa tentu tahu, bahwa ciri khas kaum liberal atau JIL adalah menolak otoritas ulama.
    Zaenal dan Firanda menggunakan standar ganda dalam menilai pendapat para ulama. Ketika pendapat mereka sesuai dengan semangatnya, mereka mati-matian menyerang tradisi NU, seperti dalam kasus tradisi kenduri kematian selama 7 hari, yang dihukumi makruh dalam kitab-kitab Syafi’iyah. Seakan-akan mereka lebih Syafi’iyah dari pada warga NU. Akan tetapi ketika pendapat para ulama tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, Firanda dan Zaenal menganggap pendapat tersebut tidak ada apa-apanya. Seperti dalam bahasan bid’ah hasanah. Sikap mendua seperti ini, mirip sekali dengan kebiasaan orang Syiah. Ketika hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim sesuai dengan keinginan Syiah, mereka jadikan hujjah. Akan tetapi ketika hadits-hadits tersebut berbeda dengan hawa nafsu Syiah, mereka tolak dan mereka dustakan.
    Dalam bahasan qunut shubuh, Firanda melakukan kesalahan ilmiah ketika mengomentari tanggapan saya terhadap hadits Abi Malik al-Asyja’i. Sebagaimana dimaklumi, dalam riwayat al-Tirmidzi, an-Nasa’i, Musnad Ahmad dan Ibnu Hibban, Abu Malik al-Asyja’i menafikan qunut secara mutlak, baik qunut nazilah maupun qunut shubuh. Tetapi Firanda mengatakan bahwa dalam kitab-kitab hadits, hadits Abu Malik al-Asyja’i menggunakan redaksi yaqnutun fil fajri (qunut shalat shubuh). Ternyata setelah kami periksa dalam kitab-kitab hadits, kalimat fil fajri tidak ada dalam riwayat-riwayat tersebut. Silahkan diperiksa dalam Sunan al-Tirmidzi juz juz 2 hal. 252 (tahqiq Ahmad Syakir), Sunan al-Kubra lin-Nasa’i, juz 1 hal. 341 tahqiq at-Turki atau al-Mujtaba lin-Nasa’i juz 2 hal. 304 tahqiq Abu Ghuddah.
    Firanda memaksakan diri mengatakan bahwa hukum kenduri kematian selama tujuh hari menurut Syafi’iyah adalah makruh tahrim. Padahal dalam kitab-kitab Syafi’iyah, hukumnya adalah bid’ah yang makruh dan tidak mustahabbah, alias bukan makruh tahrim. Untuk menguatkan pandangannya, Firanda mengutip pernyataan Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari, dalam Asna al-Mathalib, yang berkata “wa hadza zhahirun fit tahrim”. Ternyata setelah kami periksa, Syaikhul Islam Zakariya, masih menghukumi kenduri kematian dengan makruh atau bid’ah yang tidak mustahab (tidak sunnah). Sedangkan keharaman yang menjadi makna zhahir hadits tersebut, oleh beliau dialihkan kepada bukan tahrim. Hal ini dapat dipahami, ketika membaca dengan seksama, bahwa Syaikhul Islam Zakariya dalam pernyataan tersebut, mengutip dari Imam an-Nawawi dalam Raudhah al-Thalibin dan al-Majmu’, yang menghukumi kenduri kematian dengan bid’ah yang tidak mustahab.
    Zaenal Abidin, kurang memahami istilah-istilah keilmuan. Misalnya tentang qiro’ah syadzdzah (bacaan yang aneh atau menyimpang), dalam membaca al-Qur’an. Menurut Zaenal, orang yang membaca ayat al-Qur’an, apabila diulang-ulang maka termasuk qiro’ah syadzdzah yang diharamkan. Sebaiknya Zaenal belajar ilmu qiro’ah atau ilmu tafsir agar tidak keliru dalam hal-hal kecil.
    Dalam bahasan melafalkan niat, menurut Firanda dan Zaenal, redaksi niat harus menggunakan redaksi usholli dan nawaitu showma ghadin. Kalau redaksinya dirubah menjadi nawaitu an ushalliya atau inni shoimun, dan atau ashuumu, menurut mereka adalah salah dalam madzhab Syafi’iyah.

    Demikian beberapa catatan kami terhadap dialog kemarin. Wallahul muwaffiq.

    Wassalam

    Oleh: Muhammad Idrus Ramli (Batam, 30 Desember 2013).

    Duh, cape-cape mas ikbal,.
    Emang tidak membaca postingan diatas? apa yang anda nukilkan saya sudah kopaskan plus tanggapannya,.
    Makanya jangan baca judulnya doang mas ikbal, baca isinnya juga,. sehingga jika berkomentar akan nyambung,.

  33. Tolong di simak dan di teliti lagi pertanyaan dari saya.dan penjelasan dari saya.
    jawab dengan hati tidak usa sambil emosi , santai aza, ini kan kita dialog ilmiyah.

    yang saya tanya itu adalah dalilnya. baik hadits dan nash alquran nya , yang mengatakan
    hadist tidak shahih ( palsu ), bukan penjelasan dan definisi hadist shahih.

    jelaskan pertanyaan saya, anda tidak usa muter2 ( biar ga pusing ).

    syukron.

    Ilmiah dari mana mas,. justru kalau ilmiah, maka sudah saya jawab, karena ngga ilmiah, ya biarin lah, buat menuh-menuhin keranjang sampah di blog ini,.

    Karena ngga ilmiah, maka anda merasa muter-muter sendiri,.
    Apalagi definisi hadits juga ngga tahu, bagaimana akan dijelaskan mana hadits shahih, palsu,.

    Silahkan baca nih, dialog tentang arti hadits,. klik link ini

  34. asslmlmkm,saudraku,makin nambah ilmu ane aja,ane baru ni di manhaj salaf,cuma banyak banget ujiannya ni saudara,tlong doain ane biar tambah keimanannya,aamiin

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    alhamdulillah,..
    Iya memang pak, dulu saya juga gitu,. walaupun tidak terkaget-kaget, tapi ada beberapa yg memang spt bapak, terkaget-kaget, terbengong-bengong, bahkan ada yang sperti baru mengenal islam,.
    Itulah nikmatnya hidayah dakwah salaf,..
    Mudah-mudhan Allah menguatkan anda, mengistiqamahkan anda diatas sunnah ini,. demikian pula kepada para pembaca semua,..

  35. numpang nyampah,peganglah keyakinan anda masing2 dan jangan pernah mengusik hak dan keyakinan masing2,ingat yg di muliakan allah adalah yg bertaqwa di antara km sekalian, bukan yg paling pinter atw yg paling gede omong.terima kasih.

    Terimakasih nadia, sudah nyampah disini,..he.he..he.. itu kan pengakuan anda,
    Keyakinan yang benar adalah keyakinan yang diajarkan oleh rasulullah, bukan keyakinan atau pendapat masing-masing,..
    Jika keyakinan kita atau keyakinan tokoh tertentu itu berseberangan dengan keyakinan yang diajarkan oleh rasulullah, yang diamalkan oleh para sahabat, maka keyakinan rasulullah yang kita pegang,.

    Orang yang bertakwa adalah orang yang mengikuti keyakinan yang diajarkan oleh rasulullah,.

    Bukan orang yang bertakwa jika dia mengikuti keyakinan yang berseberangan dengan keyakinan yang diajarkan oleh rasulullah, walaupun dia disebut sebagai kyai, gus, habib, ajengan atau sebutan-sebutan lain,.

    Dan Allah akan memuliakan orang-orang yang mengikuti keyakinan yang diajarkan oleh Rasulullah, dan akan menghinakan orang-orang yang berseberangan dengan keyakinan yang diajarkan oleh Rasulullah, baik di dunia apalagi di akherat,.

    so…

    Mari kita mengikuti keyakinan yang diajarkan oleh Rasulullah,..

    • hihihi..mbak luluk..nggak salah to anda bilang menghormati keyakinan masing2..
      kita satu keyakinan lho..kita dikasih akal sama Alloh SWT gunakanlah akal utk berpikir dgn cerdas..

  36. وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ
    Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Yunus: 99.

    Amma ba’du:
    Nama “Idrus Ramli” dikalangan NU tidaklah asing, dia adalah Aktivis Bahtsul Masail NU, Dewan Pakar ASWAJA Center PWNU Jawa Timur, dan Pengasuh Pondok Pesantren al-Hujjah—Jember!

    Tulisan dan kipranya dalam debat terbuka di Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya antara KH. Muammal Hamidi Lc. Pemberi kata pengantar buku, ”Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik”, dengan Tim LBM PCNU Jember, dan apalagi orang yang satu ini sering nongol di majalah AULA sebagai nara sumber rubik tanya jawab.

    Demikian pula di dunia maya di Tanah Air. MAKA tidak mengherankan jika dia sangatlah tersohor dikalangan orang-orang NU bahkan sangat dipuja dan dijunjung setinggi langit, dikaji dan didakwahkan kemana-mana apa yang ada didalam tulisan-tulisannya, tapi sayang tokoh yang sudah terlanjur dijuluki kyai

    Ilustrasi diunduh dari taklim.tv
    oleh para pengagungnya ini banyak memiliki kesalahan dan penyimpangan yang fatal dalam tulisan-tulisannya yang notebenenya tulisan dan hasil karya seseorang itu cermin atau ungkapan apa yang ada dibenak pemikiran dan pemahamannya.

    Kekeliruan dan kesesatan yang tersebar didalam buku-buku Idrus Ramli ini sangat banyak, diantara buku-bukunya adalah: ’ Membedah Bid’ah dan Tradisi Dalam Perspektif Ahli Hadis‘ dan Ulama Salafi. diterbitkan oleh Khalista Surabaya. Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi diterbitkan oleh Bina Aswaja, Surabaya, dan buku yang sedang kita telanjangi ini, yaitu buku, ”Kiai NU atau Wahabi YANG SESAT TANPA SADAR?’ Jawaban Terhadap buku-buku Mantan Kiai NU”.

    Inilah di antara deretan buku-buku ‘bengkong’. Yang di dalamnya penuh dengan banyak kedustaan, tadlis (manipulasi), dan pengkhianatan ilmiah terhadap Dakwah Tauhid Ahlussunnah wal jama’ah. Mungkin ada dibenak hati para pembaca yang bertanya-tanya?

    Kalau sekiranya buku tersebut bengkong atau sesat! Kenapa tidak dijawab secepatnya?!

    Untuk menjawab buku tersebut sangatlah mudah bagi saya, tapi saya biarkan dulu agar buku tersebut bergulir ke banyak kalangan, sehingga masyarat bisa menilainya!

    Mereka yang sadar insyaAllah pasti tidak akan mengambil ilmu dari pengikut hawa nafsu ini?

    Inilah sebuah agama, dan lihatlah dari siapa kamu mengambil agamamu. Memang buku ini demikian dikagumi banyak kalangan mereka yang SESAT TANPA SADAR, dan yang buta mata hatinya. Sesungguhnya demi Allah, ini kenyataan yang pahit benar-benar terjadi, sesungguhnya perkara ini persis sebagaimana yang digambarkan oleh Allah swt:
    …”Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (al-Hajj: 46)

    Lantas Idrus Ramli terpedaya dengan kekaguman orang-orang yang SESAT TANPA SADAR, dan yang buta mata hatinya itu. Sehingga dia berusaha melegalkan ajaran-ajaran sesatnya dengan menyebarkan pemahaman bid’ah hasanah dengan dalil takwil yang mereka sebarkan ketengah umat, baik berupa tadlis (manipulasi), kedustaan, dan pengkhianatan ilmiah.

    Kita berlindung kepada Allah dari realita mereka, kita benar-benar tunduk memohon kepada Allah untuk memberi keselamatan bagi kaum Muslimin dari bala’ ini!

    Kita perlu bertanya kritis, apa benar buku ini menjadi sandaran utama kalangan NU dalam mencari kebenaran dan petunjuk Allah?!

    Lalu apa jadinya jika buku koreksian terhadap buku-buku Mantan Kiai NU, yang diberi pengantar oleh tokoh-tokoh besar ini “diselewengkan” dan berisi banyak fitnah?

    Ke mana lagi umat ini hendak mencari kebenaran?

    Itu baru pertanyaan. Mohon para pembaca sabar sebentar, insyaallah akan kita buktikan dan kita bongkar kedok para penyesat umat ini, agar menjadi kewaspadaan dan peringatan bagi kita semua.
    Semoga Allah swt mengambil kuduk orang yang tertimpa bala’ ini untuk dibawa kepada kebenaran dan hidayah. Insya Allah.

  37. apakah salafy menganggap syair-syair / kalimat pujian kepada Nabi Muhammad yang dibuat oleh para ulama shaleh sebagai sesuatu yang bid’ah?

    Terimakasih mas rianto, sudah komentar disini,

    Bukan salafy yang melarang syair-syair pujian kepada nabi, bahkan nabi muhammad sendiri melarangnya, silahkan baca postingan ini

  38. Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

    1. Dalam dialog tersebut, perwakilan dari Ahlussunnah Wal-Jama’ah (Sunni) sebagai pembicara, hanya al-faqir Muhammad Idrus Ramli. Sedangkan Kiai Thobari Syadzili, hanya menemani duduk, tidak diberi waktu berbicara, kecuali 1 menit menjelang acara dihentikan. Sementara dari pihak Radio Hang atau Wahabi, adalah Ustadz Zaenal Abidin dan Ustadz Firanda Andirja. Isu-isu dari kaum Wahabi, bahwa perwakilan dari Ahlussunnah adalah saya dan beberapa orang, adalah tidak benar. Jadi yang benar, debat 1 orang lawan 2 orang.

    2. Dalam acara dialog tersebut, semua pembicara dibatasi oleh waktu. Karenanya mungkin banyak pembicaraan Wahabi yang tidak sempat kami tanggapi, dan sebaliknya.

    3. Dalam pengantar dialognya, Ustadz Zaenal Abidin Lc, yang mewakili pihak Wahabi, mengaku sebagai warga NU (Nahdlatul Ulama) tulen. Padahal selama ini, dalam ceramah-ceramahnya ia selalu membid’ahkan amaliah warga NU. Dan ternyata, dalam dialog tersebut, Zaenal Abidin, tidak bisa menyembunyikan jatidirinya yang Wahabi. Ia menyalahkan ajaran NU seperti menerima bid’ah hasanah, melafalkan niat dalam ibadah, qunut shubuh, tahlilan (kendurenan tujuh hari), Yasinan dan Yasin Fadhilah. Silahkan pemirsa menilai sendiri dengan hati nurani. Zaenal mengaku warga NU tulen, tetapi menyalahkan semua amaliah NU.

    4. Delegasi dari Wahabi, Zaenal maupun Firanda, tidak menaruh hormat kepada pendapat para ulama besar sekaliber Imam Ahmad bin Hanbal, Imam an-Nawawi, al-Hafizh Ibnu Hajar dan lain-lain. Misalnya dalam bahasan bid’ah hasanah, saya mengutip pendapat Imam an-Nawawi yang menjelaskan bahwa hadits kullu bid’atin dhalalah, dibatasi dengan hadits man sanna sunnatan hasanatan. Firanda tidak menghargai pendapat Imam an-Nawawi tersebut, dan memilih berpendapat sendiri. Padahal dia, masih belum layak memiliki pendapat sendiri. Bahkan memahami karya para ulama juga sering keliru. Pembaca dan pemirsa tentu tahu, bahwa ciri khas kaum liberal atau JIL adalah menolak otoritas ulama.

    5. Zaenal dan Firanda menggunakan standar ganda dalam menilai pendapat para ulama. Ketika pendapat mereka sesuai dengan semangatnya, mereka mati-matian menyerang tradisi NU, seperti dalam kasus tradisi kenduri kematian selama 7 hari, yang dihukumi makruh dalam kitab-kitab Syafi’iyah. Seakan-akan mereka lebih Syafi’iyah dari pada warga NU. Akan tetapi ketika pendapat para ulama tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, Firanda dan Zaenal menganggap pendapat tersebut tidak ada apa-apanya. Seperti dalam bahasan bid’ah hasanah. Sikap mendua seperti ini, mirip sekali dengan kebiasaan orang Syi’ah. Ketika hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim sesuai dengan keinginan Syi’ah, mereka jadikan hujjah. Akan tetapi ketika hadits-hadits tersebut berbeda dengan hawa nafsu Syi’ah, mereka tolak dan mereka dustakan. (Demikan juga halnya sikap Wahabi yang diwakili Firanda dan Zaenal, red)

    6. Dalam bahasan qunut shubuh, Firanda melakukan kesalahan ilmiah ketika mengomentari tanggapan saya terhadap hadits Abi Malik al-Asyja’i. Sebagaimana dimaklumi, dalam riwayat al-Tirmidzi, an-Nasa’i, Musnad Ahmad dan Ibnu Hibban, Abu Malik al-Asyja’i menafikan qunut secara mutlak, baik qunut nazilah maupun qunut shubuh. Tetapi Firanda mengatakan bahwa dalam kitab-kitab hadits, hadits Abu Malik al-Asyja’i menggunakan redaksi yaqnutun fil fajri (qunut shalat shubuh). Ternyata setelah kami periksa dalam kitab-kitab hadits, kalimat fil fajri tidak ada dalam riwayat-riwayat tersebut. Silahkan diperiksa dalam Sunan al-Tirmidzi juz juz 2 hal. 252 (tahqiq Ahmad Syakir), Sunan al-Kubra lin-Nasa’i, juz 1 hal. 341 tahqiq at-Turki atau al-Mujtaba lin-Nasa’i juz 2 hal. 304 tahqiq Abu Ghuddah.

    7. Firanda memaksakan diri mengatakan bahwa hukum kenduri kematian selama tujuh hari menurut Syafi’iyah adalah makruh tahrim. Padahal dalam kitab-kitab Syafi’iyah, hukumnya adalah bid’ah yang makruh dan tidak mustahabbah, alias bukan makruh tahrim. Untuk menguatkan pandangannya, Firanda mengutip pernyataan Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari, dalam Asna al-Mathalib, yang berkata “wa hadza zhahirun fit tahrim”. Ternyata setelah kami periksa, Syaikhul Islam Zakariya, masih menghukumi kenduri kematian dengan makruh atau bid’ah yang tidak mustahab (tidak sunnah). Sedangkan keharaman yang menjadi makna zhahir hadits tersebut, oleh beliau dialihkan kepada bukan tahrim. Hal ini dapat dipahami, ketika membaca dengan seksama, bahwa Syaikhul Islam Zakariya dalam pernyataan tersebut, mengutip dari Imam an-Nawawi dalam Raudhah al-Thalibin dan al-Majmu’, yang menghukumi kenduri kematian dengan bid’ah yang tidak mustahab.

    8. Zaenal Abidin, kurang memahami istilah-istilah keilmuan. Misalnya tentang qiro’ah syadzdzah (bacaan yang aneh atau menyimpang), dalam membaca al-Qur’an. Menurut Zaenal, orang yang membaca ayat al-Qur’an, apabila diulang-ulang maka termasuk qiro’ah syadzdzah yang diharamkan. Sebaiknya Zaenal belajar ilmu qiro’ah atau ilmu tafsir agar tidak keliru dalam hal-hal kecil.

    9. Dalam bahasan melafalkan niat, menurut Firanda dan Zaenal, redaksi niat harus menggunakan redaksi usholli dan nawaitu showma ghadin. Kalau redaksinya dirubah menjadi nawaitu an ushalliya atau inni shoimun, dan atau ashuumu, menurut mereka adalah salah dalam madzhab Syafi’iyah.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Terimakasih nafla,.
    Anda nulis komentar baca ulasannya dulu atau belum??
    Komentar anda itu sdh diposting, sekaligus ditanggapi,.. jadi silahkan anda baca lagi,

    Harusnya anda baca dulu, baru komentar,.

  39. kalo komen lihat dulu vedionya dan baca dulu ulasannya kang nafla. dah lihat juga vedio yang satunya, said agil munawar vs zainal abidin.

    sampai kapanpun ahlus sunnah tak akan pernah terkalahkan ahlul bid’ah. ahlus sunnah selalu siap diajak mudzakaroh dengan siapapun, mau pilih siapa? firanda, zainal abidin, yazid jawas, abdul hakim, badrussalam, dll, mau pilih yang mana,

    silakan telpon atau sms di kajian langsung di TV RODJA, INSANTV, WESALTV, terbuka, mau tanya atau mau membantah, silakan jika kalian jantan.

    jangan seperti TV ASWAJA ndak berani siaran langsung buka dialog interaktif, mana?

    TV ASWAJA kan dah siaran lama sekali kok ndak berani siaran langsung.

    mikir dong aswaja!

    siapa yang berada di atas kebenaran sebenarnya?

    antum? sangat jauh sekali.

    Sabar mas,.. hidayah taufik belum sampai, kita doakan saja mudah2an kang nafla mendapat hidayah taufik, demikian pula pembaca lainnya, tidak taklid buta, seperti kerbau dicocok hidungnya yang bisa diajak kemana saja, hingga ke tempat penjagalan pun nurut saja,.

    Apa kata guruku itulah kebenaran? belum tentu,. sudah saya posting disini

  40. assalaamu’alaikum,

    ternyata masih lanjut komen di posting ini.. 🙂

    buat nafla dan sodara2 aswaja… Islam ini mudah kok… ga usah dipersulit… cukup copas apa yang diajarkan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam…

    kebenaran hanya milik Allah…, bila kita manusia mau bertaqlid, taqlidlah kepada nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam yang menyampaikan kebenaran itu kepada umat manusia… bukan taqlid kepada mahzab, kelompok tertentu, apalagi sekadar manusia-manusia bergelar KH, habib, ustadz yang sama sekali tidak ma’shum…

    mencari kebenaran itu harus tau dulu jalan yang benar… “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al Israa: 36)

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,..
    Jazakumullahu khairan Abu aisha subhan atas tanggapannya,
    Mudah-mudahan ada yang tercerahkan dengan pertanyaan komentator, juga tanggapan admin, jika postingan diatas tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan,..

  41. dalam debat tersebut dan dlm Debat debat yang lain orang2 yg beragama Salafi itu hanya menggunakan hujjah Qur’an dan hadits yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, bahkan walaupun hadits tu shohih tapi kalau tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka maka mereka akan mengatakan hadits itu adl dhoif atau palsu demi menguatkan dan mempertahankan pndpat mereka……..

    karena hal inilah akhirnya mereka berani menyalahkan dan menghujat para ulama’2 dahulu, sehingga alloh swt haramkan mereka dari memahami al qur’an secara benar [ akhirnya al quran di fahami sendiri tanpa adanya petunjuk dari Alloh swt ].

    terimakasih abdullah,. sudah komentar disini,.
    sepertinya terbalik deh,. siapa yang menggunakan hawa nafsu, dan siapa yang berani menyelisihi ulama2 dahulu, dan siapa yang memahami alquran secara salah, tanpa petunjuk dari Allah,.
    Kok lucu komentar anda, sdh lihat videonya belum??

  42. Org salafi,wahabi seperti pak zainal dan pak firanda sepertinya lurus.padahal bengkok.susah org salafi tu.
    apakah salafi termasuk ahlussunnah?

    Ulama’ asy’ari ngk ada yg sepakat bahwa golongan mujassimah termasuk ahlussunnah.mereka jauh dari itu.Lihat aja pendapat2 mereka.pasti bertentangan dgn hadist nabi.

    Terimakasih,.
    apakah arti ahlusunnah, seharusnya kan yang disebut sebagai ahlusunnah itu orang yang rajin beramal dengan amalan-amalan sunnah, bukan malah getol dan rajin beramal dengan amalan yang tidak ada sunnahnya, alias bidah,.

    Jadi pengakuan bahwa asy’ariyah itu adalah ahlusunnah, itu bisa jadi isapan jempol belaka, kita lihat praktek ibadah mereka,.. bisa kita saksikan,.

    Tidakkah belajar pada imam abul hasan al’asyari yang rujuk kepada manhaj salaf??

    Jadi, apakah sy’ariyah itu adalah ahlusunnah? silahkan baca ulasannya disini

  43. Assalamu’alaikum ..Subhanallah…
    sy nggak bisa berkata2 bersyukur umat Islam dan Indonesia punya Dai-dai seperti Ust.Firanda, Ust.Zainal, ust. Syafiq, Ust, Abdul hakim, Ust. Yazid, Ust.Badrusalam, Ust. Ahmad Zaenudin, Ust.Abu Haidar, Ust. Abdullahb Zaen, Ust.Subhan, Ust.Tuasikal, Ust.Arifin Badri, Ust. Abdullah Taslim, Ust. Abu Qatadah dll..

    Allhamdulillah…Dan dai-dai yang berdakwah di media Internet (sperti admin ini)… semoga di berikan ke Istiqomahan oleh Allah subhanahu’wata’la.. Amin

    Salam kenal saya ya Ikhwan dari Bandung.

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    Alhamdulillah,.
    Jazakumullahu khairan atas suport dan doanya,.

  44. yang mengaku ahlussunnah dapat dilihat cirinya, a.l.
    1. lebih condong pada dalil alquran dan sunnah/ hadits nabi ketimbang pendapat manusia,
    2. lebih mendahulukan perkataan nabi dari manusia, siapapun mereka,, apalagi perkataan orang sekarang..

  45. Wahabi Seolah olah membela ajaran Rosululloh, padahal dusta.
    Pertanyaan saya :
    1. Maqbaroh Nabi kenapa mau dihancurkan? banyak maqbaroh nabi lainnya sudah kamu hancurkan. Apakah Nabi mengajarkan begitu?

    Terimakasih nafla,. sudah komentar disini,.
    Kapan ada usaha pembongkaran kuburan nabi?.. itu adalah berita dusta yang digembar gemborkan oleh syiah,. sudah saya posting disini

    2. Pendapat wahabi selalu gembor2 merujuk Nabi dan Al Quran, namun kamu selalu mencela ulama dengan berpendapat dahulukan perkataan Nabi. Padahal hadist yang ada ada adalah karangan Ulama, sedangkan kau alergi dengan ulama, dan dari mana wahabi ini belajar? apa hanya cukup membaca terjemah Al Quran dan Hadis saja? keblinger… na’udzubillah min dzalik.

    Silahkan sebutkan hadits yang dikarang oleh ulama,..
    Jika ada hadits yang dikarang oleh ulama, sebesar apapun ulama tersebut, maka hukum hadits itu adalah HADITS PALSU, dan ulama tersebut berdosa, sebab telah berdusta atas nama nabi dengan membuat-buat hadits,.

    Hadits itu adalah wahyu dari Allah, yang disampaikan oleh Rasulullah, hadits bukanlah karangan ulama,.

    3. Yasinan, Tahlilan itu sesuai sunnah rosululloh. jangan memutar balikkan fakta.

    silahkan datangkan dalilnya dong, bahwa yasinan,tahlilan kematian itu sunnah rasulullah,.
    Kalau anda bisa menunjukkan dalilnya, dan bukti bahwa rasulullah pun melakukan sunnah tersebut,. maka saya akan mengadakan yasinan dan tahlilan, dan bonus,. anda akan saya berikan uang 5 juta rupiah, silahkan berikan nomor rekening anda,..

    syukron

    afwan,.

    • to nafla: jika anda ingin menyanggah perkataan atau tulisan tentang urusan ibadah , silakan di lampirkan juga dalil/hadist yg sohih. jgn cuma sanggahan sj. Semoga Allah memberikan hidayah tentang Islam yg sesuai Rasulullah dan pemahaman para sahabat kpd anda

    • tuk nafla: sy aja yg org awam tahu klo hadits itu adalah perkataan Rosulululloh,,
      kok anda dgn pede’nya bilang klo hadits itu karangan ulama sih,,
      hihihi lucu bgt baca komentar anda,,cuma menuduh tanpa bukti dan ilmu

      mba diany, kita doakan, mudah2an mba nafla paham akan makna hadits, dan paham tentang ajaran islam yg sesuai dengan pemahaman para sahabat,.

    • Memang banyak tempat bersejarah yg dihancurkan oleh orang2 wahabi sitanduk syetan

      Memang ga ada perintahnya dari Rasulullah utk melestarikan tempat bersejarah kok,.. bahkan. Umar bin khattab malah pernah menebang pohon yang ada kemungkinan dijadikan sebagai tempat bersejarah,.. sudah saya posting disini

  46. tolong dijelaskan wahabi tu apa?
    jgn sok fitnah sgala..
    asal tau aja ya Rasulullah sngt mmbenci adax perdebatan antar kaum muslimin..

    dan ini adlah slh satu dosa besar..yg nntix bsa mmbwt permusuhan..

    itu alasan bnyk ustd salaf yg tdk mau berdebat bkn krna tkut akn hal tsb ..

    smga atum smua mndapat hidayah..bertaubatlah..

    Mau tahu apa itu wahabi?
    Pemikikiran wahabi begitu membahayakan, sudah saya posting disini

    Buya hamkapun bercerita tentang wahabi, silahkan baca disini

    Presiden sukarno saja bangga terhadap dakwah wahabi,silahkan baca disini

    Kisah nyata pembenci wahabi, silahkan baca disini

  47. Assalamualaikum wr wb…
    saya melakukan ibadah seperti ini,
    1.Tidak tahlilan,nujuh hari atau 100 hari
    2.Tidak melafadzkan niat sebelum sholat
    3.Tidak Mengikuti Maulid Nabi
    4.Tidak menggelengkan kepala saat selesai sholat
    Saya mengikuti bapak saya, berarti saya termasuk islam apa?
    Di mesjid mesjid berbeda cara sholatnya Dengan cara bapak saya, banyakb yg bilang ajaran bapak saya sesat. Tapi saya tetap ngikuti ajaran bapak saya karena sesuai dengan rodja tv dan tv arab yg saya tonton.
    Wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Panutan kita adalah rasulullah,.
    Kita berislam dan beribadah harus mengikuti contoh rasulullah,
    Apa yang didakwahkan di rodja TV itu adalah ajaran islam yang didakwahkan oleh Rasulullah, jadi apa yang dilakukan oleh bapak anda itu sudah benar,.
    Dan anda mengikuti cara bapak anda, itu juga sudah benar,.

    Namun sebaiknya diimbangi juga dengan akhlak yang baik kepada masyarakat, menebarkan salam, murah senyum, berdakwah dengan sikap,. itu juga kadang bisa melunakkan hati masyarakat,.

    Sehingga jika dicap sesat, mereka mungkin akan malu sendiri, orang sesat masa gemar mengucapkan salam, shalat berjamaah di masjid 5 waktu, murah senyum, bisa juga ditambah rajin bersedekah,membantu tetangga,. pokoknya gaul dengan masyarakat dalam hal yg bukan melanggar ajaran islam,. begitu mas adit,.

    Rodja tv mendakwahkan islam dengan pemahaman para sahabat, jadi bukan mendakwahkan ISLAM VERSI RODJA, rodja tv hanya sekedar sarana untuk menyampaikan dakwah, jadi bukan pembuat ajaran baru,
    Dan wajib bagi seluruh kaum muslimin untuk mengikuti pemahaman sahabat,sebab itulah SATU-SATUNYA CARA mengamalkan islam yang benar, sudah saya ulas disini

  48. Lubab kan sudah memberi tahu tentang situs yang berkata “BENTUK ALLAH” agar tujuannya membaca, biar tidak dikira itu pemahaman dari lubab

    Itu dari situs yang pemikirannya keliru, tidak mengikuti manhaj salaf,. tapi dari situs yg sejenis dengan pemikiran si lubab tersebut,.

  49. ketika saya mencari di google “Bagaimana bentuk Allah”, (karena situs di atas di coret), ternyata tidak ada perubahan judul+isi mengenai bentuk-bentuk Allah, dari tulisan asli dan tulisan yang dicopy lubab…. jadi, SIAPA YANG JAHIL? LUBAB ATAU SALAFI itu?

    yang jahil ya si lubab, tidak paham apa itu manhaj salaf, lalu mengcopy tulisan dari web yg menurut si lubab itu salafi,. padahal isinya jauh dari manhaj salaf,.

    jadi semakin tampak kengawuran dan kejahilan si lubab,

  50. Rasulullah MengIslamkan yang Kafir.
    Wahabi koq mau mengIslamkan sesama Islam?
    apakah itu meneladani Rasulullah?.
    Contoh tuh NU yang ribuan kafir di Islamkan di Indonesia Timur khususnya Papua.
    jauh sebelum Wahabi masuk NU sudah ada di Papua,sejak rawan konflik.
    Hheeeeeeee kalau Salafi wahabi mah datang setelah mulai aman.
    mau enaknya aja.

    Terimakasih mas Yunus,.
    Seandainya benar perkataan anda,. bahwa Salafi yang kalian sebut sebagai wahabi itu katanya mengkafirkan NU,.
    Dimanakah saya bisa mendapatkan TUDUHAN ANDA TERSEBUT,.

    Tolong copy pastekan disini,.
    Baik kata-kata, ceramah, video, atau artikel dari Salafi yang kalian sebut sebagai wahabi yang menyatakan bahwa NU itu KAFIR,..

    Tolong sebutkan disini,.
    Jika anda bisa menyebutkan dan membuktikannya,. bahwa SALAFI mengkafirkan NU, maka SAYA AKAN MENUTUP BLOG INI, dan Saya beri anda uang 5 JUTA rupiah,. saya cicil mbayarnya,. minta nomor rekeningnya,.

    Tapi…

    Jika anda tidak bisa membuktikannya,..
    Maka jelas siapa yang berdusta,..
    Dan akan saya tuntut kelak di akherat akan kedustaan anda ini,.

    • Asal bunyi itu akhi, yang sabar ya akhi.. InsyAllah الله akan membuka tabir itu semua, mana yang berdusta mana yang tidak.
      Sekarang sy bru tahu keyakinan Ust. Idrus ramli itu tentang sifat الله , kalo الله tidak bertempat, karena kalo الله bertermpat / memiliki tempat sama saj menyamakan الله dengan makhluk, jadi الله ada tapi tidak bertempat.

      Iya, idrus ramli secara tidak sadar memahami tentang Allah dengan Standar makhluk, padahal Allah tidak serupa dengan makhluknya,.

  51. nyasar kesini karena teman facebook ada yg nge-share..
    iseng2 nge-klik. sesama moslem ternyata saling ribut juga ya.
    eh, saya kafir ding, berarti darah saya halal nih, takuuuut..
    klo gitu permisi deh, sebelum dibunuh moslem..

    Terimakasih kreta, kok kreta sih namanya, atau karena sekedar mampir ,. ngga apa-apa lah,.
    Senang mendapat kunjungan anda,.
    Anda orang kafir? ketahuilah, orang kafir itu akan kekal di neraka,. walaupun di dunia berbuat baik seumur hidupnya, maka perbuatan tersebut tidak akan ada manfaatnya untuk akheratnya..
    Tapi jika anda masuk islam, maka perbuatan tersebut akan dinilai sebagai kebaikan, dan perbuatan kejelekan di masa jadi orang kafir akan dihapus, sehingga jika ada orang kafir yang masuk islam, maka seperti seorang bayi yang baru lahir, bersih dari dosa,.
    Silahkan jika mau masuk islam

    Kalau bicara masalah ribut-ribut, orang kafir pun banyak lagi, bahkan dalam urusan bunuh membunuh, orang kafir lebih sadis dan kejam lagi,. beda dengan orang muslim, silahkan anda lihat, peperangan-peperangan yang ada, siapa pelakunya?
    Orang kafir yang ada di negara muslim, maka akan dilindungi, tidak boleh dibunuh, sementara orang islam yang ada di negara kafir maka akan dianiaya,. ini faktanya,.

    Orang islam gampang membunuh, apalagi membunuh orang kafir?… eit.. tunggu dulu, itu islam yang mana,.
    Mungkin anda disini banyak melihat komntar yg isinya ribut-ribut? .. itu menunjukan pemahaman islamnya berbeda-beda, makanya terjadi ribut,.
    Tapi jika mengikuti pemahaman yang sama, dan pemahaman yang benar, maka islam itu adem, indah,. penuh kasih sayang,.
    Rasulullah saja menegaskan, hancurnya dunia dan segala isinya itu masih lebih baik daripada hilangnya satu nyawa seorang muslim,. itulah islam, mnjaga darah kaum muslimin,.

    Apakah orang kafir boleh dibunuh?.. eit.. tunggu dulu, kafir yang seperti apa dulu, jadi anda jangan memahami ayat dengan gegabah,.
    Orang kafir yang memerangi kaum muslimin, itu yang boleh dibunuh, tentu dalam peperangan,.
    Orang kafir yang hidup di negara muslim, ini patut dijaga nyawanya, tidak boleh dibunuh, sebab dia terikat perjanjian, atau dibawah perlindungan negara,. contoh seprti di indonesia,.

    Membunuh orang kafir yang seperti itu, Rasulullah mengancam, orang yang membunuh orang kafir yang ada pernjanjian keamanan, maka orang tersebut tidak akan mencium aroma surga,. ini adalah ancaman yang berat,.
    Jadi, kenapa takut menjadi muslim? silahkan baca ulasannya disini

    Saya tunggu mas tanggapan anda, silahkan anda boleh bertanya,.. biar tidak salah paham, gagal paham, atau malah tidak mau paham

    • bukankah perdebatan ust. idrus ramli sudah jelas mas….

      jelas kalah hujjahnya,. tapi pak idrus berkata lain di websitenya

  52. Jazakallahu khairon abu, semoga Allah azza wa jalla menegakkan kebenaran yang sesungguhnya di negeri kita ini atas seluruh fitnah bagi ahlusunnah wal jamaah yang sebenarnya, aamiin

  53. aku juga nunggu komentnya kreta nich…kok nggak mampir lagi ya..moga ketagihan mampir terus diblog ini…harusnya seneng tuh kreta mampir distasiun yg pas…

    he..he..he…

  54. Dulu saya tahunya yang namanya Ramli itu raja chatting, eh sekarang ada Ramli lainnya yang raja ngeyel.

    Lihat nih pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah versi Gus Ramli ini, lebih nyeleneh daripada pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ahnya Habib Riziek:
    “Lebih lanjut, dewan pakar ASWAJA Center ini mengatakan NU mengikuti konsep bermazhab As-Syairah Maturidiyah, dalam fikih mengikuti Madzaib Arba’ah, sedangkan di dalam tasawuf mengikuti madzhab Imam Al-Juned Al-Baghdadi dan Imam Abu Hamid Al-Ghozali.”

    Dikutip dari:
    http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2015/08/03/75088/idrus-ramli-nu-bukan-paham-liberal-islam-nusantara-sempitkan-dakwah.html#.Vji0GGjZFJ9

    Seperti bikin agama baru macam Baha’i saja…

    Dalam dialog di atas Gus Ramli menempatkan dalil tidak pada tempatnya, bahkan dalil untuk permasalahan spesifik dengan santainya dikatakan dalil itu bersifat global.

    Memang saya sering diberi tahu oleh ustad-ustad di muslim.or.id jika berhujjah dengan orang-orang yang sudah terkontaminasi ilmu kalam itu luar biasa alotnya, mereka bukan mencari kebenaran tapi ingin mencari pembenaran.

    Bahkan kalangan-kalangan ilmu kalam itu kadang menghalalkan yang haram dan mencela sunnah.

  55. gmn mau ada dalil laranganx klw saat itu tdk ada yg mlkukan.
    hrusx yg ditaxakan mana dalil printah mlksnkanx krn saat itu shabat lg giat2x untuk beramal sholeh, ko’ mreka tdk dperintahkan pdhal itu ibadah yg sangat baik (menurut org jawa, sebagian)

    ya, betul.. kok nanya mana dalil yang melarang,..
    Lah wong belum ada yang mengamalkan perbuatan tersebut,.

    Di jaman nabi, belum ada yang melakukan MAULID NABI,TAHLILAN KEMATIAN,YASINAN,.. maka gimana nabi mau melarang hal tersebut,. lah wong ga ada yang mengerjakan amalan tersebut,..

  56. apabila ulama jaman dahulu dakwahnya sedikit2 bid’ah..ini bid’ah ..itu bid’ah..mngkin bapak dan ibu anda msh hindu budha mas.. semoga Allah Swt memberikan hidayah kepada anda. aamiin

    itu kan kata anda,

    contoh kita adalah Rasulullah, beliau Setiap mau ceramah mengingatkan akan bahaya bidah,..

    sehingga umat islam di jaman rasulullah menjadi islam yang kuat, demikian pula di jaman sahabat..

    Jadi ga seperti umat islam yg bodoh terhadap ajaran islam itu sendiri, malah ngadopsi ajaran dari luar islam ke dalam islam, contohnya tahlilan kematian yang merupakan ajaran hindu yang diislamisasi…

    islam sudah sempurna, ga butuh tambahan ajaran dari agama manapun

  57. Seandainya bidah itu semua sesat tanpa terkecuali seperti yg ada di otak wahabi maka bisa dipastikan shahabat umar dan ulama sekelas imam syafii tidak akan mengeluarkan istilah bidah hasanah dan ni’mat bid’ah

    Yang jelas Umar dan Imam syafi tidak berani melakukan amalan yang tidak Rasulullah ajarkan

    Umar dan Imam Syafii sangat membela sunnah nabi,

    Silahkan sebutkan contoh bidah yang dilakukan oleh Umar dan Imam Syafii

    • Rasulullah melaksanakan taraweh ga ya…
      Taraweh dilakukan zaman siapa ya…
      Dilakukan sebelum atau setelah tidur y…
      berapa malam Rasulullah melaksanakan shalat spesifik pada malam-malam bulan ramadlan… (1 bulan, setengah bulan, satu minggu, tiga hari)

      Rasulullah melaksanakan Shalat tarawih,.
      Shalat tarawih pertama kali dilakukan di jaman Rasulullah, oleh Rasulullah,
      Rasulullah melakukan setelah SHALAT ISYA,
      Dan waktu shalat ISYA yang terbaik itu adalah sebelum pertengahan malam,
      Rasulullah pernah melakukan di awal malam juga,
      Kenapa Rasulullah tidak melakukan setiap hari? karena takut shalat tarawih itu menjadi WAJIB hukumnya,. tapi setelah Rasulullah wafat, maka tidak ada perubahan hukum, wahyu sudah terputus,.

      Shalat lima waktu saja yang wajib hukumnya, bagi laki-laki wajib dikerjakan di masjid secara BERJAMAAH saja, banyak kaum muslimin yang meninggalkannya, apalagi jika shalat tarawih yang 11 rakaat itu di wajibkan,..

      Akhir kata : Shahabat umar RA mengatakan ” inilah sebaik-baik bidah”

      Justru UMAR menghidupkan SUNNAH NABI, sudah saya posting di sini

      Coba baca juga sejarah shahabat Utsman bin Affan RA mengumandangkan adzan 2 kali pada hari jumat (bidah juga kan).

      Yang dilakukan oleh UTSMAN bukan BIDAH, tapi SUNNAH,.
      Utsman melakukan adzan DUA KALI caranya tidak seperti yang kita lihat di INDONESIA, yaitu adzan dua kali disatukan saat waktu DZUHUR telah tiba, justru INILAH YANG BIDAH,
      Bagaimana cara adzan DUA kali yang dilakukan oleh utsman? baca di sini

      Jadi, kalau mau adzan DUA KALInya itu dianggap sebagai SUNNAH, lakukan seperti yang Utsman lakukan,. tidak seperti yang kita lihat di Indonesia,

      Bidah-bidah yang dilakukan shahabat tidak mengurangi sedikitpun jaminan ahli surga kepada beliau-beliau dari Rasulullah.

      Nah,. makanya IKUTI DONG CARA BERAGAMANYA PARA SAHABAT, bukan bikin cara-cara beragaman sendiri,.
      Pemahamannya para sahabat, itulah SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN, silahkan baca ulasannya di sini

      • (Rasulullah melaksanakan Shalat tarawih,.
        Shalat tarawih pertama kali dilakukan di jaman Rasulullah, oleh Rasulullah,)

        Lucu anda bro… nte gagal paham
        Baca sejarah tentang shalat taraweh lagi bro..

        Ga da jaman Rasulullah melaksanakan shalat taraweh, adanya Qiyamul lail

        Lucu sekali mas bro ini,..

        Shalat tarawih itu ya shalat malam, cuma dilakukan di bulan ramadhan saja,

        Kalau diluar bulan ramadhan, disebutnya ya shalat malam,..

  58. Alhamdulillah,
    jazakalallahu khairan,
    smg Allah kuatkan hati kita utk menjaga hidayah sunnah yg sdh kita dapatkan, tinggalkan semua bid’ah kalau mau ngaku berpemahaman ahlu sunnah wal jamaah,

    dulu saya karena kebodohan juga taunya ibadah dalam islam ya seperti yg skrg saya baru tau ternyata itu ibadah bi’ah, ibadah kreasi manusia, bukan ibadah yg dibawa oleh Rasulullah,

    berterimakasihlah ada orang berletih-letih yg mau mengingatkan kita.

    Ingat jgn sampai kita menyesal di akhirat saat bertemu Rasulullah yg menjadi saksi akan kebenaran ibadah kita, sesuai yg dicontohkan Rasulullah atau tidak, jika tak sesuai maka sia-sia semua amalan kita, bahkan diusir dari telaga Beliau, apa yg mau kita bawa menghadap Allah ???

    smg banyak kaum muslimin yg mau mengambil manfaat dari artikel ini Aamiin

    Alhamdulillah,
    jazakumullahu khairan

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*